Model Resepsi yang Pengen Kuhindari

Bapak dan simbokku datang ke Jokja! Dan setelah shalat Idul Adha kemarin, berlalulah kami sekeluarga buat pulang ke rumah jaman mudanya bapak di Solo. Pulang buat hari Sabtunya balik lagi ke Jokja beramai-ramai bareng pakdhe, budhe, bulik, mas sepupu, dan adik sepupuku sehubungan ada famili yang mau nikah.

Familiku yang mau nikah itu sebenernya lebih tua dari aku. Cuma ya gara-gara orang Jawa itu suka banget mendasarkan hubungan kekerabatan berlandaskan faktor silsilah, jadilah familiku itu kupanggil sebagai “Dik Wawan”, dan dia harus menghormati aku sebagai “Mas Ditto”, hohoho!

Nah, berhubung Dik Wawan ini berhasil menggaet anak putrinya Pembantu Rektor III-nya UGM, maka hari Sabtu kemarin aku sekeluarga besar hadir di acara akad nikahnya di tempat keluarga manten putri, di Bulaksumur D-4. Sempat nunggu berjam-jam juga menanti makanan dihidangkan gara-gara prosesi akad nikah adat Jawa yang lumayan lama. Tapi nggak pa-palah, aku sama Mas Arad sempat ngadain inspeksi kecil, nyari tau mbok menowo ada pagar ayu yang betul-betul berparas ayu. Tapi gara-gara kalo acara mantenan gini semuanya pada dandan dan dimake-up, aku jadi agak kesulitan juga buat menilai siapa yang cantiknya natural.

Dan setelah acara hari itu selesai, semua keluargaku balik kembali ke Solo kecuali aku. Aku masih ada kerjaan yang harus kuselesaikan di Jokja, misalnya aja rencana nyate kambing bareng Septo. Janjinya, mereka mau datang lagi ke Jokja hari Minggunya buat datang ke resepsi pernikahannya Dik Wawan versus Dik Mita itu malamnya.

Tapi seribu topan badai! Sampai lewat adzan Ashar tiada tanda-tanda keluargaku di Solo bakal datang. Malah yang ada simbokku nelepon, ngabarin kalo pasukan dari Solo nggak ada yang bisa hadir dengan alasan kecapekan. Sebagai tumbalnya, aku disuruh mewakili bapakku buat datang kondangan.

Jelas aja aku rada keberatan. Masak iya aku harus clingak-clinguk sendirian di sana. Tapi simbokku bilang, aku boleh ngajak temen, contohnya Komeng atau Septo.

Maka selepas adzan Maghrib tadi, aku mandi dan dandan serapi mungkin (sesuai pesan simbokku yang wanti-wanti supaya aku rapi-jali). Mandinya tentu saja pake aer anget karena, konon, aer anget itu melunturkan lemak. Setelah mandi, celana panjang krem cap Ice Jeans dapat hibah dari tanteku yang kuseterika sebelum mandi segera kukenakan. Kemeja batik tulis lengan panjang warna cokelat muda warisan dari simbah kakungku juga kupakai, rambut semi gondrong yang biasanya jarang kusisir tumben-tumbennya kupakein gel dan kukuncir ala Roberto Baggio, selanjutnya tidak lupa menyematkan kalung (yang bandulnya sebenarnya adalah flash disk merek Kingston dengan kapasitas 2 Gb) di leherku. Terakhir, blazer item yang dijahit dengan dana hibah dari simbokku menambah kegantengan fisikku malam tadi.

Pokoknya, ketika aku ngaca, aku pikir seandainya ada yang pengen bikin film James Bond di Endonesa, aku pasti bakal kepilih buat memerankan agen rahasia 007 tersebut. Sumpah, aku sendiri pangling ngeliat tampangku yang ngganteng betul.

Kemudian setelah mengenakan sepatu kulit made in Cibaduyut warna coklat hadiah Lebaran 2 tahun lalu dari bapakku, aku menyetater motorku buat cabut ke tempat kejadian perkara.

Lalu berhubung Septo terpaksa disuruh jaga rumah dan si Komeng ngakunya ada kebaktian, akhirnya aku kepaksa membatalkan rencanaku dan datang tanpa bodyguard. Sebagai pelipur lara akan kebutuhan seorang partner, pilihan sebagai Bond’s Girl jatuh pada saudari Meli – nama lengkapnya Melisa Valentine – temenku waktu jaman esempe dulu yang sekarang berprofesi sebagai mahasiswi pasca sarjana di Notariat UGM. Sengaja aku ngajak cewek, soalnya pasti bakal mencurigakan kalo cowok seganteng aku cuma datang ke kondangan sendirian. Bisa-bisa aku disangka sebagai gay. Aku nggak mau kayak Siwi Pekok yang disangkain sebagai penyuka sesama jenis😈

Nyampe di tempat kondangan, Grha Sabha Pramana-nya UGM, ternyata desain mantenannya meriah banget. Karangan bunga berisi ucapan selamat menempuh hidup baru berjejer rapi banyak sekali. Sang pembawa acara juga nggak henti-hentinya menyebut nama sejumlah orang top (minimal ngetop se-UGM-lah) yang datang sebagai undangan. Bahkan aku juga sempat ngeliat mobil dengan plat nomer RI 31 di pelataran parkir.

Ini kali keduaku datang ke acara mantenannya anaknya birokrat atas UGM di Grha Sabha Pramana. Yang pertama, di lantai satunya, waktu dulu pas aku masih di jaman pertengahanku sebagai mahasiswa. Aku datang ke acara mantenannya kakak kelasku yang anaknya guru besar Fakultas Kehutanan. Sekarang, di lantai duanya, aku datang ke mantenannya anaknya Pembantu Rektor III.

Dan di sana makanannya memang berlimpah. Aku sama Meli mondar-mandir nyobain mie kocok, spaghetti, lasagna, bakso kakap, chicken teriyaki, peking duck, salad, dan ditutup dengan es krim. Aku sampe kenyang betul; nggak sempat lagi nyobain berjenis-jenis makanan lain yang belum sempat kami icipi.

Tapi, oh, tapi, 2 kali aku datang ke acara mantenannya penggede UGM, 2 kali pula aku nggak sreg sama pola resepsinya: Begitu masuk ke gedung resepsi, seperti biasa aku menandatangani buku tamu untuk kemudian terjebak dalam antrian panjang buat salaman sama mantennya sebelum icip-icip makanan. Mau kabur dari barisan, si Meli nggak mau. Malu, katanya. Soalnya di samping barisan antrian panjang itu berdiri bapak-bapak dan ibu-ibu dengan pakaian adat Jawa yang seolah-olah mengawasi tamu-tamu sang manten supaya nggak kabur dari barisan untuk kemudian nyolong start ngicipin makanan sebelum salaman sama mantennya.

Aku nggak suka pola seperti ini. Tamu-tamu sang manten seolah-olah sengaja dibuat repot berdiri berlama-lama untuk salaman sama mantennya. Mana antriannya lambat banget bergeraknya lagi! Aku ngeliatnya jadi agak gimana gitu, ketika ada tamu yang sudah sepuh terpaksa ikutan berdiri berlama-lama demi bisa salaman sama mantennya. Tamu sepuh itu tadi juga kelihatan tertatih-tatih waktu menaiki undak-undakan ke panggung pelaminan. Kasihan, kan? Kok kayaknya organizer mantenannya itu nggak memperhitungkan hal-hal krusial seperti itu walaupun sebenarnya memang nampak sepele.

Kacau!

Aku sendiri pengennya, besok kalo aku nikah (entah sama Dian Sastro, Zaskia Mecca, atau malah sama salah satu dari pacar-pacarku), tamu-tamuku jangan sampai ngantri kayak gitu cuma buat salaman sama aku. Setelah mereka menanda-tangani daftar hadir, silakan menyebar buat ngicipin makanan dan duduk nyantai dengan tenang. Biar nanti aku sama istriku yang muter buat nyalamin tamuku satu-persatu.

Nggak enak, kan, sama mereka. Sudah bela-belain datang cuma buat hadir di pernikahanku masak iya harus kubuat capek? Jadi, aku cuma kepengen jadi tuan rumah yang baik aja. Biar aku sama Dian aja yang nanti keliling buat menghormati tamu-tamu kami:mrgreen:

36 Responses to “Model Resepsi yang Pengen Kuhindari”


  1. 2 Mrs.Neo Fortynine Desember 24, 2007 pukul 12:16 am

    😥

    betapa kasihannya Zaskia, Dian atau bekas bekas pacarmu dulu itu kalo sampe mereka menikah denganmu Joe…
    😥

  2. 3 Mrs.Neo Fortynine Desember 24, 2007 pukul 12:24 am

    *panggil panggil Farid dan Guh yang sepemikiran*

  3. 5 rozenesia Desember 24, 2007 pukul 3:58 am

    Walah-walah, mau datang ke nikahan kok repot amat. Hapuskan acara salaman bid’ah itu!!👿

    Tapi gara-gara kalo acara mantenan gini semuanya pada dandan dan dimake-up, aku jadi agak kesulitan juga buat menilai siapa yang cantiknya natural.

    Ternyata skill-mu hyanya segitu kawan…😆 *tertawa melecehkan*

    (yang bandulnya sebenarnya adalah flash disk merek Kingston dengan kapasitas 2 Gb)

    Pameeerrrr… Pamerrr…:mrgreen:
    *merindukan HDD ekstrenal yang disita adik*

    aku pasti bakal kepilih buat memerankan agen rahasia 007 tersebut.

    Bukannya cuma sekadar stuntmant agen rahasia 007 yang harus berjibaku jatuh-bangun ya?😆

    egitu masuk ke gedung resepsi, seperti biasa aku menandatangani buku tamu untuk kemudian terjebak dalam antrian panjang buat salaman sama mantennya sebelum icip-icip makanan.

    Wah, sayang nggak dapat pertamax ya. Tapi nggak hettrik kan?:mrgreen:

  4. 6 extremusmilitis Desember 24, 2007 pukul 7:42 am

    Aku bingung Joe, ini cerita tentang resepsi apa tentang ke-nggggganteeeengggannnn kamu yaks👿

    Btw, sebagai seorang super hero, kenapa kamu gak gampar atawa cincang sekalian tuh orang yang jadi organizer-nya Joe, mosok dia tega kaya gitu😆

  5. 7 trojan Desember 24, 2007 pukul 7:45 am

    “waktu dulu pas aku masih di jaman pertengahanku sebagai mahasiswa.”

    bukanya sekarang juga masih pertengahan jon?? hehhe..

    ya adat jawa emang githu. baeknya emang salaman dulu ama mantennya, klo gak ntar banyak orang2 slonong boy kayak yg biasa kmu lakukan itu. jalan2 malam minggu ke GSP cuma buat ngicip2 resepsi.. waakakakaa Peace

  6. 9 vend Desember 24, 2007 pukul 8:06 am

    harusnya itu di-planning, tamunya itu datang per-shift (udah dibagi shift-nya dari undangan yang dibagikan), trus ada ‘rute’ isi buku tamu – nyemplungin sumbangan – suvenir – salaman sama manten yang sesuai sama kondisi gedung..
    beberapa kali datang mewakili ortu buat kondangan yang gede2, bagus2 aja tu, ndak kaya ngantri beras🙄

    butuh wedding planner? ato konsultasi relationship? hubungi vendy 8) *ngiklan*

  7. 10 restlessangel Desember 24, 2007 pukul 8:19 am

    wooooi joe, kamu dibilang bandit wordpress tuh, sama abu-abu^^ *mode kompor on*

    walah joe, ketoke kamu mmg perlu di terapi. waham kegantenganmu itu udah parah bgt…..

  8. 11 FadhieL Desember 24, 2007 pukul 8:29 am

    Bulan ne emang bnyk bgt hajatan maz,
    bapakQ aja smpe ngeluh, mosok tiap hari kondangan, klo makane c smgat.
    Tpi ngamplopinnya tu lho
    ktne jilbaber loper maz? Ko sk dian sastro? Beliau kn bukan jilbaber?

  9. 12 Dekisugi Desember 24, 2007 pukul 9:09 am

    rozenesia:::

    Walah-walah, mau datang ke nikahan kok repot amat. Hapuskan acara salaman bid’ah itu!!👿

    betul…betul…hapuskan!!!:mrgreen:

    Ternyata skill-mu hyanya segitu kawan…😆 *tertawa melecehkan*

    dalam keadaan tanpa kacamata, tentunya agak susah juga

    Pameeerrrr… Pamerrr…:mrgreen:
    *merindukan HDD ekstrenal yang disita adik*

    bukan pamer. tapi memang saya selalu bawa2 barang itu. buat jaga2 sapa tau mendadak ada film2 yang tau2 perlu dikopi😈

    Bukannya cuma sekadar stuntmant agen rahasia 007 yang harus berjibaku jatuh-bangun ya?😆

    bukan, kok. saya memang selalu berusaha menghayati peran seperti jackie chan. semua adegan berbahaya memang sengaja saya lakukan sendiri

    Wah, sayang nggak dapat pertamax ya. Tapi nggak hettrik kan?:mrgreen:

    lebih dari sekedar hetrik malah. bayangkan saja, mie kocok, lasagna, spaghetti, peking duck, bakso kakap, dan seterusnya😛

    extremusmilitis:::
    ini cerita tentang seorang bani adam nan tampan yang datang ke resepsi pernikahan

    Nugroz:::
    sama apanya? coba disebutkan dengan lebih spesifik😀

    vend:::
    kalo wedding planner mungkin besok saya butuh. tapi kalo relationship consultant, ah, saya masih cukup percaya dengan kemampuan diri sendiri

    restlessangel:::
    sapa yang bilang mbak? di mana? biar saya goroknya leher orang itu😈

    FadhieL:::
    diamplopin beneran aja. ga usah ada aksesoris tambahan di dalam amplopnya. toh ga ketauan ini, kekekeke!
    dian sastro besok juga pake jilbab, kok. gara2 pengen jadi istriku:mrgreen:

  10. 13 dobelden Desember 24, 2007 pukul 9:42 am

    enaknya pesta kebun aja…

    tp ide ente yg keliling nyalamin tamu ndak praktis tuh…

    yang ada ente lempoh sebelum malam pertama

    hahaha…

  11. 14 goop Desember 24, 2007 pukul 9:51 am

    Aapun saya suka idenya…
    tapi dengan dian??👿
    Oya, tumben tidak ada potonya Bang Joe😀

  12. 15 toim Desember 24, 2007 pukul 10:07 am

    klo prinsipnya, kmu yg ngelilingi dan nyalamin para tamu, bisa aja malam pertamamu, dengkulmu kropos alias prothol, Joe😛

  13. 16 Dekisugi Desember 24, 2007 pukul 10:19 am

    dobelden, toim:::
    lho, akad nikahnya kan ga pas hari itu. diakalin dunk. malam pertama habisnya akad nikah. besok atau lusanya baru resepsi😛

    goop:::
    ndak sempat foto2, soale. kameranya dibajak adikku di solo

  14. 17 Rully Desember 24, 2007 pukul 1:35 pm

    kirain mau jadi asian idol:mrgreen:

  15. 18 hadi arr Desember 24, 2007 pukul 1:58 pm

    ngebayangin kalau manten yang nyamperin tamu tuk salaman, kalau tamunya 1000 orang gityu, keburu lemas sebelum tempur.
    Saya pinjem kacanya dong! kayanya kalau ngaca disitu jadi cakep semua.

  16. 19 cK Desember 24, 2007 pukul 2:30 pm

    apakah ini pertanda bahwa dirimu mau melangsungkan pernikahan?😀

    *nyiapin roti buaya*

  17. 21 rozenesia Desember 24, 2007 pukul 4:17 pm

    Wah, kalo emang ngganteng kapan nikahnya ya…?:mrgreen:

    *ngomporin, kita tunggu dia ngeles apa*

  18. 22 maruria Desember 24, 2007 pukul 5:15 pm

    Wah aku seneng yen model kawinanmu ntar kayak gitu. Kamu sama your bojo yang jalan keliling buat nyalamin tamu-tamu.
    Ta’ tagih lho joe…:D

  19. 23 kurtubi Desember 24, 2007 pukul 10:57 pm

    Cerita keluarganya cuma beberapa bait, tapi tentang narsis kegantengan cukup banyak.. gak adil🙂

    sory mas aku numpang iklan yaa..

  20. 24 restlessangel Desember 25, 2007 pukul 4:05 am

    beneran tuh. pas lg blogwalking ttg fatwa doraemon tuh lo….dan aku mengunjungi abu-abu itu. ga lgsg bilang kamu sih, kl ga salah inget, nyebut ttg bandit wordpress yg pasang avatar suneo…. lha aku kan ingetnya kamu^^

    eh tp…..jgn kau gorok lah…maapin aja….cuekin ajaaaa….kan biar orang yg menilai^^

    *eh aku kok berasa kompor beneran yo…😦 *

  21. 25 rezco Desember 25, 2007 pukul 8:12 am

    ohh jadi maren anaknya Warek III tho?

  22. 26 edratna Desember 25, 2007 pukul 11:02 am

    Lho! Kalau di Jakarta, sah-sah aja langsung nyerbu makanan, ngapain mesti antre panjang kayak ular. Kalau nanti udah kenyang, dan antrian tinggal sedikit, baru deh salaman. Biasanya pembawa acara menyilahkan kok.
    Yang nyebelin, udah antre, ada pejabat yang nyerobot, pake foto-foto segala…..lha kan semuanya juga undangan.

  23. 27 Dekisugi Desember 25, 2007 pukul 12:14 pm

    Rully:::
    siapa? saya?
    dibanding solo karir, saya lebih suka ngetop dalam format band:mrgreen:

    hadi arr:::
    lho, kan antara akad nikah sama resepsi ada waktu jedanya buat bertempur, pak😛
    lagian kan setting ruangannya bisa disetel biar saya nggak capek muter2, hohohohoho

    cK:::
    tidak dalam waktu dekat ini, chik. aku masih mau jadi kapten di anfield dulu dengan status bujangan

    Anak Pilot:::
    ada makan2nya juga?

    maruria:::
    oke. siap!

    kurtubi:::
    lho, blog ini kan niat awalnya memang buat majang hal-ihwal ketampanan saya, pak😆

    restlessangel:::
    tenang, mbak. emosi saya sudah reda, kok

    rezco:::
    yang anaknya warek III itu bukan maren. nama anaknya warek III itu mita, terus adiknya namanya desi, gitu😆

    edratna:::
    nah, itu dia, bu. mana sok berlama2 ngasi wejangan juga😈

  24. 28 Neo Fortynine Desember 25, 2007 pukul 4:26 pm

    1. Istriku kok dijelek jelekkan Joe?

    2. Ntar kita resepsi bareng aja. bikin acara resepsi yang tidak konvensional. Gimana?

    soalnya saya juga sangat tidask suka dan tidak setuju dengan acara yang mahal, merepotkan, dan bikin gerah seperti yang selama ini sering terjadi

  25. 29 savic Desember 27, 2007 pukul 10:34 am

    gini aja joe…
    salaman nya di wakili ma satu orang yang telah dipilih oleh para pengunjung sebagai wakil mereka, gmana? setuju ndak?

    atau pake sistim MLM, salaman sama beberapa orang, trus biar mereka menyebarkan ke pengunjung yang lain… enak kan?

  26. 30 creezanthium Desember 27, 2007 pukul 11:24 am

    Om, kapan nikahnya sampeyan? Beneran lho ya, kalo resepsi kawinanmu, aku nyante2 aja sambil makan, kamu yang nyamperin buat salaman. Ga sekalian kasi angpao buat aku? Kan makin enak tuh! Uda makan gratis, disalamin, plus dikasi angpao pula. Hwakakakakakk….

  27. 31 papabonbon Desember 28, 2007 pukul 6:01 pm

    yang penting makanannya enak hahahaha

  28. 32 yee Desember 28, 2007 pukul 9:27 pm

    telah ditemukan spesies homo sapiens baru: narcissus joe-satriantus

  29. 33 imel Maret 31, 2008 pukul 12:17 pm

    To, harap diedit beberapa bagian yaa..
    Ada masuk situs siwi pekok yang tentang lesbong itu..

    trims..

  30. 34 pei Juni 4, 2008 pukul 10:02 pm

    Wah resepsi kaya gitu emang bikin stress… biasanya orang2 top resepsinya gitu… antri salamannya bikin kesel. Sialnya lagi habis salaman nanti tempat maem dah kaya antara Kerawang dan Bekasi…tinggal “tulang-tulang berserakan”.

    Sama stressnya juga dengan model duduk manis, ada acara macem2, trus berbagai hidangan datang diantar…. istilah ndesonya piring terbang. Atau ada juga yang bilang resepsi duduk manis dengan istilah USDEK yang bukan MANIPOL USDEKnya Bung Karno, tapi Unjukan Snack Dhahar Es Kondur.

    Wah, aku berkali-kali masih mengalami resepsi duduk manis saat njagong di wilayah Surakarta. Mulai dari pelosok Boyolali, Tawangmangu, sampe Hotel Dana Sala… Datang, Duduk, dan Usdek!

    Njenengan pripun?

  31. 35 consultation4man September 14, 2008 pukul 3:00 am

    masak taku sih mas cuman dibilang gay…..


  1. 1 Diharuskan Riba « SANTRI BUNTET Lacak balik pada Desember 24, 2007 pukul 11:10 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,033,018 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia