Terima Kasih, Bapak Calo SIM C

I’m on my way,
I’m on my way,
Home sweet home…

I’m on my way,
Just set me free,
Home sweet home…

Mohon maaf, aku ini bukan Chester Bennington atau malah Vince Neil-nya Motley Crue. Tapi sumpah, aku sekarang lagi di Denpasar, mengasingkan diri di tanah kelahiranku tercinta. Rencananya, sih, mau semedi sedikit, minta wangsit supaya bisa secepatnya minggat dari Gadjah Mada, sambil pas akhir pekan berpesta di Hard Rock, Musro, atau Kamasutra sambil mengenang jaman esema. Jadi maaf, kalo nggak bisa ngeblog seintens biasanya. Sibuk soale, hehehe…

Dan kemarin Selasa aku berangkat ke Denpasar naik bis Safari Dharma Raya dari Jokja sehubungan finansial lagi semrawut dan menyebabkanku tiada mampu beli tiket pesawat. Ini pertama kalinya aku naik bis lagi setelah terakhir tahun 2004 dulu.

Di bis aku duduk di deretan nomer 2 di belakang pak supir. Berdampingan dengan – celaka – seorang ibu-ibu gendut yang duduknya makan tempat dan kalo tidur polah! Sumpah, asli jadi nggak bisa beristirahat dengan tenang akunya sepanjang perjalanan.

Rebo pagi aku nyampe di Terminal Ubung, Denpasar. Dengan mencarter ojek, perjalananku kusambung buat pulang ke rumah dan kemudian mendapati kuda pacuanku dengan merk Suzuki FR-80 – tungganganku jaman esempe sampe esema – teronggok tak berdaya. Jadilah aku sampe sekarang belum bisa kemana-mana. Kuda pacuanku yang kusayang itu masih nginep di bengkel sejak hari pertama aku nyampe di Denpasar.

Tapi aku bohong, dink! Aku tadi siang sempat ke Poltabes Denpasar dianterin tanteku buat perpanjang SIM C-ku yang sejujurnya sudah lama koit sejak Mei kemarin. Dan, oho, ternyata polisi-polisi di Denpasar itu mendukung penuh praktek percaloan, lho.

Bagaimana tidak? Begitu parkir dan turun dari motor aku sudah langsung dihadang seorang bapak-bapak yang berprofesi sebagai calo. Sesuai saran-saran yang kudapat sebelumnya, akhirnya aku mempercayakan pengurusan SIM-ku sama (kita sebut aja) Pak Calo itu.

Setelah deal-deal-an sebentar yang akhirnya memakan biaya Rp. 170.000,-, aku melangkah masuk ke dalam bangunan Poltabes itu sembari menanti SIM-ku diurus. Dan benar saja, orang-orang yang aku liat mondar-mandir dari loket ke loket di sana cuma beberapa gelintir orang yang itu-itu aja yang kuasumsikan sebagai calo. Pengeras suara di tiap loket yang dipakai untuk memanggil manusia yang bersangkutan dalam rangka pengurusan SIM nggak pernah terpakai. Semuanya lancar diurus oleh mafia calo yang bertebaran di situ. Nyaris semua – kecuali yang memang langsung punya kenalan orang dalam Poltabes – peminat SIM yang di situ menggunakan jasa calo. Enak. Nyaman. Tinggal bayar, duduk, nggak mondar-mandir ngurus ini-itu, kami tinggal nunggu buat pemotretan SIM. Nggak ada tes-tesan segala dan birokrasi rumit lainnya.

Maka, aku nggak tau, sebagai warga negara yang baik, harus prihatin atau senang melihat keadaan di tempatku bikin SIM C itu. Tapi sebagai manusia yang nggak mau munafik dan bersyukur atas segala kemudahan yang kuterima, aku bakal berteriak, “Hidup calo!”

37 Responses to “Terima Kasih, Bapak Calo SIM C”


  1. 1 Kombor November 8, 2007 pukul 9:01 pm

    Heleh… Zaskia Mecca jadi Nadia Mecca.

    Ehh… bukan di sini ya tadi?

  2. 2 Kombor November 8, 2007 pukul 9:03 pm

    Joe… kalau kode adsense ditambahi Google_page_url seperti banyak orang, termasuk Kamu, bakalan dipinalti sama Adsense nggak? Di kombor.com kalau dikasih kode itu pasti banyak iklan yang muncul. Tapi takut nanti kalau itu menyalahi aturan Adsense.

    Gimana sih hukumnya?

  3. 3 Kombor November 8, 2007 pukul 9:04 pm

    Di Kab. Tangerag yang bikin SIM pasti lulus semua. Dijamin.

  4. 4 Shelling Ford November 8, 2007 pukul 9:06 pm

    wakakaka…hukumnya sih nggak tau, mas. selama belum ada masalah…ya jalan terus, huehehehehe!

  5. 5 hoek November 9, 2007 pukul 12:54 am

    setau saia, lagu home sweet home itu dinyanyiin sama Fred Durst deh? ato Chester juga nyanyiin yak?
    .
    .
    “aku bakal berteriak, โ€œHidup calo!โ€”
    HIDUPP!!! SIM saia jadi juga berkad calo…

  6. 6 RETORIKA November 9, 2007 pukul 1:55 am

    ini keunggulanya sistem di indonesia – gak prihatin – justru bisa dibanggain kok.

  7. 7 raffaell November 9, 2007 pukul 7:28 am

    Yang banyak duit dan malas ngantri, calo jawabanya, yang ga punya duit, mesti bersabar…

  8. 8 prasso November 9, 2007 pukul 9:15 am

    Saya pernah sok2an bikin SIM ga pake calo, eh malah dikerjain sama polisi yang akhirnya dia jadi calo saya…waladalah ๐Ÿ˜ฆ

  9. 9 Adi Nugroho November 9, 2007 pukul 9:19 am

    urusan birokrasi meneh kang?

  10. 10 yudi November 9, 2007 pukul 9:39 am

    joe dulu di poltabes aku pernah nanya ke intel yang nyariin aku SIM “kenapa banyak calo berkeliaran trus dibiarkan saja?”
    jawabnya “selama masih ada yang membutuhkan(kamu contohnya he..he..)mereka bakal tetep ada”
    jadi WTS bakalan hilang bila udah ga ada lelaki yang ingin dipuaskan kekeke jaka sembung alias ga nyambung, yang penting komen he..he..

  11. 11 joyo November 9, 2007 pukul 9:58 am

    Mustinya pemerintah qta buat 1 dept lagi. Dept.Percaloan

  12. 12 toim the shinigami November 9, 2007 pukul 9:59 am

    Di bis aku duduk di deretan nomer 2 di belakang pak supir. Berdampingan dengan – celaka – seorang ibu-ibu gendut yang duduknya makan tempat dan kalo tidur polah!

    ibu2 gendut ntu naksir loe kali, Joe ๐Ÿ˜›
    Abis, loe kan sukanya narsis, kali aja ke-narsisan loe menjerat hati ibu2 gendut paruh baya ๐Ÿ˜€

  13. 13 annots November 9, 2007 pukul 12:49 pm

    Calo oh calo….SIM saya ga lewat calo tapi nembak!! Hidup Polisi!!! -polisi lagi, polisi lagi…-

  14. 14 Shelling Ford November 9, 2007 pukul 1:17 pm

    hoek:::
    aha, iya…limp bizkit juga pernah nyanyiin. tapi setauku, itu aslinya lagu dari motley crue ๐Ÿ˜€

    RETORIKA:::
    saya – sebagai user – juga nggak prihatin, kok. lha wong tinggal duduk2 tau2 simnya dah jadi

    raffaell:::
    hahahaha, betul! orang miskin sebaiknya jgn hidup di endonesa. sana, ke ethiophia aja, kakakaka!

    prasso:::
    ooooo…ternyata mereka itu para pembina calo ya? pantes…

    Adi Nugroho:::
    yup ๐Ÿ™‚

    yudi:::
    ah, lingkaran setan, ya? pada dasarnya, menurutku, mereka butuh sim, kok. bukan butuh calo. cuma karena pulis2 itu suka mempersulit birokrasi, akhirnya konsumennya ya cari yg cepet. seandainya aja pelayanan dari para pulis2 itu bisa sigap…

    joyo:::
    bakal jadi departemen paling kaya…
    asal nggak malah jadi sumber perkara aja gara2 rebutan lahan dengan departemen yg lain

    toim the shinigami:::
    kemarin aku tampil kalem kok. soale sadar yg di sampingku bukan gadis manis, ohohoho

    annots:::
    hidup polisi geblek!

  15. 15 prasso November 9, 2007 pukul 2:29 pm

    Hidup polisi buncit!!! Kalo ga buncit bukan polisi namanya, soalnya makan duit korupsi melulu ๐Ÿ˜›

  16. 16 Mihael "D.B." Ellinsworth November 9, 2007 pukul 3:02 pm

    Hahahah…anda akan dikafiri oleh Guh, karena menghalalkan teknik percaloan… ๐Ÿ˜†

    Eh, saya juga pakai calo, kok. :mrgreenL

  17. 17 Luthfi November 9, 2007 pukul 4:12 pm

    hahhahahahahhahaha
    *tos*
    sbg sesama pengguna calo SIM

  18. 18 danalingga November 9, 2007 pukul 4:33 pm

    Weleh ini tulus berterimakasih apa nyindir nih?

  19. 19 goop November 9, 2007 pukul 6:00 pm

    Jasa calo juga kupakai untuk SIM-ku yang sekarang…
    tertulis di papan pengumuman, biaya SIM ga sampai 100 rebu,
    tapi ya bakal ga jadi barang kali :mrgreen:

  20. 20 wib November 9, 2007 pukul 8:28 pm

    lumayanlah…
    nambah2 lapangan pekerjaan…
    lagian daripada diplototin polisi2…
    kecuali kalo ada polwan yang cakep…
    hueheh…

  21. 21 ai November 9, 2007 pukul 9:36 pm

    selama tinggal di bali blm pernah bikin sim hehehhe..
    soalna kalok sim habis pulang kapuang ๐Ÿ˜€

    and now pulang kampung terus xixixixi
    jd nggak mungkin bikin sim di Bali..

  22. 22 nieznaniez November 9, 2007 pukul 10:46 pm

    *terpikir untuk berprofesi sebagai calo

  23. 23 The Sandalian November 10, 2007 pukul 3:12 am

    Ada yang mau jadi calo blog?

  24. 24 vend November 10, 2007 pukul 9:05 am

    @ nieznaniez :
    kan di semarang banyak tu ๐Ÿ˜›

  25. 25 extremusmilitis November 10, 2007 pukul 11:24 am

    bukan-kah jadi calo itu nikmat? ๐Ÿ˜†

  26. 26 dodo November 10, 2007 pukul 4:16 pm

    sering-sering aja ganti presiden…! Soalnya dulu ngurus sim A pas jaman 100 harinya sby gampang banget dan murah. Sekarang sim C ku sudah mati 2 tahun. Dan sudah ilfil buat ngurus perpanjanganpembaruan. Selama silup masih bisa dibayar 5 ribu di jalan.

  27. 27 mardun November 10, 2007 pukul 9:07 pm

    loh calo itu berjenjang lho joe…
    jadi semacam MLM gitu….

    tetanggaku kan ada yang calo, tapi dia tuh cuma “downline”-nya doang

    jadi dia nyariin pelanggan…. terus dia kumpulin, terus dia caloin ke calo lain lagi… baru si induk semang itu menikmati passive income-nya ๐Ÿ˜› (dia sudah diamond gold lion, soalnya kenal sama orang dalam) ๐Ÿ˜›

  28. 28 titoreds November 10, 2007 pukul 10:11 pm

    pertamax bikin SIM C pake calo juga, akhirnya sukses sehariyan di kantur pulisi, malah dibilang gak lulus ujian tertulisnya, akhirnya sempet disuruh “memohon-mohon” sama bapak pulisi itu, baru setelah hampir 2 jam dilulusin, pulang udah hampir ashar, padahal brangkat pagi. akhirnya pas bikin SIM A langsung nyalo aja, tinggal poto selesae masalah. HIDUP CALO! ๐Ÿ™‚

  29. 29 Shelling Ford November 10, 2007 pukul 11:35 pm

    prasso:::
    kalo polisi tidur? ๐Ÿ˜›

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
    kafir pun tak mengapa, yg penting ga keabisan napas buat mondar-mandir dari loket ke loket, kekekeke

    Luthfi:::
    nyari sim b sekalian, yuk ya yuk…

    danalingga:::
    sejujurnya, saya ini orang yg ga tau terima kasih lho, mas. jadi ya ditebak2 sendirilah. sapa tau saya lagi kesurupan, kekekeke

    goop:::
    aslinya sih memang 60ribuan, mas. cuma ya plus bonus omongan ketus dan tampang nan tiada ramah (pengalaman sebelum2nya setiap berurusan dengan posi’il) yg seakan2 iri kenapa wajahnya tidak seganteng saya…

    memangnya ganteng itu dosa po? lha saya kan waktu lahir ga minta wajah kayak gini. dikasihnya sama tuhan kayak gini, yg bisa saya lakukan ya cuma bersyukur ๐Ÿ˜›

    wib:::
    sumpah! seumur hidup belum pernah liat polwan cakep!

    ai:::
    wah, padahal patut dicoba lho…nikmatilah keramahan sejati dari para polisi calo

    nieznaniez:::
    lebaran dah lewat. mau jadi calo tiket angkutan umum? untungnya bisa 200% lho
    tapi ya itu tadi…sayang, lebaran dah lewat

    The Sandalian:::
    bisa po? ini lahan bisnis baru! ayo digarap

    extremusmilitis:::
    yang nikmat tuh orgasme, mas…kakakaka!

    dodo:::
    hahahahahaha…
    euforia sesaat yg layak dipertahankan. momen kayak gitu kayaknya memang harus dilestarikan

    mardun:::
    jual multivitamin juga ga? akhir2 sering ga kuat main bola soale

    titoreds:::
    iya kan? iya kan? kadang2 orang2 berseragam yang ngakunya penegak hukum itu memang suka sok2an. jual mahal. padahal lebih ganteng dari saya juga kagak

  30. 30 dobelden November 12, 2007 pukul 5:57 pm

    saya pun berSIM berkat calo ๐Ÿ˜€

  31. 31 Shelling Ford November 12, 2007 pukul 9:04 pm

    satu lagi orang yang menelanjangi kegeblekan birokrat kepolisian mensyukuri dan berterima-kasih pada performa para calo

  32. 32 zaki November 20, 2007 pukul 12:12 am

    alhamdulillah saya ber-sim tanpa melalui calo…..biayanya hanya Rp 90.000 (tahun 2006)

    ya begitu..pertama-tama pas masuk kantor polisi banyak calo yang ngasih isyarat untuk menawarkan jasa percaloannya……

    untung aja aku waktu itu bawa uang pas-pasan dan semua ujian aku lalui dengan baik…….

    pas menjelang uji prakteknya aku latihan sampe sepuluh kali baru lancar melewati rintangan-rintangan…..

  33. 33 Shelling Ford November 20, 2007 pukul 7:49 pm

    bagus juga tuh kalo polisinya sadar kewajiban. masalahnya, lebih seringnya justru polisinya merangkap jadi calo. pelamar sim sengaja malah dipersulit sama mereka sendiri kalo lewat jalur formal, dan begitu mudahnya proses dilalui ketika kita akhirnya nyerah untuk kemudian memohon “kebijaksanaan” ala mereka. bah! ๐Ÿ‘ฟ

  34. 34 Andre Februari 7, 2009 pukul 4:52 pm

    Ah, gue butuh SIM Sekarang caranya gimana? Sekarang: sabtu 17:45…


  1. 1 Fatwa Syaikh Abdul-Aziz bin Abdullah bin Baz « wak AbduLSomad Lacak balik pada November 14, 2007 pukul 2:03 pm
  2. 2 Usaha Dakwah dan Tabligh Bukan Usaha Sesat (part 1) « hamba Lacak balik pada November 19, 2007 pukul 4:18 pm
  3. 3 Sampai Jumpa di MAHSYAR « wak AbduLSomad Lacak balik pada November 29, 2007 pukul 10:23 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,036,800 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia