Setan, Malaikat, atau Dian Sastro?

Akhir-akhir ini entah kenapa aku jadi sering merenung. Mbuh gara-gara apa aku juga nggak tahu. Tapi yang jelas sangatlah tidak mungkin kalo aku jadi sering merenung gara-gara termakan usia. Lha ya kalopun termakan, sebenernya bukan karena alasan itulah aku jadi sering merenung. Aku kan masih belasan tahun, jadi sangat nggak tepat kalo termakan usia dijadikan alasan kenapa aku sering merenung.

Renungan yang akhir-akhir ini sering kulakukan adalah mengingat masa laluku, masa-masa awal hidup di Jokja. Dari perenunganku itu, ternyata aku baru nyadar bahwa kehidupanku di Jokja ini jauh lebih variatif dan nyeni ketimbang jaman dulu waktu aku masih hidup di jalanan kota Denpasar. Di Jokja segalanya bisa berjalan dengan penuh kejutan.

Di Jokja aku hidup (boleh dibilang) sendiri. Semuanya aku kerjakan sendirian. Dalam artian nggak ada lagi suasana bangun tidur di mana segelas susu coklat anget sudah siap untuk disruput dan air panas sudah cemepak buat mandi pagi. Di Jokja nggak ada cerita pulang menuntut ilmu aku sudah bisa langsung makan siang tanpa berpikir bakal habis duit berapa. Semuanya sudah disiapin simbok. Aku tinggal melakukan apa yang aku suka tanpa perlu mempersiapkan dan memperhitungkan resiko-resikonya.

Tapi di sini, ternyata semuanya berubah. Ada masalah pribadi, aku nggak bisa masuk kamar dan nyetel musik kenceng-kenceng. Bisa ngganggu kamar sebelah soale. Jadilah cara-caraku mengatasi problematika kehidupan seorang remaja dipenuhi dengan akal-akalan, bagaimana caranya membuat perasaan kita jadi enak tanpa berbuat seenaknya.

Dan ini adalah cerita berabad-abad yang lampau tentang sebuah proses membuat perasaanku jadi enak yang tidak pernah kuduga bakal berjalan dengan ajaib.

Malam itu selewat maghrib aku sudah nampak ganteng. Setidaknya itu kata cermin ajaib di kamarku yang setiap kutanya, “Cermin… Cermin, tunjukkan padaku siapa cowok paling tampan di dunia?” pada akhirnya selalu menampilkan seraut wajah yang kukenal sebagai wajahku sendiri. Kumis yang tumbuh jarang-jarang dan tidak teratur sudah kucukur, baju yang kupakai tumben-tumbenan kuseterika, dan minyak wangi yang biasanya jarang kupakai sudah kusemprotkan ke seluruh bodyku. Cuma celana jeansku aja yang masih tetap terlihat dekil dan robek-robek. Tapi jangan salah, walaupun kusut, merknya tetap Versace! Asli! Hohoho…

Jadi ceritanya malam itu aku mau berangkat ke Klebengan, ke kosnya Desti, seorang gadis (entah kalau saat ini. Kali aja dia sudah nikah tanpa mengirimkan undangan buatku) yang beberapa saat setelahnya berstatus sebagai “bekas cewek yang pernah kuanggap sebagai calon ibunya anak-anakku”. Ada beberapa keanehan dalam dirinya yang menurutku perlu kami luruskan.

Tapi seperti 2 hari sebelumnya, malam itu dia dengan alasan yang menurutku nggak valid bin goblok dan tidak sesuai dengan IQ-nya yang konon 127, tidak bisa untuk kutemui setelah sebelumnya dia sendiri yang menjanjikan untuk berbicara tentang kelanjutan hubungan kami. Artinya, sudah 3 kali dia menjanjikan untuk bicara tapi 3 kali pula aku kembali dari kosnya dengan tangan hampa. Betul-betul hampa dan laknat! Biasanya setiap ke sana aku selalu disuguhin es teh, soale.

Selanjutnya, malam itu aku memilih pergi ke kos temanku, Faiz, daripada pulang. Malu sama anak-anak di kontrakan, masalahnya. Masak iya sudah dandan necis tiba-tiba aku pulang dalam tempo yang singkat. Mau dikemanakan statusku yang casanova dari kampus MIPA itu?

Agak lama juga aku berada di kosnya Faiz itu. Sempat curhat segala macam juga sama dia sampai akhirnya aku memutuskan pulang.

Di jalan, aku berubah pikiran. Mampir dulu ke warnet, ah, batinku. Daripada pulang malah kepikiran Desti lagi, mendingan aku ke warnet, iseng-iseng chatting nyari cewek khilaf yang mau diajak kopi darat.

Maka di warnet malang itu, setelah menghidupkan mIRC, aku browsing-browsing sebentar. Entah kenapa tiba-tiba saja minatku browsing jadi menurun. Aku hampir saja memutuskan pulang ketika tiba-tiba di layar mIRC-ku ada pesan dari seorang makhluk dengan nickname “ce_insomnia” menyapaku. Selanjutnya, seperti keadaan kalau sedang chatting, perkenalanpun berlanjut dengan basa-basi standar (aku lupa nama aslinya). Dia ngaku kuliah di UPN dan berasal dari luar Jawa. Obrolan berlanjut sampai dengan tiba-tiba dia bilang, “Kamu lagi ada masalah?”

“Hah?!” aku keheranan. Dari mana dia bisa tahu? “Ngawur aja. Tahu dari mana?” lanjutku.
“Aura di sekitarmu gelap. Aku bisa tahu dari sini. Ada masalah dengan pacarmu? tanyanya.

Waktu itu aku berpikir, teman setanku dari jenis yang mana yang lagi ngerjain aku. Maka pertanyaannya kujawab, “Nggak. Dia bukan pacarku.”
“Setidaknya kamu selama ini dekat dengan dia, kan?” sahutnya.
“Iya, deh, aku ngaku. Ini siapa e? Hayo ngaku!” balasku nggak sabar.
“Ini (nama yang sebelumnya disebut sama dia). Aku bukan temanmu kayak yang kamu pikir, kok.”

Astaga! Setan ini kok bahkan bisa nebak pikiranku? Tapi aku justru jadi tambah penasaran. Dia kujejali dengan bermacam-macam pertanyaan. “Kamu keturunan dukun, ya?” tanyaku.
“Bukan. Tapi aku memang bisa tahu hal-hal semacam itu. Dari aku kecil,” jawabnya.

Wekz! Meskipun sambil tetap heran, gengsiku menyuruhku membatin, penipu kemarin sore mau main-main sama penipu profesional, ya? Maka dengan lagak sok polos aku bertanya tentang segala macam yang kuanggap cuma aku yang tahu; tentang biodataku yang dijawab dengan sempurna, bahkan tentang ciri-cirinya Desti dan sejarahnya. “Yang jelas dia berjilbab, kan?” tanyanya.

“Enggak, tuh. Dia nggak pakai jilbab.” Tiba-tiba ingatanku langsung mengarah kepada Mitha, mantan pacarku yang baru aja lulus dari ITS.
“Jangan bohong. Yang nggak pakai jilbab itu mantan pacarmu, bukan pacarmu yang sekarang. Aku tahu.”

Jederrr! Huaduh biyung, anak ini kok tahu semuanya. Aku yang sempat yakin kalau setan di komputer seberang itu temanku jadi semakin bingung, ketika dia mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan ganjilku, semisal, “Berapa nomor mahasiswaku?”

“Aku nggak bisa lihat. Keluarin KTM-mu dari dompetmu dulu,” jawabnya.
Aku seperti terhipnotis. Aku keluarin KTM-ku dari dompet. “Sudah,” kataku.
“Aku masih nggak bisa lihat. Tunjukin ke layar monitor,” perintahnya.
Dengan penasaran aku hadapkan KTM-ku ke layar monitor, dan… Dia menyebutkan dengan komplit dan benar! Itu mustahil, pikirku. Bahkan teman-temanku tidak mungkin hapal nomor mahasiswaku. Tapi makhluk di komputer seberang itu…?

Obrolan aneh malam itu terputus ketika dia bilang kalau dia lapar. Mau cari burjo dulu, katanya. Maka kusudahi saja pembicaraan kami sambil masih tetap terheran-heran. Pulang ke rumah aku masih penasaran. Tapi gara-gara ngantuk aku pun tetap tertidur pada akhirnya.

Besok sorenya aku ke kosnya Faiz lagi. Sambil sempat curiga bahwa dialah pelakunya, Faiz kuberondong dengan pertanyaan-pertanyaan beruntun tentang apa yang dilakukannya semalam sepulangku dari kosnya. Tapi ternyata makhluk semalam itu bukan Faiz. Faiz menunjukkan alibinya dengan sempurna. Lagipula Faiz bukan tipe manusia yang mau buang-buang uang buat ngenet di warnet, dan pada malam selarut itu internet center di kampusku nan gratis itu pastilah sudah tutup. Faiz juga jelas bukan pengguna mIRC, karena walapun statusnya sekelas denganku, Faiz selama ini selalu jadi bahan cacian rekan-rekan seperjuangannya sebagai manusia paling goblok se-Ilkomp UGM. Bahkan bisa jadi se-Jokja. Gapteknya asli tiada ketulungan, kakaka!

Aku makin bingung. Aku baru cerita tentang Desti ke Faiz. Teman-teman dekatku yang lain sebangsa Ganes, Haris, atau Aklip jelas nggak mungkin. Selain mereka tidak tahu banyak tentang Desti, kebiasaan online malam-malam waktu itu belumlah jadi kebiasaan mereka. Butuh 2 tahun setelahnya untuk hal itu. Maka satu-satunya kecurigaanku (yang sebenarnya tidak beralasan) cuma bisa mengarah ke Firman, yang saat itu memang paling hi-tech diantara teman-teman sekumpulanku.

Malamnya Firman ujug-ujug juga datang ke kosnya Faiz. Dia datang sama pacarnya. Tiba-tiba entah kenapa aku berpikir sebaiknya aku ngenet aja sekarang. Ngetes Firman, pikirku. Maka aku bilang ke mereka bertiga kalau aku mau keluar sebentar. Dan menujulah aku ke warnet di perpustakaan kampusku.

Jreng! Entah kebetulan yang bagaimana aku tiba-tiba ketemu dengan ce_insomnia itu lagi, di lokasi yang berbeda dan waktu yang berbeda pula. Kembali lagi kami terlibat obrolan yang kulalui sambil tetap penasaran. Dia masih mengetahui segala hal yang kuanggap cuma aku yang tahu. Aku kembali penasaran dan pingin mencoba kemampuannya

“Aku ngambil berapa SKS semester ini?” tanyaku.
“Kamu tahu aturannya, kan?”
“Apa?”
“Keluarin KRS-mu, dong. Aku kan nggak bisa lihat.” jawabnya

Maka aku keluarkan KRS-ku yang masih terlipat dari dompetku. “Sudah,” kataku.
“Jangan dilipat. Hadapin ke layar,” perintahnya.
“Sudah, kok. Ini sudah kuhadapin ke layar,” kataku sambil tetap melipat KRS-ku dan menaruhnya di samping mouse. Ini sebuah tes, batinku. Aku pingin lihat aksimu, sobat!
“Jangan bohong! Sudah kubilang aku tahu. KRS-mu masih kamu lipat, kan? Itu di samping mouse.”

Akhirnya aku memilih mengikuti kata-katanya, dan aku mendapatkan jawaban yang tepat: 21 SKS!

Aku betul-betul nggak habis pikir. Aku bilang ke dia bahwa dia menarik dan aku pingin ketemu dia. Dia bilang, dia malam itu ada di (waduh, aku lupa!). Aku bisa ke sana kalau mau ketemu dengannya. Aku iyakan. Aku bakal ke sana, kataku.

Pulang dari warnet, aku balik ke kosnya Faiz. Firman sudah lenyap. Aku tanya ke Faiz, Firman ke mana. “Firman lagi wae bali. Bojone njaluk diterke mulih. Koen seko ndi wae? Dienteni ket mau ra balik-balik,” jawab Faiz.

Dan Firman, seperti kata teman-teman kosnya Faiz yang lain, dari tadi memang ada di kos itu. Nggak sekalipun pergi keluar. Firman memang betul-betul baru saja pergi sesaat sebelum aku datang. Malam itu aku akhirnya memilih ngendon di kosnya Faiz dan melupakan janjiku pada ce_insomnia itu tadi. Besoknya aku baru teringat. Tapi celaka, setelah malam itu aku sama sekali tidak pernah bertemu dengan ce_insomnia itu lagi sampai sekarang.

Kelanjutannya, beberapa malam kemarin tiba-tiba aku teringat lagi pada makhluk ajaib itu, entah kenapa. Dan sampai sekarang aku masih tetap bingung kalau mengingat kejadian itu. Dia muncul tiba-tiba saat aku sedang ada masalah. Siapa dia sebenarnya? Setan beneran, malaikat, ataukah Dian Sastrowardoyo? Ah, sampai sekarang aku tetap saja tidak pernah tahu.

51 Responses to “Setan, Malaikat, atau Dian Sastro?”


  1. 1 salamatahari Oktober 10, 2007 pukul 12:20 am

    pertamaxxxx…
    wkakaka…menyalahi kebiasaan niy.

    Ketidaksengajaan yang bikin penasaran niy ceritanya…?

    Wah, pengalaman yang seru.
    kalau ketemu lagi minta diramalkan nasibku ya..!

  2. 2 mardun Oktober 10, 2007 pukul 3:31 am

    mimpi bukan sih joe?

    Aku ada pilihan lain Joe, kenapa nggak percaya saja kalau dia memang manusia yang punya kemampuan aneh😀

  3. 3 Qzink! Oktober 10, 2007 pukul 6:19 am

    Setiap chat sama ce_insomnia itu, pake warnet yg sama gak, mas? Kalo iya, jgn2 pelakunya tukang warnet yg lg iseng ngerjain si co_guanteng ini..😀 Periksa ruangannya, jgn2 terpasang kamera tersembunyi..😀 😀

  4. 4 toim the shinigami Oktober 10, 2007 pukul 8:21 am

    Mbaca cerita ente, kayaknya ente ceting-an ambek Kalila deh, itu loh bojone Deddy Corbuzier,😀 ato bisa jadi, itu cewek anak dukun korban ke-narsisan ente ya, kekekeke

  5. 5 sigid Oktober 10, 2007 pukul 8:43 am

    Weh, hati -hati loh, kalo dipelet gimana.
    Ya kalo cewek sip, kalo cowok:mrgreen:

    Btw, sering njajah klebengan to.
    Dulu saya juga sempat ngalami numpang-numpang klebengan.
    Panase ra njamak klebengan.

  6. 6 priandoyo Oktober 10, 2007 pukul 8:46 am

    Hahahaha, itu mungkin penyakit Mas Joe😀 Obsessive-compulsive_disorder halah. Atau justru law of attraction, tapi medianya lewat chatting. Jaman dulu orang alim kan mendapat ilham lewat suara-suara ghaib, kemudian lewat lembar-lembar kitab. Nah mungkin di era sekarang itu medianya digital.

    Menarik Mas ceritanya, yang paling menarik buat saya adalah cerita persahabatannya. Sungguh Mas, saya seneng sekali mbaca tulisan-tulisan sampeyan kalau dalam mode seperti ini.

    Thanks Jo, pelipur lara H-3 lebaran nih.

  7. 7 Kopral Geddoe Oktober 10, 2007 pukul 9:01 am

    Kalau nggak kerjaan si penjaga warnet, atau pelanggan warnet yang sama, tentunya hal ini adalah berita bagus. Saya suka fenomena seperti itu.😛

  8. 8 danasatriya Oktober 10, 2007 pukul 9:30 am

    dukun hai tek itu namanya *kaya nama makanan gene..*

  9. 9 Wong Djowo Oktober 10, 2007 pukul 9:36 am

    sampeyan pake webcam joe?😀

  10. 10 beratz Oktober 10, 2007 pukul 10:53 am

    Tak kiro asti ananta kui joe (rupane mirip Dian sastro) dadi terwakililah si dian kui

  11. 11 calonorangtenarsedunia Oktober 10, 2007 pukul 11:12 am

    aku kok deg2an?

  12. 12 gandunk Oktober 10, 2007 pukul 11:48 am

    ketik
    REG ZASKIA
    kirim ke 9090

  13. 13 goop Oktober 10, 2007 pukul 12:28 pm

    :mrgreen: wuah…bagus banget ohm joe??
    tapi kasian si faiz itu ya…kosnya dijadikan tempat mangkal orang-orang…pertama ohm joe, kemudian kedua yang teko karo bojone, lah si faiz bojone sopo??:mrgreen: memang persahabatan diantara kalian patut dicontoh…😀

    *liat ohm joe, yang lagi membatin “comment koq ga nyambung!!”*

    -piss-

  14. 14 Imam Mawardi Oktober 10, 2007 pukul 12:38 pm

    mimpi khok bisa nulis?

  15. 15 Mihael "D.B." Ellinsworth Oktober 10, 2007 pukul 12:38 pm

    Menurut aku sih, kehidupan Yogya dan Denpasar tidak jaug berbeda, lho. Seninya sama. Mungkin karena di Yogyakarta kamu hidup sendiri, Joe..😀

  16. 16 Shelling Ford Oktober 10, 2007 pukul 12:54 pm

    salamatahari:::
    seperti itulah, ketidaksengajaan yang bikin penasaran😀

    mardun:::
    bukan. jelas bukan mimpi

    Qzink!:::
    beda kok. yg satu warnet di krangkungan, satunya lagi di upt ugm

    toim the shinigami:::
    kenapa bukan kalila yg keponakannya pak jalal aja?😛

    sigid:::
    hahahaha, kalo dipelet? ya resikonya jadi pria tampan, mas:mrgreen:

    priandoyo:::
    mungkin juga, mas. selain keanehannya, sebenernya dia banyak ngasi nasehat yang bagus tentang hidup ke saya. doh, jadi makin pengen bisa ketemu lagi😛

    Kopral Geddoe:::
    saya juga. apalagi kalo bener2 melibatkan wanita cantiq!

    danasatriya:::
    tek wan, maksudnya? kakakakaka

    Wong Djowo:::
    jaman semono durung musim webcam, mas😀

    beratz:::
    bedo ah. dian luwih eksotis😛

    calonorangtenarsedunia:::
    ada sejarah punya gangguan jantung?:mrgreen:

    gandunk:::
    wegah. wong nduwe nomer hpne kok. ngopo ndadak liwat operator? huehehe

    goop:::
    faiz? bojone? wah dia sih malah tipikal penjahat kelamin, wakwakwak!

    Imam Mawardi:::
    lho, waktu itu saya ndak mimpi lho pak. waktu itu saya patah hati😀

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
    lho, memang. kesimpulanku juga kayak gitu kok😛

  17. 17 bopswave Oktober 10, 2007 pukul 1:44 pm

    Dian sastro memang sakti…

  18. 18 Ahsan Oktober 10, 2007 pukul 2:19 pm

    Ati-ati Jo, ntar data-data keuanganmu di Bank ketahuan. Mulai dari Nomor rekening and nomor PIN ATM. Oh iya juga data-data internet marketingmu itu

    *mudah-mudahan datanya dioper ke aku.* hahaha….😆

  19. 19 kudzi Oktober 10, 2007 pukul 2:31 pm

    Wahh… kenapa gak sekalian minta pencerahan bagaimana menaklukkan cewek yang selalu membuatmu kecewa ?

    btw, ntu avatar representasi diri sendiri ya ?

  20. 20 Shelling Ford Oktober 10, 2007 pukul 2:54 pm

    bopswave:::
    iya po? saya malah baru tau lho

    Ahsan:::
    tenang aja. kalo kartu ATMku ga diadepin ke monitor dia ga bakal tau kok😛

    kudzi:::
    kalo itu sih nggak perlu tanya sama dia. anak2 di kampus punya cara yang lebih bagus yg sayangnya kutolak untuk kuikuti: nodai kesuciannya sejak awal! kakakakakakaka!:mrgreen:

  21. 21 epa Oktober 10, 2007 pukul 2:57 pm

    Akhir-akhir ini entah kenapa aku jadi sering merenung<—————— mang awal n tengah2 nya gimana ni, kok tiba2 akhir….hehehehe…..

    lam kenal yo….

  22. 22 secondprince Oktober 10, 2007 pukul 4:44 pm

    eh kalau ke Dian Sastro itu maksudnya apa?
    apa mbak sastro punya kemampuan kayak gitu😀

  23. 23 Shelling Ford Oktober 10, 2007 pukul 5:20 pm

    epa:::
    awalnya sih saya juga ga tau gimana. lupa. baru juga lahir. masih kecil banget waktu itu😛

    secondprince:::
    oh, tidak. itu cuma karena saya suka dian sastro, kok – selain zaskia mecca. jadi ya kepengen aja nyebutin namanya:mrgreen:

  24. 24 trojan Oktober 10, 2007 pukul 5:41 pm

    koe ki ngopo e joe…

    mesti critamu mengada-ada ki……..

  25. 25 Herianto Oktober 10, 2007 pukul 6:27 pm

    Dian Sastro itu dosen baru di ilkom ya Joe… ?:mrgreen:

  26. 26 Qzink! Oktober 10, 2007 pukul 8:14 pm

    Ah, saya tau.. Pelakunya emang Dian sastro, mas Joe. Soale barusan Dian sastro-nya sms ke saya, kalo dulu2 dia pernah ngerjain seorang fans yg narsisnya naudzubillah..😛

  27. 27 nieznaniez Oktober 10, 2007 pukul 8:47 pm

    lhaikke, mas.
    kamu dimata-matai.
    hiiiiiiiiiiyyy….

  28. 28 reza Oktober 10, 2007 pukul 8:52 pm

    wahaa berbakat jd cerpenis nih
    mbok diterbitkan wae…🙂

  29. 29 danalingga Oktober 10, 2007 pukul 11:09 pm

    wah, saya juga jadi ikut penasaran nih.

    Ditunggu kelanjutannya joe.😛

  30. 30 rozenesia Oktober 11, 2007 pukul 12:15 am

    Bisa kasih petunjuk lagi biar detektif ini yang menyelidikinya?😆

    *bilang aja mau ketemu sama makhluk misterius itu*

  31. 31 rozenesia Oktober 11, 2007 pukul 12:17 am

    Atau dia malah yang kayak di avatar saya ini?😕😆

  32. 33 'K, Oktober 11, 2007 pukul 7:10 pm

    musti dicari lagi tuh joe
    n suruh ramal kapan kamu lulus😆

  33. 34 calonorangtenarsedunia Oktober 11, 2007 pukul 8:39 pm

    ada!ya semenjak baca postinganmu ini, Joe..

  34. 35 extremusmilitis Oktober 12, 2007 pukul 9:56 am

    Mo Setan Mo Malaikat, Aku tetap Milih Dian Sastro aja ya Joe:mrgreen:
    Hidup Dian Sastro 8)

  35. 36 hamlennon Oktober 12, 2007 pukul 12:34 pm

    Cerita yang sungguh menarik, walaupun ga masuk akal! hahhahahaha.

  36. 37 calonorangtenarsedunia Oktober 12, 2007 pukul 12:39 pm

    [OOT]
    Hoi…kok ya kelewatan Mbak Aya-mu episode terakhir sih??

    tapi katanya maghrib diulang lagi kok, Joe..

  37. 38 PeTeeR Oktober 13, 2007 pukul 2:52 am

    *bengong*

    jangan2 setan dan malaikat udah mulai menginvasi dunia digital setelah memporakporandakan dunia manusia……..!!!!

    *bengong lagi*

  38. 39 ce_insomnia Oktober 13, 2007 pukul 6:25 pm

    setan? jelas ga mungkin. setan ga suka chatting sama sesama setan🙂

    malaikat? wah haram malaikat pake tebak2an ga jelas sama lawannya

    dian sastro? walah yang ini malah lagi berduaan sama saya pas kejadian joe (hayal mode : ON)

    jadi tanyakan aja sama cermin ajaib sapa orangnya.
    menurutku si kamu rada mabok malem tu soale kamu chat sama dirimu sendiri. namanya juga imsomnia hehehehe

  39. 40 dodo Oktober 15, 2007 pukul 8:10 am

    ketika baca postingan ini sudah kubayangin nanti pasti di paragrap trakhir ada kata-kata yang menceritakan kalo semua itu cuma bo’ongan. Eh ternyata gak da…. Trus ini apaan??

  40. 41 papatong Oktober 15, 2007 pukul 10:51 am

    periksa DNAnyah!
    amankan dari sylar!
    -dongdongdong, kecanduan HEROES-

  41. 42 macanang Oktober 16, 2007 pukul 9:06 pm

    cek dl mas, ada webcamnya gak, huakaka..

  42. 43 Mrs. Neo Forty-Nine Oktober 17, 2007 pukul 12:22 pm

    Faiz menunjukkan alibinya dengan sempurna

    hati hati dengan orang dengan alibi sempurna Joe…
    😛

    oiyo…
    bisa aja itu orang ada persis di belakangmu Joe…
    aku pernah ngisengin temenku kyak gitu kok,pas di M Web -nya UGM dulu ituh…

  43. 44 nyamukbingung Oktober 19, 2007 pukul 9:59 am

    hahaha klo ketemu ce_insomnis lagi aku disms yo joe..😀

  44. 45 maruria Oktober 20, 2007 pukul 12:25 pm

    Percaya yang gituan joe? Palingan juga mentalist macam dedy corbuzier gitoh..Lha wong adek saya aja bisa ko..Itu namanya kekuatan pikiran, joe.Ndak percaya, maen lah ke rumah, ketemu adek saya, pasti ntar dikasih atraksi yang laen.Serius!

  45. 46 akoedw Oktober 21, 2007 pukul 10:31 am

    ngopi dise’ maneh masJoe
    thx

  46. 47 CallMeKimi Oktober 22, 2007 pukul 9:28 am

    seru jg kali ya kalo pny tmn ky begono? jd png…

    ntar ya,,aku cari dulu. siapa tau dapet temen seperti itu!
    *celingak-celinguk kanan-kiri*

  47. 48 snydez Oktober 23, 2007 pukul 7:15 am

    mana dian sastro nya?😉

  48. 49 Shelling Ford Oktober 23, 2007 pukul 11:51 am

    trojan:::
    iki serius, bol. kapan aku tau ngapusi?

    Herianto:::
    bukan, pak. dian sastro itu atlit badminton😛

    Qzink!:::
    lho, padahal waktu itu saya belum narsis lho. sampai skrg juga…

    nieznaniez:::
    resiko orang top. biasalah…

    reza:::
    ndak ah, mas. nggak enak sama Raditya Dika. ntar kalo oplah buku2nya jadi turun gara2 ada saingan baru yg lebih tampan gimana coba?😛

    danalingga:::
    sayangnya, mas, saya ndak pernah ketemu dia lagi sampe skrg

    rozenesia:::
    avatar yg mana? wong avatarmu ganti2😛

    caplang™:::
    ah, bapaknya mantan pacar saya lebih nyeremin lho
    *ampun, om jalil…*:mrgreen:

    ‘K,:::
    katanya sih setelah skripsiku beres

    extremusmilitis:::
    hidup!!!

    hamlennon:::
    kadang2 yang menarik kan memang yg nggak masuk akal, mas😀

    calonorangtenarsedunia:::
    begitulah…
    aku bisa menikmati indah wajahnya sambil ngopi2 dan ngerokok skrg😛

    PeTeeR:::
    lho, bukannya dunia manusia porak-poranda gara2 manusia sendiri?😉

    ce_insomnia:::
    kayaknya malah anda yg lagi mabuk, kul😛
    saya kan nggak pernah mabuk kecuali diajakin sama nonok, biteb, dan klutuk

    dodo:::
    jawabannya, ini sungguhan. sumpah!😀

    papatong:::
    halaghhh…

    macanang:::
    jelas sudah donk

    Mrs. Neo Forty-Nine:::
    alhamdulillah, waktu jaman dulu itu kamu belum jadi temenku😛

    nyamukbingung:::
    pan takon apa, ry? bursa taruhan william hill atau skdar nomer togel?😀

    maruria:::
    mbok aku dikenalin sama adiknya mbak…
    saya mau belajar kayak gitu. lumayan buat ujian pendadaran

    akoedw:::
    pun sumonggo

    CallMeKimi:::
    itu mbingungi lho. yakin!

    snydez:::
    di paragraf terakhir

  49. 50 Antidiansastro Oktober 23, 2007 pukul 10:33 pm

    ada yang manggil namaku?
    yang aku lihat sekarang, kamu punya adek cewek gendut dan hiperaktif..

  50. 51 Shelling Ford Oktober 23, 2007 pukul 11:34 pm

    wah, kayaknya tidak. wong saya naksir dian sastro kok, nggak anti😛
    adik cewek gendut memang ada, tapi sayangnya ndak hiperaktif, huehehehehe! yang hiperaktif malah Ai’. cewek, baru kelas 4 sd, tapi hobinya penekan pohon. bener2 dah adikku yang satu itu…
    waktu masih balita malah pernah ngglundung dari tangga ke lantai 2 di rumah yang disambung pas nyampe bawah mukanya menghajar meja mesin jahit. biar gitu dia ndak kapok2 lho. tapi ya balik ke itu tadi, dia ndak gendut…:mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,033,018 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia