Narsisme Pondok Pesantren

Si Komeng dan Zuhriyah

“Tidak ada yang lebih seksi dari seorang laki-laki, selain rasa percaya dirinya yang tinggi.”
Zaskia Mecca, dalam sinetron “Para Pencari Tuhan

Kadang-kadang aku merasa kesulitan juga menjelaskan antara narsisme – seperti yang sering dituduhkan orang-orang kepadaku -, percaya diri, dan pemaparan fakta. Well, mungkin buat sebagian orang aku memang narsis habis-habisan. Tapi buatku, apa yang disebut sebagai narsisme itu lebih cocok kusebut sebagai percaya diri dan pemaparan fakta. Bukan apa-apa, tapi sejak kecil aku sendiri sudah hobi menafsirkan dalil-dalil agama sesuka otakku mencernanya.

Misalnya saja dengan kalimat “Jika kamu merasa cukup, maka niscaya Allah akan mencukupkanmu”. Waktu masih esempe aku suka merasa sebagai orang kaya (bukan anak orang kaya, lho) dengan menganalogikan dalil itu sebagai “Jika kamu merasa kaya, maka Allah akan membuatmu kaya”. Aku suka sekali nraktir teman-temanku makan-makan. Bukan apa-apa, misalnya saja waktu itu harga paket hemat di McDonald’s masih murah. 6 ribuan seporsinya. Jadilah Angga “Bendot”, temanku yang tiap sore selalu nyepeda pulang sekolah bareng aku sering ketiban rejeki. Rasanya kok ya ada semacam kebanggaan (entah semu, entah tidak) kalau bisa berbagi kegembiraan sama teman.

Begitu juga sekarang. Aku jadi rajin menafsirkan dalil itu sebagai “Jika kamu merasa ngganteng, maka Allah akan menjadikanmu ngganteng” atau juga “Jika kamu merasa cerdas, maka Allah akan menjadikanmu cerdas”. Tapi untuk yang terakhir, aku jarang banget memakainya. Aku lebih suka kelihatan bodoh. Karena dengan kelihatan bodoh ternyata banyak informasi yang bisa kuserap daripada kalau aku menampakkan diriku sebagai orang yang cerdas. Sehubungan dengan dalil yang kutafsirkan semenurutku sendiri itu, aku juga suka mengkaitkannya dengan sabda-sabda yang lain, semisal “Bagaimana Allah itu berpulang pada prasangka hamba-Nya”. Jadi, kalau aku merasa bahwa Allah akan membuatku ngganteng, maka itulah “kutukan” yang bakal kuterima dari-Nya.

Dan apa hubungannya dengan quote di atas dengan tulisanku ini?

Nggak ada!

Ya, nggak ada. Aku cuma bahagia aja, karena secara nggak langsung seorang Zaskia Mecca yang notabene kutaksir mati-matian ternyata mengucapkan kalimat yang kuanggap sebagai pembelaan buatku menghadapi kejamnya tuduhan dari orang-orang. Selebihnya, aku malah mau cerita kalau Jumat kemarin aku habis ngikutan Kazama (buKA puaZA bersaMA), acaranya anak-anak kampus, di panti asuhan plus pondok pesantren Zuhriyah di Sariharjo, Ngaglik, di Sleman sana. Anung, adik kelasku yang lulusan SMA Negeri 3 Yogyakarta, secara kebetulan boleh berbangga diri dengan jabatannya sebagai ketua pelaksana acara tersebut.

Jauh berabad-abad sebelumnya, aku, Wib, dan Bram, punya rencana pengen unjuk kebolehan nyumbang performa, sekaligus memperingati si Bram yang kemungkinan besar tidak akan pernah manggung lagi di acara-acara kampus dengan status sebagai mahasiswa gara-gara November besok dia insya Allah bakal dipecat dari UGM. Setelah berembug berhari-hari, maka diputuskan bahwa kami bertiga akan menampilkan lagu-lagu bernafaskan Islam dalam format akustikan, meniru band-band ngetop dalam negeri yang sedang latah mengeluarkan album-album dengan tema reliji tanpa mempedulikan kalau ada yang berfatwa bahwa bermusik itu haram hukumnya!

Maka 4 hari sebelum hari H mulailah kami latihan dengan alat-alat modal pinjaman. Gitar yang dipakai si Bram boleh minjam dari Wiwid, gitarnya Wib boleh minjam dari Bram, perkusinya aku boleh minjam dari Wib (atau lebih tepatnya dari tempat nongkrongnya si Wib – Teater 10 SMA Negeri 8 Yogyakarta), tempat latihannya Wib sama Bram boleh minjam dari aku (maksudnya, kamarkulah yang dijadikan sebagai tempat latihan). Setelah rapat yang berlangsung dengan alot, dipilihlah 3 buah lagu buat acara Kazama itu: “Aisyah Adinda Kita”-nya Bimbo, “Ada Anak Bertanya pada Bapaknya” dari Bimbo lagi, dan “Para Pencari-Mu”-nya Ungu.

Hari Jumatnya, dari habis Jumatan aku langsung bolak-balik ngangkutin gitar dari rumah ke kampus. Sempat 2 kali pulang-pergi gara-gara nggak ada pasukan yang bisa diajak nemenin aku mbawa gitar. Untungnya pas agak sore, dengan inisiatif yang tinggi, si Bram ngambil perkusi di rumah dan kemudian langsung dibawa ke kampus. Selanjutnya kami menanti kedatangan (mobilnya) Megan, sang tukang angkut perlengkapan.

Jam 4 sore aku balik ke rumah buat mandi plus dandan-dandan. Dengan baju koko warna putih dan celana jeans merk Armani yang dapat minta dari tanteku, aku menanti Wib buat barengan ke Zuhriyah. Jam 5 lewat si Wib datang. Dan dengan kecepatan ala setan jalanan si Wib memacu Mega Pro-nya habis-habisan. Takut terlambat acara buka bersamanya, soale.

Bicara tentang panti asuhan, aku teringat dengan kata-kata seorang Bram yang lain dari jurusan Statistika yang sempat jadi basis di bandku sebelum dia lulus kuliah. Waktu itu suasananya malam hari sehabis kami latihan ngeband di studio. Kami maem rame-rame di warung penyetan. Wib tiba-tiba membuka pembicaraan dengan melempar topik tentang bakti sosial yang mau diadakan sama anak-anak Himakom. Ternyata, menurut si Wib, anak-anak panitianya masih pada bingung mau nyari sasaran ke panti asuhan mana.

“Aku nduwe referensi!” kata Bram tiba-tiba. Selanjutnya, dialog kami kuterjemahkan langsung ke dalam bahasa Endonesa saja.
“Di mana?” tanyaku.
“Daerah Bantul. Tempat aku KKN dulu. Wah, pokoknya keadaannya di sana memprihatinkan sekali. Anak-anak yatim-piatunya pada kasihan semua.”
“Kasihan gimana? Kalau memang memprihatinkan ya biar ta’usulkan ke bocah-bocah di kampus supaya baksosnya ke sana aja.”
“Wah, pokoknya kasihan sekali. Aku aja sampai nggak tega mbayangin kalau bernasib kayak mereka. Pokoknya melasi banget,” lanjut si Bram dengan mimik serius.
“Lha ya melasinya gimana?” tanya si Wib nggak sabar.
“Mereka semua pada nggak punya bapak-ibu. Kasihan, kan?” jawab Bram dengan polosnya. Dasar kampret!

Nyampai di Zuhriyah waktu beduk Maghrib tinggal beberapa saat lagi. Suasana masih nggak rame. Anak-anak yang datang masih sedikit. Barulah ketika beduk Maghrib sudah bersuara, rombongan anak-anak kampus yang lain berdatangan. Tidak lupa aku sempat bersungut-sungut juga ketika sebagai mahasiswa paling senior aku melihat para adik kelasku pada milih buka di halaman gedung tempat acara, nggak berbaur dengan sang tuan rumah.

Kazama Himakom

“Heh, pada masuk sana! Kita di sini buat berbagi sama mereka, bukan sekedar buat pindah tempat nongkrong!” tegurku dengan senewen. “Opo-opo kok mesti dicontoni sik karo sing tuo. Do ra kreatip!” lanjutku lagi. Alhamdulillah teguranku lumayan efektif. Mereka mulai membaur dengan lingkungannya. Bahkan, setelah selesai shalat Maghrib berjamaah, Ala’, anak muda yang nyasar dari Yaman itu ditanggap oleh santri-santri di situ, ditanyain macam-macam pake bahasa padang pasir (kayaknya anak-anak Zuhriyah itu berprinsip “kapan lagi ketemu sama native speaker”). Dan dengan sedikit nggaya, Ala’ selalu meralat susunan gramatikal kalimat dari si penanya sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ke dia.

From Yaman with love

Masuk Isya, kami kembali shalat berjamaah yang disambung dengan Tarawih. Busyet! Tarawihnya 23 rakaat, 2 rakaat 1 kali salam. Aku jadi mengenang-ngenang kembali, ternyata ini tarawih 23 rakaatku yang pertama sejak terakhir jaman aku esde dulu. Tapi pak imamnya ngebut. Nggak sampai setengah jam acara shalat Isya plus Tarawih live dari Zuhriyah sudah berakhir. Aku keringetan. Rasanya kayak aerobik dengan serius. Sudah lama nggak shalat model gitu.

Rebana

Selesai Tarawih, acara kembali dipandu oleh duet Lutfi dan Aphip. Kesenian rebana khas pondok pesantren dihidangkan dan dilanjutkan bagi-bagi doorprize oleh 2 makhluk blo’on bin pekok binti geblek itu. Teka-teka nan tiada bermutu diajukan oleh mereka berdua, misalnya aja yang ini:

“Gini, Dik, kalau di hari Natal biasanya banyak pohon apa?” tanya Aphip.
“Pohon cemara,” jawab salah satu anak-anak itu dengan yakin.
“Betul. Nah, kalau pas Idul Fitri banyak pohon apa?”
Anak malang itu kontan terdiam agak lama sebelum menjawab, “Pohon kurma.”
“Salah!” kata Aphip, “jawabannya yang benar adalah…pohon maaf lahir batin.”

Bagi-bagi doorprize

Atau:

“Bola yang dipakai main voli namanya apa?”
“Bola voli!”
“Bola yang dipakai main basket namanya apa?”
“Bola basket!”
“Kalau bola yang mirip kucing?”
“…”
“Jawabannya, bola-emon!”

Bagi-bagi doorprize lagi

Atau lagi:

“Binatang apa yang bersaudara?”
“Apa ya, Mas…?”
“Lha yo ditebak. Mau dapat doorprize nggak?”
“Monyet, Mas. Soalnya kan sodaraan sama Masnya.”
“Salah!”
“Monyet kembar, Mas.”
“Masih salah!”
“…”
“Yang benar, katak-beradik!”

Bram, Wib, Si Tampan dari Mipa Selatan

Selesai kesenian rebana dan bagi-bagi doorprize, akhirnya giliran kami maju. Agak celaka, si Bram lupa syairnya padahal dia beking-vokal. Suara gitarnya Wib juga nyaris nggak kedengeran gara-gara ketutup sama suara penonton yang ikut berdendang. Suara perkusiku yang paling keras malah semakin mengentarakan kalau beberapa kali aku salah ketukan. Wah, pokoknya jadi sedikit lebih ngaco dibanding waktu latihan. Tapi, kata Pepe, nggak pa-pa, malah kelihatan alami dan penuh spontanitas. Oh ya, tidak lupa juga sebelumnya kami memperkenalkan grup nasyid kami dengan nama Lamaa Ta’ Min’um yang berarti haus! Lha iya, kalau ada orang puasa yang ngaku kalau dia nggak haus ya berarti dia itu lagi ngibul. Kibul-kibul yang paling goblok malah. Dimana-mana, orang yang nggak minum ya pasti haus!

Akhwat-akhwat uhuyyy!!!

Dan akhirnya, setelah penampilan kami, acara Kazama pun berakhir. Ditutup dengan foto-foto bareng, selanjutnya kami semua berpamitan. Wib langsung pulang ke rumah, Bram nganterin Arin, sang pacar, pulang ke rumahnya dan entah ngapain di sana (mungkin melanjutkan buka puasa dalam versi yang berbeda ^_^), sedangkan aku, Komeng, Pepe, Winda, dan Surip – yang belakangan menyusul si Bram sehabis nganterin Arin – meneruskan perjalanan safari Ramadhan kami ke Masjid Syuhada, aeh, maksudnya samping Masjid Syuhada yang memang terkenal sebagai tempat minum-minum teh poci dan kopi-kopi yang diongkosi total oleh Winda.

38 Responses to “Narsisme Pondok Pesantren”


  1. 1 cK Oktober 1, 2007 pukul 4:13 pm

    VERTAMAX!!!

    komen belakangan…

    *ngeloyor pergi*

  2. 3 regsa Oktober 1, 2007 pukul 5:19 pm

    alangkah indahnya berbagi….

  3. 5 Qzink! Oktober 1, 2007 pukul 7:11 pm

    Waktu baca judulnya, aku udah nebak macem2.. Ternyata aku salah.. Hehehe.. Tapi tetep, penyakit narsis akutnya ituloh, gak kuattt!!!

  4. 6 extremusmilitis Oktober 1, 2007 pukul 7:34 pm

    ikut-ikutan teriak NARSIS!!!
    *balek neng Sagan*
    Lho kok?, Aku kan udah gak kuliah lagi😆

  5. 7 calonorangtenarsedunia Oktober 1, 2007 pukul 8:15 pm

    gpp narsis, Joe..

    *ga tau knp lg pengen belain Joe*

  6. 8 hoek Oktober 1, 2007 pukul 8:57 pm

    N
    A
    R
    S
    I
    S
    cukup lah…

  7. 9 almascatie Oktober 1, 2007 pukul 9:58 pm

    poto pertama kayak orang qosidahan mas😆

  8. 10 Shelling Ford Oktober 2, 2007 pukul 12:57 am

    cK:::
    alhamdulillah:mrgreen:

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
    buka bra, maksudnya?
    BUKA BeRsAma…

    regsa:::
    betul sekali😀

    manusiasuper:::
    sirik! yang kalah ganteng diem aja😛

    Qzink!:::
    mbok quote yang dari zaskia dibaca dulu, tho

    extremusmilitis:::
    lho, sering nongkrong di sagan, tho? kalo aku di bulaksumur😀

    calonorangtenarsedunia:::
    makaciii…
    orang tampan baik memang banyak yang mbelain

    hoek:::
    siapa yang narsis?

    almascatie:::
    apa boleh buat, itu bukan foto saya soale. kalo saya sih jelas rockstar😉

  9. 11 almascatie Oktober 2, 2007 pukul 1:01 am

    pasti yg terakhir poto2 kecengan kaw semua yah
    *ga baca post.. cuman pelototin poto doang*😆

  10. 13 antobilang Oktober 2, 2007 pukul 1:35 am

    padahal tidak ada secuilpun perkataan joe yang bilang kalo dia narsis deh?😕
    justru ada pengakuan dosa : “Suara perkusiku yang paling keras malah semakin mengentarakan kalau beberapa kali aku salah ketukan”

    aku komen gini aja : GOBLOK

  11. 14 aRuL Oktober 2, 2007 pukul 1:53 am

    wakz…….
    foto siapa tuh yang berdoa serius banget..🙂

  12. 15 mardun Oktober 2, 2007 pukul 9:14 am

    yakin tah itu fotonya berdoa? kok kayaknya mau menampung sesuatu dari atas gitu😛

  13. 16 abdulsomad Oktober 2, 2007 pukul 10:08 am

    Assalamualaikum
    nggak ngoment, takut di sensor

  14. 17 Suluh Oktober 2, 2007 pukul 10:16 am

    @somad:
    panjenengan komenne lucu🙂😆

  15. 18 sigid Oktober 2, 2007 pukul 10:35 am

    “Jika kamu merasa ngganteng, maka Allah akan menjadikanmu ngganteng”

    Masak kaya gini dibilang narsis:mrgreen:

  16. 19 neen Oktober 2, 2007 pukul 11:27 am

    Serius tebakan doorprizenya kayak gitu???

  17. 20 toim the shinigami Oktober 2, 2007 pukul 12:36 pm

    bahan tebak2-an-nya boljug.Lumayan buat nambah2 wawasan (halah).Tetep narsis yo, bung Joe.Emang kita hrs merasa ngganteng, meski lulusan coverboy majalah sobek sekalipun😛

  18. 21 masghofur Oktober 2, 2007 pukul 3:27 pm

    sori, sedikit koreksi…yang bilang “Tidak ada yang lebih seksi dari seorang laki-laki, selain rasa percaya dirinya yang tinggi.” tu AYA bukan ZASKIA MECCA.

  19. 22 erander Oktober 2, 2007 pukul 3:30 pm

    Joe .. saya juga sempat dibilang narsis. Kalo saya, ada dua hal. Narsis sebagai joke. Dan narsis sebagai sikap. Kalo buat joke, biasalah kita sama .. orang ganteng selalu dibilang narsis. Ya mau gimana lagi. Emang sudah ganteng dari sono-nya hwakakak😀

    Tapi kalo sebagai sikap. Itu beda banget. Orang seperti itu akan menganggap dirinya yang serba paling dan tidak merasa perlu dengan orang lain. Dan dia sudah puas dengan diri nya sendiri. Padahal .. yang namanya manusia kan tidak ada yang sempurna.

    Jadi .. saya cenderung menggunakan kata narsis sebagai joke

  20. 23 kalengkrupuk Oktober 2, 2007 pukul 4:31 pm

    Tebakannya lucu-lucu…🙂

  21. 24 extremusmilitis Oktober 2, 2007 pukul 4:31 pm

    bukan cuma nongkrong di sagan, tapi dulu…dulu sekali…tidur, makan, buang air, berbuat mesumbaik, ya di sagan itu, gak tahu sekarang apa masih seperti dulu yaks??? *kok jadi OOT*:mrgreen:

  22. 25 beratz Oktober 2, 2007 pukul 5:19 pm

    Hayah joe joe
    dolan ae…..

  23. 26 abeeayang Oktober 2, 2007 pukul 7:10 pm

    nggak narsis ah………tapi narji…………

  24. 27 Shelling Ford Oktober 2, 2007 pukul 9:09 pm

    almascatie:::
    kecenganku malah ga ada di foto itu, lho

    Amed:::
    biar…biar…biar…

    antobilang:::
    terima kasih😛

    aRuL:::
    didit komeng, adik kelasku yang tiap pentas drama selalu kebagian peran sebagai banci😀

    mardun:::
    wah, komeng setiap (nampak) beribadah memang selalu harus dicurigai motivasinya, kekekekekeke

    abdulsomad:::
    wah, saya mana pernah sih nyensor komentar😛

    sigid:::
    betul. itu kan tanda percaya pada kekuasaanNya😀

    neen:::
    2rius malah

    toim the shinigami:::
    majalah sobek? majalah terbitan mana itu?

    masghofur:::
    ah, sama2 cantik, kok, mereka itu. tadinya malah kukira sodara kembar, lho:mrgreen:

    erander:::
    setuju, mas. tapi saya nggak bercanda kok. memang ganteng😀

    kalengkrupuk:::
    bukannya jayus?😛

    extremusmilitis:::
    oh, ngekos ya?

    beratz:::
    lha ya kalo sinau terus kapan dolane?

    abeeayang:::
    narji juga bukan. beliau bukan saya, kok

  25. 28 dodo Oktober 3, 2007 pukul 12:33 am

    tetep aja yang ngarang kata2nya kan kang deddy mizwar

  26. 29 nieznaniez Oktober 3, 2007 pukul 2:07 am

    haduh, panjang sekali yah…

  27. 30 pr4s Oktober 3, 2007 pukul 4:21 am

    Jadi inget pas kuliah dulu huhuhuhuhu

  28. 31 bumisegoro Oktober 3, 2007 pukul 8:30 am

    lucu juga nama grup nasyidnya🙂

  29. 32 Aday Oktober 4, 2007 pukul 2:23 pm

    Waduh, aku kok ra reti,,ngertio melu..
    Hiks…

    Btw, JO!!!
    I’m Back!!!
    hehehe…

  30. 33 chiell Oktober 4, 2007 pukul 8:32 pm

    kq ola ono potoku….!!

  31. 34 Shelling Ford Oktober 6, 2007 pukul 1:34 pm

    dodo:::
    tapi biasanya orang suka menilai isi kata2 itu dari siapa yang mengucapkan, kan?😛

    nieznaniez:::
    apanya?

    pr4s:::
    makanya, oom…jgn lulus cepet2😛

    bumisegoro:::
    lucu? itu memelas lho…wong kehausan😀

    Aday:::
    ente kemana aja? di kampus ada pengumumannya kok

    chiell:::
    elek chiell. yakin! mbangane merusak estetika blogku:mrgreen:

  32. 35 Adi Nugroho Oktober 6, 2007 pukul 4:53 pm

    ga nyangka ternyata kang joe punya rasa sosial yang tinggi
    sayangnya ajaran narsisme yang dia ikutin membuat dia lupa kalau masih ada langit di atas langit (ga tega mau bilang masih banyak yang lebih ganteng daripada kang joe (sambil ngacungin jari) whuehehe. kaboooor!!!!)….

  33. 36 nyamukbingung Oktober 19, 2007 pukul 9:48 am

    sipp..wingi aku yo dolan neng zuhriyah..tapi tidak serame kalian..intine mung pengen melu buko thok hehehe

  34. 37 nika suwarish Juni 21, 2011 pukul 7:54 am

    tolong kirimin gambar dan photo yayasan panti asuhan Zuhriyah ke email saya ; nika7789@yahoo.co.uk atau di face book ; nika suwarsih…. makasih ya

  35. 38 Ashley Mcglew Juni 27, 2011 pukul 10:15 am

    Better supplement plus exelent outcomes to the individuals who are seeking this low cost immediate cellular phone line the following is this CONTACT NOW 866-943-6381


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,032,449 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia