Jurnalisme Islam Cyber? Euh…

Jujur saja, kalau aku ditanya tentang pengertian dari jurnalisme Islam cyber maka jawabanku ndak bakal sebenar kalau aku ditanya tentang problematika integral parsial. Sama saja. Sama-sama nggak paham aku. Tentang integral parsial sendiri, aku lebih tepat dibilang beruntung kalau ada yang bertanya kenapa nilai “Kalkulus Episode II: Attack of the Clones”-ku bisa dapat B.

Ya, tentu saja karena pas ujian akhir aku nyontek sama Ardi. Hardiyanto, nama lengkapnya, seorang perjaka asal Karanganyar yang hobi cengengesan. Ardi sendiri pada akhirnya entah kenapa cuma dapat nilai C. Mungkin gara-gara tulisan tangannya tidak serapi tulisan tanganku. Dan karena kejadian seperti nilai yang mencontek lebih tinggi daripada yang dicontek macam itu biasanya mengundang tanda tanya dan protes massa, maka aku selalu berdalih, “Lho, memangnya aku ini cuma bisa nyontek asal nyontek? Ya enggaklah, tiap nyontek aku selalu ngitung ulang, hasil contekannya dicek, valid atau tidak. Kalau valid ya kusalin, kalau enggak ya kukoreksi. Dengar sobat, aku ini nyontek bukan gara-gara aku nggak bisa njawab, tapi lebih karena aku malas nyuruh otakku bekerja untuk hal-hal yang nggak penting.”

Jadi kenapa aku membuat tulisan tentang jurnalisme Islam cyber? Simpel. Aku ikutan sebuah lomba blog yang mengharuskan pesertanya membuat sebuah artikel dengan tema jurnalisme Islam cyber. Karena alasan tersebut barusan, maka inilah tulisanku (meskipun mungkin sudah ada tulisanku yang lain tentang jurnalisme blog juga).

Apa yang aku ketahui tentang jurnalisme Islam cyber, ya? Ah, ya, mungkin terbatas pada pengertian bahwa jurnalisme Islam cyber adalah artikel-artikel tentang Islam yang ditulis dan kemudian dipublikasikan lewat internet. Ya, ya, ya, yang aku tahu memang sebatas itu.

Dan memang, aku – yang kebetulan memakai layanan WordPress gratisan ini – sering menemukan artikel-artikel tentang Islam di internet. Banyak malah. Di WordPress Indonesia sendiri, menurut statistik yang dikemukakan oleh Mr. Geddoe, terdapat fenomena sebagai berikut:

1. Dari daftar 100 blog yang bercokol di “blog of the day”, 23 di antaranya adalah blog yang didedikasikan untuk membahas agama tertentu. Kebetulan, sejauh mata memandang, hampir segala yang ada adalah blog agama Islam. Ini belum termasuk blog kasual yang hampir selalu memiliki tag agama;

2. Lima dari sepuluh post di daftar “post of the day” isinya adalah membahas tentang agama;

3. Empat dari tujuh “fastest growing blogs” ialah blog bertema agama.

Fenomena yang betul-betul mengerikan, sodara-sodara. Kuantitas yang dahsyat, bapak-ibu sekalian. Bukankah begitu? Begitu, kan? Kan? Kan? Kan?

Sayangnya, kuantitas se-subhanallah itu ternyata tidak didukung dengan kualitas artikel yang minimal memiliki mutu sebanding dengan fenomena jumlah kualitas itu sendiri.

Rata-rata, blog-blog Islami (kira-kira sebutan seperti itu sudah pas atau belum?) tersebut cuma nangkring sebagai “blog of the day” karena judulnya yang lumayan bombastis dan kontroversial macam fatwa bahwa matahari itu berputar mengelilingi bumi (yang sayangnya si penulis artikel tersebut malah menolak untuk berdiskusi secara cerdas dan ilmiah). Beberapa malah cenderung provokatif dengan mengangkat tema yang menjatuhkan kelompok lain yang memiliki ide atau penafsiran dalil dan ayat yang kebetulan berseberangan dengan yang dianut kelompoknya, misalnya aja tema-tema seperti pelarangan untuk berkumpul dengan Jama’ah Tabligh oleh sebuah blog yang pemiliknya mengklaim diri sebagai penganut manhaj salaf, atau juga tudingan sesat kepada Hizbut Tahrir.

Belum cukup menyerang orang-orang yang masih seagama, serangan langsung kepada pemeluk agama lain juga dilakukan, utamanya oleh pemilik-pemilik blog Islami yang mengaku bermanhaj salaf lewat artikel-artikel di blog mereka.

Hanya saja, biasanya bahasan mereka terlalu diikuti oleh gaya penulisan yang kaku sekali. Nggak ngepop, full of dalil, dan kurang persuasif sehingga kurang bisa membuat betah pembacanya. Beberapa di antaranya malah isinya cuma sekedar kupi-peist nan kagak kreatip! Pengunjung blog mereka boleh jadi cuma berasal dari manusia-manusia yang penasaran dengan judul tulisan mereka dan kemudian memutuskan untuk iseng-iseng berkunjung ke blog atau situs milik mereka.

Sayang, kan?

Sayang yang pertama menurutku adalah kesia-siaan tujuan. Mencap kelompok dan aliran lain sebagai aliran sesat jelas cuma bakal memecah-belah Islam (ironisnya, mereka yang menulis seperti itu menolak untuk dikatakan memecah-belah Islam. Justru sedang mencoba mempersatukan Islam, kata mereka). Yang berikutnya cuma bakal terjadi perang fatwa antar golongan-golongan itu sendiri. Jadilah umat malah pada bengong. Pada level yang lebih rendah, umat malah nggak tahu siapakah teladan yang seharusnya diikuti. Semuanya mengaku sebagai yang terbaik dan menuding golongan saingannya sebagai golongan sesat. Hei, surga itu punya siapa, sih, Dab?

Kampret tenan, tho?

Sayang yang kedua, dengan gaya bahasa dan penulisan yang kurang membumi, tentu saja berakibat pada tidak optimalnya hasil dari tujuan dakwah mereka. Terlepas dari perkara saling sesat-menyesatkan, di luar itu masih banyak blog-blog Islami yang membuat pembacanya nggak nyaman dengan isi tulisannya. Isinya rata-rata terlalu menggurui, bikin pembacanya malas duluan membaca artikel-artikel macam begitu.

Memang nggak semua blog-blog Islami menampilkan metode penulisan yang rodo semprul macam itu. Beberapa yang kutemui malah bisa menuliskan dengan cara yang enak, dengan bahasa yang lebih ringan plus membumi. Hasilnya, dakwah dengan cara seperti itu pastinya lebih optimal. Indikasi kayak gitu bisa dinilai dari jumlah komentar dari pembaca di artikel mereka masing-masing. Semakin banyak komentator yang menanggapi sebuah artikel, artinya adalah betapa artikel tersebut mampu membekas di hati semakin banyak pembaca pula.

Aku sendiri justru lebih suka main-main ke blog-blog (yang nggak) Islami macam “semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat”-nya Wadehel, “opinions: uncensored”-nya Omaigat, ataupun “try to take over the world, finding the fastest way to the heaven”-nya Yet Another Pramur. Ide-ide mereka tentang permasalahan umat Islam ditulis dengan liar, satir, dan penuh ironi. Mereka-mereka itu mampu melihat sisi lain permasalahan umat Islam yang selama ini kurang diangkat ke permukaan oleh yang lainnya. Akibatnya, mereka mampu menggaet banyak komentator, meskipun tidak jarang mereka dihujat juga karena tulisan-tulisannya yang mungkin buat sebagian makhluk Tuhan terlalu berani. Cuma saja, sayang sekali, Wadehel sudah almarhum dan tidak menulis lagi. Pramur sendiri malah sudah menutup blognya.

Buatku, blog-blog macam gituan – yang tidak pernah menampilkan label agama pada identitasnya – justru lebih menarik bagi pembaca dibanding blog-blog Islami yang penuh dengan kekakuan-kekakuan pada tiap sudut tulisannya. Bahasa yang ngepop dan membumi ala mereka, menurutku tidak lantas membuat kualitas tulisan mereka jadi nampak kacangan. Yang ada justru membaca tulisan-tulisan dari mereka itu perlu perenungan yang dalam (tentunya sebelum memutuskan mereka-mereka itu kafir atau tidak, seperti hujatan yang biasa diterima oleh mereka).

Nah…nah…nah… Mungkin segini saja sedikit “tulisan maksa” dariku ini. Sungguh mati, tulisan ini kubuat cuma demi memenuhi persyaratan dari panitia penyelenggara lomba blog yang aku ikuti tersebut.

Sedikit tambahan, tentang blogku sendiri ini, aku sendiri kan masih mengaku beragama Islam. Jadi setiap tulisan yang kubuat – walaupun tanpa dalil – tentunya boleh juga disebut sebagai jurnalisme Islam cyber meskipun zonder identitas dan label keislaman pada blogku, ya tho?

Ada yang nyadar nggak, sebenarnya apa maksudku ketika aku memposting tentang si cantik Zaskia Mecca? Apakah yang ada cuma pikiran bahwa aku begitu menggilai Zaskia ataukah ada yang menangkap kalau aku sedang berdakwah tentang kewajiban berjilbab buat perempuan?

Jujur, aku memang nggak pernah bermaksud untuk berdakwah di postinganku yang itu. Tapi setelah merenung tadi malam, aku tiba-tiba saja mengambil sebuah kesimpulan liar: bisa saja ada kaum hawa yang membaca tulisanku lalu berkesimpulan, “Oh, Mas Joe itu seneng banget sama Zaskia Mecca. Oh, itu karena Mas Joe itu jilbaber-lover. Oh, menurut Mas Joe, cewek itu lebih cantik kalau pakai jilbab. Ah, kalau gitu aku juga mau pakai jilbab aja. Siapa tahu nanti Mas Joe naksir juga sama aku.”

Nah, pada akhirnya aku berhasil memotivasi seorang gadis lain untuk berjilbab meski lewat alasan kecil-kecilan terlebih dahulu, kan? Kita doakan saja nanti proses niatnya bisa bertahap, bukan berjilbab cuma sekedar karena naksir aku.

Atau juga sebenarnya aku sedang pengen “berbicara” kepada mantan pacarku, “Mit(ha Ratna Pratiwi), kamu itu lebih cantik kalau pake jilbab, deh.” Ada yang sempat mikir ke arah itu, nggak?

Dan ternyata, apakah majang fotonya Zaskia Mecca boleh dikategorikan sebagai jurnalisme Islam cyber?

38 Responses to “Jurnalisme Islam Cyber? Euh…”


  1. 1 Suluh September 25, 2007 pukul 9:28 am

    Bentar saya baca dulu…

  2. 2 Suluh September 25, 2007 pukul 9:30 am

    OOoooo masih se ide dengan postingan Lembaga Dakwah Kampret terus Kritenisasi n postingan sejenis ternyata….

  3. 3 Shelling Ford September 25, 2007 pukul 9:34 am

    lain, kok. sumpah lain. yang kemarin itu dari lubuk hati paling dalam, kalo yang ini karena tuntutan. sungguh mati! kekekekekekeke!

  4. 4 Amed September 25, 2007 pukul 9:40 am

    Ho ho ho… posting-posting legendaris itu….

  5. 5 Agiek September 25, 2007 pukul 12:27 pm

    *ngakak guling2 liat postingan super narsis* ๐Ÿ˜€

    Biarpun ga ada abjad2 padang pasir, aku rasa potingan kamu ini islami banget loh joe.

    Nice post dab ! ๐Ÿ˜‰

  6. 6 goop September 25, 2007 pukul 12:45 pm

    Asyem, saya lupa mau comment. Eh malah jalan-jalan ke tempat, wadehel, omaigat sama pramur. Sayang ya beberapa sudah berhenti.

    “Oh, menurut Mas Joe, cewek itu lebih cantik kalau pakai jilbab. Ah, kalau gitu aku juga mau pakai jilbab aja. Siapa tahu nanti Mas Joe naksir juga sama aku.”

    ?????????

    Yuk, liat sascia pas sahur *sambil masih kucek-kucek mata*

  7. 7 aRuL September 25, 2007 pukul 1:06 pm

    Makanya buat blog yang Islam itu penuh damai dong joe.. ๐Ÿ™‚

  8. 8 Mihael "D.B." Ellinsworth September 25, 2007 pukul 1:18 pm

    Ya, tentu saja karena pas ujian akhir aku nyontek sama Ardi.

    Hati – hati, Joe. Ketahuan dosen, tewas kau. :mrgreen:

    ————-

    Yap, anggaplah mereka – mereka itu sebagai FPI di dunia maya. Mau diberantas ? ๐Ÿ˜†

  9. 9 feranitta September 25, 2007 pukul 1:27 pm

    Hmm.. bener juga… saya udah baca beberapa postingannya mas Anindito Baskoro ini :). Disini saya liat bahasanya ga kaku n gampang dimengerti, jadi bikin tertarik buat ngelanjutin baca ampe akhir. Trus bisa bikin otak bekerja. Walaupun tanpa dalil-dalil. Makasi ya mas…

    Oww iya, saya juga suka tu liat sinetronnya Zaskia Mecca, Para Pencari Tuhan… Bagus banget… ๐Ÿ™‚

  10. 10 cK September 25, 2007 pukul 2:09 pm

    euh…teteup. postingan berbau narsisme… ๐Ÿ˜

  11. 11 Dek Aip September 25, 2007 pukul 2:36 pm

    @Goop: Saa juga mau mengikuti jejak anda. Siapa tahu lumayan, ikke ditaksir Mas Joe yang (katanya Antogirang suka mengolok-olok dirinya dengan sebutan) ganteng.

    Aduh bangganya diriku apabila bisa berjalan berdampingan dengan Mas Joe nan tampan dan gagah perkasa (*Kalo ada yag protes. Coba liat… kurang gagah apa itu gatotkaca di header atas?*). Diriku jauh dari neraka, karena pakai jilbab. Tapi diriku dekat dengan surga, karena bisa berduaan dengan Mas Joe nan kiyut.

    Mengenai blog reliji… sip Joe. Saya setuju.
    Eh BTW.. blog ini juga blog islami kok. Huehehee.

  12. 12 sigid September 25, 2007 pukul 2:37 pm

    Mas, dulu kok Kalkulus I saya dapat D padahal udah nyontek dari orang pinter. Apa kurang lihai ya? :mrgreen:

  13. 13 Lelaki Yang Normal September 25, 2007 pukul 3:03 pm

    ๐Ÿ™‚
    Artikel ini nyontek, nggak, Joe?
    Kok lebih bagus ketimbang biasanya?

  14. 14 Mrs. Neo Forty-Nine September 25, 2007 pukul 3:34 pm

    Jujur, aku memang nggak pernah bermaksud untuk berdakwah di postinganku yang itu. Tapi setelah merenung tadi malam, aku tiba-tiba saja mengambil sebuah kesimpulan liar: bisa saja ada kaum hawa yang membaca tulisanku lalu berkesimpulan, โ€œOh, Mas Joe itu seneng banget sama Zaskia Mecca. Oh, itu karena Mas Joe itu jilbaber-lover. Oh, menurut Mas Joe, cewek itu lebih cantik kalau pakai jilbab. Ah, kalau gitu aku juga mau pakai jilbab aja. Siapa tahu nanti Mas Joe naksir juga sama aku.โ€

    jujur aja, quote yang ini mbikin aku jadi takut buat berjilbab
    ๐Ÿ˜•
    terutama kalimat yang terakhir…
    ugh…

    *muntah*

    :mrgreen:

  15. 15 rozenesia September 25, 2007 pukul 4:46 pm

    Harusnya saya setuju akan “Dakwah yang Narsis” ๐Ÿ˜†

  16. 16 sora9n September 25, 2007 pukul 5:15 pm

    Nah, pada akhirnya aku berhasil memotivasi seorang gadis lain untuk berjilbab meski lewat alasan kecil-kecilan terlebih dahulu, kan? Kita doakan saja nanti proses niatnya bisa bertahap, bukan berjilbab cuma sekedar karena naksir aku.

    ………..

    ………..

    *menangis tersedu-sedu melihat bukti kenarsisan anak manusia* ๐Ÿ˜ฅ

    ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

  17. 17 Shelling Ford September 25, 2007 pukul 5:28 pm

    Amed:::
    bukannya antum nyimpan semua kopiannya via httrack? kekekekeke

    Agiek:::
    aku nggak bisa kalo nulis abjad padang pasir soale. kalo mbaca sih masih bisa. lha nulis bismillah aja aku masih nyontek ๐Ÿ˜›

    goop:::
    ada sesuatu yang janggal??? :mrgreen:

    aRuL:::
    lho, ini penuh damai kok…bagi orang2 yang mau berpikir, kekekekeke!

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
    yang profesional dunk nyonteknya ๐Ÿ˜›

    feranitta:::
    betul…betul…saya juga suka. zaskia memang cantik ๐Ÿ˜€

    cK:::
    kamu cuma iri karena kamu tidak tampan, chik ๐Ÿ˜›

    Dek Aip:::
    ampun, mas. saya bukan tipe cowok asereje, aeh, asedese…!
    ampun! ampun!

    sigid:::
    bisa jadi, mas. tapi mungkin juga karena support system-nya waktu itu juga termasuk kategori kurang valid :mrgreen:

    Lelaki Yang Normal:::
    ndak kok. ndak nyontek

    Mrs. Neo Forty-Nine:::
    kono!

    rozenesia, sora9n:::
    ini bukan narsis. ini pemaparan fakta – seperti yang selalu kubilang :mrgreen:

  18. 18 almascatie September 25, 2007 pukul 5:31 pm

    joe ga jadi blogger lagi kah
    skarnag bener2 jadi wartawan
    ^_^

  19. 19 kawansyam September 25, 2007 pukul 7:27 pm

    damai itu nggak beririsan dengan agama…
    itu kata polisi lho… ๐Ÿ™‚

  20. 20 aRdho September 25, 2007 pukul 9:47 pm

    iyah joe..sedih + kesel banget kalo udah baca blog yg isinya cuman menyebarkan kebencian ke temen2 yg beda agama.. atau malah kadang yg sesama Islam.. ๐Ÿ˜ฆ

    kadang ada yg bilang kalo umat agama lain juga ngegituin kita, tp kita kan harusnya kasi contoh yg baik.. ya kan ya kan?

    eniwei, lebih sedih lg kalo baca website yg isinya sering dijadiin rujukan orang2 (kredibilitasnya terjamin) tapi tnyata isinya juga “miring”..

  21. 21 macanang September 25, 2007 pukul 10:45 pm

    jilbab lovers club?, ikutan donk mas joe.. ๐Ÿ˜‰

  22. 22 fertob September 25, 2007 pukul 11:54 pm

    Jadi ingat tulisan di blognya Mas Murtajib dulu : apakah blog anda islami ? yah, walaupun dalam level yang berbeda, saya anggap blog ini blog islami yang dakwahnya dilakukan secara narsis ๐Ÿ™‚

    *moga-moga bisa menang*…

  23. 23 alex September 26, 2007 pukul 1:24 am

    Sayangnya, kuantitas se-subhanallah itu ternyata tidak didukung dengan kualitas artikel yang minimal memiliki mutu sebanding dengan fenomena jumlah kualitas itu sendiri.

    Kualitas itu sendiri cara ngukurnya gimana, Joe?
    Aku sendiri mesti ada “episode-episode” *halaahh* yang kontra misalnya dengan Bung Antosalafy blog-blog yang disebutkan itu, mungkin di bagian artikel lain sedikit banyak nambah wawasan dengan membaca tulisannya. Setidaknya mengenal adanya hadist-hadist, meski mungkin pendapat tentang hadist itu sendiri akan berbeda.

    Then again: what is the meaning of kualitas? ๐Ÿ˜•

    @ fertob

    saya anggap blog ini blog islami yang dakwahnya dilakukan secara narsis ๐Ÿ™‚

    Dari login melalui web-nya YBS™ di UGM aja ketauan, Bang, ini blog islami enough. Lha, Zaskia dipampang begitu… ๐Ÿ˜†

    *dikemplang Joe*

  24. 24 gudang-E MaS NGaBEhi September 26, 2007 pukul 5:07 am

    Yang berikutnya cuma bakal terjadi perang fatwa antar golongan-golongan itu sendiri. Jadilah umat malah pada bengong. Pada level yang lebih rendah, umat malah nggak tahu siapakah teladan yang seharusnya diikuti.

    ini bener tur ngrasakno tenan bingungnya..,soale saya berada pada level yang rendah..hehe..

    Semuanya mengaku sebagai yang terbaik dan menuding golongan saingannya sebagai golongan sesat. Hei, surga itu punya siapa, sih, Dab?

    Kampret tenan, tho?

    haha..bener (menurut saya yang dilevel rendah ini).

    saya (berusaha) melakukan sesuatu (yang bernama kebaikan & kebenaran) karena cinta kepada-NYA, bukan karena (mengharapkan) pahala maupun sorga dan seandainya nanti saya pada ahkirnya disuruh masuk ke neraka-pun saya mau..,karena DIA-lah yang memiliki segalanya.

    (maafkanlah saya yang ndableg ini menitipkan komen seperti ini disini..hehe).

    *moga-moga bisa menang*
    (Amin-Insyaallah).

  25. 25 hoek September 26, 2007 pukul 6:16 am

    @atas
    ferang fatwa? wah,,wah,,sefertinya cukuf seru tuh…

    @postingan diatas
    “Nggak ngepop, full of dalil, dan kurang persuasif sehingga kurang bisa membuat betah pembacanya”
    hmm…mungkin anda bisa merekomendasikan saia sebagai guru untuk mereka-mereka yang tulisannya kaku? akand saia azarkhan begimana membuad sebuah tulisan iang luwweesss..hohoho

    “Dan ternyata, apakah majang fotonya Zaskia Mecca boleh dikategorikan sebagai jurnalisme Islam cyber?”

    ya akhi…sungguh fikiran antum itu dalam kesesatan yang nyata, begimana bisa antum mengatakan postingan yang berisi gambar makhluk bernyawa dikategorikan sebagai jurnalisme islam? afakah antum tidak mengerti? bukankah itu harom ya akhi? malaikat tidak akan masuk ke blog antum kalau antum memasang foto itu? afalagi…tidak ada dalil ataupun fatwa ulama di postingan itu? begimana bisa ya akhi? begimana bisa???

  26. 26 Junarto Imam Prakoso September 26, 2007 pukul 10:25 am

    Menurutku, jurnalisme ya jurnalisme. Esensinya menuliskan fakta apapun dengan prosedur yang bisa dipertanggungjawabkan, sehingga dengan prosedur yang sama orang lain bisa menemukan fakta yang sama. That’s jurnalism. That’s konsep cek n ricek (tabayyun) dalam Islam. Aku khawatir, dengan embel-embel Islam, yang muncul malah simbol-simbol atau jargon-jargon, atau ungkapan-ungkapan yang komunal/eksklusif dan nggak penting. Padahal Islam kan unviersal, dan nggak ngutamain simbol. Apakah Sabili masuk kategori jurnalisme islam, atau yellow journalism? Ataukah dengan mengutip ayat, otomatis artikel jadi artikel islami? Weleh… weleh…

  27. 27 toim the shinigami September 26, 2007 pukul 10:43 am

    โ€œOh, Mas Joe itu seneng banget sama Zaskia Mecca. Oh, itu karena Mas Joe itu jilbaber-lover. Oh, menurut Mas Joe, cewek itu lebih cantik kalau pakai jilbab. Ah, kalau gitu aku juga mau pakai jilbab aja. Siapa tahu nanti Mas Joe naksir juga sama aku.โ€

    Lagi2 tulisan yg narsis, kekeke…semoga cpt dpt jodo yg kyk zaskia mecca ya, mas! BTW, sampeyan arab dudu, klo bkn arab ya jgn harap ndapetin yg kayak zaskia

  28. 28 fauzan.sa September 26, 2007 pukul 11:16 am

    Wanita itu cantik kalo pake jilbab? Wah, kalo saya sih wanita tuh cantik kalo nggak pake jilbab. Kelihatan rambutnya gitu loh. Kalo sampe ada wanita kelihatan cantik karena pake jilbab, itu artinya aslinya dia gak cantik. Soalnya, jeleknya ditutupin ama jilbab. Hehehe…

    BTW, cantik khan urusan wajah. Kalo urusan keseluruhan (full body maksudnya) saya sih lebih suka wanita cantik dan seksi yang nggak pake apa-apa. Saya masih lelaki normal.

    Tapi, …

    Yah Joe, anda khan tahu sendiri titik-titik itu harus diisi apa. Jilbab tuh bukan masalah cantik ato nggak cantik. Kalo pake jilbab karena pengen cantik, itu sih kayak berdiri di atas air. Bentar lagi jatuh maksudnya. ๐Ÿ˜€

  29. 29 'K, September 26, 2007 pukul 12:27 pm

    spertinya kamu musti bikin Lembaga Dakwah Narsis Indonesia.pasti banyak pengikutnya joe ๐Ÿ™‚

  30. 30 antosalafy September 26, 2007 pukul 1:23 pm

    Ini artikel Pengakuan. Nggak salah kalau pada awal mula membaca profilnya, saya menebak orang ini sudah phobia terhadap Islam! Sungguh sangat disayangkan.

  31. 31 Mihael "D.B." Ellinsworth September 26, 2007 pukul 1:52 pm

    @ Atas

    Anda maniak Islam, dong ? :mrgreen:

    Saya sih tengahnya saja. ๐Ÿ˜‰

  32. 32 Shelling Ford September 26, 2007 pukul 2:33 pm

    almascatie:::
    wartawan sih kerjaan jaman dulu…waktu jaman esema ๐Ÿ˜›

    kawansyam:::
    setojooooo…!!!

    aRdho:::
    orang2 cerdas seperti kitalah yang bertugas membenahi keadaan yang seperti ini ๐Ÿ˜€
    kita, generasi muda, ditugasi untuk memberantas generasi tua yang mengacau :mrgreen:

    macanang:::
    tinggal ngikutin kata hati aja kok, mas

    fertob:::
    terima kasih, hehehehehe

    alex:::
    gampang! tinggal diliat aja, ngajak ke musuh2an atau perdamaian ๐Ÿ™‚
    perdamaian…perdamaian…
    perdamaian…perdamaian…
    banyak yang cinta damai
    tapi perang semakin ramai

    gudang-E MaS NGaBEhi:::
    yuhuuu…setuju

    hoek:::
    ampunnn…ana bertaubat! ๐Ÿ˜›

    Junarto Imam Prakoso:::
    iya ya, universal

    fauzan.sa:::
    jay, urusan di ranjang jelas beda sama di jalanan ๐Ÿ˜›
    bertahaplah…pelan2 dulu. menurutku nggak pa-pa kalo niatnya diawali karena naksir aku dulu, asal nantinya bisa meningkat secara berkala ๐Ÿ˜‰

    ‘K,:::
    sekali lagi, ini pemaparan fakta

    antosalafy:::

    Ini artikel Pengakuan.

    lho, memang iya. saya memang ngaku kalo saya suka sama zaskia mecca

    Nggak salah kalau pada awal mula membaca profilnya, saya menebak orang ini sudah phobia terhadap Islam!

    bagaimana kalo salah? jangan terlalu yakin dululah. bagian mana dari paragraf ataupun profil saya yang menunjukkan kalo saya phobia pada agama saya sendiri?

    keyakinan anda terhadap hal yang ecek2 seperti ini aja ternyata salah, lalu apa anda berani yakin kalo amal ibadah anda lebih bagus daripada saya? ๐Ÿ˜‰

    Sungguh sangat disayangkan.

    iya, memang sungguh sangat disayangkan bahwa ternyata justifikasi anda ngawur semua. tapi nggak pa-pa. jangan terlalu menggerutu. coba lagi lain kali, ya. trus juga, belajarlah lebih banyak supaya nggak salah2 lagi :mrgreen:

  33. 33 goop September 26, 2007 pukul 3:41 pm

    @shelling ford

    Yang janggal apa ohm Joe??

    @Dek Aip

    Yey, saya ga hombreng kalee, masak jeyuk maem jeyuk

    (lagi pikir2, apa mungkin krn tanda tanya di comment awal ya, reply mrk ini??) -itu teh, maksudnya saya speechless geeto- itu sama dgn kyak gini ni : !@#$%^&*()_- intina mah baru kali ini, ktemu orang senarsis ohm joe.

    -dengan ini saia sudah berkata-
    *lagi berlari, ngeri klo ktahuan hoek*

  34. 34 goop September 26, 2007 pukul 3:43 pm

    eits ada yg lupa…

    mo kasih info ke ohm joe, selain sascia di pelem yg sama ada pula kalila namanya, cantik jg loh ohm, cmn sayang nama aslinya masih tanda tanya..

  35. 35 Kopral Geddoe September 27, 2007 pukul 3:26 pm

    Btw ini lomba blog kapan selesainya, sih? ๐Ÿ˜•

  36. 37 Shelling Ford November 25, 2007 pukul 3:24 pm

    Abu Aqil As-Salafy:::
    nafsu? maksudnya? tulisan saya?
    ya iyalah, kalo ga pake passion gimana mau bikin tulisan, coba? kalo ga pake, soulnya entar ga kerasa, mas. mas sendiri juga nafsu kok waktu menganggap tulisan saya sebagai hasil nafsu ๐Ÿ˜‰

  37. 38 ahmadsamantho Desember 27, 2007 pukul 10:51 am

    Salam,
    Mas Joe, coba deh mampir ke blogku: http://ahmadsamantho.wordpress.com, dan lihatlah, teliti isinya, maka kamu akan menemukan salah satu varian jurnalistik islami yang mencerdaskan dan mencerahkan hati, pikiran dan jiwa. Insya Allah.

    Ahmad Samantho: ay_samantho@yahoo.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,036,688 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia