Renungan Ramadhan Bersama Mas Joe yang Tampan

…kamu standar ganda joe kenapa ditulisan kamu yang lain tidak pernah ada pembelaan terhadap palestina? dan siapa sih yang ngga marah joe kalo sodara muslim sendiri diusir dari tanah kelahiran? dan ada genosida dan dunia mendiamkan. kamu membela yahudi? apa itu belum cukup?

Seorang teman komentator, pada suatu ketika, pernah menulis komentarnya yang bertanya ke aku, kenapa selama ini aku selalu menulis artikel tentang Islam yang justru menyudutkan Islam itu sendiri. Misalnya aja kenapa aku selalu (terlihat) membela agama lain, seperti Yahudi atau Kristen, dan justru menulis seolah-olah Islam itu agama yang bejat yang sukanya main hakim sendiri terhadap para pemeluk kedua agama di atas. Tidakkah aku merasa sakit hati melihat Palestina diserang membabi-buta oleh para Yahudi Israel laknatullah itu? Tidakkah aku berempati kepada saudara-saudaraku – para muslim Palestina itu – yang nasibnya begitu ngebelangsak ditembaki oleh Yahudi Israel keparat itu? Tidakkah aku khawatir terhadap ancaman dari pemeluk agama lain terhadap Islam? Tidakkah begini? Tidakkah begitu? Tidakkah? Tidakkah?

Maka kalau ini konteksnya adalah agama, jawabanku adalah: TIDAK!

Sungguh mati aku tidak pernah punya kekhawatiran apapun terhadap Islam sebagai agama. Egois? Memang! Aku memang egois sebagai seorang pemeluk Islam. Dalam egoku sebagai pemeluk Islam aku berpikir, apa, sih, yang perlu dikhawatirkan dari sebuah agama yang sudah sempurna? Sekalipun ada oknum-oknum di luar sana yang berusaha membelejeti Islam, atau bahkan jika suatu saat oknum-oknum itu berhasil meniadakan pemeluk Islam di muka bumi ini, toh hasilnya nggak bakal berubah: Islam ya tetap Islam. Yang hilang mungkin cuma pemeluknya, tapi Islamnya ya tetap Islam, karena menurutku Islam itu nggak butuh umat manusia buat meyakininya. Justru manusialah yang butuh Islam. Setidaknya begitu menurutku.

Tapi kalau dari sisi pemeluknya, ya rasanya memang keterlaluan kalau aku sampai nggak punya empati sama sekali terhadap mereka yang hak hidupnya terpaksa dirampas manusia lain dengan paksa.

Yohooo… Aku ya jelas simpati kalau ada anak-anak Palestina yang nyawanya diregangkan paksa oleh tentara Israel. Aku jelas mengutuk tindakan biadab seperti itu. Tapi aku sendiri sama nggak setujunya ketika aksi bom biadab – seperti yang di Bali itu – dikategorikan sebagai tindakan jihad. Siapapun yang merenggut hak hidup orang lain dengan keji, entah dia itu beragama Islam ataupun bukan, menurutku seorang biadab tetaplah biadab. Nggak bakal ada pembelaan khusus terhadapnya dari aku hanya karena kebetulan dia seiman dengan aku.

Tapi untuk kasus Palestina-Israel, aku melihatnya bukan dari sudut pandang siapa yang benar dan siapa yang salah. Palestina mungkin benar dan Israel mungkin salah. Dan di dalam situ ada sesuatu yang lebih salah lagi kalau ternyata sesuatu yang sudah diketahui sebagai sebuah kesalahan itu dibiarkan salah berlarut-larut.

Paham maksudku? Maksudku gini, kita semua – terutama yang muslim – sudah tahu kalau Palestina dibombardir Israel. Umat muslim seharusnya juga sudah tahu apa yang harus diperbuatnya dalam keadaan seperti itu. Membela saudara-saudara seimannya? Bolehlah. Tapi sudahkah itu dilakukan? Lebih jauh lagi, sudahkah itu dilakukan lewat sesuatu yang terorganisir dengan rapi? Kita yang di Indonesia ribut-ribut nggak jelas menentang aksi-aksi Israel, tapi negara-negara Arab sendiri yang notabene negara Islam toh cuma diam. Mereka nggak seberapa ributnya seperti keributan yang dilakukan oleh beberapa anak muda (yang ngakunya) aktivis dakwah di negeri ini. Hal yang kayak gitu apa ada mangpa’atnya? Apa ada paedahnya? Hah? Hah?

Terus aja ngeributin Palestina-Israel sambil melupakan kalau di Sleman sendiri masih banyak saudara-saudara kita yang menurutku seharusnya lebih diprioritaskan untuk dibantu. Terus aja energinya dipakai buat ngurusin sesuatu yang nggak jelas juntrungannya. Terus aja semangatnya dikobarkan untuk direpotkan oleh hal-hal yang nggak jelas kesepakatannya bakal seperti apa.

Lagipula, yang satu ribut, yang lainnya diam. Yang satu pengen bergerak, tapi masih melihat-lihat sikon, apa iya teman-temannya yang lain juga bergerak. Sambil nunggu sesuatu yang nggak pasti kita cuma bisa teriak-teriak ribut tanpa ada aksi nyata. Ya jelas aja sampai kapanpun penyelesaiannya nggak bakal pernah bisa tercapai, lha wong pada nggak sepakat satu sama lain.

Cuma sibuk mengutuk aksi umat lain tanpa ada “gerakan perlawanan” yang nyata dari umat kita sendiri, akhirnya menggiringku pada satu kesimpulan final: umat Islam sendiri belum nyatu! Dan setiap individu yang nggak nyatu satu sama lain nggak akan pernah bisa membentuk suatu tim yang solid. Sebuah tim tanpa suatu kesatuan bakal cuma bisa menggelepar dalam turnamen seperti apapun!

Hal itulah yang membuatku kerap melontarkan tulisan-tulisan bernada keras terhadap kelakuan umat Islam sendiri. Tim kita sendiri yang nggak bagus tapi malah justru menyalahkan kalau ada yang tim lain yang lebih bagus dari kita. Dan aku, dalam hal seperti ini akan sangat nampak goblok kalau aku, sebagai kapten tim, ikut-ikutan memisuhi tim lain tanpa usaha untuk membenahi timku sendiri. Lebih baik aku hina seluruh anggota timku habis-habisan supaya mereka merasa tercambuk semangatnya dibanding aku ngayem-ngayemin rekan-rekan setimku sendiri dengan kalimat-kalimat bodoh sok bijak seperti: “Sudahlah, nggak ada yang salah dengan kesebelasan kita. Kesebelasan lawan aja yang terlalu hebat buat kita.”

Masya Allah! Kalau cuma kayak gitu terus, ya kapan mau majunya? Bermimpi untuk memukau dunia tapi tanpa kemampuan yang memadai? Non sense!

Umat Islam yang aku lihat sekarang ini punya beberapa-beberapa kepayahan yang mustahil bisa memukau dunia kalau kebusukan-kebusukan internalnya tidak segera dibereskan.

Yang pertama tentu saja adalah kebiasaan menyalahkan sesamanya. Aliran yang satu menganggap aliran yang lain sebagai sesat. Yang dianggap sesat kemudian ngamuk dan balik mengeluarkan fatwa bahwa aliran tandingannyalah yang lebih sesat. Nggak pernah bisa bersatu, padahal Tuhannya masih sama, nabinya masih sama, kitabnya masih sama. Sampai kapan mau kayak gitu terus? Berangan-angan muluk dengan kenyataan internal seperti itu? Cuih!

Ingat kesebelasan Jerman di Piala Dunia 94? Jerman waktu itu datang ke Amerika dengan statusnya sebagai juara bertahan yang celakanya justru bermain jelek pada babak pertama putaran final tersebut. Selanjutnya, waktu itu, Andreas Brehme mengeluh kepada Berti Vogts, pelatihnya. Dia bilang, “Bos, kalau kayak gini terus, kita bakalan fatal. Saya nggak bisa tiap pertandingan harus terus-terusan njagain dua lawan. Mustahil saya lari-lari terus ke sana-sini, sementara mereka yang di barisan kanan nyantai-nyantai aja.”

Lihatlah, Brehme mulai menyalahkan rekan setimnya sebagai makhluk zonder tanggung-jawab – bukan berusaha membangun suasana tim yang kondusif – sambil merasa seolah-olah cuma dialah yang sudah melakukan hal yang paling benar. Ya jelas aja, walaupun tidak pernah disebut namanya secara langsung, Matthias Sammer, yang berada di lapangan kanan, akhirnya merasa tersinggung. Hasilnya? Jerman menggelepar oleh Bulgaria lewat tandukan si botak Iordan Letchkov.

Lihat Fatah, lihat Hamas, Dab.

Yang kedua, umat Islam nggak pernah sadar dengan kelemahan dirinya sendiri saat ini. Selalu saja ternina-bobokan oleh dongeng-dongeng indah tentang kejayaan Islam masa silam. Mereka merasa kondisinya saat ini sama saja dengan kondisinya jaman dulu; merasa seharusnya mereka bisa menaklukkan apapun di depannya. Naif!

Di depan mereka berdiri gerendel maha-dahsyat seperti Franz Beckenbauer, Paolo Maldini, Cafu, atau setidaknya Michel Salgado yang pernah mematahkan kaki Juninho Paulista lewat tekel astaghfirullah-nya. Di belakang itu mungkin masih berdiri Gordon Banks atau malah Lev Yashin. Tapi umat Islam seolah-olah yakin bakal bisa mengoyak-ngoyak lawan meskipun pada faktanya cuma memiliki duet sekelas Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono di lini depannya. Naif sekali, kan? Masih bagus kalau punya duet seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Rochi Putiray. Setidaknya Kurniawan pernah memperkuat FC Lucerne di Swiss sana, dan Rochi sendiri memang pernah melewati Paolo Maldini dua kali dalam sebuah pertandingan persahabatan. Tapi ini? Minim kualitas kok berharap performa maksimal? Yang bener aja, sobat.

Bolehlah umat Islam bermimpi mengalahkan umat lain dalam hal kualitas. Tapi itu sendiri cuma berhak dilakukan kalau memang umat Islam punya kualitas yang memungkinkan untuk itu. Paling tidak, miliki dulu pemain-pemain seperti Pele, Maradona, Ferenc Puskas, Johann Cruijff, ataupun Roberto Baggio, barulah boleh berangan-angan mengoyak gerendel lawan.

Yang ada sekarang ini, seolah-olah kita berteriak Catenaccio Italia itu ecek-ecek, Samba Brasil nggak ada apa-apanya, Total Football Belanda ketinggalan jaman, Tango Argentina gampang buat dibabat, tapi nggak pernah sekalipun kita bisa membuktikannya. Kita cuma sekedar-merasa-bisa mengalahkan lawan. Mulut kita cuma penuh cacian merendahkan buat mereka yang ironisnya bermain lebih indah dari kita tanpa sekalipun kita bisa membuktikan kalau kita sanggup untuk bermain lebih indah dari mereka. Hahaha!

Tambahan dari itu semua, lebih sering didapati dari umat kita yang hobi melakukan generalisasi berlebihan. Semua orang Kristen yang baik dihujat sebagai aktor-aktor handal kristenisasi. Semua Yahudi dianggap laknat, padahal mereka pun juga punya individu-individu yang mulia, seperti halnya dari umat Islam sendiri yang memiliki individu-individu bejat.

Nah, jadi, dengan sejumlah alasan di atas, masihkah ada yang mau mengecap aku berlaku tidak adil terhadap umat dari agama yang kuanut ini? Masihkah ada yang mau bilang kalau aku cuma bisa menghujat agamaku sendiri? Masih ada yang mau protes kenapa aku nggak pernah menuliskan tentang keindahan Islam, malah justru terkesan menjelek-jelekkannya?

Hei, keindahan itu bakal nampak dengan sendirinya nanti, kok. Dengan catatan kalau itu betul-betul dilakukan dengan indah. Malah justru nggak bijaksana kalau aku menutup-nutupi kasus umat dan justru tidak mempermasalahkan problematika yang sebenarnya. Problem itu buat diatasi, Dab. Bukan buat ditutup-tutupi. Kalau kualitas umat kita jelek, ya katakan saja sebagai jelek. Jangan malah diayem-ayemin. Yang ada nantinya ya cuma keterlenaan seperti yang terjadi selama ini. Itu nggak mendidik!

Buat penutup, aku pengen cerita tentang tradisi anak-anak dari divisi riset di lab mahasiswa kampusku. Saber, ketua divisi riset tahun lalu, punya kebiasaan ngejek kemampuan anak buah-anak buahnya. Waktu itu yang ketiban sial paling sering diejek adalah Trojan, perjaka butut asal Magelang yang ngakunya pernah ikutan olimpiade matematika jaman dia esema tapi sekarang justru paling payah dalam masalah hitung-hitungan di lingkungan teman-teman sekomplotannya.

“Trojan goblok! Trojan goblok!” kata Saber setiap kali Trojan melakukan hal-hal (yang sebenarnya tidak terlalu) tolol. Tapi toh pada akhirnya Trojan terpacu untuk membuktikan bahwa dia itu nggak goblok-goblok banget. Hasilnya, Trojan sekarang boleh dibilang termasuk jajaran avant-garde dalam urusan virologi pada skala Ilmu Komputer UGM. Trojan juga akhirnya yang sekarang menjabat ketua divisi riset untuk periode tahun ini. Selanjutnya Trojan juga meneruskan tradisi dari seniornya itu kepada junior-juniornya.

“Mizan goblok! Mizan goblok!” kata Trojan kepada juniornya nan malang. Hasilnya? Aku belum lihat. Tapi menurut laporan pandangan mata dari Trojan sendiri, Mizan bolehlah dibilang menjanjikan.

Yeah, mungkin tulisan-tulisanku yang terkesan menggoblok-goblokkan umat Islam memang terpengaruh pada kebiasaan kehidupan di kampusku yang penuh dengan ejek-ejekan. Dan mungkin juga tulisan-tulisanku itu cuma cocok buat dibaca oleh orang-orang cerdas dengan selera humor yang tinggi yang memiliki kesadaran untuk merenungi kelemahan dirinya sendiri seperti Trojan atau Mizan.

Begitulah kehidupan anak-anak di kampusku. Kami mungkin nyocot agak (kalau nggak mau dibilang “sangat”) kasar, tapi semua itu demi memotivasi diri sesama kami. Mulut kami mungkin memaki, tapi hati kami tidak. Percayalah.

Iklan

57 Responses to “Renungan Ramadhan Bersama Mas Joe yang Tampan”


  1. 1 hoek September 21, 2007 pukul 9:51 pm

    PERTAMAXXXXXXXXXX!!!!!!!!!!

  2. 2 hoek September 21, 2007 pukul 9:51 pm

    yess..bisa pertamax disini abis nyelesein mbaca…yesss………!!!

  3. 3 hoek September 21, 2007 pukul 9:52 pm

    HETTRIX sekalian!!!

  4. 4 calonorangtenarsedunia September 21, 2007 pukul 9:55 pm

    pertamax!!

    Dan mungkin juga tulisan-tulisanku itu cuma cocok buat dibaca oleh orang-orang cerdas dengan selera humor yang tinggi yang memiliki kesadaran untuk merenungi kelemahan dirinya sendiri seperti Trojan atau Mizan.

    ya..ya.. saya salah satunya.

    Joe, lakukan saja yang menurutmu benar. maksud baik kan tidak selalu ditanggapi baik.

  5. 5 calonorangtenarsedunia September 21, 2007 pukul 9:56 pm

    sialan!!

    kelamaan baca!!

    keduluan ampe 3!!

    *tendang hoek*

  6. 6 hoek September 21, 2007 pukul 9:57 pm

    ehm…saia jadi setuju-tidak-setuju negh.

    saia setuju dengan postingan mas joesatch soal umad moslem yang pada ngabisin energinya cuma buad tereak-tereak ga genah soal palestina, soal kristenisasi, de es be, fadahal mereka sendiri giliran disuru gerak pada punya alesan yang bejibun banyaknya, dan ujung-ujungnya mereka nyalahin umad agama laen…

    saia setuju kita ga akan bisa nerobos gerendel pertahanan lawan kalo yang kita punya dibarisan depan cuma abu berjenggot yang konsentrasi dan tenaganya cuma buad mengkafirkan dan menghalaldarahkan individu-individu yang sebenarnya bisa dan punya kans besar sangadh buad jadi pendobrak yang maha dahsyad, ya kaya mas joesatch ini, hohoho

    tapi…

    saia ga setuju sama judul postingan ini, sepertinya ada sesuatu yang salah dalam kalimad “…Bersama Mas Joe yang TAMPAN”
    sepertinya ada kesalahan penulisan nama dan gelar deh?

  7. 7 hoek September 21, 2007 pukul 9:58 pm

    yahh…padahal niadnya pengen top score, ternyata uda ditendang sama calonorangtenarsedunia…
    minggir ah..
    *desek-desekan sama calonorangtenarsedunia*

  8. 8 danalingga September 21, 2007 pukul 11:07 pm

    Ah, tapi kan lebih gampang menyalahkan orang lain.

    *nonton yang desek desekan*

  9. 9 zal September 21, 2007 pukul 11:55 pm

    ::ehehemmm….ngebela diri nih… πŸ˜†
    sodara-sodara…, jika dibelahpun dada si joe, yang kelihatan juga cuma tulang ama daging…adalah ceceran darah…, maka dari itu, mari sodara-sodara, kita cermati setiap ungkapannya…, siapa tahu si joe setiap ungkapan yang keluar, berasal dari makhluk halus yang dimuliakan, yang berkenan menggunakan jasad si joe…, sebab bisa jadi bersembunyi dibalik si joe…menimbulkan pandangan wah pasti si joe ini kerasukan, mana mungkin orang kayak joe bisa ngomong begini…., ketimbang bersembunyi dibalik yang kelihatannya alim…., sebab pandangan akan jatuh kepada jasad….bukan kepada isi….raina…unzurna….dengarkanlah wahai sodara-sodara….
    udah…joe, udah kukabarkan…, tugasku selesai ya… :mrgreen:

  10. 10 parto September 22, 2007 pukul 2:54 am

    top post joe!! lu emang bisa berfikir jernih!! salut

  11. 11 hoek September 22, 2007 pukul 3:05 am

    *tereak-tereak lewad corong*
    SAHUURRRR….SAHURRRRR………….
    .
    .
    SAHURRR…SAHURRR……….
    *nabok-nabok kenthongan sambil kliling blogosphere*

  12. 12 saidedwin September 22, 2007 pukul 7:33 am

    Joe terima kasih atas kritiknya. o iya joe kamu belum bayar sewa buat nonton bareng pas piala asia. hehe bercanda joe. gini joe pertama orang berjuang dengan cara yang berbeda beda, kamu berjuang dengan cara ini pun dipersilahkan. aktivis dakwah(oiya aku pernah kritik aktivis dakwah juga kok di tulisan blogku) berjuang dengan ribut ribut karena itulah kemampuan mereka. mereka mungkin kamu liat melakukan hal yang percuma dengan teriak teriak ga ada juntrungnya tetapi batu sebesar apapun akan bolong ditetesi terus menerus. joe apa yang terjadi kalo mereka diam adalah itu artinya setuju dan apabila setuju akibatnya tentu lebih besar. pada masa kekuasaan soeharto ketika semua diam akibatnya adalah 30 tahun kita baru bebas. pada masa suharto dulu kalo orang yang berbeda dengan soeharto atau istilah kamu ribut ribut maka diciduk itu tandanya orang ribut ribut penting asal ada inovasi. contoh lain gempa dijogja kemaren kalo misalnya dengan cara kamu kita persolid dulu Lsm baru kita beri bantuan mau sampe kapan? mereka sudah kelaparan, hujan pun datang dengan dengan bertubi tubi.
    Kedua kamu membesar besarkan masalah bahwa aku bilang kamu selalu menulis artikel tentang Islam yang justru menyudutkan Islam itu sendiri. ga ada khan kata kata itu. aku cuma bilang kamu kurang peduli dengan Palestina itu aja. sebab yang aku liat kamu banyak peduli tentang hal yang lain tetapi untuk palestina mungkin kurang.
    Ketiga ada analogi ketika kaca yang indah dan besar jatuh dari langit maka pasti pecah berkeping keping. begitu juga Islam. maksudnya setia orang memiliki pemahaman keislaman berbeda beda orang volume otaknya aja beda.
    Keempat seorang teman yang baik tentu dia ga selalu membenarkan apapun tindakan temannya itu artinya dia bukan penjilat tetapi teman sejati.

  13. 13 manusiasuper September 22, 2007 pukul 10:28 am

    PERTAMAXXX!!!!

    Bantuin, biar si Hana ga malu-malu amat :mrgreen:

    Welcome back mister, sudah berhasil meningkatkan taraf hidup?

    Saya suka bagian yang ini:
    Sungguh mati aku tidak pernah punya kekhawatiran apapun terhadap Islam sebagai agama. Egois? Memang! Aku memang egois sebagai seorang pemeluk Islam. Dalam egoku sebagai pemeluk Islam aku berpikir, apa, sih, yang perlu dikhawatirkan dari sebuah agama yang sudah sempurna? Sekalipun ada oknum-oknum di luar sana yang berusaha membelejeti Islam, atau bahkan jika suatu saat oknum-oknum itu berhasil meniadakan pemeluk Islam di muka bumi ini, toh hasilnya nggak bakal berubah: Islam ya tetap Islam. Yang hilang mungkin cuma pemeluknya, tapi Islamnya ya tetap Islam, karena menurutku Islam itu nggak butuh umat manusia buat meyakininya. Justru manusialah yang butuh Islam. Setidaknya begitu menurutku.

    Tapi saya kurang sreg sama bagian yang kayanya nyuekin Palestina. Kalau kita yang seagama saja tidak peduli Joe, siapa lagi?

    Masalah orang arab sana justru ongkang-ongkang kaki menikmati kekayaan minyak mereka sementara palestina terkoyak, itu pilihan mereka, lha kita jangan ngikutin.

    Dan soal menghina untuk memperbaiki, well, bisa diperdebatkan. Tapi saya cenderung untuk berpendapat, kalau saya sampai berani menghina seseorang/sesuatu, itu berarti rasa memiliki saya padanya sudah sangat besar.

    Begitu jendral!

  14. 14 Shelling Ford September 22, 2007 pukul 1:56 pm

    calonorangtenarsedunia:::
    terima kasih πŸ™‚

    hoek:::
    tidak setuju bagemana? saya kan memang tampan πŸ˜›

    danalingga:::
    iya ya…anak2 juga bisa kalo itu, kekekekeke

    zal:::
    eh? saya bingung lho,,,sumpah! πŸ˜€

    parto:::
    ahaha, terima kasih

    saidedwin:::
    ehehehe, untuk yg pertama, saya ga menyarankan buat diam lho. saya menyarankan buat bergerak. tapi ya…bergerak yang cerdas, bergerak yang faedahnya lebih signifikan terasa, dan bergeraklah sama2. caranya? ya nyatu, dunk. selama ini umat islam kan nggak pernah nyatu.

    kalo perbandingannya sama sumbangan bantuan buat bencana alam, kayaknya agak nggak tepat juga. soalnya, tanpa diberi komando pun, bantuan itu pada berdatangan. para penolong itu sudah punya kesadaran. beda dengan permasalahan dunia islam. umat islam nggak nyatu satu sama lain selain biasanya memang reaksinya nggak pernah kompak. di situ masalahnya πŸ˜‰

    untuk yang kedua, wah, maaf, itu bukan tentang anda aja kok. banyak juga yang protes ke saya. jadi bukan cuma anda aja. cuma memang, lupa ta’kasi link. eh, tapi namanya kucatut buat sampel 1 gpp kan? ehehehehe…

    sorry…sorry…tapi sungguh mati, bukan kamu aja yg protes, kok πŸ˜€

    tapi memang, aku hampir nggak pernah nulis ttg palestina. bukan apa2, aku masih ngerasa ada hal lain yang lebih krusial untuk dilakukan oleh umat islam di tanah air

    ketiga, yup! saya setuju. untuk itulah diperlukan kesatuan, supaya yg goblok nggak ngumpul terus sama yg goblok. yang pinter juga biar nggak ngumpul terus sama yg pinter. selama ini yang terjadi kan yang goblok njelek2in yang pinter, akhirnya yg pinter malah jadi sakit hati sama yang goblok. lha ya kapan nyatunya?

    keempat. ehe, makanya kadang2 saya nulisnya agak kasar πŸ™‚

    manusiasuper:::
    lho, lanjutan tentang kepedulianku sama palestina ada di paragraf selanjutnya kok πŸ™‚

  15. 15 mbelgedez September 22, 2007 pukul 3:26 pm

    Ndak usah jaoh-jaoh sampe Palestina segala, lha wong di jawatimur kemaren Jumat ada kerusuhan sesama orang Islam, mesjidnya orang LDII dirobohin sampe rata dengan tanah sama orang-orang NU…

    Emangnya nyang boleh nyembah Allah cuman orang NU yak ???

  16. 16 mbelgedez September 22, 2007 pukul 3:27 pm

    Sorry OOT, itu Image Header wayangan kok kayak Wayang Antro yah ???

  17. 17 sora9n September 22, 2007 pukul 3:34 pm

    Begitulah kehidupan anak-anak di kampusku. Kami mungkin nyocot agak (kalau nggak mau dibilang β€œsangat”) kasar, tapi semua itu demi memotivasi diri sesama kami. Mulut kami mungkin memaki, tapi hati kami tidak. Percayalah.

    Lha, inilah yang sering disalahpahami, Joe… sehingga kamu sering dianggap anti-ADK. πŸ˜†

    Tapi ada benernya juga komen dari mas saidedwin di atas. Terkadang teriak2 itu adalah salah satu bentuk terbaik ungkapan ketidaksetujuan kita. Walaupun tetap gak bisa disangkal, kalau tanpa perbuatan tetep aja rasanya gak optimal. (o_0)”\

    Tapi umat Islam seolah-olah yakin bakal bisa mengoyak-ngoyak lawan meskipun pada faktanya cuma memiliki duet sekelas Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono di lini depannya. Naif sekali, kan? Masih bagus kalau punya duet seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Rochi Putiray.

    Boaz Solossa nggak disebut, Joe? :mrgreen:

  18. 18 anas September 22, 2007 pukul 4:03 pm

    Untuk keseluruhan postingt sebenarnya saya setuju, tapi kalau kita ingin membangkitkan semangat dengan cara merendahkan dan mengejek ini saya agak kurang setuju. Karena pada dasarnya orang Indonesia itu males mikir apa yang mereka lihat ‘sekilas’ itu yang menurut mereka adalah maksudnya. So, akan banyak orang yang ‘salah tompo’ khan dengan cara yang seperti ini.

    Kalau bisa dengan bahasa yang mudah seperti ini saja khan bisa jelas dan enak untuk bacanya.
    *termasuk yang males mikir nih*

  19. 19 'K, September 22, 2007 pukul 5:25 pm

    kesimpulan akhirnya maknyusss tenann
    mulut mencaci tapi hati tidak
    keren sob

  20. 20 Herianto September 22, 2007 pukul 5:30 pm

    Selamat ramadhan Joe, ma’af lahir bathin… :mrgreen:

    Kalo saya amati dan diminta menilai, kayaknya loe memang spesialis menjadi : “Oposisi” Joe πŸ˜€

    #Siapa lagi yang minta2 dinilai ya Joe ?# :mrgreen:

    Kalo di negeri ini posisi itu seperti anggota2 DPR yg gak kebagian duduk di pemerintahan. Kalo di tim sepak bola posisi nya seperti penontonnya aja kali ya. kalo pun maen kamu kayaknya gak cocok jadi penyerang, karena penyelesaian akhir kamu sering meleset. Karakter kamu bukan peng-eksekusi, tapi provokasi penggiring opini.

    Ada kabar baiknya Joe. Kata kompas hari ini Malaysia justru maju gara2 keberadaan oposisi.

    Sudah berapa puasa yang gak bolong Joe ?
    Semoga puasa kita tidak sekedar substansi semata ya ? Ritual (simbolik) nya, iya juga dong … :mrgreen:

  21. 21 Sugeng Rianto September 22, 2007 pukul 5:51 pm

    Tulisane mengigit.
    Postingan bln ramadhan, misuh2nya cuma dimulut tapi ga sampai ke hati. πŸ˜†
    Aniwei, makasih joe dah ngingetin kita semua. Mantab dab!

  22. 22 asukowe September 22, 2007 pukul 5:58 pm

    Jabat tangan denganmu Ableh Joe, kita satu paham, Pemeluk agama islam itu banyak ideot bejat sok serta ugal-ugalan. Jauh dari Agamya sendiri yang indah dan penuh kedamaian… teruskan perjuanganmu untuk mencerdaskan kaum terbelakang itu…

  23. 23 Justice Bringer September 22, 2007 pukul 7:27 pm

    *Ikut merenung*
    Semoga dunia ini menjadi damai. πŸ™‚

  24. 24 mas agus September 22, 2007 pukul 9:39 pm

    Semoga tidak menjadi Gatotkaca yang [url=http://pitutur.web.id/2007/09/21/juri-amatir/#more-178]begini[\url]

    semoga saja…

  25. 25 mas agus September 22, 2007 pukul 9:41 pm

    eh sorry salah ketik 😦

    Semoga tidak menjadi Gatotkaca yang [url=http://pitutur.web.id/2007/09/21/juri-amatir/#more-178]begini[/url]

    semoga saja…

  26. 26 Herianto September 22, 2007 pukul 9:43 pm

    Joe saya mbaca di salah satu komentar kamu di post ini tentang ummat Islam yang tidak nyatu. Maksudnya gmana? Gak boleh ada kelompok2 Islam gitu ?
    Provider komputer sampe sekarang juga kan gak nyatu, baik di hardware, OS, programming tool dan setrusnya. Tapi gak masalah tuh thdap kmajuan teknologi komputer.

    Ayo Joe saya bukan bertanya tapi menguji.. :mrgreen:

    #Hitung2 pemanasan sebelum kamu ujian kompre# πŸ™‚

  27. 27 qnewt September 22, 2007 pukul 10:38 pm

    nice posting. good idea. pencerahan-demi pencerahan kudapatkan. puasa tahun ini kurasakan begitu berbeda. kau bisa memahami esensi puasa dari baca postingan-postingan temen-temen wordpress ini. ah terima kasih tuhan. terima kasih teman. selamat berpuasa. salam kenal.

  28. 28 cK September 22, 2007 pukul 11:32 pm

    cuma mo komen soal judul. ENGGAK BANGET!!

    sekian. πŸ˜›

  29. 29 zal September 22, 2007 pukul 11:50 pm

    ::emang gitu kayaknya ya joe, hanya orang bingung yang dibisakan mengungkapkan kerahasiaan bingung…, semoga makin banyak yang bingung dan membingungkan…keh..keh..kehk

  30. 30 chiell September 23, 2007 pukul 6:42 am

    Iki mas sing mbok andalke melu lomba blog organisasi mahasiswa Islam kuwi…??

    Wah…, bukanne menang malah biso dihajar kowe??

    Tapi nek tujuanne ben mas-mas kuwi moco blogmu, lumayan. Kanggo panas-panasan. :p

  31. 31 chiell September 23, 2007 pukul 6:48 am

    wah, nbukanne menang malah bisa dihajar kowe??

    Soale menyebarkan fitnah dan kebohongan. Lihat aja judulnya.
    Paling ga2 mas-mas kuwi dadi iri.

  32. 32 gudang-E MaS NGaBEhi September 23, 2007 pukul 8:41 am

    …..(seluruh paragraf ini..)Islam ya tetap Islam. Yang hilang mungkin cuma pemeluknya, tapi Islamnya ya tetap Islam, karena menurutku Islam itu nggak butuh umat manusia buat meyakininya. Justru manusialah yang butuh Islam. Setidaknya begitu menurutku.

    Setuju.. karena menurutku-pun begitu..hehe..

  33. 33 sigid September 23, 2007 pukul 1:33 pm

    Siapapun yang merenggut hak hidup orang lain dengan keji, entah dia itu beragama Islam ataupun bukan, menurutku seorang biadab tetaplah biadab.

    Betul, betul ….
    Menjadi benar-benar objektif kadang butuh latihan.

    Yang pertama tentu saja adalah kebiasaan menyalahkan sesamanya. Aliran yang satu menganggap aliran yang lain sebagai sesat. Yang dianggap sesat kemudian ngamuk dan balik mengeluarkan fatwa bahwa aliran tandingannyalah yang lebih sesat.

    Lha kalo dituruti hal yang kayak gini nggak bakalan selesai mas, yakin deh.

    Sepertinya dibalik semua pisuhans itu, njenengan orang yang lembut mas :mrgreen:

  34. 34 Mihael "D.B." Ellinsworth September 23, 2007 pukul 2:47 pm

    Hmm….padahal puasa, masih berfitnah – fitnah di sini ?

    Tapi dengan cara merendah – rendah seperti ini juga ampuh. Soalnya masih ada yang inginnya dininak-bobokan oleh dongeng – dongeng Islam itu.

  35. 35 Mihael "D.B." Ellinsworth September 23, 2007 pukul 2:48 pm

    Doh, salah Joe.

    Hmm….padahal puasa, masih “berfitnah – fitnah” di sini ?

  36. 36 Shelling Ford September 23, 2007 pukul 7:41 pm

    mbelgedez:::
    wekz, wayang antro tu apa, kang? πŸ˜›

    anas:::
    kebiasaan mbaca komik QED, sih, mas. jadi maunya ngajak mikir barengan terus. lagian kalo terlalu gamblang rasanya ga enak, gitu. kurang mengikat pembaca, kekekekekeke!

    sora9n:::
    karena itu, aku lebih menyarankan untuk melakukan teriakan yang masih mungkin bisa terdapat perbuatan di dalamnya. masih banyak orang2 di sekitar kita yang perlu ditingkatkan taraf hidupnya terlebih dahulu.

    bukannya nggak peduli sama palestina. tapi apa iya kita “tega” membela palestina lewat teriakan habis2an, sedangkan tetangga kita sendiri masih ada yang perlu dapat bantuan teriakan sekaligus aksi nyata dari kita? skala prioritas aja, kok πŸ˜€

    Boaz kan kemarin masih cedera :mrgreen:

    ‘K,:::
    bagian yang itu aku pelajari dari komik Impeccable Twins. Siau-hi-joe, aeh, Siau-hi-ji bangetlah :mrgreen:

    Herianto:::
    di lapangan yang sebenarnya pun sebenarnya saya juga lebih sering bermain di sektor midfielder, pak πŸ˜› sekali-kali saja mengejutkan dengan muncul tiba2 dari 2nd line, ehehehehe…

    alhamdulillah secara ritual belum ada yg bolong. hasil akhirnya sih saya nggak tau. pokoknya kerjakan aja apa yang menurut saya bisa saya kerjakan dengan maksimal πŸ™‚

    itu dia, pak! ga ada masalah dengan kemajuan IT, karena tujuannya pada sepakat semua: memudahkan kinerja manusia. yang jadi masalah justru kalo saling menghambat dan menjatuhkan. macbook milik temen saya aja toleran thd windo$ πŸ˜€

    qnewt:::
    terima kasih kembali. salam kenal juga

    cK:::
    kamu cuma iri aja, chik. kamu kan blas ga ngganteng πŸ˜›

    zal:::
    ahahaha, kdg2 nampak bingung belum tentu benar2 bingung, lho. malah yang ngakunya nggak bingung sebenernya nggak sadar kalo sudah berhasil dibingungkan πŸ˜€

    mas agus:::
    terima kasih nasehatnya. setidaknya ga total2 banget. masih ada hikmahnya: selalu ada hits di tiap lembarnya :mrgreen:

    Sugeng Rianto:::
    sebenernya cuma pengen ngingetin diri sendiri juga, kok. di depan kampus pun masih banyak yang bisa dan perlu untuk ditolong

    asukowe:::
    tapi kadang2 susah juga lho mencoba mengajak orang yang ga mau diajak

    Justice Bringer:::
    amin

    chiell:::
    njuk opo gunane aku nduwe konco elek2an koyo kowe?

    gudang-E MaS NGaBEhi:::
    alhamdulillah…

    sigid:::
    aduh, kalimat terakhirnya itu lho, mas. biasanya selama ini cuma kaum hawa yang menyadarinya πŸ˜›

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
    fitnah yang mana? perkara bahwa saya tampan itu? itu bukan fitnah lho. hadapilah kenyataan hidup :mrgreen:

  37. 37 toim the shinigami September 23, 2007 pukul 11:11 pm

    tulisan yg sangat bagus, tp koq mesti analogi-nya ke bal-balan yah (sepakbola) yah? tp emang bgs bgt.Kritikan yg pedas utk umat Islam yg emang sulit bgt bersatu.Masalah lebaran aja kita gak mampu utk bareng, apalagi utk hal yg laen?

  38. 38 mardun September 23, 2007 pukul 11:31 pm

    Michel Salgado yang pernah mematahkan kaki Juninho Paulista lewat tekel astaghfirullah-nya

    nah ini, istilahnya keren nih πŸ˜› jadi ngerasa ngeliat lagi kejadiannya. Sumpeh joe, waktu baca bagian ini aku langsung ketawa sendiri sampe diliatin orang-orang πŸ˜›

    btw, sekali-sekali serakah kan gpp joe, sambil mbantu anak-anak Sleman yang sekolahnya roboh sekalian ikut jerit-jerit mengirim hujatan ke Israel. Anggep aja Israel itu IPDN πŸ˜›

    Toh dalih ‘Holocaust’ Israel itu kan cuma awu-awu *sambil megang buku “The Holocaust Industry” πŸ˜€

  39. 39 sigid September 24, 2007 pukul 7:56 am

    aduh, kalimat terakhirnya itu lho, mas. biasanya selama ini cuma kaum hawa yang menyadarinya πŸ˜›

    Tenane, kaum hawa-nya lagi mabok ndak? :mrgreen:

  40. 40 yudi September 24, 2007 pukul 8:08 am

    walau saya kurang paham dengan urusan keyakinan negeri seberang namun menurut pendapat saya bila tiap umat dari keyakinan APAPUN mau berpikir seperti anda maka saya yakin semua keyakinan yang ada di dunia ini berubah menjadi sempurna (kayak lagunya andra). Saya pun terus terang dari dulu ndak pernah merasa bahwa sesuatu keyakinan bisa lebih baik dari yang lain apalagi sampai mengeneralisasikan segala. urus ibe gelah gen kalo nak bali bilang.
    ingatlah bahwa tidak adil menggeneralisir sesuatu hanya berdasarkan agamanya, hanya karena kita sekolah di SMA 1 Dps bukan berarti bahwa kita pintar sehingga bisa masuk kedokteran UI, hanya karena kita anak SMA 1 dps bukan berarti kita bole menjelek jelekkan anak dari SMA lain apalagi bilang mereka Go**g(padahal diri sendiri dasarnya goblog luar biasa—jelas bukan termasuk saya—), hanya karena anak SMA lain diajar dengan metode yang berbeda namun essensinya sama–bukan berarti kita bole menghujat ajaran SMA lain dan mengatakannya ajaran sesat.
    sebaliknya anak SMA lain pun harusnya juga tidak menjelekkan SMA 1 dps. hanya karena ada segelintir anak SMA 1 yang melakukan pengrusakan maka bukan berarti semua anak SMA 1 bengal dan bejat(saya contohnya:baik dan rajin belajar), hanya karena ada beberapa anak SMA 1 yang sombong luar biasa dan mengatakan sekolahnya paling keren bukan berarti kita harus memusuhi dan bilang anak SMA 1 lainnya sombong semua. Walau beberapa anak SMA 1 berpikiran sempit, kolot, katrok, ndeso, culun namun banyak juga ANAK SMA 1 yang berprestasi dunia dan bertoleransi dengan anak SMA lainnya.
    sebagai anak SMA 1 yang merupakan sekolah yang paling terkenal dan paling banyak pemujanya (terutama kaum adam yang pengen tau hawa n*f*u)maka hendaknya warganya mampu untuk menjaga nama harum SMA 1. kompaklah dan jangan malah menyerang dan mengeroyok adik kelas sendiri hanya karena beda pendapat akibat main tarik tambang. bila warga sma lain terus dianggap nomor 2 maka jangan heran bila musuh akan semakin banyak karena bila mulai menganggap diri paling hebat berarti iblis sudah bersemayam dalam diri orang tersebut. diatas langit masi ada langit boss. diatas barca masi ada madrid, diatasnya lagi chelsea, munggah sitik masi ada MU, atas lagi liverpool, makin keatas milan, diatas milan ya milan lagi πŸ™‚
    semoga ocehan ngawur ini dapat membuat kita makin toleran terhadap pendukung klub lain. nah loh, apane kaden usak jleme ne πŸ™‚

  41. 41 Wong Djowo September 24, 2007 pukul 9:07 am

    Renungan yang kaya begini, yg saya2 nanti2-kan πŸ˜€

    Mantaaaaaaab bro !

  42. 42 lambrtz September 24, 2007 pukul 11:09 am

    Selamat puasa joe, moga2 ibadahmu diterima Tuhan.
    Hmm…..moga2 ga dimarahin sama org2 yg mengharamkan ucapan selamat hari raya agama lain :D.

    (007)

  43. 43 goop September 24, 2007 pukul 12:24 pm

    Boz dapat info tentang piala dunia 94 dari mane? lengkap bener…Hik..hik..kasian bambang pamungkas, n hari sudarsono ga ngerti apa-apa kena tembak…tapi analogi yang bagus, mulai dari pertahanan gerendel, sampai tango segala disebut-sebut…semoga dibaca sebagian dari mereka yang masih saja pongah dan pandir…

  44. 44 k* tutur September 24, 2007 pukul 6:49 pm

    Tidakkah begini? Tidakkah begitu? Tidakkah? Tidakkah?
    Tidakkah tidak boleh hetriks disini?
    ……
    ah, kadang para komentator juga mbacanya spotong – ibarat perawi hadis bisa2 tergolong palsu hiks… hiks… hiks

  45. 45 zal September 24, 2007 pukul 10:59 pm

    ::k*tutur…emangnya ka’bah bisa dilihat dalam bentuk utuh… πŸ™„ πŸ˜† :mrgreen:

  46. 46 Mrs. Neo Forty-Nine September 25, 2007 pukul 1:12 am

    liat judulnya aja udah mbikin perutku mual mual…

  47. 47 Mrs. Neo Forty-Nine September 25, 2007 pukul 1:17 am

    Kafierβ„’lah Anda yang sudah menggoblok goblokkan sesama manusia…
    dan segeralah bertobat, sebelum Tuhan Anda menceburkan Anda dalam lobang kenikmatan kegelapan

    πŸ˜†
    πŸ˜†
    πŸ˜†

  48. 48 Mrs. Neo Forty-Nine September 25, 2007 pukul 1:33 am

    ndak afdhol tanpa hetrik.

    betewe Joe…
    pagi ini kamu ndak usah repot2 mbangunin aku buat sahur!
    aku nggak tidur kok!

  49. 49 kakeko September 26, 2007 pukul 6:19 am

    Tipikal orang idonesia yang selalu duduk dibelakang, mungkin kita butuh orang seperti mas joe yang berdiri di front terdepan untuk menggugah semangat bahwa umat muslim itu bersaudara, kita butuh tindakan bukan kata-kata dan memahami islam dengan benar bukan kata si ini si itu yang belum tentu kebenarannya, saya khawatir banyaknya orang yang menyebarkan berita yang belum tentu jelas kebenarannya dan cenderung provokasi dan menimbulkan ketidak nyamanan, mbo hidup rukun, damai, aman, tentrem, sentausa, daripada harus saling menjelek-jelekan salahs atu pihak

  50. 50 savic September 26, 2007 pukul 4:18 pm

    yups agama apapun pasti mempunyai oknum2 yang cuma ngerti sedikit tentang agama dan merasa paling bener….

  51. 51 zal September 29, 2007 pukul 1:45 pm

    ::yupe juga…dan ditiap-tiap kelompok keagamaan ada sedikit oknum yang sudah dingertikan tentang agama, namun dianggap sesat… halah…. πŸ˜†

  52. 52 saidedwin Oktober 1, 2007 pukul 6:37 am

    Tapi sayangnya kondisi Islam saat ini dalam kondisi korban gempa itu. begitu banyak orang yang prihatin dan memberikan bantuan tapi ga tepat sasaran. dan tentu aja bentuk bantuannya macem macem untuk membangkitkan dari yang khalifah Islamiyah, sampe ada yang menggunakan bom, atau juga dengan demo. semua itu untuk membantu tetapi ga semuanya tepat. tapi yang unik para korban itu bukannya bersatu untuk keluar dari masalah mereka malahan saling gigit, saling cakar.

  53. 53 fie Oktober 1, 2007 pukul 8:10 am

    salah Joe,yen trojan kwi di hina saber “jan goblok”, yen mizan di hinane “mizan bodo”…Ojo kuwalik-walik, wis trademark kwi

  54. 54 indi Oktober 2, 2007 pukul 11:21 am

    Joe GOBLOK!!! heheheh

  55. 55 trojan Oktober 4, 2007 pukul 1:35 am

    ada yg sebut namaku ya? πŸ˜€

  56. 56 joko Oktober 10, 2007 pukul 4:29 pm

    ternyata Gus Dur punya anak ideologis :D, setidaknya menurut saya.

  57. 57 Hery Oktober 17, 2007 pukul 6:25 pm

    alangkah indahnya dunia jika semua orang berpikiran seperti mas joe.
    salute 3x!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,056,257 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia