Mungkin Bukan Pengemis Cinta

Kemarin, seorang teman yang kebetulan baca-baca tulisanku ngirim imel ke aku. Dia ngaku kalau dia baru aja terperangkap mbaca-mbaca tulisanku tentang temanku yang baru aja habis dikhianati pacarnya. Tambahannya, lagi-lagi, dia juga ngaku kalau dia juga mbaca tulisanku tentang mantan calon istriku dan prekuelnya. Dan intinya, dia nanya ke aku gimana caranya aku bisa mentas dari sakitnya patah hati itu, disambung dengan curhatnya kalau dia sendiri sedang mengalami masalah yang sama dengan apa yang dulu kualami.

Wedew… Aku bingung harus njawab apa kalau ditanya model begitu. Jujur aja, aku memang jago (ough!) mendekati adik-adik kelasku, mahasiswi yang masih lugu-lugu itu, tapi aku gelagapan kalau ditanya bagaimana caranya mengobati patah hati secara instan.

Yang aku tahu, patah hati itu nggak ada obat instannya, soale. Aku sendiri nggak serta-merta bisa ngelupain mantan pacarku secara kilat, apalagi kalau si mantan kampret itu menggoreskan kesan yang dalam banget di hatiku. Ditambah dengan kenyataan bahwa aku sekampus dan sebidang-ilmu dengan si mantan kampret itu, wuoh, tips dan trik instan semeyakinkan apapun nggak bakal bisa berfungsi.

Lha piye mau berfungsi, wong tiap mata kuliah yang diambil bareng aku harus melihat wajahnya. Itu juga masih ditambah kenyataan ketika sang dosen pengampu mengabsen nama kami satu-persatu, setiap namanya disebut, teman-temanku yang bermental bejat langsung berteriak-teriak ribut menggodaku. Belum cukup seperti itu, kadang-kadang aku dipaksa terkenang-kenang setiap kali melewati tempat di mana kami pernah rendezvouz berdua, seperti misalnya warung-warung makan, atau mal, atau toko buku, atau kosnya dan kontrakanku, atau apapun itu di mana kami biasanya saling melampiaskan syahwat 😈

Gengsi pengen kelihatan kuat juga ngaruh banget dalam hal menyulitkanku melupakan mantan manis (tapi iblis)-ku itu. Beberapa tips yang kubaca dari majalah remaja yang menyebutkan kalau aku harus membuang semua kenanganku tentangnya tidak pernah kuturuti. Beberapa barang dari beliau masih kusimpan. Sayang kalau dibuang, soale. Barang-barang itu masalahnya masih berguna. Membuang barang-barang yang masih berguna cuma demi menghapus kenangan, menurutku hanyalah perbuatan cengeng yang dilandasi ego sesaat. Selain karena pada dasarnya aku sendiri memang cowok sentimentil yang selalu menghargai kenangan, aku juga berusaha membuktikan kepada dunia kalau kenanganku tentang mantan calon istriku itu tidak bakal berpengaruh banyak pada performa panggungku di kehidupan ini.

Tapi ya memang, yang aku bilang sebagai “nggak ada pengaruhnya” itu ternyata cuma gengsiku aja supaya aku dinilai oleh sejawatku sebagai laki-laki yang tegar dan bermental baja. Pada faktanya, bayangan wajah mantanku itu selalu menyetani (baca: menghantui) hari-hariku. Setiap temanku menyodorkan cewek lain kenalannya sebagai alternatif pemain pengganti, selalu saja kutolak dengan alasan tidak ada satu gadispun di bumi ini yang bisa menggantikan mantan pacarku itu. Bahkan ketika temanku bertanya, “Misalnya ada orang yang mirip banget sama [nama si kampret], ya namanya, ya fisiknya, ya wajahnya, ya kebiasaan-kebiasaannya, tapi malah dengan sifat yang jauh lebih baik, kamu mau nggak sama orang itu?”

Dengan mellow aku menjawab, “Tidak. Semirip apapun orang itu dengan [nama si kampret], dia tetap saja bukan [nama si kampret]!”

Nah, reaksiku waktu patah hati ternyata nggak kalah bodoh dengan reaksi-reaksi yang biasa kita jumpai di sinetron-sinetron tanpa mutu itu, kan? Maka kalau aku ditanya kenapa aku bisa sampai di tanah yang kujejak sekarang, jawabanku cuma satu: waktu!

Waktu yang mengajarkan kepadaku bagaimana aku harus menyikapi hidupku lebih lanjut. Waktu yang memberi-tahu kepadaku kalau aku tidak boleh terus-terusan merasa terpuruk dan menganggap dunia sudah kiamat. Aku harus mulai berdamai dengan kenyataan di sekelilingku, bukan malah merasa bahwa hidup ini menjahatiku dan berlaku tidak adil terhadapku. Aku harus mulai berpikir, kalau aku terus-terusan seperti ini, bagaimana dengan masa depan dunia? Di pundakku ini digantung jutaan harapan dari seluruh umat manusia. Aku harus mulai menganggap bahwa keberadaanku di dunia ini sangat vital (tolong jangan tambahkan kata “alat”). Aku harus mulai menganggap diriku punya peranan dan tanggung-jawab maha penting dalam hidup ini. Dengan begitu aku bisa menomor-sekiankan perasaan terpurukku. Di luar sana banyak yang menanti kembalinya Anindito Satrianto ke dunia persilatan!

Maka akupun mulai menyadari kalau aku memiliki banyak kompatriot yang akan saling dukung-mendukung denganku. Aku kembali sadar kalau teman-temanku yang baik itu masih menantiku menyelesaikan bagian pekerjaanku yang selama ini tertunda untuk kemudian kembali berjuang dan tertawa bersama-sama. Hidup belum selesai! Daripada waktuku kubuang percuma untuk memikirkan seseorang yang tidak memikirkan aku, lebih baik waktuku kupakai untuk kebahagiaan orang-orang yang menantiku menyingsingkan lengan bajuku kembali.

Dan ternyata aku merasa memiliki pelampiasan yang tepat, pada kelanjutannya. Di kampus, aku melakukan pekerjaan yang mungkin tidak akan dilakukan oleh mahasiswa dengan pola pikir standar. Seolah-olah aku pengen menunjukkan kepada mantan pacarku itu kalau tanpa aku kehidupan mahasiswa di kampus ini akan mati. Aku ngamuk habis-habisan di kampus. Semua jenis kegiatan mahasiswa sebisa mungkin ikut kutangani. Bersama dengan belasan kompatriotku aku mulai dari mengubah tradisi himpunan mahasiswa di kampusku yang selama ini kunilai monoton. Lab untuk kegiatan riset mahasiswa yang selama ini belum pernah ada mulai kubangun. Memang bukan aku sendiri pencetus ide awalnya. Tapi sebisa mungkin aku berusaha mengisi posisi vital sekedar untuk menyalurkan energi negatifku, seolah-olah aku pengen menunjukkan kepada mantan pacarku betapa salahnya dia telah mencampakkan laki-laki sehebat aku, sekaligus menunjukkan kalau tanpa dia aku justru bisa berbuat lebih banyak untuk kemaslahatan umat. Kehadirannya selama 9 bulan kemarin cuma menghambat kinerja sel-sel otakku.

Untungnya aku, dari jaman cinta pertamaku, aku selalu naksir dengan gadis yang memiliki kemampuan intelegensia superior. Dendamku pada mantan-mantanku biasanya kusalurkan dengan perasaan bahwa aku nggak boleh kalah dari kampret-kampret itu. Aku terpacu untuk melakukan sesuatu yang lebih hebat dari mereka, dalam hal apapun itu. Semangatku untuk maju bisa menjadi berlipat-lipat kalau aku tahu di luar sana ada seseorang yang harus kukalahkan dengan telak! Aku berpikir, suatu saat nanti kalau aku harus bertemu kembali, aku bisa menatapnya dengan pandangan merendahkan – apa yang kamu miliki sekarang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang kumiliki. Rasanya puas sekali kalau suatu saat aku bisa menginjak-injak dan meludahi seseorang yang dulu pernah menyakitiku!

Setiap hal yang tidak membunuhmu maka justru akan menjadikanmu bertambah kuat.

Dan pada akhirnya, lagi-lagi waktu yang mengajarkan kepadaku kalau aku harus mulai membuka diri dengan gadis-gadis lain. Rasanya tidak enak kalau aku harus cuek dengan beberapa dari mereka yang memberikan perhatian lebih kepadaku cuma gara-gara aku selalu membandingkan mereka dengan mantan pacarku. Mereka toh nggak salah apa-apa padaku, jadi kenapa aku nggak berusaha memperlakukan mereka dengan baik sebaik perlakuan mereka padaku. Aku juga mulai sadar, memilih calon pendamping hidup itu sebaiknya bukan dengan siapa biasanya kamu berbagi kesenangan. Tetapi lebih baik jika kamu memilih seseorang di mana kamu biasanya merasa tenang ketika kamu sedang dirundung duka. Pada faktanya, hidup ini lebih banyak masa sulitnya ketimbang masa senangnya. Perasaan bahagia itu menurutku cuma euforia sesaat. Beberapa detik setelahnya kita harus kembali bergumul dengan kesulitan dan duka untuk kembali berjuang meraih kesenangan yang berikutnya.

Aku mencoba berhenti membandingkan gadis-gadis itu dengan mantan pacarku, kerena toh pada nyatanya tidak pernah ada 1 orang pun yang bisa dibandingkan dengan orang yang lainnya. Tidak pernah ada manusia yang benar-benar sama. Semuanya memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan orang lain, pun tidak ada seorang pun yang bisa digantikan oleh orang lain. Rivaldo sendiri marah ketika dia dianggap sebagai pengganti Bebeto di Deportivo La Coruna. “Tipe kami berbeda,” katanya. Dan memang kejadiannya seperti itu, seperti ketika Rivaldo sendiri tidak bisa digantikan oleh Ronaldinho sekalipun di Barcelona. Rivaldo cuma mengisi pos kosong yang ditinggalkan Bebeto. Tapi berharap bahwa Rivaldo akan bermain seperti Bebeto, menurutku itu adalah suatu hal yang naif. Bebeto, Rivaldo, dan Ronaldinho adalah 3 individu yang berbeda satu sama lain dan dengan karakteristik permainan yang berbeda pula.

Iklan

70 Responses to “Mungkin Bukan Pengemis Cinta”


  1. 1 cK September 9, 2007 pukul 1:08 am

    vertamax dulu ah πŸ˜€

    *OOT*

    headernya enggak banget πŸ˜†

  2. 2 Shelling Ford September 9, 2007 pukul 1:14 am

    lho, headerku kan malah keren πŸ˜›
    jarang2 lho ada cowo cakep yang mau mengorbankan ketampanannya dengan dandanan panggung seperti itu

  3. 4 sandal September 9, 2007 pukul 3:54 am

    Beberapa tips yang kubaca dari majalah remaja yang menyebutkan kalau aku harus membuang semua kenanganku tentangnya tidak pernah kuturuti.

    Wis gede kok pake teknik remaja, yo ra cocok dab πŸ˜›
    Anyway, kebencianmu pada suatu kampret, jangan sampai membuatmu berlaku tidak adil kepada sang kampret yo mas dab! ^_^

  4. 5 krisosa September 9, 2007 pukul 7:38 am

    wohohoho! tulisanmu!
    aku kena banget eh joe! sial..!!
    πŸ™‚

  5. 6 M Shodiq Mustika September 9, 2007 pukul 8:05 am

    Joe, aku iri sama kamu. Obyek dakwahmu enak: para adik kelas yang “lugu-lugu”. Sedangkan aku seringkali menghadapi orang yang paling sulit didakwahi. Gimana kalo kita tukar posisi? πŸ˜‰

  6. 7 danalingga September 9, 2007 pukul 9:37 am

    Jadinya patah hati membawa prestasi ya joe?

  7. 8 calonorangtenarsedunia September 9, 2007 pukul 9:41 am

    Mas Shodiq ini promosi link di mana2.. πŸ˜†

    sudahlah, Joe. Sekarang kan kamu sudah menemukanku..

  8. 9 nieznaniez September 9, 2007 pukul 10:18 am

    yang bisa mengobati hatimu ya dirimu sendiri.
    itu kalo aku lhooo..
    maaf, aku tidak bisa mengobati hatimu.
    *halah*

  9. 10 oddworld September 9, 2007 pukul 11:46 am

    “Aku harus mulai berpikir, kalau aku terus-terusan seperti ini, bagaimana dengan masa depan dunia? Di pundakku ini digantung jutaan harapan dari seluruh umat manusia.”

    Ahaha *delusi* semacam ini juga yang menyelamatkan saya πŸ™‚

  10. 11 danasatriya September 9, 2007 pukul 12:15 pm

    katanya ganteng, jadi uda patah hati berapa kali?
    ato justru rekor mematahkan ‘cakar kucing kucing liar’ nun jauh di jogja sana? :mrgreen:

  11. 12 kudzi September 9, 2007 pukul 1:29 pm

    Untungnya aku, dari jaman cinta pertamaku, aku selalu naksir dengan gadis yang memiliki kemampuan intelegensia superior. Dendamku pada mantan-mantanku biasanya kusalurkan dengan perasaan bahwa aku nggak boleh kalah dari kampret-kampret itu

    Ayo… joe….!
    Mereka udah pada lulus kuliah joe….
    Masa kalah….

    *kaburrr……*

  12. 13 mardun males login September 9, 2007 pukul 1:55 pm

    Rasanya puas sekali kalau suatu saat aku bisa menginjak-injak dan meludahi seseorang yang dulu pernah menyakitiku!

    udah kesampaian belum joe? πŸ˜›

  13. 14 abeeayang September 9, 2007 pukul 3:12 pm

    anda pantes di beri gelar ratuasdilsatriacintaningsuksma mengkubumi haryo dipuro mengku rondo2 wu…..neng jero loro ninggaling pangeling dengan filsafat cinta yang jenengan buat……selamat….
    sekali lagi selamat……..
    hiaks..hiaks……..

  14. 15 M Shodiq Mustika September 9, 2007 pukul 4:23 pm

    @calonorangtenarsedunia
    Iya, ya. Mestinya, yang rajin bikin link tuh calon orang tenar sedunia. Sori, deh.

  15. 16 Mihael "D.B." Ellinsworth September 9, 2007 pukul 5:06 pm

    Joe,

    Baru masalah antara perempuan dan laki – laki sih, sepertinya, tidak jauh lebih berat daripada kasus – kasus yang lain. harusnya hal itu masih bisa dilupakan, meski membutuhkan waktu.

    Bukan menggampangkan sesuatu sih.

    Toh, kasusnya masih antara dua individu. Dan juga, belum berat.

  16. 17 Mrs. Neo Forty-Nine September 9, 2007 pukul 5:15 pm

    Untungnya aku, dari jaman cinta pertamaku, aku selalu naksir dengan gadis yang memiliki kemampuan intelegensia superior.

    untuk menutupi kelemahan kamu ya Joe?

    :mrgreen:

    *kabooor ke jogja*

  17. 19 guthut September 9, 2007 pukul 9:57 pm

    Untungnya aku, dari jaman cinta pertamaku, aku selalu naksir dengan gadis yang memiliki kemampuan intelegensia superior.

    kalo aku sekarang sedang jatuh cinta ma ahh..ga tega aku nyebut kampretbidadari yang superior. tapi emang kenyataannya dia kampret. dia nolak dengan bilang “aku bakal ngremehin kamu, kamu mau aku remehin?”
    kalo aku jawab mau, mau ku taruh mana kejantananku! ku jawab engga, brarti aku deal dengan penolakan dia. Hff..mana dia juga sedang di yk sekarang!!!

  18. 20 almascatie September 10, 2007 pukul 1:23 am

    dokter cinta skarang kah
    wkkakakakka

  19. 21 Shelling Ford September 10, 2007 pukul 9:59 am

    cK:::
    napa, chik? kok terdiam? πŸ˜›

    sandal:::
    lho, aku kan baru 17 tahun. masih pantes dunk…

    krisosa:::
    kena? kena sama yang mana, john? mabk yang itu ya? huehehehehehe!

    M Shodiq Mustika:::
    wah, nggak aja, kang. maturnuwun. saya sangat menikmati keadaan saya yg sekarang, kekekeke

    danalingga:::
    tergantung bagemana kita menyikapi setiap keadaan di sekeliling kita :mrgreen:

    calonorangtenarsedunia:::
    ya..ya..nemu kamu di stasiun tugu, wakakakakakaka!

    nieznaniez:::
    lho, aku ndak minta lho ya…
    wong sudah sembuh, oh yeah!

    oddworld:::
    sebagian orang menganggapnya “narsis”, sedangkan saya menganggapnya sebagai “pemaparan fakta” :mrgreen:

    danasatriya:::
    2 kali. cuma 2 kali, kok πŸ˜€

    kudzi:::
    yang sudah lulus baru 1, ji. yang satu lagi, menurut kabar yang terakhir kudengar, sedang sibuk ngrampungin skripzione

    mardun males login:::
    belum. saya baru kesampaian bilang ke dia, “kalau kamu itu laki-laki, mungkin sekarang sudah kuinjak-injak mukamu.”
    (tentunya dalam bahasa jawa)
    lha piye, aku mangkel tenan, je πŸ˜›

    abeeayang:::
    terima kasih..terima kasih..tanpa dukungan kalian semua, saya tidak mungkin berdiri di panggung ini πŸ˜›

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
    kelihatannya mungkin sepele, be. tapi untuk menit2 awal, kasus seperti itu cukup menggoyahkan iman, lho… πŸ˜€

    Mrs. Neo Forty-Nine:::
    salah. itu untuk memancing keluarnya daya tempurku yang sebenarnya

    guthut:::
    mana dia, mas?
    mana?
    biar saya yang mewakili menghukum dia, kekekeke!

  20. 22 Shelling Ford September 10, 2007 pukul 10:01 am

    almascatie:::
    ah, tidak. cuma profesi yang dipaksakan oleh keadaan, kok

  21. 23 Heureuyβ„’ September 10, 2007 pukul 10:56 am

    “… manis (tapi iblis)-ku …”

    πŸ˜† … tersirat kalo sakit banget … πŸ˜†

  22. 24 antobilang September 10, 2007 pukul 11:47 am

    hm… lidah saya ikutan kelu membaca kisahmu joe.
    mirip sih.
    untung kamu udah bisa lepas, nah aku? setiap hari masih harus ketemu.
    makanya pengen cepet2 lulus. wakakakaka

  23. 25 toim the shinigami September 10, 2007 pukul 11:52 am

    tulisan ini meskipun (mungkin) menginspirasi, tapi banyak narsis-nya, kekeke

  24. 26 julfan September 10, 2007 pukul 12:24 pm

    cinta, cinta, lagi2 cinta……

  25. 27 ea September 10, 2007 pukul 1:20 pm

    hahahhahaha ada2x ajah si Joe ini hehehhee

    hm perempuan ituh memang bajingan joe makanya saya gak doyan perempuan hahahhaa

  26. 28 MasIndra September 10, 2007 pukul 3:16 pm

    mas joe suka perempuan tho?

  27. 30 sandal September 10, 2007 pukul 4:03 pm

    Shelling Ford
    lho, aku kan baru 17 tahun. masih pantes dunk…

    durung sunat sisan πŸ˜€

  28. 31 putuyoga September 10, 2007 pukul 5:19 pm

    …..banyak juga yang kasih komentar euy

  29. 32 calonorangtenarsedunia September 10, 2007 pukul 5:34 pm

    @Pak Muh
    Ya maap, Pak. Saya kan cuma bercanda.. Soalnya promosi link bisa dikategorikan sebagai spam. Hhehe..

    *piss lah*

  30. 33 chiell September 10, 2007 pukul 6:41 pm

    tulisan’e dowo…
    Aku wegah moco. :p

    tapi kayaknya cara paling jitu buat nglupain patah hati adalah dengan patah hati lagi dengan mencari cewek lain….

  31. 34 Shelling Ford September 10, 2007 pukul 7:58 pm

    Heureuyβ„’:::
    nggak terlalu ah. dulu mungkin iya. tapi sekarang, saya yakin, iblis semanis apapun tidak akan sanggup menyakiti saya lagi. saya lebih ahli dalam hal saling-adu-memanfaatkan. saya yakin dengan kemampuan saya yang sekarang, teh πŸ˜›

    antobilang:::
    sini, nto. biar aku yang membalaskan dendammu. bagemana? :mrgreen:

    toim the shinigami:::
    mas…mas…itu bukan narsis lho…itu pemaparan fakta πŸ˜€

    julfan:::
    cinta itu asyik dibicarakan lho, mas. termasuk jungkir-baliknya.
    eh, salut? atas hal apanya? btw, apapun itu, terima kasih, kekekeke

    ea:::
    dan berhubung saya sendiri juga bajingan, maka sewajarnya saya berkumpul dengan sesama bajingan, kan? πŸ˜›

    MasIndra:::
    lho, ya jelas. masak iya saya suka waria?

    sandal:::
    nek sunat wis kok. mbiyen, pas klas 3 sd πŸ˜›

    putuyoga:::
    iya po? padahal belum sebanyak priyadi.net lho

    chiell:::
    chiell, nek koen patah hati terus, njuk rabine kapan?
    btw, pantes…pantes…
    malas itu pangkal bodoh πŸ˜›

  32. 35 bunda September 10, 2007 pukul 10:57 pm

    walah.. cinta terhadap sesama manusia terlalu menggebu dipikirin, lantas bagaimana cinta kita kepada Allah? apakah sudah 100% ato udah terbagi sama cinta duniawi?
    Makanya di dalam Islam sebisa mungkin dihindarkan dari yang namanya pacaran atau ta’aruf gaya indonesia, soale ya..itu, agar kita terhindar dari mabuk hati, patah hati.. terhadap sesuatu yang belum jelas dan bisa menolong hidup kita.
    Nanti kalo’ sudah merasakan yang namanya berumah tangga,
    akan mengerti bagaimana sulitnya menjadi seorang “ibu” yang mulai hamil..melahirkan..gembrot karena menyusui..mengatur rumah..de el el..de el el..atau menjadi “ayah” yang mencari uang untuk memenuhi semua kebutuhan rumah, palagi kalo’ tau tu duit nggak cukup untuk bayar sekolah anaknya yang mulai membengkak. Tidak akan ada yang ditutupi2 lagi, baik buruknya sifat seseorang istri/suami akan nampak setelah berumah tangga. Tinggal kita kuat menjalaninya atau tidak dan akan kita bawa kemana perahu “rumah tangga” kita?
    Cinta dunia yang enak adalah cinta suami istri yang asik memadu kasih beribadah bersama di hadapan-Nya di saat musibah/ujian rumah tangga tengah datang menghampirinya…!

  33. 36 bunda September 10, 2007 pukul 11:07 pm

    Ini ada puisi bagus buat mereka2 yang baru merasakan nikmatnya “pacaran” dan belum merasakan nikmatnya cinta suami istri.. (semoga berkenan membacanya)

    Pengantin Abadi !

    Manusia dilahirkan dengan cinta
    Agama diturunkan dalam cinta
    dan hidup jadi indah dengan cinta
    Tapi cinta dengan cinta tidaklah sama
    Ada cinta karena Allah
    Ada cinta dalam panduan setan

    Dan cinta akan selamat
    Dalam panduan Zat Yang Punya Keselamatan
    Jika sarang cinta adalah kalbu
    Maka dekatkan kalbu kepada Allah
    agar kalbu menjadi bersih
    agar cinta menjadi murni

    Sedangkan cinta antara laki-laki dan perempuan
    adalah bagian dari perhiasan dunia
    Kalau dirawat dengan iman dan taqwa
    akan menjadi perhiasan akhirat

    Dalam hati yang bertauhid
    Suami bukan pujaan
    dan istri bukan idaman
    Dalam tauhid
    Suami istri adalah teman berjamaah
    dalam mengagungkan Allah
    Suami adalah imam dan istri jadi makmum

    Dalam keluarga yang mengagungkan Allah
    Rumah akan dihiasi dengan keindahan shalat
    Tempat tinggal akan diharumkan dengan aroma Al Quran
    Suami mencarikan nafkah istri akan menjadi amal shaleh
    Istri tersenyum kepada suami akan menjadi sedekah
    Alangkah indah hati yang beriman
    Cinta pun mekar dalam damai
    Sehingga rumah menjadi cerminan surga
    Dan kalau suatu saat terpaksa bertengkar
    tidak membuat rumah tangga bubar
    Bertengkar dalam cinta sejati
    Bertengkar yang diselimuti iman dan taqwa
    akan memperbaharui cinta itu sendiri

    Suami istri
    Dua butir embun
    Yang bersatu dalam sekuntum mawar

    Suami mengucurkan keringat kerja
    Istri berdoa dalam hati yang berbunga
    Langkah diayun bersama
    menuju ridha Ilahi

    Dua jiwa yang bersatu dalam taqwa
    akan menjadi mempelai cinta
    Cinta akan segar sampai tua
    Bahkan ke surga pun
    Di atas perkampungan
    yang kerikilnya terdiri dari batu-batu permata
    Dalam ridha Allah
    akan tetap menjadi pengantin abadi

  34. 37 alex September 11, 2007 pukul 2:53 am

    lho, headerku kan malah keren πŸ˜›
    jarang2 lho ada cowo cakep yang mau mengorbankan ketampanannya dengan dandanan panggung seperti itu

    ….

    *mikir*

    Joe… aku komen nanti saja, ya? πŸ™„

    *submit*

  35. 38 dodo September 11, 2007 pukul 3:23 am

    memang mas joe ini jago banget kalo soal nulis. yang biasa (gak mutu) pun bisa jadi luar biasa kalo ditulisnya. he..he..

    salut buat mas joe alur penceritaan emosinya asik

  36. 39 sapto September 11, 2007 pukul 9:06 am

    Ngombe wae Joe!
    Pas aku patah hati sering diajaki ngombe bareng konco2ku,
    jare iso nglaleke loro.

    Tapi aku wegah, mundhak kembung :p

  37. 40 sapto September 11, 2007 pukul 9:07 am

    Komen header:

    Sing casting sopo sopo joe? kok iso pas banget.
    Kowe pancen paling cocok nek dadi Dursasana.

  38. 41 'K, September 11, 2007 pukul 10:07 am

    cuma bs ketawa sambil nelen ludah
    hihihi

  39. 43 Shelling Ford September 11, 2007 pukul 3:35 pm

    bunda:::
    justru itu, memenej pacar aja kadang2 saya masih kebingungan, apalagi kalo harus memenej istri dan anak2. makanya saya ngerasa belum waktunya untuk menikah πŸ™‚

    alex:::
    ya…ya…ya…ndak pa-pa kok

    dodo:::
    berlebihan, ah. jadi kepengen malu, kekekeke

    sapto:::
    nglalekkene mung dilit, mas. bar tangi aku kelingan meneh. yakin! kekekeke…
    sebenernya awal-awalnya aku malah mau dikasi peran jadi burisrawa juga. tapi anak2 ngomong, “nek burisrawa kowe ra cocok. kebagusen, joe. ning nek dadi janoko mengko cah2 sing liane meri, kok sing dadi janoko kowe terus.” jadilah akhirnya saya diplot cukup sebagai gatutkoco untuk menghindari kebosanan

    ‘K,:::
    kenapa? pernah mengalami? πŸ˜›

    syarief:::
    namanya juga anak2, mas. jadi wajar kalo masih cengeng. toh cengeng itu sebuah proses yang bagus untuk menimbulkan kesadaran diri pada akhirnya, lho πŸ˜‰

  40. 44 mada d'goddes September 11, 2007 pukul 3:45 pm

    hohohoho…
    patah hati…berjuta rasanya…
    nangis sendiri…marah2 sendiri…
    agh…
    pria meman9 ba**ngan!!!!
    heheheh…

  41. 45 Shelling Ford September 11, 2007 pukul 3:50 pm

    nggak semua, kok. tapi aku sendiri memang bajingan πŸ˜€

  42. 47 wib September 12, 2007 pukul 4:06 pm

    LEBIH BAIK MATI…

  43. 48 teman September 12, 2007 pukul 4:20 pm

    matur nuwun mas…
    rodo padhang…

    πŸ˜€

  44. 49 rozenesia September 13, 2007 pukul 1:31 pm

    Curhatnya panjang amat. πŸ˜•

    Ah iya, kena di saya, bung! Kena!

    (salam kenal)

  45. 50 restlessangel September 13, 2007 pukul 2:44 pm

    halah…curhat tho….narsis bgt kiye
    jangan2 dikau ini mengidap delusi grandiur ato waham kebesaran ??? ~_~

    hehe…
    eh Dab, sori banget, kayane CDne gak jadi nih. uda sosialisasi ke temen2, ternyata byk yg gak setuju dg berbagai alasan. mrk malah lebih suka foto bareng (halaaaaaah, katrok tenan).

    maafkan daku Dab….
    ntar kl buka puasa bareng, insya allah tak undang. tp konco2ku sing huayu + berjilbab udah pd nikah jeee^^

  46. 51 M00nray September 13, 2007 pukul 11:56 pm

    Easy to say, Hard to do ya joe….
    Meski sekarang sudah tidak single lagi, double juga nggak, triple malah
    aku juga sekarang masih tetep ndak bisa ngelupain rambut panjang itu joe, koe reti to wonge??
    se sakit sakitnya hatiku dislompreti sama dia, tapi tetep aja, gak bisa, kayak nyandu, itu yang berat.
    udah tau sakit, tapi bukannya menghindari, tapi malah menikmati rasa sakit itu.
    Aku sendiri kadang heran, masih juga pengen ngobrol ma dia, sms an.tlp kadang malah, meski harus rajin rajin mbuang record hp, kalo kena sweeping kan malah jadi nggak karuan.
    Serba salah, semakin aku berusaha menjauhi, malah semakin kuat menempel(emang lintah?? eh tapi emang dia kayak lintah kok)
    brengsek tenan ki…

    (BTW,sms posomu njijiki, porwardan mesti, koe ki ra bakal gelem ngetik karakter sing susah diwoco)

  47. 52 extremusmilitis September 14, 2007 pukul 11:16 am

    hmmm, cinta πŸ™„
    memantau dulu komen yang masuk akal
    *larak-lirik komen-komen gak jelas diatas sana*

  48. 53 restlessangel September 14, 2007 pukul 2:04 pm

    hehehe…..ternyata cowo2 ini melancholic juga yaaaah….
    rasain, sukurin tuh !!!

    eh joe, soal buk-bar, ga janji yaaa….hhehehe

  49. 54 jensen99 September 14, 2007 pukul 8:12 pm

    Kaya’ mbaca cerita hidup sendiri. Kata P.O.D: “the hardest part of holding on is lettin’ it go.”
    Well, Joe, sperti katamu: “what doesn’t kill us, makes us stronger.” Stuju skali tuh…
    Smoga berikutnya dapet yang lebih perfect…

  50. 55 Mrs. Neo Forty-Nine September 14, 2007 pukul 11:57 pm

    mohon maaf Joe, aku lagi sibuk TM…jadi ndak bisa komen

    😎

    :mrgreen:

  51. 56 extremusmilitis September 16, 2007 pukul 10:18 am

    *akhirnya setelah larak lirik komen* :mrgreen:
    emang sulit kalau udah bicara putus, cerai, pisah, ditinggalin, meninggalkan, karena pasti kedua kubu bakal stress, sedih, bingung, melamun, dan seabrek tingkah lainnya.
    *dulu aku begitu gak ya πŸ™„ *

    aku sih lebih memilih akan menganggap “dia mantan” sebagai adik, abang, kakak atau sahabat, jadi rasa sakit hati itu bisa jadi rasa sayang sebagai saudara, dan itu akan lebih baik kayanya
    *emang tidak mudah, tapi pantas dicoba kan?* πŸ™‚

  52. 57 cool ratton September 16, 2007 pukul 10:37 am

    ceritane berapi api
    super saiya 3 on mode ya..

  53. 58 lambrtz September 16, 2007 pukul 10:53 pm

    patah hati?
    aku jagonya dong…
    dah survive 2 kali patah hati, pernah mencoba mengobatinya dgn mendekati ce lain (wlp aku akhirnya sadar kalo ga bener2 suka sama dia dan akhirnya ninggalin), tabah melihat teman2 berjalan2 dgn pacarnya (iri sih, tapi…gimana lagi, kan love can wait for the completion of world domination) πŸ˜€

  54. 59 dodo September 17, 2007 pukul 2:51 pm

    gimana caranya biar akunku berwarna biru seperti yang lain?

  55. 60 Goop September 17, 2007 pukul 5:20 pm

    memilih calon pendamping hidup itu sebaiknya bukan dengan siapa biasanya kamu berbagi kesenangan. Tetapi lebih baik jika kamu memilih seseorang di mana kamu biasanya merasa tenang ketika kamu sedang dirundung duka.

    Yang gini nih, gwe demen

    -syaluth-

  56. 61 Goop September 17, 2007 pukul 5:22 pm

    Eeeiiitsss, ada yg lupa pula, irama tulisannya jg bagus, g monoton,
    -keep posting bro-

  57. 63 dodo September 19, 2007 pukul 3:03 am

    *smoga sudah bisa*

    kemana ja mas joe, lama gak muncul

  58. 64 dodo September 19, 2007 pukul 3:09 am

    akhirnyaketemujugacaranya

    sori gak penting

  59. 65 erander September 19, 2007 pukul 2:46 pm

    “..seolah-olah aku pengen menunjukkan kepada mantan pacarku betapa salahnya dia telah mencampakkan laki-laki sehebat aku, ..”

    Good point .. walaupun seolah-olah, gpp Joe. Justru itu yang bikin kamu eksis hingga sekarang. “Magic word” seperti itu terbukti ampuh mengangkat orang dari bukan siapa2 menjadi “mentas”

  60. 66 maruria September 22, 2007 pukul 10:45 am

    Baca postinganmu jadi mikir, jangan2 si mantanku itu juga menyebut saya “si kampret” yak???
    Baca postinganmu seperti membaca isi hati si mantan pacar saya yang sampeh skarang masih mengharap harap saya ndak jadi nikah dengan si mas yang di kalimantan.
    Cuma, bedanya, si mantan ini ndak “hebat” kayak kamu joe.
    Wih..ada yg Ge-Er…
    *kabuuuurr…*

  61. 67 Luzzi September 29, 2007 pukul 2:00 pm

    wekekeke….
    saiki karo sopo leee? :p
    piye kabare himakom? wes dadi ketua bem rung koe?

  62. 68 Shelling Ford Oktober 6, 2007 pukul 1:23 pm

    nieznaniez:::
    bukannya penarik gerobak?

    wib:::
    matio kono! kalo aku kemarin milih mati, skrg aku ndak bakal bisa bercinta dengan gadis2 lainnya

    teman:::
    sama2 πŸ˜€

    rozenesia:::
    wah, maaf, nggak bermaksud mngenai kok, sebenernya… πŸ˜›

    restlessangel:::
    udah hampir lebaran ini… undangan tak kunjung datang :mrgreen:

    M00nray:::
    masih untung ditanggepi, lik. nek aku blas tiada respon. dari yang manapun itu… πŸ˜›

    extremusmilitis:::
    sebelah mana yg nggak masuk akal?
    nganggap adik/sahabat/kakak/teman itu bisa kalo yang bersangkutan juga mau memulai hubungan baru. tapi kalo beliau2nya lebih memilih memutuskan silaturahmi bahkan setelah menyakiti, ya saya tiada bisa bgmn2 lagi πŸ˜‰
    cuma bisa bilang, “janjimu dulu bakal kutagih nanti di padang mahsyar.” :mrgreen:

    jensen99:::
    zaskia mecca? aye! saya mau kalo sama dia! :mrgreen:

    Mrs. Neo Forty-Nine:::
    karepmu! πŸ˜›

    cool ratton:::
    semua orang kayaknya pernah patah hati, kan?

    lambrtz:::
    ayolah sobat…semangat!

    Goop:::
    terima kasih!

    dodo:::
    selamat! πŸ˜€

    erander:::
    kadang2 kita perlu menilai diri kita dengan tinggi yo, kang…huehe

    maruria:::
    wah, seandainya mantan mbak seperti saya, maka berhati2lah :mrgreen:
    lari kemanapun bakal tetap tidak tenang, kekekekeke

    Luzzi:::
    udah mau pensiun dari senat, malahan… πŸ˜›

  63. 69 Bajingan Juli 27, 2010 pukul 12:43 am

    joe…,
    Sekolahmu nandi joe..
    Kok goblok temen.
    Lanang menang mileh joe(diatas rata2)joe awakmu melu diatas rata2 ura,
    Wedok menang nolak…joe(kusus wedoan diatas rata2)ex :cewekmu iku n0lak kmu. .hehehehehe huhuhu

  64. 70 niam Februari 3, 2016 pukul 7:36 pm

    Mbois cak tulisan-tulisanmu, gak ono kromone, tapi opo onok e


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,048,402 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia