Anindito Satrianto Resmi Ditransfer

Kemarin lusa, setelah mengambil barang-barang terakhir, such as tempat sabun, helmet plus kevlar (maksudnya helm dan jas hujan), sandal jepitnya si Bram yang nggak diambil-ambil, terus mbalikin kunci sama nyerahin rekening air dan listrik ke Bu Suhadi, akhirnya aku resmi ditransfer dari Pogung Rejo B.19 ke Soropadan CC XII/32.

Rumah yang lama

Proses transfer berjalan tersendat-sendat, sebelumnya, berhubung barang-barang di rumah lama kupindahin secara cicilan.

Gelombang pertama sudah diawali sejak hari Minggu akhir bulan kemarin. Dibantu T’sar, Aphip, dan Trojan, aku mengangkut lemari, rak buku, buku-bukunya, kasur, bantal, guling, baju-baju, komputer superku, dan meja tulis ke mobil pick-up-nya T’sar. Nggak semuanya bisa diangkut pada hari itu. Jadi beberapa perkakas kutinggal dulu di rumah lama.

Dengan T’sar memegang kendali penuh atas pick-up-nya, aku duduk di sebelahnya, kamipun berangkat. Aphip mengawal perjalanan kami dengan Shogun itemnya, sedangkan Trojan, jagoan bikin virus di kampus yang anehnya nggak bisa bahasa Inggris sehingga dijuluki “Hacker Ompong” (seringkali program bikinannya nggak jalan cuma gara-gara kesalahan vocabulary), harus berpuas diri duduk sambil ajojing menikmati jalanan yang tidak rata di bak pick-up-nya T’sar.

Gelombang kedua dikerjakan hari Minggu lalu bersama si Bram, yang memproklamirkan diri sebagai mbahnya Delphi. Beliau terkenal dengan ketidak-bisaannya diganggu ketika coding dan slogan yang menyertainya,yaitu “Barang siapa yang mengganggu Bram dalam kegiatan codingnya, maka sesungguhnya termasuk dalam golongan kaum yang merugi”. Kami berdua mengangkut papan gabusku dan casing komputer yang ketinggalan.

Gelombang ketiga, ya kukerjakan sendiri sehabis jumatan kemarin lusa itu.

Ada sedikit perasaan sentimentil pas pindahan kemarin. Hal yang nggak aneh, karena setiap pindah rumah aku memang selalu mendadak jadi sentimentil. Nginget-nginget hal-hal besar dalam hidupku yang kuputuskan di rumah yang kutinggalkan.

Misalnya aja, rumah di Pogung Rejo kemarin itu selama 3 tahun ini dikenal oleh anak-anak kampus sebagai sekretariat tidak resmi Ilmu Komputer UGM. Banyak keputusan penting yang menyangkut hajat hidup Himakom, lab mahasiswa, bahkan Senat Mahasiswa FMIPA UGM diambil di rumah itu.

Rapat-rapat di kampus seringkali berjalan tidak efektif, dan sebagai senior, adik-adik kelasku setelah rapat sering berucap, “Ngko bengi aku neng omahmu, yo! Ngomongke masalah iki.” Selanjutnya sebagai kakak kelas yang baik tentu saja pada akhirnya aku bertindak sebagai advisor, meski tidak jarang akhirnya aku yang ditempatkan sebagai decision-maker. Bahkan untuk hal yang aku sama sekali tidak terlibat di dalamnya, misalnya aja KKN tematiknya Septo tahun ini, juga diputuskan di Pogung Rejo B.19.

Mungkin, yang bisa menyaingi kelegendarisan Pogung Rejo B.19 itu di mata anak-anak di kampus hanyalah Baker Street 221 B-nya Sherlock Holmes.

Rumah itu juga menyimpan berbagai kisah perburuanku dengan gadis-gadisku. Mulai dari yang menolakku, meninggalkanku, sampai dengan calon istriku yang sekarang. Naskah-naskah gombal tentang mereka terinspirasi di rumah itu. Tulisan pertama tentang seekor cewek yang pertama kali dimuat di blog ini juga diketik di rumah itu. Cuma dinding-dinding bisu di rumah itu yang tahu bagaimana hatiku melompat-lompat ketika gadis yang kusukai tiba-tiba saja berada di depan pintu rumahku (doh, bahasanya!).

Cuma tembok-tembok yang tidak bersuara itu (bohong, ding! Sebenarnya ada Pepe dan Destian juga waktu itu) yang paham betapa aku tiba-tiba meradang di telepon ketika aku dituduh sama cowoknya mantan pacarku dengan dakwaan bahwa aku kembali menggoda mantan pacarku yang di Surabaya itu. Bocah kampret! Aku bilang padanya, waktu itu, supaya datang aja ke Jokja kalau memang pengen berantem. Lha, nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba aja aku ditelepon, terus dituduh, terus dimaki-maki dengan bahasa yang tidak senonoh oleh lanangan kurang ajar itu.

Rumah yang baru

Dan sekarang, halo pembaca, aku sudah di rumah yang baru. Kamarku lebih luas, lho. Warna dindingnya ungu. Secara keseluruhan bangunan, rumah yang sekarang ini juga lebih besar. Di depan juga ada terasnya. Cocok buat nongkrong sambil genjreng-genjreng main gitar di malam hari.

Tapi kamarku yang sekarang masih berantakan. Perlu beli beberapa perkakas baru untuk mengoptimalkan fungsi kamarku. Jadi masih banyak barang yang berceceran, meski beberapa barang lawasku yang wujudnya hampir tidak ketahuan sudah kubuang waktu pindahan gelombang pertama, misalnya aja sandal gunungku yang sudah menemaniku menerobos lautan api berkali-kali itu.

Sandal gunung New Balance

Selebihnya, belum ada kejadian seru selama aku berada di sini. Yang ada sejauh ini hanyalah sebuah kekecewaan prematur bahwa rumah ini ternyata terletak di daerah kos-kosan cowok. Lingkungan yang sangat tidak kondusif, menurutku, yang kukhawatirkan bakal mematikan insting berburuku.

Yah, semoga aja tidak demikian, pembaca. Tapi yang jelas, aku merasa, jika terlalu lama tinggal di lingkungan seperti ini, reputasiku sebagai Casanova bakal dipertaruhkan.

47 Responses to “Anindito Satrianto Resmi Ditransfer”


  1. 1 toim the shinigami Agustus 12, 2007 pukul 6:06 pm

    met pindah ya, mas!! semoga gak mempengaruhi performa penulisan anda!!

  2. 2 Luthfi Agustus 12, 2007 pukul 6:08 pm

    Mungkin, yang bisa menyaingi kelegendarisan Pogung Rejo B.19 itu di mata anak-anak di kampus hanyalah Baker Street 221 B-nya Sherlock Holmes.

    hooo
    bocah, wes ganti avatar wae, jeneng serlok isih digowo2
    hihihihihihihi

  3. 4 macanang Agustus 12, 2007 pukul 10:34 pm

    “Kamarku lebih luas, lho. Warna dindingnya ungu..”, warna janda no mas..kekeke😀

    B.19, deket sama kosanku dulu no, wartel Mbah NgGopir sing duwe angringan di Poskamling Pogung Rejo😀

    selamat pindahan, Bung! (mumpung lagi mau agustusan)

  4. 5 Mrs. Neo Forty-Nine Agustus 12, 2007 pukul 10:36 pm

    oalah…
    dadine kowe ra duwe kontrakan 2 maneh Joe?

  5. 6 safitri Agustus 13, 2007 pukul 6:17 am

    Joe, pasti rumah lama sekarang sedang merayakan kegembiraan yang luar biasa atas kepindahanmu, hahahaha..

    Kaya’nya rumah barumu kondusif buat aku, boong ding😀

  6. 7 mbelgedez Agustus 13, 2007 pukul 6:59 am

    Itu ada poto henpon jadul mangsudnya apa, Joe…

  7. 8 cool ratton Agustus 13, 2007 pukul 7:47 am

    sentimentil tu biasa mas, aku pernah 4 tahun bobok di kamar sekat besar dengan halaman rumah yang luas, dengan tetangga yang udah kukenal baik semua plus burjo, lotek, P.S dan angkringan deket rumah. entah sudah berapa ribu kali aku pipis di rumahku itu(baik pipis biasa maupun pipis enak), kemudian singkat cerita aku datang lagi dan dipaksa tinggal di rumah kecil yang baru aku kenal. hiks..
    gpp fren, sebulan lagi maka kamu akan biasa aja tinggal di tempat baru

  8. 9 arya Agustus 13, 2007 pukul 8:39 am

    joe bisa sentimentil ya?

  9. 10 manusia Agustus 13, 2007 pukul 9:00 am

    Nderek komentar,

    Mas, tiap kali mbaca tulisan njenengan itu saya mesti mau ketawa. Sebuah pendekatan bagus dalam mengungkapkan pikiran.
    Jadi ingat waktu masih muda, yang dipaksa pindah dari kos yang dikelilingi empat kos cewek di belakang Gudeg Bu Amat ke daerah Klebengan yang gersang dan bercowok.

  10. 11 almascatie Agustus 13, 2007 pukul 9:21 am

    casanova ilang?? ga mungkin lah paleng mengalami dehidrasi pelan-pelan tuh hihihiih😀

  11. 12 anginsurga Agustus 13, 2007 pukul 9:28 am

    rumah baru nih yeh………

  12. 13 mrtajib Agustus 13, 2007 pukul 9:28 am

    mengingatkanku ktika dulu pernah di Yogya yang entah berapa kali pindah kost. Pertama, di Nologaten, kedua Gaten (Dekat Pesantren Wahid hasyim), ketiga di Hotel Ambarukmo (eh…kulone Hotel), keempat di Sapen bagian Timur, kelima di Sapen bagian barat, keempat di Ambaukmo bagian selatan (dekat rel kereta api, fak tarbiyah UII), kelima di Ambarukmo, dekat masjid (opo yo, lali)….

    Wah..okeh men yo?
    Saiki aku juga di http://wongbumen.info (ne sing iki iklan.. he he he he)

  13. 14 Joerig™ Agustus 13, 2007 pukul 9:42 am

    sandalnya kok berjamur gitu ????? …

  14. 15 Adi Nugroho Agustus 13, 2007 pukul 10:03 am

    jangan lupa kirim surat sesampainya di sana kang

  15. 17 gembulz Agustus 13, 2007 pukul 12:51 pm

    Aku salah seorang yang suka mbaca tulisan-tulisan situ. Mbelgedes tapi kalo dipikir-pikir ada sesuatu terkandung didalamnya. Sepele tapi berkenan. Nggak mutu tapi dalem. Nggak ada maksud buat njelek-nejelekin tapi kadang-kadang tulisanmu memang nggak bermutu (kalo cuma liat judulnya) tapi begitu mbaca… wasem…. dalem banget joe.

  16. 18 sandalian Agustus 13, 2007 pukul 1:58 pm

    kos yang baru di lingkungan cowok-cowok?
    awas ada ependi ha.ha.ha.

  17. 19 manusiasuper Agustus 13, 2007 pukul 2:09 pm

    Gud bye…

  18. 20 nailah zhufairah Agustus 13, 2007 pukul 2:34 pm

    aihh potong kambing dunkss! syukuran rumah baru…

  19. 21 nyamukbingung Agustus 13, 2007 pukul 3:49 pm

    soropadan?sebelah ngendi joe?aku yo ngekos cedak kono..Soropadan CC XII/42

  20. 22 Mihael "D.B." Ellinsworth Agustus 13, 2007 pukul 4:46 pm

    Lha, pindah rumah, Joe ?😕

    Bersebelahan dengan muslimah berjilbab tidak ?:mrgreen:

  21. 23 calonorangtenarsedunia Agustus 13, 2007 pukul 8:18 pm

    yah..aku blm transit ke tempat bordil barumu.

  22. 24 chandra Agustus 13, 2007 pukul 8:40 pm

    wah selamat pindahan..
    tambah rajin nulis ya kalo bisa..soalnya saya termasuk salah satu “pemirsa setia” tulisan2mu yang sangat make sense. tulisan orang yang bisa menghargai orang lain tanpa kehilangan harga diri.

  23. 26 Sugeng Rianto Agustus 13, 2007 pukul 10:18 pm

    Halah, tak kira transferan sing Adsense. Jebule wong’e sing di transfer.😆

  24. 27 Herianto Agustus 13, 2007 pukul 10:31 pm

    Pertama, saya kira pindah blogging…
    Pindah rumah fisik sebenarnya ya Joe ?
    Selamat da…h !
    Semoga tambah ta’at …😀

  25. 28 nieznaniez Agustus 14, 2007 pukul 9:17 am

    sulamat sulamat.

  26. 30 deKing Agustus 14, 2007 pukul 3:19 pm

    Kayaknya pemilik rumah lama kehilangan karena kamu pindah Joe…
    Mungkin kehilangan sabun mandi, sandal, welcome alias keset, kompor dll😀

  27. 31 Dito Agustus 15, 2007 pukul 11:08 am

    Walaah sekilas tadi aku pikir km ditransfer ke barcelona hehe… Lamkenal juga,, i was in jogja 99, di poguing juga,sempet ngerasain kosan disana juga..

  28. 32 roffi Agustus 15, 2007 pukul 4:14 pm

    selamat pindahan aja deh

  29. 33 Domba Garut! Agustus 16, 2007 pukul 3:42 am

    Semoga betah dan nyaman tinggal di tempat baru-nya yah… persis sama dengan rumah koskoasn di negeri si bau kelek ini.

    Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!🙂

  30. 34 kudzi Agustus 16, 2007 pukul 11:58 am

    Scannermu ketinggalan dirumah, belum diambil tuhh….!
    Scannernya ta’ loakkan saja bagaimana ?

  31. 35 lambrtz Agustus 16, 2007 pukul 12:21 pm

    waw
    gimana aku ngambil aya sama azumi??

  32. 36 -tikabanget- Agustus 16, 2007 pukul 6:00 pm

    pasti nemu sampah sampah ndak jelas waktu bersih bersih..
    hihihi..

  33. 37 faizal Agustus 16, 2007 pukul 8:06 pm

    ketoke omahe luwih terawat…
    tapi ga tahu sebulan mendatang😛

    Wah sandal’e nganti kekrepen

  34. 38 Raja Iblis Agustus 17, 2007 pukul 9:43 pm

    @nailah zhufairah
    … aihh potong kambing dunkss! syukuran rumah baru…

    halah … pindahan rumah, kambing yang jadi sasaran … !

  35. 39 dwiyanafaisal Agustus 17, 2007 pukul 10:44 pm

    he2,,aku jg prnah nginep di rumah lama lho…g tau klo rumah yg baru,,mudah2an tidak pernah…🙂

  36. 40 Shelling Ford Agustus 20, 2007 pukul 1:19 pm

    all:::
    ohohohoho…terimakasih buat apresiasinya…
    tentang sandal, ITU BUKAN JAMURAN! ITU KEJATUHAN REMAH-REMAH CAT YANG NGELUPAS DARI TEMBOK!!!

  37. 41 feranitta Agustus 20, 2007 pukul 1:26 pm

    wah.. mas kemana aja nih…

  38. 42 Fadli Agustus 20, 2007 pukul 7:00 pm

    Kenangan akan selalu tinggal, untuk kita kunjungi satu saat nanti.
    btw, sejak aku kecil aku telah meninggalkan jejak di 6 kota dan 14 rumah.
    Menyenangkan bila bisa menelusurinya lagi suatu waktu.
    entah kapan.

  39. 43 Trojan Agustus 21, 2007 pukul 2:47 pm

    Iki comment seko hp lho, ngo gprs.. Sebelah omahku saiki malah ono ce ayu.. Ben dino ngo tengtop. Pating pecotot wis joe.. Hohoho..

  40. 44 CY Agustus 21, 2007 pukul 3:35 pm

    wah ada yg pindahan nih…. kapan makan2nya hehehe…

  41. 45 krisosa Agustus 21, 2007 pukul 8:36 pm

    semoga transfernya berjalan sukses! semoga cocok dengan gaya hidup di lingkungan baru!

  42. 46 vend Agustus 21, 2007 pukul 11:44 pm

    dan rumahku di sini, tetap di hima..🙄


  1. 1 Cowok itu curang! « antobilang Lacak balik pada Agustus 19, 2007 pukul 1:55 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,033,018 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia