Go Blog!

Pernah disuruh nutup blog? Atau malah disuruh berhenti nulis? Aku belum. Tapi kemarin dulu aku sempat ngerasa agak geli waktu blogwalking ke tempatnya Mbak Tika dan baca tulisannya kalau dia disuruh nutup blognya sama seseorang (yang alim?) yang merasa ajaran agamanya dipertanyakan lewat tulisannya Mbak Tika. Heran, orang lagi bertanya, kok jawabannya malah disuruh nutup blog?

Mungkin keherananku ngawur. Tapi dari awal aku selalu berpendapat kalau blog itu adalah semacam buku harian online: tempatnya kita untuk menuliskan segala apa yang ruwet di otak kita yang butuh sebuah pelampiasan yang notabene nggak bisa kita ungkapkan di alam nyata (resikonya besar, Dab. Ente bisa-bisa dibacok orang).

Kita berhak menulis ide dan pertanyaan tentang apapun di blog, menurutku. Nggak terbatas. Ide bagus ataupun bejat sekalipun, silakan ditulis, daripada membebani otak kita. Silakan tulis tentang apapun, atau hujat siapapun. Nggak ada yang berhak melarang kita untuk menulis tentang apa yang kita rasa dalam dunia blog, setidaknya itu menurutku.

Silakan hujat atasan kita, partner kita, teman, tetangga, mantan pacar, orang yang kebetulan lewat di depan rumah, guru, kepala sekolah, polisi, tentara, artis-artis sinetron, pemilik rumah produksi, pak er-te, lurah, bupati, gubernur, menteri, pakar telematika, presiden, atau siapapun yang menurut kita laknat bin goblok. Bahkan Tuhan pun berhak kita pertanyakan kevalidannya sebagai penguasa alam semesta. Nggak ada yang boleh ngelarang, karena kita butuh kebebasan berekspresi.

Kata Seno Gumira Ajidharma, kebiasaan bertanya itu adalah suatu proses untuk menumbuhkan kesadaran. Kalau kamu-kamu mengaku sebagai pemeluk Yahudi, Kristen, atau Islam, harusnya tahu bahwa Ibrahim menemukan Tuhannya pun melalui sebuah proses bertanya tentang keberadaan Tuhan itu sendiri. Bukan cuma dalam 3 agama yang mengaku sebagai agama dari langit itu, Siddharta sendiri diyakini memperoleh pencerahan melalui sebuah pertanyaan. Karena itu, menulis untuk mempertanyakan agama atau hal apapun tidaklah boleh dilarang. Agama, menurutku, bukanlah suatu hal yang tabu buat dipertanyakan. Dan nggak ada yang bisa ngelarang kita di sini!

Yang bisa ngelarang, di layanan WordPress seperti yang ta’pake, paling-paling cuma si Matt yang punya WordPress. Jadi, jangan pernah takut pada siapapun untuk menulis, kecuali takut sama si Matt.

Tulislah apa yang pengen kamu tulis. Apa saja. Makanya aku sedikit heran kalo ada yang bertanya, “Aku harus nulis seperti apa di blog? Aku takut tulisanku jelek. Apa kata dunia nanti?”

Hei, ente itu nggak lagi kerja di surat kabar harian atau majalah remaja. Tulis aja semuanya seenak yang menurut kita enak, nggak usah peduli penilaian orang. Penilaian ataupun komentar orang lain terhadap tulisan kita, anggap saja sebagai sebuah konsekuensi gratis dari apa yang kita tulis. Jangan pernah bertujuan supaya tulisan kita dibaca dan dikomentari sama banyak orang. Jangan konsekuensi itu yang menjadi tujuan kita. Kalau pengennya kayak gitu, lebih baik nerbitin buku kacangan, gencarkan promosinya.

Tulisan kita bukanlah suatu disertasi ilmiah yang perlu diuji dulu kebenarannya sebelum kita publikasikan. Kita kan cuma nulis di buku harian milik kita sendiri.

Kita mau nulis mulai dari kebiasaan kita ketika tidur sampai dengan “mengkafirkan” orang lain yang kebiasaan tidurnya tidak seperti kita, itu sah-sah aja. Tapi, ya kita harus siap dengan konsekuensinya. Siap-siap kalau ada komentar yang mempertanyakan maksud tulisan kita. Siap-siap kalau ada yang menghujat tulisan kita. Itu konsekuensi yang harus kita tanggung. Kalaupun nggak siap, sebenernya juga ada jalan keluarnya, kok: tutup saja fasilitas komentar di tulisan kita. Habis perkara.

Tapi ingat, kita menulis tentang orang lain, artinya kita juga harus siap kalau orang lain menulis tentang kita. Kita menghujat orang lain, kita juga harus siap dihujat orang lain. Jangan ngamuk, apalagi sampai nyuruh orang yang menulis tentang kita itu buat nutup blognya. Bah, tindakan pengecut! Suka nggosip, kok nggak mau digosipin. Seneng mainan granat, kok takut dilempar mercon.

Dalam hal komen-mengkomen juga seperti itu. Kalau kita nulis komen mempertanyakan atau malah sambil menghujat tulisan orang lain, artinya kita harus siap kalau nantinya komentar kita diangkat jadi bahan tulisan oleh orang itu. Congormu adalah harimaumu, kan?

Menurutku hal itu nggak sopan. Maksudku adalah berkomentar menjelek-jelekkan tulisan orang lain itu nggak sopan, meskipun boleh. Cuma, ya kalau kita memilih untuk melakukan itu, kita harus siap dengan segala konsekuensinya. Wong kita yang nyari musuh duluan, kok.

Di dunia blog, kita berhak menuliskan apapun yang kita rasa. Orang lain pun juga kayak gitu. Jangan egois, mau menangnya sendiri. Kita pengen kebebasan, tapi orang lain nggak boleh menikmati kebebasan seperti yang kita pengenkan. Sompret, lu!

Semuanya kita sendiri yang menentukan. Mau nulis yang baik-baik ataupun yang buruk-buruk, itu pilihan kita. Mau cari aman, boleh. Tapi aku sendiri lebih memilih untuk melantaikan (ada yang tau istilah Indonesia yang lebih baik untuk “mem-floor-kan”?) semua uneg-uneg di otakku lewat blog daripada aku stress gara-gara nggak punya pelampiasan nafsu. Konsekuensinya? Ya kutanggung sendirilah, yaw! Boleh jadi aku dan “musuh-musuhku” bakal berbalas tulisan. Itu nggak masalah. Tapi yang jelas – insya Allah – aku nggak bakal nyuruh rivalku itu buat nutup blognya cuma gara-gara aku tidak bisa lagi membantah argumennya. Kalau aku seperti itu, itu sama aja seperti anak kecil yang nangis gara-gara kalah main kelereng!

Ada yang punya mental kayak gitu? Aku sarankan jangan terburu-buru bikin blog. Lebih baik belajar dulu tentang sejarahnya weblog sebelum memutuskan untuk membuat sebuah blog.

Jazakallah.

94 Responses to “Go Blog!”


  1. 1 Mihael "D.B." Ellinsworth Agustus 4, 2007 pukul 1:18 pm

    Berupa saran ya ? Sama seperti saranku kepada para newbie agar mampu menjadi roang yang benar – benar orang.😀

    Benar, satu – satunya yang berhak ditakuti di WordPress ini hanya Matt dan kru Automattic.:mrgreen:

  2. 2 Abu Aqil Al-Atsy Agustus 4, 2007 pukul 1:56 pm

    Mas Joe, saya tidak pernah mengkafirkan orang lain yang tidak sefaham. Yang ada saya hanya menganggap bid’ah beberapa perbuatan yang tidak bersandarkan pada dalil2 alquran dan As-Sunnah.

    Jadi, jika ada tulisan saya yang mengkafirkan orang lain, saya mohon ditunjukkan yang mana ? sehingga jelas tuduhan anda. Jika tidak ada maka tentunya ini merupakan fitnah keji.

  3. 3 Shelling Ford Agustus 4, 2007 pukul 2:03 pm

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
    kita semua ini nabi di blog kita masing2. dan matt adalah tuhan kita😛

    Abu Aqil Al-Atsy:::
    oke. saya ralat. saya akui kurang tanda petiknya😀 maaf atas ketidaknyamanan ini

  4. 4 Shelling Ford Agustus 4, 2007 pukul 2:06 pm

    Abu Aqil Al-Atsy:::
    nah, sudah. dalam tanda petik, interpretasinya bisa macam2 lho, hehehe. biar pembaca sendiri yg menentukan

  5. 5 Abu Aqil Al-Atsy Agustus 4, 2007 pukul 2:15 pm

    Mas joe, -Semoga Alloh memberikan Hidayah kepada kita- Tetap saja dengan memberikan tanda petik atau tidak namun masih meng-link blog saya pada kata “mengkafirkan” itu sama saja anda menuduh saya melakukan takfir atau mengkafirkan orang lain.

    Sekali lagi saya mohon anda menunjukkan kata-kata saya dalam tulisan2 saya yang mengkafirkan orang lain? Jika tidak maka anda telah menuduh saya, dan ini merupakan fitnah.

  6. 6 dnial Agustus 4, 2007 pukul 2:19 pm

    Tuh kan joe, eh shell…
    Mulai ada pertempuran baru…

    Makanya, duduk manis aja, nggak usah berbuat apa-apa.

  7. 7 Shelling Ford Agustus 4, 2007 pukul 2:22 pm

    oh, menurut pelajaran bahasa indonesia (bukan bahasa arab) beda, mas. itu bisa dianggap sebagai majas hiperbola, kok. seperti kata dalam kalimat “darahnya menganak-sungai”

    jadi enaknya diganti kata apa, mas? ada saran? membid’ahkan, menganggap sesat, atau yg lainnya? sekali lagi, saya mohon maaf kalo sudah dianggap memfitnah mas. jika mas tidak pernah menganggap orang lain kafir, sungguh saya minta maaf. bukan itu maksud saya. ini cuma hiperbola, kok.

  8. 8 Shelling Ford Agustus 4, 2007 pukul 2:23 pm

    dnial:::
    ah, cuma perbedaan antara yang memperhatikan pelajaran dari guru bahasa indonesia waktu smp dan yg tidak aja, kok😀

  9. 9 Abu Aqil Al-Atsy Agustus 4, 2007 pukul 2:59 pm

    Mas Joe, saya hanya memahaminya dari bahasa yang umunya difahami masyarakat. Jika yang anda maksudkan bahasa seperti yang anda maukan. hiperbola atau apalah. Mohon dijelaskan kepada pembaca bahwa peletakan link blog saya pada kata “mengkafirkan” itu bermaksud ini dan ini atau apalah yang anda maukan.

    Saya menganggap tindakan anda ini merupakan fitnah terhadap diri saya.

  10. 10 wiraprasetya Agustus 4, 2007 pukul 3:37 pm

    SEPULUX!!!

    Aduh, jadi malu, sampeyan sowan ke tempat saya. Jadi grogi dikunjungi seleblog…

    Panas, panas, panas (lagunya GiGi)

  11. 11 Shelling Ford Agustus 4, 2007 pukul 4:09 pm

    Abu Aqil Al-Atsy:::
    lho, kan sudah saya jelaskan sejak jawaban saya yg pertama🙂
    dan saya rasa semua orang yang pernah sekolah es-de juga mengerti kalo kata dalam tanda petik biasanya lebih mengandung unsur ke arah konotasi daripada denotasi.

    wah, kalo tetap mau ngotot menganggap fitnah, seluruh tulisan saya di blog ini anda anggap sebagai fitnah juga bisa kalau anda mau.

    anu…ttg masalah fitnah-memfitnah, hati2 lho dengan tulisan anda yg menganggap jamaah tabligh itu pelaku bid’ah. bisa2 aja kan kalo anda juga dituduh sudah memfitnah mereka😀 seperti yg saya bilang di tulisan saya, anda menulis ttg orang lain, anda juga harus siap kalo orang lain menulis ttg anda, hehehehehehehe.

    jadi gini aja, enaknya menurut anda, kata2 “kafir” itu sebaiknya diganti apa? bid’ah, sesat, syirik, murtad, musyrik, bodoh, laknat, atau apa yg menurut anda cocok?😉

    wiraprasetya:::
    apa? apa? pergi. pergi. saya ndak jual gorengan. ndak ada yg panas di sini.

  12. 12 Takodok! Agustus 4, 2007 pukul 4:30 pm

    “Tutup Blog kamu” = “Hancurkan rumahmu!”

    Ndak mau ah! Tapi kalo secara sadar “hancurkan rumah sendiri” sih, terserah yang punya aja.

    Gimana kalo di-link “mengkafirkan” itu dikasih penjelasan “ini hiperbola,lho?!”
    Tapi terserah deh. Yang nulis jg mas Joe kan?:mrgreen:

    (ada yang tau istilah Indonesia yang lebih baik untuk “mem-floor-kan”?)

    Umm…meng-ejawantahkan! *halah!*😀

  13. 13 Shelling Ford Agustus 4, 2007 pukul 5:00 pm

    hahahahaha…kayaknya aku menolak kalo aku harus menganggap bahwa pembaca2 tulisanku lebih bego dari anak es-de:mrgreen:

  14. 14 deking Agustus 4, 2007 pukul 5:14 pm

    Demi kemaslahatan umat pokoknya™ blog ini harus segera ditutup TITIK😀

  15. 16 cK Agustus 4, 2007 pukul 8:40 pm

    jangan tutup blog ini!!! bisa-bisa berkurang satu blogger homok™😀

  16. 17 mR. Black Agustus 4, 2007 pukul 10:59 pm

    Sepakat sama deKing!
    *liat komen cK* Eh, gak jadi deh, kayaknya yang diomongin cK lebih rasional😛

    Wah mas joe nyulut api lagi neh. Udah enakan adem ayem, biar keliatan damai gitu mas! Tapi yang kemaren2 itu kemana ya mas? Blognya pun udah ditutup!

  17. 18 krisosa Agustus 4, 2007 pukul 11:24 pm

    Blogku = Hatiku!
    “Jika Blogku ditutup jangan-jangan hatiku juga bakalan tertutup!”

    AKU GAK MAU…!!😦

  18. 19 vend Agustus 5, 2007 pukul 12:23 am

    [OOT mode : ON]
    sekampus ma tika ya joe?
    kok pas aku tanya ke anaknya, katanya dia ndak kenal sama kamu?🙄
    [OOT mode : OFF]

    sepakat sama yang ini :

    Nggak ada yang berhak melarang kita untuk menulis tentang apa yang kita rasa dalam dunia blog, setidaknya itu menurutku.

    dan (operator && ) ini :

    Jadi, jangan pernah takut pada siapapun untuk menulis, kecuali takut sama si Matt.

    soalnya rumah2 kita tu bangunnya di tanahnya Matt, yang mana udah Matt tentuin syarat2nya, klo mo bangun rumah di sini itu mesti gini, gini, gini..

    selepas dari yang itu, bebas, tapi ndak sebebas sak enak udhelmu dhewe, tapi tetep bebas yang bertanggungjawab, termasuk siap menerima segala konsekuensi yang terjadi atas resiko membangun rumah yang ‘ndak biasa’

    piss..😉

  19. 20 vend Agustus 5, 2007 pukul 12:25 am

    p.s. : ‘ndak biasa’ itu relatip😛

  20. 21 Shelling Ford Agustus 5, 2007 pukul 12:33 am

    cK:::
    ga ada hubungannya. dari dulu kan yg homo itu mereka. saya tiada ikut2an😛

    mR. Black:::
    hehehehehe, mungkin saya memang api, tapi saya bukan pemantiknya

    krisosa:::
    aku juga ga mau kok, john

    vend:::
    tidak nampaknya. kayaknya tika bukan anak ilkomp, kan? kalo anak ilkomp, percayalah…di sana tiada wanita yang tiada mengenal saya😀
    oh, tentang konsekuensi itu saya juga setuju. sudah saya singgung juga di tulisan saya, kan? kebebasan kita jgn sampai mengganggu kebebasan org lain. gitu kan kira2?😉

  21. 22 munggur Agustus 5, 2007 pukul 1:35 am

    hoi hoi jadi ramai…
    selalu saja tentang agama.

    mari bersama pergi ke nirvana.
    lalu lihat, siapa Tuhan itu?

    mungkin Sang Pencipta juga lagi sibuk blogging.

  22. 23 danalingga Agustus 5, 2007 pukul 5:25 am

    hajar terus pantang mundur!!!!👿

  23. 24 Sawali Tuhusetya Agustus 5, 2007 pukul 9:47 am

    Ok, acc banget, asalkan Tuhan dengan “t” kecil dan Nabi dengan “n” kecil! Merdeka!

  24. 25 aRuL Agustus 5, 2007 pukul 1:06 pm

    makanya tulisannya jangan terlalu sara lah.. .:)

  25. 26 telmark Agustus 5, 2007 pukul 1:43 pm

    Tutup saja blog ini !!!
    (maksudnya tutup dan matikan komputernya kalau sudah tdk dipakai).🙂

  26. 27 calonorangtenarsedunia Agustus 5, 2007 pukul 1:49 pm

    nutup blog?
    salah satu bentuk pembungkaman itu namanya.
    pengebirian hak berbicara..

  27. 28 almascatie Agustus 5, 2007 pukul 1:53 pm

    walah…..orang yang suruh tutup tapi ga ngasih solusi mo dibuang kemana pikiran-pikiran “nakal” yg menumpuk di kepala..
    yo sama aja dengan pemerintah sering banget suruh tutup tapi ga ngasih solusi.. 😀
    btw matt tu orang mana to.. isa diajak kopdar ora yo

  28. 30 Rizma Agustus 5, 2007 pukul 2:48 pm

    ahahahahahaha,, nyuruh nutup blog?
    Selama orang yang nyuruh ga bisa ngeklik bagian delete blog di dasbor kita sih gapapa,,😛

  29. 31 antobilang Agustus 5, 2007 pukul 3:19 pm

    tutup blog ini!
    dasar kafir™ kamu!:mrgreen:

  30. 32 dobelden Agustus 5, 2007 pukul 3:41 pm

    mbok yang jelas mas e kalo nulis :D:D

  31. 33 nyamukbingung Agustus 5, 2007 pukul 4:33 pm

    hehehe mengkafir-kafirkan? sudah berasa Tuhan saja orang-orang tu..

    setauku akar kata kafir tu deket sama akar kata ‘covered’ yang berarti “tertutup”, baik hatinya atau pikirannya

    btw Joe, klo isunya tentang pengkafiran dst kaya gini koq mesti rame ya?

  32. 34 purmana Agustus 5, 2007 pukul 8:14 pm

    Ah Tulisan Ngaco… Ngawur !!!!

    Tak ada kebebasan yang mutlak di dunia ini.
    Allah-lah yang Maha Perkasa dan satu2-nya yg patut ditakuti.

    Walaupun di blog saya yang satu ini bertema kebebasan dan berisi banyak hujatan, namun tulisan2 saya tetap berada di jalur yang benar dan tetap mencerminkan sikap kritis, dan intelek seorang terpelajar.

    Maka tolong jangan posting tulisan seperti ini lagi…

  33. 35 afiemaniez Agustus 5, 2007 pukul 8:52 pm

    *bengong*
    sudah-sudah…:p
    ayo..do salaman kabeh…ra pareng nakal meneh yo..!!

  34. 36 danalingga Agustus 5, 2007 pukul 9:22 pm

    waduh joe belon muncul nih? *menyalakan kompor*

  35. 37 Shelling Ford Agustus 5, 2007 pukul 9:31 pm

    munggur:::
    saya sih jelas pengen ke nirvana. tapi kalo tuhan ga ngasih tiketnya, saya bisa apa? makanya saya agak nggak suka sama orang2 yang belum pasti dapat tiket tapi sudah berlagak kayak calo😀

    danalingga:::
    ente maju duluan, bos. saya back-up dari belakang:mrgreen:

    Sawali Tuhusetya:::
    ah, setelah tanda “.” tentunya saya harus mulai dengan huruf besar kan? kekekekekeke

    aRuL:::
    lho, terus ide2 tentang sara harus dilampiasin ke mana?😛

    telmark:::
    betul. hemat listrik, hemat biaya

    calonorangtenarsedunia:::
    terkadang kan memang ada kaum yg berusaha membungkam orang lain supaya sumber penghasilannya tidak terusik

    almascatie:::
    orang londo-enggres kayaknya

    marinta:::
    susah? keep it simple, mar😀

    antobilang:::
    kamu lebih kafir😛

    nyamukbingung:::
    hahahahahaha, biasalah. kanan dan kiri kan selalu berlainan. yang susah ya yang garis miring kayak aku. islam garis miring, nek jarene septo. lurus yo lurus, ning luruse miring:mrgreen:

    purmana:::
    ngaco? ngaconya di mana?
    ngawur? ngawurnya di mana?
    sikap kritis dan intelek seorang terpelajar itu standarnya seperti apa? parameternya bagaimana?

    jadi, ide seperti postingan saya skrg ini harus saya lampiaskan ke mana? punya solusi? saya takut dibacok orang kalo teriak2 di dunia nyata. atau, mas punya jimat/rajah yang bisa bikin saya kebal bacokan? boleh saya beli, mas?😉

    oh ya, sudah baca paragraf terakhir tulisan saya yg sebelum “jazakallah”?

    afiemaniez:::
    iya, bulik

  36. 38 Shelling Ford Agustus 5, 2007 pukul 9:52 pm

    dobelden:::
    eee…kurang jelas ya? masih ada waktu kok. silakan tanyakan yg kurang jelas di sebelah mana😀

  37. 39 wib Agustus 5, 2007 pukul 10:13 pm

    kapan bikin agama baru…

  38. 40 safitri Agustus 6, 2007 pukul 6:04 am

    *bawa kipas*
    Padahal UU ga boleh demo atau mengungkapkan pendapat udah dicabut. Kenapa masi ada masalah kaya’ gini ya?
    *geleng2 kepala*

  39. 41 mbelgedez Agustus 6, 2007 pukul 6:43 am

    Saya nggelar tikar saja….

  40. 42 purmana Agustus 6, 2007 pukul 8:54 am

    [at]Shelling Ford

    Mungkin keherananku ngawur. Tapi dari awal aku selalu berpendapat kalau blog itu adalah semacam buku harian online:…

    Tuh kan kamu sendiri yang ngomong kalo ini ngawur…

    Hei, ente itu nggak lagi kerja di surat kabar harian atau majalah remaja. Tulis aja semuanya seenak yang menurut kita enak, nggak usah peduli penilaian orang.

    Jadi, jangan pernah takut pada siapapun untuk menulis, kecuali takut sama si Matt.

    kita semua ini nabi di blog kita masing2. dan matt adalah tuhan kita

    Dah cukup belum buat ngebuktiin kalo tulisan ini ngaco…

    Saya memang baru di di dunia blogging dan tak tahu menahu tentang sejarah webblog… Namun saya sangat tak setuju bila blog dijadikan tempat untuk menulis sebebas-bebasnya tanpa memerhatikan norma-norma sosial dan agama yang ada.

  41. 43 purmana Agustus 6, 2007 pukul 8:59 am

    Wah yg atas salah ketik (hapus aja Om…)

    [at]Shelling Ford

    Mungkin keherananku ngawur. Tapi dari awal aku selalu berpendapat kalau blog itu adalah semacam buku harian online:…

    Tuh kan kamu sendiri yang ngomong kalo ini ngawur…

    Hei, ente itu nggak lagi kerja di surat kabar harian atau majalah remaja. Tulis aja semuanya seenak yang menurut kita enak, nggak usah peduli penilaian orang.

    Jadi, jangan pernah takut pada siapapun untuk menulis, kecuali takut sama si Matt.

    kita semua ini nabi di blog kita masing2. dan matt adalah tuhan kita

    Dah cukup belum buat ngebuktiin kalo tulisan ini ngaco…

    Saya memang baru di di dunia blogging dan tak tahu menahu tentang sejarah webblog… Namun saya sangat tak setuju bila blog dijadikan tempat untuk menulis sebebas-bebasnya tanpa memerhatikan norma-norma sosial dan agama yang ada.

  42. 44 sijono Agustus 6, 2007 pukul 9:18 am

    beeehh…rame nian sob postin’an kalee ini..saia ngikut yg mana yaaa??!!😛
    yowes to…jo podo mbeker2 ngene.ora pareng kalih bu guru..mangkih didukani lho cah. sedilux maneh poso lho..ayoo salaman!
    buwat saia…blog adalah jeritan ati saia.jikalau ditutup nanti jeritan saia brubah menjadi kentut..kasian org yg tjebax nyium aroma terapi kentut saia kan?? hehehe🙂

  43. 45 Luna Moonfang Agustus 6, 2007 pukul 9:46 am

    eh … si matt marah apa ngga ya digosipin disini …😆

    @purnama,
    nulis di blog itu ada norma-normanya ya ? … maksudku selain norma-norma punya-nya matt …

  44. 46 baliazura Agustus 6, 2007 pukul 10:07 am

    weleh weleh …aq ga tau ujung pangkal maslah nya tapi setelah aq baca
    ternyata cuman masalah itu toq.
    yo wes biarrin aza orang mo bilang apa tetap berkreativitas semakin kontroversial tulisan kita kan blog q-ta makin terkenal
    gitu aja koq repot
    mendingan nyanyiin lagu Indonesia RAja

  45. 47 abumie Agustus 6, 2007 pukul 10:23 am

    matiin llinknya trus minta maaf dan selesai.

  46. 48 Shelling Ford Agustus 6, 2007 pukul 10:52 am

    wib:::
    modaro!

    safitri:::
    iya ya…saya juga heran

    mbelgedez:::
    monggo

    purmana:::

    Tuh kan kamu sendiri yang ngomong kalo ini ngawur…

    wah…tapi saya bilang ‘mungkin’ kan? kalo gitu mbok saya ditunjukkan teori kepastiannya itu seperti apa😉

    Saya memang baru di di dunia blogging dan tak tahu menahu tentang sejarah webblog… Namun saya sangat tak setuju bila blog dijadikan tempat untuk menulis sebebas-bebasnya tanpa memerhatikan norma-norma sosial dan agama yang ada.

    terus, kalo saya punya uneg2 tentang hal2 kayak di atas, saya harus ngelampiasin ke mana? ke kompas? saya khawatir ga bakal dimuat, mas. bikin poster terus nempel di musholla kampus? saya khawatir kelanjutannya saya bakal dibacok pembaca. jadi, punya solusi riil ga, mas?

    ttg ‘nabi’ dan ‘tuhan’, mas waktu esempe pernah belajar ttg majas, kan? terus juga makna konotasi-denotasi, terus juga peyorasi-ameliorasi.

    yg tidak saya setujui dalam menulis di blog cuma 1: menulis sebebasnya tapi tidak mau menanggung konsekuensinya😉

    sijono:::
    oh, kita sepaham. salaman dulu, kekekekekeke

    Luna Moonfang:::
    entah ya, teh. saya juga ga tau kalo nulis di blog itu ternyata ada norma2nya selain yang bikinannya si matt. mungkin besok ada yg bisa bantu kita nyari referensinya

    baliazura:::
    di sanalah aku berdiri
    jadi pandu ibuku…

    *disuruh nyanyi, kan?*

    abumie:::
    link-nya yang mana ya? yang marah2 di atas itu? ah, anggap saja sebagai balas dendam, pak. dulu, waktu saya dibilang anjing, bodoh, dan bangsat(ch), beliau juga ga tergerak buat minta maaf😀
    yah, waktu itu jenggot saya memang ga terlalu kebakaran seperti beliau sekarang, kok, hehehehehehe

  47. 49 purmana Agustus 6, 2007 pukul 12:04 pm

    [at]Luna Moonfang
    Anda harus mengetahui apa arti menulis yang benar dan menulis yang baik.

    Menulis yg benar adalah menulis tanpa melanggar aturan2 yg berlaku. Misalnya tidak melanggar aturan2 wordpress si-Matt, FAQ, larangan copy-paste tanpa menyebutkan sumber. Asalkan sesuai aturan asal beres… itu baru “BENAR”.

    Menulis yg baik artinya selain “benar” kita juga berusaha menguntungkan sebanyak mungkin orang dan menghindari sebisa mungkin kerugian yang bisa ditimbulkan oleh tulisan-tulisan kita. Bila tulisan seseorang dianggap melanggar suatu norma masyarakat (sosial dan agama) sehingga menimbulkan konflik maka tulisan itu belum bisa dikatakan baik.

    [at]Shelling Ford
    Orang yang baik pasti selalu menjaga ucapannya. Dimanapun dan Kapanpun ia berada.

  48. 50 Shelling Ford Agustus 6, 2007 pukul 12:19 pm

    tentu saja. semuanya sedapat mungkin saya lakukan di dunia nyata. dunia maya? jika saya berlaku sama, lalu di mana perbedaannya?

    di artikel saya, saya juga nulis, kalo anda mau cari aman, mas, ya silakan. tapi saya lebih memilih untuk menyuarakan uneg2 saya karena saya anggap blog ini adalah satu2nya media yang bisa memfasilitasi saya akan hal itu. konsekuensinya? ya saya tanggung sendiri – termasuk jika saya punya musuh.

    kalo di dunia nyata saya dilarang2, lalu di dunia maya saya juga dilarang2, nah, terus saya harus melampiaskan kemana lagi? tolong jawab, mas: saya harus melampiaskan kemana lagi?

    dan, saya menghargai keputusan mas yang pengen berlaku seperti yang mas lakukan skrg. hanya saja, jika mas tetap memaksa saya untuk menulis blog dengan aturan spt yang mas tetapkan, oho…yo kosik-kosik😉 mungkin kita malah akan berseberangan sekali.

    toh, selama ini saya selalu memberi pembaca kebebasan: suka dengan tulisan saya, teruskan. nggak suka, ya tinggal aja. nggak usah dibaca. beres perkara. mencak2 seperti apapun, kalo tidak bisa masuk ke dashboard saya – seperti kata Mbak Rizma – percuma saja😀

    ah, saya memang bukan orang baik. saya ini bajingan, kok. lihat saja profil singkat saya di pojok kanan atas di bawah header, hehehehe

    p.s. jika saja mas bongkar arsip2 lama tulisan saya, mungkin mas bakal semakin kaget karena saya ‘menzalimi’ norma-norma agama lebih jauh dari yang mas sangka2:mrgreen:

  49. 51 nailah zhufairah Agustus 6, 2007 pukul 2:03 pm

    wah…wah…. sekarang lagi tren delete en migrasi blog yaaa… (* gini cara amannya klik alt+ctrl+del*)… saya mah stuju2 ajah, smua orang boleh ber opini, asalkan yang bertanggung jawab…

  50. 52 DEwa Dewi Agustus 6, 2007 pukul 2:32 pm

    Wah, jadi rame nan seru, nih.

  51. 53 Mihael "D.B." Ellinsworth Agustus 6, 2007 pukul 4:17 pm

    Menulis yg baik artinya selain “benar” kita juga berusaha menguntungkan sebanyak mungkin orang dan menghindari sebisa mungkin kerugian yang bisa ditimbulkan oleh tulisan-tulisan kita. Bila tulisan seseorang dianggap melanggar suatu norma masyarakat (sosial dan agama) sehingga menimbulkan konflik maka tulisan itu belum bisa dikatakan baik.

    Matt belum melarang menulis artikel yang “salah”, kan ? *Ditimpuk*

    ————

    Kebebasan pendapat sih sudah dijunjung tinggi di indonesia. Jadi bebas bagi semua orang untuk membuat makna kiasan atau makna sebenarnya di setiap artikel yang dia tulis.

    IMO.

  52. 54 gessh Agustus 6, 2007 pukul 6:10 pm

    kalo ngomongin beginian “orang-orang yg merasa dirinya benar ituh” pasti cepat sekali komen yah!

    buat yg nge-blog pake aturan norma & agama biasanya adalah orang2 yg hidupnya enak, nggak pernah ngerasa “susah”, hidupnya “mulus” kek jalan tol==> it means blm tau susahnya hidup di dunia fana dengan tetesan keringat sendiri….

    Regards,

  53. 55 purmana Agustus 6, 2007 pukul 6:15 pm

    tolong jawab, mas: saya harus melampiaskan kemana lagi?

    Pemikiran2 yang salah seharusnya diberantas, bukannya diberi tempat khusus.

    jika mas tetap memaksa saya untuk menulis blog dengan aturan spt yang mas tetapkan, oho…yo kosik-kosik

    Itu bukan aturan yang saya buat dan tetapkan.

  54. 56 sijono Agustus 6, 2007 pukul 6:17 pm

    weleh2…ki nopo toh?!waaa..hawa panas menggelora kian memuncax nee.yasudahlah…beda tu sudaa biasaa sob.cuman warna warni idup sjaa..
    sbnrnya saia heran y..klo ada org yg punya pikiran ot o’ box bgini kox mesti harus dpt pidato dri mana2 duluw??!
    gni..mnrut saia punya pikiran beda dan gunain pilian2 kata yg org2 laen anggep “kurang pas” mah biasa aja(maap ni loh..saia nulis pke kutip2an gni bkn barti pitnah2an loh ya😛 )
    lha wong di dunia ksastraan aja ada teori ttg deconstruction, yg barti bpikir terbalix dari common meanin juwgah fine2 aja…malah tuw teori wajib diplajarin ma anx2 sastra. jadi kynya kitah hrs sama2 sling nghargain cara mnulis masing2 org dey..ayoooo salamaaaann!!hehehehhe ;D

  55. 57 Shelling Ford Agustus 6, 2007 pukul 7:14 pm

    nailah zhufairah:::
    yuhuuu…kita sepakat😀

    DEwa Dewi:::
    rame itu nama tengahku, lho

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
    anu, artikelnya chika yang bagi2 link ilegal kapan hari itu dinilai salah sama si matt, kekekekekekekeke

    gessh:::
    saya kok jadi kepengen setuju sama anda ya, mbak…hehehehe

    purmana:::

    Pemikiran2 yang salah seharusnya diberantas, bukannya diberi tempat khusus.

    salah/benar itu relatif lho, mas.
    anda tau muhammad, kan? menurut orang quraisy pada masa itu, pikirannya muhammad itu salah. dan apa jadinya kalo waktu itu muhammad berhasil diberantas?
    anda juga tau siddharta, kan? menurut kaum brahmana pada masa itu, pertanyaan2nya siddharta itu berbahaya. dan apa jadinya kalo waktu itu siddharta berhasil diberantas?

    tapi saya salut. mereka berdua berkata2 dengan bebas menurut standar kaumnya pada waktu itu diiringi kesanggupan mempertanggung-jawabkan kata2nya. selama ada pertanggung-jawaban, pikiran yang “dianggap” liar, menurut saya fine2 saja🙂

    bayangkan apa jadinya kalo “pemikiran2 salah” itu berhasil dibendung pada zamannya. salah pada saat ini bisa jadi kebenaran buat masa depan.

    ingat galileo yang menentang pihak gereja dengan heliosentrisnya, kan? pihak gereja juga mengganggap pikiran galileo waktu itu sebagai hal yang liar dan sesat. pokoknya ngawur, kata mereka. galileo pun dipenjarakan gara2 “pemikiran salahnya”. tapi tentunya kita semua tau apa faktanya pada masa sekarang, kan?

    dalam kehidupan beragama di dunia ini juga begitu, mas. murtad bagi yang satu bisa berarti keselamatan bagi yang lain kan?

    relatif, mas. semua itu relatif. yang ga bener menurut saya adalah pengen bebas, tapi melarang orang lain untuk sama2 menikmati kebebasan seperti dirinya😉

    Itu bukan aturan yang saya buat dan tetapkan.

    lalu itu aturan dari siapa, dong? wah, jangan2 mas mau menyuruh saya untuk mengikuti sebuah aturan yang tidak jelas sumbernya, iya?:mrgreen:

    mau bilang aturannya si matt? si matt ga gitu, deh😀

    sijono:::
    panas? saya kok belum merasa, ya? hehehehehe. belum ada maki2an seperti “anjing” dan “kafir”, kok😛

    klo ada org yg punya pikiran ot o’ box bgini kox mesti harus dpt pidato dri mana2 duluw??!

    hahahahaha, orang2 yang saya kagumi, yang mendobrak aturan zamannya, juga mengalami hal itu kok, mas. saya pikir ini kendala biasa aja, kekekekeke.

    tentang teori deconstruction, itu memang menarik. saya sdg membaca rahuvana tattwa, lho…🙂 deconstruction-nya ramayana, hehehehehe

  56. 58 sijono Agustus 6, 2007 pukul 7:30 pm

    iyaahh sob..sbgai sesama pnixmat deconstruction…saia spakat.hehehehe……..
    makanya saia heran kox harus dapet pidato dari mana2 dluw…hmft😮
    oia…fyi: saia bukan “MAS” walopun nama saia mmg mengandung “MAS” yaitu “MASAYU” tapi saia ini wanitah…*klo yg ini saia bole protes kan?* hehehehe

  57. 59 Shelling Ford Agustus 6, 2007 pukul 7:38 pm

    maafkan…maafkan saya, mas…hahahahaha.
    ga ada yang melarang buat protes, kok. yang saya larang adalah melarang orang untuk protes😛

  58. 60 Mihael "D.B." Ellinsworth Agustus 6, 2007 pukul 7:41 pm

    anu, artikelnya chika yang bagi2 link ilegal kapan hari itu dinilai salah sama si matt, kekekekekekekeke

    Ehmm….Konteks “salah” yang saya maksud itu sebenarnya bisa menguntungkan banyak orang kalau orangnya mengerti. Begitu. Jadi maknanya tersembunyi.

    Makanya saya pakai tanda kutip.:mrgreen:

  59. 61 purmana Agustus 6, 2007 pukul 8:50 pm

    ingat galileo yang menentang pihak gereja dengan heliosentrisnya, kan?

    😆 Ya beda dunx,,, ente ama Galileo sih. Galileo dulu berani menentang sebab punya dasar ilmiah yang kuat selain itu peraturan2 gereja masa itu masih lemah dan banyak bersumber pada ajaran Aristoteles si manusia biasa. Nah kalo ente??? Punya dasar apa yang bisa mendukung pemikiran-pemikiran ente untuk melawan aturan2 sosial dan agama yang berlaku saat ini???

  60. 62 Shelling Ford Agustus 6, 2007 pukul 9:16 pm

    hahahaha, ad hominem, eh?😛
    lho, jadi menurut mas, pikiran2 saya ga ilmiah, gitu?
    dasar saya, ya? hahahahaha…sejarah weblog itu sendiri. bagaimana?:mrgreen:

  61. 63 Neo Forty-Nine Agustus 6, 2007 pukul 9:23 pm

    Hmmmm

    tempatnya kita untuk menuliskan segala apa yang ruwet di otak kita yang butuh sebuah pelampiasan yang notabene nggak bisa kita ungkapkan di alam nyata (resikonya besar, Dab. Ente bisa-bisa dibacok orang).

    Bagian Terbaik dari keberanian adalah kebijaksanaan….

  62. 64 Abu Ganteng Al Narsisi Agustus 7, 2007 pukul 10:36 am

    @purmana

    ko kayaknya pendapat anda kontradiktif dengan slogan di blog anda

    “Masabodoh dengan Aturan, Aku hanya Ingin Bebas Menulis”

    itu bener blog anda kan ?🙂

  63. 65 Mihael "D.B." Ellinsworth Agustus 7, 2007 pukul 1:53 pm

    Iya sih. Sebenarnya kita tidak boleh dilarang untuk menulis. Sudha menjadi kebebasan. Kasarnya sih, “Masa bodoh orang mengerti atau tidak. Terserah saya.”, begitu.

    Selama tidak dikaitkan dengan aturan (Tulisan murni lho, bukan tulisan bajakan), saya akan tetap menulis.

  64. 66 purmana Agustus 7, 2007 pukul 4:36 pm

    [at]Abu Ganteng Al-Narsisi

    Itu memang blog saya. Perlu diketahui apa itu peraturan dan apa itu norma… Saya hanya ingin menulis bebas dan tak ingin dikekang oleh aturan mengenai tata-cara menulis, dan tata-cara menyampaikan pendapat yg baik.

    Jadi intinya saya ingin menulis bebas dari aturan namun tanpa mengangkat tema-tema yang terlalu melenceng dari norma. Coba Lihat visi-misi

  65. 67 purmana Agustus 7, 2007 pukul 4:40 pm

    Oh, iya…. kelupaan

    [at]Shelling Ford
    Sejarah weblog…??? Aku kan dah bilang gak tau,,, ada yg mau kasih tau gak?

  66. 68 gessh Agustus 7, 2007 pukul 5:31 pm

    sudahlah Nak, ndak perlu tau sejarah weblog itu kek apa, yang penting sekarang anda belajar yang giat biar bisa dapet predikat Cumlaude di institusi yg kata orang T O P ituh, biar bisa lulus cepet, biar dapet kerja enak, biar jadi orang kaya nanti matinya masuk surga Amiiien🙂
    sudahlah ndak usah repot-repot nanggepin oom mu satu ini (joe kok dilawan ===>>> kekeke SKSD sayah)

  67. 69 hendra_ku Agustus 7, 2007 pukul 8:29 pm

    loh katanya bebas berpendapat, koq masih takut aturannya si Matt, emangnya dia siapa yg ngatur² loe loe semua, yg punya wordpress ya, gwe gk takut, dan itupun perlu dipertanyakan, kenapa mesti takut?apa dia (matt)penguasa alam semesta apa?terserahkan mo bebas nulis uneg²,,,

  68. 70 purmana Agustus 7, 2007 pukul 10:27 pm

    [at]gessh
    Rupanya anda salah menilai. Siapa bilang anak institusi TOP harus selalu belajar tekun dan giat demi hanya mendapat cumlaude??

    Jujur saja saya pun merasa tidak pantas berada di institusi TOP tersebut bila semua mahasiswanya seperti yg anda katakan tadi. Saya adalah orang yg sangat bersebrangan dengan tipe manusia seperi mereka.

  69. 71 dnial Agustus 7, 2007 pukul 11:02 pm

    @purnama
    Apakah ini cukup menjawab pertanyaan tentang sejarah blog?
    http://en.wikipedia.org/wiki/Blog

    Dan misalnya ada code of conduct dalam ngeblog salah satunya ini:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Blogger%27s_Code_of_Conduct

    btw statusnya sejauh yang aku tahu masih PROPOSED.

    Puwas???
    Apa susahnya sih beberapa menit googling, mbuka wikipedia, dll untuk pengetahuan dasar yang ingin anda ketahui. Katanya mahasiswa?

    @shelling ford
    Begitulah, pokoknya yang menurut saya benar, itu yang benar, pokoknya yang menurut saya salah, itu yang salah!
    Aku nggak perlu nurut aturanmu, tapi kamu harus nurut aturanku! Intine… Sakarepe udhele dhewe….

    So?

  70. 72 dnial Agustus 7, 2007 pukul 11:03 pm

    Gara2 ada linknya jadi dimoderasi😦

  71. 73 Shelling Ford Agustus 8, 2007 pukul 12:53 am

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
    simply rite

    purmana:::
    kalo saya yang bilang, mungkin mas bakal bilang, itu kan cuma ‘menurut joe’. jadi saya sarankan untuk mencari yang ‘menurut mbah gugel’ aja, atau yang ‘menurut budhe wiki’😀

    gessh:::
    hahahaha, saya tidak ‘semengerikan’ itu, kok

    hendra_ku:::
    sudah pernah baca term of service-nya wordpress? saya cuma takut account saya di-ban😉

    penguasa alam semesta mungkin memang ga bakal ngurusi masalah account saya bakal didel atau tidak. tapi si matt dan kru atomattic-nya pasti bakal bertindak kalo saya melanggar tos-nya. ndak mau bernasib kayak temen2 saya yang udah sempat di-ban. ituh ajah:mrgreen:

    dnial:::
    yeah…istanaku ya aturanku. itu fungsinya blog kan?😉 hehehehe

  72. 74 Mrs. Neo Forty-Nine Agustus 8, 2007 pukul 3:52 pm

    Sudahlah Joe…
    daripada kamu dikafir kafirkan terus, tutup saja blog ini, dan kembalilah ke profesi utamamu!sebagai suami ato istri bagi anung😆

    ingat, menjaga keutuhan rumah tangga kalian itu tidak mudah…
    menurutku, Chika, Anto, Arya, ato blogger blogger yang lain pasti bakal setuju kok, sama aku…percaya deh…

    *panggil panggil*

  73. 75 calonorangtenarsedunia Agustus 8, 2007 pukul 4:53 pm

    @Purnama
    Tuhan secara bahasa artinya yg menguasai, silahkan di cek di kamus. Lha Matt itu memang ‘tuhan’ kita yg di wordpress, soalnya dia yg menguasai alam semesta wordpress.

  74. 76 -tikabanget- Agustus 8, 2007 pukul 6:24 pm

    kafir kamu!!!
    dasar!!
    tutup..tutuuuupppppp…!!!!!!

    *ngudut kalem..*

  75. 77 danalingga Agustus 8, 2007 pukul 6:34 pm

    ke summon kata kata kafir *celingak celinguk ndak jelas*

  76. 79 hendra_ku Agustus 9, 2007 pukul 6:44 pm

    [at]om joe
    klo di ban, buat lagi dong om, accountnya, gitu aja koq repot,,,wekekekekeke🙂
    masak gitu aja takut, cuman rintangan kecil kayak gitu, katanya mo nulis terus!!!

    klo saya seh, peduli amat ma aturan si matt, lha wong nge-net aja pake uangku sendiri, emang si matt mo bayarin ya???

  77. 80 hendra_ku Agustus 9, 2007 pukul 6:51 pm

    [at]om joe
    yeah…istanaku ya aturanku. itu fungsinya blog kan? hehehehe

    loh bukannya, istanamu aturannya si matt ya🙂
    piye tho om???

    mo nulis bebas koq masih takut ma si matt

  78. 81 semaput Agustus 14, 2007 pukul 2:14 am

    purmana, sampeyan tuh sudah mati angin deh. nggak perlulah ngotot. Tuhan menciptakan manusia dengan pikiran yg bebas, bahkan memilih melakukan yg ‘baik’ maupun yg ‘dosa’. semua itu ada maksudnya.
    saat sampeyan merasa diri anda paling benar, saat itu jugalah anda harus siap dipersalahkan.

    you can kill a dreamer but you can’t never kill a dream

  79. 82 Kopral Geddoe Agustus 14, 2007 pukul 6:23 pm

    You can kill the protester, but you can’t kill the protests😛

  80. 83 semaput Agustus 15, 2007 pukul 12:19 am

    nobody wants to kill a protester dude

  81. 84 Shelling Ford Agustus 20, 2007 pukul 1:12 pm

    Mrs. Neo Forty-Nine:::
    apaan? apaan?

    -tikabanget-:::
    kamu lebih kafir!
    kakakakaka…

    hendra_ku:::
    ada ilustrasi gini, mas:
    1. suatu ketika ada anak muda yang ditantang berantem 1 lawan 1 sama seorang preman sok-sokan. setelah menghitung segala kemungkinan (termasuk jadwal bimbingan skripsi) dan resiko, akhirnya dia menyanggupi setelah merasa kemungkinannya menang berantem masih sangat besar.

    2. suatu ketika, anak muda yang sama itu pintu rumahnya digedor temen kampusnya. temen kampusnya cerita kalau dia habis digebuki sama preman-preman di ujung jalan. karena keduluan dibakar emosi, si anak muda langsung nyamperin preman-preman itu buat menuntut balas sekaligus menunjukkan solidaritas kepada teman kampusnya tanpa memperhitungkan berapa jumlah preman yang mungkin bakal dilawannya.

    3. lain hari, anak muda yang sama, setelah membantai preman di ilustrasi kesatu, dapat surat tantangan buat berantem lagi di sebuah daerah yang dia tahu tempat itu adalah mabes para preman di kotanya. dia tahu bahwa kemungkinan besar dia bakal dikeroyok dan dijadiin bancakan sama para preman di situ, tapi dia tetap aja datang.

    ilustrasi yang pertama, anak muda itu pemberani yang cerdas. dia memperhitungkan segala kemungkinan dan mengkalkulasi segala resiko. setelah yakin dengan perhitungannya bahwa dia bakal menang, maka berangkatlah dia.

    ilustrasi kedua, anak muda itu pemberani yang nekat. nggak tahu situasi medan, dia maju tanpa perhitungan dan kalkulasi kekuatan lawan. yang penting maju! resiko urusan belakangan.

    ilustrasi ketiga, anak muda itu pemberani yang idiot. sudah tau bakal kalah masih aja datang. cuma kepengen disebut sbg pemberani kok sampe harus mengorbankan diri sedemikian rupa😉

    nah, saya sudah tau kalo matt ga mungkin bisa saya lawan, ya saya ga macem2 donk. saya ga mau kalo tulisan2 saya yg dulu2 ga bisa diakses lagi gara2 blog saya di-ban😀 kasian penggemar2 saya nantinya, hehehehe

    saya nggak mau disebut sebagai pemberani yang idiot. lagipula sejauh ini, “kebebasan” versi saya tidak harus menyebabkan saya berhadapan dengan TOS-nya WP. ditambah lagi, matt nggak pernah menunjukkan sesuatu yang mengharuskan saya untuk menunjukkan keberanian saya dengan manantangnya. matt bahkan sudah memfasilitasi saya untuk mengungkapkan pikiran2 saya.

    adapun kalo mas hendra ga peduli jika misalnya blognya mas hendra di-ban, wah, ya itu kembali ke pribadi kita masing-masing. mas hendra mungkin ga mempermasalahkan tulisan2 mas hendra ga bisa diakses lagi, lalu kemudian mas hendra bikin akun baru. tapi buat saya, saya bakal mempermasalahkannya, mas. sayang kalo dokumentasi tulisan2 saya terbuang. itu cerminan buat saya di masa depan. saya sangat menghargai proses dan sejarah soale😀

    blog saya aturan si matt?
    ga gitu banget, ah. contoh kecilnya: matt memberi keleluasaan buat saya menggunakan fasilitas moderasi komentar atau tidak, bahkan memberi kekuasaan penuh kepada saya untuk mendelete komentar yang tidak saya sukai atau malah sebaliknya: saya tampilkan.

    misalnya aja, kalo saya nggak suka dengan beberapa tipe komentar, ya jangan berkomentar dengan tipe seperti itu kalo pgn komentarnya tetap saya tampilkan:mrgreen:

    jadi, yang bakal mengatur moderasi komentar itu sebenarnya saya/matt?

  82. 85 Shelling Ford Agustus 21, 2007 pukul 2:56 am

    eh, saya juga ga dibayarin si matt lho kalo ngenet. cuma saya sadar kalo selama ini saya ngeblognya numpang di hostingan punyanya si matt…hehehehehe! tau adabnya orang numpang tinggal ajalah:mrgreen:

  83. 86 kemaki Oktober 24, 2007 pukul 10:32 am

    Nulis semaunya itu boleh2 aja!! itu urusan otak loe…….Ini khan kebebasan. Mempertanyakan TUHAN boleh saja. Karena anda sendiri bingung :Siapa yang anda maksud dengan TUHAN??

  84. 87 Shelling Ford Oktober 24, 2007 pukul 10:49 am

    mohon maaf kalo mengecewakan, sayangnya saya tidak bingung:mrgreen:
    atau minimalnya saya tidak sebingung orang lain yang boleh jadi lebih bingung dari saya.

    jadi sekali lagi mohon maaf, mas, hipotesa anda salah. tapi jgn khawatir, mungkin aja cuma salah untuk saat ini saja. besok2 boleh dicoba lagi. sapa tau mas membuat suatu kesimpulan yang benar ttg diri saya😉

  85. 88 andrisihebat Desember 18, 2007 pukul 6:27 am

    alo pak…wah ga sengaja blogwalking, dan ketemu tulisan bapak tentang tutup menutup blog.wah, segitu “seru” nya yah….
    tapi kasus yang sama menimpa saya nih pak, kantor saya coba menutup blog saya…
    TPI ngepet!…apa maksudnya nge block blog gw, bandwith ga “kemakan” isinya juga ga ada yang porno2 tulisan doang, naro nya juga ga di tempatnya si TPI…kodok buduk emang nih orang-orang IT, suka ga jelas…dulu aja sempet yahoo do block, goblok banget anjis…
    lha,ko saya jadi marah-marah di sini…maaf mas emosi…
    makin ga betah aja lah gw disini….


  1. 1 Susahnya jadi Blogger Seleb « Chaos_Region.html Lacak balik pada Agustus 4, 2007 pukul 5:10 pm
  2. 2 I’M [not] GO-BLOG « Tempatku Menulis dengan Bebas Lacak balik pada Agustus 7, 2007 pukul 6:21 pm
  3. 3 Hargai Blogger Anonim « cK stuff Lacak balik pada Agustus 27, 2007 pukul 7:33 am
  4. 4 Jurnalisme Islam Cyber? Euh… « The Satrianto Show! Lacak balik pada September 25, 2007 pukul 9:20 am
  5. 5 Mengapa Tepatnya “Pokoknya” Berkesan Brengsek « Mirza Ali Al Husain Lacak balik pada Oktober 24, 2007 pukul 8:58 pm
  6. 6 Mengapa “Pokoknya” Berkesan Brengsek « Mereka Bicara Salafy n Wahabi Lacak balik pada Januari 25, 2008 pukul 9:28 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,032,449 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia