Ah, My Goddess… Thanks and Sorry, Guys

Beberapa waktu yang lalu, aku sempat dibuat lumayan terkejut gara-gara berita tentang “matinya” seorang rekan blogger. Hell yeah, Wadehel is dead! Jujur, yang kupikirkan waktu itu cuma keegoisanku bahwa aku nggak akan bisa menikmati tulisan-tulisan satir ala beliau lagi. Sama sekali nggak kepikiran untuk membentuk semacam Baladewa-nya Dewa 19, Sheilagank-nya Sheila on 7, Gigikita-nya GIGI, atapun Sobatpadi-nya Padi. Sama sekali nggak kepikiran buat bikin semacam fans club-nya mendiang (?) Wadehel, atau juga membuat sebuah gerakan separatis secara ramai-ramai dengan mengusung panji-panji Neo Wadehelisme. Tidak. Sama sekali tidak!

Aku cuma bakal kangen dengan gaya tulisannya.

Tapi beberapa waktu kemudian, jeritan “Casanova!” dari hapeku kudengar 2 kali. Artinya, ada panggilan untukku. Anto, seorang rekan blogger 1 almamater, mengirim pesan. Aku diminta online saat itu juga. Teh Jurig menungguku, katanya.

Celakanya, Pogung Rejo waktu itu sedang hujan. Aku bilang, saat itu aku nggak bisa kemana-mana. Ya sudah, katanya. Aku cuma diminta membuka omaigat.wordpress.com kalau online nanti.

Malamnya, waktu online, aku buka url-address itu. Dan aku lihat teman-temanku di dunia maya sudah memutuskan untuk meneruskan perjuangan gaya Wadehel itu dengan sebuah alamat blog baru. Ya, omaigat itu. Tercatat beberapa nama kontributor yang selama ini aku tahu selalu kritis dengan sejuta permasalahan di negeri ini. Dan yang membuat aku tersanjung, adalah bahwa aku dinobatkan sebagai salah satu kontributor di blog itu. Terima kasih, Dude.

Aku buka Y!M-ku. Biasanya selalu ada konferensi via Y!M kalau malam-malam. Begitu pun malam itu. Chika, Anto, Pramur, Mbak Evy, Geddoe, malam itu sedang mengudara.

Chika menyapaku. Dia minta supaya aku segera bikin tulisan satir ala Wadehel. Aku bilang, aku nggak janji, lho. Dia bilang, pokoknya aku harus bikin tulisan tapi jangan yang narsis kayak tulisanku biasanya. Ya, ya, kataku. Meskipun aku tekankan juga kalau aku nggak janji.

Yeah, aku memang nggak bisa janji bakal bikin tulisan untuk blog itu. Tentunya ada beberapa alasan sehubungan dengan ketidak-janjianku itu. Bukan! Bukannya aku takut bakal dihujat seperti yang dialami oleh Wadehel selama ini. Aku nggak takut dicap sebagai calon penghuni neraka oleh orang-orang yang merasa dirinya paling alim segalaksi. Sama sekali nggak takut! Aku nggak pernah takut dengan stempel dari makhluk yang sama-sama berdarah kalau terluka sepertiku. Aku nggak takut selama Tuhanku sendiri belum ngomong langsung kepadaku kalau aku memang calon penghuni neraka-Nya.

Kesulitanku dalam memenuhi tuntutan menulis di omaigat, pertama, tentu saja, adalah gaya penulisan itu sendiri. Pramur bilang, bakal ada Standar Operasional Prosedur penulisan di omaigat. Ini yang jadi kendalaku.

Sangat sulit bagiku meniru gaya orang lain, meskipun selama ini aku dikenal sebagai orang yang bernasib sama seperti Wadehel: Dihujat oleh manusia-manusia “alim” itu sebagai orang yang sok tahu, atau malah dihalalkan darahnya oleh mereka gara-gara tulisan kami yang sering mengkritisi pola interpretasi ajaran agama mereka. Selama ini, dalam setiap tulisan mereka yang menghujat Wadehel, namaku selalu disebut. Karena itulah timbul opini publik bahwa aku adalah tandem Wadehel, walaupun aku selalu bilang, “Wadehel itu tukang tembaknya. Aku cuma shadow striker di belakang Wadehel.”

Tentu, dengan “nama besar” sepertiku yang dianggap sebagai tandem Wadehel, aku jadi menanggung beban moral untuk membuat – minimal – sebuah tulisan di omaigat. Tapi untuk memenuhi sebuah standar operasional seperti yang disebutkan Pramur, atau wanti-wanti jangan narsis kayak yang dibilang Chika, tentu saja aku kesulitan. Aku nggak bisa kalau harus menulis dengan gaya orang lain, meskipun kami (mungkin) memiliki kesepahaman ide.

Aku ingat duet Romario-Bebeto di tim Brazil pada USA ’94. Mereka duet Brazil paling maut yang pernah kulihat dengan mata kepalaku sendiri (di depan tivi). Romario itu penyelesainya, dan Bebeto cuma “pelayannya”. Masing-masing punya spesialisasi sendiri-sendiri. Bebeto tidak akan pernah maksimal jika dia memaksakan untuk bermain dengan gaya seperti Romario. Brazil menjadi jawara selama ini karena Bebeto memainkan peranan yang Bebeto-banget untuk mendukung Romario.

Sepeninggal Romario, Bebeto juga tidak pernah berpikir untuk menjadi pencetak gol nomor 1 di tim Brazil. Di France ’98, Bebeto tetap Bebeto yang justru “merendahkan” dirinya dengan “melayani” seorang anak kemarin sore yang digadang-gadang sebagai The Next Brazilian Superstar, Luiz Nazario da Lima Ronaldo. Bebeto tetap Bebeto yang memainkan gaya sepakbolanya sendiri.

Begitu juga aku. Aku ini mungkin Bebeto dan Wadehel adalah Romario. Aku nggak akan pernah bisa meniru gaya tulisan Wadehel. Jika harus menulis, aku akan tetap bertindak bagaikan Bebeto yang memainkan gayanya sendiri, dan nantinya tetap mendukung penuh siapapun yang bakal bersinar sebagai seorang Ronaldo.

Jika harus menulis dengan gaya seperti Wadehel, aku nggak akan pernah bisa. Itu kesulitanku yang pertama.

Sejauh ini, sebelum omaigat, ketika aku membuka panel-admin di weblogku, aku juga sudah dikejutkan dengan pembaptisanku sebagai kontributor. Dengan tiba-tiba, tanpa pemberitahuan sebelumnya, aku dicantumkan untuk menulis di weblog Riset Dunia Islam dan Salat Smart. Aku tidak tahu apa pertimbangan para pengelola blog itu ketika memutuskan untuk memberi penghargaan sedemikian rupa kepadaku.

Yang aku sadar, aku tidak mampu kalau harus menulis di kedua blog di atas. Ilmuku belum setinggi itu. Aku tidak ingin bertindak dan berucap asal-asalan seperti seorang (yang diaku) ulama yang dengan pedenya mengeluarkan fatwa tentang astronomi padahal tidak memiliki disiplin ilmu yang mumpuni tentang astronomi itu sendiri. Dan jadilah aku memang tidak pernah menulis untuk kedua weblog di atas (mohon maaf lho, sebelumnya… Hehehehe!).

Lagi-lagi aku sadar kalau ilmuku nggak seperti Wadehel. Aku nggak bisa meniru Wadehel yang tulisan-tulisannya selalu konsisten mengkritisi keadaan negeri ini, baik itu dalam hal agama, pendidikan, politik, teknologi, sosial-budaya, dan lain-lain. Aku – dengan tulisanku – masih bermain-main dengan hal-hal kecil yang bersifat pribadi, yang mungkin sebenarnya tidaklah penting untuk dibaca oleh orang lain.

Jika suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. Aku belum sekritis Wadehel. Itu kesulitanku yang kedua.

Yang ketiga, aku ini egois. Egois sejati! Kalau misalnya nanti aku berhasil membuat tulisan bernada satir yang menurutku bagus, belum tentu aku bakal mau memajangnya di omaigat. Bisa jadi aku lebih memilih untuk memajangnya di weblogku sendiri, kekekeke! Susah kan?

Yang keempat, aku ini selalu narsis dalam setiap tulisanku. Chika bilang, jangan narsis. Nah, aku nggak bisa kalau nggak narsis😛 Jadi, maaf, Chik!😉

Tapi jangan khawatir, teman-teman. Tidak (atau belum?) menulis bukan berarti aku tidak mendukung perjuangan kalian. Sejauh ini, pada ruang lingkup omaigat, yang bisa kulakukan mungkin cuma sebatas ikut membangun diskusi di fasilitas kotak komentar. Aku bakal membantu dan mensupport kalian dengan apa yang aku bisa, dan sepenuh hati tentunya. Apa yang bisa kulakukan, itulah yang bakal kulakukan. Mirip dengan kata-katanya Peter Caine di serial tivi Kungfu: The Legend Continues.

Selamat meneruskan perjuangan kalian demi Indonesia yang lebih baik, saudara-saudaraku. Aku mendukung kalian habis-habisan dari bangku cadangan.

Long live o m a i g a t !!!

30 Responses to “Ah, My Goddess… Thanks and Sorry, Guys”


  1. 1 Fourtynine Juni 4, 2007 pukul 6:00 pm

    Hiat, amankan posisi

  2. 2 kurt Juni 4, 2007 pukul 6:08 pm

    wah mas, kan gak mesti harus sama dengan gaya wadehel. sebab penulisan itu sendiri adalah bagian dari olah rasa. saya kira kalau disamakan, gayanya bisa… ya itu mesti ada editornya yang bisa menyamakan rasa bahasa. salam kenal mas….🙂

  3. 3 arul Juni 4, 2007 pukul 6:11 pm

    yah.. langkah yang tepat…!!!

  4. 4 cK Juni 4, 2007 pukul 6:30 pm

    haiyah…nama gue disebut-sebut (jadi tenar deh kekekekekk)😆
    hhmm…buat joe dikasih dispensasi deh. boleh narsis:mrgreen: seperti halnya manusia narsis yang komen paling atas tuuh😛 hehehe…

  5. 5 mas agus Juni 4, 2007 pukul 7:30 pm

    dah mampir di omaigat sih, tapi ndak berani ngasih komen, takut sama penjaganya, lha wong kata serdadu penjaga omaigat, yang komen harus punya url/link je, kan aku ndak punya url dan ndak/belum ada niat bikin.

    emangnya selama ini ada tho keharusan kalo komen harus punya url???

    ya sudah kalo begitu….

  6. 6 kudzi Juni 4, 2007 pukul 7:34 pm

    Lha koq cuma mendukung dari bangku cadangan ?
    ayo.. maen masuk lapangan sana….!!

  7. 7 leeloos Juni 4, 2007 pukul 9:10 pm

    Dukung Joesatch !!!!!

    Long Live Joesatch !!

    Gw suka gaya lo bro …

  8. 8 fertobhades Juni 5, 2007 pukul 1:00 am

    gaya joe itu kayak apa ya ? *sambil mikir-mikir*🙂

    Tulis aja mas, siapa tau bisa membuat omaigat lebih berwarna. kan jadi enak liat penggabungan satir, bajingan, egois, dan narsis😉 jadinya seperti apa ya ?

  9. 9 chielicious Juni 5, 2007 pukul 10:25 am

    Hmm ..emangnya standar tulisan di omaigat harus bergaya wadehel yah? Kenapa gak pake gaya masing2 aja?

  10. 10 jurig Juni 5, 2007 pukul 10:48 am

    line-up 4-4-2 dengan 2 org striker –ustadz satir dan ustadz narsis– udah ngga ada … moga-moga line-up 4-5-1 yg sekarang diterapkan bisa memberikan “permainan” yg menarik …

    *apa coba maksudnya … hehehehe*

  11. 11 crizosaiii Juni 5, 2007 pukul 1:40 pm

    Bener tuh yang dikatakan jurig.
    Lha, buktinya Liverpool dengan strategi 4-5-1 buktinya mampu juara Liga Champions 2005. Apa lagi AC Milan kemaren, cuma Inzaghi doank di depan.
    Mungkin “pola permainannya” yang mesti dipikirkan lebih lanjut. Apakah mau sistem catenaccio lalu serang balik, Kick n Rush ala Inggris, ato total football gaya Londo..

  12. 12 p4ndu_454kura Juni 5, 2007 pukul 7:46 pm

    Astaga! Tertipu judulnya!!😈
    Lebih baik pake formasi menyerang 4-3-3 aja…
    Buktinya Chelsea berhasil menang 2 kali berturut-turut gara-gara formasi itu😛

  13. 13 Evy Juni 6, 2007 pukul 10:39 am

    owww… aku sih emak2, anaknya mau apa ya diliatin aja sambil di getok klo aneh dan klo nakal… di setrap… pelan2 mereka biar belajar mencari bentuk sendiri dr suatu organisasi atau kelompok…tadinya mungkin merupakan suatu penghargaan untuk wadehel, tapi mungkin ke depannya sudah lupa sama wadehel yg akhirnya tinggal sejarah… ya biasalah ada yg mendukung ada yg ga suka…aku cuman ngeliatin aja dr jauh…jauh banget wong di alaska…kekekek

    so dont worry be happy Joe, be your self… narsis is so good😉

  14. 14 venus Juni 6, 2007 pukul 11:40 am

    bukannya ga mendukung, cuma menurutku aneh aja. setauku dia-yang-namanya-tak-boleh-disebut itu lebih suka kalo kita semua menganggap dia bener2 mati. aku malah pernah diwanti2 untuk gk nyebut2 ‘nama itu’ sampe lewat 40 hari ‘kematiannya’.

    silakan deh kalo pada mau nulis di blog itu. aku jadi penonton aja, secara aku masih berduka.

    gak ada yang seindah dia…*sesenggukan sekali lagi*

  15. 15 aad Juni 6, 2007 pukul 1:07 pm

    ini lagi-lagi tentang wadehel

  16. 16 joesatch Juni 6, 2007 pukul 1:31 pm

    kurt:::
    yang bilang gitu pramur, mas. kmrn waktu conference rame2. jadinya aku sedikit nyerah, hehehehe

    arul:::
    dengan tetap menjadi shadow striker maksudnya?

    cK:::
    nah, kalo begini kan enak😛

    mas agus:::
    ah, ga ada keharusan, kok. itu cuma becandanya teman2 aja kok, mas

    kudzi:::
    ji, kamu kan tau kalo staminaku cuma cukup buat 10 menit, iya kan?

    leeloos:::
    oh, suka 80an sama awal 90an juga ya?😛

    fertobhades:::
    sebenernya fantasista, mas. ga bisa terikat pada suatu pakem. kayak maradona gitu, lho, hwakakakakakakaka!

    chielicious:::
    itu hasil forum terakhir, mbak. tapi kayaknya ga seketat itu deh skrg

    jurig:::
    susah kalo aku dijadiin striker tunggal. aku bukan tipe target man soale, kekekekekeke. kayaknya aku mundur juga ke barisan gelandang, deh. tinggal siapa skrg yang mau jadi strikernya. atau mau nyoba pola 4-4-1-1?😀

    crizosaiii:::
    liverpool pas final kmrn juga cuma pake dirk kuyt di depan, lho

    p4ndu_454kura:::
    hah? chelsea? itu tim mana ya? masuk final liga champion kmrn ga? kakakakaka!

    Evy:::
    ya bu, saya selalu hepi kok

    venus:::
    anu, tapi jgn terlalu berharap aku diturunkan jadi starting line-up, mbak. kalo mau liat aku, sabar sampe 10menit terakhir😀

    aad:::
    kenapa, ad? bosen? hahahahaha

  17. 17 Master Li Juni 6, 2007 pukul 4:21 pm

    Ada apa dengan “dewi-mu”, Tuanku?:mrgreen:

  18. 18 kunderemp an-Narkaulipsiy Juni 6, 2007 pukul 4:40 pm

    jadi ‘wadehel’ = teguh = cewek yang menyamar?

  19. 19 wargabanten Juni 6, 2007 pukul 7:58 pm

    ini lagi-lagi tentang wadehel..!!! WEDEHEL apa ya..? (wong ndeso)

  20. 20 Fourtynine Juni 6, 2007 pukul 9:52 pm

    @Chika
    Ko bawa bawa saya dalam hal narsisme?????

  21. 21 deKing Juni 7, 2007 pukul 6:57 am

    Kamu gak usah membuang ke-bajingan-mu Joe…
    KAta banya korang kan bi yorselp…
    so… jas bi yorselp…
    Tapi kok kamu telat bgt merespon masalah ini hehehe…

  22. 23 Sugeng Rianto Juni 7, 2007 pukul 7:28 am

    Sama dengan kometar mas deking, Tetep mbajing joe!😆

  23. 24 joesatch Juni 7, 2007 pukul 12:55 pm

    Master Li:::
    hahaha, daripada aku pake oh my god (omaigat), lebih baik aku plesetin jadi ah my goddess…kekekekeke!

    kunderemp an-Narkaulipsiy:::
    iya po? aku juga malah baru tau😛 jadi ke jokja, mas?

    wargabanten:::
    wong ndeso? bukan. kayaknya wadehel sama tukul itu 2 spesies yang berbeda, kok

    deKing:::
    bukannya telat om. tapi setelah pertemuan maya yang kesekian, ada usul masalah SOP itu. makanya aku jadi sedikit piye. ini kuposting 1 hari stlh conference itu, kok

    manusiasuper:::
    oke!

    Sugeng Rianto:::
    oke juga!

  24. 25 fachry Juni 7, 2007 pukul 2:10 pm

    huohh betul-betul..biarkan kita memiliki karakter kita sendiri-sendiri..

  25. 26 Aday Juni 7, 2007 pukul 6:33 pm

    Setuju….!!!
    Kan jadi aneh klo dipaksakan sama gaya…

  26. 27 krisosa Juni 11, 2007 pukul 10:04 am

    Joe said :

    “liverpool pas final kmrn juga cuma pake dirk kuyt di depan, lho”

    masalahnya ada pada sistemnya kan? milan dgn inzaghi-nya maen dengan lebih berhati-hati dan selalu konsentrasi dari awal sampe akhir pertandingan. itu gak terjadi pada liverpool.
    so, bila mendapat peluang, baru inzaghi masuk ke daerah pertahanan dan manghancurkan lawan dengan 2 golnya.
    (hiks..hiks.. sayang liverpoolnya kalah!)

    nah, gimana kalo blog omaigat juga bermain seperti itu? kan lebih asik tuh “nusuknya” ya, gak?

  27. 28 ayamarab Juni 12, 2007 pukul 12:02 pm

    WELL, well, well, mas Joe, kalo ga ngerti mau nulis apa jangan dipaksain.apalagi kalo mas Joe sendiri ngakuin kalo ilmunya mas Joe itu ga tinggi-tinggi amat, mending ga usah komen. kalo seandainya pun (tapi maaf nih ya) mas Joe berniat cari muka (eh, nama dink), tolong kasih tag yang gede di setiap tulisannya (atau blognya sekalian): CUMA CARI MUKA atw ISENG DOANK. ibarat pepatah atau satire atau apalah namanya: orang indonesia itu bisa segala sesuatu (termasuk komentar ini itu), tapi kalo yang jadi tanggung jawabnya malah ngacir alias k-ga bisa. mungkin apply ama ane juga, tapi ga masalah, yang penting ane cuma ngingetin antum. lam kenal

  28. 29 pramur Juni 20, 2007 pukul 9:47 am

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Wah, sapa yang bilang harus sama gaya???????? Fitnah!
    Saya ndak bilang begitu, saya cuma bilang visi kita harus sama. Soal SOP, semuanya juga harus begitu kan?


  1. 1 m a a a .. t i .. #@…x. « wak AbduLSomad Lacak balik pada Juni 10, 2007 pukul 10:38 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,032,449 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia