Spirit Kehilangan

Sebuah ruangan, dengan sebuah super komputer pada masanya, sistem operasi Windows XP (bajakan tentunya), dan software Adobe Photoshop 7 (bajakan juga. Pasti!) sedang berlari.

(Sebenarnya mau ditulis: Sebuah ruangan, dengan sebuah komputer biasa-biasa saja pada masa sekarang, sistem operasi OpenSuse 10.2, dan software The GIMP 2.2 sedang berlari. Tapi daripada dicatat sebagai sebuah kebohongan oleh malaikat Atid, apa boleh buat… Katakanlah kebenaran sekalipun itu membajak)

“Bikin gambar vektornya siapa lagi? Lani?”

“He’eh.”

“Kamu itu memang… Mbok bikin vektornya Rini. Lani kan sudah pernah dibikin. Tiwi juga sudah ada.”

“Lha, fotonya Rini nggak ada yang pencahayaannya bagus. Susah dibikin vektor”

“Bukan nggak ada atau nggak bisa. Kamu pasti nggak semangat, tho, bikin vektornya Rini?”

“Hehehe…”

“Memang, kok, bikin vektor pacar sendiri itu malas.”

“Yeah.”

“Soalnya anggapannya sudah ada di samping kita. Jadi nanti-nanti ajalah dibikinnya, toh orangnya nggak bakal kemana-mana.”

“Ya, kadang-kadang memang kayak gitu.”

“Entah kenapa, bikin vektornya mantan pacar malah lebih semangat.”

“Itu wajar. Kita baru terkenang-kenang dan merasa kehilangan kalau sesuatu itu sudah tidak lagi menjadi milik kita. Padahal dulu-dulu, ya biasa aja. Kayak yang sekarang.”

“Memang. Aku juga cuma bisa bikin vektornya Sita. Yang kepikiran buat dibikin ya cuma itu soale.”

“Makanya aku bilang wajar. Kangen itu cuma buat yang sudah lewat. Spiritnya beda. Sama pacar yang sekarang, begitu kangen langsung bisa dikontak. Kangennya cepat hilangnya. Kalau sama yang bekas, kita cuma bisa mengenang-ngenang. Pelampiasannya, ya ke hobi kita.”

“Masih sering kangen, tho?”

“Kadang-kadang thok. Tapi itu wajar juga, kan? Wong pernah jadi bagian dari hidup kita, apalagi kalau sampai dalam banget. Kadang-kadang aku juga kangen ndengerin lagu-lagunya New Kids on The Block. Lagu-lagu yang jaman sekarang malah enggak. Mungkin besok, kalau masa yang sekarang ini sudah lewat.”

“Berarti cuma bisa bikin vektornya Rini kalau sudah putus? Hehehe.”

“Mungkin iya. Nyatanya aku memang cuma bisa bikin vektornya mantan-mantan pacarku. Bahkan vektorku sendiri nggak ada yang selesai.”

“Nggak pernah kangen Rini?”

“Kangen dalam taraf biasa ya seringlah. Tapi kalau sampai sedemikian rupa-hingganya nggak. Apa yang harus dikangeni? Dia di sampingku, kok.”

“Spiritnya beda, ya?”

“Iya.”

“Kayaknya kamu harus putus sama Rini, biar bisa menghargai keberadaannya dia, hehehe.”

“Wah, nggak sanggup kalau itu.”

“Lho?”

“Lha, sudah pengalaman. Kangen tapi nggak bisa ngapa-ngapain itu nggak enak.”

“Biar bisa bikin vektornya.”

“Aku kadang-kadang mbayangin juga, gimana kalau misalnya tiba-tiba bener-bener putus. Kayaknya aku nggak bakal kuat, meski dulu, setiap ditinggal sama cewekku yang sebelum Rini, aku selalu bilang, ‘Aku sudah pernah merasakan yang paling sakit. Lani itu pengalamanku yang paling sakit. Cuma sakit biasa gara-gara ditinggal seperti ini nggak akan berpengaruh apapun.’ Tapi memang, kayaknya aku nggak bakal kuat kalau harus kehilangan Rini. Kadang-kadang membayangkan bakal putus aja aku nggak berani lama-lama.”

“Perasaan takut membohongi diri sendiri, mungkin? Dulu kamu sudah pernah janji sama Rini bakal bener-bener serius sama dia, kan, soalnya?”

“Lha iya. Tapi, takut membohongi diri sendiri ataupun takut diputusin sama dia, yang jelas aku bener-bener takut. Takut nggak kuat kalau harus kehilangan dia.”

“Berarti nggak akan pernah bisa bikin vektornya Rini?”

“Lebih baik nggak pernah bisa bikin vektornya Rini daripada harus kehilangan dia.”

“Nggak ada penghargaan spesial buat dia, dong?”

“Nggak harus vektor, kan? Meskipun itu satu-satunya hal nanggung yang bisa kubanggakan. Komitmenku kayaknya cukup, deh.”

“Udah. Matiin komputernya. Ayo berangkat. Sudah ditunggu anak-anak.”

“Sebentar. Ta’nyelesaiin bagian tangannya dulu. Nanggung.”

Dan malam itu, tidak satupun cannon-ball dari destroyer-destroyer Liverpool bisa melesak ke gawang AC Milan. Tidak seperti biasanya.

30 Responses to “Spirit Kehilangan”


  1. 1 TakodokGakSebelLagi Mei 27, 2007 pukul 5:01 pm

    Mmm…*bingung mo comment apa*

    “Lebih baik nggak pernah bisa bikin vektornya Rini daripada harus kehilangan dia.”

    Ahaha, boljug. Tapi kalo misalnya (misalnya nih!) nanti sudah punya istri, dengan masalah beda (bukan vektor2an), bakal begitu juga gak? Lebih seneng bantuin mantan pacar daripada istri. Gimana, hayooo?

    Eh, eh, pertamax gak ya? hehe *menghilang, (masih) mencari kodok (lagi)*

  2. 2 Fourtynine Mei 27, 2007 pukul 5:12 pm

    Sialan! Gagal lagi jadi yang pertama

  3. 3 telmark Mei 27, 2007 pukul 7:11 pm

    wong liverpool kalah kok… 🙂

  4. 4 DeDe Mei 27, 2007 pukul 8:15 pm

    hayah…apalah arti sebuah vektor kalo hatimu ancur joe,perasaan tuh ga bs di samain sama vektor.sekuler dong perasaan ma vektor dung.malah bingung dewek..lah sih kepriwe jane rika laaaaaaaah

  5. 5 antobilang Mei 27, 2007 pukul 8:24 pm

    jiakakakkakaka……

    malah nggambari fotone mantan ki…
    hati2, nanti kamu dikalahkan oleh kenangan lho joe..

  6. 6 Chiw (gak login) Mei 27, 2007 pukul 8:45 pm

    ooo…iku alasane?
    ehem…brani bayar brapa hayo, buat potonya mbak Tiwi?
    mumpung blum tak kirim gratisan ke kamu,JOe…
    peluang bisnis jangan sampe dilewatkan…

    *ambil kertas, bolpen,kalkulator…ngitung duit*

  7. 7 joesatch Mei 27, 2007 pukul 9:53 pm

    TakodokGakSebelLagi:::
    ya jelas istri, dunk. aku kan kalo malem ga mungkin dikeloni sama mantan pacarku yang mungkin pada malam itu lagi kelonan sama suaminya, kekekekeke…

    Fourtynine:::
    silahkan coba lain kali

    telmark:::
    makanya aku bilang “tidak satupun”😛

    DeDe:::
    ga bingung, kok. vektor cuma pelarian sementara aja, hohoho…

    antobilang:::
    tidak bisa. aku tidak mungkin dikalahkan. di dunia ini yang bisa menahan dribelku mungkin cuma franz beckenbauer di masa, kakakaka!

    Chiw (gak login):::
    opo? peluang bisnis opo. vektore tiwi wis ta’garap ket jaman ra uenak bgt😛

  8. 8 deking Mei 27, 2007 pukul 10:36 pm

    Entah kenapa, bikin vektornya mantan pacar malah lebih semangat

    Ini vektor kan, bukannya Piktor? hehehe
    Yang jelas memang kita kadang baru merasakan arti sesuatu/seseorang setelah kita kehilangan sesuatu/seseorang itu

  9. 9 joesatch Mei 28, 2007 pukul 12:27 am

    piktor? ah, kdg2 aja kok, kalo lagi kehabisan bahan imajinasi, kekekekeke!

  10. 10 wargabanten Mei 28, 2007 pukul 2:12 am

    yang pertama memang sulit dilupakan!

  11. 11 joesatch Mei 28, 2007 pukul 2:25 am

    hehehehe, bukan yang pertama lho…
    sok tau ah!😛 kekekekekekeke!

  12. 12 deking Mei 28, 2007 pukul 6:47 am

    bukan yang pertama lho…
    sok tau ah

    Jujur saja Joe kalau dia yang pertama bener2 mau sama kamu…
    Yang sebelum2nya kan karena terpaksa hehehe

  13. 13 Sugeng Rianto Mei 28, 2007 pukul 8:02 am

    @deKing

    Jujur saja Joe kalau dia yang pertama bener2 mau sama kamu…
    Yang sebelum2nya kan karena terpaksa hehehe

    😆 semuanya karena terpaksa kang, takut ga dibikinin vektornya.😆
    [**ampun joe, lagi-lagi minta ampun, ojo dikepru’i**]

  14. 14 mee Mei 28, 2007 pukul 8:17 am

    … Kangen tapi nggak bisa ngapa-ngapain itu nggak enak…

    Nah..persis banged ni ama saya…🙂

  15. 15 Evy Mei 28, 2007 pukul 8:20 am

    Waaah Rini jangan tinggalin Joe…. pleasee… btw napa Joe kok jd melankholis gini?

  16. 16 raffaell Mei 28, 2007 pukul 9:15 am

    Mana hasil karya nya , posting dong kesini, ehehehe

  17. 17 jurig Mei 28, 2007 pukul 9:35 am

    hehehe … memori emang ga bisa ilang ya ….😀

  18. 18 joesatch Mei 28, 2007 pukul 9:37 am

    deking, Sugeng Rianto:::
    hohohoho, kalian berdua hanya iri sahaja😛

    mee:::
    iya, mee. bingung mau ngapain. akhirnya bolak-balik ke dapur

    Evy:::
    nggak bakal ta’tinggalin, kok. nggak bakal!

    raffaell:::
    belum selesai e, mas. wajah selalu jadi bagian tersulit. nanti ta’update deh kalo dah selesai😀

  19. 19 joesatch Mei 28, 2007 pukul 9:45 am

    jurig:::
    kayaknya ga bakal bisa. beda antara ga ingat dgn ga mau ingat🙂

  20. 20 venus Mei 28, 2007 pukul 9:46 am

    ada pepatah jawa yang bagus, joe…

    “you don’t know what you’ve got ’til it’s gone”😀

  21. 21 soerja Mei 28, 2007 pukul 10:08 am

    halah… malah pepatah
    nih ta kasi pepatah bagus

    tak kenal maka tak sayang, tak kenal maka tak benci

    pikiren dhewe …

  22. 22 joesatch Mei 28, 2007 pukul 10:35 am

    venus:::
    ga ah, mbak. jgn sampe kehilangan ah. ndak mau. angel nggolek pacar sing pekok soale😛

    soerja:::
    statis dunk?😉

  23. 23 Shan-in Lee Mei 28, 2007 pukul 11:39 am

    Wiiw… Kadang kita akan menghargai sesuatu/seseorang di kala kita telah kehilangan… Benar itu.

    Sampai sekarang Shan-in masih terbayang-bayang PS2 yang rusak dan sekarang masuk gudang. Padahal dulu waktu masih baik, tiap hari dipaksa main…nggak diperhatiin kesehatannya.

  24. 24 saidedwin Mei 29, 2007 pukul 2:32 pm

    di situs detik.com aku pernah baca artikel kalo cowok sedih ketika putus daripada cewek. pertama cowok cenderung memendam perasaannya dibanding cewek kedua cowok akan mudah bosen padahal setelah putus, cowok itu baru sadar bahwa si cew begitu berarti buat dia.

  25. 25 saidedwin Mei 29, 2007 pukul 2:33 pm

    o iya ralat kurang kata “lebih”

  26. 26 saidedwin Mei 29, 2007 pukul 2:34 pm

    o iya ralat kurang kata “lebih”. satu pertanyaan vektor itu apaan sih?

  27. 27 joesatch Mei 29, 2007 pukul 2:55 pm

    Shan-in Lee:::
    itu pertanda. pertanda harus ganti konsol yang lebih bagus. ps3, mungkin? hehehehehe

    saidedwin:::
    vektor itu digital image yang kalo kita perbesar (zoom-in) gambarnya nggak pecah, contohnya kalo kita bikin gambar di inkscape, corel draw, adobe illustrator, atau freehand mx.
    beda dengan bitmap yang sudah “terkunci mati”. bitmap, kalo kita gedein gambarnya, dia bakal kelihatan pecah2. begitu lho, mas🙂

  28. 28 dwi Mei 30, 2007 pukul 3:19 pm

    hohohoho
    wi doain ga akan putus sampe kapan juga ^_^

    eh doain wi juga ya hehehehe

  29. 29 fachry Juni 7, 2007 pukul 2:25 pm

    “dunia tak selebar daun vektor”😀

    “kangen tapi ndak bisa apa-apa” – bikin otak penuh dan hati gundah😦

  30. 30 chiwimudz(ga login, uda ngantuk) Juni 12, 2007 pukul 12:53 am

    jolali Joe…
    apapun pilihan kita…
    jalanilah dengan penuh tanggungjawab!

    hehe5005x…kalo gak salah itu yang ngomong kan kamu sendiri ya?

    sory, gak nyambung ma postingan ya?biarin!

    *ditimpuk si Joe*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,033,018 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia