Nggak Ada Cinta Sejati di Bumi Ini

13/11/04 22:12
+6281316551***
PantesDahBsSmsAqKi
rainMintaPulsaSapaL
gEmangnaHarganaBra
pa?napaNdakNgisiYg
ProXl?SorryOlehnaBlo
mBeliPdagangnaPdMu
dikNtar2dehAqCoba2
cariLgMangnaKamuM
oDbeliinApa?:)

13/11/04 23:24
+6281316551***
Joe,takbiran
ndak?dmana?pasti
rame ya?di sini
rame bgt neh!ya
udah aku mo bobo
dulu dah ngantuk
berat neh!see
u,met takbiran!

14/11/04 07:56
+6281316551***
dah shalat? Met
Lebaran!maapin klo
aku pernah bbuat
salah ma kamu aku
dah maapin smua
ksalahanmu itu ko!

14/11/04 21:25
+6281316551***
SryTdLgJln2maTmn2
KayaknaDIndosiarAda
naMarsJanganNagku
2GituDehJelas2Ndak
MiripKloMiripDiLiatDr
MonasKBaliPakeSedo
tanNgapainMc2?LgNg
apain?niSmsJatahBe
sok ;p


Kemarin, waktu bongkar-bongkar kamar (bongkar-bongkar, lho. Bukan beres-beres. Dan aku secara de facto adalah spesialis bongkar-tinggal), aku nemu SIM Card I*3-ku yang lawas dengan nomer Denpasar. Hore, di dalamnya masih ada beberapa SMS kenangan dari adik kelasku yang asal Jakarta, dulu waktu aku masih suka-sukaan sama dia dan lagi gencar-gencarnya pendekatan. Jaman itu, alhamdulillah, tanggapannya – setidaknya menurutku – positif. Hanya saja, sayangnya, kepositifan itu tidak sampai berlanjut ke jenjang yang lebih menjamin sebuah kepemilikan pada akhirnya.

Seperti halnya manusia biasa lainnya, aku juga pernah mengalami sebuah penolakan. Jadi, setelah melewati serangkaian strategi pendekatan, aku memutuskan untuk melakukan…apa itu istilahnya…ah, ya, sebuah penembakan. Waktu itu, setelah aku bicara, dia cuma diam. Betul-betul diam. Tidak bicara sepatah katapun. Cuma menghela nafas. Sedetik, 2 detik, 3 detik, lama-lama aku jadi nggak sabar (dasarnya aku kan memang “sedikit” berangasan). “Hei, kok diam? Ada apa? Ada yang salah?” tanyaku.

Diam. Dia cuma diam.

“Nduk, woi, kamu kenapa e? Mbok jawab. Ya atau nggak?” desakku lagi.

Dia masih diam beberapa saat sampai akhirnya menjawab, “Nggak bisa.”

“Kenapa?” Aku berusaha menyuarakan kalimatku setenang mungkin, meskipun di dalam hati sebenarnya sudah nggak karuan. Jindal, jadi juga penolakan keempat dalam hidupku, batinku.

“Pokoknya nggak bisa.”

“Oh… Boleh tahu alasannya?” tanyaku dengan menahan-nahan rasa kecewa.

Diam. Dia kembali diam.

“Hei? Halooo?” kataku.

“Nggak bisa, ya nggak bisa. Kamu seharusnya sudah tahu sendiri, kan?”

“Oh, apa karena kita ‘berbeda’?”

“Ya.”

Jadi begitulah romantika penembakanku, sodara-sodara. Kami menjalani the way of life yang berbeda. Karena itulah sekarang kami membatasi pembicaraan kami seperlunya saja. Tidak perlu ada basa-basi dan perhatian berlebih lagi di antara kami, daripada nanti jadi perkara. Lagipula sekarang sudah ada laki-laki lain yang menggantikan tugas-tugasku jaman dulu itu.

Kalau ditanya, apakah aku masih suka sama dia, jawabannya adalah masih. Sama halnya dengan kalau aku ditanya, apakah aku masih cinta dengan mantanku. Jawabannya juga masih. Aku masih mencintai mereka-mereka yang pernah jadi pacarku.

Kok bisa, lalu bagaimana dengan pacarmu yang sekarang, Satrianto? Tentu. Tentu aku mencintainya. Dalam kaitannya dengan paragraf sebelumnya, aku mencintai pacarku yang sekarang lebih daripada aku mencintai pacar-pacarku yang dulu. Kadar cintanya berbeda banget. Yeah, memang begitulah cinta ideal. Ketika kita menemukan seseorang yang baru yang lebih mendekati standar ideal menurut kita, masuk akal kalau kita lebih mencintai yang lebih ideal. Masuk akal kalau yang lama bakal kita tinggalkan.

Menurutku wajar aja hal itu terjadi, dan itu bukanlah suatu wujud ketidak-setiaan. Sudah jadi kodratnya bahwa manusia itu selalu ingin mencari sesuatu yang mendekati standar kesempurnaan dalam hidupnya. Selalu mencari yang lebih dan lebih lagi. Itu wajar. Begitu juga dalam menentukan pasangan hidup. Pacaran kan pada dasarnya adalah sebuah bentuk penjajagan untuk – kalo cocok – dilanjutkan ke jenjang yang lebih sakral. Ketika ada yang lain yang lebih cocok, nggak salah kalo yang levelnya di lebih di bawah kita sisihkan.

Kejam? Memang kejam. Begitulah hidup. Begitulah cinta ideal. Di dunia ini, menurutku, antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang namanya “cinta sejati”. Semuanya cinta ideal! Kita memberikan sesuatu karena kita berharap mendapatkan sebuah balasan, kan? Kita memberikan hati kita karena mengharapkan dia juga memberikan hatinya pada kita, kan? Iya, nggak? Hayo, ngaku! Iya juga nggak pa-pa, kok. Karena memang, mencapai level cinta-tanpa-syarat itu sangat mungkin mustahil bisa kita capai.

Ketika kita terus-terusan memberi tanpa mendapatkan balasan, kita mungkin bisa bertahan 1 tahun, 2 tahun, atau bahkan 10 tahun. Tapi tidak mungkin kita bertahan seumur sisa hidup kita. Suatu saat kita pasti akan mencapai titik jenuh, merasa sia-sia dengan semua perjuangan kita. Ya, karena di dunia ini, antara laki-laki dan perempuan, menurutku, memang tidak ada cinta sejati, yang ada cuma cinta ideal. Cinta sejati cuma milik Pencipta kita.

Bull-shit dengan sinetron-sinetron di tivi kita tentang cinta sejati itu!!!

Dulu, aku merasa pacarku jaman SMA adalah yang-paling-segalanya buat aku. Tapi ketika aku ditunjukkan betapa luasnya Gadjah Mada, aku menemukan cewek lain yang lebih mendekati standar idealku, maka dengan emosi seorang mahasiswa baru, pacarku yang lama kutinggalkan. Selanjutnya pacar pertamaku di bangku kuliah ini menjadi tidak ideal lagi di mataku ketika aku tahu dia tidak sepenuh hati menjalani komitmen kami. Keadaannya menjadi lebih tidak ideal lagi ketika dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami (dia sudah menemukan cowok lain yang di matanya lebih ideal daripada aku). Tapi nggak pa-pa. Aku berterima-kasih sama dia. Karena dialah yang membuatku jadi paham kalau hidup ini kejam. Dia juga yang secara tidak langsung mendidikku sebagai seorang flirter, Casanova dari kampus MIPA, kakakaka!

Begitu terus-menerus sampai akhirnya aku dengan yang sekarang ini. Apakah suatu saat kalau aku menemukan yang lebih ideal, yang sekarang ini bakal aku tinggal? Bisa jadi. Tapi semuanya tentu butuh pertimbangan matang. Nggak bijaksana kalo cuma gara-gara naksir atau nafsu sama cewek lain lantas aku memutuskan meninggalkan dia. Hei, ideal atau tidak ideal tidak bisa disimpulkan sesimpel itu. Semuanya butuh pendalaman.

Dan, mendobel wanita adalah bukan tipikalku (sejujurnya bukan begitu. Kalo ketahuan punya pacar lagi, aku bisa-bisa diputusin, kekeke. Aku nggak mau). Temen cewekku boleh banyak, tapi pacarku ya cuma 1. Sangat riskan kalau aku memutuskan untuk meninggalkan pacarku hanya karena alasan ingin mendalami cewek lain. Gambling, Dab. Iya kalau cewek yang aku dalami nantinya memang lebih ideal… Kalo ternyata tidak, apa ndak jadi perkara namanya? Apalagi sejauh ini aku menilai pacarku yang sekarang adalah perempuan yang paling reasonable untuk kunikahi (at least, dibanding sejumlah perempuan lain yang pernah kukenal dalam hidupku).

Alasan lain kenapa aku nggak meninggalkan pacarku adalah menguji komitmenku sendiri. Konon, perasaan yang disebut “cinta” itu bakal cuma bertahan selama 4 tahun, sisanya adalah komitmen dan tanggung-jawab. Komitmen itu diuji dengan seberapa kuat kita menahan godaan. Dan level keterujian kita menghadapi godaan itu tentunya baru bisa dinilai ketika kita sudah pernah menghadapi godaan, bukan menghindari godaan.

Karena itulah sampai sekarang aku masih suka jalan berdua dengan teman-teman cewekku, sekalian menguji daya tahanku terhadap godaan mumpung masih muda. Nggak etis kalo aku mengujinya nanti-nanti justru ketika aku sudah menikah. Dan sejauh ini, mereka boleh menyenderkan kepalanya di bahuku, mereka boleh duduk di boncengan motorku, mereka boleh berjalan dengan tempo berjalan yang sama denganku di sampingku, bahkan menarik tanganku ketika berjalan juga boleh (kalo nggak mau dibilang gandengan, hohoho. Tapi yang ini jarang banget, kok. Cuma kalau situasi mendesak aja), tapi toh tidak pernah berhasil membuatku berpaling dari pacarku yang sekarang.

Yeah, sejak dahulu beginilah cinta. Deritanya tiada akhir.

47 Responses to “Nggak Ada Cinta Sejati di Bumi Ini”


  1. 1 Lily Mei 9, 2007 pukul 3:10 pm

    Smsnya gak enak bgt dibaca.. gaya khas ABG.. ;p
    *sok tua ya gue* :p

    Anyways..,
    dari awal gue baca blog ini, kesan yg gue dapat adalah, Joe membentuk karakternya (entah cuma dalam blog atau juga di kehidupan nyata..) sebagai cowo yang ganteng abiz.. berpotensi jadi playboy, tapi setia..😉
    Apa iya?😉

    Tentang tulisannya..,
    agak gak setuju sama konsep ‘tetap punya hati’ sama mantan2, baik mantan pacar atau mantan gebetan, dengan alasan apapun..
    Tapi kayanya memang kebanyakan cowo kaya gtu ya.. masih seneng2 nyimpen2 barang2 kenangan, entah untuk beneran dikenang atau apa..

    Ok deh, mumpung ada kesempatan, coba gue tanya sama elu (sebagai salah satu koresponden..) “kenapa sih cowo2 masih suka nyimpen barang kenangan? Apa memang untuk dikenang?”😉

    Makasih sebelumnya..

    Oh ya, PERTAMAX! (gaya khas blogger..)

    PS: Waktu gue ketik komen ini belum ada yg komen tapi ga tau deh pas gue submit.. ;p

  2. 2 chiw imudz Mei 9, 2007 pukul 4:29 pm

    Yes!
    KEDUAXXX!!!
    cuma mo ngomong itu aja Joe…
    Alhamdulillah…aku aman, brarti…
    kekeke

  3. 3 chiw imudz Mei 9, 2007 pukul 4:34 pm

    Berita Baru,Berita Bagus…

    JOe, bentar Lagi, aku bakal dapat ‘kekasih’ anyar…
    saiki dalam tahap negosiasi (sing bener negosiasi opo negoisasi? :-))

    I’ll be back! …dan hidupmu takkan tenang lagi…
    kekeke

  4. 4 Lily Mei 9, 2007 pukul 4:45 pm

    Walaupun nanyanya ke Joe boleh ya dijawab..😉
    (Maklum lagi ngelembur tapi terpaksa bengong dikit berhubung kerjaannya blom dateng.. ;p)

    Yg bener negosiasi..🙂
    Versi bahasa Inggrisnya ‘negotiation’.🙂

  5. 5 anung Mei 9, 2007 pukul 7:38 pm

    Cassanova gagal!!!!
    boyo gudiken!!!
    hohoho…piss

  6. 6 bangaiptop Mei 9, 2007 pukul 8:57 pm

    Joe, adsnya gede banget di sisi kanan. Gambar wanita setengah telanjang dengan pose yang menggoda dalam bahasa Rumania.

    Adakah hubungannya dengan cinta sejatimu?
    🙂

  7. 7 joesatch Mei 9, 2007 pukul 11:58 pm

    Lily:::
    alasannya sih sebenernya sederhana aja: pada dasarnya saya sangat menghargai pemberian orang lain, apalagi kalo barang itu masih bisa bermanfaat buat saya. misalnya aja, sms di atas itu lumayan bisa dijadiin bahan postingan😉
    tapi, dalam keadaan emosi, saya juga pernah mbakar fotonya mantan pacar saya, kok.

    sebagai cowo yang ganteng abiz.. berpotensi jadi playboy, tapi setia..😉
    Apa iya?😉

    ah, ini sih cuma pendapat publik aja. dan saya berusaha menyesuaikan supaya publik merasa nyaman dengan kehadiran saya, kekekekeke.

    duh, padahal point tulisanku bukan masalah aku pleboi atau bukan lho. tapi tentang masalah cinta ideal itu. kalo aku, anggaplah cuma sebagai oknum aja😀

    chiw imudz:::
    jelas aman. kowe kan pekok, kekekekekekeke!

    anung:::
    bagemana kalo kita beradu track-record. atau seperti taruhan saya dengan lutfi? hohohoho…tinggal W opo O? Wedi opo Ora wani?😛

    bangaiptop:::
    lho, yang barusan malah gambar orang main sepakbola kok, bang🙂

  8. 8 bayuleo Mei 10, 2007 pukul 9:00 am

    weleh weleh weleh ….. gak ngerti aku joe …

  9. 9 Raffaell Mei 10, 2007 pukul 9:38 am

    Kalo soal sinetron jelas aku setuju, sinetron indonesia mah kelebihan banget, hantu, ibu peri, ngeyel…..Kalo soal cinta agak susah ngomong nya

  10. 10 chiell Mei 10, 2007 pukul 9:40 am

    [quote]Ketika kita menemukan seseorang yang baru yang lebih mendekati standar ideal menurut kita, masuk akal kalau kita lebih mencintai yang lebih ideal. Masuk akal kalau yang lama bakal kita tinggalkan.[/quote]

    Antara setuju dan ga setuju…!!!

    Kalo cari yang lebih baik terus, kapan berhentinya…??!!!

    Tapi kalo ada yang lebih baik, masak kita biarin…??

    BINGUNG…!!!!

  11. 11 Luthfi Mei 10, 2007 pukul 9:58 am

    basbang
    2004 diceritakne

  12. 12 Lily Mei 10, 2007 pukul 11:17 am

    Pendapat publik?

    Jelas2 di sudut kanan atas ada kata2 “ngganteng” yang selalu dapat terbaca apapun artikel yang sedang dibaca..😉

    Trus playboy?
    Kesan itu dengan mudahnya didapat dengan adanya kalimat “status.. ya klo sekedar buat jalan2 malam minggu aja sih Alhamdulillah masih bisa..” atau semacamnya di halaman “Aku?”.

    Tapi setia.. dengan kalimat.. yah.. banyak deh.. ;p

    Hehe.. ketauan ya gue baca hampir semuanya.. ;p
    Maklum lagi iseng.. ;p

    PS: Agak kasian ma Tikachu-mu itu.. Tapi ya kebanyakan perempuan memang jauh lebih tertarik dengan bad boy ketimbang co baik2 sih.. ;p

  13. 13 manusiasuper Mei 10, 2007 pukul 11:22 am

    Playboy yang masa keemasannya mulai memudar…

    Hanya bisa mengenang masa lalu..

    Selamat datang di dunia nyata kawan!

  14. 14 Suluh Mei 10, 2007 pukul 11:31 am

    weh weh weh weh
    gue mlongo aja lah joe😮

  15. 15 soerja Mei 10, 2007 pukul 11:53 am

    ati2 le, FPI karo FBR akan mengintaimu
    kalo dirimu memproklamirken diri sebagai playboy dari jogja

    ingat, pemimpin redaksi sudah disidang… tunggu saja yooo giliranmu

  16. 16 orido Mei 10, 2007 pukul 12:55 pm

    jadi inget ama cewek yg aku tunggu bertahun2 utk aku tembak..
    nunggu bertahun2 hanya karena takut status “teman akrab” berubah menjadi “teman jauh” hanya karena ternyata berbeda rasa..

  17. 17 neri Mei 10, 2007 pukul 1:05 pm

    jadi sebenarnya komitmen dan tanggung jawab yang kamu maksud itu komitmen dan tanggung jawab utk selalu setia pada pasanganmu atau komitmen dan tanggung jawab untuk selalu ada dalam proses mencari dan menemukan pasangan yang ideal dan mendekati sempurna??????

    Mumet aku JO!

  18. 18 isez Mei 10, 2007 pukul 2:28 pm

    ini neeh yang gw sebelin…
    apa?? mencari yang terbaik??
    asal tau aja yaa.. ga semua orang ‘beruntung’ untuk menentukan pilihannya… beberapa ada yang ‘terpaksa’ karena ga ada yg lain.. hehehe
    gimana mo menentukan pilihan, wong yang mau cuman itu doank :p

  19. 19 insanayu Mei 10, 2007 pukul 7:01 pm

    cinta…cinta…i’m done with luv!

    menyendiri itu lebih baik…

    tidak perlu disakiti…

    tidak perlu menyakiti…

    *terkenang masa silam*

  20. 20 Shan-in Lee Mei 10, 2007 pukul 8:50 pm

    “Nggak bisa, ya nggak bisa. Kamu seharusnya sudah tahu sendiri, kan?”

    “Oh, apa karena kita ‘berbeda’?”

    “Ya.”

    Shan-in jadi sedih sendiri pas baca yang di-quote di atas…😦

    Shan-in pernah mengalami hal serupa… 3 1/2 tahun pacaran… Hasilnya? Karena kata ‘berbeda’ itulah… Adanya perpisahan.
    Entah kenapa, sepertinya dia sudah tak tahan dengan segala ‘perbedaan’ yang ada.

    Hayo? Perbedaan bukan masalah bung!

    Apanya? Ini perbedaan yang sulit dijembatani… Anda tahu sendiri kan…? Betapa rasis-nya sebagian penduduk Indonesia… Betapa susahnya menerima perbedaan keyakinan?

    *nangis di pojokan*

  21. 21 peyek Mei 10, 2007 pukul 11:19 pm

    merem melek bacanya, bagi yang sudah stw sudah habis mas cintanya

  22. 22 antobilang Mei 10, 2007 pukul 11:49 pm

    ohohoho…
    cuma bisa menunduk, sambil menepuk-nepuk bahu joe..
    “sudahlah sobat…”

  23. 23 Aday Mei 11, 2007 pukul 1:56 am

    Hmmm, kayaknya klo soal cinta, aku sealiran deh ma kang joe…
    Hufff, asem2…. Gmn bisa lupa???Lha wong saben dinten kulo mersani “si dia” yg makin manis….Pdhl dah ada gantinya, tp ya itu td,,Cinta msh ada dihati.. ayo tos jo *Sambil angkat gelas*

  24. 25 kicrut is back.......... Mei 11, 2007 pukul 9:01 am

    wah……
    joe sangar tenan tulisane. tumben joe iso mikir..
    hwa..ka..ka….
    tak pikir u dudu uwong je. kalo boleh tebak salah satu mantan mu paling-paling mantan ketua infotech tho, wahyudi.
    tapi secara garis besar ane setuju wae karo statement u mengenai opo kuwi cinta he….
    wis cocok rung aku dadi puitis cinta.
    neng nek pengalaman ku yo rung tau jenenge kedanan wedokan nganti diperbudak, tau ne give and take (menyuntik dan menerima) hwaka…ka…..

  25. 26 erander Mei 11, 2007 pukul 9:38 am

    Ada apa Joe dengan cintamu? hehehe .. aku setuju kok Joe dengan kalimatmu “Alasan lain kenapa aku nggak meninggalkan pacarku adalah menguji komitmenku sendiri.” .. topik cinta memang ga ada habisnya kok Joe dan tidak mengenal usia.

    Banyak toh, orang yang sudah tua, bisa cerai dan kepincut ama yang muda. Gara2 apa? .. ya cinta. Trus, ada juga kisah. Tadinya ga cinta, karena sering ketemu, eala, malah cinta. Pusing deh. Cinta itu kaya’ jailangkung .. datang ga diundang, pulang ga diantar hahaha – kalo yang ini mah kidding.

    Hidup itu sendiri komitmen kok Joe. Sekuat apapun unconditional love, kalo orang yang kita cintai tetap pergi, ya biarkan aja pergi. Yang penting kita ga pernah berubah untuk mencintainya dus bukan berarti menutup pintu buat yang lain. Kalau pun sudah dapat yang lain. Cinta lama jadi kenangan.

    Tetap semangat ya Joe.

  26. 27 Lily Mei 11, 2007 pukul 12:07 pm

    @neri
    Kok Neri agak esmosi ya komennya.. jangan2 jangan2 nih.. ;p

    @isez
    Persis seperti komen yang gue maksudkan di thread dongeng tentang Citrawati itu.. ;p

    @Shan-in Lee
    Pernah juga ngalamin yang persis seperti ini..
    Tapi ya gimana lagi, moga2 stok makhluk yang seiman ma kita masih cukup memadai buat dipilih.. (pilih lagi.. pilih lagi.. Pemilu apa.. ;p)

    @insanayu
    Duh insanayu.. ayu ayu kok pasrahan.. ;p

    Sorry ya Joe.. berhubung lu gak nongol jadi gue nih yg iseng nanggepin.. ;p

  27. 28 insanayu Mei 11, 2007 pukul 1:56 pm

    @lily

    gak pasrahan kok… sekarang mah nyantai aje! belum ketemu jodohnya aja…hehehe,,,

    *bernyanyi*

    kalau jodoh tak akan lari kemana……

  28. 29 opix Mei 11, 2007 pukul 5:31 pm

    HAYATI DIRIMU BARU ITU HAYATI PERASAANMU,KEMUDIAN PAHAMI YANG LAIN,X:+- SEMUA DALAM HIDUP MU…..DISITU KAMU BAKAL DAPET HASILNYA…”JANGAN BILANG CINTA SEJATI ITU GAK ADA,,DAN JANGAN MENYALAHKAN CINTA…YANG PASTI KEMUNAFIKAN DIRI YANG ADA DALAM MANUSIA…CINTA GAK PERNAH BERSALAH..YANG SALAH KEPUTUSAN YANG DI AMBIL BUAT MEMILIH CINTA…YE GAAK..HEHEHEHEH”

  29. 30 joesatch Mei 11, 2007 pukul 7:33 pm

    bayuleo:::
    nggak ngerti juga ga pa-pa kok, mas, wong ini cuma postingan ngawur, hohoho…

    Rafaell:::
    aku juga muak dengan mereka. selalu menyebabkan aku berantem sama adikku, gara2 aku mengkritik sinetron2 fave-nya

    Luthfi:::
    luweh!

    Lily:::
    itu juga pendapat publik, lho. mereka memaksa saya menuliskan pendapatnya😛

    manusiasuper, soerja:::
    saya bukan pleboi, saya casanova😉

    suluh:::
    maturnuwun, mas😀

    orido:::
    akhirnya bagemana, pak?

    neri:::
    yang pertama, mbak

    isez:::
    ga beruntung bukan berarti berhenti dari kodrat untuk berjuang, kan?😉 saya ndak percaya lho kalo situ pasrah2 aja menikah dengan seseorang yang menurut situ bukan yang terbaik untuk situ, kekekeke

    insanayu:::
    sabar, mbak…sabar…

    Shan-in Lee:::
    jangan nangis, mas. yang jadi pasangan kita besok pastilah yang paling ideal buat kita🙂

    peyek:::
    hehehe, berarti bener ya… cuma bertahan 4 tahun😉

    antobilang:::
    sudah berlalu, kok. hahahaha! casanova return!😛

    Aday:::
    halah…halah…ayo neng radical wae! kakakakaka

    Arie:::
    apanya yg apaan? hooo?

    kicrut is back……….:::
    woi, wong pekok! hahahahahahaha… ayo ngeband neh!

    erander:::
    terimakasih buat dukungannya pak!
    *posisi hormat*

    Lily (lagi):::
    gpp. malah makasih udah diwakilin, hehehehe

    opix:::
    sudah mencoba menghayati, tapi ternyata, cinta yg bisa nyaris menyamai cinta sejati Tuhan cuma cinta ibu ke anaknya😀

  30. 31 joesatch Mei 11, 2007 pukul 7:45 pm

    chiell:::
    jawabanku ada di 4 paragraf terakhir😛

  31. 32 destiutami Mei 11, 2007 pukul 8:01 pm

    bedanya pleiboi sama casanova apa ya??

    Eh, pas baca saya malah inget cerpen2 di majalah AN*** Ye*.
    Jgn2 mas Joe sodaranya Hilman H itu ya?🙂

  32. 33 diditjogja Mei 11, 2007 pukul 9:46 pm

    “Bull-shit dengan sinetron-sinetron di tivi kita tentang cinta sejati itu!!”

    setuju!!!

  33. 34 aLe Mei 12, 2007 pukul 3:00 am

    Bila engkau…
    menerima cintaku, aku akan setia kepadamu…. [flanella]

    Aku bukan romeo
    yang mencintai dengan sepenuh hatiku….. [flanella lagi]

    || Jelas sudah, Cinta sejati hanya ada di Setantron™😛

  34. 35 alle Mei 12, 2007 pukul 8:50 am

    pleiboi ato casanova tetep sangar je!😀

  35. 36 manusia biasa Mei 12, 2007 pukul 11:32 pm

    Seperti halnya manusia biasa lainnya, aku juga pernah mengalami sebuah penolakan.

    Sing dimaksud “manusia biasa lainnya” dudu aku kan Joe?😀

  36. 37 isez Mei 14, 2007 pukul 10:32 am

    huahahaha…
    susah lho joe untuk ‘berjuang’ kalo saingannya luna maya,dian sastro,titi kamal,etc…😀
    pernah tuch gw dan si pacar sepakat untuk cari selingkuhan selama setaun.. hasilnya?? kita saling setia.. soalnya ga ada yang nyangkut… huehehehehehehehehehe

  37. 38 neri Mei 14, 2007 pukul 1:44 pm

    @Lily
    Kayaknya Joe yang asli g nganggap komenku sbg amarah🙂

  38. 39 Lily Mei 15, 2007 pukul 8:28 am

    @neri

    Joe yang asli? Emang ada Joe yg palsu?
    Wadehel kali dipalsuin.. ;p

    @insanayu

    Baguslah..😉

  39. 40 maruria Mei 17, 2007 pukul 1:22 pm

    Joe..kalo kamu nyari yang lebih baik trus, kamu ga akan berhenti mencari. Kamu harus bisa komit sama satu orang doong…Setia sama Tikachu-mu itu saja to sampai akhir. Stop your searching, oke?!
    Welah aku ko jadi sok sokan nasehatin to yo?

  40. 41 joesatch Mei 18, 2007 pukul 12:32 am

    destiutami:::
    casanova itu pleboinya itali, mbak. kalo di spanyol kan namanya don juan🙂

    diditjogja:::
    sama!

    manusia biasa:::
    lho, sodara ini casanova juga bukan?😛

    isez:::
    makanya…pacarnya disayang2…hwakakakaka

    maruria:::
    lho, di tulisanku kan aku juga menyarankan stop-searching, mbak? paragraf ke 4 dari bawah😀

  41. 42 arezk Mei 19, 2007 pukul 2:43 am

    Wow…jadi tergeLitik nieh untuk ikutan komen, OK Dab!🙂
    Cinta…Cinta…Cinta,

    Jujur aja sampe detik ini daLam pencarianku tentang cinta sejati (ungkapan yang dikenaL orang banyak), tete beLum ketemu tuch…!
    padahaL udah ga’sempat ngitung sampe berapa jumLah tepatnya untuk makhLuk bernama wanita yang berurusan denganku (baik itu pacaran resmi, hubungan tanpa status, OneNightStand, dLL) bLeeeh!
    sampe akhirnya sekarang (untuk saat ini) maLah merasa bebas merdeka karena tak ada “Sang Pencinta” di sampingku…

    bukan maksud untuk tidak menghargai wanita, tapi entah kenapa kumerasa betapa susahnya mengerti tentang wanita serta betapa beratnya menyatukan gerak Langkah (jiwa,raga&hati) menuju pada komitmen bersama daLam ikatan suci bernama pernikahan…

    Thanks Bro Joe, atas tuLisannya sehingga diriku bisa berkata-kata tentang isi hati.

    =SaLam=

  42. 43 akoedw Mei 19, 2007 pukul 2:28 pm

    halah omongane sampean kok panggah tho mas Joe,
    sek aku ta’melih sek yo,,
    sesok aku ta’moco neh blog sampean,
    ben gak “cuma menilai komputer dari casingnya aja”

  43. 44 Evy Mei 22, 2007 pukul 5:39 am

    cinta apa cinta hihihi, Joe di tolak ga enak yo Joe, tapi gimana perasaan cewe yg kamu tinggalin karena kamu udah nemu yang lebih ideal? hihihi pasti lebih ga eunaak… btw..btw… cinta sejati ada joe, cinta simbok, ga berharap apa2 asal anake seneng, sehat, tentrem, ayem, selamet is lego🙂

  44. 45 akoedw Mei 25, 2007 pukul 10:22 am

    setelah beberapa hari riset,
    sementara aku setuju dengan blog sameyan ini mas Joe

  45. 46 Kunderemp An-Narkaulipsiy Mei 31, 2007 pukul 8:35 am

    Tapi ketika aku ditunjukkan betapa luasnya Gadjah Mada, aku menemukan cewek lain yang lebih mendekati standar idealku

    Careful there….
    don’t put your hope too much.


  1. 1 Jadi anda berpikir Cinta anda sejati ? Mati saja ! « Chaos_Region.html Lacak balik pada Mei 23, 2007 pukul 8:06 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,033,018 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia