Let The Music Move Your Feet

Sebelum ceritaku kumulai, aku minta doa dulu buat temenku sekaligus vokalis utama di bandku, The Poison Kings (TPK), Gentho Wibawa, yang (mungkin) saat ini masih tergeletak di rumahnya gara-gara terlibat sebuah kecelakaan lalu-lintas nan konyol. Doakan saja beliau cepat sembuh dan bisa mengobral conthongan lagi seperti sedia kala.

Oke, jadi begini. Sabtu kemarin dan kemarinnya lagi, alias Sabtu 2 minggu yang lalu, rencananya The Poison Kings bakal manggung terakhir kalinya di acara Round Up Himakom 2007. Maka siangnya, setelah nganterin Tikachu njagong mantenannya temen kentalnya semasa SMA, meluncurlah aku ke kampus buat cek-son sekaligus ngecek run-down acara yang paling valid karena, eh, karena aku dan Gentho dijadwalkan buat ngemsi acara band-band-an tersebut.

Nyampai di kampus, aku justru dapat SMS singkat dari Gentho. Asli singkat. Isinya cuma: “Sorry, aku ra iso manggung. Aku kecelakaan.” Kontan aku langsung kalang kabut. Bagaimana nggak kalang kabut, coba? Itu artinya nanti malam bandku nggak ada vokalisnya. Aku nggak begitu khawatir dengan Gentho. Masih bisa SMS, berarti anaknya masih hidup, tho? Hohoho. Arti tambahannya lagi, aku bakal terancam tampil stand-alone sebagai emsi. Celaka, bisa-bisa aku mati gaya. Memang, aku nggak jarang ngemsi sendirian. Tapi kasusnya jelas berbeda kalo aku harus memandu acara selama 6 jam. Bisa-bisa aku kehabisan bahan omongan di depan panggung. Kredibilitasku sebagai “The Best Mood-Maker se-Himakom UGM” bakal terancam, penggemar-penggemarku bakalan kabur, karirku bisa menguap!

Maka, setelah konversasi dan klarifikasi seperlunya dengan Gentho lewat SMS, meluncurlah aku dan beberapa panitia sebangsa Anis, Mita, dan Asvin ke RS Bethesda, tempat di mana Gentho tergeletak tak berdaya. Setelah tanya-tanya sama bagian resepsionisnya, dengan perasaan nggak karuan, aku menuju ke ruang instalasi rawat darurat.

Gentho terbujur. Alhamdulillah tidak kaku. Diinfus, dan bagian yang membuat aku pengen ketawa adalah bahwa mulutnya diberangus oleh tambalan dan jahitan dari sang dokter yang menanganinya. Asli, mulutnya jadi macam bebek, hohoho!

Lewat ceritanya, Gentho ternyata mengalami kecelakaan kurang cerdas lantaran meleng saat naik motor. Dia sibuk terkagum-kagum menatap baliho idolanya, Astrid, yang bakal manggung di Jokja sampai-sampai nggak nyadar kalo pas di depannya tersebutlah sebatang taksi yang sedang parkir.

Dan, gedubrak! Taksi naas tersebut dihajar oleh Honda Mega Pro-nya Gentho. Selain motor, badannya Gentho juga terbang dan menghantam bagian belakang taksi tak berdosa itu. Mulutnya entah kena bagian yang mana, tapi yang jelas gigi depannya patah. Malangnya, patahan giginya itu mencolot menembus bibirnya sampai sobek. Kata dokternya, kalo si Gentho terlambat dibawa ke Bethesda, dia bakal kehabisan darah kerena patahan giginya itu menyobek pembuluh darah di sekitar bibirnya.

Selanjutnya, motor dan kamera Nikon D-40 miliknya juga disita oleh pihak yang (sok) berwajib.

Berhubung Gentho “tidak kenapa-kenapa” (at least bocahe isih urip), maka aku pun nggak berlama-lama di Bethesda. Aku pamit pulang diiringi permintaan maaf dari Gentho. Ah, namanya musibah, ya nggak ada yang perlu dimaafin. Wong nggak ada yang salah (kecuali si Astrid itu), iya kan?

Sisa anak-anak TPK yang masih hidup segera kukumpulin di rumah. Berturut-turut mulai dari Bram, John, Sahal, dan Surip (disertai Winda) datang. Aku tanya, kami jadi manggung atau tidak. Jawaban mereka, aku malah disuruh jadi stand-alone-frontman nggantiin Gentho. Jelas aku nggak siap. Aku belum apal lirik lagunya. Maka aku mengajukan opsi, gimana kalo ngomong ke panitianya misalnya kami manggung terakhir aja, sekalian ngasi waktu buat aku untuk ngapalin lirik lagunya. Anak-anak setuju, dan untungnya panitianya juga bisa dilobi.

Masalah ngemsi, akhirnya aku berduet dengan Septo, mas ketua umum Himakom 2007.

Jam 16.30 waktu Himakom dan sekitarnya, acara band-band-an kampus pun dimulai. Sebagai pemanggung pertama, dipanggillah Ost, sebuah band berisikan anak-anak 2005 dengan vokalis yang distempel sebagai cowok paling kemaki sak Himakom, Madek Widodo. Alhasil, hujatan dan ejekan dari penonton langsung bertebaran buat sang vokalis. Dasar ndak punya malu, si Madek malah menganggap hal itu sebagai wujud kerinduan para fansnya kepada dirinya.

Ost, seperti singkatan namanya yang berarti Original Soundtrack, membawakan lagu-lagu dari sontrek film, misalnya Iris, Vindicated, dan I’ll be There for You. Lumayan, secara performa panggung, bolehlah mereka mendapat nilai 6. Tentunya berdasarkan skala Himakom.

Pemanggung kedua adalah bandnya Septo, Whrom, yang menampilkan format tiga vokalis, termasuk Septo sendiri yang merangkap sebagai basis. Secara musikalitas, band ini lebih baik dari band sebelumnya. Sayangnya, 2 vokalis utama mereka kurang ekspresif. Gayanya kaku, terutama vokalis mereka yang keriting dan berpenampilan mirip Kadir Srimulat, Azis Kiswanto. Nilainya sama, menurutku. 6 saja.

Band ketiga diisi anak-anak 2006, namanya The Cupu’s. Bagus juga, menurutku. Vokalis ceweknya punya suara mirip Dolores O’ Riordan-nya The Cranberries meskipun mereka tidak memainkan lagu-lagunya The Cranberries. Sayangnya, lagi-lagi sang vokalis terkesan kurang paham dengan tugasnya sebagai frontman. Nilai 7.

Selanjutnya, setelah The Cupu’s, acara mulai diisi dengan era kegelapan. Band-band underground mulai mengisi acara, dengan lirik dari bahasa yang entah berasal dari bangsa apa. Nge-grhowl nggak jelas, pokoknya. Sumpah, aku nggak ngerti dan nggak bisa menikmati. Untunglah aksi mereka cepat-cepat terpotong oleh adzan maghrib.

Selesai rehat maghrib, aku sama Septo kembali ngemsi dengan kostum yang sudah kami ganti, mengumbar conthong juga pisuhan, dan acara pun dilanjutkan dengan band-band yang bisa dinikmati.

Ada band dengan judul El-Hafa yang menampilkan 4 vokalis cewek. Hohoho, lumayan, akhirnya ada barang bagus. Mereka mbawain Tak Bisa ke Lain Hati-nya Kla Project yang berhasil membuat anak-anak Himakom melambai-lambaikan tangan ke atas dengan noraknya. Selanjutnya, mereka juga mbawain Disco Lazy Time-nya Nidji yang sukses membuatku dan Septo melupakan peran kami sebagai emsi. Kami ikutan joget di depan.

Setelah El-Hafa, tampillah band terbaik untuk ukuran Himakom, The Obs. Huanjrit, asli keren! musikalitas dan harmonisasi intrumennya bagus. Bahkan aku sendiri nggak menyangka, dengan personil yang sehari-hari hobi cengangas-cengenges – terutama vokalisnya – seperti mereka ternyata bisa nge-band dengan baik dan benar. Rock habis! Mereka mainin Can’t Take My Eyes Off of You, Lepaskan Diriku-nya J-Rock, sama Heaven-nya Nidji. Top! Nilainya 9 se-Himakom. Sayang, fotonya nggak ada di harddisk-ku

Habis The Obs, band-band underground kembali bermunculan. Kampret! Mereka membuat penonton-penonton dari kaum hawa memilih pulang. Bajindal! Padahal jatahku manggung masih lama lagi. Bahkan, 2 dari 4 bintang tamu malam itu juga mainin musik underground. Kecuali Oh Nina yang mainin genre techno-romantic plus Skabilly Rebel yang sukses mbawain musik ska, 2 bintang tamu sisanya, The Strawberries sama The Day Before Yesterday, berhasil membuatku komat-kamit berdoa supaya aksi panggung mereka cepat-cepat selesai.

Khusus buat The Strawberries, tampang gitarisnya, kata Anis, mirip Acil Bimbo. Nggak pantes buat main hardcore-hardcore-an. Cocoknya mainin lagu-lagu qasidahan ala Bimbo, kekeke!

Dan akhirnya, nyampailah waktu pada jam 11 malam lewat. TPK kembali manggung. Sisa-sisa penonton yang masih lumayan sedikit langsung merubung ke depan panggung. Kebanyakan dari mereka adalah penggemar fanatik TPK, termasuk kaum hawanya yang bela-belain nggak pulang demi melihat kami bakal merombak lagu apalagi untuk kami aransemen ulang secara ngawur.

Malam itu, zonder lagu Mahysa – hits kami 2 tahun kemarin – kami membawakan Ticket to Ride-nya the Beatles sebagai pembuka. Benar-benar pembuka, karena TPK memang cuma memainkan intronya aja. Terbukti aku akhirnya ngomong, “ Yak, kami cuma bisa intronya saja. Terima kasih.” Dan tepuk tangan serta cacian langsung membahana.

Lagu kedua, kami memainkan Surat Cinta-nya Vina Panduwinata dengan asal-asalan. Liriknya kami ganti dengan javascript ngawur-ngawuran, misalnya saja: “Dino iki aku seneng. Awakmu ra sido meteng. Pak Pos nggowo woro-woro, seko sing ta’tresno…” Nadanya? Asli jadi nggak nggenah. Kata Septo, suaraku terlalu tinggi untuk nada rendah dan terlalu rendah untuk nada tinggi. “Mesti goro-goro kekeselen le ngemsi,” prediksinya.

Lagu ketiga, dengan intro ala band-band hardcore, kami kembali membuat penonton kalap. Kalap mencaci kami, maksudnya. Anoman Obong ciptaannya Ranto Edi Gudel berkumandang, setelah sebelumnya aku membuat penonton bingung gara-gara berkata, “Lagu ketiga dari kami, masih dari The Beatles, ciptaan Sir Paul McCartney… Fire Monkey.” Kontan penonton kebingungan. The Beatles nggak punya lagu dengan judul seperti itu, soalnya.

Selanjutnya, percaya nggak kalau lagu-lagunya Melly Guslow itu kebanyakan niru lagu-lagu barat yang ngetop? Buktinya kami berhasil membawakan Let’s Dance Together-nya Melly feat. BBB (Bintang Bintang Bokep, katanya Didit Komeng) dengan chord-nya I Will Survive. Ini lagu terakhir. Staminaku benar-benar habis sesudahnya.

Aku terkapar. Rasanya ngemsi 6 jam plus mengumbar teriakan di 20 menit terakhir sama kayak main bola 120 menit non-stop ditambah injury time. Padahal biasanya aku cuma kuat main untuk 10 menit pertandingan sungguhan aja. Makanya aku lebih suka main futsal yang lebih mentingin teknik ketimbang stamina. Tapi aku puas setelah mendengar komentarnya Komeng tentang penampilan kami. “Dari semua band Himakom, bandmu sing paling menghibur, Joe,” katanya.

19 Responses to “Let The Music Move Your Feet”


  1. 1 neri Mei 7, 2007 pukul 11:16 am

    Finally, PERTAMAX……………..
    Efektif dan efisien klo’ bandmu di taruh di bag akhir acara🙂

  2. 2 lambrtz Mei 7, 2007 pukul 1:50 pm

    keduaxx
    komen dulu, baca belakangan

  3. 3 lambrtz Mei 7, 2007 pukul 1:55 pm

    oke deh….
    tgl 19 mei bandku maen di depan kampus TE (selatannya KPTU teknik)
    nonton ya….
    jangan lupa kasih nilai :))

  4. 4 Raffaell Mei 7, 2007 pukul 2:55 pm

    Buset, acaranya panjang juga yak, hebat yah penyelenggaranya, Sukses!

  5. 5 pramur Mei 7, 2007 pukul 3:15 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Mas, itu main bola kok sampe 120 menit maksutnya ditambah babak tambahan?

    Wah, entar Aday marah loo Mas kalo fotonya bandnya tidak ditampilkan. Disangka diskriminatif.🙂

    Sukses buat himakom!!

  6. 6 chiw imudz Mei 7, 2007 pukul 5:01 pm

    haLagh…Joe…
    padahal aku pin nonton sing luwih atraktif Lho…
    adoh – adoh seko suroboyo padahal…
    kekeke…😀

  7. 7 chiw imudz Mei 7, 2007 pukul 5:03 pm

    heh, Koe…kw kok plin plan to…
    yo opo se?
    jarene wis gak mahysa-mahysa-an…
    Lha saiki headermu kok mirip karo d**** mahysa yo…

    *KaburSebelumDitimpukSiJoe*

  8. 8 chiw imudz Mei 7, 2007 pukul 5:03 pm

    heh, Joe…kw kok plin plan to…
    yo opo se?
    jarene wis gak mahysa-mahysa-an…
    Lha saiki headermu kok mirip karo d**** mahysa yo…

    *KaburSebelumDitimpukSiJoe*

  9. 9 antobilang Mei 7, 2007 pukul 9:17 pm

    lho akhirnya kamu yang jadi vokalis joe?
    asem ik, aku reti ngono teko…😦

    arep njaluk tanda-tangan je!😀

  10. 10 joesatch Mei 7, 2007 pukul 11:36 pm

    neri:::
    tidak efisien nyatanya, mbak. kami ditinggal kaum hawa…😉

    lambrtz:::
    cah tekim kae teko ra? nek teko, aku ta’nonton😛

    Raffaell:::
    oh, band terakhir juga hebat😀

    pramur:::
    iya. drama adu penaltinya aku ndak ikutan, hohoho

    chiw imudz:::
    staminane entek wi…padahal latian di studionya lebih gila. koreografinya nggak jalan gara2 gentho cedera bibir, kekekeke
    plinplan? perasaan dik siwi saja…

    antobilang:::
    lebih berharap cewek2 TP sing teko sakjane, kekekeke

  11. 11 jhon crizosaiii Mei 8, 2007 pukul 5:51 am

    “Dari semua band Himakom, bandmu sing paling menghibur, Joe,” katanya.

    hehehe.. selamat buat the poison kings deh..

  12. 12 venus Mei 8, 2007 pukul 9:53 am

    upload!! hayo upload, joe!! puaskan para penggemarmu di sini😀

  13. 13 PeNnY Mei 8, 2007 pukul 10:41 am

    OoO yang pake korpri tuh sampeyan toh mas joe? kirain ada guru dari mana…gitu…he..he…:))
    Acaranya menarik banget kayaknya, ditambah lagi mas joe nambahin photo-photo yang bikin yang mbaca gak hanya berangan-angan aja.
    Sukses buat bandnya dan tulisannya!=D>

  14. 14 Aday Mei 8, 2007 pukul 3:37 pm

    Bener kata pramur!! Mosok km bilang band paling sip se-himakom tp gak ada fotonya??? Ayo cari trus di upload!!! Gak trima aku!!!
    hehehehe… But, thx ya pujiannya… Aku dadi GeeR kiy,,,, I love U lah pokoknya Joe!!!HHAHAHAHAHAHA…

  15. 15 lambrtz Mei 8, 2007 pukul 5:36 pm

    halaaaaahhh….
    aku sudah lama gak berhubungan badan dengannya, lagipula dia kayanya punya kenangan buruk di TE (mantannya cah TE, ingat kan?)😀
    dateng ya joe, ajak cah2 kkn juga, kancamu sing aku ra kenal yo rapopo. nama bandku “The Bloody Hell” :p

  16. 16 Rizma Adlia Mei 10, 2007 pukul 8:11 am

    hehehe.. Ma ga kebayang stressnya,,🙂

    ““ Yak, kami cuma bisa intronya saja. Terima kasih.” Dan tepuk tangan serta cacian langsung membahana.”

    seandainya Ma ada di sana,,😛

  17. 17 kudzi Mei 15, 2007 pukul 9:13 am

    Joe berterima-kasihlah sama aku…
    gara-gara aku kan Himakom setiap tahunnya mengadakan pentas seni…
    Met Ulang Tahun HIMAKOM….

  18. 18 wida Mei 19, 2007 pukul 12:48 pm

    seru bngt bacanya🙂

  19. 19 Fren Mei 28, 2007 pukul 12:14 pm

    sep, keren joe, ra sio” karo leng suwe neng himakom….
    @ Kudzi
    Tul tuh, harusnya Himakom berterima kasih sama kamu ya..
    Gara” sponsor B*I mu dulu, himakom sekarang jadi bikin pensi tiap taon.
    salute..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,032,449 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia