Dalil Versus Dalil (Hohoho!)

Kalau kemarin aku menulis dengan peringatan bahwa aku menulis tanpa menyertakan dalil apapun, maka sekarang buat para penikmat dalil, aku dedikasikan kepada kalian sebuah tulisan yang full of dalil. Untuk pengetahuan para penikmat dalil, berikut kusertakan sebuah pemberitahuan bahwa dalil-dalil bersumber langsung dari Al Qur’an. Maka, pokoknya™, janganlah berusaha meragukan keabsahannya. Ngerti?!

Yak, kembali kepada pokok permasalahan. Tentunya pembaca sekalian masih ingat pada sebuah tulisan yang menggiring kita pada sebuah pemahaman kuno yang sempat ditentang oleh Nicolaus Copernicus juga Galileo Galilei. Tulisan tersebut mengetengahkan tentang paham bahwa bumi itu dikelilingi oleh matahari. Pendek kata, bumi adalah pusat dari tata-surya. Barangnya siapa, aeh, barang siapa yang berusaha menentangnya berarti akan dicatat sebagai penentang Al Qur’an karena tulisan tersebut dibuat dengan “berlindung” di balik teks Al Qur’an. Berikut ini adalah dalilnya yang menurutku sudah ditafsirkan secara ngaco:

“…sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia (matahari) dari barat…” (QS. Al-Baqoroh: 258)

“Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata:’Inilah Rabku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:’Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan” (QS. Al-An’am: 78)

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari arah gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…” (QS. Al-Kahfi: 17)

“Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33)

“Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat…” (QS. Al-A’rof: 54)

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5)

“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya…” (QS. Asy-Syams: 1-2)

”Dan suatu tanda (kekuasaan Allah Yang Maha Besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapn Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. Yaasiin: 37-40)

Menurut si penulis dan yang sepaham dengan beliau, teks-teks Al Qur’an itu sangat jelas menunjukkan bahwa matahari itu mengelilingi bumi. Tidak perlu ada pertentangan lagi di dalamnya. Ayat-ayat Tuhan itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa memang benar kalau matahari itu mengelilingi bumi.

Tambahan lagi, menurut sumber lain yang tentunya sepaham dengan beliau – yang tidak pernah menampilkan komentar sanggahanku di blognya dengan alasan komentarku mengikut-sertakan avatar bergambar makhluk hidup (padahal ketika komentarku tidak memakai avatar, toh sama saja tidak ditampilkan. Betul-betul alasan yang tidak konsisten) – Al Qur’an itu bisa dipahami secara zhahirnya, tidak mengandung majas dan sejenisnya.

…apabila antum katakan di al-Qur’an ada metafora dan majaz, bagaimana dhabith dan syuruthnya? karena setau ana al-Qur’an tdk memiliki majaz. Al-Qur’an adalah Kalamullah yang bisa difahami dari zhahirnya, bukan makhluk atau ciptaan Goris, Gibran, Rendra atau siapapun itu yang fleksibel bisa ditakwil ke sana kemari.

Waktu membaca tulisan seperti pas di atas itu, jujur, aku pengen ketawa dalam hati (tapi akhirnya nggak jadi lantaran nggak tega). Kalau saja Al Qur’an itu tidak mengandung majas, lalu bagaimana mereka menafsirkan, misalnya, makna “melintas langit dengan kekuatan”? Padahal menurutku, kalimat itu benar-benarlah sebuah makna konotasi, karena selama apapun kita menempa diri di fitness centre, kita tidak akan pernah bisa melintas langit.

Dan akhirnya ketika sedang blogwalking, aku menemukan sebuah tulisan yang juga mempertanyakan tentang hal yang sedang kupertanyakan: Bagaimana seharusnya menafsirkan teks Al Qur’an?

Seandainya saja teks Al Qur’an tidak mengandung majas dan bisa langsung diartikan, lalu di mana letak kekuatan kalimat di bawah ini?

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu” (QS. Al-Baqarah: 22)

“Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya” (QS. Ar-Ra’d: 3)

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (QS. Al-Hijr: 19)

“Dan Kami hamparkan bumi itu dan kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata” (QS. Al-Qof: 7)

“Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)” (QS. Adz-Dzariyaat: 51)

“Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan” (QS. Nuh: 19)

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?” (QS. An-Naba’: 6)

“Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” (QS. Al-Ghosyiyah: 20)

Lalu apakah berarti bahwa bumi itu ternyata juga datar? Juga berupa hamparan? Tidak bulat? Padahal Christophorus Columbus dan teman-temannya sudah susah-payah membuktikan bahwa bumi itu bulat, terlepas dari entah Colombus itu muslim atau bukan.

Lalu lagi, apakah kalimat-kalimat dari Al Qur’an di atas bisa dimaknai secara zhahirnya? Mestinya, kalau mau mengacu pada pendapat barusan, seharusnya bumi itu datar, dong ah! Tapi bagaimana kenyataannya?

Maka, masihkah kita harus tunduk kepada fatwa ulama walaupun fatwa itu konyol dan tidak logis? Apalagi kalau ternyata kumpulan ulama-ulama itu sering tidak konsisten dengan fatwanya-atas-nama-golongannya sendiri.

Maka lagi, betullah apa yang dikatakan Mr. Geddoe: “Yang harus disembah itu Allah, bukan mahzab. Yang harus diteladani itu Nabi Muhammad SAW, bukan mahzab.”

See?😉

98 Responses to “Dalil Versus Dalil (Hohoho!)”


  1. 1 abdulsomad April 8, 2007 pukul 7:01 pm

    pertamax

    dah ADZAN ISya tapi he he he ntar disambung lagi he he he

  2. 2 cK April 8, 2007 pukul 7:31 pm

    KEDUAX…
    nunggu yang lain komen aah…

  3. 3 joesatch April 8, 2007 pukul 7:33 pm

    abdulsomad:::
    tapi hati2 lho. saya cuma khawatir nggak nyambung lagi😉

    cK:::
    komen duluan juga gpp, kok

  4. 4 abdulsomad April 8, 2007 pukul 7:39 pm

    Apa boleh buat joe. ini emang dah Brand™ ane.

  5. 5 abdulsomad April 8, 2007 pukul 7:55 pm

    setelah baca postingan kamu secara lamat-lamat, saya jadi senyum.
    memahami AL-QURAN tak bisa dengan akal joe,

    saya ceritakan sebuah riwayat kepada mu? mau? ya harus mau, karena sebentar lagi comment ini akan saya posting.

    Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah (saw) hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail.

    Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.”
    Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?”

    Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.”

    Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama.

    Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur’an: ” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (QS Al Qomar 54:1-2)

    joe cinta koe…, bisa kah fenomena ini kamu bahas dengan teori galileo, copernicus, atau siapa saja ahli ilmu perbintangan.

    dan akan kah kamu menunggu sampai maut menjemput mu baru kamu mau percaya dengan FIRMAN diatas, perkataan AL-KHALIK, DZAT YANG MAHA HEBAT yg menggenggam nyawamu, nyawa saya, nyawa wadehel dan nyawa seluruh makhluk yg sedang gelayutan di serat optic saat ini.

  6. 6 joesatch April 8, 2007 pukul 8:03 pm

    bisa kok🙂
    ilmuwan2 di NASA ternyata memang menemukan bekas belahan pada bulan. jadi diprediksi bahwa bulan memang pernah terbelah pada suatu masa. tentang “fatwa” dari NASA tersebut, coba gugling sendiri ya, wak. saya lupa bacanya di mana soale.

    sudah? semoga jawaban saya cukup memuaskan🙂

    dan, sekali lagi, komentar anda kembali nggak nyambung dengan hakikat postingan saya. saya kan sedang membahas ttg gaya bahasa dalam al qur’an😛

    keep on nggak nyambung, wak! itu seru, gyakakakakakakaka!

  7. 7 deking April 8, 2007 pukul 8:04 pm

    Sorry Joe, aku belum bisa kasih komentar atas tulisanmu
    Perutku sudah pegel duluan karena ngakak baca komentar “PERTAMAX”-nya Wak Abdul
    Kayaknya Wak Abdul gak mau kalah sama anTOBILang yg selalu jadi pertamax heheheh

  8. 8 diditjogja April 8, 2007 pukul 8:04 pm

    joe!

    kok masih ribut meributkan matahari mengelilingi bumi toh?!
    kalo bedo yo bedo! gek wis ndang ngono to!
    jigur ik!!

    nek mbok turuti terus podo ae kamu berdebat kusir dengan mereka, toh mereka juga belum tentu BENER meskipun YAKIN!?! ya to?

    wis lahh…gak sah dibahas maneh!
    mending mbahas avatar mu kae sing gambar zaskia kae…..🙂

  9. 9 joesatch April 8, 2007 pukul 8:07 pm

    deking:::
    kayaknya…padahal kan sudah punya brand masing2…hohohoho…

    diditjogja:::
    hahahahaha, skdar supaya blogku kembali ada isinya. lagian, memang kebetulan masih ngganjel di otak aja😀

  10. 10 abdulsomad April 8, 2007 pukul 8:27 pm

    he he he…
    ketawa juga ah..
    Assalamualaikum wr wb..
    joe manies… (mestinya kamu pake purdah/cadar..karena senyum mu itu meruntuhkan iman wak mu ini);
    bahasa AL-QURAN itu bahasa tingkat tinggi, ga bisa kita dipelajari kalau cuma lewat terjemahan saja, banyak ilmu-ilmu lain yg diperlukan buaf menafsirkannya Wadehel(kan sudah pernah posting) tapi jangan kuatir, saya punya metode, dalam 3 hari kamu bisa memahami AL-QURAN melebihi dari pada Tamatan S7 IAIN sekalipun eh salah UIN ya joe?
    kalau kao mau, ikut saya khuruj 3 hari, kaya Nabi Musa ikut Nabi Khidir selama 3 hari, ga pake biaya, cukup siapkan sepuluh rebu (10.000) rupiah saja sehari, itu pun buat makan kamu sendiri bukan biaya administrasi.
    kalau kamu siap, saya bisa di kontak off line 24 jam setiap hari.

  11. 11 Mr. Geddoe April 8, 2007 pukul 8:31 pm

    Haha, soal baginda Rasulullah membelah bulan.
    Sekilas tidak mungkin dan melebih-lebihkan? Hohoho, lalu kenapa masih ada yang percaya? Yap. Karena ditulis oleh Bukhari, Muslim, dan berbagai nama tenar.

    Lalu apa tulisan mereka pasti benar?
    Mereka tidak bisa salah? Atau, paling tidak, tulisan mereka apa tidak bisa dimanipulasi orang setelah mereka wafat?

    Hehehe, ini salah satu tulisan Bukhari.

    Mahmood bin Rabe narrates, “I still remember when I was five years old, the Holy Prophet rinsed his mouth and then poured the water into mine” (Kitabul Ilm vol.2, hadith 77).

    Lagi?

    “After my time, the greatest tribulation for men will be women” (Bukhari, Book of Nikah 3:61).

    Nambah?

    The Holy Messenger used to have intercourse with all of his wives in one hour of the day and night (without taking a bath) and these (wives) were eleven. He (the Holy Prophet) had the (sexual) power of 30 men (Bukhari, Book of Bath 1:189).

    Lalu kita lantas mesti percaya bahwa Rasul yang mulia itu berbuat seperti demikian?

    Ini makanya Islam jadi terbelakang, buas, kolot, dan bengis. Terlalu takut melangkahi orang zaman dulu. Masih percaya buta sama buku-buku hadith? Silakan.

    Saya sendiri memilih berhati-hati dalam mencerna hadith-hadith yang ada:mrgreen:

  12. 12 joesatch April 8, 2007 pukul 8:41 pm

    abdulsomad:::
    saya khawatir berguru pada anda, wak. valid/tidak? lha, menafsirkan tulisan saya saja wak abdul belum bisa nyatanya😀
    sekali lagi, wak, komentar wak abdul masih tetap nggak nyambung dengan postingan saya meskipun di komentar terakhir wak abdul tertulis kata2 “banyak ilmu-ilmu lain yg diperlukan buaf menafsirkannya”. that’s not the point.

    Mr.Geddoe:::
    hei…hei…mau ikut2an OOT kayak wak abu? gyakakakakakaka…😛 ini membahas teks dan gaya bahasa dalam qur’an, bukan hadis! hohoho…

  13. 13 abdulsomad April 8, 2007 pukul 8:43 pm

    #Mr.Geddoe
    Kebetulan saya sedang online, jadi sekalian sikut dikit.
    Kenapa anda percaya surga, padahal anda belum pernah kesana?
    Dari siapa anda dapat berita tentang surga dan neraka? dan kenapa nda mempercayai ada nya surga dan neraka? toh orang yang udah mati gak ada satu pun yang balik kedunia (thats mean mereka aman aman aja di akherat tul gak? entah di surga entah di neraka yg jelas ga ada yang balik kedunia dan complain dengan penempatan mereka)

  14. 14 joesatch April 8, 2007 pukul 8:46 pm

    oioioioioi! stop this OOT. kalo mau OOT, bahas, bikin tulisan, atau apa aja gitu di blog kalian masing2!
    GYAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKA!

  15. 15 abdulsomad April 8, 2007 pukul 8:52 pm

    SET ganyambung mode = ON

  16. 16 abdulsomad April 8, 2007 pukul 8:53 pm

    JOE kalo ga sukses, saya berenti nge blog, kita DEAL oke?

  17. 17 joesatch April 8, 2007 pukul 9:04 pm

    gini aja deh, wak abdul…
    parameter sukses tidaknya wak abdul, sehingga saya anggap wak abdul valid untuk mengajari saya adalah seberapa banyak wak abdul memberikan komentar OOT untuk setiap postingan di seluruh blogosphere.

    semakin sedikit OOT-nya, berarti wak abdul semakin valid, dan saya siap berguru.

    bagemana? deal?

    sayangnya sejauh ini dimana-mana wak abdul kok tebar OOT ya? itulah yang membuat saya jadi ragu

  18. 18 abdulsomad April 8, 2007 pukul 9:20 pm

    mungkin metode menentang arus dah ga mempan lagi, oke dech kita coba! ini hasil obrolan kita barusan hehehe

  19. 19 Mr. Geddoe April 8, 2007 pukul 9:23 pm

    Mas Joe, saya boleh ngejawab Pak Abdul Somad sekali lagi, ya?😦

    Oke:mrgreen:

    Pak, masalah surga, itu ada di Al-Qur’an. Kalau ditulis di Al-Qur’an, saya langsung percaya. Soalnya Al-Qur’an itu dijamin pasti aseli. Tapi kalau hadith aneh-aneh kayak diatas, saya bisa percaya bisa nggak. Janagn disamakan pak, menolak logika hadith sama menolak logika Al-Qur’an. Kumpulan hadith itu banyak yang diperintahkan untuk dihapus oleh Rasul sewaktu masa-masa awal. Penulisan kembalinya rampung berabad-abad setelah wafatnya Rasul. Validitasnya payah, susah dipertanggungjawabkan. Makanya jangan main telan saja.

    OOT selesai.

    Soal Al-Qur’an dan gaya bahasa, begini, mas Joe. Bumi itu bulat. Selesai perkara. Tanya jasa navigasi, jasa transportasi, tukang bikin satelit, sampai pilot dan pelayar profesional yang hobi mengelilingi dunia. Sudah terbukti. Kenapa masih merendahkan Al-Qur’an dengan penafsiran yang salah?

    Al-Qur’an itu mencakup segala bidang lho. Kalau zahir-zahir saja, mana bisa dimuat ke dalam hanya 6000-an ayat? Soalnya dibandingkan kitab suci lain, Al-Qur’an termasuk kecil, CMIIW. Jadi, konsekuensinya mesti pakai gaya bahasa yang tinggi. Kalau mesti jelas-jelas kayak tutorial potosop mah, perlu berjilid-jilid😆

  20. 20 joesatch April 8, 2007 pukul 9:23 pm

    abdulsomad:::
    oot lagi…
    duh, capek aku…😦
    tobat wak abdul…..tobaaaaaaaaaattttttttt………..

    Mr.Geddoe:::
    ah, akhirnya ada komentar yang bermutu

  21. 21 abdulsomad April 8, 2007 pukul 9:25 pm

    Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur’an: ” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (QS Al Qomar 54:1-2)

    ITU AYAT AL-QURAN nya, masih gak percaya juga?

  22. 22 Mr. Geddoe April 8, 2007 pukul 10:01 pm

    Masalahnya bulan sekarang belum terbelah Pak De… Masih utuh.
    Saya bukan bilang itu sihir, tapi hoax!😆

    Sekarang Wak Abdul percaya apa nggak Rasul ngasih air hasil kumur-kumur buat pelepas dahaga para sahabat (Abu Musa dan Bilal, sahabat favorit saya)? Kalau masih percaya juga, ya sudah. Berarti pembicaraan ini nggak bakal ada ujungnya kecuali saling benci. Ya jangan sampailah.

    Saya nggak menyembah mahdzab, saya menyembah Allah.
    Saya nggak mengikuti mahdzab, saya mengikuti Rasul:mrgreen:

  23. 23 antobilang April 9, 2007 pukul 12:24 am

    beuh, dari 22 komentar di atas ini, wak abdul menyumbang 9 medali komentar? ck ck ck…. rekor….

    padahal ketika komentarku tidak memakai avatar, toh sama saja tidak ditampilkan.

    aku pernah liat joe, sebuah komentar ditampilkan kok, tapi pakai URL dari himakom.ugm.ac.id…tak pikir itu kamu joe?
    seingetku pakai nickname orangnetral atau akunetral gitu..hehe…

    ternyata bukan masalah gambar bernyawa joe, tapi nama JOESATCH memang benar2 masuk dalam daftar hitam…kekekeke

    buat wak abdul : kok ente juga main2 kata PERTAMAX sih..itu perbuatan sia2 tauk!

  24. 24 joesatch April 9, 2007 pukul 12:40 am

    wakakaka…salafy versi mereka juga banyak ditanyakan di himakom, kok.
    gara2 blogku. jadinya mereka harus berterimakasih: akibat blogku, hits mereka jadi naik😛

  25. 25 Evy April 9, 2007 pukul 2:18 am

    Wadoooh ini mulai lagi diskusi ga sama persepsi, satu ngomongin persepsi Bahasa Al-Quran, satu fatwa, satu hadist wis2…piye arep nyambung yo njomplang… ISLAM itu mudah mbok ga usah di persulit to yoo…

    @Wak Abu

    QS 26 ayat 28
    Musa berkata: “Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal”.

    QS 39 ayat 18
    yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.

    QS 39 ayat 21
    Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

    Mudah2an cukup jelas bahwa akal sangat penting dalam beragama ya wak?

  26. 27 Aleks April 9, 2007 pukul 6:38 am

    Saya….binun…. *tuing tuing*

  27. 28 almanfaluthi April 9, 2007 pukul 6:52 am

    biasaa…lah..wong sok pinter tuh sukanya sok ribut sok2an gak mau kalah padahal lom tentu benar ya gak dab…Joesatch..Mr.Geddoe ayo jalan terussss…

  28. 29 joesatch April 9, 2007 pukul 7:20 am

    sebenernya, yang bikin nggak nyambung di sini cuma satu kok: Wak Abdul Somad!
    Kalo aja beliau bisa “mbaca” pastinya keributan yang nggak perlu di atas nggak bakal terjadi.

  29. 30 Biho April 9, 2007 pukul 7:40 am

    boleh nonton.

  30. 31 abdulsomad April 9, 2007 pukul 7:40 am

    he he he….
    Assalamualaikum wr wb
    he he he lagi

  31. 33 fauzan.sa April 9, 2007 pukul 8:26 am

    Hmm, membahas tentang salafy tentang berkali-kali di blog termasuk salah satu bentuk dakwah. Hahaha…

    Logikanya begini, kalo orang kayak Joe mbahas tentang Salafy, maka yang pengen baca jadi banyak, dan akhirnya mereka tanya tentang salafy sama Joe. Akhirnya, mereka jadi punya kepedulian juga dengan berbagai pemikiran dan pergerakan dalam Islam.

    Ini mempermudah sosialisasi kepada masyarakat yang sering sekali menggeneralisasi umat Islam yang mencoba konsisten pada agamanya dengan sebutan teroris.

    Yah, diharapkan pertanyaan-pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah, nek jama’ah tabligh ki opo, nek syi’ah ki kepiye, nek baha’i ki koyo ngopo, tarbiyah ki panganan opo, HTI kok senengane nggowa nggowo syari’ah ngopo. Wah, malah dadi slippery slope. Yo ben lah. Itu akan membantu mereka memahami berbagai macam golongan, sehingga akan mempermudah penerimaan mereka akan ajaran-ajaran Islam yang benar. Mudah-mudahan, bukan kayak temenku anak Fakultas Hukum, pas aku bilang nama-nama malaikat itu nggak pernah disebutkan dalam Al-Qur’an, dan aku nggak pernah dengar tentang itu kecuali Jibril dan Mika’il, dia malah bilang aku aliran Islam aneh.

    Wis lah OOT-ne. Ngene wae Joe. Kalo saya bilang, salafy itu aliran sesat. Sudahlah, tinggalkan saja. Diberi peringatan atau tidak diberi peringatan, mereka tetap saja tidak akan beriman sama kamu. Pasti ada yang protes karena saya sudah bilang mereka sesat. Mereka yang nggak mau percaya apa yang ada di depan mereka itulah orang sesat. Kalo saya nggak percaya apa yang ada di depan saya adalah komputer, lalu bagaimana caranya saya mengumpulkan dan memilah fakta?

    Nah, sekarang lebih nggak OOT lagi. Gini Joe, mereka itu khan pake internet. Nah, tau khan kalo internet ini kadangkala koneksinya pake satelit geostasioner macam Palapa? Nah, kalo bumi itu diam dan Matahari yang muter, menurut mekanika klasik, ya jatuhlah yang namanya satelit geostasioner. Khan nggak ada gaya sentrifugal.

    Mereka pasti akan jawab lagi, kun fayakun. Allah bisa buat apa aja. Termasuk bisa bikin sesuatu nggak tunduk sama hukum fisika. Masalahnya, kalo gitu, bagaimana kita tahu kalo Islam itu agama yang benar?

    Allah bisa buat apa aja. Berarti bisa buat alam semesta yang umurnya ribuan tahun jadi seolah-olah seperti miliaran tahun. Benar? Allah bisa buat apa aja, jadi bisa buat kitab suci yang kontradiktif, bahkan sampe masalah angka yang nggak boleh beda itu adalah benar. Begitu khan? Allah bisa buat apa aja, sehingga kepercayaan apapun dan konsepsi apapun bisa masuk ke dalam pikiran kita.

    Inilah doktrin kunci bagi agama-agama yang sebenarnya punya kelemahan dalam pokok keyakinan mereka. Pokoknya, Allah itu bisa buat apa aja. Yang benar adalah kitab suci, yang di luar sana itu nggak benar, hanya saja Allah membuatnya seolah-olah seperti itu untuk menguji iman kita.

    Kalo beriman dengan cara seperti ini, hancurlah landasan aqidah kita Joe. Bagaimana kamu bisa yakin kalo Allah itu satu? Bagaimana kamu bisa membandingkan yang benar dan yang salah, kalo nggak ada ukuran yang bisa dipakai? Trus terang saja, kalo ada agama yang seperti itu, kafir saja terhadapnya. Termasuk juga Islam. Jangan takut kafir sama Islam kalo ternyata Islam nggak masuk akal. Kalo kita nggak mendasarkan segala sesuatunya pada logika dan fakta empiris, yah artinya nggak ada yang bisa kita percaya.

    Weh, kok malah OOT trus yo?
    Intine, tafsir ki angel. Ayat ada yang mutasyabihat ada yang muhkamat. Kalo terus-terusan pake metode literal-tekstual, bisa kacau nantinya. Tapi juga nggak boleh seenaknya. Lihat bagaimana metode Rasulullah menakwilkan ayat. Masih ingat tentang kasus sahabat yang puasa di bulan ramadhan? Hingga tampak jelas benang hitam dengan benang putih. Sahabat saja salah mengartikan karena terlalu literal. Lha, mereka kemungkinan salahnya juga banyak karena terlalu literal, dan bersikap buta-tuli terhadap fakta yang ada, karena itu mereka nggak yakin.

    BTW, sukses deh, “tahdzir”-nya. Hahaha… . Kalo orang yang udah kita beritahu salahnya ngeyel, malah justru terus menyebarkan salahnya dengan sengaja, saatnya di-tahdzir. “Sodara-sodara, jangan dekati mereka orang-orang yang nggak pake akal. Karena kita akan memerangkap diri kita menjadi mangsa kekafiran yang empuk”.

    Nggak percaya? Coba aja suruh mereka diskusi filsafat sama anak-anak UIN. Dijamin langsung muka mereka gosong saking panasnya, ato malah jadi ikut-ikutan nggak percaya sama syari’ah. (Maaf, bukan bermaksud menggeneralisasi mahasiswa UIN lho).

    Sori jo kedawan. Hehehe… .

  32. 34 joesatch April 9, 2007 pukul 8:35 am

    jay, paling tidak komentarmu bermutu😛 hohohoho!
    hati2 jay, darahmu bisa jadi skrg sudah dihalalkan😀

  33. 35 agorsiloku April 9, 2007 pukul 9:12 am

    Tadinya, agor juga ingin komentar… tapi karena ada “usulan” dari bung somad (setelah baca postingan kamu secara lamat-lamat, saya jadi senyum. memahami AL-QURAN tak bisa dengan akal joe,) untuk membuang akal, yah apa boleh buat… saya coba dulu buang akal saya ya… tapi … pls… tolong tunjukkan akal saya dimana?.

    Kalau boleh judulnya ditambah : Dalil vs Dalih (pakai h)… Rasanya lebih tepat.🙂 🙂 😀

  34. 36 erander April 9, 2007 pukul 10:09 am

    Terima kasih Joe. Saya jadi lebih memahami. Ingat buku karya Jeffey Lang yang berjudul “Aku beriman, maka aku bertanya” .. dan juga tulisan mushodiq tentang kunci sukses Abu Bakar dan Umar dalam berdakwa.

  35. 37 ..:X W O M A N:.. April 9, 2007 pukul 10:16 am

    “Yang harus disembah itu Allah, bukan mahzab. Yang harus diteladani itu Nabi Muhammad SAW, bukan mahzab.”
    3S Sangat Setuju Sekali😉

  36. 38 ..:X W O M A N:.. April 9, 2007 pukul 10:18 am

    “Yang harus disembah itu Allah, bukan mahzab. Yang harus diteladani itu Nabi Muhammad SAW, bukan mahzab.”

    itu maksudnya sangat setuju sekali
    hehehe… maap salah code… aduh jadi malu deh😀

  37. 39 abdulsomad April 9, 2007 pukul 11:03 am

    #agorsiloku
    Gunakan HATI, KEYAKINAN.
    ENTE belum pernah liat Surga dan Neraka bukan, dan Belum ada TEORI yang dapat menunjukkan dimana NERAKA dan SURGA, tetapi kenapa ENTE Percaya?

  38. 40 Thamrin April 9, 2007 pukul 11:14 am

    Nggak mau baca lama-lama, takut tambah “sesat.” 🙂

  39. 41 joesatch April 9, 2007 pukul 11:25 am

    agorsiloku:::
    hahahaha, pake “hati” katanya, pak agor🙂

    erander:::
    cuma kebetulan kok kalo bisa bermanfaat, pak. saya nulisnya cenderung ngawur soale, hehehehehe. saya ndak sebermanfaat rekan2 lain yang serius berniat mencerahkan. tulisan saya cuma sekedar sampah yang mengendap di otak yang harus buru2 saya buang kalau nggak pgn terserang stroke😀

    XWOMAN:::
    ndak pa-pa kok, mbak. temen saya yang jagowan bikin web, kdg2 juga sering melakukan kesalahan tag html, huehe

    Thamrin:::
    apakah saya memang berbakat untuk menyesatkan orang ke jalan yang benar?😛

  40. 42 rajaiblis April 9, 2007 pukul 11:29 am

    halaaaahhh …
    repot amat mikir surga ma neraka …
    kalo hidup blingsatan … gak jelas juntrungan …. gelisah … gak tau apa yg mo diperbuat … kemana-mana takut …
    asli … tuch orang pasti sedang tersesat … hidupnya membara !

    but …
    kalo idupnya adem … tenang …
    kalo lg dapet masalah … gak lantas sradak-sruduk …
    berlaku bijak … mikir …
    manusia tipe begini gak bakal tersesat … dia pasti bisa menemukan jalan pulang !

    anyway …
    kalo ada yg mo cepet ke neraka jahanam …
    sini … bururan daftar … kereta dah mo berangkat …

    wakakkkakkaaa …

  41. 43 Dee April 9, 2007 pukul 12:04 pm

    Raja iblis, aku berbuat sesuatu gak pernah mikir nantinya akan dapet imbalan surga. ketenangan dan kedamaian jiwa yang aku dapatkan lebih dari cukup di dunia ini. Kalau nantinya dapet pahala surga, ya itulah kemurahanNya. kalau memang dikehendakiNya kecemplung neraka, ya ikhlas aja.
    Eh, ini raja iblis kok ngasih wejangan tho? Iblis gadungan ya?
    Eh Joe, kalau kamu sukses berguru sama Wak Abdul, kabari ya, aku tak melu-melu…

  42. 44 lambrtz April 9, 2007 pukul 12:31 pm

    numpang nonton
    ga ikut2an
    im tired of this game

  43. 45 Mr. Geddoe April 9, 2007 pukul 1:05 pm

    @ fauzan.sa
    Luar biasa. Setuju.

    @ Wak Abdul
    Percaya sama Al-Qur’an sama percaya sama hearsay beda Wak…

    Wehehehehe, slogan saya yang dimodifikasi mas Joe jadi laris😛

  44. 46 clukindahose April 9, 2007 pukul 1:24 pm

    Joe ama wak abdul..
    jangan ada dusta diantara kita.. selesaiin ditempat tidur aja.. wakkakakaka..

  45. 47 venus April 9, 2007 pukul 1:35 pm

    waduh…jadi migrain dan sakit perut gara2 kebanyakan ngakak :))

  46. 49 ta2 April 9, 2007 pukul 6:06 pm

    setiap kali ada postingan selalu ada perdebatan
    ckckckckck
    begitulah manusia diciptakan oleh Allah
    manusia diberi otak untuk berpikir
    kalam Allah jangan disamakan dengan perkataan kita
    tidak ada yang bisa menandingi ayat-ayat Al-Quran
    banyak makna yang bisa kita ambil dari Al-Qur’an
    itulah gunanya Allah memberi kita otak
    tapi hati2 jangan sampai logika kita menyesatkan iman kita
    perlu guru yang membimbing dalam memahami Al-Qur’an

  47. 50 mrtajib April 9, 2007 pukul 6:10 pm

    ha ha ha ha ha……..perang disini rupanya….

  48. 51 Kang Kombor April 9, 2007 pukul 6:14 pm

    Hahaha… lucu. Yang mbaca soal hamparan dan dihamparkan terus bilang bumi itu datar perlu dititipkan ke pesawat ulang-alik kalau atau roket untuk meluncurkan satelit.

  49. 52 Aphe_Joss April 9, 2007 pukul 6:29 pm

    Duh duh biyung A kok mlh mumet dewe baca blog ini.
    Sampai kapanpun perdebatan pstilah ada,coz dah dr sononya.
    biar dunia rame (mungkin).

  50. 53 telmark April 9, 2007 pukul 6:35 pm

    itulah.. Alquran itu mengandung bnyk arti. spt Islam yg fleksible. ga caya ? contoh simple : jaman dulu orang naik ke bukit buat azan. jaman sekarang ? cukup pake pengeras. hasilnya ? sama aja. sama2 manggilin orang buat sholat. hehehe….🙂

  51. 54 joesatch April 9, 2007 pukul 6:37 pm

    rajaiblis:::
    saya ndak berusaha repot, kok, mas. kalo saya masuk neraka, mungkin memang sudah sepantasnya untuk bajingan seperti saya (walopun saya ndak mau😀 )

    Dee:::
    sebentar. validitas beliau untuk mengajari saya sedang saya survey soale

    Mr.Geddoe:::
    artinya, saya adalah ikon yang tepat untuk media promosi. tinggal bagaimana perusahaan besar-perusahaan besar di endonesa menyadari keberadaan saya, hohohoho

    lambrtz:::
    tapi bayar juga, lho. ndak ada tontonan gratis

    clukindahouse:::
    maaf, saya bukan homo. sungguh, saya mencintai zaskia mecca😀

    venus:::
    mesti bagian “wak abdul show” ya?

    anung:::
    K A R E P M U

    ta:::
    khas omongan anak mipa sejati, kakakakaka!

    mrtajib:::
    bukan perang, kang. ada keributan gara2 orang nyasar. sudah ditunjukkin jalan keluar, tapi malah ngeyel kalo habitatnya adalah di sini😛

    Kang Kombor:::
    humor yang benar atau humor yang salah, kang?🙂

  52. 55 joesatch April 9, 2007 pukul 6:40 pm

    Aphe_Joss:::
    mumet? istirahat dulu. leyeh2 sambil minum vitamin penambah darah. masih mumet juga? coba obat sakit kepala. bodrex dicampur sprite. efek maksimalnya dahsyat lho. sakit kepala langsung hilang beserta nyawa kita, kekekekeke!

    telmark:::
    saya berusaha bilang gitu, tapi mas-mas bernama arab itu ndak mau percaya😛

  53. 57 Aphe_Joss April 9, 2007 pukul 7:03 pm

    Saranmu kuwi bakalan manjur bangt, tp yen nyawaQ ilang sko jasadQ mesak no para gadis2 yg mengantri tuh bercinta dngQ. huuuusssss!!!!!!!!!!!!
    kok mlh ngomongin pr gadis tar dimrahin ma org2 bernama Arab. Joe slm kenal yo. by gembel jd mahasiswa (Aphe_Joss).

  54. 58 rajaiblis April 9, 2007 pukul 7:26 pm

    @joesatch
    saya ndak berusaha repot, kok, mas. kalo saya masuk neraka, mungkin memang sudah sepantasnya untuk bajingan seperti saya (walopun saya ndak mau.

    itu udah sebuah konsekuensi atas kehendak bebas yg eNTE pilih …

    wakkakakaakaaa …

  55. 59 klikharry April 9, 2007 pukul 8:22 pm

    setudjuu…
    nah itu baru masuk diakal..

  56. 60 Sugeng Rianto April 9, 2007 pukul 10:11 pm

    huekekkkk….Kayaknya kita balik lagi ke masa Pra-Galileo neh joe😆 , masa seh bumi jadi pusat tata surya?! waduh…otak saya jadi jungkir balik lagi, mak cenut-cenut mumet. Mbo ya pakai akal dan fikir (ra’yu) dalam memahami qur’an. Tidak mentah-mentah mengartikan ayat, Perlu kedalaman pemahaman yg tentunya menggunakan akal dan fikir.

    Bukannya Al’quran itu untuk orang2 yang berakal?! trus yang tidak pakaiberakal piye?! wis karep’e…

    (***kabur nyari Bpk. Harun Yahya***)

  57. 61 madsyair April 10, 2007 pukul 8:13 am

    waduh, bùanyak buuuanget komentarnya. aku ndak komen ah. bagus, sekarang diskusinya lebih enak.

  58. 62 peyek April 10, 2007 pukul 10:18 am

    joe panjang buanget, jadi bikin aja dialog berdua sama uwakmu itu! he…he…he…

  59. 63 Gunawan@Jaya April 10, 2007 pukul 10:30 am

    Wah, Pak Abdul, kalau agama ini pake hati saya mending jadi orang kristen aja Pak. lebih mengena di hati. kalau agama ini pakai hati, saya mending shalat shubuh 4 rakaat Pak, lebih afdol dan sekaligus buat senam pagi. wah kalau agama ini pakai hati pak saya mending tidak meng-qashar dan jamak shalat saya waktu jalan2 karen alebih sreg di hati. adanya surga dan neraka adalah masuk akal bukan masuk hati. kalau anda take teh syahadat otomatis Al Quran sudah pasti benar dan tentang surag dan neraka sudah ada di sana. so secara logika pasti benar, bukan secara hati Pak. nek pengen lebih ngeh tentang hati dan akal ini coba sampeyan go to fauzansa.wordpress.com tentang pakai akalz dunk, juga “mengimani dengan hati” tentang dimana menaruh akal dan hati dalam beragama. atau mau coba blog ini http://permanathegreat.blogs.friendster.com/permanas_blog/

    Ahmad Sabiq dalam bukunya tentang matahari mengelilingi bumi sangat TIDAK JUJUR, dia menggunakan STANDAR GANDA dalam menafsirkan ayat Al Quran. untuk ayat yang menurut dia bertentangan dengan kenyataan empiris, kita wajib menfsirkan lebih lanjut, sementara untuk ayat2 yang menurut dia menunjukkan bahwa matahari mengelilingi bumi dia samasekali tidak mau menafsirkan. Sabiq is very suck!

    Klau bumi ini diam maka internet ini tidak ada, itu sudah pasti dan kalau dia bilang “kun fayakun” maka sebainya Fakultas MIPA tutup aja, karena sunatullah tentang hukum alam ternyata tidak bisa dipastikan alias tidak ada yg eksak di muka bumi ini. anehnya para wahabi itu kok masih banyak yg kuliah di MIPA? mending mereka kuliah di Ilmu Budaya jurusan “Pemuliaan Doktrinasi dalam Agama”

  60. 64 arif komB April 10, 2007 pukul 10:45 am

    saya punya metode, dalam 3 hari kamu bisa memahami AL-QURAN melebihi dari pada Tamatan S7 IAIN sekalipun eh salah UIN ya joe?

    Haha.. belajar alquran cuma tiga hari. Abis itu nggak belajar-belajar lagi mas? pantesan… b o d o h.

    Ya Allah berilah hidayahmu kepada abdulsomad.
    Amin..!

  61. 65 Mr. Geddoe April 10, 2007 pukul 11:27 am

    Akal itu anugerah terbesar bagi manusia, dipakai supaya untuk membedakan kebenaran dan ‘ketidakbenaran’😀

  62. 66 indi April 10, 2007 pukul 12:40 pm

    Alloh itu Maha Besar. Maha Kuasa. Maha
    Segala-galanya. Bahkan dengan ke-MahaanNya, dia menciptakan akal, dan pikiran kepada makhlukNya yang terpilih, yaitu manusia. Bukan pada hewan, dan tumbuhan.

    Karenanya setahu ane yang masi cupu ini, banyak kalimat AlQuran yang dibuka dengan kalimat “…tidakkah kalian semua berpikir…”,,bukan kalimat “…tidakkah kalian semua membaca…”. Jadi proses berpikir adalah hal yang penting, bahkan untuk menterjemahkan bahasa Al-Quran nur Kariim yang tata bahasanya subhanalloh, tidak bisa dibuat oleh makhluk dengan level intelegensi setingkat kita.

    Nah untuk meneterjemahkannya tentunya perlu kajian seluruh aspek, ga cuman aspek bahasa doank doanx. Aspek ilmu yang laen pun harus dipertimbangkan. Karena baik Al-Quran maupun dunia ini kan ditulis berdasarkan Sunnatullah. Satu-satunya hukum yang paling konsisten di alam semesta ini. Tentunya ketidak sesuaian pengertian antara apa yang tertulis di AL-Quran dan apa yang ada di dunia ini, hanya membuktikan satu hal. Yaitu(ampunilah dosa saya ya Alloh), sang pencipta Al-Quran dan pencipta dunia ini adalah sesuatu yang berbeda. Sama halnya saat para cendikiawan kuno menentang isi kitab sebelum AL-Quran yaitu Injil karena apa yang tertulis di dalamnya bertentangan dengan Sunnatullah yang terjadi di alam, dan dapat dibuktikan secara ilmiah.

    Tapi saya yakin, bahwa semua yang sudah membaca blog ini yakin bahwa pencipta Al-Quran dan Dunia ini adalah sama. Lalu apa yang terjadi jika apa yang tertulis di Al-Quran berbeda dengan kenyataan di dunia ini. Ada dua kemungkinan.

    1.Penafsiran terhadap makna luar biasa yang terkandung di Al-Quran kurang tepat. Hal ini bisa saja terjadi karena sang penafsir hanya mempertimbangkan aspek bahasa literatur tetek bengek tanpa memasukkan unsur ilmu yang laen.

    atau

    2.Ilmu yang digunakan untuk melihat kejadian di dunia ini memang belum cukup berevolusi entuk menangkap kedahsyatan kandungan Al-Quran. Misal: Saat ini ilmu kedokteran bisa mengungkap apa yang terjadi dalam kandungan ibu hamil. Proses yang diterangkan sejalan dengan isi Al-Quran tentang perkembangan janin. Nah, sebelum ilmu kedokteran berkembang hingga ditemukannya ultrasonografi (atau apa lah) tentunya proses kehamilan masi diterjemahkan sebagai suatu proses black-box dan semuanya(baca:ilmuawan kafir) masi meragukan kebenaran ayat Al-Quran tersebut.

    Intinya penafsiran adalah proses yang dilakukan oleh seorang umat manusia. Bagaimana dia menafsirkan suatu ayat sangat tergantung dengan latar belakang kehidupannya. Jadi baek penafsiran Joe or Wak Abu cs ttg kandungan ayat Al-Quran adalah benar,,selama penafsiran tersebut di dahului dengan proses berpikir yang tepat. Dan beragamnya penafsiran terhadap suatu ayat Al-Quran menunjukkan betapa Maha Dahsyat sang pembuat Al-Quran tersebut. Subhannallah. Maha Suci Alloh dengan segala FirmanNya..

  63. 67 rizko April 10, 2007 pukul 12:46 pm

    inilah yang bikin Salafy jadi berkonotasi jelek. Padahal makna Salafy kalo gak salah ya kembali kepada ajaran yang sebenarnya yaitu apa yang dilakukan Rasul dan para sahabat.

    gak ada istilah mahzab disini, karena pada zaman Rasul ya gak ada mahzab2 an.

    aku pernah belajar sama orang2 salafy, tapi pikirannya benar2 luas gak bodoh kayak pikiran mas abdulsomad…

    Islam adalah agama yang penuh logika, butuh akal disini, Nabi yang gak bisa baca aja langsung di suruh baca (pada wahyu pertama) artinya apa, ya nabi mesti “Baca” / belajar.

    yang bikin rusak dan lemah agama ini ya orang2 model abdulsomad ini, gak pernah pakek akal tuk mengartikan sesuatu, jaman dulu mah Islam maju banget karena orang2nya beda banget ama Abdulsomad, lihat Aljabar, ahli2 falak dan banyak nama2 bintang atau gugusan berasal dari nama ilmuwan2 islam

    Intinya agama tanpa otak dan otak tanpa agama adalah sesuatu yang tidak baik dan bisa bikin orang jadi sesat sesesatsesatnya…

    mas abdulsomad, aku sangat suka membaca arti dari ayat2 alquran, jangan buat aku jadi males mempelajari ayat2 alquran dengan memberikan peraturan yang berlebihan yang mungkin Rasul aja gak pernah lakukan kepada para pengikutnya…

    ngapain Allah ngasih akal kalo gak bisa dipake ??? mending jadi monyet aja, asli monyet dan segala makhluk lain selain manusia dan jin gak punya akal…

    saranku, banyak2 belajar lah lagi, dan bisanya yang aku tahu “TONG KOSONG ITU NYARING BUNYINYA” inget lagi ya “Agama tanpa Otak dan Otak tanpa Agama bisa bikin kamu jadi sesat sesesat2nya” karena kamu gak pernah make akal kamu…

  64. 68 abdulsomad April 10, 2007 pukul 2:11 pm

    #rizko
    Assalamualaikum wr wb..
    terima kasih telah menasehati saya, tetapi menerima ini Agama (ISLAM) tak cukup dengan OTAK, harus disertai dengan membuka HATI, QALB, KEYAKINAN.

    ketika RASULULLAH ISRA’ dan MI’RAJ dapatkah AKAL kita menerima kejadian itu? dalam 1 malam Rasulullah SAW, telah menempuh perjalanan panjang, ke BAITAL MAQDIS, lantas masih naik lagi ke LANGIT KE TUJUH dan kembali ke MEKKAH.

    Bisa kah kita menggunakan AKAL, OTAK, untuk menerima kejadian ini? mengapa Sayyidina ABU BAKAR r.a ketika mendengar peristiwa ini langsung percaya, tanpa perlu mencari fakta, tanpa perlu cek ke lapangan, tanpa perlu investigasi?

    Bisa kah OTAK menjawab peristiwa ini, dimana saat itu belum ada motor, mobil dan pesawat terbang, tetapi Rasulullah SAW BISA menempuh perjalanan yg begitu jauh? bisakah SCIENCE menjelaskan?

  65. 69 rajaiblis April 10, 2007 pukul 4:01 pm

    @abdulsomad
    Bisa kah kita menggunakan AKAL, OTAK, untuk menerima kejadian ini? mengapa Sayyidina ABU BAKAR r.a ketika mendengar peristiwa ini langsung percaya, tanpa perlu mencari fakta, tanpa perlu cek ke lapangan, tanpa perlu investigasi?

    ya jelas langsung percaya …
    wong nabi gak pernah ngomong yg gak masuk akal …
    lah … kalo eNTE yg ngomong …
    kebo aja agak sulit buat percaya …

    wakakakakaaaa …

  66. 70 Mr. Geddoe April 10, 2007 pukul 4:07 pm

    Ya pakai akal juga atuh Wak, ‘kan sehabis itu nabi bisa menyebutkan bukti-bukti, seperti ciri-ciri karavan yang melintas di padang pasir yang jauh.

  67. 71 abdulsomad April 10, 2007 pukul 4:58 pm

    # raja iblis
    # Mr. Geddoe
    Assalamualaikum wr wb..
    Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah kejadian yang tak masuk di AKAL,
    tapi Sayyidina Abu Bakar r.a, memahami peristiwa itu dengan “KEYAKINAN”, dengan HATI, dengan NURANI.

    Memahami sesuatu dengan HATI, dengan NURANI, itulah yang disebut dengan IMAN.

    Kalau terus menerus kita menggunakan AKAL, OTAK, FIKIRAN maka sulit untuk memasukkan IMAN kedalam HATI, karena IMAN adalah MEYAKINI yang GHAIB, yg GANJIL yg TIDAK NAMPAK.

    1 + 1 = 2 —> AKAL
    1 + 1 = 1.000 —> ini IMAN

    Semoga ALLAH beri kita kefahaman. AMIEN.

  68. 72 Abu Nejed April 10, 2007 pukul 5:44 pm

    Masalah terminologi?
    Empirisme? Rasionalisme? Metafisika? Sains? Epistemologi? Akal? Iman? Belief? Religion? Logika? Aristotelian? Hegelian?
    Paradigma apa saja yang digunakan
    pemikir-pemikir Muslim untuk memperoleh pengetahuan? Panca indera? Akal? Iman? Wahyu? Hati? Mimpi? Nurani? Fiqh? Tasawuf? Filosofis? Metode ilmiah?
    Diskusi-diskusi seperti ini membangkitkan kenangan kembali
    historis pemikiran Muslim, dari Mu’tazilah dan Asy’ariyyah hingga
    al-Ghazali dan Averroes, Tahafatu al-Falasiah dan Tahafatu al-Tahafatu al-Falasifah.
    Hmmm, masih adakah sepercik cahaya yang menerangi gelapnya kultur dan mandegnya pemikiran ummat saaat ini?

  69. 73 rizko April 10, 2007 pukul 7:27 pm

    1 + 1 = 2 (matematika) = akal

    1 – 1 = 0 (matematika) = akal

    1 – 1 = ~ alias tambah banyak (IMAN)

    aku yakin itu, dan aku sering banget ngalaminnya bahkan orang tuaku mengajarkan aku tuk yakin akan itu. istilahnya kita berbisnis sama Allah, bank aja mau ngasih bunga 3 % / tahun apalagi Allah, bunganya banyak banget alias terserah Dia mau ngasihnya sebanyak apa… dan ini bener2 bisa dibuktikan (temenku orang cina yang sering judi aja sebelum main judi selalu ngasih orang susah – sayang niat dan tujuannya aja yang salah)

    tapi kadang iman juga butuh otak tuk mencernanya begitu juga otak butuh iman tuk menjaganya dari kesombongan. cobalah tuk tidak memisahkan antara otak dan iman begitu juga sebaliknya, asli bakal buntu deh hidup ini…

    ambil contoh, kita lagi kesusahan dan ingin makan, kita yakin Allah bakal kasih kita rejekinya (IMAN) tapi apa kita cman duduk2 doank gak ngapa-ngapain, kita mesti usaha kan (makanan gak jatuh dari langit) jadi kita manfaatin otak kita, akal kita tuk cari rejeki Allah…

    kadang yang ghaib itu juga bisa jadi nyata dan bisa dicerna dengan akal, karena yang namanya keghaiban itu adalah tidak mutlak, angin adalah sesuatu yang ghaib tapi bukankah bisa dirasakan, dan masih banyak lagi…

    btw, aku yakin niat mas Abdulsomad adalah baik begitu juga dengan kawan-kawan, maka dari itu mari sama2 tingkatkan ilmu kita tuk menjadi manusia yang lebih baik yang saling nasehat menasehati dengan cara yang elegan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah…

  70. 74 Rizma Adlia April 10, 2007 pukul 7:58 pm

    Mmmm,, akal sama dalil dalil Allah ya topiknya,, (gile Ma telet gini,,) emang iya kalo kita harus mencari arti tersirat dari tiap ayat Al-Qur’an,, tapi ga artinya semuanya harus divalid-in sama akal, apalagi pikiran sekarang,, masalahnya toh pikiran kita skarang blom se-maju itu,, dan kalo ga salah,, ikhtilaf itu ga bisa diterapkan selamanya,, kaya cerita Imam Hanafi sama Imam Ja’far (emang tentang masalah fiqh sih,, sori ga nyambung,, hehehe,,)

    Trus komen tentang komen di atas tentang hadist Bukhari Muslim,, yang nulis kitab itu sendiri bilang di pembukaan bukunya kok,, kalo yang shahih (terpercaya) itu Sanadnya (urutan perawi), bukan Matannya (isi hadistnya),,🙂

  71. 75 abdulsomad April 10, 2007 pukul 8:42 pm

    #to all
    Assalamualaikum wr wb..
    nah kalo udah nyambung, ane jadi semangat juga.
    Kalo sudah faham soal HATI dan IMAN baru lanjut ke AKAL, FIKIRAN.

    bukan saya ga percaya AKAL, bukan ga mau manfaatin AKAL, bukan ga mau pakai AKAL, tapai dimana dan kapan kita harus pakai AKAL kita.

    Karena AKAL dan FIKIR manusia besi yg tenggelam bisa terapung, juga karena AKAL dan FIKIR manusia juga besi yg tenggelam malah bisa TERBANG.

    Tetapi AKAL dan FIKIR yang paling tinggi Derajatnya adalah AKAL dan FIKIR Rasulullah, Nabi Muhammad SAW.
    Karena FIKIR beliau, karena AKAL beliau lah, ISLAM tersebar sampai sekarang, dan KITA semua bisa lahir dari perut ibu-ibu yang ISLAM, MUSLIM.
    Coba waktu itu BELIAU cuma mikirin BULAN ngelilingi MATAHARI apa BULAN yang dikelilingi MATAHARI, Agama ISLAM tidak akan tersebar kemana-mana.
    Coba waktu itu beliau cuma mikirin TOKO nya, atau beliau cuma mikirin keluarganya. Mungkin kita masih menyembah PATUNG, MATAHARI, atau bahkan menyembah KOMPUTER mungkin.
    Tapi beliau waktu itu gunakan AKAL dan FIKIR bagaimana ISLAM tersebar keseluruh DUNIA sampai AKHIR ZAMAN sampai KIAMAT.

    Karena itu mari, kita gunakan AKAL dan FIKIR sama-sama untuk KEJAYAAN ISLAM sampai HARI KIAMAT,

    SIAPA YANG SIAP??????????????

    Kita ini semua akan MATI, MASUK KUBUR, AKHERAT, ada ALAM MAHSYAR, ada SURGA ada NERAKA. Disini AKAL DAN FIKIR kita gunakan, bagaimana agar dengan mudah melaksanakan perintah ALLAH, menghindari larangan ALLAH SWT. bagaimana agar kita selamat dari AZAB NERAKA dan MASUK SURGA sambil tersenyum-senyum.

  72. 76 rizko April 10, 2007 pukul 9:13 pm

    @abdulsomad – Insya Allah selalu berusaha tuk siap🙂 mohon maaf sebanyak2nya atas lidah yang tak bertulang (jari yang tak bertulang kalo ada di atas keyboard) hehehe

  73. 77 joesatch April 11, 2007 pukul 12:25 pm

    eeeee….eeerrrrr…..
    topiknya kali ini adalah:
    DALIL YANG DITAFSIRKAN MEMAKAI AKAL versus DALIL YANG DIYAKINI SECARA MEMBABI-BUTA HANYA BERMODALKAN PEMAHAMAN LITERAL TEKSTUAL

    *hanya sekedar mengingatkan kembali*

  74. 79 Rizma Adlia April 11, 2007 pukul 5:25 pm

    iya iya,, kalo ga ditafsirin pake akal emang pake apa lagi??🙂

  75. 80 Mr. Geddoe April 11, 2007 pukul 5:34 pm

    Ada alternatifnya lho, mbak.
    Pakai IMAM. Pakai HEARSAY. Pakai MULLAH:mrgreen:

    Contoh yang pakai akal, khalifah-khalifah awal Islam. Contoh yang pakai hearsay, Taliban:mrgreen:

  76. 81 Rizma Adlia April 11, 2007 pukul 5:45 pm

    emang mereka (Imamnya) ga pake akal gitu??
    btw hearsay sama Mullah itu apa?? (hehehe,,)

  77. 82 kurtubi April 11, 2007 pukul 5:51 pm

    waaah rammenya perang di sini …

  78. 84 Rizma Adlia April 11, 2007 pukul 6:57 pm

    hohoho,, bang abdul,, percaya ga? kalo kita bisa nge-posisiin “hati” secara anatomis, dia bakal ada di otak??🙂
    lagi lagi,, pendapat Ma doang,,

  79. 85 Mr. Geddoe April 11, 2007 pukul 7:14 pm

    Sebenarnya… ‘Hati’ itu sebenarnya adalah ‘otak’ dan ‘akal’.
    Nggak ada itu hati di dada… Itu mah jantung sama liver. Nggak buat berpikir.

  80. 86 rizko April 11, 2007 pukul 10:00 pm

    @Mr. Geddoe – kalo aku punya pendapat lain soal itu, aku yakin “hati” (bukan lever loh) itu beda banget dengan otak, aku gak tau apa pikiran ku ini bisa dipertanggungjawabkan atau nggak tapi aku yakin “hati/qalbu” yang dimaksud bukanlah otak.

    ada istilah mata hati, patah hati, jatuh hati, sakit hati, ada lagi jantung hati, buah hati, bukan bermaksud klenik, aku yakin “hati” dalam tanda kutip (bukan lever) adalah sesuatu yang berbeda dari otak, dialah yang memberi batasan pada otak, membedakan mana yang benar atau salah, memahami orang lain, mengerti orang lain, dll…

    aku pernah denger atau baca, gak tau sahih atau dhaif, bahwa waktu kecil Nabi Muhammad SAW dadanya pernah dibelah (secara fisik) karena anak ibu yang menyusuinya melihat peristiwa itu, kemudian suatu makhluk (malaikat) mengeluarkan segumpal daging gak tau itu jantung atau lever kemudian membersihkannya…

    btw, itu pendapatku…

  81. 87 Rizma Adlia April 11, 2007 pukul 10:07 pm

    tadi yang Ma tulis masalah “percaya ga? kalo kita bisa nge-posisiin “hati” secara anatomis, dia bakal ada di otak??” itu masalahnya ada bagian di otak yang berfungsi mengontrol emosi dll, ada juga bagian yang berfikir kognitif, mengontrol jam biologis, dll,, dan mungkin,, kalopun mau diposisi-in secara anatomis, “hati” itu ada di otak,, di bagian dari otak,, dan lagi lagi, itu pendapat Ma,,

    Piss,,!!

  82. 88 fauzan.sa April 12, 2007 pukul 9:19 am

    @para-pemuja-hati

    Wah, ternyata yang lain juga pada OOT tho? Ikutan OOT ah.
    1 + 1 = 2 -> ini jelas pake akal
    1 + 1 = 1000 -> ini jelas nggak pake akal.
    1 – 1 = infinity -> ini apalagi.

    Trus, kemudian ada yang bilang, kalo kita sedekah, bukannya kita akan mendapat lebih banyak? Itu namanya berbicara di luar konteks. Ciri-ciri orang paling menyebalkan ketika diajak diskusi. Jaka Sembung!

    Kalo kita dalam kontek aritmatika, maka jadi nggak masuk akal. Kalo kita bicara masalah sadaqah, maka konteksnya juga sadaqah.

    – Setiap kebaikan pasti akan dibalas sepuluh kali lipatnya.
    – Allah membalas kebaikan belum tentu di dunia, tapi juga di akhirat.

    Nah, berdasar kedua pernyataan itu, akal kita akan menyimpulkan, Tidak setiap sadaqah itu bikin orang kaya, yang bikin tambah miskin juga ada. Nah, kalo anda menetapkan 1 – 1 = infinity itu sebagai sebuah dalil atau hukum yang berlaku di dunia saja, well itu namanya melanggar ketetapan Allah. Bikin-bikin yang Allah nggak pernah bikin.

    Akal itu bukanlah tidak mempercayai isro’ mi’raj atau tidak mempercayai jin, atau tidak mempercayai hal ghaib lainnya. Akal adalah bagaimana kita memilih fakta yang benar dan menyimpulkan secara benar dan konsisten.

    Hati, menjaga konsistensi amalan dengan akal. Piye dong ora?

  83. 89 insanayu April 12, 2007 pukul 3:42 pm

    dari tadi OOT mulu. OOT itu apa sie? gak paham saya…. ;P

  84. 90 mas agus April 14, 2007 pukul 8:42 am

    mas joe, mohon ijin nyumbang dalil boleh kan????

    yang pertama mengenai akal:

    QS Ali Imran (3) ayat 7:
    “Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.”

    note:
    [183]. Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah.

    [184]. Termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain.

    QS Ibrahim(14):52
    “(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.”

    dan yang kedua mengenai letak hati:

    Al Hajj(22):46
    “maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”

    dan yang terakhir, Allah SWT memerintahkan kita yang beriman untuk masuk islam secara keseluruhan:

    Albaqoroh(2):208
    “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

  85. 91 Agung Permana April 14, 2007 pukul 2:25 pm

    Tambahan biar semakin oot…
    Anda percaya bumi itu umurnya 6000 tahun? Pengikut Ahmad Sabiq pasti percaya, di bukunya dia menulis begitu.
    Kalau anda ikutan percaya ya sudahlah…gak usah jadi orang Islam saja…
    Bumi 6000 tahun = bola pijar = suhu 6000 oC = tak ada kehidupan = tak ada minyak bumi =tak ada batubara = tak ada air =tapi dengan kun fayakun semua bisa terjadi (kata mereka)….

    Hidup oot…out of topic…!!!!

    Afalaa tak kiluun…

  86. 92 Bas April 23, 2007 pukul 10:37 am

    Bwahahaha komentar gw di sono malah masih di-pending, itulah salah satu contoh salah satu hadist nabi Muhammad bahwa IPTEK dan agama kudu bareng2 (gw ga hapal euy hadistnya)

  87. 93 Kaezzar Mei 4, 2007 pukul 10:34 am

    Iseng nimbrung walo telat

    @Agung
    hehe, tul tuh
    kalo pake acara kun fayakun si, Allah g bakalan nyiptain alam semesta termasuk bumi dalam beberapa tahap…
    la wong Maha Bisa ko…

  88. 94 semua Juli 4, 2007 pukul 2:22 am

    ALLAH DAN ROSULNYA PASTI MENAAAAANGGG,,,

    TELAH ADA ROSUL YANG BARU MUNCUL,,,

  89. 95 zul Juli 3, 2012 pukul 8:14 pm

    ini pendapat peribadi saya dalam surah al-anbiya terdapat ayat: malam dan siang matahari dan bulan masing masing berlari pada garis edar (falak) saya percaya bahwa putaran bumi menghasilkan fenomena siang dan malam. sedangkan maksud falak ialah alat pemintal, sejenis alat yang berbentuk bulat dan berputar, adakah terdapat hubungan falak dengan putaran bumi? adakah bentuk bumi yang bulat dan berputar di kiaskan kepada falak


  1. 1 Memakai Dalil, Dalih, Akal, atau Hati. « Sains-Inreligion Lacak balik pada April 9, 2007 pukul 4:46 pm
  2. 2 Perang Bad'r, Kemenangan HATI (HATI, bagian yang terlupakan …3) « hamba Lacak balik pada April 25, 2007 pukul 1:48 pm
  3. 3 Ciri Orang Yang Darahnya Boleh Dihalalkan « o m a i g a t Lacak balik pada Mei 30, 2007 pukul 3:42 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,033,018 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

April 2007
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia