ITB Kampret!

Di surat kabar harian Kedaulatan Rakyat tertanggal Rabu Pahing, 21 Maret 2007 kemarin, ada berita seperti ini:

YOGYA (KR) – Di tengah keterpurukan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam dunia pendidikan, Januari 2007 masih tersisa semangat bagi dunia pendidikan tinggi (PT). Dalam daftar peringkat 100 PT unggulan di dunia yang berada di Asia Tenggara terdapat 14 PT Indonesia, di antaranya ITB, UGM, UI, IPB, ITS, Unpar, Universitas Gunadharma, Universitas Binus, STT Telkom, UNDW, Unair, UK Petra, Unibraw, dan Unhas.

Menurut Kepala Humas dan Keprotokolan UGM Drs Suryo Baskoro MS, Selasa (20/3) di Bulaksumur, ke-14 PT yang berhasil mencapai prestasi unggulan Asia Tenggara tersebut terdapat 5 PT-BHMN, 3 PTN dan 6 PTS. Prestasi ke-6 PTS tersebut membanggakan, karena di tengah berbagai suara pesimis tentang PTS, ternyata mereka berjaya mencapai prestasi tingkat regional.

Dalam kelompok 20 PT terunggul Asia Tenggara tersebut, hanya 2 PT di Indonesia berhasil masuk yaitu ITB yang berada di peringkat 10 dan UGM pada peringkat 12.

Dalam daftar 100 PT unggulan Asia, kembali hanya ITB dan UGM yang berhasil masuk, masing-masing pada peringkat 73 dan 100…bla…bla…bla…

Nah, lihat, betapa kampretnya ITB, kan? Ini pasti ada apa-apanya dalam penilaian peringkat tersebut. Bagaimana mungkin ITB bisa lebih unggul dari UGM? Kalau mau jujur-jujuran, seharusnya peringkat UGM berada di atasnya ITB. Nggak mungkin UGM bisa kalah dari ITB. Sangat tidak mungkin, saudara-saudara!

Secara kasat mata bisa kita lihat, gerbang UGM jauh lebih megah dibanding gerbang masuknya ITB. Nilai gerbangnya UGM itu mencapai (konon) Rp. 1,6 milyar. ITB? Kutaksir nggak ada separuhnya. Jelas UGM lebih megah, kan? Itu belum lagi kalau kita lihat boulevard-nya.

Masjid Kampusnya UGM jelas lebih luas dibanding Masjid Salman-nya ITB. Masjidnya UGM itu nggak rame kayak masjidnya ITB yang kayak pasar, penuh sesak oleh riuh-rendah mahasiswa yang sedang berdiskusi. Masjidnya UGM tuh sepi, kondusif buat berzikir dan tidur siang. Ini semua berkat kerja keras suatu organisasi mahasiswa berbasis keagamaan yang berhasil menjaga iklim masjidnya UGM supaya tetap sepi dan jauh dari pemanfaatan oleh mahasiswa-mahasiswa yang pengen berdiskusi di situ, tentunya dengan cara menguasai lahan Masjid Kampus UGM itu sendiri. Sehingga, Masjid Kampus UGM pun aman buat ta’aruf. Barang siapa yang sedang berusaha membangun rumah-tangga di situ dijamin aman. Tidak akan terganggu.

Okelah, UGM memang sedikit kacau dalam urusan birokrasi dan manajemen perkuliahan, sampai-sampai BEM FMIPA UGM, Jumat besok, bakal ngadain demo, menuntut transparansi pembayaran biaya menuntut ilmu semester ini yang tiba-tiba melonjak tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Tapi itu kan cuma sekedar cacat kecil aja dibanding bangunan-bangunan megah di UGM yang tidak dimiliki oleh ITB. Seharusnya cacat sekecil itu janganlah dimasukkan sebagai salah satu kriteria penilaian.

ITB jelas nggak akan mungkin sanggup membangun pom bensin pribadi milik kampus ataupun toko buku modern semegah Gama Book Plaza milik UGM, yang meskipun pembangunannya sempat ditentang oleh politikus-politikus kampus dari elemen mahasiswanya sendiri, dan hasilnya proyek tersebut mangkrak “sementara”.

Justru sebaliknya, mahasiswa-mahasiswa itu seharusnya sadar kalau pembangunan gedung-gedung mewah itu sendiri nantinya bakal menaikkan gengsi UGM. Nggak usah sibuk-sibuk meminta kejelasan dana pembangunan itu dari mana, apakah dari kekayaan sang rektor sendiri ataukah hasil menyedot tabungan para orang tua mahasiswa yang kuliah di situ. Yang penting kan UGM bakal jadi megah dan gengsinya terdongkrak, dan jadi PT nomor 1 se-Indonesia, se-ASEAN, se-Asia, dan sedunia. Gengsi itu penting, Bung! Kalau pamor naik, tentunya bakal banyak investor-investor yang mau menanamkan modalnya di UGM.

Makanya, aku heran, kenapa ITB bisa-bisanya punya peringkat di atasnya UGM? Akal-akalan darimana ini? Ini jelas ada kecurangan pada tahap penilaian. ITB nggak layak berada di atasnya UGM. Mereka tidak semegah kami. Seharusnya, UGM-lah yang mendapat peringkat nomor satu di Indonesia!

Terima kasih.

Iklan

156 Responses to “ITB Kampret!”


  1. 1 leeloos Maret 22, 2007 pukul 8:54 pm

    Mungkin penilaian bukan dari megahnya bangunan dan fasilitas yang dimiliki kali 😛

  2. 2 rajaiblis Maret 22, 2007 pukul 9:10 pm

    bisa jadi …
    UGM belum membangun apartemen buat mahasiswanya !

    wakakkakakkaaa …

  3. 3 joesatch Maret 22, 2007 pukul 9:11 pm

    hahaha…silakan tebak saja ke arah mana tulisan saya ini 😀

  4. 4 joesatch Maret 22, 2007 pukul 9:12 pm

    apartemen? oh, sudah lho…sangat…sangat…sangat…amat…amat mewah malahan. tempatnya di perempatan sagan. mahasiswa kere pokoknya silahkan minggat. ga bakal mungkin bisa nginep di situ 😛

  5. 5 senja Maret 22, 2007 pukul 9:29 pm

    wuah nyindir kampus sendiri nehhh. halah sapa suruh kuliah di UGM…hehehehehe. pisss joee

  6. 6 joesatch Maret 22, 2007 pukul 9:31 pm

    sesungguhnya, orang tua saya ikhlas tabungannya disedot asal ugm bisa jadi yg no 1 😛

  7. 7 helgeduelbek Maret 22, 2007 pukul 9:33 pm

    UGM ~ Unipersitas Gengsi Maaaan 🙂

  8. 8 arul Maret 22, 2007 pukul 10:07 pm

    wah tidak semudah itu menilai… ada banyak penilaian., yg rata2 berdasarkan penelitian dan kalo mau kampus lo berhasil yang kamu harus berhasil juga nyadarin kampus lo untuk menjadi lebih baik….

  9. 9 joesatch Maret 22, 2007 pukul 10:15 pm

    helgeduelbek:::
    hehehehe, kepanjangan baru lagi 🙂

    arul:::
    satire, mas… ini satire 😛

  10. 10 antobilang Maret 22, 2007 pukul 10:31 pm

    joe..ini bukan untuk menghina kampus kita yang sudah jelas2 busuk itu, kan?
    hahaha,,,,
    dasar joe!

  11. 11 joesatch Maret 22, 2007 pukul 10:38 pm

    egh…
    apa perlu ta’jelasin lagi? kampus kita kan memang bosok! 😛
    sekali lagi, SATIRE, mas… ini SATIRE
    WAKAKAKAKAKA!!!

  12. 12 Amd Maret 22, 2007 pukul 10:48 pm

    Kalau ITB kamu bilang Kampret, lah UGM apa yo Joe?

  13. 13 joesatch Maret 22, 2007 pukul 10:55 pm

    ugm?
    bosok, mas!
    kakakakakakakaka…

  14. 14 kudzi Maret 22, 2007 pukul 11:39 pm

    UGM bukannya membuka usaha yang sudah cukup terkenal ??
    UGM = Usaha Graha Manten (kata Bowo) ??

  15. 15 peyek Maret 22, 2007 pukul 11:44 pm

    joe, mungkin kriteria itu diukur dari berapa banyak penghianat bangsa yang telah diterbitkannya

  16. 16 deKing Maret 23, 2007 pukul 12:35 am

    Mau tahu kenapa UGM kalah sama ITB?
    Karena ada kamu Joe ,anto dan anung makanya UGM kalah dari ITB
    wakakakakakakakak
    *kabur…ada trio UGM ngejar aku*

  17. 17 rajaiblis Maret 23, 2007 pukul 7:57 am

    UGM = Universitas Gaya dan Menor

    wakakakkakaaa …

  18. 18 moonray Maret 23, 2007 pukul 8:42 am

    hehehehehe, i like it bro, sebanyak sebanyak(lawan sekali sekali) aku pengen latihan menulis dengan gaya bahasa(majas?) SATIRE.
    Jadi inget jaman SMP, SMU dulu, majas SATIRE
    Tenang saja, dalam waktu dekat ini rektor mau ganti, banyak banyak tahajud aja biar dapet rektor yang hebring

  19. 19 Temy Maret 23, 2007 pukul 10:11 am

    Anda memang memiliki idealisme yang sangat tinggi Mas Joe. Semoga saja idealisme Anda tetap bertahan saat Anda benar2 sudah mengarungi kehidupan yang lebih kompleks.

    Salam hangat,
    Temy Wibowo Sucahyo

  20. 20 venus Maret 23, 2007 pukul 11:16 am

    holoooohhh…sinis banget, joe. ayooo, minum kopi dulu biar lebih tenaaang… 😛

  21. 21 Umar Faridz Maret 23, 2007 pukul 11:28 am

    ya wajar lah, kata adik saya yang kuliah di UGM nih: ITB kan orangnya lebih rajin, lebih cakep, lebih cantik, lebih gede modal, lebih trendy, lebih borjuis, dsb kan sekolah-sekolah di luar negri kaya gitu…hehehehehe….saya usul joe jadi rektor UGM aja langsung, daripada kuliah gak lulus-lulus…hihihihih..peace joe

  22. 22 danasatriya Maret 23, 2007 pukul 12:23 pm

    belum pernah liat UGM, jaoh si :mrgreen:

  23. 23 zam Maret 23, 2007 pukul 12:48 pm

    kamu ZALIM, joe!!!

    Janganlah MENGHINA yang SUDAH HINA!!!

    Wakakaakakak..

    bnere-bener, kayaknya kudu diperjelas deh, poin-poin supaya UGM bisa menang di atas ITB..

    Eh, kok ndak ada peringkat Universitar TERKAYA di INDONESIA, yah?

    yakin deh.. UGM pasti MENANG!!!

    *kabur, ngerjain TA™*

  24. 24 lambrtz Maret 23, 2007 pukul 1:09 pm

    kata temenku yg pernah ke ITB (mestinya kamu jg mengalami), HMnya ITB itu isinya orang yg lagi diskusi penelitian, sedangkan di HMku isinya org ngenet + ngegame…(no offense) –> diskusinya di lab

  25. 25 Budiaji Hartono Maret 23, 2007 pukul 1:53 pm

    Huhuhu!

    Gitu ya…?

    UGM semegah itu…?

    Ckck…sampai berani2xnya mencoba menantang kemegahan kampus ITB?! 😆

    Ahaha!

    Anyway, bukannya bayaran ITB lebih mahal daripada UGM?

    -BH-
    http://go-blog.budiaji.org

  26. 26 syifa Maret 23, 2007 pukul 3:00 pm

    hehe… lucu… lucu…

  27. 27 Fadillah Soraya Maret 23, 2007 pukul 3:06 pm

    Kalo ga salah survei itu dilakukan oleh Webometrics pada 3000an PT di dunia. Webometrics memeringkat PT atas dasar keunggulan dalam e-publication dan domain perguruan tinggi di internet.

    UGM termasuk the big 100 in Asia, mengejar ITB yg kmrn2 selalu jadi satu2nya.
    Pas liat urutan dunia, ITB di urutan 927, UGM 1076. UI malah tertinggal di peringkat 3000-an. Hayo?

    Hehe, Satire lagi, Joe?
    Mbok sekali-sekali UGM dipuji. Minimal kantinnya lah (miput, TP)!

    Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau.

  28. 28 brian Maret 23, 2007 pukul 4:16 pm

    hai joe, lo yang waktu itu ke informatika itb ya?, yang gayanya paling aneh?, haha..
    gw anak informatika, mm.. ugm lebih bagus dari itb mungkin, soal kualitas ceweknya mungkin?, hehe..

  29. 29 wadehel Maret 23, 2007 pukul 4:23 pm

    Masak sih UGM sebusuk itu?

    Mbok besok diceritain yang bagus-bagusnya, misalnya keseksian akhwat-akhwatnya. Atau tips dan trik berta’aruf di UGM, atau kereligiusan rohisnya atau apa kek yang bisa bikin para orang tua tertarik mengkuliahkan putra-putri tercintanya disana.

  30. 30 Ma Maret 23, 2007 pukul 4:26 pm

    Ma juga pengen kapan kapan Unsri ada di itungan itu,, tapi kayanya blom mungkin ya,, hiks,, (lah,, ga nyambung,,)

  31. 31 ending Maret 23, 2007 pukul 4:34 pm

    masjid kampusnya luas ngak aneh, kalo gereja kampusnya luas baru dapat no:1 Hahaha !!

  32. 32 Lintang Maret 23, 2007 pukul 4:59 pm

    weleh weleh…no comment 😐

  33. 33 sora9n Maret 23, 2007 pukul 5:13 pm

    Gyahahahaha….. 😀 😀

    Jangan percaya ah sama survei… ITB itu banyak sindirannya kok… 😀 (bisa dibaca di sini). 🙂

    @ amd


    Kalau ITB kamu bilang Kampret, lah UGM apa yo Joe?

    ITB = Kampret
    UGM = Godot (?)

    ~nggakPentingAh~ 🙄

    @ joesatch

    Kayaknya kamu perlu rename blog kamu jadi “The SATIREanto Show!” nih? 😀

  34. 34 kakilangit Maret 23, 2007 pukul 5:42 pm

    Mas joe, sekalian buatin yang buat Nnyatire ITS…
    judulnya: UGM & ITB kampret! 😀

  35. 35 passya Maret 23, 2007 pukul 7:42 pm

    ITB, UGM, UI dll sama kampretnya…..jebolan mereka menjadi sumber kekacauan di negeri ini sekarang….dan yang akan datang 😀

  36. 36 Hanichi Kudou Maret 23, 2007 pukul 8:53 pm

    Kang Mas sihh.. gak kenal para begawan-begawan ekonomi Indonesia, Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, M Sadli, Sumitro Djojohadikusumo; mereka inilah yang disebut dengan “mafia berkeley” dan mereka ini adalah para pujangga-pujangga ekonomi lulusan UGM, lihat DISINI

    Makanya itu kenapa UGM bisa buat toko buku atau pom bensin atau megahnya masjid, atau mahalnya gerbang aluminium, yaaa.. kita tahu Ekonom UGM itu nomor wahid se-indonesia, gak ada yg bisa ngalahin, UI? KAlah jauuuhhh.. Gak kurang Menko Ekuin, Mentri Keuangan, pendidikan kan asalanya dari GSP… Ya wajarlah kenapa dulu dosen-dosen ekonomi mau ngilangin Fak Filsafat, dan Fak2 sejenis yg gak produktif mengahsilakn uang, peminatnya sedikit, dll…

    Klo boleh saya sebut KORPORATOKAMPUS, kampus industri… Tobatt… tobatt…

  37. 37 Hanichi Kudou Maret 23, 2007 pukul 9:13 pm

    Ehh.. salah nding.. Industri Kampus..

  38. 38 Salman Maret 24, 2007 pukul 1:19 am

    Itulah bodohnya pemikiran orang-orang indonesia ….

    Apa coba hubungannya gedung-gedung mewah sama kualitas pendidikan ???
    Apa bangunan yang mewah bisa menjadikan muridnya pintar ?
    Apa gengsi bisa menaikan kepintaran orang….

    Sementara orang indonesia masih berpikir gengsi-gengsian bikin gedung boros orang dari negara lain udah nyampe mars….

    Budaya bodoh ko dipelihara…..

    Lagian survey yang ga jelas apa dasar pembentuk nilainya dipercaya sebagai kebenaran mutlak, mentang-mentang UGM dijadikan urutan tinggi langsung GR dan dikagumi, coba kalo urutannya di bawah Universitas Swasta yang gembel pasti di tolak mentah-mentah.

    Hentikan mencari gengsi, Mulai cari Ilmu…

  39. 39 kakaceria :) Maret 24, 2007 pukul 1:25 am

    eh kayaknya sebagian tulisanmu dulu dah pernah kamu tulis yach…
    btw terus joe…

    eh tunggu aja komentarnya pak rektor….
    biasanya ada kan.. 😀

  40. 40 Luthfi Maret 24, 2007 pukul 1:42 am

    [KEPSLOKKU ON]
    IPB IS THE BEST …….

    XIXIXIXIXIXIIXIXIXI

    [/KEPSLOKKU ON]

  41. 41 Evy Maret 24, 2007 pukul 8:11 am

    hehehehe ITB kampret soale kampuse cedak kebun binatang, kampret seko bonbin, biasane mlebu UGM mergo ga ketompo ITB hihihi…

  42. 42 Anjaz Maret 24, 2007 pukul 10:04 am

    waooow….padepokan aku masuk jg yah…. Universitas Hampir Swasta (Unhas)

  43. 43 Mr. Geddoe Maret 24, 2007 pukul 10:49 am

    Mas Joe, kayaknya beberapa pembaca nggak mengerti istilah satir, nih… 😀

  44. 44 traju Maret 24, 2007 pukul 11:21 am

    ITB = kampret
    UGM = kutu kupret

  45. 45 QQ Maret 24, 2007 pukul 11:56 am

    sesama kampret dilarang saling menghina mas.

  46. 46 han2cute Maret 24, 2007 pukul 12:06 pm

    bang joe bang joe,,,malah menghina UGM!!! piye toh?!?!?
    kurang!!! tambahin lagi!!! lanjuuuut…
    hahaha,,,
    UGM,,,UGM,,, menipu dari luar nih,,,

  47. 47 masprim Maret 24, 2007 pukul 12:10 pm

    Wah..postingannya bisa jadi masalah besar nih.. aku nggak ikutan ah… takuuuttt… hi hi hi ..eh salam kenal ya. dari mas prim..blogger pekanbaru…!

  48. 48 agorsiloku Maret 24, 2007 pukul 12:39 pm

    ITB masuk hitungan karena setiap hari Minggu pagi ada acara kuda-kudaan… Sebelahnya kebon binatang…. Coba UGM punya bonbin yang sebelahan kampus nggak?. Itulah yang saya tahu kelebihan ITB, anak saya senang deh ke ITB, soalnya ada bonbin….

  49. 49 wortel_uhuy Maret 24, 2007 pukul 7:26 pm

    jonnn.jon….jon…
    dirimu mengejek-ejek UGM..karna kamu sering kagol di UGM to mas Jon….ha3…sudahlah…jon…UGM memang gudangnya kagol…mosok wong kerja kalah ro cah teknik…geologi meneh…ra njeneng blas….ha3….

  50. 50 Mr. Geddoe Maret 24, 2007 pukul 11:44 pm

    Nggak pernah ke ITB. Nggak pernah ke UGM. Memangnya gerbangnya megah sekali, ya? 🙂

  51. 51 mardun Maret 25, 2007 pukul 1:04 am

    Harusnya ITS yang lebih tinggi lagi peringkatnya.

    1. Kampusnya ITS paling luas, disambi jadi lahan konservasi burung, ternak kambing, dan budidaya kangkung.

    2. Politikus mahasiswanya paling hobi bikin sensasi (ehm ehm).

    3. Biaya masuknya paling “murah” cukup jual sawah satu 😛

    4. Animo beragama mahasiswanya tinggi (kalau jumatan banyak yang nggak kebagian tempat sampai sholat beralas koran kayak sholat Ied 🙂 )

    5. Rektornya punya Hobi yang nggak dipunyai rektor lain (obral skorsing)

    6. dll

    seharusnya ITS lebih unggul dari UGM dan ITB 😛

  52. 52 mardun Maret 25, 2007 pukul 1:07 am

    ups tambahan:
    Mahasiswanya bersahaja. misalnya dalam fasilitas olahraga. fasilitas olahraganya lengkap tapi mahasiswanya justru jadi “tamu di kampus sendiri” dan “terpaksa” minder untuk memanfaatkan hehehe.

  53. 53 blackclaw Maret 25, 2007 pukul 1:28 am

    Wait a sekon! Bukannya UGM dah kalah karena ada youknowwho™???

  54. 55 Deni Triwardana Maret 25, 2007 pukul 11:24 am

    UGM = Universitas Gak Maukalah Jee……

  55. 56 Deni Triwardana Maret 25, 2007 pukul 11:26 am

    Ada lagi nih… UGM = Universitas Gak Maukalah

  56. 57 ebonk Maret 25, 2007 pukul 11:51 am

    Soalnya kalau di ITB, dikasih peringkat atau ngga, ITB ga peduli.
    WE DON’T F*CK*N CARES! Hahahahaha…..

    Well done is better than well said.

  57. 58 cK Maret 25, 2007 pukul 12:33 pm

    ga pernah ke UGM. abis jauh siih…btw sesama gajah harus akur donk (khan ITB lambangnya gajah. kalo UGM itu univ. Gajah mada)…ga nyambung ya? wkwkwk…

  58. 59 flasmana Maret 25, 2007 pukul 1:52 pm

    Hoi emang lo pernah ke ITB ya? Kalo dari tulisan lo nampaknya lo punya dendam kesumat ma namanya orang2 ITB selain itu lu ngga bisa ngeliat kelebihan orang lain. Mendingan kalo melihat kerennya suatu universitas itu dari prestasi kalo dari gedung mah gue pikir dangkal banget. Apalagi lu menyamaratakan semua orang2 ITB. BTW g bukan anak ITB or UGM juga lho… dan gue ngga mihak siapapun. Tapi yang namanya menjelek2kan sesuatu itu ngga baek, Mas (emang lue ngga diajarin ortu ya?). Bertobat dulu dech…Emang kacau kali yee lue itu.

  59. 61 sora9n Maret 25, 2007 pukul 4:52 pm

    @ flasmana

    Salam kenal,

    Hoi emang lo pernah ke ITB ya? Kalo dari tulisan lo nampaknya lo punya dendam kesumat ma namanya orang2 ITB selain itu lu ngga bisa ngeliat kelebihan orang lain…

    Mas, saya kutipkan nih dari yang punya blog ini di komentar #9 dan #11….


    #9 joesatch on Mar 22nd, 2007 said:
    arul:::
    satire, mas… ini satire 😛

    # 11 joesatch on Mar 22nd, 2007 said:
    egh…
    apa perlu ta’jelasin lagi? kampus kita kan memang bosok! 😛
    sekali lagi, SATIRE, mas… ini SATIRE…
    WAKAKAKAKAKA!!!

    Gitu aja kok repot… 😀

    (btw, saya penghuni Ganesa 10 dan nggak merasa tersinggung; jadi nggak usah nesu gitu lah… 🙂 )

  60. 62 sora9n Maret 25, 2007 pukul 4:55 pm

    Dan yang di atas itu juga buat #57 ebonk 🙂

    Tambahan, grammarnya salah mas.

    WE DON’T F*CK*N CARES!

    Kelebihan “s”. 😉

  61. 63 Mr. Geddoe Maret 25, 2007 pukul 6:51 pm

    Sekarang ‘kan sedang zamannya judul yang kontradiktif dengan isi, mas Sora 😉

    Sayangnya terlalu banyak yang tekstual 😀

  62. 64 antobilang Maret 25, 2007 pukul 9:46 pm

    joe, ayo cepet lulus yo…

  63. 65 damarberlari Maret 26, 2007 pukul 3:32 am

    lah itb juga puny gedung megah mas,yang pas pembangunannya juga sempet ditentang, tapi sekarang semua senang, juga ada fakultas megah, ada juga program megah, anak2nya sekarang juga tambah megah2 mas….
    kalo itb di atas ugm, itb kan depannya i, ugm depannya u kalo diabsen kan duluan itb juga yang dipanggil…
    kalo mas kuliah di itb juga pasti sama gusarnya kok, kuliah di mana juga sama aja…

  64. 66 ezalor Maret 26, 2007 pukul 6:13 am

    jiakakakak…baru nemu blog kek gini…seruuuuuuuuuu…:D
    salam kenal buat mas dehel. Padalah surveynya cuman soal e-publication, bukan kondisi sebenernya yang ada di dalem kampusnya…makanya univ ku yang kacrut ini jugak bisa masuk..huehuheue…

  65. 67 ..:X W O M A N:.. Maret 26, 2007 pukul 9:17 am

    Iya ya Joe, kok aneh sih…
    padahal fasilitas dan segala macemnya lebih di UGM, kok bisa ya?
    Tapi bersyukurlah Joe, kan seperti yang pernah dibilang enak lho di UGM kan ga dikejar deadline, bisa taaruf dengan tenang, bisa gebet sana sini, bisa ibadah dengan khusyuk ga rame kayak di ITB kan! 😀

  66. 68 pranala Maret 26, 2007 pukul 9:44 am

    Bakar aja bakar …

    😀

  67. 69 Mr. Geddoe Maret 26, 2007 pukul 9:59 am

    Wah, cara lama itu. Sekarang yang ngetren itu pemusnahan yang pakai meledak-ledak… Bakar-bakaran itu kuno 😀

  68. 70 joesatch Maret 26, 2007 pukul 1:32 pm

    kudzi:::
    yeah…yeah…rencananya aku juga mau mantenan di situ 🙂

    peyek:::
    lho, berarti itb lebih banyak pengkhianatnya dunk 😛

    deKing:::
    jindal! aku bakal cabut secepatnya

    rajaiblis:::
    kayaknya ndak berlaku untuk mipa deh, mas. anak2nya pada bulukan semua soale

    moonray:::
    semoga…semoga…

    Temy:::
    yah, mohon doa restunya aja. sejauh ini hidup saya sudah cukup kompleks e, mas. terutama ttg skripsi saya

    venus:::
    pake krim, kan? 🙂

    Umar Faridz:::
    liat saja. bakal saya rampungkan secepatnya 😛

    danasatriya:::
    main ke jokja. nanti ta’tunjukin gerbang dengan marmer italia itu 😀

    zam:::
    *ngejar, ikutan ngerjain TA™*

    lambrtz:::
    himaku isinya malah cah2 do dolanan poker, kekekeke

    Budiaji Hartono:::
    kemarin pas studi banding, akhirnya saya simpulkan bayarannya ugm lebih mahal, mas

    syifa:::
    nggaya. dumeh wis lulus!

    Fadillah Soraya:::
    iyalah, mbak. lebih ijo. iri gitu ngeliatnya 🙂

    brian:::
    iya. saya yang waktu itu main ke IF. paling aneh? wekekeke… iyalah, tampang saya memang jauh dari kesan intelek soale
    ceweknya? ah, tidak juga. sampel yang dibawa ke bandung kemarin itu kebetulan udah melalui seleksi ketat. takut malu2in kampus 😛

    wadehel:::
    waduh, saya kesulitan memasuki golongan rohis, mas. malah mungkin darah saya sudah difatwakan halal sama “mereka”

    Ma:::
    saya doakan, mbak

    ending:::
    harusnya memang kayak uns, ya? 😀

    Lintang:::
    lho, padahal komen sebusuk apapun akan tetap saya terima kok

    kakilangit:::
    ndak mau ah, mas. nanti mantan gadis saya yang di situ bisa ngamuk kalo kampusnya disinggung2 😛

    passya:::
    kalo begitu, saya besok bakal mengacaukan negeri orang aja, hehehehe

    Hanichi Kudou:::
    tambahan: marmer gerbang itu konon didatangkan langsung dari italia, lho 🙂

    Salman:::
    ya…ya! hentikan mencari gengsi. setuju

    kakaceria :):::
    yo’a, sebagian memang sudah

    Luthfi:::
    “rite or wrong is my campus”? hehehehe

    Evy:::
    wehehehehe… no komen ah. tapi kalo aku gara2 ga ketrima di Nanyang dulu 😀

    Anjaz:::
    kalo ugm malah udah lebih dari swasta. ayo cepat, susul kami! kekekekekeke

    Mr. Geddoe:::
    ini mengisyaratkan betapa rendahnya kualitas pendidikan di endonesa. padahal harusnya mereka sudah mengerti sejak jaman esempe, lho 😛

    traju:::
    kalo unnes apa, mas? 🙂

    QQ:::
    komennya buat sapa neeh? kalo aku ndak menghina lho, cuma mempertanyakan saja, kekekeke

    han2cute:::
    hahahahahaha! selamat, anda sudah tertipu

    masprim:::
    salam balik mas, dari jokja

    agorsiloku:::
    dalam waktu dekat kayaknya mau dibangun. soale sudah bikin taman kupu2 sama kandang kijang, hehehehe

    wortel_uhuy:::
    saya peringatkan, ini tidak ada hubungannya dengan Non Afifah!

    mardun:::
    usul: sensasi politikus mahasiswanya sebaiknya didokumentasikan secara berkala, gyahahahaha

    blackclaw:::
    waduh, i don’t know who e. ngomongin sapa tho? dia-yang-tidak-boleh-disebut-namanya? tom marvollo riddle? lord voldermort?

    Deni Triwardhana:::
    bagus sih, kalo memang dalam lingkup mensejahterakan peserta didiknya 🙂

    ebonk:::
    sebenernya saya juga pengen nggak peduli. tapi mengingat “pengorbanan2” mahasiswa demi nama besar kampusnya, kok kayaknya ndak adil ya? ehehehehe….

    cK:::
    ya begini kalo 2 gajah berantem, pelanduk mati di tengah2, huehehehehe…lebih ga nyambung

    flasmana:::
    kacau? waduh, mas, semua orang memang bilang saya kacau. jadinya ya mau gimana lagi? bahkan junior yang baru diospek ketika ngeliat saya bisa langsung menyimpulkan: “kakak yang itu kacau banget, ya”

    sora9n:::
    hahahaha, sekali lagi: indikasi betapa buruknya pendidikan dasar di endonesa. negara kita memang hobi repot, kok 🙂 repot nan tidak mutu, kekekekeke

    damarberlari:::
    masalahnya, kalo di ugm, sampe skrg semuanya tidak senang 😛

    ezalor:::
    mas dehel? salah rumah, mas. saya joe, mahasiswa nan tidak lulus2, kekekeke…

    XWOMAN:::
    betul, mbak. memang harga yang kami bayarkan ke rektorat sangat pantas untuk sebuah kenyamanan, kekekeke…

    pranala:::
    memang! banyak yang jualan ayam sama lele bakar di kompleks ugm, sepanjang jln kaliurang

  69. 71 lambrtz Maret 26, 2007 pukul 2:11 pm

    joe
    cptan lulus aja yo
    biar kita bisa kabur ke LN
    dah kadung busuk ni negara
    mau naik ga bisa2
    tuh dah disalip malaysia
    (do i have nationalism and patriotism?
    i prefer civilization hahahaha)

  70. 72 Heri Heryadi Maret 26, 2007 pukul 4:35 pm

    heuh.. ui ko ga masuk yah.. berarti urutannya Iibeh, ugeem, seterusnya-seterusnya. kampus aye kalah ama kampus mas-mas. perjalanan masih panjag..

  71. 73 ^Y^,-osaka Maret 26, 2007 pukul 5:04 pm

    aq tetep cinta UGM gyahahaha
    karena gedung pasca sarjana yang dikepalai oleh dosen ku sangat baguuuuuuuuuuuus
    gyahahahaha

  72. 74 pramur Maret 26, 2007 pukul 8:24 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Waduh, apa rebel heart bikin peringkat Universitas dengan standar-standar absurd sahaja Boss…
    Misal, seberapa banyak pohon beringin yang ditanam, seberapa sering mahasiswanya berdemo, seberapa mudah orang-orang berjenggotnya mengkafiri orang-orang bercelana lengsreh, atau atas dasar suka sama suka. Bagaimana??

  73. 75 zuhra Maret 26, 2007 pukul 10:30 pm

    ah siapa bilang UGM itu bosok? bung joe ini suka mengada-ngada….
    dalam urusan pengembalian kelebihan SPP aja begitu mudahnya kok. hanya beberapa kali bolak balik menunggu kepastian, ditambah beberapa jam menunggu bapak terhormat kita… lalu selesailah urusannya. Tinggal menunggu beberapa bulan lagi untuk mencairkan dananya.
    *ini masuk majas apa? satire? ironi? hiperbola?*

  74. 76 kakilangit Maret 27, 2007 pukul 9:17 am

    Udahlah kawan-kawan..sesama mahasiswa dari kampus kampret, dilarang saling mendahului…lho?maksute 🙄

  75. 77 wong_cilik Maret 27, 2007 pukul 9:35 pm

    ada temen saya yg kuliah di UGM bilang gini “tempat kuliahku bagus loh, kek bangunan mall gitu. Megah bgt…” hihihi…

  76. 78 kakaceria :) Maret 27, 2007 pukul 9:53 pm

    [SET MODE JOWO ON]

    Wah jo Hits e piro kiii …
    dadi astis terus kowe joooo ….

    [SET MODE JOWO OFF]

    ayo joe hancurkan kampuss…huahahahaha

  77. 79 pratiwi yusuf evelyn Maret 27, 2007 pukul 10:50 pm

    ITB menang dari UGM kok nggak bangga sih, daripada kampusku UK.Petra mala nggak masuk list. Gitu kok repot!!!! MAs.. Mas..

  78. 80 joesatch Maret 27, 2007 pukul 11:18 pm

    wong_cilik:::
    jelas dunk. ugm gitu loch… sangat “membanggakan” 😀

    kakaceria :):::
    jangan! aku rung lulus. nggaya, dumeh wis lulus!!! 😛

    pratiwi yusuf evelyn:::
    lha ya jelas ndak bangga, mbak. wong yang menang itebe. lha saya kan anak ugeem. jelas misuh2 berhubung kampusku “kalah” 😛
    eh, kata sapa uk petra ga masuk? masuk kok. coba aja postingan saya dibaca lagi 🙂

  79. 81 ben Maret 28, 2007 pukul 10:24 pm

    hantu blawu
    kampret

    omongan sampah

    buntang kaleng

    telegu hanyut

  80. 82 kakaceria :) Maret 29, 2007 pukul 6:22 am

    @joesatch
    hahaha ketawa aku jo jo.
    lha kapan lulus…
    weh tapi aku saiki isih nganggur je.. jo…
    piye yo…
    btw aq medok banget yooo

  81. 83 neri Maret 29, 2007 pukul 2:01 pm

    Hmmm, emang IKA UGM dah bikin lapangan golf sendiri blm??? Setahuku IKA ITB dah punya lapangan golf tu………..Wakakakakakaka. Btw, disamping nada sarkastik anda dlm tulisan anda, tnyt ada juga muatan narsis2-nya gitu. Ini memperkuat dugaan saya dan temen2 se-Almamater saya klo’ mahasiswa UGM tu suka narsis sama fasilitas2 di kampus mereka, ato emang mhs UGM dah didoktrin gitu ya waktu Ospek? Ini testimoni beneran lo! Beberapa waktu lalu, ada temen se-almamater (sudah alumni) yang secara mujur mengikuti tes masuk ke lemlit sebuah BUMN (katakanlah begitu), dia jadi kandidat yg terpilih utk diperkerjakan di sana bersama seorang alumni UGM, kebetulan almamater saya mendapat quota peserta tes jauuuuh di bawah UI dan UGM. Selama rangkaian tes yang teman saya jalani, dia selalu mendengar pertanyaan2 under estimate soal fasilitas2 di kampus kami(tentunya teman saya menilai under estimate pertanyaan mereka dari bahasa tubuhnya). “Memang di kampus anada sudah ada ini, sudah ada itu, sudah pake sistem ini, bla…bla…bla……???” Begitulah kira2 pertanyaannya. Memang kemewahan sistem dan fasilitas kampus yg jelek secara linier juga akan menghasilkan mahasiswa / alumni dengan kualitas yg lebih rendah dr kampus dengan fasilitas megah seperti UGM ya????? Maaf, ini curhat aja, saya sadar ini tidak bisa digeneralisir untuk semua civitas akademika UGM, piss bro!!!!

  82. 84 joesatch Maret 29, 2007 pukul 2:15 pm

    ben:::
    yo ben 😛

    kakaceria :):::
    sokooor. mending belum lulus tapi banyak job, kekekekeke!

    neri:::
    mbanggain sistem? wah, sistem ugm itu malah buruk bgt lho. sumpah! yang bisa saya banggakan dari ugm cuma komunitasnya aja. saya ndak narsis sama fasilitas kampus saya. saya justru sedih ngeliat fungsinya yang nggak optimal. nggak memihak pada mahasiswa. beneran lho
    lhah, yang bikin lap golf kan IKA-nya, bukan rektornya. tapi mungkin juga salah satu kategori penilaiannya malah dari lap golf itu. kalo itu, saya legowo ugm kalah, kekekeke…

  83. 85 agus Maret 29, 2007 pukul 8:13 pm

    cape de

    yg penting ada itb dan ugm nyang katanya OK buat kul

    tapi buat orang ‘beruang’ saja nyang boleh kesana///

    bener apa betol………..???

    wkkkwkwkwk.

  84. 86 joesatch Maret 29, 2007 pukul 8:31 pm

    dua2nya mas. tepat pada sasaran, kok

  85. 87 ali301 Maret 30, 2007 pukul 3:24 pm

    ooo satiree to…laris manis no..hehehhehe

  86. 88 halludba72623 April 1, 2007 pukul 9:36 pm

    ooo… pantesan waktu saya ke ugm liat gerbang gedeee banget + nama ugm di batu besar….

    1 milyar lebih? hoooo…. :O

  87. 89 chielicious April 5, 2007 pukul 12:32 pm

    Klo para petinggi UGM baca ini kesindir ga ya kira2 hihiy~

  88. 90 Death Berry April 5, 2007 pukul 1:39 pm

    Jadi ini masalah “Mengusung nama dan ‘jumlah kekayaan’ PT”. Duh, kukira masalah pendidikan.

    Makanya, masuk SMK…. 😀

  89. 91 5stars hacker April 7, 2007 pukul 4:07 pm

    halah…sirik!!iri ya??!!
    ITB emang jauh lebih bagus dari UGM…
    dilihat dari segi apapun ITB emang t o p b g t..
    STEI kok dibandingin ma ****??!!

    *no offense*

  90. 92 sora9n April 7, 2007 pukul 4:23 pm

    @ 5stars hacker

    ITB emang jauh lebih bagus dari UGM…
    dilihat dari segi apapun ITB emang t o p b g t..
    STEI kok dibandingin ma ****??!!

    *senyum*

    Baru masuk ITB aja kok udah segitu tingginya sih. Tipikal TPB banget… 2006 ya? 😉

    Mas (atau Mbak), silakan resapi tulisan bergaya satir ini; yang punya blog juga udah menjelaskan kok di komen #9 dan #11. Atau baca komen saya yang ini. Gitu aja kok repot… 😀

    -dari penghuni Ganesa 10-

  91. 93 sora9n April 7, 2007 pukul 4:31 pm

    Btw, ente kalo OL dari STEI, ngapain ngasih URL kayak gitu? Emang nggak tau blocking-method-nya cumi?

  92. 94 chiell April 8, 2007 pukul 12:40 pm

    Oh, sing larang kuwi marmer’e teko Italia yo..??
    Ak dadi bangga. Iso melu urunan tuku marmer Italia.

    buat mardun :
    kalo di ITS biaya kuliahnya buat jual sawah satu. Di UGM kita jual sawah tiap semester. Kalo sawahnya udah habis, alun-alun juga bisa dijual.

    bagi yg g mudeng majas satire :
    Majas satire adalah majas berupa ungkapan mentertawakan atau menolak sesuatu; adalah sajak atau karangan berupa kritik yang menyerang, baik sebagai sindiran ataupun terang-terangan.
    Emosi ak karo wong sing g mudeng tulisan iki. Ra tau ngrasakno kuliah nang UGM…!!!

    Oh ya mas, ak nulis iki pas UM UGM. Nampaknya promosimu bermanfaat. Banyak orang yang pengen membuktikan omonganmu.

  93. 95 Fourtynine April 8, 2007 pukul 4:04 pm

    Mau ITB kek, mau UGM kek. Pokoknya™ UNLAM yang paling bagus jelek

  94. 96 kunderemp April 8, 2007 pukul 11:11 pm

    Lho.. masih betah menyindir kampus sendiri? 😀

  95. 97 joesatch April 8, 2007 pukul 11:20 pm

    ya masak nyindir kampus orang, mas? bisa habis digebukin saya nanti 😀

  96. 98 den April 11, 2007 pukul 7:36 pm

    weleh-weleh, mas… mas.. koq suudzan sih. Tapi bukannya ngiri kan…

  97. 99 joesatch April 11, 2007 pukul 8:00 pm

    su’udzon?
    wew, masnya su’udzon tuh nuduh saya su’udzon.
    ini satire, kok 😀

  98. 100 Irvany Ikhsan April 18, 2007 pukul 12:52 am

    Kalo di kampus gw sih bisa buat gedung baru karena bantuan/sumbangan beberapa konglomerat seperti Eka Tjipta Fundation or Bakrie & Brothers, dst… entah kenapa. Karena Corporate Social Responsibility or krn krisis kemarin para konglomerat tsb banyak dibantu. I dont know, what I know is many konglos’ signitures around the new building of pasca sarjana….. ada satu plakat dipojok yg sepertinya sakral banget dari salah satu konglo… ada lampu2 kecilnya geto… gw gak berani nanya2 why…

    Kalo di UGM ada ngak cap or tanda2 sumbangan/bantuan dari fundation atawa perusahaan…???

  99. 101 tito April 24, 2007 pukul 5:54 pm

    parah parah.
    UGM memang parah
    Universitas Golek Mothik
    hahaaaaahaahhahaa

  100. 102 joesatch April 25, 2007 pukul 12:08 am

    Irvany Ikhsan:::
    ada. dari wismilak 🙂 bantuan sepeda-bukan-ontel. proyek yang kata rektornya berjudul “ugm bangga bersepeda”. tapi ya mana ada yang mau nurut. rektornya aja nggak mau nyontohin. bolak-balik – cuma mau beli – sup buah aja – naik mobil terus

    tito:::
    lha kowe meh bertahan tekan kapan neng kene? 😛

  101. 103 Aryo Mei 13, 2007 pukul 3:18 pm

    ya pokoknya good luck d! *g nyambung*

    *saya si hepi” aja di binus*

    lam kenal sob! 🙂

  102. 104 isez Mei 14, 2007 pukul 10:19 am

    gila juga ya dipikir2…
    kampus yang jalan masuknya dipenuhi tai burung (ganesha 10.red) kok bisa peringkat 10 di asia tenggara..
    ck..ck..ck..pdhl mahasiswa-nya terancam virus h2n5 tuch.. (haaa,,ngarang dech gw..)

    btw, joe..gw mo ngelink-in blogs loe di blogs gw ya..
    boleh tak??
    piye carane?? (hihihi…udah gaptek, belaga jawa lg :p)

  103. 105 'da tj0kr00 Agustus 25, 2007 pukul 12:46 am

    http://www.webometrics.info/top100_continent.asp?cont=asia

    hhmmm….kalo dari situs itu, yg di up-date 2007 ini, UGM berhasil menempati peringkat 95 dari TOP 100 University of Asia…..dan UGM menjadi satu2nya universitas Indonesia yg masuk di list tersebut…..jadi,,,, UGM nomer 1 se-Indonesia….!!!!! ^_^

    tapi cukup menyedihkan…..cuma peringkat 95?????? universitas se-mentereng UGM, yg gedungnya megah2, banyak mahasiswa asing nya, koq cuma 95??? gak salah tuh penilaiannya???? masa kalah ama Thailand yg berhasil menempatkan beberapa universitas mereka di list itu…..(walopun kita cukup bangga berada di atas universitas2 Malaysia, Filipina, Brunei, yg sering menjadi tujuan mahasiswa kita untuk melanjutkan kuliah….lha, kalo negeri sendiri punya yg lebih baik, ngapain pilih keluar tapi mutunya malahan di bawah kita??????)

  104. 106 Koko September 12, 2007 pukul 1:40 pm

    UGM? hahahaha…
    katanya di Yogya ya?
    yg kabarnya mau nutup jalan kali urang? bener ga?

    Kampus paling bagus di Yogya itu UIN suka, STTA, Ampta, UCY, UST, IEU, UDI. Pasti pernah dengar kan? Terbukti ni kampus ga neko-neko.

    UGM terbaik ga bener itu. Kampusnya orang miskin, kumuh, banyak ulah. Mahasiswanya jelek,tidak bermutu, serakah. Buktinya selalu merampas kesempatan kerja lulusan PT lain di Yogya. Selama masih ada UGM,kami tidak dipandang, kami mau kemana setelah lulus? UGM lagi.. lagi lagi UGM. Kampus penipu, busuk, kampret.
    Di Yogya masih ada kampus2 keparat lainnya seperti STIE YKPN, UII, UPN, Atma.

  105. 107 Shelling Ford September 12, 2007 pukul 2:02 pm

    Aryo:::
    salam kenal juga, oom 🙂

    isez:::
    mungkin tai burung itu nggak masuk parameter penilaian, soale

    ‘da tj0kr00:::
    menyedihkan? enggak kok, mas. menyedihkan itu kalo memang kita sudah berusaha maksimal dan mengerahkan kemampuan terbaik tapi hasilnya masih amburadul. lha ugm kan belum pernah serius membenahi birokrasi kampusnya, jadinya ya belum pantaslah dibilang menyedihkan 😉

    Koko:::
    apa gunanya ga neko2 tapi ga punya gerbang megah?
    apa gunanya ga neko2 tapi ga punya kandang kijang dan taman kupu2?
    ga neko2 itu cuma bahasa lain dari ga bisa apa2.
    UGM tetaplah yang terdahsyat! 😛

  106. 108 joyo September 12, 2007 pukul 2:23 pm

    hahaha, mantap2…mustinya tulisan ini tembusannya ke:
    Mentri Pendidikan RI
    Rektor UGM
    Rektor ITB
    oh ya jangan lupa Tuhan, sebagai pemilik sah dan tunggal semesta alam

    🙂

  107. 109 icho September 13, 2007 pukul 4:15 am

    perlu di ingat, alumni dari ITB, UGM, UI, IPB dan Perguruan merasa hebat [boleh dikatakan sombong] yang menjadi pertinggi2 negara ini yang bikin kondisi Indonesia makin parah!!!! birokrat2 geblek dari PT “hebat” tersebut…

    katanya ahli trasportasi banyak dari ITB, bandung aja transportasinya kacau balau…teknologi indonesia hanya IMPOR atau pengguna doang…
    katanya ahli ekonomi kerakyatan yang banyak dari UGM, ternyata gunung kidul masih aja kekeringan…
    katanya ahli hukum banyak dari UI… ternyata hukum Indonesia entah kemana… nga jelas…
    katanya ahli pertanian yang hebat dari IPB.. kok pertanian Indonesia makin mundur dan banyak kelaparan…

    jadi apa yang harus kalian banggakan… ngak usah deh mengejar peringkat dan prestasi2 internasional deh.. kalau rakyat di sekitar kita aja kalian nga pernah pikirkan solusinya….

    berbanggalah kalian dari perguruan tinggi swasta karena kalian nga makan uang negara…seharusnya yang dari PTN malu… udah di subsidi negara dan pakai uang negara ternyata nga bisa melakukan apapun untuk Indonesia….jadi kalian nga ada bedanya ama KORUPTOR….

    masihkah mengenang masa lalu, mengejar citra, mengejar peringkat internasional yang sebenarnya hanya kosmetik aja????

    jadi… apa sih yang dapat kalian lakukan dengan status “ALUMNI PERGURUAN TINGGI HEBAT DI INDONESIA” untuk KEMAJUAN INDONESIA ?????

  108. 110 kelap^kelip September 13, 2007 pukul 11:23 am

    @icho

    Wheuhee, ngena banget uey.

  109. 111 lambrtz September 14, 2007 pukul 4:03 pm

    walah2…
    sudahlah…
    berpikirlah sedikit di luar kotak…
    kita semua kan sama2 ingin membangun negara & dunia…
    beda universitas aja pisuh2an…
    coba semua org yg ga suka sama joe gara2 tulisan ini, waktu ketrima kerja, tau kalo ternyata joe adalah temen sekantornya.
    piye hayo….
    mau keluar?
    pun begitu juga dengan joe.
    piye joe?

  110. 112 aul Oktober 1, 2007 pukul 10:59 am

    satir..bener2 satir hehehehehe….
    nah, jadi itb g mau dikejar ugm, student center yang jelek dan ramai sepanjang hari itu digusur diganti jadi campus center yang mewah dan cuma bisa dipakai ampe jam 10

    salam kenal…

    -penghuniganesha10-

  111. 113 Login.. Oktober 29, 2007 pukul 3:29 pm

    Wahhh… Seru Yah…

    Mungkin secara Fisik Menang,, Namanya juga universitas GAJAH mada..

    Tapi kayaknya klo soal kualitas ITB memang jauh lebih bagus dari UGM, apalagi STEInya..

    Punya nilai Passing Gradenya tertinggi di Indonesia… Ia gak sih..?

    Yuphzz yang pasTi Dua-duanya Ok bangeT…

    Buktina Bisa masuk 20 Besar di Asia tenggara..

  112. 114 leksa Oktober 29, 2007 pukul 5:34 pm

    huahahaha…
    situ salah Mas…
    ITB PANTAS Lebih UNGGUL dari UGM,..
    karena ITB LEBIH megah sebenarnya di banding UGM. Kalo kampusnya saja sih ga keliatan,
    coba liat projekan ITB diluar ..MEGAH-MEGAH!! Malah rencananya ITB mau di Ekspansi hingga BEKASI.. hayooo.. Menang ITB toh..

    Memang dari skala duit masuk kami kalah, anda bisa sampai 100 jt , mungkin ITB yaaa paling cuma 45- 60 jt.. Wajarlah situ kan ada jurusan yg ga dimiliki ITB.

    Dari segi alumni memang banyakan situ, tapi dari segi kualitas lebih hebat alumni ITB.. Banyak di pake pemerintah, wajar kalo terpercaya dan bisa duduk enak parlente disana, kalo itung2an ekonomi, duit yang masuk emang gede2 mumpung di pemrintah, jadi sebenarnya Asset ITB itu lebih dari UGM..

    mau bukti?
    cek aja logo situs Alumni nya, gambar gajah Mbleduk buncit lagi keselek pohon jati gaya ne…ITu bukti ITB memang HEBAT hingga lulusan2 tajirnya…

  113. 115 Wong gendheng November 30, 2007 pukul 2:40 pm

    Padu kok karo podo-podo wong edan. Eh, aku cah ekonomi, sekarang jadi Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Ketoke hanya orang munafik saja yang tega mengejek almamaternya sendiri tetapi masih ndekem di kampus yang sama. Wong MIPA yo njenengan? Coba, situsnya UI dan ITB di hack Mas, mesthi rame. Hehehehehehehehe……………………….

  114. 116 Konde Dago Desember 16, 2007 pukul 8:09 pm

    malez deh…ga mutu banget sih…
    Gw bilang UGM en ITB sama2 oke…
    Semua punya keunggulannya masing2…
    Sebenernya kurang bisa dibandingkan ke2nya..lha wong yg satu universitas..tyus yang satunya institut..
    Soal gede..luas bangunan..jumlah mahasiswa..gedung2..menurut gw emang unggul UGM bos…
    Oiya..sekedar cerita..gw uda ngerasain kuliah di ke2 PT ini..
    Klo gw boleh jujur…secara input…SDM yang ada di 2 PT ini masih unggul ITB coyy…Dulu tahun pertama gw kuliah di UGM…Gw orangnya ga rajin..agak malez2an malah…tp gw bisa masuk 2 besar IP tertinggi waktu itu…Hal itu beda waktu gw di tahun ke2 pindah ke ITB…(red:gw pindah ke ITB karena gw ngerasa kurang tantangan..sorry coy…otak gw masih bisa diberdayakan di level yang lebi tinggi lagi)..so di tahun ke2 gw pindah ke ITB…Waktu gw kul di ITB…gw lebih rajin dari waktu gw di UGM..tapi alhasil..gw ga bisa jadi nomer 1 nya..gw cuma bisa masuk di papan tengah agak ke atas dikit…
    Jadi gw bisa nyimpulin anak2 ITB secara brain lebih unggul dari anak2 UGM…
    Waktu gw dulu di tahun pertama..gw ada test IQ…waktu hasilnya keluar..tata usaha gw bilang anak2 kelas gw rata2 IQ nya di atas 130..jarang yang di bawah 130…(red:ni pake skala yang batas “cerdasnya 120”)..
    Trus banyak banget kasus…banyak anak2 yang uda lulus di UM UGM…mreka SPMB lagi demi mendapatkan namannya kursi di ITB…gw jadi saksi mata sendiri coyy…coz waktu temen2 gw di kelas..mreka banyak yang bawa agenda KOPMA (red; itu klo ga salah kenang2an mahasiswa baru yang baru daftar ulang…).
    jadi..ga usah malu deh bwt anak2 UGM.bwt ngakuin bahwa anak2 ITB emang lebih unggul dari UGM…
    ITU FAKTA COYY…
    Secara intelijensi..anak2 ITB lebih unggul dari anak2 UGM..
    Anda bisa terima??

  115. 117 Konde Dago Desember 16, 2007 pukul 8:16 pm

    malez deh…ga mutu banget sih…
    Gw bilang UGM en ITB sama2 oke…
    Semua punya keunggulannya masing2…
    Sebenernya kurang bisa dibandingkan ke2nya..lha wong yg satu universitas..tyus yang satunya institut..
    Soal gede..luas bangunan..jumlah mahasiswa..gedung2..menurut gw emang unggul UGM bos…
    Oiya..sekedar cerita..gw uda ngerasain kuliah di ke2 PT ini..
    Klo gw boleh jujur…secara input…SDM yang ada di 2 PT ini masih unggul ITB coyy…Dulu tahun pertama gw kuliah di UGM…Gw orangnya ga rajin..agak malez2an malah…tp gw bisa masuk 2 besar IP tertinggi seangkatan di jurusan gw waktu itu…Hal itu beda waktu gw di tahun ke2 pindah ke ITB…(red:gw pindah ke ITB karena gw ngerasa kurang tantangan..sorry coy…otak gw masih bisa diberdayakan di level yang lebih tinggi lagi)..so di tahun ke2 gw pindah ke ITB…Waktu gw kul di ITB…gw lebih rajin dari waktu gw di UGM..tapi alhasil..gw ga bisa jadi nomer 1 nya..gw cuma bisa masuk di papan tengah agak ke atas dikit…
    Jadi gw bisa nyimpulin anak2 ITB secara brain lebih unggul dari anak2 UGM…
    Waktu gw dulu di tahun pertama di ITB..gw ada test IQ…waktu hasilnya keluar..tata usaha gw bilang anak2 kelas gw rata2 IQ nya di atas 130..jarang yang di bawah 130…(red:ni pake skala yang batas “cerdasnya 120″)..
    Trus banyak banget kasus…banyak anak2 yang uda lulus di UM UGM…mreka SPMB lagi demi mendapatkan namannya kursi di ITB…gw jadi saksi mata sendiri coyy…coz waktu temen2 gw di kelas..mreka banyak yang bawa agenda KOPMA (red; itu klo ga salah kenang2an mahasiswa baru yang baru daftar ulang UGM…).
    jadi..ga usah malu deh bwt anak2 UGM.bwt ngakuin bahwa anak2 ITB emang lebih unggul dari UGM…
    ITU FAKTA COYY…
    Secara intelijensi..anak2 ITB lebih unggul dari anak2 UGM..
    Anda bisa terima??

  116. 118 Konde Dago Desember 16, 2007 pukul 8:21 pm

    malez deh…ga mutu banget sih…
    Gw bilang UGM en ITB sama2 oke…
    Semua punya keunggulannya masing2…
    Sebenernya kurang bisa dibandingkan ke2nya..lha wong yg satu universitas..tyus yang satunya institut..
    Soal gede..luas bangunan..jumlah mahasiswa..gedung2..menurut gw emang unggul UGM bos…
    Oiya..sekedar cerita..gw uda ngerasain kuliah di ke2 PT ini..
    Klo gw boleh jujur…secara input…SDM yang ada di 2 PT ini masih unggul ITB coyy…Dulu tahun pertama gw kuliah di UGM…Gw orangnya ga rajin..agak malez2an malah…tp gw bisa masuk 2 besar IP tertinggi seangkatan di jurusan gw waktu itu…Hal itu beda waktu gw di tahun ke2 pindah ke ITB…(red:gw pindah ke ITB karena gw ngerasa kurang tantangan..sorry coy…otak gw masih bisa diberdayakan di level yang lebih tinggi lagi)..so di tahun ke2 gw pindah ke ITB…Waktu gw kul di ITB…gw lebih rajin dari waktu gw di UGM..tapi alhasil..gw ga bisa jadi nomer 1 nya..gw cuma bisa masuk di papan tengah agak ke atas dikit…
    Jadi gw bisa nyimpulin anak2 ITB secara brain lebih unggul dari anak2 UGM…
    Waktu gw dulu di tahun pertama..gw ada test IQ…waktu hasilnya keluar..tata usaha gw bilang anak2 kelas gw rata2 IQ nya di atas 130..jarang yang di bawah 130…(red:ni pake skala yang batas “cerdasnya 120″)..
    Trus banyak banget kasus…banyak anak2 yang uda lulus di UM UGM…mreka SPMB lagi demi mendapatkan namannya kursi di ITB…gw jadi saksi mata sendiri coyy…coz waktu temen2 gw di kelas..mreka banyak yang bawa agenda KOPMA (red; itu klo ga salah kenang2an mahasiswa baru yang baru daftar ulang UGM…).
    jadi..ga usah malu deh bwt anak2 UGM.bwt ngakuin bahwa anak2 ITB emang lebih unggul dari UGM…
    ITU FAKTA COYY…
    Secara intelijensi..anak2 ITB lebih unggul dari anak2 UGM..
    Anda bisa terima??

  117. 119 Konde Dago Desember 16, 2007 pukul 8:21 pm

    Weh..gw juga dulu pernah kuliah di UGM..tapi ga pernah bangganya kaya kalian setengah mati…ga usah sirik deh…
    Baca ocehan2 klian..gw muak..en jadi males bela UGM…
    Sekarang yg penting gmn kita bangun bangsa ini..
    Loe dari UGM ya jadilah mahasiswa yang bener di sana..klo udah lulus..bebankan hatimu bwt memperbaiki bangsa ini..ga hanya maunya memperkaya diri sendiri…
    Klo hanya karena perguruan tinggi aja kita jadi terpecah belah…seneng tuh bangsa lain..kayak MalingSia..ngetawain kelakuan kita yang minta ampun amit2…

  118. 120 Shelling Ford Desember 16, 2007 pukul 10:11 pm

    lho, memangnya tulisan saya lagi membela ugm, ya?
    hohohoho…
    ada sedikit salah penafsiran nampaknya, kekekeke!
    belum lama jadi penghuni ganesha 10, ya? saya, sih, sudah hampir karatan di bulaksumur :mrgreen:

  119. 121 ardianto Desember 17, 2007 pukul 9:05 am

    Konde dago Menulis:

    Trus banyak banget kasus…banyak anak2 yang uda lulus di UM UGM…mreka SPMB lagi demi mendapatkan namannya kursi di ITB…gw jadi saksi mata sendiri coyy…

    Eh? Saya nggak ketrima UM-UGM loh… tapi saya dapet di Ganesha 10. Ujian masuk ituh nggak bisa dijadiin tolak ukur mas.

  120. 122 Marcello Januari 26, 2008 pukul 2:45 pm

    ugh,.. entah katak atau gajah2 dalam tempurung,…
    tulisan yang menegaskan kebodohan dan ketidaklayakan,…

    kayaknya peringkat ga didasarkan ama gedung gede
    ,.. unpad jg punya lahan lebih besar dari ITB,..
    UI juga besar,…
    bukan itu man,…
    cari di internet kalau kamu benar2 merasa tidak setujua dgn pendapat saya,…

    tapi omg2 peringkat,.. periksa lagi,..
    sptnya UGM naek d atas ITB taon ini,…
    tapi ga usah berbangga hati,..
    bagai katak dalam tempurung,..
    seharusnya Kita melihat peringkat dengan standar internasional… (buat kampus indo masuk peringkat 100 besar sedunia) bukan seasia tenggara,.. asia aja masih 300-500an,..

    wong globalisasi, tapi ga membuat standar tinggi..

  121. 123 Dekisugi Januari 26, 2008 pukul 3:09 pm

    kalo nggak ngerti satire, itu bisa digolongkan sebagai katak dalam tempurung, ga, mas marcello? 😆

  122. 124 lambrtz Februari 6, 2008 pukul 10:45 am

    OK aku nyerah deh…jadi apa maksud tulisanmu ini joe? Lagi gak bisa membedakan kenyataan dan halusinasi nih…

  123. 125 lambrtz Februari 6, 2008 pukul 11:20 am

    ya itu maksudnya…maksud satirenya apa..

  124. 126 joesatch yang legendaris Februari 6, 2008 pukul 12:09 pm

    tentang ugm kita yang mahal tapi kacrut itu 😛
    secara fisik kan gerbang sama masjidnya lebih bagus dari itb, tapi kualitasnya…..

  125. 127 Dhana Danudirjo Februari 11, 2008 pukul 3:36 pm

    Dangkal sekali pemikirannya… bener nih anak UGM???

  126. 128 joesatch yang legendaris Februari 12, 2008 pukul 1:52 pm

    kadang, dangkal itu belum tentu dangkal. yang nggak dangkal pun belum tentu tidak dangkal.
    siapa? saya? iya, saya anak ugm :mrgreen:
    membaca tulisan saya, artinya harus membaca komen2nya juga. sangkaan kayak di atas itu sudah sering saya terima, lho, hahahaha…

  127. 129 aBung! Februari 23, 2008 pukul 11:46 pm

    untung ndak jadi kuliah di sono2 semua, tapi kliatannya, lama-lama, ujung2nya kampus saya juga bernasib sama…..

  128. 130 Ibrahim Latuperisa April 7, 2008 pukul 2:03 pm

    gw alumni ugm,
    TOLOL, BODOH yang bikin tulisan ‘ITB Kampret”,
    bikin malu aja!!
    GOblok!!

  129. 133 joesatch yang legendaris April 7, 2008 pukul 4:49 pm

    saya yang goblok atau situ yang ga tau tentang majas satire dan ironi?
    anda alumni ugm? kok ga sepintar alumni2 ugm yang lain, ya? kekekeke!
    :mrgreen:

  130. 134 Catra Agustus 23, 2008 pukul 9:06 am

    pembahasannya enak… si joe malah nyindir kampusnya sendiri 😆

    hajar joe

  131. 135 james Desember 2, 2008 pukul 6:57 pm

    Dari postingannya terlihat sangat jelas bahwa UGM memang pantas di peringkat bawah.
    jadi kasian..

  132. 136 warman Desember 2, 2008 pukul 7:23 pm

    Kualitas harusnya dibangun sama mahasiswanya sendiri bukan mengharapkan apa yang dikasih ama rektor, dosen, dll..

    Menurut gw dah bagus mereka mau ngurusin lembaga (universitas) yang keuntungannya kecil bahkan ga ada untungnya!

    Kita kan universitas negeri yang biayaya murah dibanding fasilitas yang kita dapetin (kita peke uang negara buat biaya operasional kuliah). So.. jangan cuma ngerepotin negara. Cepet lulus n balikin uang negara dengan bangun negara ini.
    Semakin lama lo lulus semakin rugi negara ini.

  133. 138 mendo November 15, 2010 pukul 11:36 pm

    bisa aja nih nyindirnya :p
    nyindir kedua belah pihak sih ini 😀

    salam ganesha yak 🙂
    saya penghuni G-10 🙂

  134. 139 arief Juni 30, 2011 pukul 7:28 am

    saya tidak akan pernah sepihak mengejek kampus orang seperti yg anda lakukan, tapi anda sama sekali terlihat kampungan apalagi anda mahasiswa ugm yg seharusnya memiliki rasionalitas dan logika yg bagus.
    dasar ababil!

  135. 140 Eveline September 28, 2011 pukul 7:52 pm

    Gini ya Dik/Mas/Nak…. KIta mesti hati-hati dengan satire yg ditulis, apalagi di tempat umum spt blog. Ini kan kyk orang nulis di tempat yg banyak orang lewat? Kalau cuma omong2 dlm ludruk, ketoprak, atau nyindir dlm ngobrol, gak papa….TAPI INI ada bukti tulisan. Kalau toh mau nulis, di atas tulis WARNING besar2: INI CUMA SATIRE atau lebih baik dlm satu grup (dan closed group misal di FB) atau yahoogrps, atau apapun lah, anda anak muda skrg lebih jago ttg teknologi.

    Masalahnya, bnyk orang yg kaget2 membaca blog mu ini. Pertama tadi sy juga kaget, sedang google sesuatu, trus terbaca ITB kampret! Sy berani jamin, anda juga pasti kaget sebel dll kalo ada orang nulis : UGM Kampret, Sontoloyo, Bajingan… ya kan? Makin sy baca sempet heran, kok ya ada mhsw mikirnya cuma dr sudut gedung bla bla, hal gak penting gitu?

    Jantung sy tadi agak geter2 dikit, krn ingat gimana susahnya dulu sekolah di situ, utk dapat C aja jungkir balik, begadang, sampai kadang cukup puas dgn nilai D. Sementara anak skrg (mshw yg sy ajar) biar maless pinginnya dapat B minimal. Persiapan kuliah malah dosen yg belajar dulu di rumah (walau sdh lama lulus, dr ITB th 89, lalu dr Aussie th 93, sy masih selalu baca2 & latihan sebelum ngajar). Walau ada bayi, sy tetap belajar. Kalau ujian maunya ada kisi2, gampang, itupun msh susah, krn ogah belajar. ITB masih bagus. Sy kenal bbrp mhsw yg hidup susah tp ttp bagus pdhal sambil kerja. Ah jadi cur-col…

    Nah, Kalau orang lain jadi emosi, kesal, marah gara2 tulisan anda apa nggak kasian? Bpk sy yg serius bngt orangnya pernah bilang dia lebih suka ditegur langsung kesalahannya apa, drpd disindir… krn kalau disindir trus tersinggung, ntar dibalikin: emangnya kita ngomongin elo, orang nggak juga…! Jadi sindiran atau satire utk kasus UGM ini, gak efektif menurut sy. Lebih baik terus terang, mau protes ke pihak UGM kah? Atau apa? Kalo dihajar, ya resiko…. kalo sy gitu,

    Jadi hati2, TULISAn itu kan lebih abadi sifatnya. Lihat kenapa Ibu Kartini lebih terkenal krn dia punya bukti tulisan yg msh bisa bicara berabad setelah kematiannya, padahal kalau tindakan Ibu Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu, Emil Saelan, dll lebih berani…

    Habis tulisan ini kamu jangan nyindir sy ya…. Ngomong langsung aja. Jangan keroyokan bawa temen2nya ikut comment.

    Salam,

    Eveline (generasi ke-2 lulusan ITB, ibu hampir 50 th, punya anak 17 thn lebih, plus 1 anak SD)

  136. 141 elora Oktober 4, 2011 pukul 11:32 pm

    buat Jo, sbnrnya gak masalah kalo tulisanmu ini dikemas dalam bentuk diskusi.. ada timbal balik dan tukar pikiran,

    ya mndingan tulisanmu ini dibuang aja lah, daripada bikin malu UGM 🙂

  137. 143 madaaww Oktober 18, 2011 pukul 11:47 pm

    yang nulis nya ngga berpendidikan nih, mana ada pendidikan di lihat dari megah bangunan. dari tutur bahasa nya aja yang nulis kaya orang ngga berpendidikan, mungkin dia nulis ini karena kesel ngga dapet di ITB atau UGM.
    sebelum bikin artikel di pikir dulu ya ngga bermutu ini.

  138. 144 Eveline Oktober 26, 2011 pukul 10:19 am

    Yang paling kasian… dunia memang kecil, apalagi cuma jarak Yogya-Bdg-Jkt: Joe Satrianto, fotomu gak sengaja terlihat ada di facebook anaknya temen saya, padahal temen sy itu bangga skli dgn ke-ITB-annya lho. Jadi hati2 ya kalau nulis… Lebih baik postingan topik ini disembunyikan/dihapus aja.

  139. 145 joesatch yang legendaris Oktober 26, 2011 pukul 11:06 am

    dihapus?

    lho, kenapa?

    saya sedang tidak menyindir ITB, kok 😆

    tapi iya, saya memang “iri” dengan ITB, meskipun di luar hal-hal remeh-temeh yang saya tulis di atas saya sangat bangga dengan ke-UGM-an saya. lumayan, bisa buat tepu-tepu anak gadis orang 😈

    lagipula apa serunya tulisan satire kalo sudah saya beritahukan terlebih dahulu bahwa tulisan ini satire?

    keliatan di facebook? ah, biasa saja… so? tulisan saya ini bahkan sudah jadi bahan diskusi panjang-lebar di kaskus, kok :mrgreen:

    • 146 Eveline Januari 10, 2012 pukul 12:13 pm

      Membaca jwbnmu Joe, sy jadi menyesal sdh membuang waktu menegur kamu. Kelak suatu saat mungkin kamu akan sadar…

      Sbg penutup: orang2 UGM yg sy kenal atau dengar bagus2.
      Misalnya: – pd era 70-an (Joe sdh lahir belum?) bapak sy berteman baik dg Prof. RMJTS.

      – Lalu sy baru ingat paman n bibi dari suami sy adalah dosen di UGM (kami 2 kali menginap di Bulaksumur), seorang sepupunya juga, dan ibu tiri sy bahkan saat ini sdg ambil prog. doktor di sana. Tapi sy ngga kepingin melaporkan tulisan Joe ini sebab “ngga berguna utk diangkat / dibicarakan”.

      – Hanya… kiranya kamu tau yg membaca blog-blog/ mencari info lewat search engine bukan hanya usia remaja, tapi juga umur lebih tua (bahkan umur 80), juga tdk semua “cuek” krn bnyk yg malah “serius”.

  140. 147 sigit Oktober 24, 2013 pukul 8:20 pm

    ga jelas lah.
    jangan memalukan diri sendiri bro…

  141. 148 sigit Oktober 24, 2013 pukul 8:21 pm

    MENERUT GW TERGANTUNG MAHASISWANYA, BUKAN UNIVERSITASNYA.

  142. 149 sigit Oktober 24, 2013 pukul 8:46 pm

    GW YAKIN YG BIKIN TULISAN INI BUKAN ORANG JOGYA, DAN BUKAN ANAK UGM, ALIAS STATUS PALSU.

    KALO YANG NORMAL GA MUNGKIN DYA BIKIN TULISAN YANG KONYOL, DAN MEMALUKAN DIRI SENDIRI KAYAK GINI. KALO GA INGIN MERUSAK REPUTASI ORANG LAIN DENGAN STATUS PALSUNYA.

    KALO ORANG YG BERILMU, GA MUNGKIN DYA BIKIN TULISAN BODOH KAYAK GINI.

  143. 150 Ian November 11, 2013 pukul 11:43 am

    Kok UI ga dibahas ? Mau banding2an gedung ? Perpusnya UI jauh kalah besar loh daripada Perpusnya UGM 😀 Starbuck aja UI punya..oh iya lupa, ini kan postingan tahun 2008..
    UGM punya Danau ga ? Kita punya 8 danau loh..hahahaha..
    Padahal, UGM ITB sama2 punya negara..
    Postingan ga mutu..

  144. 151 Ahmad Banyu Rachman Maret 19, 2014 pukul 1:59 pm

    weird. penilaian kampus terbaik bukan berdasarkan fasilitas bang! jadi ga perlu ngebandingin kemegahan kampus deh… lagi pula opini anda itu sangat subjektif, dan yg lebih lucu lagi adalah membandingkan kemegahan gedung kampus. Ada yg lucu lagi? ya, saat anda bilang cacat kecil tentang manajemen di UGM tidak harus dimasukan penilaian. Menurut saya, manajemen seperti itu lebih penting daripada kemegahan bangunan kampus semata lah.. kuliah di kampus dengan gedung yg megah tapi manajemen kacau buat apa juga.

  145. 152 fff Desember 28, 2014 pukul 11:09 am

    saya pastikan itu penilaian di asia sangat salah dan k3liru. di indon ini yg masuk world class university baru masuk ugm doang. itu pun sdh diakui dg license dunia pendidikan dunia. lah kalo itb malah jadi peringkat lebih baik, itu berarti penilaianya tdk valid dan justru nyeleneh

  146. 153 L Maret 11, 2016 pukul 5:59 pm

    Pemikiran anda masih dangkal rupanya :v


  1. 1 Astronomi or Astrology? « chielicious~ Lacak balik pada April 22, 2007 pukul 11:28 am
  2. 2 Lambrtz' Blog Lacak balik pada Februari 6, 2008 pukul 10:41 am
  3. 3 curcolan update bulan februari « red date addict Lacak balik pada Februari 19, 2012 pukul 9:55 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,043,649 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Maret 2007
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia