Salahkan Saja Allah

1.
Iblis tertawa mendengarnya, lalu berkata, “Wahai tukang intip yang ceroboh, kenapa kau kunjungi aku hanya untuk mengutukku dan memohon perlindungan-Nya? Padahal bukan aku yang mendatangimu. Aku bahkan tak pernah mengganggumu, wahai Buhariah. Engkaulah yang menggangguku, dan kini engkau mengutukku karenanya?! Yang benar saja!”

Buhariah berkata, “Aku mengutuk ‘ia yang terkutuk’; tak peduli apa situasinya.”

Iblis tersenyum lalu berkata, “Kau mengutukku? Sadarkah kau, bahwa kau tengah mengutuk ‘ia yang telah dilaknat karena kutukannya’?! Aku mengutuk Adam, dan karenanya aku diusir dari surga. Mestinya kau lebih berhati-hati dalam mengutuk; atau memang kau tak ada bedanya dengan Adam yang juga diusir dari surga? Adam dan aku telah dikutuk oleh Allah. Jadi, buat apa aku harus takut pada kutukan Buhariah?”

2.
Kening Iblis berkerut. Ia memandang tajam. “Kau bilang Adam berdosa gara-gara hasutanku? Kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? Tak ada gunanya kau mencaciku sebagai monster buta, karena itu sama saja dengan menghina dirimu sendiri. Saat aku menyembah Allah di pintu kerajaan-Nya, aku menuduh Adam dan seluruh keturunannya di hadapan Allah.

Ingatkah kau bagaimana kejadiannya saat itu? Apakah kau turut membela bangsamu (bangsa manusia) di hadapan Allah? Ataukah kau belum lagi lahir? Sekarang kau dengan lancangnya datang dan menuduhku. Bagaimana bisa sang penuduh diadili oleh tuduhannya sendiri, dan masih harus diadili pula oleh si tertuduh?

Adam saja tidak pernah berbicara sekasar itu padaku; tidak pula menyalahkanku, walaupun aku telah menggiringnya ke kehancuran. Tapi ia tak akan pernah melupakan perannya dalam kehancuranku. Aku bersekongkol melawan Adam hanya setelah Allah mengusirku dari surga karena dia. Sekarang, dengan naifnya kau berani menghinaku dan meninggikan derajatnya (Adam) dengan omong kosong bahwa, ‘Hatinya penuh kepedihan dalam penyesalan.’

Bah! Aku menyembah Allah selama 700 ribu tahun! Tak ada tempat tersisa di langit dan bumi di mana aku tak menyembah-Nya. Sama sekali tak pantas bagimu untuk memandang sesama pemuja Allah dengan kebencian. Ibadahmu, walau dikalikan seribu kali umurmu, tak lebih dari setetes air di lautan dibanding cintaku pada-Nya. Apa hakmu menantangku yang masih terhitung malaikat Allah ini, meludahiku dengan fitnah bahwa aku membangkang kepada-Nya? Jangan berani-berani mengaku pada Tuhanmu bahwa, ‘Aku lebih baik daripada dia!’ ”

3.
Iblis berkata, “Bagaimana mungkin aku memohon ampun lantaran mematuhi keinginan Allah? Aku tak mungkin menyembah siapa pun selain Allah, karena itulah perintah yang sesungguhnya. Pembuangan ini adalah ujian-Nya, untuk melihat apakah aku akan melanggar sumpahku dan memuja seorang berhala. Lihatlah di balik jubah kemurkaan-Nya, dan temukan bentuk sejati dari cinta-Nya. Lihatlah di balik gunung kutukan-Nya, dan selami permata kasih sayang dan ampunan-Nya. Jangan melihat wujudku semata-mata sebagai hukuman-Nya. Di balik setiap bejana yang retak, pasti dia sisipkan anggur yang manis.”

4.
Iblis berkata, “Cintaku pada-Nya tak pernah luntur sejak aku berdiri di hadapan-Nya. Kau sendiri, kapan kau pernah bersama-Nya? Sekali saja kau pandng matahari, sengatan cahayanya akan menyakitimu. Bahkan saat kau tutup lagi matamu, masih saja kau rasakan sengatan yang membakar, apalagi saat terik. Sedangkan aku, dalam keadaan buta pun masih kulihat wajahnya!

Jangan hanya menilai fisik. Saat kutatap Adam, yang kulihat pun hanya tanah lempung. Jika aku memang tak lebih dari sekedar wujud yang buruk, maka kau sendiri tak lebih berarti daripada debu.

Jangan tertipu oleh penampilan lahir segala sesuatu. Mengabaikan kesejatian batin bisa membahayakan mereka yang ingin memahami makna keesaan ilahiah.”

Iblis melanjutkan, “Ingatlah pada kisah Benyamin, putra Ya’qub, ketika ia menemani saudara-saudaranya ke Mesir dan mereka diundang sebagai tamu oleh seorang Raja Mesir. Selama perjamuan berlangsung sang Raja memanggil Benyamin untuk berbicara empat mata dengannya. ‘Ketahuilah, aku ini sebenarnya Yusuf, saudaramu yang telah lama hilang. Jangan katakan pada saudaramu yang lain bahwa kau telah menemukan aku, jangan pula mengatakan bahwa aku masih hidup. Mereka telah berlaku jahat dan bersekongkol melawanku. Akan kutahan kau di sini dengan sebuah siasat, agar mereka ingat bagaimana mereka menyusun siasat untuk menipu ayah kita. Setelah itu, barulah aku akan mengungkap identitasku yang sebenarnya kepada mereka.’

Keesokan paginya, Yusuf membekali mereka dengan bahan makanan. Diam-diam ia juga menyelipkan gelas miliknya di antara barang-barang Benyamin. Setelah beberapa saat, pasukan berkuda Yusuf menghentikan kafilah para putra Ya’qub. Anak buah Yusuf langsung melancarkan tuduhan, ‘Kalian adlah pencuri yang telah merendahkan martabat dengan menyimpan barang milik tuan kami tanpa izin!’

Lewi berkata, ‘Apa yang hilang?’

‘Gelas tuan kami, terbuat dari emas,’ jawab orang-orang Yusuf. ‘Kami akan menggeledah perbekalan kalian. Jika kami temukan gelas itu, si pencuri akan kami seret sebagai tawanan tuan kami – dan ia tak akan pernah kembali.’

Lewi berkata, ‘Silakan saja, kami sungguh tak bersalah.’

Saat mereka menggeledah barang-barang Benyamin, tentu saja mereka menemukan apa yang dicari tersembunyi di situ. Ini membuat Lewi menjerit antara kaget dan ngeri melihatnya. Pasukan berkuda Yusuf segera menahan Benyamin dan mengembalikan ia pada tuan mereka. Inilah bagaimana Yusuf bersiasat melawan saudara-saudaranya; di mana berkah bagi seseorang bisa tampak sebagai kutukan bagi yang lain.

‘Wahai Benyamin!’ pekik Lewi memelas. ‘Kenapa kau sampai mencuri?’

Tapi Benyamin tak protes sedikit pun. Ia malah berkata, ‘Jika orang Mesir itu sampai memenggal leherku, akan kugenangi tamannya dengan darahku.’ ”

Iblis memotong ceritanya sejenak, menepuk-nepuk dadanya yang besar dan bidang. “Nah, aku adalah orang yang setia pada kesejatian perintah yang sesungguhnya, bahkan jika harus tampak seolah-olah membangkang.”

5.
“Kisah lain,” lanjut Iblis. “Konon Raja Mahmud selama memerintah dikelilingi oleh para penjilat dan penghasut. Setiap senyum yang ia temui rasanya menyimpan kebencian. Ia tak bisa memercayai siapa pun di istana, kecuali sang putra mahkota yang ia cintai lebih dari hidupnya sendiri. Pemuda inipun bisa mencium bahaya di istana, dan pada suatu hari berkata pada ayahnya, ‘Ayahanda, mari kita pura-pura bertengkar dan kita tunjukkan pertengkaran kita terang-terangan. Pada saat itu, mereka yang diam-diam membenci dan ingin menghancurkanmu pasti akan segera menarikku dalam rencana mereka.’

Sang ayah awalnya merasa ragu, melihat betapa bahayanya hal ini bagi si anak. Tapi si anak bersikeras dan akhirnya sang Raja menyetujui. Di hadapan banyak pejabat istana, sang Raja dan putranya mulai bertengkar dan saling berteriak. Tapi tak ada seorang pun yang mendekati putranya karena ia dikenal amat mencintai ayahnya.

Putra mahkota berkata, ‘Ayahanda, penjarakanlah aku agar para penghasut berpikir bahwa pertengkaran kita memang sungguhan. Barangkali saja pada saat itu mereka akan membuka kedok mereka padaku.’

Lagi-lagi Mahmud ragu, karena ia jelas tak ingin melihat anaknya dipenjara. Tapi sekali lagi sia anak berkeras dan sang Raja akhirnya luluh. Setelah beberapa bulan mendekam di penjara, si anak mengirimkan sepucuk surat rahasia padanya. ‘Ayahanda, tak ada yang percaya kalau pertengkaran kita sungguhan. Jatuhkanlah hukuman yang mengerikan buatku agar mereka lebih yakin. Suruh para prajurit Ayah untuk mencambuk dan menghukum mati diriku. Dengan begini, para pembenci Ayah pasti akan segera membelaku.’

Ketika Raja menerima pesan tersebut ia memekik ngeri. ‘Bagaimana mungkin kulakukan hal ini?’

Beberapa bulan berlalu, si anak tetap merana di penjara sementara sang Raja masih ragu untuk menjatuhkan hukuman. Akhirnya si anak mengirim pesan lagi pada Mahmud, ‘Jika Ayahanda tak segera memerintahkan agar aku dihukum cmbuk, maka sia-sialah penderitaaanku selama ini. Segera jatuhkan hukuman. Jangan sampai kelembekan hati Ayah terhadapku malah jadi penghalang.’

Sekali lagi sang ayah terpaksa menuruti kemauan anaknya dan menjatuhkan hukuman. Segera saja para pembenci sang Raja bergabung membela putra mahkota. Setelah bebas, sang putra mahkota mengumumkan pemberontakan secara terbuka; ia berjanji untuk menggantikan posisi ayahnya.

Rakyat tentu saja mengutuk habis-habisan si anak; tapi seluruh musuh sang Raja – baik yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi dengan bersemangat menjilat si anak. Sementara itu, si anak juga tak putusnya mengirimkan pesan rahasia dan membeberkan segalanya pada sang Raja. Dengan demikian, sia anak berhasil melindungi ayahnya, sekaligus merontokkan kekuatan oposisi.

Rakyat yang mencintai Mahmud dengan segera membenci si anak, tanpa sama sekali mengetahui duduk perkara sebenarnya.”

Iblis berkata lagi, “Jadi, aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan Allah. Mau bagaimana lagi? Tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. Aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri; jika kuturuti keinginanku, sudah pasti akan kujaga kedekatanku dengan-Nya dari melakukan kesalahan konyol semacam itu, tak peduli berapapun harganya. Istana-Nya penuh dengan para penjilat yang mencintai-Nya karena takut. Allah telah memberiku kuasa atas dunia demi menyingkap kuasa-Nya yang agung. Kekuasaanku tentu saja tersamar; karena semua adalah milik-Nya. Tetapi melalui aku, Dia meninggikan dan memuliakan diri-Nya. Dengan berperang melawanku, sekalian makhluk-Nya akan menjadi lebih tangguh dan terbukti keimanannya.

Jangan tuding aku sebagai sumber penderitaan manusia. Justru manusialah yang merupakan sumber malapetaka bagiku. Karena Adam-lah aku dikutuk. Karena dosa-dosanya, aku juga dibuang. Sementara tuduhanku kepadanya, semuanya nyata. Hanya karena tak rela sujud di atas debu untuk memuja anak debu (Adam), aku dilaknat.

Kau tahu, di surga, Kekasihku tega mencelakaiku karena aku tak sanggup meninggalkan-Nya. Bahkan para malaikat berkata, ‘Iblis adalah yang pertama kali tunduk kepada Allah, karena tiada yang lebih mencintai Allah daripada dia.’ Tapi Dia memerintahkan perpisahan kami agar umat manusia berkesempatan menyelami keesaan-Nya. Dia umumkan ketidak-patuhanku agar manusia memahami kekuasaan-Nya. Saat dia memerintahkanku untuk sujud di hadapan Adam, diam-diam Dia berbisik di dalam dadaku, ‘Pergilah, dan ingatkan mereka tentang Aku!’

6.
Jadi, Dia sendirilah yang memilihku untuk memberontak; bukan aku. Kutetapkan hatiku sampai detik ini. Aku diciptakan untuk menyembah-Nya. Sama sekali tak ada pilihan buatku dalam hal ini. Katakan padaku, di manakah di antara kekuasaan-Nya yang agung, pilihan itu pernah Dia bebaskan bagiku?”

7.
Iblis berkata, “Semua pilihan, termasuk pilihanku, adalah milik-Nya! Dia sudah memilih dan menetapkan untukku. Kepada-Nya berpulang semua pilihan-bebas bagi mereka yang menganggap memiliki pilihan dalam hidup. Dan pilihan-bebasku adalah milik-Nya juga. Jika Dia yang melarang aku untuk tunduk pada pihak lain, bagaimana mungkin aku menentang-Nya? Dan jika Dia yang membuatku melakukan dosa saat berbicara, bagaimana mungkin aku membela diri? Jadi, jika Dia memang menghendaki agar aku sujud pada Adam, aku pasti patuh.

Kutukan-Nya adalah mahkota emas bagiku. Kuingat dan kuulang selalu setiap kata-kata-Nya waktu itu, setiap saat dengan penuh kenikmatan.”

*Ini cuplikan dari beberapa bagian yang kusukai dari buku “Iblis Menggugat Tuhan”. Sebenarnya masih banyak dialog-dialog seru, tapi saking banyaknya, nyalinnya jadi kesel (kesel dalam bahasa Jawa, lho, yang berarti capek). Inti analogi Iblis yang aku suka adalah bahwa semua kejadian di alam semesta tidak bisa lepas dari kehendak Tuhan. Iblis menjadi biang dosa pun adalah sebuah grand-plot dari Tuhan. Iblis tidak bisa disalahkan dalam usahanya menyesatkan manusia!

Jadi, jika ada mata Pedang yang mengarah ke lehermu, maka siapakah yang akan kamu maki dan salahkan? Pedang itu sendiri ataukah Sang Penggenggam Pedang?

50 Responses to “Salahkan Saja Allah”


  1. 1 peyek Maret 17, 2007 pukul 12:48 am

    Orang baik versiku adalah orang yang nggak pernah menyalahkan orang lain, bahkan iblis sekalipun, karena meskipun kita nggak pernah silaturahmi via YM dengan Iblis tapi sebenarnya iblis itu temen dekat, nggak bisa disalahkan, karena kita sudah biasa dan terbiasa dengan tuntunan iblis setiap harinya, dikala dia menjauh kita sudah biasa melanjutkan tuntunan dan perjuangannya, oleh karena itu iblis pasti akan berkata “kowe wis biasa ngelakoni iku, olaopo nyalahno aku?”

  2. 2 deKing Maret 17, 2007 pukul 3:29 am

    Jadi, jika ada mata Pedang yang mengarah ke lehermu, maka siapakah yang akan kamu maki dan salahkan? Pedang itu sendiri ataukah Sang Penggenggam Pedang?

    Pertama kali seharusnya bukan salah satu di antara si pedang atau sang penggenggam pedang yang harus disalahkan, tetapi diri kita sendiri. Tidakkah lebih baik kita bercermin dulu, mungkin mata pedang yg mengarah ke leher kita bukanlah suatu ancaman melainkan suatu peringatan atau bahkan hukuman.
    Tidak pantas kita menyalahkan pihak lain atas kesalahan yang kita lakukan sendiri…

  3. 3 deKing Maret 17, 2007 pukul 3:31 am

    Uppsss…aa yang ketinggalan…
    AKHIRNYA JOE TELAH KEMBALI KE “FITRAHNYA”

  4. 4 Helgeduelbek Maret 17, 2007 pukul 6:21 am

    Iyah yah… manusia atau siapa saja bertindak itu berapa persen atas kehendak Allah?

  5. 5 kudzi Maret 17, 2007 pukul 6:56 am

    Joe pinjem bukunya doonk !

  6. 6 eblis™ Maret 17, 2007 pukul 8:25 am

    hehe, saya pernah baca biografi setan..

    Setan itu diciptakan memang untuk bertugas menggoda manusia, untuk menjadi jalan bagi manusia untuk menggapai cinta-Nya, karena tanpa ada-nya setan dan iblis, manusia tidak akan mendapatkan ujian.

    setan dan iblis memang diciptakan untuk itu. setan dan iblis memng diciptakan untuk menggoda manusia. dan adegan pembangkangan setan dan iblis karena enggan bersujud pada adam adalah adegan yang sudah dirancang jauh sebelumnya oleh sang Sutradara.

    kehidupan ini tentunya bukan kebetulan. bukan kebetulan iblis enggan sujud kepada Adam, bukan pula kebetulan Adam mau menuruti godaan setan sehingga ia terusir dari surga dan turun ke bumi. Bumi memang diciptakan untuk adam, bukan?

    dan skenario makan buah terlarang itu hanya cara dan dramatisasi proses adam untuk jadi khalifah di bumi.

    jikalau bani adam berdosa dan menuruti setan, jangan pernah menyalahkan iblis dan setan. salahkan diri sendiri kenapa mau dan bis terjerumus mengikuti ajakan setan? setan dan iblis hanya melakukan tugasnya. melakukan apa yg diperintahkan oleh Allah. dan neraka memang sudah diciptakan untuk iblis, kini tinggal siapa dari kita yang hendak menemaninya?


    ceritamu apik, joe, tak kiro tulisanmu dewe je.. tak kira ana sing nyolot meneh terus koe mbales nganggo postingan iki je, ternyata…

  7. 7 joesatch Maret 17, 2007 pukul 10:30 am

    all:::
    ayo…ayo…do mikir kabeh…

    kudzi:::
    tidak bisa, ji. nanti kamu tersesat. sumpah! selain dikarenakan sudah ada 2 orang gadis yang ngantri mau pinjem bukunya. tentunya, mengingat jenis kelamin, mereka harus saya dahulukan, kekeke!

  8. 8 Sugeng Rianto Maret 17, 2007 pukul 10:36 am

    anu joe, saya jadi mikir….apa benar ungkapan don’t judge a book by it’s cover itu ya? intinya Jangan lihat status bajingannya, tapi lihatlah tulisannya. hukekekkk….😆

    anywei, thanks atas postinganmu iki joe, lbh kepada pencerahaan ketimbang penjerumusan judul sing eMeL, oM itu lho, sing nipu huekekekkk. Pokoke mencerahkan gitu deh. Btw, postinganmu iki dah diapprove ma rajaiblis belum?🙂

  9. 9 manusiasuper Maret 17, 2007 pukul 11:17 am

    Pusing, mending liat cewek di blog sebelah yang main inet pake rok mini, habis itu onani, lalu salahkan setan karena sudah menggoda saya…

  10. 10 antobilang Maret 17, 2007 pukul 12:57 pm

    Joe, pancen iblis paling nyata adalah diri kita sendiri…
    hahaha…

    OOT
    *ngakak baca komen om super*

    om super, kasih skrinsyuuurrrskrinsyut-nya dong…dipasang di blog, janji lho ya…

  11. 11 Evy Maret 17, 2007 pukul 2:23 pm

    wah ini blog ketiga yg bahas buku iblis menggugat…ati2 klo mau baca ada tiga buku lho, jangan sampe salah paham… klo mau tahu pengarangnya nge-blog di blogspot🙂

  12. 12 joesatch Maret 17, 2007 pukul 5:41 pm

    Sugeng Rianto:::
    Itu bukan tulisan saya kok, mas. itu tulisan pengarang bukunya😀

    manusiasuper:::
    monggo…monggo…silakan saja. jgn lupa skrinsyutnya😛

    antobilang:::
    kowe cen iblis kok, to…gyahahahaha…

    Evy:::
    bener, mbak. saran saya juga, sebaiknya – sebelum mbaca – juga tau tentang sejarah agama yahudi dan nasrani dulu, selain harus punya konsep yang kuat dahulu tentang takdir🙂

  13. 13 fsckedp Maret 17, 2007 pukul 6:32 pm

    tak pikir judule iblis menggugat menungso ato iblis ngresulo/ngeluh? ehhehe.
    apik2 tulisane😀

  14. 14 ina Maret 17, 2007 pukul 7:31 pm

    Menyun..menyun… judule Provokatif…tp kebanyakan tulisan…agak males baca..tp intinya aku paham..

  15. 15 venus Maret 17, 2007 pukul 8:57 pm

    uh, joe. keren ini, tapi mataku sepet bacanya. fontnya kecil beneeerrr😦

  16. 16 wadehel Maret 17, 2007 pukul 9:00 pm

    Waw, keren ya ternyata, beli aaaah.

    Penulisnya ngeblog di BS? Ada yang tau urlnya?

  17. 17 syah Maret 17, 2007 pukul 10:31 pm

    jadi inget ceritanya Syaikh Siti Jenar. ceritane yo meh plek karo buku kuwi.

  18. 18 Amd Maret 17, 2007 pukul 11:43 pm

    rajaiblis kok belum nongol yah???

  19. 19 mardun Maret 18, 2007 pukul 1:18 am

    ada url download ebooknya nggak ?😛

  20. 20 Hanichi Kudou Maret 18, 2007 pukul 3:14 am

    Kang Mas Joe, saya yang dho’if ini sudah mencoba menanggapi tulisan antum, mohon tanggapan baliknya ya. JazakLlahau khoiran.

  21. 21 telmark Maret 18, 2007 pukul 6:18 am

    apa berarti iblis itu memang disuruh godain manusia ya… ?? Pentesan saya kegoda terus. hehehe..🙂

  22. 22 jhonrido Maret 18, 2007 pukul 10:10 am

    Tidak semua hal bisa dilogikan lho..apalagi masalah agama. Apa yang kita percaya, itu yang kita iman-i. Toh..kalo kita paksakan dengan melogikan semua hal, maka-jawabannya tidak pernah kita temukan.

  23. 23 biela Maret 18, 2007 pukul 12:50 pm

    menariikk..
    duh Mas, akhir2 ni suka ngomongin agama..
    salut..

  24. 24 ahmad al - makassariy Maret 18, 2007 pukul 1:55 pm

    Tobat ya akhi…
    Takutlah terhadap siksaan Allah…
    Kamu pikir kamu bisa lari dari siksaannya?
    Tidak, bahkan tidak satupun yang luput dari pandangan-Nya

    Allahu Yahdik

  25. 25 pramur Maret 18, 2007 pukul 2:10 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Yang mau dimasukin ke buletin laknat yang ini ya? Berat…..

  26. 26 Khaidar Maret 18, 2007 pukul 3:03 pm

    aku dah baca bukunya. menurutku, bukunya mesti dibaca sampai tamat, jangan yg awal2 doang…😀

  27. 27 Aleks Maret 18, 2007 pukul 5:52 pm

    Halo Mas Joe, salam kenal ya!

    Saya dari dulu mikir…

    Kenapa Hawa yang paling pertama digoda ama setan, kok bukan Adam?

    Ini kan menimbulkan analogi yang jelek terhadap kaum perempuan.

    Dulu guru Agamaku bilang kalo “wanita itu adalah setan”

    Bete banget nggak sih?

    *Ngresulo mode on*

  28. 28 joesatch Maret 18, 2007 pukul 7:40 pm

    fsckedp:::
    ohoho, bukan tulisanku, kok. tulisan pengarang bukunya🙂

    ina:::
    minta gambar? waduh aku ndak pinter nggambar e, ohohoho

    venus:::
    lho kan tinggal dibesarin teksnya dari toolbar browsernya

    wadehel:::
    terprovokasi? buat tambahan amunisi? kekekeke

    syah:::
    errrr…kasih tau dunk. aku blm tau bab ceritanya siti jenar yang mirip dengan ini.

    Amd:::
    nunggu yang berwenang, ya? ehehehehe….

    mardun:::
    aduh, ndak tau e mas. blm sempat gugling. habise udah punya hardcopynya🙂

    Hanichi Kudou:::
    udah ta’tanggapin juga, kok

    telmark:::
    wah, ntah ya. tapi kalo saya, biasanya nyalahin diri sendiri yang nggak bisa njaga nafsu😛

    jhonrido:::
    kalo bicara sifat tuhannya memang akal kita nggak akan pernah nyampe. tapi menurutku, kalo yang menyangkut perilaku manusianya, semuanya masih bisa dilogikakan. tinggal “sudah pernah” atau “belum” aja

    biela:::
    kalo baca yang edisi2 awal, sebenernya lumayan kerep juga kok, biel. yeah, tentang “protes” saya thd beberapa hal yang saya rasa kurang sreg aja

    ahmad al – makassariy:::
    tobat? bagian mana yang mengharuskan saya untuk bertobat? sudah dibaca sampe habis postingannya belum? atau antum cuma sekedar terprovokasi judulnya? kok komennya ndak nyambung ya? baca dulu sampai habis ya! baru komentar, oke? oke? kanan-kiri oke?

    pramur:::
    iya e. padahal ini belum versi komplitnya. kepanjangan kalo diposting semua pendapatku. terlalu berat po? wekz, lha piye meneh?

    Khaidar:::
    iya. memang harus dibaca sampe habis. jangan (mungkin) kayak ahmad al – makassariy, hehehehe!

    Aleks:::
    piye yo, mungkin iblis juga berpikiran kalo wanita itu lebih berkuasa atas lelaki. kayak strategi2 perang: mau taklukkan satu pasukan, taklukkan jenderalnya aja duluan.
    jadi saya malah berpikir, ini adalah suatu “pengangkatan” bagi perempuan, bahwa laki2 akan selalu lemah kepada perempuan.
    tapi yo…saya juga jadi bete sama guru agamanya njenengan. lha piye, ibuku juga wanita soale😦

  29. 29 Anjaz Maret 19, 2007 pukul 1:27 am

    hm…..asyik yah bacanya, sampe2 mataku tak berkedip. semoga semua pembaca mengerti akan makananya agar tak salah mengartikan.

  30. 30 fertobhades Maret 19, 2007 pukul 8:25 pm

    Iya bukunya Shawni (Da’ud Ibn Tamam Ibn Ibrahim al-Shawni) emang provokatif. Yang baca memang harus hati-hati dalam menginterpretasikan isinya. Tapi perasaan cuma The Madness of God yang terkenal ya ? Yang 2 lagi (In Herod’s Keep dan The Men Who Have The Elephant) malah nggak terkenal, padahal isinya hampir sama.

    @ wadehel :

    kalau nggak salah disini : http://daudshawni.blogspot.com/

    Isinya bagus lho, tapi sekali lagi, bacanya juga harus “hati-hati”.

  31. 31 joesatch Maret 19, 2007 pukul 8:44 pm

    Anjaz:::
    sekalian beli bukunya aja, mas. nanti boleh terkagum2, kok. yang kutulis di atas cuma sebagian kecil. takut dikata2in sebagai pembajak soale. kalo dikata2in “kafir” sih masih nggak pa-pa😀

    fertobhades:::
    Buku yang aku beli, Mas, kebetulan udah sejilid sama yang tentang pasukan gajah itu🙂

  32. 32 fertobhades Maret 19, 2007 pukul 9:23 pm

    pasukan gajah…🙂

    blognya Shawni di WordPress : http://daudshawni.wordpress.com/

    kafir vs pembajak : ayo pilih yg mana. tapi parahnya kalo dibilangin pembajak itu pasti kafir…. oooaallllah… kena dua-duanya🙂

  33. 33 joesatch Maret 19, 2007 pukul 9:33 pm

    ahahahaha……
    mereka2 yang sering ngatain saya “kafir” juga sering menikmati barang bajakan kok ternyata😛
    giliran saya nanya apa hukumnya make barang bajakan, komen saya malah dihapus😀

  34. 34 rajaiblis Maret 20, 2007 pukul 11:33 am

    allahu akbar !

  35. 35 rajaiblis Maret 20, 2007 pukul 11:40 am

    sungguh tak tahu dirilah bila manusia itu memaksa allah supaya diberi surga hanya karena khusu sholatnya, fasih bacaannya, banyak infaqnya, rajin bangun malamnya, terjaga akal lisan dan hatinya (puasa), mabrur hajinya !

    sungguh … sungguh tak tahu diuntung … !

  36. 36 rajaiblis Maret 20, 2007 pukul 11:42 am

    KFC diboikot …
    McD diberangus …
    Piiza Hut dicaci …

    tahu sama tempe yg kedelainya 90% impor dari amerika …
    meluncur mulus masuk usus … lantas jadi tokai !

  37. 37 rajaiblis Maret 20, 2007 pukul 11:43 am

    @joesatch
    terima kasih sudah menjadi penyambung lidah bagi iblis …

    wakakakakkaaa …

  38. 38 kakilangit Maret 21, 2007 pukul 7:20 pm

    wehehehe..maskasih mas joe, dari kemaren pas lihat bukunya pengen beli tapi gak kesampean *bokek mode*😀
    wah kalo diajak mikir ginian otakku gak bakalan nyampe..kalo dipikir2 tambah puyeng😀

  39. 39 ayam arab Maret 22, 2007 pukul 12:24 am

    sodara2 semua,
    tapi jgn ampe lho gara-gara kita tahu satu skenario alternatif ini, lantas kita jadi ga niat untuk merubah diri menjadi lebih baik (maksudnya dlm hal keimanan dan kecintaan kita). iblis sendiri kn bilang (dalam buku ini) kL dirinya sampai kapanpun akan tetap mencintai Allah dan tidak ada alasan baginya untuk menyembah selainNya. jadi, kalo yang kita semua tangkap cuman pembenaran (dan sinisme) bahwa kita ga perlu sholat khusyu, baca qur’n dg tartil, bangun sholat malam hanya karena mengharap surga saya pikir lebih baik kL kita mencontoh komitmen cintanya iblis. lam kenal aza. (jadi pengin baca . . btw )

  40. 40 Daud Shawni Maret 25, 2007 pukul 12:16 pm

    The entire text of Iblis Menggugat Tuhan can be found in English at:

    http://www.omphaloskepsis.com

    under the title “The End of Reason.”

    If you have trouble accessing it, just email me at daudshawni@mac.com and I’ll email you the PDF.

  41. 41 Nindya Maret 28, 2007 pukul 6:31 pm

    Saya suka entry-nya, membuka pikiran🙂

    Anu, salahkan saya yang bodoh ini, tapi entry ini menarik karena selama ini memang seolah ada ‘doktrin’ bahwa setan itu ‘jahat’, tapi apakah kebenaran dibalik itu, wallahu’alam🙂

  42. 42 joesatch Maret 28, 2007 pukul 6:59 pm

    rajaiblis:::
    trimakasih atas ucapan terima kasihnya🙂 piye, mas, seneng lidahnya udah ta’sambung?😛

    kakilangit, ayam arab:::
    itu, pengarangnya sendiri malah udah ngasi link-nya. malah boleh minta pdf-nya langsung ke dia🙂 tapi ya bukan bhs endonesa yang jelas

    Daud Shawni:::
    wow…wow…pengarangnya berkunjung ke sini. waduh…waduh…makasih banyak dah sudi mampir (=thank u for coming)😀

    Nindya:::
    yang jahat itu kita sendiri kok, nin😛

  43. 43 Nindya Maret 29, 2007 pukul 10:29 am

    ‘Nindya:::
    yang jahat itu kita sendiri kok, nin😀’

    Iya, saya setuju🙂
    Pada dasarnya Allah udah ngasih kita ‘kehormatan’ berupa akal budi. Mau dipakai seperti apa akal budi itu, terserah kita sebagai manusia.
    Tapi ya kadang akal budi itu kita pake untuk nyari kambing hitam, jadi kalo ada yang jahat, ‘salahkan saja setan!’🙂 Padahal kalau mau dirunut-runut lagi, kita tanya ke diri kita sendiri: “Kok bisa saya tergoda untuk melakukan perbuatan jahat itu? Dimana akal budi saya?”

    Yah, sekedar pendapat saya yang kurang wacana ini🙂

    *langsung donlot PDFnya*

  44. 44 insanayu April 5, 2007 pukul 2:50 pm

    harga bukunya berapa ya ? mau ah beli…. kalo udah dapet kiriman dari ortu. ;-P

  45. 45 arsyi April 19, 2007 pukul 5:12 pm

    inilah novel terbaik yang pernah saya baca. syarat dengan pembahasan teologi.

    disatu sisi iblis berapologi dengan takdir determinism fatalis
    disisi lain iblis mengelak dengan gaya freewill.

    determinisme iblis adalah ketika mengatakan segala sesuatu adalah kehendak Tuhan termasuk kehendaknya..jadi pembangkangan iblis bagian dari keinginan Tuhan. ini hanya skenario dan ia hanya pelakon katanya.

    freewill iblis ketika menyiratkan bahwa jika Tuhan memang maha kuasa lalu mengapa Tuhan tidak bisa memenuhi keinginanNya terhadap iblis agar tunduk kepada Adam.

    asyiiiik skali.

    untung saja saya tidak menganut teologi jabariya dan muttazilah. bisa kena deh.

    dalam bahasan takdir ada yang disebut kemerdekaan
    iblis merdeka dalam memilih tunduk atau tidak.
    dan Iblis harus bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

    atas nama cinta iblis juga ingin berapologi.
    tapi analogi bahirah ttg pemuda yg jatuh cinta kepada ratu balqis cukup untuk membungkam argumentasi iblis.

    pemuda yang menolak perintah balqis agar pemuda itu meniduri wanita suruhan balqis yang berwajah buruk dan compang camping yang tak lain adalah balqis sendiri yang mengubah wujudnya. pemuda itu menolak perintah balqis hingga balqis menampakkan wajah aslinya dan berkata “cintamu palsu”.

    apa kata sang kekasih maka itulah yang tebaik.itulah logika cinta yang tidak dipahami oleh Iblis.

    bahasan mengenai adam juga menarik.
    saya sependapat dengan shawni ketika membaca catatan kakinya.
    shawni membagi dua perintah Tuhan. ada perintah tasyrii dan ada perintah maulawi.

    berkenan dengan adam yaitu perintah maulawi yaitu tidak mengakibatkan dosa melainkan konsekwensi atau dampak langsung.

    seorang ayah yang melarang anaknya manjat2 karena takut jatuh adalah ‘maulawi’
    berbeda jika ia melarang anaknya berzinah yg tentunya mengakibatkan dosa yang disebut ‘tasyrii’.
    lantas apakah adam berdosa?? tentunya tidak.
    karena adam melanggar perintah maulawi Tuhan.
    justru dalam Alquran dikatakan Adam diangkat menjadi nabi setelah pelanggaran yang dilakukannya.

    shawni memang penulis novel terhebat yang kuketahui.
    semoga Allah mencurahkan rahmat kepadanya.amin

  46. 46 Indra EMC Januari 24, 2009 pukul 4:45 pm

    gue pikir ini blog aliran sesat, ternyata BAGUS isnya ^_^


  1. 1 Ketika Para Stoisis Membangun Kembali "Gedungnya" « Hanichi Kudou Lacak balik pada Maret 18, 2007 pukul 3:10 am
  2. 2 Sudut Pandang, Deret Fourier, dan Pelangi « sora-kun.weblog() Lacak balik pada Maret 29, 2007 pukul 5:02 pm
  3. 3 Bertemu Salafy, Bantai Salafy « The Satrianto Show! Lacak balik pada Maret 31, 2007 pukul 1:51 pm
  4. 4 BERTEMU SALAFY, BANTAI SALAFY « Mereka Bicara Salafy n Wahabi Lacak balik pada November 21, 2008 pukul 9:46 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,032,807 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Maret 2007
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia