Pacaran = Anjing

yah sama aja dab. klo pacar lo berjilbab tu jg ga bener. klo bener2 berjilbab n bener2 banget harusnya ga ngenal pacaran dong….ni

Komentar oleh ajab — Januari 27, 2007 # |Perbaiki ini

“Piye kabare, Su?”
“Ha, yo isih tetep wae koyo ngene, Njing.”

Perhatikan dialog di atas. Dialog itu sering sekali terjadi ketika aku bertemu teman lama, dan kami (nampak) saling memaki tanpa maksud merendahkan satu sama lain. Kadang-kadang, hal yang biasa kami lakukan di atas justru menunjukkan betapa akrabnya kami. Makin kasar berarti makin akrab, karena tentu saja aku tidak akan nekad meng-asu-kan atau meng-anjing-kan orang yang baru saja aku kenal. Saling pisuh itu bisa terjadi ketika kami sudah saling mengenal dengan dalam karakter yang satu dengan yang lainnya.

Artinya apa? Artinya adalah bahwa arti suatu kata ternyata tidak bisa kita rumuskan secara tekstual. Semuanya tergantung situasi, siapa yang bicara, dan siapa yang diajak bicara. Semuanya jadi absurd. Asu dan anjing tidak bisa lagi kita artikan sebagai seekor hewan berkaki empat yang najis. Asu dan anjing dalam konteks di atas mungkin lebih bisa diartikan mendekati “teman” atau “sobat”. Kita nggak bisa secara ngotot selalu berpendapat berdasarkan opini publik bahwa asu atau anjing adalah seekor hewan itu tadi. Absurd, iya kan?

Sama juga dengan istilah “pacaran”. Kita juga nggak bisa selalu berpendapat bahwa pacaran berarti suatu hal yang (katanya) dilarang dalam agama (Islam) hanya karena yang terlihat secara umum sekarang ini adalah pacaran selalu cenderung mendekati zina. Semuanya tergantung situasi, siapa subyeknya dan siapa obyeknya.

Kalau pembaca yang budiman bertanya padaku, apa itu definisi pacaran? Maka aku akan menjawab: Pacaran adalah sebuah proses pengenalan 2 orang yang berbeda jenis kelamin untuk lebih jauhnya dilanjutkan dengan menikah. Nah, dari definisiku barusan, atas dasar apa kok pacaran dibilang haram? Lha wong nikah sendiri itu adalah suatu ibadah. Proses yang bertujuan menjalankan ibadah kenapa dibilang haram?

Apa bedanya istilah pacaran dengan istilah ta’aruf? Pacaran berarti pengenalan, pun ta’aruf juga bermakna sama. Apa hanya karena istilah yang satu berbau ketimur-tengahan maka hal itu menjadi halal, seperti opini yang terjadi selama ini?

Semuanya tergantung situasi dan kondisinya, wahai pembaca setia. Kalau memang pada kenyataannya pelaku pacaran atau ta’aruf tadi melakukan persetubuhan sebelum resmi menjadi suami-istri, bolehlah kita beri cap haram. Haram semuanya, lho. Ya yang pacaran, ya yang ta’aruf. Nggak boleh ada toleransi hanya karena salah satu istilah tersebut berbau ketimur-tengahan! Tapi kalau ternyata memang bertujuan untuk pengenalan kayak yang aku sebutin tadi, ya jelas kita juga nggak berhak memaksakan pendapat kalau salah satunya adalah haram.

Ada sebuah kata yang penulisan dan pelafalannya sama tapi ternyata memiliki nilai rasa yang berbeda di 2 daerah yang juga berbeda. Kata “cangkem” dalam bahasa Jawa memiliki nilai rasa yang kasar dan merendahkan. Ini dibuktikan dengan seringnya aku misuh menggunakan kata, “Cangkemmu!” (tapi tentu saja kembali pada konteksnya). Oh ternyata, kata “cangkem” itu kalau kita gunakan di Bali justru bermakna sangat halus, dan sebenarnya memiliki arti kata yang sama, yaitu “mulut”.

Lagi-lagi ternyata kembali ke konteksnya, kan? Makanya, kita nggak boleh menggeneralisir setiap pacaran pasti haram dan setiap ta’aruf pasti halal. Ngaco lu!

Oke, lebih lanjut kita bahas lagi secara umum kenapa pacaran dibilang haram, dan lebih khusus lagi perhatikan serangan balikku dari justifikasi tersebut.

Pertama-tama, kita telaah dahulu kenapa orang-orang (muda) pengen pacaran. Menurut adik kelasku, Agro yang jenius, alasannya adalah sebagai berikut:

Dalam kehidupan sehari-hari, umumnya laki-laki berinteraksi dengan perempuan. Kalaupun tidak terjadi interaksi, terdapat banyak saat di mana laki-laki melihat perempuan dan sebaliknya (baik disengaja maupun tidak). Hal-hal yang telah disebutkan bisa menyebabkan seseorang tertarik ke lawan jenisnya. Tingkat ketertarikannya bisa beragam, namun setelah mencapai tingkat tertentu ketertarikan itu dinamakan orang sebagai “jatuh cinta”. Untuk memudahkan pembahasan ini, saya akan menggunakan istilah “pemimpi” untuk orang yang jatuh cinta dan “kekasihnya” untuk orang yang dicintai oleh pemimpi.

Sebetulnya apa yang diinginkan oleh pemimpi? Saya mengklaim bahwa tujuan pemimpi adalah MENIKAHI kekasihnya. Ingatlah tujuan tersebut baik-baik sebab itu akan menjadi acuan pembicaraan kita.

Sayangnya, bagi kebanyakan pemimpi terdapat halangan-halangan untuk menikah. Ada dua halangan yang bisa saya sebutkan di sini. Yang pertama adalah halangan finansial. Coba pikirkan mereka yang bersekolah di SMP, SMU, dan universitas. Sebagian besar dari mereka (atau kekasihnya) tidak akan mampu untuk menghidupi sebuah keluarga. Yang kedua adalah halangan umur. Menurut pemimpi, umurnya (atau kekasihnya) masih terlalu muda untuk bisa melakukan pernikahan yang diterima masyarakat.

Lalu apa solusi dari kedua masalah tersebut? Salah satu jawaban yang jelas adalah MENUNGGU. Seiring berjalannya waktu, pemimpi (beserta kekasihnya) akan bertambah umur dan (harapannya) mendapat pekerjaan. Lalu pemimpi bisa mengajak kekasihnya menikah.

Tapi tidak, kebanyakan pemimpi tidak menunggu! Mereka malah memulai dan menjalani hubungan yang disebut pacaran. Kenapa?

Alasannya sangat mudah dan sederhana: KEPEMILIKAN. Kalau kita pikirkan, pernikahan menjamin kepemilikan. Kalau pemimpi menikah dengan kekasihnya, maka mereka tidak akan menikah dengan orang lain (saya mengabaikan poligami dan poliandri untuk mempermudah pembicaraan kita).

Jadi, kalau pemimpi tidak bisa memiliki kekasihnya dalam ikatan pernikahan, dia akan mencari “hubungan sosial lain” yang juga menjanjikan kepemilikan (walupun dalam bentuk yang lebih lemah dari pernikahan). Ini untuk MENCEGAH kekasihnya dimiliki orang lain lebih dulu. Saat ini “hubungan sosial lain” yang tersedia adalah pacaran, maka merebaklah pacaran.

Nah, sekarang ada pendapat yang menyebutkan (dengan tetap ngotot bahwa pacaran itu haram), daripada zina, kan lebih baik cepat-cepat menikah. Ada alasan lain selain alasan finansial kenapa aku menolak alasan dangkal seperti itu.

Memangnya menikah itu cuma sekedar buat mencegah zina? Astaga, lupakan pemikiran rendahan seperti itu. Tujuan menikah tidak sehina itu, sobat. Pernikahan bukanlah sebuah lembaga pemuas nafsu birahi saja. Nggak logis kalau kita berkata menikah itu cuma untuk mencegah zina. Oke, terserah kalau mau ngotot berpendapat seperti itu, tapi sebelumnya perhatikan ilustrasi berikut sebelum benar-benar memutuskan.

Perhatikan perasaan pasangan hidup kita. Suatu saat, karena sudah menikah, ada seorang laki-laki yang habis nonton Agnes Monica menari-nari di teve (atau anggaplah siapa gitu yang kebetulan lewat depan rumahnya) menjadi horny. Karena horny, berhubung sudah menikah dan nggak mungkin meniduri si Agnes, si laki-laki lantas meniduri istrinya. Benar, dengan seperti itu zina bisa tercegah. Tapi bayangkan perasaan si istri kalau tahu dia ditiduri cuma sebagai pelampiasan!

Ilustrasi yang kedua, anggap saja aku sudah bisa terangsang dengan lawan jenis pada umur 15 tahun. Aku jadi suka sama seorang cewek di sekolahku. Jadi suka berfantasi tentang cewek itu. Kita asumsikan saja cewek tersebut juga memiliki perasaan yang sama kepadaku. Lalu, apakah tepat kalau aku menikah hanya karena supaya tidak zina? Umurku waktu itu masih 15 tahun. Mau dikasih makan apa anakku besok? Apa iya mentalku sendiri juga sudah siap jadi bapak? Apa iya aku harus memutuskan sesuatu yang besar dalam hidupku hanya karena alasan nggak logis, nafsu sama seorang gadis?

Jangan sampai berpikiran setiap nafsu itu pasti bakal mengarah ke zina, dong! Nafsu kepada lawan jenis itu manusiawi. Normal. Nggak dosa, wong kodratnya memang kayak gitu. Kita ini manusia, Dab, bukan hewan. Selain punya nafsu juga punya akal. Akal itulah yang bakal mengendalikan nafsu kita. Nafsu itu bakal jadi dosa kalau kita salurkan tidak pada tempatnya. Jadi bukan hanya karena nafsu lalu solusinya sudah pasti nikah. Nikah nggak sesimpel itu.

Aku juga nggak setuju ketika ada orang yang berkata, “Kalau memang suka, sudah dilamar aja. Nggak usah pacaran.”

Suka itu wajar. Ketika ada gadis cantik yang kebetulan lewat di depanku, kalau aku jadi suka itupun wajar. Tapi ini cuma sebatas “suka”. Dan suka yang terjadi dalam kondisi demikian adalah suka karena faktor fisik. Adalah omong kosong ketika kita melihat lawan jenis kita untuk pertama kali bisa langsung jatuh cinta. Non sense! Yang kita rasakan waktu itu cuma ketertarikan fisik. Kita nggak mungkin jatuh cinta tanpa mengenal karakter lawan jenis tersebut. Dan sangat tidak bijaksana tiba-tiba melamar seseorang untuk dinikahi hanya karena ketertarikan fisik. Itupun kalau yang dilamar mau.

Ada banyak faktor yang membuatku berpikir pacaran itu nggak haram dan cenderung sebaiknya dilakukan, selain dikarenakan sebenarnya antara pacaran dan ta’aruf memiliki pengertian dasar yang sama. Kusebutkan satu-persatu saja.

Pertama, aku nggak mau asal-asalan dalam membentuk rumah-tangga. Tentunya aku nggak mungkin menikahi gadis yang tidak aku kenali seluk beluknya secara langsung. Di zaman yang rancu seperti sekarang ini aku nggak mudah percaya sama orang. Semuanya harus kubuktikan dengan kepalaku sendiri. Aku nggak bakal percaya kalau ada yang bilang, “Anaknya si Anu itu baik lho, sholihah. Sudah, kamu nikahin dia aja. Sifatnya gini, gini, gini. Pokoknya top.”

Itu kan cuma kata orang. Sedangkan yang mau nikah itu aku, bukan orang yang ngasih tau itu. Bagaimana kalau seandainya aku nurut-nurut aja dan ternyata gadis yang aku nikahi tidak cocok secara prinsip denganku? Siapa yang mau bertanggung-jawab kalau keluargaku berantakan?

“Ah, itu kan cuma alasan yang dibuat-buat untuk melegalkan pacaran. Pacaran kan isinya cuma yang manis-manis. Nggak kelihatan pahitnya. Nyatanya yang pacarannya lama aja belum tentu ketika menikah keluarganya bisa utuh,” sanggah seseorang.

Itulah dia. Justru di situ itu point-nya, menurutku. Lihat sendiri, kan? Yang sudah berusaha saling mengenal dengan lama aja bisa berantakan, apalagi sama yang tidak dikenali sama sekali. Berantakan kuadrat jadinya.

Kedua, zaman sekarang ini adalah zaman yang amburadul. Kita nggak bisa berharap banyak orang-orang yang hidup di zaman ini memiliki akhlak semulia orang-orang di zaman Rasulullah dan para sahabatnya. Banyak kamuflase yang terjadi di zaman ini yang membuat aku nggak bisa asal-asalan dalam memilih pendamping hidup. Lha wong nyatanya yang kelihatan alim dan berjilbab aja bisa ngelonte, kok! Aku nggak bisa merumuskan pasangan hidupku hanya karena yang aku taksir terlihat alim, aku suka (ngelihat fisiknya), lantas kulamar. Banyak yang harus kuwaspadai di zaman seperti ini. Banyak yang harus kucermati dengan lebih mendalam.

Ketiga, aku percaya jodoh itu takdir, dan takdir itu di tangan Tuhan, tapi tentu saja kita harus berikhtiar. Nggak mungkin misalnya aku suka sama Zaskia Mecca dan kepengen dia jadi istriku tapi aku cuma berangan-angan sambil menatap koleksi fotonya di harddiskku. Dia nggak kenal aku, dan bagaimana mungkin aku bisa meyakinkannya kalau aku pantas jadi pendampingnya kalau aku nggak berusaha mendekatinya? Tak kenal maka ta’aruf, kata Bram DJ, adik kelasku yang diisukan sebagai penyuka sesama jenis.

Jodoh memang di tangan Tuhan. Itu takdir. Tapi menurut pengertianku, takdir adalah sebuah konsekuensi pilihan. Manusia itu makhluk Tuhan yang sudah diberi hak prerogatif oleh-Nya untuk memilih. Misalnya saja begini: Tuhan memberiku alternatif jodoh buatku sebanyak 3 orang, Zaskia Adya Mecca, Diandra Paramitha Sastrowardoyo, dan Ladya Cheryl Baharrizki. Ternyata aku lebih memilih berikhtiar mendekati salah satunya, Zaskia, misalnya, sambil melupakan 2 sisanya. Maka konsekuensinya Tuhan mentakdirkan Zaskia-lah jodohku.

Kalau takdir itu berlaku mutlak dan cuma ada 1 pilihan, nggak usah aja berusaha beribadah sekalian. Wong sudah ditakdirkan nantinya siapa yang bakal masuk surga dan siapa yang bakal masuk neraka. Gitu lho analoginya.

Jangan bicara cinta sejati hanya milik Allah. Sekali lagi, jangan bicara itu! Konteks kita kali ini bukan itu. Okelah, cinta sejati memang kepada Allah. Tapi itu “cinta sejati”, Bol. Sedangkan yang kita bicarakan saat ini adalah “cinta ideal”, cinta antar sesama manusia yang berlainan jenis. Kapan-kapan akan kubahas perbedaan cinta sejati dan cinta ideal ini.

Nah, jadi kita nggak bisa asal-asalan menyimpulkan setiap pacaran pasti haram dan setiap ta’aruf pasti halal, kan? Semuanya tergantung pacarannya gimana, ta’aruf-nya gimana. Siapa bilang setiap pacaran berarti pegang-pegangan, raba-rabaan, cipok-cipokan, dan ujungnya pasti bobo bareng, lalu setiap ta’aruf nggak mungkin bobo bareng? Semua tergantung bagaimana akal kita menyikapinya. Jangan terlalu paranoid hanya karena sebuah istilah.

Tinggal diakali aja, gimana supaya pacarannya nggak berujung zina. Seperti aku (hwakakaka!), misalnya. Cuma bisa SMS-an sama telepon-teleponan bagaimana mau zina. Ketemuan juga pas lagi rame-rame. Kontak fisik juga sebatas gandengan tangan, itupun jarang dan cuma dilakukan lebih karena pertimbangan suatu tempat dalam keadaan rame sehingga aku takut kalau anak gadisnya orang malah hilang (perhatikan skala prioritas!). Tinggal diarahkan aja supaya pacarannya nggak di tempat sepi di mana banyak setan lewat, kan? Nafsu pasti ada tapi hati tetap dijaga, Dab. Mau pakai kontak fisik atau nggak, itu urusan personilnya, bisa menjaga atau tidak. Sekali lagi, jangan terlalu paranoid hanya karena sebuah istilah!

Tanyakan pada Mitha,
selama dua tahun cinta pertamaku,
seberapa sering kugandeng tangannya?

Tanyakan pada Desti,
selama sembilan bulan kebodohanku,
seberapa sering kugandeng tangannya?

Tanyakan pada Ayu,
selama tiga bulan pelarianku,
seberapa sering kugandeng tangannya?

Tanyakan pada Tika,
sampai sekarang penantianku,
seberapa sering kugandeng tangannya?

278 Responses to “Pacaran = Anjing”


  1. 1 syah Januari 28, 2007 pukul 2:53 am

    absen dulu ah…. komennya ntar2an

  2. 2 syah Januari 28, 2007 pukul 3:22 am

    oke saya sudah baca….
    entry yang bagus. karena itulah saya suka mampir kemari kalo ada entry baru.
    saya justru menunggu komentar dari “mereka-mereka” yang menyanggahnya.
    salam kenal mas… blog-mu kuwi wuuaapikk tenan isine.

  3. 3 manusiasuper Januari 28, 2007 pukul 9:24 am

    Mitha Ratna Pratiwi, Desti Maulani Nurmahysa, Dwi Ayu Novaria, Saptorini Kartika Dewi…

    Mereka siapa joe??

  4. 4 manusiasuper Januari 28, 2007 pukul 11:54 am

    Nambah-nambah!

    —————————–

    “Misalnya saja begini: Tuhan memberiku alternatif jodoh buatku sebanyak 3 orang, Zaskia Adya Mecca, Diandra Paramitha Sastrowardoyo, dan Ladya Cheryl Baharrizki”

    —————————–

    Wakakakak…!!!!
    Bangun Joe! BANGUUUN!!!

  5. 5 joesatch Januari 28, 2007 pukul 12:34 pm

    syah:::
    ah..ah..ahihihihi…jgn gitu dunk, mas. saya jadi malu😛
    manusiasuper:::
    mereka adalah gadis-gadis yang hampir saya tiduri, kwakwakwa…! ini sudah bangun. iya lho, aku kalo ngeblog pasti sambil bangun. ga pernah sambil tidur. susah soale😀

  6. 6 krisosa Januari 28, 2007 pukul 2:47 pm

    hehe… bener juga arti lagu “Mahysa”-nya ya joe? 🙂

  7. 7 krisosa Januari 28, 2007 pukul 3:13 pm

    weittss.. kayaknya komennya salah topik eh. untuk yg satu lagi eh..

  8. 8 anung Januari 28, 2007 pukul 3:31 pm

    hei bang,…penjelasanmu ttg takdir bagus,,,
    aku juga bingung disitu,,,(deking juga),,,
    pacaran?!?!,,,wah,,,gak ada yg ?mau ama aku je,,
    piye arep pacaran,,
    WUAHAHAHAHAH

  9. 9 kikie Januari 28, 2007 pukul 4:29 pm

    pacaran pasti bakal ada acara cipok-cipokan sampe bobo bareng?
    katanya gag boleh su’udzon …😀

  10. 10 joesatch Januari 28, 2007 pukul 5:29 pm

    krisosa:::
    lain kali ati2, john😛
    anung:::
    sementara, itu memang penjelasan paling logis mengenai takdir menurut pengertianku. sama seperti kalau aku dulu memilih bertahan di UNS maka mungkin takdirku adalah A. tapi karena aku memilih haluan ke UGM, takdirku jadi B. dong?🙂
    kikie:::
    lho, kalopun ada, itu berarti dilakukan oleh oknum. oknum itu sakti sekali, kayak buto cakil yang juga nggak bisa mati2, hehehehe!

  11. 11 arifkurniawan Januari 28, 2007 pukul 6:35 pm

    Tumben Joe, panjang amat postingannya. Pake ada acara ta’aruf-ta’aruf segala pula.
    Hehehe..

  12. 12 passya Januari 28, 2007 pukul 7:23 pm

    tambah lama tambah berat…go joesatch go..

  13. 13 Hanichi Kudou Januari 29, 2007 pukul 12:01 am

    Wooii.. Joe, lu bilang pacaran itu adalah sebuah proses pengenalan 2 orang yang berbeda jenis kelamin untuk lebih jauhnya dilanjutkan dengan menikah. Oke itu lu yang definisikan…

    Klo aq definisikan pacaran itu adalah hubungan suami-istri yang sah dalam suatu ikatan yang sah yang tercatat dalam KUA, lo mo bilang apa..!!

    Nyantai aja, gw jg nyantai kok..

    tp masalahnya lu tu gak ngerti gmn menilai sesuatu itu halal ato haram.. maaf maaf aja yaa..

    Ada beberapa kaidah klo dalam ushul fiqih untuk mengetahui suatu fakta itu haram ato nggak.

    Pertama kita tuh harus tau fakta dulu, Joe yang manis.. nahhh.. klo kita nilai suatu fakta itu dari definisi, lalu menghukuminya dengan hukum Islam itu namanya menghukumi definisi, bukan fakta.

    Realitinya ato faktanya pacaran itu bukan yang Joe ato yang saya definisikan, tapi faktanya pacaran itu kan kembali kepada fakta para aktivis pacaran itu sendiri, apa yg dilakukannya selama pacaran, bukan kembali kepada definisi yg aku ato Joe sebutkan…

    Bukti terkuatnya itu kan dari pengakuan Joe sendiri sebagi aktivis pacaran, Joe yg pinter ngaku klo cara pacarannya itu gandeng-gandengan tangan, trus berdua-duaan, maka aku katakan ini adalah perbuatan yang HARAM..!!!

    Kenapa?? Karena ada dalil yang mengharamkan berdua-duaan dengan lawan jenis yg bukan mahromnya, apalagi pegang-pegangan tangan.. huarame rek.. rek.. puooolll..

    Dari fakta yang Joe katakan ini sj sdh membuktikan klo pacaran itu memang haram..

    Klo Joe mau bantah argumenku diatas, tunjukkan dalil yg membolehkan pegang-pegangan tangan sama berdau-duaan sama yg bukan mahrom..

    Itu yg pertama Joe..

    Trus yg lainnya, Joe yg imut ini bilang klo Semuanya tergantung situasi dan kondisinya. Mungkin ada sj jenis pacaran yg gak melakukan dua-duaan ato pegang-pegangan tangan, tapi apa itu bs dinamakan pacaran..?!! Siapa yg setuju yg namanya pacaran itu gak pernah ketemu ato telpon-telponan, berarti dia memang gak tau fakta sebenarnya dari pacaran itu, ato mungkin dia orang pedalaman yg gak pernag kenal istilah pacaran, trus dia pake istilah pacaran itu untuk nama sebuah gelas… Kan anehh.. Yg namanya pacaran itu ya pegang-pegangan tangan, berdua-duaan, mesra-mesraan..yg diharamkan dlm ISlam..

    Tentang generalisir ta’aruf itu halal, maka yg mengeralisir ini bukan manusia, tapi Yang Menciptakan MAnusia melalui para RAsul-Nya. Rasul sendiri sudah membolehkan yg namanya ta’aruf utk menikahi seorang wanita, tapi klo ta’arufnya itu berdua-duaan, trus pegang-peganagn tangan maka yg berdosa itu orangnya, bukan ta’arufnya, karena yg namanya ta’aruf itu ya hrs dalam batas-batas syar’i (disyariatkan dalam agama), klo melanggar, mk orangnya berdosa, bukan ta’arufnya yg haram.. gitu lho..

    analoginya gini, ketika kita mengendarai mobil BMW yg dari segi teknis gak ada masalah, tapi yg nyetir itu lg mabok, mk bs aja mobil itu nabrak tiang listrik, kesalahan bukan pd mobil, tp pada pengendaranya.

    Klo memang yg namanya pacaran itu gak maksiyat kyk pegang2ngan tangan, maka aku tny, pacaran itu dideklarasikan gak sih.. Ya kan..

    PAcaran kan nesti disepakati dulu, sm cewek yg dipacari klo mereka pacaran, klo nggak, maka pasti cewek itu gak akan ngakui klo mereka lg pacaran..

    Nahh.. pendeklarasian semacan inipun sebenarnya gak pernah ada dalam ISlam, yg ada ya Khitbah ato Nikah.. Klo Joe mau bantah, tolong sebutkan dalil yg membolehkan pendeklarasian pacaran dlm ISlam, sebutkan dalilnya, al-Quram ato Sunnah, gak ada kan..?? Klo khitbah ato Nikah, itu ada dalilnya..

    Nyantai aja Joe, gw cm mo benturkan argumenlu yg, maaf, aku angap lemah bahkan sakit, dgn pemahaman yg bersih dan sehat.. aku siap diskusi face to face sm lu, lu anak Mipa kan, gw jg. Kt diskusi scr jentelmen maaan.. Oke.. oya gw angkatan 04, msh adek angkatan lu..

    gitu aja.. thx..

  14. 14 de King Januari 29, 2007 pukul 2:07 am

    Joe…cangkemmu kuwi lho …:D
    Hehehe…aku omong boso Jowo opo Bali yo Joe?
    Karepmu arep milih sing ndi….hehehe
    sekali lagi cangkemmu hehehe…
    PEACE Joe…

  15. 15 priandoyo Januari 29, 2007 pukul 12:49 pm

    Maaf, tipikal mas hanichi kudou ini model anak baru kuliah yang baru kenal tarbiyah, baru ketemu ustad A, ketemu pengajian B terus merasa sudah memiliki ilmu seluas samudra. komentar komentarnya model seperti ini nih. Saya juga dulu seperti mas hanichi, menghakimi semua hal yang ada atas keyakinan (segelintir) keyakinan yang baru saya dapatkan. Mas repot lho mas ngomong haram halal, apalagi pake menyalah-yalahkan gitu. Dah ga jamannya lagi lho.

    Buat saya pribadi, pacaran itu tidak masalah, yang penting substansinya yaitu apa? CARI PASANGAN kan. Jaman sekarang lho mas, akhwat yang cakep itu banyak fans-nya lho. Apalagi yang dah cakep, pinter, kuoya. Dan dari fans-fans itu ada kompetisinya, itu pasti hukum alam mas. Nah sekarang kalau gitu mas-nya mau gimana? nunggu aja, diem. Atau berusaha mencari yang terbaik. Jodoh tuh pasangan kita seumur hidup lho, bukan 1 atau 2 tahun saat ideologi anda sedang XYZ besok2 kalau jadi ABC pusing lho

  16. 16 maruria Januari 29, 2007 pukul 2:07 pm

    Yup..!! Bener banget..!! Smua tergantung dari konteksnya. Kalo kata saya, mo ta’aruf kek, mo pacaran kek, pokoknya masing2 bisa jaga diri dan kehormatannya, biar ga timbul fitnah. Masalahnya, skarang yang berjilbab juga banyak yg pacaran ko…
    Intinya, tetep inget Tuhan laah…

  17. 17 kudzi Januari 29, 2007 pukul 3:04 pm

    Coba tanya deh sama pak quraish shibab, Islam tidak mengenal namanya pacaran, yang ada yaitu ta’aruf, artinya perkenalan, perkenalan disini banyak disalah artikan oleh kita, perkenalan yang banyak ditafsirkan yaitu pacaran, yang isinya jalan berdua, berdua – duan di mana – mana, gandengan tangan, peluk – pelukan, dan sampai ditahap yang berbahaya….!!! (artikan sendirilah !) itulah yang sebenarnya DILARANG di dalam agama Islam.
    Nah Islam sendiri mengajarkan salah satu cara untuk ber ta’aruf dengan benar, seperti kata Bapak Quraish Shibab, jika kalau seorang laki – laki menyukai seseorang perempuan, maka dekatilah orang tuanya, jika merasa ingin lebih kenal dengan sang Pujaan Hati, maka datangilah rumahnya dimana terdapat muhrim sang pujaan hati, jika hendak pergi ke suatu tempat maka ditemani pula dengan muhrim sang pujaan hati…
    Bukan dengan cara makan malam berdua, jalan bareng berdua, pegangan tangan, dll yang serba berdua, kan sudah selalu diingatkan bahwa setan itu ada dimana – mana.. selalu ingin menyesatkan anak adam.
    Bersikaplah dewasa dan ksatria…
    dan janganalah mendekati zina…

  18. 18 joesatch Januari 29, 2007 pukul 3:37 pm

    arifkurniawan:::
    yang kemarin2 juga panjang2, kok, mas🙂
    passya:::
    yeah…yeah…hehehe!
    Hanichi Kudou:::
    Sudah dibaca judulnya? Sudah dbaca paragraf demi paragraf? Sudah ditelaah kalimat demi kalimat? Sudah dicerna kata demi kata? Sudah dieja huruf demi huruf?
    Semua jawaban pertanyaan Anda sebenarnya sudah ada di tulisan saya🙂
    Saya sakit? Ah, semua anak MIPA kayaknya juga tau. 2 generasi sebelum Anda nyatakan, mereka juga sudah bilang gitu, kok. Oh maaf, bukan 2 generasi. 4 generasi sebelum Anda malah! Tanya aja sama Mas Anjar Priandoyo yang pernah jadi kakak kelas saya itu deh. Ya udah, nggak usah terlalu kecewa karena batal jadi yang pertama ya, dik, hehehehe!
    Kalo mau diskusi silahkan aja. Sekembalinya saya dari Jkt hari sabtu, biasanya saya ada di ruang Himakom. kalo nggak ketemu di kampus, silahkan dateng ke rumah saya di Pogung Rejo B19. Gimana?
    Ngomong2, pas ngomentarin postingan saya ini, Anda lagi ada di Raia.net, ya? Box 5 kalo nggak salah. Iya, nggak?
    Ehm, kalo saya bisa nunjukin contoh nyata pacaran yang blas ga sentuhan, cuma lewat sms+telp, apa Anda mau percaya? Kalo iya, kapan2 kita ke kantornya OpenWebHost, deh. Kukenalin sama temenku yang pacarannya kayak gitu😀
    de King:::
    Cangkemmu juga. Eh, tapi aku kelahiran Denpasar lho. Jadi silahkan diartikan sendiri maksud kata2 cangkem dari saya berarti apa, kekekeke!
    priandoyo:::
    Makasih, mas, sudah sudi mewakili saya menjawab🙂
    maruria:::
    senengnya ada yang bisa memahami maksud tulisan saya. eh, yang berjilbab itu bukan pacaran, lho. namanya ta’aruf, cuma dibahasa-indonesiakan, jadinya pacaran…eh, sama aja dink ya?😛
    kudzi:::
    Oooo…gitu ya? Ehmmmm…kemarin yang ngeluh ke aku, udah bawa2 X-Trail (sekarang ganti Jazz) tapi masih belum dapet cewek itu siapa ya? Nggak pa-pa kok, Zi. Intinya kayak kata Mas Anjar: CARI PASANGAN! kalo cuma diem, gadis yang kamu suka nggak akan pernah ngerti perasaanmu padanya, hehehe! Yang jelas, Zi, pesenku buat kamu kalo baca tulisanku, sama kayak pesenku buat Hanichi Kudou itu😛

  19. 19 Amd Januari 29, 2007 pukul 3:46 pm

    Hmmm….
    Inti postingan ini ada di puisi absen yang dicetak miring itu kan?

  20. 20 joesatch Januari 29, 2007 pukul 3:58 pm

    hahahaha…iya juga ya!
    aku membayangkan kami berlima bisa berkumpul bersama😛

  21. 22 ABe Januari 29, 2007 pukul 5:40 pm

    Joe poenya tjangkem roepanya mangkin mateng..tjoema haroes sabar..sabaaar (jang mbatja..heuheuheuheuh)

  22. 23 pramur Januari 29, 2007 pukul 7:06 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    @ joesatch
    Setuju banget! Banyak yg tertipu karena ada embel2 ketimurtengahan, ta’aruf! Wahahaha….
    .
    Lucu. Mungkin itu kata yang tepat untuk Hanichi Kudou.
    .
    @ Hanichi Kudou
    Wah, baca dulu sampe habis Mas…

  23. 24 joesatch Januari 29, 2007 pukul 7:46 pm

    bahtiar:::
    prengas-prenges ngopo je, kang? kekeke😛
    ABe:::
    tjangkem? ejaan lama ini konteksnya menganggap saya sebagai orang jawa/orang bali, kang? kekekeke!
    pramur:::
    Hehehehe…taulah…kan anda lebih “berpengalaman” dengan “mereka”😛 *bletak!*

  24. 25 sora9n Januari 29, 2007 pukul 7:48 pm

    panjang rek…

    Kalo menurutku ya… kembali ke definisi “pacaran” itu sendiri. Masalahnya, banyak anak muda sekarang yang beranggapan “pacaran nggak afdol tanpa gandengan”…

    Makanya, “pacaran” dapet stigma negatif. “Ta’aruf” sendiri kemudian diposisikan sebagai kontra-“pacaran”, otomatis stigmanya jadi lebih positif. Kalau menurutku, itu tergantung orangnya: namanya manusia, bisa aja khilaf, walaupun sedang ta’aruf!

    Soal definisi tadi, coba aja ganti istilah “pacaran model Joe” jadi “wxkwz”. Nanti kalau ditanya, bilang “aku nggak pacaran, cuma lagi wxkwz.” Baru nanti orang lihat esensi dari “wxkwz”, dan coba timbang: apa iya “wxkwz” mengandung zina??

    Ya enggak kan? Padahal esensi dari “pacaran model Joe” dan “wxkwz” itu sama!!

    Tanya kenapa…🙂

  25. 26 pramur Januari 29, 2007 pukul 9:03 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    @ joesatch
    “berpengalaman”? “mereka”?

  26. 27 septoadhi Januari 29, 2007 pukul 10:17 pm

    berarti ta’aruf aja kita nyebutnya sekarang,
    kan udah dinyanyiin juga ama duo terkenal di Indonesia, itu lo Ratu, judulnya TTM = Ta’aruf Tapi Mesra wakakakakaka
    hore……….hore……….

  27. 28 de King Januari 29, 2007 pukul 11:45 pm

    Aku heran…kok banyak orang yang gampang banget terprovokasi sama postinganmu ya…(Maaf mas Hanichi)…
    Kayaké mereka pada bacanya cuman sekilas n cuman baca yang tersurat saja…
    Mereka gak berusaha memahami apa yang tersurat dan juga pesan yang ingin kamu sampaikan…
    Tp omong2 pesan kamu apa to Joe??Sego kucing karo Jaésu yo???

  28. 29 S Setiawan Januari 30, 2007 pukul 12:46 am

    Wakakak, lucu juga nih😛
    Sure, semua itu berpulang sama yang melakukannya kok.

  29. 30 ChieYangFagi2KesalGara2DomfetKetinggalan Januari 30, 2007 pukul 10:04 am

    septoadhi::Ta’aruf Tapi Mesra ..hueheheheh

    Iya lah bego banget klo ampe mikir cuma karena ketimur tengahan jadi lebih baik..ganti aj bahasa kita jadi bahasa arab klo gitu sie..

    saya rasa si hanichi kudou ga ngerti deh maksut tulisan diatas…

    klo saya sieh..mo pacaran kek mo ta’aruf kek..balik lagi ke masing2 orang yang jalanin nya..klo ngomongnya taaruf tapi pas di jalanin malah jadi zinah,,ya sama aj boong~

  30. 31 Lilik Januari 30, 2007 pukul 12:07 pm

    nice blog joe keep writing,walaupun ak ga setuju dg tulisanmu ini, anak himakom kan?salam bwt bety ria sersana ya….

  31. 32 joesatch Januari 30, 2007 pukul 12:12 pm

    sora9n:::
    terima kasih sudah menyambung lidah saya😛
    pramur:::
    iya, kan?😀
    septoadhi:::
    mesramu kapan e, sep? wong sms wae ra tau dibales, kekekekeke!
    de King:::
    maksud saya sebenernya cukup jelas, kok. mengajak supaya tidak terjebak gara-gara stigma dari sebuah istilah🙂 terus juga, sedikit “mengejek” mereka2 yang terlalu fanatik menggunakan istilah2 ketimur-tengahan – mungkin meniru Abu Jahal dan Abu Lahab – dalam berbahasa, sampai2 melupakan bahasa yang sebenernya justru paling mudah dimengerti oleh bangsa kita. bagaimana dakwah mereka mau diterima setiap lapisan kalau bahasanya aja belum tentu bisa diterima semua lapisan, kekekekeke! tapi sego kucinng+jaesu, bolehlah…😛
    S Setiawan:::
    Orang yang diberi nama Muhammad oleh orang tuanya belum tentu nggak bakal minjem VCD bokep, kan?😛 Seperti teman saya yang mau minjem bokep, dia bilang gini, “Ojo nganggo jaminan KTP-ku, Dab. Ono jeneng Muhammad-e. Isin aku.”😀
    ChieYangFagi2KesalGara2DomfetKetinggalan:::
    Saya turut berduka cita2 atas tragedi ketinggalannya dompet Anda, kekekeke!

  32. 33 joesatch Januari 30, 2007 pukul 12:17 pm

    Lilik:::
    Makasih buat ketidaksetujuan anda. Yang penting tetep damai dan nggak saling menyalahkan juga meng”kafir”kan🙂 Ya…ya…nanti kalo ketemu Bety aku sampekan😀

  33. 34 Dimas Januari 30, 2007 pukul 12:27 pm

    walah22X mas joe 2x!!!!

    aqku setuju banget sama yang diomongin mas joe…..

    namun sekali lagi aku ingin sedikit keluar dari context.

    sekali lagi aku tekankan!!!!!

    ini indonesia!!!! bukan arab atau timur tengah!!!!

    jadi jangan terus pakai istilah arab untuk melegalkan sesuatu yang menurutnya tidak boleh dilakukan tapi merupakan kodrat: co : Pacaran!!!!!

    moga2 mas joe tetep kritis dan konsletnya lebih mending dari tahun ke tahun….

    tak doain jadi bapak yang suskes!!!!!

  34. 35 mamas seno Januari 30, 2007 pukul 3:10 pm

    memang akan mucul berbagai alasan untuk pembenaran suatu yang salah itu biasa. mendekati zina sangat dilarang oleh islam, itu sangat jelas hukumnya. kalo alasan ta’aruuf itu dah basi. namanya beribadah itu dah ada cara dan petujuknya. seperti kita sholat ga bisa kita sholat menghadap menara eifel or menara pisa, sholat tetep aja menghadap ke ka’bah. demikian juga ibadah yang laen termasuk menikah, udah ada cara2 dan aturannya yang ga boleh dilanggar.
    so pacaran itu ga perlu dan haram hukumnya

  35. 36 wi Januari 30, 2007 pukul 3:14 pm

    ga sengaja nyasar ke blog ini,,
    BAGUS juga,,
    salut lah…
    salam be ye dari wong palembang,,

  36. 37 PejuangIslam Januari 30, 2007 pukul 4:06 pm

    waduh…
    sewajarnya dan seharusnya kita jauhi pacaran kecuali jika udah nikah.

    Nah makanya lebih mulia dan baik mana orang yang nikah meskipun muda daripada yang suka pacaran.

    Yang jelas Berpacaran menggambarkan; Tidak Bertanggung Jawab, Gak “Laki-Laki” atau Gak “Perempuan”, Kurang Waras, dll

    Sory😀

  37. 38 arif komB Januari 30, 2007 pukul 4:26 pm

    Ngomong2, pas ngomentarin postingan saya ini, Anda lagi ada di Raia.net, ya? Box 5 kalo nggak salah. Iya, nggak?

    mas joe.. hanichi itu bukan aku.. kemarin aku emang di raia tapi di box 9. (kegeeran) hehe..

  38. 39 joesatch Januari 30, 2007 pukul 4:41 pm

    mamas seno & PejuangIslam:::
    oke, saya istilahkan dengan “mengenali kepribadian calon istri saya” kalo gitu.
    [emosi mode=”ON”]
    PADA BENER-BENER BACA NGGAK, SIH???!!! ATAU CUMA LIAT JUDULNYA AJA?!
    [/emosi]
    kayaknya masih ada aja yang tetep ga baca postingan saya sampe habis…ckckck! masih aja terjebak stigma…parah…kaco…kebiasaan…
    arif komB:::
    yang bilang kamu juga sapa, rif?😛 diliat tgl komennya donk, kekekeke!

  39. 40 Hanichi Kudou Januari 30, 2007 pukul 5:19 pm

    Maaf, gw kok gak liat ada bantahan yg logis yah..??

    Baik dari Dek priandoyo atawa dr Joe, atawa dr yg lain. Isinya cuma mempertanyakan apakah sy sdh baca baik-baik, kata per kata ato blm… Ato bahkan sedikit mencemooh gw sbg orang yg sok tinggi ilmunya. Ok, klo mmg priandoyo anggap gw gak tau apa-apa jelaskan ke gw mana dalil yg membolehkan pacaran..

    Buat Joe, Tolong bantah argumen bahwa yg dihukumi itu bukan definisi, tapi fakta.. Fakta orang pacaran yg melakukan ke-HARAM-an sdh gak bisa dibantah oleh tatapan mata sekalipun..

    Coba sebutkan kitab mana yg menyebutkan klo yg dihukumi itu definisi, bukan fakta.

    Trus.. masalah deklarasi pacaran antara wanita dan laki-laki yg bisa sy katakan bid’ah gak ada tuntunannya dalam Islam..

    Tentang warnet, ya gw di RAIA no. 6 bkn No. 5, oke sy tunggu kepulangan Joe.. di kampus..

    dan sy tunggu argumen yg logiss bukan cacian, makian, ato mengalihkan topik pembicaraan, dan satu lagi, gw udah bc artikel Joe ini huruf perhuruf, kata perkata. terima kasih..

  40. 41 joesatch Januari 30, 2007 pukul 5:34 pm

    Sebelumnya, saya sudah ngajak ke kantornya OpenWebHost, kan?
    Gini aja…
    Ta’aruf=perkenalan, pacaran=perkenalan. Tentu, ini menurut pendapat saya🙂
    Sekarang kalo ada oknum pelaku pacaran yang berzina, yang dosa siapa? Oknumnya atau istilah “pacaran”nya?
    Sekarang kalo ada oknum pelaku ta’aruf yang berzina, yang dosa siapa? Oknumnya atau istilah “ta’aruf”nya?
    Ternyata jawabannya memang oknum-nya, kan? Bukan istilahnya, kan? Baiklah, saya cuplikkan komentar Anda sendiri:

    Fakta orang pacaran yg melakukan ke-HARAM-an sdh gak bisa dibantah oleh tatapan mata sekalipun..

    Nah, komentar Anda yang saya tebalkan sendiri ternyata mengakui kalo yang bermasalah dalam hal ini adalah oknumnya, bukan istilahnya. Jadi, bisa dibaca kalimat postingan saya yang terakhir? Bukan yang puisi, lho. Saya cuplikkan lagi, ya, Dik Hanichi:

    Sekali lagi, jangan terlalu paranoid hanya karena sebuah istilah!

    Inti dari postingan panjang lebar saya di atas adalah ITU! Wis dong? Sudah paham?🙂

  41. 42 Hanichi Kudou Januari 30, 2007 pukul 5:36 pm

    Maaf gw perjelas.. biar gak bingung..

    YG harus dibantah/ditanggapi :

    1.Perbuatan yang Halal ato haram dalam ISlam tidak ditentukan dari definisi, substansi, semangat, ato yg lainnya. Tapi dari fakta empiris (terindera) yg terjadi, klo sesorang itu ta’aruf tp berdua-duaan (kholwat) mk perbuatan itu adalah perbuatan yg HARAM. dan klo seseorang itu ta’aruf, tapi pegang-pegangan tangan mk perbuatan itu adalah perbuatan yg haram.. JK INGIN MEMBANTAH, KEMUKAKAN DALIL YG MEMBOLEHKAN KHOLWAT (DUA-DUAN) ATO PEGANG-PEGANGAN..!!! Jk tdk, mk bantahannya percuma sj.

    2. Deklarasi atau kasarnya, proklamasi antara pria dan wanita yg belum terikat pernikahan untuk pacaran adalah deklarasi atau proklamasi atau persetujuan yg tidak pernah dituntunkan dalam pergaulan ISlam. JK INGIN MEMBANTAH ARGUMEN INI, KEMUKAKAN DALIL YG BERKATA TENTANG BOLEHNYA melakukan DEKLARASI PACARAN..!!! Jk tdk, mk komentar anda percuma sj.

    3. Adakah org yg pacaran tanpa di-DEKLARASI-kan, tanpa pegang-pegangan tangan, tanpa telfon-telfonan yg mesra, tanpa berdua-duaan, yg kesemuanya adalah aktivitas yg di-HARAM-kan dlm ISLAM… Silahkan bantah ini dgn dalil.. jk tdk , mk tanggapan anda seperti kulitkacang yg siap dibuang kekotak sampah sj.

    Terima KAsih..

  42. 43 joesatch Januari 30, 2007 pukul 5:39 pm

    Bid’ah….
    lagi2 bid’ah….
    Kata2 pamungkas yang jadi tren kayaknya…
    Ada tuntunan nonton TV dalam Islam? Ada tuntunan ngenet di warnet Raia dalam Islam? Ada tuntunan untuk naik sepeda motor? Punya hape? Main sepakbola? Badminton? Basket? Catur?
    Ada nggak Islam menuntunkan semua itu?
    Nggak ada, kan?
    Wah, semua itu berarti bid’ah, donk?

  43. 44 joesatch Januari 30, 2007 pukul 5:44 pm

    Maaf juga, kayaknya anda semakin melenceng dari topik! Saya sedang tidak membahas halal-haram dalam postingan ini. Yang saya bahas adalah stigma dari sebuah istilah.
    Bisa dikopi? Bisa bahasa Indonesia? Saya khawatir Anda lupa bahasa sendiri.
    Bisa baca komentar saya untuk de King di sini?

  44. 45 Hanichi Kudou Januari 30, 2007 pukul 5:48 pm

    Hati-hati dengan provokasi gw, kata-kata gw yg terakhir pada setiap poin itu utk memburamkan fikiran anda yg ingin membantahnya, ini satu teknik..

    Oke, BAng JOE.. KLO kenal sm Arif Hidayat (sori Riff.. gw bawa2 namamu, peace..peace..) anak iLkomp 04, mk dia kenal sm gw..

    Gini mas Joe, yg tidak diperbolehkan dlm ISlam itu bkn cm Zina aja, tp jg dua-duaan, pegang-pegangan tangan, jalan berdua, mesra-mesraan, jd… okelah.. anggap gw setuju klo definsi pacaran itu=ta’aruf… Tp kenyataannya, apa aktivitas-aktivitas orang yg benar-benar ta’aruf itu sm dengan aktivitas orang yg benar-benar pacaran..??

    — Apakah orang yg gak pernah ketemu itu org yg bener-bener pacaran..?? Tlg dijwb… please..—

  45. 46 de King Januari 30, 2007 pukul 5:51 pm

    Aku cuma péngin tanya…g tau ini nyambung dengan obrolan di atas apa gak…bodo amat…
    Misalkan gini:
    Di lembah UGM tuh jadi arena berjudi (pelakunya si Joe kekekekek).
    Lalu yg harus dilarang itu apanya??
    Apakah Lembah UGM jd terlarang untuk dikunjungi atau judinya yang dilarang?
    Kalau Lembah UGM yg jd ditutup hanya gara2 Joe judi di situ (hehehe bercanda Joe) kok rasanya gak adil ya?
    Seharusnya yang dilarang itu JUDINYA kan???
    So….kalo menurutku yang harus dilarang tuh content-nya!!!Itu menurutku lho…terserah menurut kalian

  46. 47 Hanichi Kudou Januari 30, 2007 pukul 5:52 pm

    Ternyata teknikku berhasil dengan baik.. Hehehe.. Sorii Bang JOE… sori.. sori..

  47. 48 joesatch Januari 30, 2007 pukul 5:53 pm

    1.Perbuatan yang Halal ato haram dalam ISlam tidak ditentukan dari definisi, substansi, semangat, ato yg lainnya. Tapi dari fakta empiris (terindera) yg terjadi, klo sesorang itu ta’aruf tp berdua-duaan (kholwat) mk perbuatan itu adalah perbuatan yg HARAM. dan klo seseorang itu ta’aruf, tapi pegang-pegangan tangan mk perbuatan itu adalah perbuatan yg haram.. JK INGIN MEMBANTAH, KEMUKAKAN DALIL YG MEMBOLEHKAN KHOLWAT (DUA-DUAN) ATO PEGANG-PEGANGAN..!!! Jk tdk, mk bantahannya percuma sj.

    Apakah ada dari tulisan saya yang menyebutkan saya memperbolehkan kholwat – atau apapun istilah Anda?

    2. Deklarasi atau kasarnya, proklamasi antara pria dan wanita yg belum terikat pernikahan untuk pacaran adalah deklarasi atau proklamasi atau persetujuan yg tidak pernah dituntunkan dalam pergaulan ISlam. JK INGIN MEMBANTAH ARGUMEN INI, KEMUKAKAN DALIL YG BERKATA TENTANG BOLEHNYA melakukan DEKLARASI PACARAN..!!! Jk tdk, mk komentar anda percuma sj.

    Apa semua hal yang tidak ada tuntunannya berarti tidak boleh dilakukan? Kalo gitu banyak sekali perkara bid’ah yang kita lakukan, donk. Wong jaman ini jelas2 berbeda dengan jaman Rasul. TV, radio, internet, hape, main bola, semuanya juga nggak ada tuntunannya, kan? Coba ada sebutkan DALILnya yang membolehkan hal-hal yang saya sebutkan barusan. Mana dalilnya????? Manaaaaaaaa???????😛

    3. Adakah org yg pacaran tanpa di-DEKLARASI-kan, tanpa pegang-pegangan tangan, tanpa telfon-telfonan yg mesra, tanpa berdua-duaan, yg kesemuanya adalah aktivitas yg di-HARAM-kan dlm ISLAM… Silahkan bantah ini dgn dalil.. jk tdk , mk tanggapan anda seperti kulitkacang yg siap dibuang kekotak sampah sj.

    Ada. Ayo, kapan mau ke kantor OpenWebHost? Mari kita berkenalan dengan saudara MHD.

  48. 49 de King Januari 30, 2007 pukul 5:58 pm

    contoh lain gini…
    Dulu kan ada usulan alias draft berkaitan dengan infotainment (g tau skrg sdh dilaksanakan atau belum…g pernah baca berita sih)
    Ada suatu organisasi yang ingin mengeluarkan fatwa kalau infotainment itu haram karena banyak mengungkap aib orang lain…
    Lalu masalahnya gini…kan tidak semua content infotainment itu ttg gosip dan yang jelek2. Tetap ada juga kan info yg bermanfaat (wlaupun mungkin porsinya sangat kecil).
    Lalu apa tindakan mem-fatwakan infotainment itu haram sudah tepat???Lalu kalau PH membuat program baru dengan nama sederhana ‘Berita Hari Ini’ tapi content-nya tetap ttg gosip…gimana donk???Itu kan hanya acara berita biasa…gak diharamkan kan lha wong bukan infotainment kok…yang haram kan infotainment doank.
    Jadi menurutku seharusnya yang diharamkan adalah berita2 yang tentang ghibah (bener gak nulisnya hehehe) dan gosip2 gak mutu itu….bukannya acaranya (walaupun dalam hal ini acara menjadi sarana).
    Jadi sekali lagi seharusnya yang DIHARAMKAN adalah CONTENT-nya…bukannya NAMA-nya…

  49. 50 de King Januari 30, 2007 pukul 5:59 pm

    Lho Joe…kamu lagi online to?
    aku dah capek2 nulis banyak banget malahan keduluan kamu kirimnya…jadi malu😀

  50. 51 de King Januari 30, 2007 pukul 6:00 pm

    kita kayaké nulisnya hampir bareng…tapi kamu duluan kirimnya ya…
    Yah..dikira njiplak nih komentarku
    dasi isin

  51. 52 joesatch Januari 30, 2007 pukul 6:02 pm

    iseng kie dab. nunggu waktu brkt ke jkt, hehehehe!
    yaaahhh….payah, si Hanichi nyerah….😛

  52. 53 priandoyo Januari 30, 2007 pukul 6:14 pm

    Walah walah postingan kaya gini malah rame ya jo😀

    Mas Hanichi Kudou anda pengennya apa sih, pengen membuat semua orang taklid dengan pemahaman anda ya, atau pengen mencerahkan orang. Anda cuap-cuap halal haram itu benefitnya apa, dan apakah anda yakin orang-orang, dan lebih banyak orang lain akan mendengarkan argumen anda. Kalau cara berargumen anda seperti ini, klaim bahwa anda yang paling bener, orang dah males ndengernya.

    Orang jaman sekarang tuh pinter-pinter mas, mereka ga bisa terima dalil buta begitu aja. Yang logis-logis aja lah yang bisa diterima. Yang gampang dicerna dalam bahasa yang sederhana. Dan agama tuh bisa disajikan seperti itu. Konsep-konsep yang anda tawarkan tuh terlalu melangit, ga nyampe di orang bodo kaya saya.

    Sekarang jawab pertanyaan ini baik-baik:
    Mungkinkah anda mendapatkan istri yang berkualitas kalau tanpa didahului dengan hunting-approaching-ngerayu-ngegombal-nekad dkk, jawab dengan jujur, coba lihat lingkungan sekitar anda, akhwat2 disekitar anda mas

  53. 54 fertobhades Januari 30, 2007 pukul 9:38 pm

    sorry OOT, Joe koq cuman 4 ? masih kalah dong samaku🙂

    Saya suka diskusi ini….

  54. 55 de King Januari 30, 2007 pukul 11:12 pm

    Nggumun aku ..wong Indonesia kok senenge mung ngurusi jeneng. Indonesia senenge ndelok mung soko njobo…mbok sekali2 dikaji lebih dalam. Buat apa mempermasalahkan nama dan definisi…yg penting bagaimana kita menjaga isi dari sebuah nama.
    PENGUMUMAN:
    Jangan pada mau diprovokasi sama si Joe…dia itu kurang kerjaan kok😀
    BTW nang jakarta arep ngopo Joe?Arep dolan nang Taman Lawang ya?

  55. 56 Hanichi Kudou Januari 31, 2007 pukul 12:05 am

    Bang Joe, maaf ya.. gak mungkinlah gw nyerah..

    TV, radio, internet, hape, main bola, nonton TV, ngenet di warnet Raia, naik sepeda motor, Main sepakbola, Badminton, Basket, Catur. Dan semua yang ada didunia ini tidak bisa lepas seujung rambutpun dari Islam, atau dengan kata lain Islam mengatur semuanya tanpa kecuali…

    Oke.. Bang Joe.. nyatai aja, sekarang gw mau keluarin jurus gw yg lain..

    Secara empirik (fakta yg terindera), dunia ini terdiri dari benda dan perbuatan. Benda yg dimaksud adalah segala sesuatu selain manusia, sedangkan perbuatan adalah perbuatan manusia itu sendiri..

    Nah.. Allah SWT telah berfirman dalam QS al-BAqoroh ayat 20 ‘alam tarou annaLlaha sakhkhorolakummaa fissamawaati wal ardhi wa as bagho ‘alaikum ni’mahu zhoohirotawwabaathinata’ (Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang dilangit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan bathin).

    atau dalam QS al-BAqoroh ayat 22 ‘alladzii ja’alalakumul ardho firoosyawwassamaa abinaa a wanzalaminassamaa i maa anfaakhrojabihii minatstsamarooti rizqollakum’ (Dia-lah yg telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan), lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagi rizeki bagimu)

    Atau dalam al-Baqoroh ayat 29 ‘Huwalladzii kholaqollakummaa fil ardhi jamii’a’ (Dia-lah Allah yang menjadikan SEGALA YANG ADA di Bumi ini untuk kamu).

    Dari dalil-dalil diatas, dan banyak lagi dalil yg lain (QS Ibrahim : 32-34; QS Qaaf : 9-11; al-Baqoroh : 173; al-An’am : 145) lahirlah kaidah fiqih yg berbunyi :

    “al-ashlu fi asyya’ al-ibahah ma lam yaridh dalilu tahrim”

    (Hukum asal dari suatu benda adalah boleh, selama tidak ada dalil yang mengharamkannya)

    Maka dengan kaidah yg digali dari dalil-dalil syara’ ini, maka benda-benda seperti TV, Komputer, HP, sepedamotor adalah benda yang hukumnya mubah (boleh). Inilah hukum dasar semua benda yg ada dibumi Allah ini, semuanya boleh untuk digunakan, kecuali benda-benda yg diharamkan oleh dalil al-QURAN, as-Sunnah, Ijma’ shahabat dan Qiyas syar’i, seperti, darah, bangkai hewan, daging babi,dll. Sekali lagi sy tegaskan, hukum dasar sebuah benda adalah mubah, kecuali ada dalil yg mengharamkannya.

    Sehingga, benda-benda yg Bang Joe sebutkan seperti TV, radio, internet, hape, Bola sepakbola, catur, dll. itu semua adalah benda yg mubah, karena tidka ada dalil yg mengharamkannya.

  56. 57 Hanichi Kudou Januari 31, 2007 pukul 12:30 am

    Kemudian tentang perbuatan (af’al), maka al-Quran telah berbicara mengenai mesalah ini..
    ::
    ::
    dalam QS al-Hijr ayat 92-93 berbunyi kurang lebih “fawarobbika lanas alannahum ajma’iin. ‘amma kaanuu ya’maluun” (Maka demi Tuhanmu, Kami PASTI akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu).
    ::
    ::
    Atau dalam QS Yunuis ayat 61 berbunyi “wa maa takuunuu fii sya’niiwwamaa tatluu minhuu minqur aniwwalaata’maluuna min ‘amalin illa kunna ‘alaikum syuhuudan idz tufiidhuu nafiihii” (Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari al-Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi SAKSI atasmu di waktu kamu melakukannya)
    ::
    ::
    dan juga hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yg berbunyi ” man ‘amala ‘amilan laisa ‘alaihi amruna fahuwa roddun” (barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan, sedangkan tidka ada perintah kami, maka perbuatan itu tertolak”
    ::
    ::
    Maka dari dalil-dalil diatas, dan banyak lagi dalil yg lain, lahirlah kaidah fiqih yg berbunyi :

    ::
    ::

    “al-ashlu fi af’ali at-taqoyyudu bi hukmi syar’i”
    ::
    ::
    (Hukum asal dari suatu perbuatan adalah terikat dengan hukum syara’)
    ::
    ::
    dari kaidah fiqih ini, setiap perbuatan manusia tidak bisa terlepas dari hukum Islam sejengkal kakipun, tidka ada perbuatan yg tidak ada dalilnya, setiap perbuatan hamba manusia itu pasti ada dalilnya, tidak ada yg tidak ada dalilnya.
    ::
    ::
    Contoh sederhananya saja adl kasus yg di sodorkan oleh Bang Joe, yaitu “ngenet di warnet Raia”. Ngenet di warnet Raia adalah suatu aqod jual-beli terhadap jasa menyediakan layanan akses internet yg diberikan oleh manajeman warnet Raia kepada kita para pelanggannya. Hukum aqod ini mubah karena ada dalil al-Quran yg berbunyi : “wa akhallaLlahu ba’ia wa harromarribaa” (Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba). Jadi hukum dasar dari ngenet di warnet Raia adl mubah karena memenuhi syarat-syarat jualbeli terhadap jasa. Hukum dasar ini bisa berubah haram jika kita berdua-duaan dengan wanita yg bukan mahromnya dalam box warnet ini, karena ‘Jalan yg menghantar kepada keharaman adl haram’.
    ::
    ::
    Sehingga anggapan Bang Joe bahwa negnet di warnet RAia itu tidak ada dalilnya adalah anggapan yg gegabah, beginilah ISlam melihat suatu fakta dan menghukuminya, yg dihukumi adalah faktanya, bukan definisinya.. Demikianlah..

  57. 58 Hanichi Kudou Januari 31, 2007 pukul 12:45 am

    Oke Bang Joe.. Klo menurut Bang Joe pacaran itu gak pegang-pegangan tangan, gak pernah ketemu, gak pernah tefon-telfonan mesra, gak pernah berdua-duaan maka ini adalah cara berpacaran yg salah dari sudut pandang para aktivis pacaran.
    ::
    ::
    dan klo Bang Joe jg beranggapan bahwa gak pegang-pegangan tangan, gak pernah ketemu, gak pernah tefon-telfonan mesra, gak pernah berdua-duaan sama saja dengan ta’aruf, maka saya ingin bertanya kepada Abang yang baek ini, Kenapa gak ta’aruf aja sekalian.. kenapa gak ta’aruf aja.. klo mau masuk ke dalam ISlam itu keseluruhan duooonnng Baang.. Gw dukung deh klo Bang Joe mo ta’aruf, krn itu memang boleh dilakukan sebelum khitbah (lamaran), asal gak pegang-pegangan tangan, gak dua-duaan, gak mesra-mesraan.. ntar pass udh nikah mesra-mesraan deh lu sebulan dulu sebelum itu tu.. hehe..
    ::
    ::
    Kan asyik coy.. ahhhh loe gak negrasain seninya sih… ISlam itu paling canggih klo soal cinta.. Dia meredam di saat yang tepat dan melepaskannya disaat yg tepat pula.. SubhanaLlah… Kembalilah ke ISlam saja.. yoi kan.. PASTI..!!

  58. 59 syah Januari 31, 2007 pukul 2:25 am

    wah…. menceng dari topik nih.

  59. 60 antobilang Januari 31, 2007 pukul 7:32 am

    jadi inget yang namanya mirip ama aku…(tapi beda loh!)…
    antoslaafy waktu getol banget ngomentarin wadehel…
    ada ini antosalafy jilid ke II ya…
    aku cuma khawatir kalo Hanichi Kudou (namanya aneh) ini berbicara terus2an kayak gini..semakin eneg aja orang ngebacanya..cos omongane mbingungi..saya khawatir (khawatir saja lho…) kalo apa yang dituliskan disini adalah hasil pemikiran (bersama2) dari suatu kelompok yang selama ini merasa tersinggung (disinggung dalam tulisan joe)…jadi mereka (kelompok td) sekarang sedikit merasa berani sudah merasa mempecundangi joe, PADAHAL…mereka telah mempecundangi diri mereka sendiri….
    mas hachi (bersin aku! hehe…)…pesen saya..hormat dikit kalo ngomong ama kakak angkatannya…karena saya sebagai orang awam melihat komentar anda itu cenderung arogan, dan ga konsisten menggunakan kata2 lu..gue..saya..(hehe..mencoba tampak gaul kalee)..mendingan juga kayak mas joe itu bahasa yang digunakan apa adanya…ora njlimet..(mau dakwah kok pake bahasa alien..)…ck.ck..ck…cape deh..

  60. 61 wong jowo Januari 31, 2007 pukul 10:20 am

    wah hanamichi ini cerdas juga, saya yang orang gunung gini aja sangat mudah mencerna logikanya dek hachi ini. Wajarlah banyak pihak yang tidak senang dengan sebuah kebaikan pola pikir seperti yang dek hanamichi paparkan.dan para petidaksenang tersebutpun akhirnya berembug, berkumpul bersama-sama membahas, mengkaji penjelasan yang di paparkan oleh dek hanamichi (jujur saya ndak kenal ama hanamichi ini). Namun sayang sekali hawa nafsu mereka kali ini gagal untuk berpikir jernih dan cerdas. Maka diutuslah mas ‘antobilangtersinggung’ ini untuk sedikit menyumbat alur pikiran pembaca. bukan malah menyerang idenya malahan menyerang orangnya. Padahal kalo bener katanya anak muda sekarang open minded mas antobilang pasti akan mencerna terlebih dahulu apa yang dipaparkan oleh dek hanamichi yang apa adanya, tapi kok malah pake cara baheula, alien tu kan asing. Maka kebenaran pun tampak asing bagi yang kesehariannya jauh dari hidayah Allah. Namun yang sangat membuat hati saya bergembira adalah begitu banyaknya siratan kata di blog ini (yang tak terkubur habis oleh pisuhan yang ada)yang menunjukkan bahwa pemiliknya itu sedang mencari.. Mencari hidayah itu sebelum mati menjemput.

  61. 62 wong jowo Januari 31, 2007 pukul 10:22 am

    *ooo hanichi to, bener khan saya ndak kenal :p

  62. 63 antobilang Januari 31, 2007 pukul 1:45 pm

    hoho…maaf ya wong jowo…sepertinya orang yang anda belain itu juga tida berpikir open mind..bahkan termasuk anda..bisa jadi saya juga..
    berpikir bahwa paham yang dianut oleh golongan anda adalah paling benar..saya bukan bermaksud mengeneralisasi semua orang TAPI saya muak dengan orang2 jenis ini..sok alim sok bawa2 dalil agama tapi lupa dengan bagaimana seharusnya menjalin hubungan baik dengan sesama manusia..entah dia ga pernah solat, entah dia tukang ngaji, entah dia tukang palak…semua orang pasti HARUS bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan….maksud komen saya diatas adalah ini blognya Joe (saya juga ga kenal lho ama jo..)… jadi joe mau nyangkem apa juga itu urusan dia..kalau mau berdakwah..itu tuh sama orang2 yang masih bisa anda cuci otaknya dengan dalil2 anda..duh capee deh..

  63. 64 wi Januari 31, 2007 pukul 2:01 pm

    wah seruuu ya,,
    tiap hari wi jadi penasaran sama komen di posting ini hehe..
    mm,,
    pada dasarnya kita semua ini masih mencari..
    bukannya emang itu gunanya kita dikasih akal?
    dan saling nasihat-menasihati dalam kebenaran emang dianjurkan kan?
    memberi masukan
    bukan menggurui
    bukan memaksakan pendapat
    tiap2 kita punya landasan masing2
    keyakinan itu bukan sswtu yang bisa digoyang gitu aja bos!
    malah klo mas joe nurut2 aja ama mas (eh adek ding) hanichi itu artinya mas joe letoy dunk, dak katek pendirian…
    jadi ya.. biarkanlah setiap orang menjalani keyakinannya masing2
    yang mutusin halal haram, masuk surga ato neraka itu 4JJ1
    jadi ya kita urusin aja tanggung jawab vertikal masing2..

    hidup spider-man (loh ga nyambung ya hehehe)

  64. 65 syifa Januari 31, 2007 pukul 3:27 pm

    aku seneng moco tulisan2mu, Joe. ceplas-ceplos banget. paling ora aku iso open mind sithik lah… mesq sing ngomong wonge ra nggenah koyo kowe.

  65. 66 syifa Januari 31, 2007 pukul 3:44 pm

    tak tantang jo, sesuk aku nikah nggo caraku, kowe nikah nggo caramu. sepuluh tahun neh dewe ketemu ndelok perkembangane. sopo sing bener toh sakjane? piye? [hehe… aku tertarik karo tema kuwe wae lah…] rasah di gawe mumet, dab!

  66. 67 diditjogja Januari 31, 2007 pukul 4:11 pm

    setuju ma bang joe!!!
    *bukan project P kan?!* :p

    jangan terjebak dengan istilah!!!

    anjrit!! panjang amat postingane!!!

  67. 69 fedy Januari 31, 2007 pukul 6:08 pm

    ntah kenapa kok yang diperdebatkan di komentar adalah halal haram dari suatu label “pacaran” dan “ta’aruf”, kayaknya mesti belajar bahasa indonesia dan arab nih….

    menurutku yang diperhatikan adalah esensinya, pacarannya gaya gak ketemu dan gak pake pegang2an atau ta’aruf yang tiap hari jalan2 berduaan? atau juga pacaran yang sampe `bobo bareng` atau ta’aruf yang hanya berbicara dan ber`kenal`an pribadi masing-masing?

    the label it’s not the point…

    ::
    ::

    ntah kenapa, gw kok ikut2an komen, apa gw penasaran ya??

    joe bales komen ke blog ku..! :))

  68. 70 Hanichi Kudou Januari 31, 2007 pukul 6:39 pm

    Kepada bapak-bapak Komentator seperti antobilang, syah, kulo niki nyuwun pangapunten nggeh, klo mau baca komentar saya, tolong, seklai lagi, tolong baca komentar-komentar sebelumnya dari Bang Joe, karena mesti ada hubungannya.

    Buat Bang Joe yg msh jalan-jalan di JKT, ato mungkin sampai sekarang masih naik roller coaster di Dufan, gw juga nyuwun pangapunten, komentar dr BAng Joe msh gw tunggu. dan smg BAng Joe di JKT sana tetap dlm lindungan allah SWT.. (Besok siang sy jg mo ke JKT lo BAng Joe)

    Buat Fedy, nyuwun pangapunten nggeh, mohon dibaca komentar sy dr awal, sy bahkan mengatakan bahwa hukum dari suatu perkara tidak dilihat dari definisinya (istilahnya), tapi dilihat dari fakta perbuatannya, krn setiap perbuatan itu terikat dengan hukum syara’. Jika dia ta’aruf tp pegang-pegangan tangan, dua-duaan, mesra-mesraan, maka sm saja, perbuatan mereka itu adl perbuatan yg haram.. Tetapi ta’arufnya tetap berhukum mubah (boleh), karena memang ada dalil yg memubahkannya atau membolehkannya asal dlm batas-batas syar’i.

  69. 71 antobilang Januari 31, 2007 pukul 7:35 pm

    komentator? sama dong kayak anda sendiri…
    bisanya cuma komen juga kan?…
    saya juga lihat postingan di blog anda…ga lebih ga kurang sudah saya bisa baca anda itu seperti apa…saya sih lebih bangga sama orang2 kyak joe ini…(saya bukan fans joe lho…)
    berani bersuara atas apa yang dirasanya tidak pas…
    saya pikir juga pasti akan selalu banyak/ada yang akan bantuin nguatin komen2 anda….yah temen2 yang sehaluan dengan anda…
    bukan begitu?
    oo..pada mau ke jakarta..kebetulan saya juga tanggal 8 mau k jakarta…

  70. 72 anung Januari 31, 2007 pukul 8:24 pm

    assalamualaikum sodara,,
    seperti antobilang diatas, aku lebih suka bang joe, karena dia mencurahkan hal2 yang ia pikirkan tur gak srek nang ati..
    klo mau posting2 keagamaan yg bermanfaat, buka aja forumnya partai damai sejahtera, banyak perang dalil2 disitu,
    lagipula, anda tau dalil2 itu dan apakah anda telah menyelami tafsir2nya? akan lebih bijak jika tidak hanya dalil2 saja (yang baca postingan ini bukan orang islam saja).
    klo mau perang dalil bisa saja, tapi klo anda itu berpendidikan tinggi dan mempunyai logika yg lumayan, dalil itu gak cukup, buat apa tafsir alquran klo gitu? (anda sudah baca tafsiran2 alwuran yg seabrek itu????)

    jujur, saya belom baca, dan ilmu agama saya masih terlalu minim untuk menghakimi orang. apalagi topik “pacaran” itu topik yang berat..
    yang deket2 dulu, cara sholat yg bener, cara wudhu yang bener, baca alquran yg bener…
    (soalnya semua itu belum fix untuk saya)

    saya gak mihak bang joe atau si salafi diatas lho,,,
    netral man!!

  71. 73 anung Januari 31, 2007 pukul 8:25 pm

    ralat alwuran –> alquran

  72. 74 cape de Januari 31, 2007 pukul 10:21 pm

    jangan berdebat masalah yang tidak jelas!
    abstrak.. cape de..

  73. 75 azwin the hobbit Januari 31, 2007 pukul 10:43 pm

    wah2…mas sinichi tipikal orang2 di millis…omong doang…daripada ngabisin duit ngenet buat nulis sesuatu yang anda sendiri blom ngerti banget ilmunya…mending ketemu aja gimana ?? kalo mau saya tunggu di himakom…ato kalo emang satu kost sama arif hidayat nanti biar arif yang nganter…ini nomer saya silahkan dihubungi kalo udah siap…jangan lupa nge save postingan2 si salafy biar kliatan tau (padahal hobi re-post) nanti… 0818 0277 9613…nanti sms dulu ya…soalnya biar semua orang yg ikut ngoceh disini bisa ikut dateng…ooke ?? mau ngga ?? mungkin orang2 islam awam seperti saya memang butuh pencerahan dari orang banyak tahu seperti anda…catet nomernya

  74. 76 S Setiawan Januari 31, 2007 pukul 11:03 pm

    Bernama Muhammad dan minjem VDC bokep? Lha, itu kok kayak temen gw. Dude, you read my mind😛

  75. 77 azwin the hobbit Januari 31, 2007 pukul 11:09 pm

    capede…mending tu komik ditamatin deh mas sinichi kudo…aku dah capek bacanya dari jaman SMP :p

  76. 78 azwin the hobbit Januari 31, 2007 pukul 11:11 pm

    temen saya malah faizudin al-hamawi hobinya minum2 + nonton koleksi rahasia (yg beberapa season saya kumpulkan)di laptop saya…

  77. 79 antobilang Januari 31, 2007 pukul 11:25 pm

    nah itu kan sebenernya juga bukti kalo ga perlu namanya mau muhammad abu jahal sekalipun kalo emang bejat ya bejat…
    termasuk itu menyebut dirinya sedang melakukan taaruf tapi juga melotot matanya ngeliat yang begituan…banyak lho tmen2 saya di fakultas TP, yang katanya alim sih eh..ternyata punya banyak koleksi 3gp…yah itu mah sama aja boong…mending keliatan bejat tapi emang bejat..daripada keliahatan alim..eh tenyata koleksi temen di fsnya aja banyak wanita2 bertanktop….halah2 ada yang tersinggung ga ya…
    btw usul bagus tu sdr azwin the hobbit, ketemuan aja ama si hachi…kalo aku sih males ngomong ama batu…
    btw yang punya blog kmana ni…di jakarta ga sempet ngenet ya coy?oke deh ditunggu kehadirannya di blog ini, semoga dapat nyonthong lagi…

  78. 80 syah Februari 1, 2007 pukul 12:50 am

    nyok jemput bang joe rame2 di jakarte nyok….

  79. 81 de King Februari 1, 2007 pukul 5:22 am

    Ayo pukul….ayo tendang…
    hajar terus…ambil batu…lempaaaaarrrrr…
    [provokator pun tersenyum… :D]

  80. 82 faizudin al-hamawi Februari 1, 2007 pukul 5:49 am

    astaghfirullah…kalian smua pada salah sangka….saya alim yo…buktinya, saya pernah dapat pacar berjilbab dan ali koq,ho3….minum2 tu maksudnya bukan mabok..tapi minum coffemix ampe mblenek…nonton koleksi tu maksudnya, koleksi mp3 zo….jangan tertipu sama cangkemanne azwin itu..dia hanya iri saya bertahan samapai 1 bulan,dia hanya 2 minggu…ha3…suwi aq dab…

  81. 83 faizudin al-hamawi Februari 1, 2007 pukul 6:05 am

    menurut diriQ,pacaran tu bolah boleh aza..asal ‘sehat’…tau pacaran yg sehat…pacaran yg sehat itu waktu qta lupa sholat, dia mengingatkan qta utuk sholat…waktu qta dolan trus, dia ingatkan bahwa qta masih punya rumah, masih punya kuliah, dan masih punya ibadah…waktu qta tergoda nafsu, dia ingatkan bahwa qta pacaran bukan untuk berbuat tabu, tapi membuat diri qta sebagai orang yang baru, orang yang lebih baik…maka anggaplah pacar qta sebagai seorang bidadari titipan sang ilahi sebagai perantara-Nya untuk membuat qta menjadi makhluk yang lebih berbudi; jaga, hargai dan hormati dia, jangan sampai sedikitpun ternodai…jadikan dia sebagai inspirasi agar qta cepet lu2s, cepet dapat penghasilan agar qta bisa cepet mendapatkannya sebagai ‘pendamping hidup’..
    ingat bung ” konon wanita tercipta dari rusuk kiri laki-laki…dekat ke tangan untuk dilindungi…dan dekat ke hati untuk di cintai, dihormati, dan di hargai….”

  82. 84 anung Februari 1, 2007 pukul 8:30 am

    ::azwin
    azwin2 malang nasibmu..
    aku setuju ama kowe win,
    kapan nyok kita pengajian di ruang himakom..
    hehehehe
    sms yoo!!!

  83. 85 kudzi Februari 1, 2007 pukul 8:41 am

    Tapi setidaknya aku kepingin seperti itu joe…
    pengen yang benar…

    dan akupun tidak kepengen menggunakan fasilitas yang diberikan orang tua untuk itu….

    Wuekekekeeeee….
    Mbok ya aku diajrain, hanya bermodalkan motor yamaha bututmu itu bisa kenalan sama cewek..

  84. 86 maruria Februari 1, 2007 pukul 11:29 am

    Wah..saya setuju banget sama saudara faizudin al-hamawi. Buat saya pacaran ga masalah ko, yang penting sehat n bisa menjaga diri serta kehormatan masing2. Mo ta’aruf kek..mo pacaran kek..yang penting inget Tuhan selalu, so kalo mo berbuat maksiat, inget dosa,gitu..
    Jaman sekarang juga banyak ko jibaber tapi pacaran juga.Bukan mo menghujat, tapi liat kenyataan ko..Saya contohnya,wekekekekek..

  85. 87 priandoyo Februari 1, 2007 pukul 11:47 am

    ampun, makin rame juga ternyata. jo jo hebat sampeyan!, mestinya sampeyan jadi bintang film aja

  86. 88 kenny Februari 1, 2007 pukul 4:21 pm

    kirain dapurku sudah cukup panas, tapi ternyata sini lebih panas(berbalas komentar..)

    joe..kamu memang hot…:D

  87. 89 pramur Februari 1, 2007 pukul 9:57 pm

    Bismillahirrahmanirrahim.
    Assalaamu’alaikum.
    Alhamdulillah. Allahumma sholli ‘ala Muhammad.
    Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,
    dan mudahkanlah untukku urusanku,
    dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
    supaya mereka mengerti perkataanku.
    (Tenang Joe, biarpun pake nyang beginian, daku ga masuk salafy kok, kekekeke…)
    .
    Numpang nimbrung nih Mas…
    .
    @ Hanichi Kudou
    Seperti yang Mas Joesatch sabdakan, sebaiknya Anda memahami makna dari postingan ini dulu, baru bicara masalah dalil dan kroni-kroninya.
    .
    Kalau memang perbedaan pendapat yang mulai suam-suam ini diteruskan, takkan cukup semua media penyimpanan di wordpress’s server, takkan selesai walau sampai matahari terbit dari arah yang tidak kita duga, takkan senang orang tua kita jika beliau tahu kalau kita hanya menghabiskan uang di sebuah warnet dengan koneksi lambat berbiaya per jam mahal hanya sekadar untuk mencerca tulisan seorang joesatch, apalagi dengan dalil-dalil yang terlihat keren, populer, dan tentu saja, sudah hapal luar kepala.
    .
    Seperti yang sudah saya dan beberapa pengikut Boss Joe katakan sebelumnya, jalan keluar tidak akan pernah kita temukan kalau dari awal kita sudah diributkan dengan masalah perbedaan definisi, istilah, bahasa, dan sebangsanya.
    .
    Ada 3 jenis orang yang ga percaya quran, bisa jadi
    1. Ga baca sama sekali
    2. Baca tapi ga paham
    3. Baca, paham tapi ga dapet hidayah
    Atau kombinasi ketiganya yang biar dibolak-balik, semuanya OK (halah, kok malah inget si Aziz..)
    .
    Mungkin Mas Hanichi Kudo ini termasuk aliran kedua atau ketiga, yang sudah baca tapi ga paham atau sudah baca, sok paham tapi punya pendapat yang berbeza. Tidak masalah menurut saya jika punya pendapat berbeda, asal bisa menempatkan diri sahaja.
    .
    Menurut saya, istilah pacaran sekarang mungkin seperti yang dikatakan Mas Hanichi Kudo, sudah mulai mendekat ke arah zina. Jadi, pendapat Mas Hanichi Kudo menurut saya (halah, kok jadi ribet?), pacaran dilarang tapi ta’aruf boleh. Betul?
    .
    Masih soal istilah, ta’aruf memang adalah sebuah proses, proses menuju pengenalan dua orang yang berbeda jenis. Masing-masing proses dapat termedologi secara urut, di mana masing-masing proses dapat diputus (maksudnya : kalo ga cocok, ganti calon isteri nyang laen ). Sumber : bukunya Salim A. Fillah.
    .
    Tapi, beberapa pihak mulai salah menafsirkan atau lebih tepatnya mencampuradukkan kedua istilah ini (pacaran dan ta’aruf). Misal orang yang pacarannya model oldfashion (misal karena Ayah sang calon isteri galak, maka perbincangan antar kedua orang yang ingin menikah ini diselenggarakan atas kerja sama antara kedua orang tua calon isteri dan si calon mempelai laki-laki di ruang tamu sang calon mempelai wanita, serta disponsori martabak telor penuh minyak yang dibawa sang calon mempelai laki-laki dan sepasang gelas bening berisi air teh, dengan sesekali diiringi suara deheman sang calon mertua mempelai laki-laki dari ruang keluarga, jika terasa kericuhan di ruang tamu sudah mulai tidak dapat dikendalikan dengan “remote TV”. Cara ini sukses diterapkan Ayah saya), maka bisa saja disebut ta’aruf, karena jauh dari zina (ini menurut saya).
    .
    Sebaliknya, orang yang ta’aruf dapat disebut “pacaran anak muda model sekarang” jika tujuannya adalah mendekati dengan cara-cara sang calon pezina.
    .
    Jadi, sekali lagi, menurut saya, sebaiknya perngertian istilah yang berasal dari dua negara yang dipisahkan sekitar 9 jam perjalanan menggunakan burung besi itu dikompakkan dulu.
    .
    Ya, joesatch tidak salah soal saya yang telah “berpengalaman” dengan “mereka”, walaupun tidak sepenuhnya pendapat beliau benar. Karena saya belum bisa menganggap “Keluarga” itu adalah benar-benar keluarga.
    .
    Pernah suatu kali, saya melihat seseorang (saya menyebutnya oknum -pen) berjalan dengan seorang akhwat (sebutan untuk wanita dengan “truely jilbab”, oknum juga -pen), cuma berdua (saya bisa pastikan salah satunya bukan muhrim salah satu yang lain) di sebuah pameran komputer (kalau tidak salah, saya jadi panitia di pameran komputer tersebut (di JEC)). Dan saya tahu persis, apa jabatan orang tersebut (yang lelanang) di organisasi “mereka”. Nah, kalau sudah dilihat dengan mata kepala begitu, seeing is believing, bagaimana saya masih punya prasangka baik?? Alangkah konyolnya jika masih punya prasangka baik bukan?? Itukah yang namanya ta’aruf?? Bah!! Sebuah cerita yang jika saya ingat-ingat, menjadi cerita yang benar-benar menggelikan.
    .
    Analoginya mungkin begini. Anda parkir motor di tempat yang agak sedikit terbuka, tiba-tiba ada orang celingak-celinguk (menoleh kanan dan kiri seperti memeriksa apakah keadaan aman atau tidak) di sekitar motor Anda. Anda masih bisa berpikiran “Oh, paling tukang parkir”. Begitu di tangannya Anda melihat sebuah kunci T, Anda mungkin masih merasa, “orang bengkel kali”. Orang itu lalu mulai mencongkel, menyalakan motor, dan kabur dengan cepat. Dan Anda masih bisa berpikir, “Paling cuma minjem sebentar, ntar juga balik..”?? Benar-benar konyol bukan?? (Sorry kalo cerita ini tidak senada dengan topik)
    .
    Ada lagi yang katanya ta’aruf, tapi ngobrol berdua tanpa ada muhrim sang wanita. Lagi-lagi? Bah! Semua istilah yang di-Arab-Arab-kan, lalu menjadi terlihat legal? Mencoba mencari legitimasi dari hal-hal atau dalil yang sesuai nafsu Anda sahaja? Sekali lagi. Benar-benar menggelikan.
    .
    Sekedar informasi, hal di atas adalah salah satu sebab saya membuat buletin laknat yang terkubur dalam-dalam dalam pembredelan mutakhir sang takmir.
    .
    Masalah bid’ah, kita bisa tinjau dari dua sisi. Konteks dan bahasa. Menurut bahasa, bid’ah berarti “baru”. Jadi, semua yang ditemukan setelah Sang Pembawa Risalah tiada, namun tidak ada saat zaman kenabian, itulah bid’ah, sekali lagi menurut bahasa. Kalau menurut konteks, maaf. Saya kurang ilmu di situ. Walaupun saya sudah bukan termasuk anggota “Keluarga” lagi, tapi saya tidak berhenti belajar mengaji, belajar mengkaji, dan berkumpul bersama-sama orang yang bisa saling memberi semangat dalam menuntut ilmu agama ini. Tapi sekali lagi maaf, saya kurang ilmu di situ.
    .
    Satu hal lagi. Memang bukan kapasitas saya memberi nasehat di “rumah maya” Mas Joesatch ini. Tapi setidaknya (dalam kaitannya dengan anggapan remeh Anda terhadap Mas Priandoyo), persilahkan saya mengutip kata-kata guru fisika SMA saya saat saya tertawa-bahak saat sedang bicara dengan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Propinsi, “Anda tidak paham Anda sedang bicara dengan siapa!”.
    .
    Semoga Anda adalah orang yang dapat menutup kembali portal kehidupan maya dengan dunia nyata ketika meniggalkan salah satunya, sehingga urusan di dunia nyata tidak sengaja menghisap aroma permusuhan di dunia maya.
    .
    @ joesatch
    Bagaimana perkembanganku guru? “Molotov”nya udah siap kan? Wekekeke….
    .
    Wassalaamu’alaikum.
    Alhamdulillah.

  88. 90 anung Februari 2, 2007 pukul 10:03 am

    ::pramur
    good komen

  89. 91 manusiasuper Februari 2, 2007 pukul 10:13 am

    the hell pacaran joe, nyari duit buat kawin dulu..!!!

  90. 92 joesatch Februari 3, 2007 pukul 11:02 pm

    Semuanya:::
    Waduh2…thx u…ta’tinggal 2 hari ternyata komennya jadi sebanyak ini. Waktuku jadi nggak cukup buat mbales komennya satu persatu. pokoknya trimakasih banyak aja buat semua komen dan infonya

    Hanichi Kudou:::
    Kayaknya, sih, pertanyaan2 kamu buatku udah ada yang mewakiliku njawab ya? cuma aku pgn nekenin lagi satu hal ke kamu

    dan klo Bang Joe jg beranggapan bahwa gak pegang-pegangan tangan, gak pernah ketemu, gak pernah tefon-telfonan mesra, gak pernah berdua-duaan sama saja dengan ta’aruf, maka saya ingin bertanya kepada Abang yang baek ini, Kenapa gak ta’aruf aja sekalian.. kenapa gak ta’aruf aja..

    Lho, justru point tulisanku kan disitu? Piye tho?
    Ngene yo le… Sekarang apa bedanya aku menggunakan istilah ta’aruf atau pacaran? Kamu sendiri yang bilang lho kalo pacaran sama dengan ta’aruf. Yang mereka lakukan di atas menurut bahasaku adalah pacaran, sedangkan menurut bahasamu adalah ta’aruf. Selain bahasa, adakah perbedaan yang lain? Kamu sendiri kan yang akhirnya menciptakan perbedaan itu? Hehehehe…
    Aku ini orang Indonesia. Masih bisa sedikit menghargai apa yang diucapkan para pendahuluku waktu tanggal 28-10-1928.
    Di Indonesia, apa yang kamu sebutkan di atas sudah jamak dikenal sebagai pacaran. Orang-orang, baik yang muslim maupun yang bukan, semuanya bisa mengerti istilah pacaran. Lalu kenapa aku harus memaksakan diri untuk menggunakan istilah yang ketimur-tengahan kalo di Indonesia sendiri ternyata ada istilah yang merupakan padanannya (terlepas dari perilaku oknum2nya)? Belum tentu semua orang di Indonesia bisa bahasa Arab, kan?
    Aku memang kebetulan Islam, tapi aku tetap orang Indonesia. Jadi buat apa aku memaksakan menggunakan istilah keArab2an untuk bahasa sehari2, seperti maaf diganti afwan, kamu diganti antum, cewek diganti akhwat, cowok diganti ikhwan? Toh aku bukan orang Arab. Aku punya bahasa nasionalku sendiri, kok. Nggak perlu ikut2an Abu Lahab dan Abu Jahal.
    Bukankah Tuhan memang menciptakan kita berbeda-beda, baik bangsa dan bahasa, dengan tujuan supaya kita saling mengenal?
    Nah, apakah kita sebagai manusia mau sok2an menyeragamkan apa yang sudah ditakdirkan berbeda oleh Tuhan?🙂

  91. 93 de King Februari 3, 2007 pukul 11:31 pm

    Wah Akh Joe ini…
    Antum kok ya masih nanggapin dan ngurusin komentar2 itu terus? Mbok wis to…lebih baik sekarang antum ngurusin tugas akhir saja biar antum bisa cepet lulus…
    hehehe… pantes ra Joe?Aku lagi péngin nuansa padang pasir (pasir Parangtritis)😀

  92. 94 the hobbit Februari 4, 2007 pukul 7:02 pm

    Analoginya mungkin begini. Anda parkir motor di tempat yang agak sedikit terbuka, tiba-tiba ada orang celingak-celinguk (menoleh kanan dan kiri seperti memeriksa apakah keadaan aman atau tidak) di sekitar motor Anda. Anda masih bisa berpikiran “Oh, paling tukang parkir”. Begitu di tangannya Anda melihat sebuah kunci T, Anda mungkin masih merasa, “orang bengkel kali”. Orang itu lalu mulai mencongkel, menyalakan motor, dan kabur dengan cepat. Dan Anda masih bisa berpikir, “Paling cuma minjem sebentar, ntar juga balik..”?? Benar-benar konyol bukan?? (Sorry kalo cerita ini tidak senada dengan topik)

    stuju banget pak !!! aku jg sering liat kaya gituan… jilbab gede… tapi oh tapi…

  93. 95 azwin the hobbit Februari 4, 2007 pukul 7:05 pm

    btw…mana sinichi…omong doang !!! diajak ketemuan ga brani…takut ketauan kalo cuma nyontek dari internet ??? kalo kasih komen tu mbok ya yg asli dari pikiran sendiri…jgn copy-paste gitu…ato lagi ngejar deadline cetak komiknya ya ??😀😀

  94. 96 antobilang Februari 5, 2007 pukul 2:26 am

    dan Hanichi Kudou pun menghilang….
    apa jangan2 di culik trus dimasukkan ke ruang gelap lalu digebuki dan diinterogasi sama antek2…(eh..ga mungkin ah..)…
    hahahahaaaaaa…
    yang ada juga mungkin si hanichi ini laghi ngumpulin kliping buat mbales komen…

  95. 97 wadehel Februari 5, 2007 pukul 10:16 am

    Ini komen sama sekali ga baca isi, cuma baca judul ama skimming dikit. dikit banget.

    Pokoknya udah ada konsep kalo joesatch itu belajar jadi bajingan, jadi kemungkinan ini tentang pacaran sama anjing.

    Itu haram, dosa gede, tauk. Jadi kalo mau pacaran sama anjing, supaya halal, pakailah istilah arab, supaya legal dan ga dirusuhi orang. Misalnya Ta’aruf sama anjing, gituuuh.

  96. 98 anung Februari 5, 2007 pukul 12:37 pm

    yah, gak seru lagi nih…jagoannya mana sih? dijemput dong dari kosannya

  97. 100 de King Februari 5, 2007 pukul 6:50 pm

    ya.. saya??

    Ya…Anda yang duduk di pojok, silakan maju ke depan.
    BTW mas Hanichi mendingan jangan terlalu sibuk ngurusi postingan Joe (sorry Joe)…
    Lebih baik Anda bicara (baca: dakwah) sendiri di blog Anda sendiri…
    Pendapat2 Anda yang dahulu silakan ditulis d blog Anda…
    Dan maaf..sekali lagi maaf saya setuju sama wadehel..

    Ini komen sama sekali ga baca isi, cuma baca judul ama skimming dikit. dikit banget.

  98. 101 anung Februari 5, 2007 pukul 8:34 pm

    wah dah muncul!! kok mengecewakan?..cuma angkat tangan doang

  99. 102 anung Februari 5, 2007 pukul 8:35 pm

    itu sinichi aseli gak tuh? mencurigakan..
    jangan2 kid si pencuri ato tuxedo bertopeng…
    ato pahlawan bertopeng..

  100. 103 joesatch Februari 5, 2007 pukul 9:14 pm

    kayaknya PLASU, tuh. nggak ada url-nya soale. sekali lagi, PLASU!

  101. 104 de King Februari 5, 2007 pukul 9:26 pm

    Palsu to?Atau jangan2 dia gak mau (berani) lagi nulis URL-nya hehehe
    Aku ngeklik si Hanichi itu dua kali (hanya selang 3 hari) kok nyambungnya lain…
    Yg pertama bener nyambung ke blog Hanichi Kudao..”ini bukan teknik… dst”
    Tapi pas kemarin aku klik lagi kok nyambungnya ke tempat yg lain ya?

  102. 105 anung Februari 5, 2007 pukul 9:29 pm

    ketoknya dia buat blog baru lagi tuh..liat aja kalendernya..

  103. 106 antobilang Februari 5, 2007 pukul 10:10 pm

    kan si hanichi ke jakarta…dia udah bilang tuh di komen diatas..tapi kok malah jakarta jadi banjir ya?
    (ada hubungannya tidak ya..?)
    mungkin aja blum bisa meramaikan blog ini coz dia juga lagi nyiapin jurus2 baru..halah..palingan juga mentah lagi…
    emang ada dua url yang sering dipake :
    yang pertama http://tigabelas.wordpress.com trus
    http://hanichi.wordpress.com/
    kalo postingan di blog yang hanichi itu pindahan dari prensternya http://www.friendster.com/hanichi.
    (duh..kok aku jadi cari2 info2 tentang sinichi ini ya..hih..jadi atut,…)
    btw di prensternya, lumayan banyak stok cewek2 cantik+bohay tak berkerudung ataupun cewek alim berkerudung yang (mungkin) bisa di add, sapa tau mau diajak kop-dar…wekekeke…

  104. 107 antobilang Februari 5, 2007 pukul 10:11 pm

    sory..yang friendsternya tanpa titik ya ..
    jadi linknya
    http://www.friendster.com/hanichi

    sory mas joe, nyampah lagi..

  105. 108 antobilang Februari 5, 2007 pukul 10:20 pm

    wew..komenku yang atasnya harusnya berbunyi…
    “kan si hanichi ke jakarta…dia udah bilang tuh di komen diatas..tapi kok malah jakarta jadi banjir ya?
    (ada hubungannya tidak ya..?)
    mungkin aja blum bisa meramaikan blog ini coz dia juga lagi nyiapin jurus2 baru..halah..palingan juga mentah lagi…
    emang ada dua url yang sering dipake :
    yang pertama http://tigabelas.wordpress.com trus
    http://hanichi.wordpress.com/
    kalo postingan di blog yang hanichi itu pindahan dari prensternya http://www.friendster.com/hanichi.
    (duh..kok aku jadi cari2 info2 tentang sinichi ini ya..hih..jadi atut,…)
    btw di prensternya, lumayan banyak stok cewek2 cantik+bohay tak berkerudung ataupun cewek alim berkerudung yang (mungkin) bisa di add, sapa tau mau diajak kop-dar…wekekeke…

  106. 109 de King Februari 6, 2007 pukul 12:51 am

    @ antobilang:
    hehehe kamu mau nyaingin si hanichi (apa sinichi hehehe) ya..jadi detektif gitu lho😀

  107. 110 wib Februari 6, 2007 pukul 1:19 pm

    pacaran itu asyik ya….

  108. 111 Hanichi Februari 6, 2007 pukul 3:27 pm

    wahh jadi heboh..
    btw kalian kok benci bgt sich sama si hanichi.. pake menyelidiki ke fs he2.. kurang kerjaan ya? belum tentu orang aslinya seperti yg kalian duga.. don’t judge someone by it’s friendster! yg kemarin tu juga gw yg ngisi… gw alias hanichi palsu.. cocokin e-mailnya deh joe.
    loh emang ga boleh klo namanya sama..😛

  109. 112 antobilang Februari 6, 2007 pukul 4:22 pm

    weleh yang ditunggu dah dateng…
    monggo pinarak…
    *joe:lho yang punya blog tuh sapa?*
    *bletak*
    aku yakin ini bukan hanichi..lagian bukan atas dasar benci aku melakukan penyelidikan singkat ke fsnya dia , justru ini dilakukan atas dasar aku pengen ngerti latar belakang dia, dia itu siapa, dia itu kira2 golongan apa, dia itu temen2nya siapa aja…yah kurang lebih begituh…
    masalah email mah itu bisa di palsu, dudul!

    ayo mana nih yang aseli?

  110. 113 anung Februari 6, 2007 pukul 4:31 pm

    mengerikan..
    aseli mana? palsu mana??
    wuihh..

  111. 114 sora9n Februari 6, 2007 pukul 9:11 pm

    antobilang yang di atas mungkin juga palsu…
    udah nggak ngasih URL, tau2 punya avatar yang gambarnya kotak-item model gitu.🙂 Padahal tadinya avatarnya kosong dan pakai URL…
    ::
    Ayo, siapa ngadalin siapa?😉

  112. 115 sora9n Februari 6, 2007 pukul 9:13 pm

    Ups, ternyata avatarnya baru ganti. Tapi tetep aja yg sebelumnya nggak pakai avatar dan ngasih URL…

  113. 116 antobilang Februari 6, 2007 pukul 9:22 pm

    hehe..mas sora9n, saya aseli kok, lagian ga ada untungnya buat palsuin saya..halah..ga ada untungnya mas..hehehe..
    soale sya kan pendatang baru, jadi masih bingung buat nampilin URL, kadang2 kalo lagi login wordpressku biasanya komen2ku ga ada URLnya, tapi kalo aku logout dulu baru deh ada perintah suruh ngisi email/url…
    hehe…
    harap maklum…

  114. 117 sora9n Februari 6, 2007 pukul 9:41 pm

    wueehhh, maaf, maaf…
    .
    saya juga baru cross-check pake id.wordpress.com/tag, ternyata emang bener fotonya mas antobilang betul yang itu. Baru mau nulis lagi, eh keduluan🙂
    .
    Sekali lagi maaf yah… habis lagi ada isu aseli-palsu…🙂

  115. 118 azwin bajingan 2005 Februari 6, 2007 pukul 10:01 pm

    kan si hanichi ke jakarta…dia udah bilang tuh di komen diatas..tapi kok malah jakarta jadi banjir ya?
    (ada hubungannya tidak ya..?)
    mungkin aja blum bisa meramaikan blog ini coz dia juga lagi nyiapin jurus2 baru..halah..palingan juga mentah lagi…
    emang ada dua url yang sering dipake :
    yang pertama http://tigabelas.wordpress.com trus
    http://hanichi.wordpress.com/
    kalo postingan di blog yang hanichi itu pindahan dari prensternya http://www.friendster.com/hanichi.
    (duh..kok aku jadi cari2 info2 tentang sinichi ini ya..hih..jadi atut,…)
    btw di prensternya, lumayan banyak stok cewek2 cantik+bohay tak berkerudung ataupun cewek alim berkerudung yang (mungkin) bisa di add, sapa tau mau diajak kop-dar…wekekeke…

    tu frensternya aja kaya gitu…bukannya haram ngliatin cewe bohay…aku emang suka sih ngliatin cewe bohay…tapi buat orang yg se-alim + setau anda seharusnya engga kan ??

  116. 120 arif komB Februari 8, 2007 pukul 8:30 am

    wah tambah rame..!

  117. 121 venus Februari 8, 2007 pukul 9:43 am

    waiyaaaah…rame banget di sini ya, joe😀
    seru diskusinya..

    keep writing, joe !

  118. 122 fourtynine Februari 9, 2007 pukul 3:19 pm

    Pacaran itu yang penting tidak berzina, akrab dengan calon mertua,kenal dengan keluarga pacar.serta direstui oleh kedua belah pihak,baik orang tua kita maupun orangtua pasangan kita.dan kalau lagi pacaran tidak nyuekin teman teman.

  119. 123 Hanichi Kudou Februari 12, 2007 pukul 8:45 pm

    Maaf, jika saya tetap berpendapat bahwa ta’aruf itu berbeda secara diametral dengan Pacaran. Karena dari segi normatif (dalil syar’i) ada dalil yang membolehkan ta’aruf, tetapi tidak ada dalil yg membolehkan pacaran, ini disatu sisi. Walaupun sy tetap menghormati panjenengan sedoyo termasuk Kang mas Joe yang berpendapat bahwa Pacaran itu tidak beda dengan ta’aruf, tetapi saya sangat berharap, janganlah pendapat yang panjenengan sedoyo pegangi ini tidak dikritisi sama sekali, sehingga jika ada teman dekat anda yang berdua-duaan (kholwat) antara lelaki dan wanita tanpa mahromnya, tidak anda peringatkan dengan alasan pacaran sama dengan ta’aruf, saya sangat menyayangkan jika hal ini terjadi.
    .
    Disisi lain, spirit (dorongan) orang yang melakukan pacaran tidak sama dengan spirit (dorongan) orang yang melakukan pacaran. Orang yang melakukan ta’aruf dalam rangka mengenali calon istri memiliki spirit untuk melaksanakan hukum syara’ (syariat), walau hukumnya mubah. Sedangkan spirit orang yang melakukan pacaran belum tentu bahkan mayoritas cenderung tidak untuk menaati hukum syara’, melainkan untuk memuaskan naluri mereka semata, maaf.
    .
    Jikalau ada beberapa teman yang ta’aruf tetapi tidak ahsan (baik), seperti kholwat, pegang-pegangan tangan, telfon-telfonan mesra, atau yg lain, maka ini bukan kesalahan ta’aruf, namun kesalahan orang yg melaksanakan ta’aruf. Karena sekali lagi, ta’aruf ada dalil yg membolehkannya, sedangkan pacaran tidak ada dalil yg membolehkannya.
    .
    Dari segi bahasa-pun sebenarnya ada padanan kata yang sesuai dengan ta’aruf, yaitu mengenal/perkenalan, dan mencocok-cocokkan perkenalan dengan pacaran merupakan hal yang sangat dipaksakan dan tidak realistis. Semua orang tau, bahkan maaf, anak kecilpun tau, mana yg pacaran mana yang perkenalan. Mana yang memperkenalkan diri saja dan mana yang mesra-mesraan, mana yang tidak saling berpelukan, dan mana yang saling berpelukan. Oleh karena itu, memaksakan fakta pacaran dengan perkenalan (ta’aruf) merupakan hal yang amat disayangkan jika dilakukan oleh orang-orang yang pintar seperti panjenegan sedoyo.
    .

  120. 124 Hanichi Kudou Februari 12, 2007 pukul 8:46 pm

    Oke.. oke.. sudah.. sudah..
    .
    Saya ndak mau lagi membuat panjenengan sedoyo yang komentar di blog ini capek-capek membenci orang bodoh seperti saya ini, panjenengan mau bilang saya ngopi tulisan orang lain, atau saya orang yang sok tau, sok pintar, itu ndak masalah sama sekali bagi saya, bahkan saya sangat berterima kasih kepada panjenengan sedoyo karena telah bersedia melatih kesabaran orang yang tempramental seperti saya ini.
    .
    Kenapa sy lama gak online? bukan karena sy kebanjiran di JKT, tapi krn sy ada di Palembang sampai sekarang, disini sy bukan tdk ada kerjaan, ada bnyk yg harus sy kerjakan, sehingga baru kemarin sy punya waktu untuk nyambangi blog yg unik ini, trus langsung sy save as.. aja, karena warnet disini gak berani buka 24 jam, jam 21.30 aja sdh diusir-usir sm penjaganya. Mungkin panjenengan sedoyo jg pny stereotip klo org Palembang itu ganas-ganas, ya mungkin itu yg jd alasan kenapa warnet disini cepat sekali tutupnya, tp sy gak ganas lho.. karena orangtua sy itu aslinya Jogja semua. Oya, maaf kemarin sy bilang ke JKT, itu memang benar, tapi hanya transit sj, sekitar 2 jam. Maaf telah membuat penjenengan sedoyo cemas.. (KeGeERan bgt lu Hanichi).
    .
    Tentang diskusi, sejatinya sy sangat terbuka untuk berdiskusi dengan siapapun, kapanpun, dimanapun, selama sy bisa dan mampu. Khusus buat Kangmas azwin the hobbit dan Kangmas Joe yang dimuliakan Allah, klo sy sudah di Jgj, insya Allah sy coba hubungi panjenengan untuk sharing pemikiran, tolong diingatkan ya.. Matur Nuwun..
    .
    Ada lagi yg harus sy tegaskan disini, bahwa sy tidak terikat dengan ormas-orpol atau organisasi intrakampus SATUPUN. Begitu jg dengan yang Kangmas Anung dan beberapa temen-temen, yg menyebut sy sebagai org Salafy, maka sy katakan jika yg dimasud Salafy sebagai sebuah gerakan dakwah yg terorganisir seperti seorang teman yg bernama antosalafy, maka sy tidak ada sangkut pautnya dengan itu semua.
    .
    Saya ini cuma pendekar kampungan yang merasa tersanjung karena pendekar-pendekar besar seperti panjenengan sedoyo mau menanggapi komentar-komentar sy yg masih urakan ini. Jurus-jurus yg saya keluarkan bukanlah untuk mempermalukan atau mengalahkan panjenengan sedoyo, tapi untuk mengukur seberapa kuat jurus yg saya miliki, sekaligus belajar jurus-jurus dari panjenengan, walaupun jurus sy tentang kaidah-kaidah fiqih dalam memahami benda (Asyya’) dan perbuatan (af’al) hampir tidak pernah ditanggapi secara semestinya bahkan cercaan yang terlempar, tetapi saya tetap berpendapat bahwa kesalahan ada pada diri saya sendiri yg kurang baik dan jelas dalam menyampaikannya, oleh karena itu, waktu luang yang panjenengan sedoyo tumpahkan untuk mewarnai komentar-komentar sy merupakan suatu penghormatan bagi saya, dan sayang sekali hanya ucapan JazakumuLlah khoir yg bisa saya berikan, Insya Allah bermanfaat
    .
    Oya, secara pribadi dan terbuka sy mohon maaf kepada panjenengan sedoyo, terkhusus Kangmas Joe, jika kalimat-kalimat yg terlempar adalah kalimat yg menyakitkan, kurang ajar, sembrono dan sebagainya, tapi yakinlah, saya akan mencoba lebih baik lagi dimasa yang akan datang dalam berkomentar, do’akan ya.
    .
    Tidak ada maksud sy untuk memantik permusuhan diantara kita, atau untuk mengobarkan rasa kebencian sesama Muslim, masalahnya hanya saya saja yang terlalu bodoh dalam menyampaikan komentar-komentar, maaf.
    .
    Terakhir, tapi insya Allah ini bukan terakhir sy komentar disini. Saya sadar, saya bukanlah siapa-siapa, saya bukan seorang ustadz, atau bahkan kiayi, tapi saya hanyalah makhluk Allah yang lemah dan berlumur salah. Saya hanyalah setitik manusia yang mencoba bergerak kesana-kemari mencari di titik mana saya bisa merasa tentram didunia maupun akhirat. Dan panjenengan adalah guru-guru saya dalam banyak hal, terima kasih..
    .
    .
    Jabat Erat kagem Panjenengan sedoyonipun,
    .
    dari Muridmu,
    .
    Hanichi Kudou.

  121. 125 rizmaadlia Februari 12, 2007 pukul 8:50 pm

    intinya yang penting bukan namanya, tapi kelakuannya,, gitu ya Hanachi,,??

    Pacaran= pegang2an tangan dll
    Ta’aruf= kenalan dll (yang syar’i)

    emang ga bisa ya pacaran yang syar’i aja,, apa namanya berubah jadi ta’aruf,,

    boleh ga sih dijadiin satu aja,, ^^

  122. 126 joesatch Februari 13, 2007 pukul 9:01 am

    toh, akhirnya mengakui juga kalo ada kesalahan ta’aruf berarti yang salah adalah oknumnya🙂
    sama saja dengan pacaran ternyata. cuma saja, masih terjebak pada stereotipe kendala bahasa, hehehehe!

  123. 127 antobilang Februari 13, 2007 pukul 12:11 pm

    and case closed…
    (tapi bukan berarti ga boleh ngoceh disini tho Joe?)
    pesenku joe, sing rukun karo adi kelas e, hahahahahahahahahaha

  124. 128 Farid Februari 14, 2007 pukul 11:33 am

    komenku ga ditanggapi?????

  125. 129 imago@azis Februari 16, 2007 pukul 9:29 am

    hmmmm…yah dalam beberapa hal gw ga sepakat dengan terma yang loe pilih(ex :mensepadankan ta’aruf=pacaran),pisau analisa yang loe pilih kurang tajam, tapi pada prinsipnya (mudah2an)ruh dari pesan yang ingin loe sampekan gw ngerti..n yang penting neeh apa yang loe tulis bisa menjadi bahan renungan…

  126. 130 LuNa_imoeT Februari 17, 2007 pukul 8:35 pm

    posting yang puanjang bgd…
    joE..punya stok obat tetes mata ya dirmh..
    nulis n` baca sebanyak ini.. ngak pedih tu mata…
    tapi… tapi KeeP sMiLe Joe..
    warnet ngak rame kLo LuE ngak nulis Postingan…
    lam kenaL yo Joe…

  127. 131 nungqee24 Februari 19, 2007 pukul 1:31 pm

    hwaduuuhh..JOE tobat aku mbaca komennya puanjaaang banget, ampe puyeng kepalaku, hehehe… eniwei salut sama JOE!! bisa jadi provokator yang baek nih saat diperlukan, ntar tak kontak nomermu ya joe🙂

    Whatever deh mo pacaran kek, mo taaruf kek podo wae, intinya ketahui dengan baik siapa calonmu, ben ra ketipu, yang penting caranya bener, gitu aja beres.

    Coba aja liat suamiku , bahagia banget dia sekarang soale ga sampe salah pilih, dulu pake acara membentuk tim penyelidik segala, kerja keras bow, hehehehee…🙂

  128. 132 lambrtz Februari 19, 2007 pukul 2:26 pm

    halal, haram
    wtf…
    do what you think its right
    dont do whatever you think its wrong
    ok?
    salam dari orang AWAM

  129. 133 joesatch Februari 19, 2007 pukul 6:47 pm

    antobilang:::
    wah, kalo itu terserah pengunjung aja. mau ditutup atau tidak. atau nunggu disegel fpi aja ya?😛
    Farid:::
    helelaaahhh…komen sing ndi e kang? sori…sori…tapi kalo komennya senada, biasanya jawabane memang ta’jadiin 1. maap2…bukan bermaksud mencuekkan. sorry yo…
    imago@azis:::
    hehehe, ya maap, mas…namanya juga baru belajar. selanjutnya saya mohon bimbingannya
    LuNa_imoeT:::
    lam kenal juga, lun🙂
    nungqee24:::

    Coba aja liat suamiku , bahagia banget dia sekarang soale ga sampe salah pilih, dulu pake acara membentuk tim penyelidik segala, kerja keras bow, hehehehee…🙂

    wooooo…..paduneeeeee…..kekekeke!
    lambrtz:::
    …dan saya pinjam vcd JAV-nya😛

  130. 134 Farid Februari 20, 2007 pukul 10:19 am

    Ga papa!!toh dikau sudah sudi membalas komen dan pesan ku, trims Joe. keep writing like this!!!

  131. 135 Dewa Kematian Februari 20, 2007 pukul 4:12 pm

    Wallaaaaah Joeee

    G heran ko’ ngomongin Dien pake disambung-sambungin
    ya pasti jadinya ga bakalan nyambung

    Agama secara kasar berasal dari bahasa sansakerta yang artinya “tidak kacau”
    dan itu bagian dari budaya….
    (Lihat filosofi dari kata agama dan atribut2 yang mendukungnya)

    Tolong jangan disambungin sama Islam dunkzzz
    nanti jadi perang sodara terus

    teroris atau membela agama aja masih rancu ampe sekarang……

    dan kalau boleh dibilang anarkis, (Boleh percaya boleh ngga’), G pernah wawancara sama seorang PSK wanita di daerah puncak, Bogor….yang ternyata juga guru ngaji…
    (Damn…….. Its A Crazy World Isnt It)

    At Least we know who we are and where are……..

    yang pasti ga ada pendapat yang salah
    yang ada cuma perbedaan pandangan dan filosofi hidup dalam memandang sebuah fenomena

    kita kan ga hidup di dunia yang multidimensi
    okeeeyyyyy

    hiduppp joeeee

  132. 136 Dewa Kematian Februari 20, 2007 pukul 4:19 pm

    sorryyyy nambah joeee

    maksud G
    “KITA HIDUP DI DUNIA MULTIDIMENSI”

    jadi buat yang anti joe
    jangan tarik deskripsi dari pandangan apriori aja
    coba liat juga

    “Are We, Human, True A Selfish Gene”

    sekali lagi hidupp laaahhhh untuk joeee

  133. 137 Daru Februari 21, 2007 pukul 2:55 pm

    aq seneng aja bc komentanr uu smua, tapi sok deh yang ngaku benar joe dkkkkk kok u jg yng sibuk melawan si hanichi sah-sah aj dia bilang gt, dn aq jg stju aj tu ma pendapat u joe. intinya jangan ngerasa bener sendiri.

  134. 138 rajaiblis Februari 21, 2007 pukul 3:06 pm

    joesatch …
    gimana cara eNTe mengarahkan sebuah kencan di tempat yg gak ada setannya … ?
    dan … kalo gak ada setan … bagaimana eNTE bisa tahu kualitas keimanan eNTE …
    dan … kalo di dunia ini gak ada maksiat … aNE selaku Raja Iblis bakal pensiun dini donk … abis cerita !

    dan … yg salah bukan pacaran …
    yg salah adalah eNTE kenapa suka maksiat dalam pacaran …
    jangankan pacaran …
    dalam sholat aja eNTE pada suka maksiat …
    eNTe tahu yg aNE maksud … ?

    wakkakakakaaa …

  135. 139 joesatch Februari 21, 2007 pukul 4:29 pm

    Farid:::
    terimakasih atas permaklumannya😛
    Dewa Kematian:::
    Ini memang dunia yang gila, kang
    Daru:::
    wah, kalo aku berkesimpulan Hanichi itu nggak sah, udah dari dulu komennya kuhapus🙂 tapi tenang, aku bukan tipe orang yang suka ngapus komen. dicaci serendah apapun aku, komentar mereka nggak bakal kuhapus🙂 cuma, nggak seru aja kalo diskusi ini nggak ada adu pendapat
    rajaiblis:::
    nah, maksud tulisanku juga itu, mas😀

  136. 140 hanichi Februari 22, 2007 pukul 1:11 am

    Tengkyuu.. tengkyuu Bang Joe.. Bang Joe memang baik.. uhuk.. uhuk..

  137. 142 raja iblis Februari 22, 2007 pukul 9:23 am

    hiks … cuma menegaskan …
    aNe liat banyak yg gak nyambung …

    wakkakakkaaaa …

  138. 143 fourtynine Maret 9, 2007 pukul 10:37 am

    Indahnya pacaran. soal halal haram?biarlah itu jadi urusan kita masing masing di akhirat….

  139. 144 Agam Maret 12, 2007 pukul 10:02 am

    Saya amati kalian hanya meributkan soal definisi pacaran.
    Ok. Kita abaikan itu.
    Langsung kita bicara masalah dalil
    Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. Sabdanya : “Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan zinanya memegang. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu, sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.” (Hadis Shahih Muslim No. 2282)
    Jika kita melihat dari Hadis Shahih Muslim tersebut, sudah jelas-jelas bahwa Pacaran itu termasuk Zina. Apapun penafsiran anda.
    Zina Mata = Memandang
    Zina Telinga = Mendengar
    Zina Lidah = Berkata
    Zina Tangan = Memegang
    Zina Kaki = Melangkah
    Zina Hati = Ingin dan Rindu
    Jika anda tidak percaya dengan dalil yang saya berikan, silakan beli sendiri kitabnya. Murah koq Cuma 100ribuan saja. Saya menggunakan penerbit KBC, jika anda membeli dengan penerbit yang berbeda, kemungkinan penomorannya juga akan berbeda. Tapi isinya sama.
    Ini Rasulullah yang berkata, dan perkataan Rasulullah itu dari Allah sumbernya, gak mungkin salah. Hadis ini Sahih.
    Biar tidak rancu, mari kita bedakan antara pacaran dan ta’aruf. Ta’aruf, berkenalan dengan mengutamakan aturan Islam, misalnya tidak berpegangan tangan, dll yang diharamkan dalam Islam. Selain itu ta’aruf dibatasi oleh waktu (misalnya 3bulan) agar tidak terjerumus ke lembah percintaan yang gak jelas arahnya. Untuk lebih lengkapnya mungkin suatu saat saya akan membahas masalah ini. Atau kalo gak sabaran, beli aja buku yang berhubungan dengan ini, misalnya “Ta’aruf keren, pacaran no men”.
    Sebaiknya jika kita berbeda pendapat tentang hukum suatu masalah, maka kembalilah ke Al-Quran dan hadis, jangan memakai logika yang cenderung mengikuti kemauan kita.
    Apakah mas joe sudah mebaca tentang buku-buku Islam yang bertemakan keluarga? Tolong sebutkan satu judul saja yang membolehkan pacaran sebelum nikah. Sejauh yang pernah saya baca dan amati, tidak satupun yang memperbolehkan.
    Selengkapnya, silakan baca di http://agam.punya.web.id/pacaran-zina/

  140. 145 lambrtz Maret 12, 2007 pukul 1:10 pm

    @agam
    org yg bukan islam tidak perlu mematuhi peraturan tsb kan?😀

  141. 146 joesatch Maret 12, 2007 pukul 8:52 pm

    Agam:::
    ternyata tulisan saya belum benar2 dibaca dengan baik, ya?🙂 oke, anggap saja saya belum pernah baca (meskipun saya tau ada buku dengan judul “siapa bilang pacaran haram?”), bisakah anda berikan solusi riil untuk masalah di postingan saya, yang bisa mengakomodir kepentingan semua pihak? kalo semuanya termasuk zina, pernahkah mendengar kutipan: “niat, jika belum dilakukan bukanlah suatu kategori dosa”? saya ndak percaya ada manusia di dunia ini yang bisa 100% tidak pernah berpikiran ttg lawan jenis yang disukainya. artinya – sesuai dengan tulisan anda – tidak ada 1 manusiapun yang tidak pernah berzina😀 see?
    logikanya, kalo semuanya dianggap dosa zina, berpikiran saja sama dengan intercourse sexual. maka, kalo kadar dosanya sama, daripada cuma berpikiran ya lebih baik saya tiduri semua wanita yang saya sukai🙂 kalo mikir aja bisa dosa, ya lebih baik ngelakuin dosa yang bener2 nikmat sekalian, hehehe. toh kadarnya sama2 dosa gara2 berzina.

    lambrtz:::
    nggak perlu kok, mbrtz. hukum islam cuma berlaku bagi orang islam aja. pun hukum yang keras cuma berlaku buat kaum yang keras aja😀

  142. 147 lambrtz Maret 13, 2007 pukul 11:10 am

    “ukum yang keras cuma berlaku buat kaum yang keras aja :D”
    wakakaka
    apakah joe menganggap dirinya keras?

  143. 148 Aa Gam Maret 15, 2007 pukul 10:48 am

    @ joesatch : Solusi? Nikah. Gampang kan. Kalo udah nikah semuanya jadi halal koq mas.
    Sudah diberi hadis sahih tetep mbantah juga ya??? Jika ada pertentangan mari kita kembalikan semuanya ke hukum asalnya, Al-Quran dan Hadis, dimana semuanya menganjurkan kita untuk menjaga pandangan, aurat, sikap, serta pikiran kita. Anda hanya berbicara berdasarkan logika saja, tanpa berdasarkan dalil.

  144. 149 joesatch Maret 15, 2007 pukul 10:52 pm

    hehehe, berarti memang, belum betul2 dibaca isi postingan saya di atas😛
    satu lagi, mas, menurut saya Islam tidak pernah bertentangan dengan logika. Kalo ada yang bertentangan, artinya ada sesuatu yang salah. Dan dalam ego saya sebagai muslim, yang salah tentu bukan Islam-nya. Tapi boleh jadi justru dari penafsiran dan periwayatan hadis itu sendiri🙂

  145. 150 gessh Maret 16, 2007 pukul 12:13 pm

    Halah…klo ud kek gini, masing2 (sinichi kudo eh…sapa itu namanya? whatever lah dkk, yg bikin blog juga🙂 ) merasa diri sendiri benar. Hayo ngaku ada yg mo angkat tangan bilang “iya saya salah” ga?

    Sudahlah…yg mau bilang pacaran itu diperbolehkan asal bla bla bla spt yg ditulis mas Joe diatas boleh, yg mau bilang ta’aruf itu beda sm pacaran juga monggo saja.

    Yaah jgn lantas mengikuti pejabat kita YZ saja… tau dalil2, tau agama, mantan ketua HMI lah jd ketua itulah eeh malah “bobo” sm yg bukan istrinya. ehei…

  146. 151 mas agus Maret 17, 2007 pukul 1:55 pm

    lakukan yang menurut anda benar
    konsekuensinya….
    ya tanggung sendiri lah!!!

  147. 152 Agam Maret 20, 2007 pukul 12:42 pm

    @joesatch : yang jelas hadis itu sahih, periwayatannya sudah pasti benar. Periwayatnyapun adalah orang-orang yang jujur sekali. Bukhori dan Muslim bisa dianggap merupakan kumpulan hadis kelas wahid. Jadi anda salah besar kalau menganggap periwayatannya cacat.
    Kalau penafsiran, ustadku sendiri yang ngomong. Kalo kurang puas dengan penafsiranku, silakan mencari penafsiran lain.
    Logika yang saya maksud disini adalah mengarahkan dalil sesuai dengan keinginan kita. Contoh banyak saat ini ulama yang menghalalkan minuman keras, mereka anggap selama tidak memabukkan tidak apa-apa, ini kan sudah mengarahkan dalil sesuai dengan kemauannya. Padahal jelas sekali, sedikit atau banyak, khamr itu haram hukumnya.

  148. 153 joesatch Maret 21, 2007 pukul 12:18 pm

    Agam:::
    Kembali ke konteks, Mas.
    Di postingan ini, saya membahas tentang pacaran itu sama saja dengan ta’aruf. karena secara pengertian bahasa, keduanya memiliki makna yang sama. tetapi di komentar mas yang pertama, mas ngotot kalo pacaran itu haram “pokoknya”. Yang halal cuma ta’aruf.

    Makanya saya nanya, apa postingan saya sudah betul2 dibaca? Saya cuma berusaha mensejajarkan makna ta’aruf dan pacaran, terlepas dari perilaku oknum2nya.

    Saya tanya lagi, mas, yang haram itu sebenernya “tindakan”nya atau “istilah”nya? Masih nggak ngerti dengan maksud pertanyaan saya? Baca lagi postingan saya, ya. Yang lain aja bisa paham, kok😀

    Pacaran=pengenalan, taaruf=pengenalan. lalu kenapa mas ngotot pacaran itu haram dan taaruf itu halal? Apa karena yang satu itu bahasa Indonesia dan satunya lagi bahasa Arab?

    Kembali lagi ke pengertian berzina. Pernah belajar hukum Islam, mas? Menurut kuliah di fakultas hukum (kebetulan adik saya kul di FH UII), seseorang baru bisa diadili akibat perbuatan zina menurut hukum Islam, jika dan hanya jika terjadi penetrasi kelamin laki2 ke kelamin perempuan. Itupun harus ada saksi yang melihatnya.

    Merujuk pada tulisan Mas sendiri sebelumnya – yang menyebutkan bahwa rindu saja termasuk zina – tanpa memandang penafsiran hukum Islam yang lain, maka berapa banyak manusia yang harus mati akibat dirajam? berapa banyak manusia yang harus didera dan diasingkan dari tanah kelahirannya – kalo mas bersikeras menggunakan penafsiran mas – gara2 konsekuensi hukum dari berzina? See?😀

    Zina Mata = Memandang
    Mas pernah memandang wanita yang bukan muhrim? Mas berarti sudah berzina.

    Zina Telinga = Mendengar
    Mas pernah mendengar wanita yang bukan muhrim berbicara? Mas berarti sudah berzina.

    Zina Lidah = Berkata
    Mas pernah ngobrol sama wanita yang bukan muhrim? Mas berarti sudah berzina.

    Zina Tangan = Memegang
    Mas pernah memegang wanita yang bukan muhrim? Mas berarti sudah berzina.

    Zina Kaki = Melangkah
    Mas pernah melangkah dengan tujuan ke tempat wanita yang bukan muhrim? Mas berarti sudah berzina.

    Zina Hati = Ingin dan Rindu
    Mas pengen seorang wanita yang bukan muhrim untuk mendampingi Mas? Mas berarti juga sudah berzina.

    Sesuai tulisan mas sendiri, mengingat Mas (mungkin) masih perjaka, harusnya Mas sudah “didera dan diasingkan dari tanah kelahiran Mas sendiri dan tidak boleh kembali lagi” berkali-kali sejak dulu. Bagaimana? Coba jujur dengan konsekuensi dari tulisan Mas sendiri deh. Harusnya Mas seperti apa sekarang? Pernah berzina nggak, Mas? Hehehehehehehe……

    Berzina sesuai kategori yang Mas tulis sendiri, lho…😛

  149. 154 Mr. Geddoe Maret 21, 2007 pukul 12:48 pm

    [b]Agam said;[/b]
    [i]Kalau penafsiran, ustadku sendiri yang ngomong. Kalo kurang puas dengan penafsiranku, silakan mencari penafsiran lain.[/i]

    Yang begini ini yang bikin umat jadi kolot -_-
    Asal yang bilang orang besar, langsung angguk-angguk.

  150. 155 Mr. Geddoe Maret 21, 2007 pukul 12:49 pm

    Walah, formatnya amburadul… *bodoh*😀😀😀

  151. 156 joesatch Maret 21, 2007 pukul 12:55 pm

    hahahaha…tag html-nya salah tuh mas harusnya pake yang model “>” kan, hehehehe…

  152. 157 Mr. Geddoe Maret 21, 2007 pukul 3:25 pm

    Ya mbok dieditin, mas…😀

  153. 158 joesatch Maret 21, 2007 pukul 9:39 pm

    ndak ah, biar percakapan kita terkesan alami, kekekeke

  154. 159 Mr. Geddoe Maret 22, 2007 pukul 2:57 pm

    Bukan karena malas, ‘kan?😀

    Mas Agamnya kemana, ya…?

  155. 160 joesatch Maret 22, 2007 pukul 9:22 pm

    malas? errrr……..sedikit, hehehehe

  156. 161 Agam April 1, 2007 pukul 2:56 pm

    Udah ah. kayaknya gak bakalan selesai kalo debat terus, silakan baca artikelnya sendiri. Kalo gak mau baca artikelku, silakan download artikel serupa yang lebih lengkap. ini aku kasih linknya : http://agam.punya.web.id/downloads/ZINA.DOC

  157. 162 joesatch April 1, 2007 pukul 9:26 pm

    jelas ndak slesai, wong kutub kita berbeda😉

    saya kan punya pikiran yang khusnudzon pada istilah “pacaran”, yang saya anggap adalah salah satu cara untuk mencari pendamping hidup, untuk menikah, untuk menyempurnakan salah satu sunnah rasul.

    sedangkan mas agam keburu su’udzon duluan dengan istilah pacaran, yang mas anggap ujung2nya SUDAH PASTI mengarah ke zina🙂

    oh ya, mas… besok kalo mas nikah saya diundang ya. saya juga pengen denger cerita, proses mas berkenalan dengan calon istri mas nanti bagaimana, dan bagaimana setelah perkenalan itu mas menjalani hari2 meniti hari depan dengan calon istri mas?

    intinya: saya pengen denger cerita komplit bagaimana prosesnya mas bisa sampai menikah dengan istri mas nantinya😉

  158. 164 astikirna April 20, 2007 pukul 2:43 pm

    joe…joe…sing sabar yo joe…. maybe mereka ga paham dengan jalan pikiran dan maksud kamu, dan aku rasa mereka juga berusaha mempertahan kan argumentasi yang udah nglontok di otaknya… Tapi jo aku donk kok dari maksud penulisan artikel kamu… Tp kok yo seh ono sing ra mudeng yo joe…

    sip bgt artikel mu… aku seneng moco… joe..joe… “pacaran” ma “ta’aruf” kan memang beda joe… jadi yo wajar neh ono sing ngengkel… kamu juga tau kan beda nya? Pertama: beda dbahasanya, Kedua: beda di penulisannya (nek iki cetha bgt tho bedhane)….😀

    joe kowe ojo lulus disek aku meh mlebu ke mipa lagi insyallah…doain yo joe… lulus test… eh daftar sikek ding… :p

  159. 165 joesatch April 20, 2007 pukul 8:14 pm

    terlambat…saya putuskan keluar dari mipa tahun ini, hohohohoh!

  160. 166 astikirna April 21, 2007 pukul 11:32 am

    yo wes Amin… trus bakalan nyusul calon istrimu a?

  161. 167 de April 25, 2007 pukul 10:08 am

    duh kasian ya kamu.
    ???kamu bilang yang dikrudung juga bisa lonte? jangan liat yang buruk2 aja donk. emang ya kalo orang itu sukanya mencela dan ngeliat orang dari yang jeleknya.
    tapi yang ga juga lebih banyakkan?. dan bisa aja mereka tuh kayak gitu, sengaja untuk mencoreng nama baik cewek dikrudung.
    kalo kataku sih,pacaran tuh aneh. dan biasanya bukan pengenalan,tapi lebih cenderung ke ‘itu’ nya. alias mendekati zinah nya.kalo ta’aruf lebih bener2 ke pengenalannya.
    kayaknya kamu blom coba ya?
    duh maaf ya, aku comentnya kayak gini.aku cuma prihatin aja ma kamu.

  162. 168 M Shodiq Mustika April 26, 2007 pukul 9:27 am

    Untuk informasi, tulisan joe “dibantai” oleh sandhi di http://pacaranislami.wordpress.com/kritik/#comment-48

    Kupersilakan joe gunakan “hak jawab” di situs tersebut.

  163. 169 soerja April 26, 2007 pukul 9:56 am

    sing na ndhuwur ngejak adu idhu langsung sidha ora kuwi joe? yen sidho trus munggah dadi adu balung aku meh ndheleng… omong2 yoo kapan acarane wekekek

    yo ngene iki ngumat jaman saiki.. urusane fikih mlulu, ning negorone ora dipikirno… perekonomian petani ra digagas… hidup kiri mentok kanan abesss ™ !!

  164. 170 de cut3 April 26, 2007 pukul 10:01 am

    wakakakak…duh ternyata joe, banyak juga ya mantannya. iya jo, mendingan akulah…
    hehehehe…pacarku di jepang, paling-paling saling tatap di web cam ( kalo ga gangguan itu juga). boro- boro bisa kontak fisik hikhikhik.
    tapi kayaknya bakalan seru lagi kalo km baca ‘jodohan’ kayaknya itu lebih enak…( enak? emangnya batagor?) wakakakakjoe, ga nyangka ya kamu berfantasi di umur 15? hihihihi(alihkan ke mikirin sport ato apalah)wakakakak
    ketauan sekarang mah kenapa celananya basah?

  165. 171 joesatch April 26, 2007 pukul 1:14 pm

    astikirna:::
    ora. bocahe sing ta’kon bali jokja, hehehehe!

    de:::
    lho, kayaknya ada kontradiksi ya😛
    ini:

    ???kamu bilang yang dikrudung juga bisa lonte? jangan liat yang buruk2 aja donk. emang ya kalo orang itu sukanya mencela dan ngeliat orang dari yang jeleknya.

    kontra banget sama yang ini:

    kalo kataku sih,pacaran tuh aneh. dan biasanya bukan pengenalan,tapi lebih cenderung ke ‘itu’ nya. alias mendekati zinah nya.kalo ta’aruf lebih bener2 ke pengenalannya.

    padahal kalimat2 itu saya quote dari tulisannya situ sendiri lho😉

    M Shodiq Mustika:::
    jawabannya sebenernya sudah ada semuanya di tulisan saya kok, kang🙂

    soerja:::
    iya, mas. persis kayak yang saya baca di buku “Islam Itu Agama Perlawanan”.

    de cut3:::
    lho, yang aku bilang kan cuma permisalan😀

  166. 172 diqi April 27, 2007 pukul 10:04 am

    uwalaaaaahhhh satuju pisan
    sama saya juga seperti anda
    mempunyai hak untuk memilih pasangan yang terbaik

  167. 173 indah Mei 1, 2007 pukul 6:48 pm

    ya…saya sangat mendukung kali tentang pacaran ala islami

    bagi2 dunk tentang bukunya…..

    kapan2 kirim ya bukunya ke tanjung pinang mas….

  168. 174 zauri Mei 25, 2007 pukul 1:44 pm

    ok.that’s great! tapi ada jg loh yang menikah dan hidup dengan bahagia sampe kakek nenek tanpa harus menggunakan hak prerogatifnya.nah kalo spt itu gmn?yakinkah anda dengan pacaran yang bebas dari setan?bagaimana dengan diri anda?mungkinkah neraka ada karena pacaran diperbolehkan?seberapa dalam sih anda belajar mendalami agama?

  169. 175 lambrtz Mei 26, 2007 pukul 9:18 am

    WAHAI KALIAN UMAT MANUSIA.
    KOK SUKANYA NGRIBUTIN HAL YANG GA PENTING SIH?
    YANG MAU PACARAN, SILAHKAN.
    YANG KAGAK, YA SILAHKAN.
    GA USAH SALING MENCELA.
    GITU AJA KOK REPOT :))

    DAN SEKALI LAGI.
    BARANGSIAPA MENGKAFIRKAN ORANG LAIN, DIA SENDIRI LEBIH KAFIR!!!!!

    ups caps locknya kepencet :p

  170. 176 isez Mei 26, 2007 pukul 11:17 am

    huahahahaha…
    pada pake hati semuanya…

    “tapi ada jg loh yang menikah dan hidup dengan bahagia sampe kakek nenek tanpa harus menggunakan hak prerogatifnya”

    ga ML maksudnya???
    kasian amat…
    padahal katanya amalan manusia itu berhenti pas dia mati, kecuali : ilmu yang di (apa bahasanya gw lupa), trus gw lupa lagi..dan doa dari anak yang soleh (eh, iya bukan sich?? kok jd g yakin.. hehehe)
    ga ML –> ga punya anak –> ga ada yg doain donk…

    “yakinkah anda dengan pacaran yang bebas dari setan?bagaimana dengan diri anda?mungkinkah neraka ada karena pacaran diperbolehkan?”

    emangnya yang masuk neraka cuman orang yang pacaran aja ya..

    btw,,kalo emang dasarnya bandel dan mau zinah mah ya..
    ga usah ama pacar sendiri juga bisa kaliiiii…..

  171. 177 joesatch Mei 26, 2007 pukul 7:49 pm

    diqi, indah:::
    terima kasih🙂

    zauri:::
    pernah denger istilah “kasus khusus” kan, mas? tapi ternyata tidak semua orang “kebetulan” kena kasus khusus itu, mas. selebihnya seperti tulisan saya. mencegah ketidakcocokan di kemudian hari toh tetap lebih baik daripada bercerai.
    pacaran saya? jarak jauh. jakarta-yogya. mau ml? kalo memang niatnya pengen ml, ga usah susah2 nunggu ketemu sama pacar saya. saya bisa aja langsung ngacir ke kompleks prostitusi atau nelp temen saya yg kebetulan germo, hehehehe…
    tentang ilmu agama saya, alhamdulillah, sudah saya jawab di sini😀

    lambrtz:::
    hal ga penting itu bisa jadi bahan tulisan soalnya, hehehehe…

    isez:::
    hohoho, aku setuju sama paragraf terakhir

  172. 178 junot Juni 7, 2007 pukul 7:30 am

    ANDJING!!!

    ASUUU!!!

    BUAJINGAAAANNN!!!!

    *Ups!*

    *Kabuuuur!!*

  173. 179 junot Juni 7, 2007 pukul 7:32 am

    Jancuuuk!!!

    Katrokkkkkkkk!!

    *Ups!*

    *Kabuur Lagiiihh!!*

  174. 180 Ara Juni 8, 2007 pukul 4:37 pm

    Secara gua anak bahasa, gua jadi pengen juga nimbrungin tulisannya Joe alias Yusak (Joesatch = Yusak?) ini.
    Bahasa seperti halnya budaya dan teknologi adalah hal yang berkembang. Dalam bahasa, setiap saat bisa muncul istilah-istilah baru (atau kata-kata baru) yang entah itu dibikin-bikin, direka-reka, di-adaptasi atau diadopsi dari bahasa asing. Arti dari masing-masing istilah tergantung dari kesepakatan masyarakat atau orang yang menggunakannya. Baik itu tertulis atau tidak tertulis. Di tempat yang baru (atau tempat/negara tujuan) secara subconscious (terpahami secara otomatis) tiap istilah jadi memiliki “nilai rasa” tertentu yang mungkin masih sama atau malah sama sekali beda ama istilah aslinya (kalau istilah itu diadaptasi atau diadopsi dari bahasa asing misalnya). Biasanya “nilai rasa” itu terpahami karena kebiasaan atau praktek kegiatan dalam penggunaan istilah tersebut.
    Boleh aja Joe nggak suka dengan munculnya istilah ketimur-tengahan yang biasanya muncul di kalangan dakwah Islam, dan memilih istilah yang lebih terasa “Indonesia”. Tapi pada kenyataannya “they are exist”, meski hanya pada kalangan tertentu itu aja. Istilah-istilah seperti “ikhwan”, “akhwat”, “taaruf”, dll. pastinya memiliki “nilai rasa” tertentu yang mungkin tidak bisa didapat dari istilah dalam Bahasa Indonesia yang udah ada.
    Dan munculnya “jargon” atau “istilah” ini tidak hanya muncul pada kelompok aktivis dakwah Islam aja. Contohnya bisa kita lihat di kalangan penggemar kebudayaan Jepang, istilah-istilah sapaan orang seperti –san, -chan, -kun untuk ditambahkan pada nama orang terasa lumrah. Mereka biasa juga menggunakan sapaan waktu seperti ohayo, konnichiwa, dan kombawa. Selain itu mereka membedakan antara istilah “manga” dengan “komik, dan “anime” dengan “kartun”. Contoh berikutnya, di kalangan pengedar dan pengguna narkoba kita bisa menemukan istilah-istilah seperti inex, sakaw, jackpot, dll. Mungkin istilah-istilah “baru” itu sebenarnya punya padanan dalam bahasa Indonesia, tapi “nilai rasa”-nya bisa saja berbeda. Istilah-istilah gaul yang sebenarnya dasarnya nggak begitu jelas pun banyak bermunculan, kayak Sephia, Jomblo, Jablay, dll.
    Dari tulisan Joe dan Hanichi Kudou-Agam (untuk selanjutnya gua singkat aja yah jadi HaniKu) gua bisa menyimpulkan: Joe bersikeras menganggap istilah “pacaran” dan istilah “taaruf” sama saja, sementara HaniKu-Agam menganggap antara istilah “pacaran” dan istilah “taaruf” memiliki “nilai rasa” yang berbeda. Oke, gua coba telaah:
    Seperti prakteknya yang udah terjadi dalam masyarakat, yang namanya “Pacaran” biasanya diawali dengan Perkenalan. Karena satu pihak (entah itu yang cowok atau yang cewek, kita sebut saja Pihak I = hehe, kayak surat kontrak kerja aja ya) tertarik sama pihak yang lain (selanjutnya kita sebut Pihak II), maka Pihak I mengadakan PDKT (Pendekatan) sama Pihak II. Entah itu lewat ngobrol langsung, sms-an, telfon, maupun cari info dari orang lain: teman/sahabat/saudaranya. Kalau ternyata dirasa cocok, maka Pihak I biasanya kemudian akan meminta Pihak II menjadi pacar atau kekasihnya. Kalau Pihak II setuju, Pihak II akan bersedia menjadi pacar/kekasih Pihak I. Apakah tujuan ke depannya dari kedua pihak ini untuk menikah atau saling mencocokkan diri dulu, tergantung pada kesepakatan pasangan tersebut.
    Itu dari segi “istilah” yang sudah dimaklumi masyarakat. Urusan “Pacaran” itu boleh atau tidak dalam Islam lain lagi. Kalau Pihak I dan Pihak II yang ber-“pacaran” hanya bertemu sesekali saja, dan tanpa melibatkan kontak fisik (seperti: pegangan, ciuman, zina) tentunya Islam tidak melarang.
    Berikutnya soal istilah “ta’aruf”. Istilah “ta’aruf” biasa digunakan oleh kalangan aktivis dakwah Islam. Pada prakteknya “ta’aruf” dimaksudkan untuk dijalani oleh pihak-pihak (orang-orang) yang sudah berkeinginan menikah. Contohnya ya: Ada seorang Ikhwan (atau Cowok lah, terserah yang mau nyebut, tapi gua pengen nyebut dia Pihak A aja) yang udah pengen nikah. Pihak A akan menemui seorang Murobbi (orang yang dipercaya untuk menjadi penghubung, perantara, atau mak-comblang “taaruf” laki-laki-ikhwan-atau cowok: bisa teman-saudara) dan menyatakan keinginannya. Seorang Murobbi biasanya memiliki/akan mencarikan data-data lawan jenis (Akhwat atau Cewek atau apalah, yang gua sebut aja Pihak B) yang udah siap nikah. Dari data-data itu, sang Murobbi akan memilih kira-kira Pihak B mana yang sesuai dengan kriteria yang diajukan Pihak A. Setelah dapet sang Murobbi menawarkan data yang udah dia dapet ke Pihak A. Kalau pihak A setuju maka proses selanjutnya adalah ketemuan (“taaruf” itu sendiri) dengan Pihak B. Sebelumnya sang Murobbi akan menemui seorang Murobbiyah (orang yang dipercaya untuk menjadi penghubung, perantara, atau mak-comblang “taaruf” perempuan-akhwat-atau cewek: bisa teman-saudara) dan bilang kalau Pihak A mau taaruf sama Pihak B. Setelah itu mereka akan membahas dan menentukan kapan waktu “taaruf” (ketemuan) Pihak A dan Pihak B. Akhirnya hari H “taaruf”. Pihak A akan menemui Pihak B. Intinya sih mirip PDKT (Pendekatan), tapi masing-masing didampingi Murobbi dan Murobbiyahnya. Dan pertemuan taaruf biasanya tidak terbuka ketemuan langsung (meskipun ada pendapat yang membolehkan juga). Pertemuan Pihak A (bersama Murobbinya) dan Pihak B (bersama Murobbiyahnya) biasanya dipisahkan oleh hijab (tabir-pembatas). Jadi Pihak A gak bisa lihat Pihak B (tapi sebnarnya gak harus begini juga. Ada juga taaruf yang sampai lihat wajah calon pasangannya nanti). Nah mereka pun mulai ngobrol membuka diri satu sama lain. Nanya apa aja, yang intinya PDKT itu. Sampai suatu titik tertentu, Murobbi/Murobbiyah akan menanyakan: “Bagamaimana Pihak A/Pihak B mau terus lanjut ke proses selanjutnya atau cukup sampai di sini?” Kalau Pihak A dan Pihak B sepakat terus, maka ya udah berarti mereka udah sepakat untuk nikah. Soal nikah-nya langsung atau nunggu waktu dulu itu tergantung keputusan masing-masing pasangan.
    Jadi istilah “taaruf” selama ini memang disepakati/dimaklumi artinya demikian. Meski udah “taaruf” pun juga nggak njamin bahwa Pihak A dan Pihak B gak bakal ketemuan berdua aja tanpa teman (Murobbi-Murobbiyah-Mahram mereka) ataupun nggak ngelakuin kontak fisik (seperti: pegangan, ciuman, zina) selama mereka nunggu waktu nikah. Tergantung masing-masing orangnya.
    Kesimpulannya: Wajar kalau pandangan antara Joe dan HaniKu (dan Agam) nggak pernah ketemu, karena masing-masing memiliki cara pandang pada sebuah “Istilah” dari sudut pandang yang berbeda. Tanpa gua perjelas dan perinci sekalipun, gua yakin, sebenarnya baik Joe maupun HaniKu-Agam udah paham dan ngerti “Pacaran” itu apa dan “Ta’aruf” itu apa. Masing-masing udah pinter soal Islam. Gua cuman mau ngingetin kembali aja. Syukur-syukur perdebatan antara mereka berdua bisa diselesein secara baik-baik. Kalau ada keterangan gua di atas yang ternyata keliru, yah sebenarnya gua juga masih terus belajar soal nyang beginian, maklum lah, hehe…

  175. 181 joesatch Juni 8, 2007 pukul 5:31 pm

    bukan Yusak, kok. Tapi memang JoeSatch. Joe itu panggilan di kampus, Satch itu dari nama saya sebenernya: Satrianto😀
    eniwei, thx u!

  176. 182 Azam Juni 9, 2007 pukul 2:46 am

    Ini Penjelasan Lengkap Pacaran Dalam Islam. Semoga Bermanfaat ^_^

    http://muslim.st/ilmu/Pacaran_Dalam_Islam.PDF

  177. 183 savikovic Juni 9, 2007 pukul 12:05 pm

    kalo mau dalil2an neh : tau kan di surat al Ma’un ada pernyataan bahwa orang yang sholat itu celaka?

    naaaaah kenapa kok celaka ya? padahal kan sholat? ya ya ya karena dalem sholatnya itu mereka lalai, alias ga khusyu’

    pejabat kita tiap hari ya sholat, tiap taun ya haji, tapi kok yo korupsi terus hayo? ini FAKTA lo… buat hanamichi, kalo mau ngehukumin sesuatu berdasar fakta pie nih hukum sholat ma haji?

    jadi ya tergantung sapa yang sholat dan haji, nek bener ya bagus, nek ra mutu ya malah membawa mudhorot…. gitu kan?

    naaaah la nek pacaran? nek pacaran mu (kabeh) kui membawa mudhorot alias pake hahahihi ya jadi ndak halal.
    la nek pacaran mu (kabeh) kui biasa2 wae dan bertujuan baik yaitu untuk mengenal lebih jauh calon pasangan kita (bukan “mencoba” loh) tanpa hahahihi ya apik to?

    masa orang yang mo kita jadiin temen hidup ga boleh di selidiki se komplet2nya????

    saya cenderung ngga percaya ma omongan orang yang : eh si ini baik loh… solehah… bla bla bla
    saya lebih seneng membuktikan sendiri dengan mengajak si fulanah itu berbicara langsung alias pacaran. nah dari situ kan bisa diliat ne orangnya nyambung pa kagak, latar belakang keluargane pie…. dan bla bla bla….. tapi yo jangan kebablasan. intinya jangan ngikutin fakta yang terjadi. bikin fakta sendiri aja, enak to?

    joe baru semalem aku tau kamu punya blog apik tenan…. asemmmm….. keep writing n dont be afraid….

  178. 184 joesatch Juni 9, 2007 pukul 1:18 pm

    kalem, vic…kalem…
    tarik napas dulu…
    lha, kamu selama ini terjebak sama setereotip aksiku di panggung. jadinya ndak tau kalo aku punya blog bagus.
    kamu jadi lupa kalo status kita sama. sama2 mahasiswa ugm, kakakakaka!

  179. 185 chosiin Juli 20, 2007 pukul 2:39 pm

    wah rame banget blog ini ya, jadi ngiri pengen kayak mas jo (laris maniezzzzzzz). sedikit aja dari saya, kayaknya bahasan ini akan sangat panjang banget, bahkan kalau diadain seminar, mungkin dak kelar sejam, butuh waktu setahun (he he).
    ini pendapat saya ya. yang mau pacaran, ya pacaran lah, dan yang berpendirian pacaran itu haram yang istiqomahlah. karena kalau kita melakukan dosa walaupun sedikit, akan tetep dapet dosa dan akan Allah balas, itu aja yang harus di ingat. sebenernya kalau sudah masalah ijtihad itu sudah ada ahlinya (karena ada aturan yang ketat tentang ijtihad, tidak sembarangan).salah dan benar tetap mendapat pahala, hanya saja kalau pendapat itu salah ya jangan di sebar kan.
    kalau menurut saya kalau kita udah membahas masalah yang berhubungan dengan agama untuk di Indonesia, yang jadi salah satu permasalahan adalah dakwah, sudah sejauh mana kontribusi kita terhadap dakwah ini, karena kalau kita menbgakui sebagai muslin, maka kita udah dibebankan dengan namanya berdakwah. untuk masalah pacaran, adalah sudah sejauhmana kita berdakwah untuk kalangan remaja utamanya. kalau emang udah efektif, secara otomatis mereka (remaja) akan tahu tentang batasan-batasan bergaul dan akhirnya bisa menentukan sendiri apakah pacaran itu boleh apa tidak. kita semua mas jo, mas hanichi kudou juga dan yang lainnya juga. jadi mengapa harus terpecah hanya masalah ini. mari kita kembali mengkaji tentang dakwah kita dan sejauhmana kontribusi kita. makasih, sekedar buah pikiran aja.
    teriring do’a
    wassalamu’alaikum

  180. 186 wisga Juli 22, 2007 pukul 10:01 pm

    Mas pikiranmu logis tapi aku takut suatu saat jadi liberal…

  181. 187 wisga Juli 22, 2007 pukul 11:43 pm

    O ya mas sekali-kali kunjungi juga alamat berikut. Banyak yang klop loh dengan tulisan mas :
    http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/5/cn/26728

  182. 188 Shelling Ford Juli 23, 2007 pukul 1:07 am

    chosiin:::
    awalnya saya juga di bawah, kok. cuma gara2 sering tebar komen kemana2, akhirnya ya seperti ini. ketenaran itu semua tergantung kita, kok…kekekekekekeke!

    wisga:::
    kita sepakati dulu liberal itu definisinya bagemana.
    kalo logis disama-artikan sebagai bibit liberal, saya ga takut suatu saat nanti dibilang liberal😉
    setidaknya saya masih merasa berusaha mengikuti jalan yg diridhoi Tuhan saya, dan yakin bahwa hanya individu itu dan Tuhannyalah yang paling mengerti isi hati individu itu sendiri yg sebenarnya😀
    islam itu agama yg logis, menurut saya. menurut saya, lho…hehehehe

  183. 189 diko Juli 23, 2007 pukul 1:15 am

    halahhh..bahasa to..

    aku ga mbahas masalah hukum ta’arufnya ato pacarannya, tapi ttg bahasanya.
    gimanapun kita ga bisa dengan mudah merubah suatu kosa kata yang sudah ada definisinya/lazim digunakan di masyarakat secara umum.

    contoh..(akeh wong njowo to?)
    kata UNCALKE (meLEMPAR sesuatu secara pelan dengan gerakan tangan dari bawah ke atas dengan maksud memberikan)dan BALANG (meLEMPAR sesuatu secara keras dengan gerakan tangan dari belakang kepala diayunkan ke depan kepala dengan maksud menghancurkan/menyakiti), kalo diterjemahin ke bahasa indonesia secara umum/lazim digunakan masayarakat cuman ada satu, yaitu LEMPAR(KAN). saat berbahasa indonesia, teman anda mungkin memahami apa yg anda mau (apakah lempar cara 1 ato lempar cara 2). Tapi hati2 saat berbahasa Jawa, jangan sampe anda mau bilang “tulung UNCALKE watune” anda ganti jadi “tulung BALANGKE watune” (keduanya memiliki arti :tolong LEMPAR batunya). Salah bahasa bisa pecah kepala anda

    begitu juga kata pacaran dan kata taaruf. aku rasa kata taaruf sudah diserap ke bahasa indonesia (oleh beberapa orang) –seperti halnya kata assalamualaikum, nge-date, sorry, alhamdulillah, clubbing, astagfirullah, candle light dinner (agak lucu kl diartiin “makan malam dengan cahaya lilin”)

    Dan taaruf sudah memiliki definisi/esensi tersendiri di masyarakat yaitu, perkenalan secara syar’i untuk menuju pernikahan. sedang pacaran, masyarakat lebih megarahkan artinya pada nge-date/kencan.

    jadi kalo emang berniat menyetarakan arti pacaran = ta’aruf, kayanya harus kerja keras memasyarakatkannya. soalnya, sekali lagi, masyarakat sudah punya definisi sendiri untuk kata2 tersebut

  184. 190 Shelling Ford Juli 23, 2007 pukul 1:24 am

    hei, tapi aku ga pernah ditanya, “kamu lagi ta’aruf sama tika ya, joe?”
    aku pasti ditanya, “kamu lagi pacaran sama tika ya, joe?”
    dan aku selalu jawab, “iya, aku lagi pacaran sama tika.”

    itu yg umum di masyarakat. “pacaran” adalah sebuah istilah yg umum. orang yg (maaf) bukan muslim mana ngerti taaruf itu artinya apaan.

    padahal aku ga berzina lho sama tika. dan tika bener2 kuniatin buat jadi istriku besok (seperti yg dulu terjadi dengan mantan2ku sebelumnya). aku ga pernah pacaran buat have fun go mad aja, soale. selalu sedapat mungkin tidak melanggar koridor agama. jadi aku ga rela kalo ada yg bilang “setiap pacaran itu pasti berzina”. dan kemudian diartikan lebih lanjut bahwa pacaran itu haram.

    sekali lagi, yg haram itu perilakunya atau istilahnya?

  185. 191 diko Juli 23, 2007 pukul 1:30 am

    kenapa kok dugem itu diistilahkan clubbing? terus makan malem berdua diterangi cahaya lilin diistilahkan candle lite dinner? ya karena budaya itu kan asalnya dari barat

    kenapa kok kenalan secara syar’i untuk menuju pernikahan itu diistilahkan ta’aruf? ya karena itu kan berasal dari islam, islam turun di arab. makanya istilahnya pake basa arab. Masa mau diistilahkan “get to know each other”

  186. 192 Shelling Ford Juli 23, 2007 pukul 1:39 am

    kalo gitu, kenapa ga semua orang islam di indonesia memakai bahasa arab dalam kehidupan sehari2nya? kan islam itu turunnya di arab. toh, setiap pemeluk islam pasti hidup dengan kaidah2 yg berasal dari islam sehari-harinya.

    dan jawaban saya, Tuhan saya juga ngerti bahasa indonesia kok. karena memang Beliau yg menciptakan manusia itu berbeda2 baik bangsa maupun bahasanya. Tuhan saya ngerti isi hati saya.

    yg saya ga suka adalah sebuah pemaksaan sepihak bahwa setiap bahasa timur tengah adalah halal dan setiap bahasa bukan timur tengah adalah haram. seperti “pemerkosaan bahasa” dalam istilah pacaran😉

    memangnya kalo pake istilah pacaran, trus itu berarti perkenalan saya sama tika demi menuju pernikahan ga bakal bisa dilakukan secara syar’i?😀

    hayo, bisa nggak? kekekekeke

  187. 193 diko Juli 23, 2007 pukul 2:02 am

    @ford

    yang salah jelas perbuatannya. aku cm mau bilang, massyarakat SECARA UMUM sudah mengidentikkan pacaran dengan ngapel, rabaan, ciuman, ngambil jatah dll. tapi kl sampean engga pacaran kaya gitu ya…brarti sampeyan bukan masyarakat secara umum,,,secara khusus lah!!

    sementara taaruf, pengertian orang (biasanya hanya kelompok pengajian, artinya orang umum ga biasa make istilah ini),adalah perkenalan yg hanya boleh ditemani muhrim, ga boleh berduaan ga boleh rabaan, ciuman delelel dan waktunya ga lama2 amat kaya pacaran ada yg sampe taunan. kalopun ada yg melakukan ciuman dsb, itu salah orangnya..

    skali lagi aku ngomongin istilah yg lazim dipake masyarakat (bahasanya) bukan tentang orangnya. jadi, bisa jadi tetangga sampeyan mikir kl tiap malem minggu pasti sampeyan ngapelin tika..ngajak jalan, noton dsb (beberapa mungkin ada yg mikir anda “ngambil jatah”. mereka ga salah kan! taunya mereka sampeyan pacaran, dan mereka mikir aktifitas pacaran ya itu-itu aja….

  188. 194 Shelling Ford Juli 23, 2007 pukul 2:13 am

    hehehe, saya setuju.
    tapi masyarakat umum kalo tau ada calon pasangan suami-istri, mereka pasti nyebutnya sebagai pacaran. akan sangat jarang ditemukan mereka menyebutnya taaruf, kecuali ya kelompok pengajian itu tadi.

    jadi, nggak masalah kan kalo aktivitas itu disebut sbg pacaran?

    tulisan saya cuma mengungkapkan ketidaksetujuan saya kalo pacaran itu dimaknai sebagai suatu kegiatan yg PASTI haram. itu saja😉

  189. 195 diko Juli 23, 2007 pukul 2:40 am

    oo…ya ga masalah, cm istilah aja kok. aktivitas sampeyan sama pacar sampeyan mau dikasih istilah bedol desa juga gpp. tapi kompromi sama tika dulu mass!!
    kok tempat komennya jadi tempat chat kita??!! kacau. mas joe..maapin kami…
    *kaburr…*

  190. 196 diko Juli 23, 2007 pukul 2:49 am

    ehh…joesatch tu = shelling ford to?
    isin aku..

  191. 197 superdeuthman Juli 25, 2007 pukul 5:11 pm

    lha mung istilah wae kok, mbingungi toh?

    selama aku pacaran karo si joe ra pernah sih emang nyekeL2 tangan, liyane kuwi sih kerep…

  192. 198 rusty Juli 27, 2007 pukul 9:19 pm

    semuanya dah ga beres,ni nih yang pertanda kiamat uadh dekat..coba kita liat ke pegangan kita sebagai umat muslim Al-Quran..didalamnya dah ada penjelasan dan penegasan apa itu pacaran, sudah jelas pacarn itu yng bukan muhkrimnya dilarang oleh ajaran kita..punya Al-quran semuanya kan..coba dilihat lagi diartikan diresapi dengan bener..kecuali yang ga bisa baca ya kelaut aja…tobat euy dari sekarng..jangan pikirkan nikmat dunie aje…kita ni cuma titipan

  193. 199 www.ieand_schatzy@yahoo.com Agustus 5, 2007 pukul 5:51 pm

    setiap orang adalah pemimpin (setidaknya untuk dirinya sendiri)…
    setiap pemimpimn mempunyai amanah…
    amanah itu akan dipertanggungjawabkan nanti…
    sekarang masalahnya… tergantung diri kita masing2…
    jika kita merasa apa yang kita lakukan itu adalah yang terbaik….
    maka lakukanlah hal itu… tapi harus siap dengan konsekwensinya…
    saya rasa kita semua sudah cukup dewasa untuk mengenal baik dan buruk, setidaknya baik dan buruk untuk diri kita sendiri..
    semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan nanti…
    maka siapkanlah alasan yang bisa diterima semuanya.. termasuk ALLAH…

    oya, menurut saya cinta itu terlalu suci untuk dipermasalahkan…
    jalani ja…
    jangan dipermasalahkan….
    cinta yang membuat hidup ini jadi indah…
    jangan salah paham, sakit hati dari cinta juga indah..
    cinta itu sempurna karena memiliki kekurangan…
    sama halnya dengan manusia, manusia itu sempurna karena memiliki kekurangan..
    arti cinta pada manusia adalah mencari kebersamaan dalam perbedaan..

    sekedar menambahkan, islam itu agama yang sempurna…
    bisa digunakan di segala zaman…
    tujuannya sama, hanya mungkin caranya berbeda…

    pendapat kalian semua tidak ada yang salah…
    semua benar tapi dari sisi pandang kalian..
    yang harus di ingat adalah tanggung jawab akan semua yang kalian lakukan…
    ok!!
    semoga bisa meredamkan panasnya blog ini…
    hehe….
    {^_^}
    semangat!! hidup cinta…..

  194. 200 ndutyke Agustus 8, 2007 pukul 11:29 pm

    haduhhhh…
    inginnya sih lekas menikah. malas juga pacaran berlama-lama…

    *nyolong curhat*

  195. 201 fajri Agustus 10, 2007 pukul 1:47 pm

    Hallow!!!

    Maaf ya aku nggak mbaca semua komen-komennya… Buanyak banget!!!!

    Yang pengen aku soroti, adalah betapa sulitnya sebuah penggunaan makna yang bertentangan dengan umumnya dipakai oleh masyarakat.
    Padahal kita udah berbusa-busa ngejelasin.

    Tuh kan upahnya muncul Rusty yang kayaknya cuma liat judul, main asumsi, langsung komen…

  196. 205 nieznaniez Agustus 11, 2007 pukul 1:04 pm

    Yang penting kan ga berzina.
    Udah.

  197. 206 B Ali Agustus 24, 2007 pukul 8:24 pm

    Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10, 25 atau bahkan 1000? Dalam hal ini, wanita tidak lagi dianggap sebagai manusia, tapi sebagai benda terhitung dalam satuan, bijian, 2, 3, 4 atau berapa saja. Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak (wahyu Tuhan), maka umat muslim hanya menurutinya saja tanpa menggunakan nalar.

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur’an pasti mendapatkan ancaman terhadap keselamatan fisiknya.

    Jadi umat muslim terjebak.

  198. 208 Amd Agustus 24, 2007 pukul 8:55 pm

    @ Herianto

    Saya juga dapat Pak. Saya spam-kan saja, habis perkara!

  199. 209 fHeBiE_cUtE September 28, 2007 pukul 11:48 am

    uhhh…..ya ALLah…ne sp yg bner sp yg salah…????ada yg blg pcrn haram,,ada jg yg g…sebenernx yg mn c yg bner???……tlong dunk….klo bz ngasih jaminan qt2 yg ngikutin petua km klo pcrn ntu g dosa,(pcran islami)…km mw tanggung dosa2 qt??klo seandaix di hari pembalasan maslah pcran pranikah bkl di bahas???

  200. 210 Shelling Ford September 28, 2007 pukul 1:50 pm

    lho, ini bukan masalah jamin2an kok. yang saya ga suka adalah kalo ada orang yang nyalah2in sambil bilang kalo pacaran itu sudah pasti dosa. biarkan manusia dengan pilihan2 dan konsekuensinya sendiri. mereka juga punya ijtihad sendiri2 kok

    eh, ini bisa juga berarti kebalikan dari komentar mbak kan? sapa yang menjamin kalo pacaran (islami) itu dosa. gmn kalo besok Allah bilang pas hari pengadilan kalo itu ternyata bukan dosa?😉

  201. 211 fHeBiE_CuTe Oktober 7, 2007 pukul 11:24 am

    ass……….^_^
    hmm…bknx gt bro…lo cb dech pkir pke hati nurani…w ykn seykn2x batin lo pzt berontak kecil paz lo blg pcrn gag haram…ada gak c islam ngajarin yg nmx pcrn…fuck ahh..mw penjajakn keq..mw apalah..tp boonk bgt klo pcrn gak pegang2n…belai2an,,kizz2n…ato….parah!!! gini jeck..w kzh tw ya..lo pnh bc 30 kisah tldan gak..lp w seri k brp..yg zt d stu di ada 1 crt ttg ustad yag alim bgt,,,akhirx ngelakuin 3 perkara tercela..minum,mL, mpe akhirx ngebunuh org..duwh…bzk mo ujian neh…jd ntar az diskusix…

  202. 212 Shelling Ford Oktober 7, 2007 pukul 1:24 pm

    aduh…sayang sekali, mbak. keyakinan anda meleset. jadi bagaimana?

    mbak…mbak…sungguh mati saya kalo pacaran ga pernah belai2an, apalagi kiss2an. kalo gaya pacaran yang mbak tau itu sebatas kayak gitu, ya jgn lantas disamaratakan, dunk😉

    nggak apa-apa kalo mbak nggak mau pacaran karena mbak khawatir nggak bisa mengendalikan libido. tapi seandainya ada orang yg mampu, ya mbak jgn lantas mengambil kesimpulan bahwa semua orang akan sama2 nggak mampu menahan libido seperti halnya diri mbak. jgn menilai orang lain berdasarkan parameter diri sendiri, dunk😀

    tentang ada ga ajaran islam mengenai pacaran, mbak boleh baca analogi saya di sini: https://joesatch.wordpress.com/2007/07/21/kalau-johnnie-walker-lagi-taaruf/

    eh, mbak sendiri sebenernya sudah bener2 baca tulisan saya di atas ga, sih? yakin sudah paham dengan maksud tulisan saya? mohon maaf kalo lancang, tapi menurut saya, mbak fhebie ini bahkan belum paham dengan maksud tulisan saya.:mrgreen:

    iqro, mbak!😀

  203. 213 www.cwk_ckp@yahoo.com Oktober 8, 2007 pukul 11:10 pm

    sya ingin menjawab prnyataannya B Ali..
    spa bilang islam teroris?
    sya gk tau spa qm? tp kyaknya qm gk bner2 tau soal islam..
    jd jgn sok ngambil argumen gtu…
    lg pula dsni tu ngebhaz pacaran!!
    bkan tntang islam dan al-quran..
    smua tu da dlam al-quran…
    lg pula smua prsoalan da jwban d al-quran..
    n plengkapnya da sunnah rasul…
    jadi klo pngetahuan lo cma dkit tntang islam n al-quran..
    mnding jgan ngomong dlu dech!!!
    n umat islam tak prnah merasa terjebak!
    mgkin anda sndri yg terjebak!!!!
    kmna ja lo…
    dari kmpung y?!!
    omongan tu di jaga y?!!

  204. 214 fHeBiE_cUtE Oktober 17, 2007 pukul 7:31 pm

    ass…up 2 u lahhh..ikhwan…mgkn lbh bae qt ngruz diri msg2 az..benahi ahlaq dr hal terkecil…sejeniz solat…yg pzt…klo feby mah insya allah ud berenti pcran…jd nunggu 3 taon zp yg mw ta’arufan ma feby…???

  205. 215 fHeBiE_cUtE Oktober 17, 2007 pukul 7:33 pm

    ehh..iyach..seriuzz….hehehe..^_^

  206. 216 Shelling Ford Oktober 17, 2007 pukul 7:43 pm

    lho, apa bedanya ta’aruf sama pacaran, mbak fheb?😉
    tenang aja. yang saya tulis di atas cuma pendapat subyektif saya kok. mau ngikut monggo, nggak juga tiada mengapa. pendapat itu kan cuma sekedar pendapat, bukan realita yg sebenarnya. pendapat kan cuma hasil pemahaman terhadap realita😀
    yeah, antara spesies yg satu dan yang lainnya berbeda kesimpulan itu bisa aja, kan?😉

  207. 217 fHeBiE_cUtE Oktober 23, 2007 pukul 1:50 pm

    ass..
    af1…QS.Al-isra :32…iqro jg ya..
    bda lah..ikhwan…ta’aruf kan di jodohin ma murobbhi qt…
    g pke sisitem pcran..ktx c bd istilah doang..pcran ala sini..ta’aruf ala tmur tgh..
    tp beda…u/ mncari tw all about sang target di ta’aruf dg cr melalui org tua si target…

  208. 218 Shelling Ford Oktober 23, 2007 pukul 3:57 pm

    yakin? iqro lagi, mbak fheb. coba al-isranya dibaca lagi, mbak. apa perintah yg tegas disebutkan di situ?
    ada menyebutkan pacaran itu dilarang?
    memang cuma beda istilah aja kan pada akhirnya?😉

    mbak taunya pacaran itu ngapain aja coba? pegang2an trus zina? wah, kalo cuma sebatas itu, ya berarti yang membuat istilah pacaran itu terlihat sbg sesuatu yg bejat ya pikirannya mbak sendiri, dunk😀 karena menurut saya, pacaran itu tidak mesti diakhiri dengan sebuah perzinahan.

    skrg kalo tata cara taaruf itu yg saya lakukan sebagai sebuah pendekatan untuk memiliki seorang pasangan hidup, tapi saya masih tetap pgn mengistilahkan hal itu sbg “pacaran”, lalu letak permasalahannya ada di mana? masalah metode taaruf sendiri (kalo nggak mau dibilang pacaran) antara masing2 ulama, misalnya antara yusuf qardhawi dan syaikh bin baz, ternyata memiliki ijtihad sendiri2, kan?😀

    sekali lagi (karena kayaknya mbak nggak baca komentar2 di atas), kalo ada oknum pelaku taaruf yg melakukan zina, yang dosa itu “istilahnya” atau “kelakuan oknumnya”, sih? nah, begitu pula dengan pacaran.

  209. 219 fhebie_cute Oktober 29, 2007 pukul 1:45 pm

    ass…
    yach…akhi mkzd fb g gt…ya jlz lahh..ta’aruf klo di jdiin kedok mlh dosa bsr,tp maksud sy di jodohin ma murobbi,g pcrn or pnjjkan…tkt slh jdoh..?percya lah ma allah..husnudzon billah…pzt yg di kash allah itu yg terbae wat qt,,klo mzlx terxta gak,,yachh jdiin itu bkt kasih syg allah ma qt u mnguji hambanya smpe d mana kesabaranx..??di ta’aruf itu g blh khalwat(ber22an) klo mw kmn2 mzt bareng mahram yg ikt serta(bwt cwx)

  210. 220 Shelling Ford Oktober 29, 2007 pukul 2:11 pm

    wah, kalo saya sih percayanya ikhtiar dulu baru berserah diri😉
    makanya saya kalo acaran ya jalan2 ke tempat rame. di situ ada mahramnya dia, ada juga mahram saya. malah komplit😀
    oh ya, sudah pernah baca blognya pak shodiq? http://pacaranislami.wordpress.com

  211. 221 Yusuf KS November 1, 2007 pukul 4:51 pm

    TUlisan ini menarik, Joe. Aku akan mempelajari tentang masalah ini lebih banyak lagi, seperti pacaranislami.wordpress.com, dsb.

    @Priandoyo (#56):
    Sekarang jawab pertanyaan ini baik-baik:
    Mungkinkah anda mendapatkan istri yang berkualitas kalau tanpa didahului dengan hunting-approaching-ngerayu-ngegombal-nekad dkk, jawab dengan jujur, coba lihat lingkungan sekitar anda, akhwat2 disekitar anda mas

    (Sekalipun pertanyaan ini ditujukan untuk Hanichi Kudo, tetapi karena pertanyaannya menarik untuk kujawab maka aku mau jawab

    :))
    Kalau aku tentu saja akan hunting cewek, lalu approaching, nekad, mencoba untuk saling mengenal!!Tetapi untuk ngerayu dan ngegombal? Nay!!

    Tetapi aneh juga, yang ditanya (Hanichi) malah tidak mau menjawab (alias kabur dan tidak bertanggung jawab atau mengalihkan permasalahan :D) pertanyaan mas Priandoyo tersebut. Maaf yaa Hanichi, jangan marah karena tersinggung lhoo…aku memang ada niat untuk menyinggung ^^

    Aku juga sependapat dengan Priyando untuk orang-orang yang seperti Hanichi : walau berbeda pendapat tetapi cobalah untuk

    menjelaskannya dengan bahasa yang mudah dimengerti dan menggunakan bahasa yang baik dan sopan + rendah hati.

    @pramur (#89) :
    Pendapat yang bagus, pramur! Tetapi sayang yach web blognya udah semi ditutup hiks hiks hiks…(ceritanya lagi menangisi

    mayat web pramur yang belum dikubur ^^)

  212. 222 fHeBiE_CuTe November 3, 2007 pukul 12:40 pm

    ass…hmm…ya tw lah akhi…ustad m.mushodiq kan> yg low g slh “pengislamisasian hbgn percintaan pra nikah scra smart” iyachh bkn tuwh? ^_^
    “ klo mngatasnamakan penjjakan biar g slah pilih makax kudu pcaran, g sah az..husnudzon billah lah pd Allah, “ykinlah semua yng di berikan adlh ujian yng kudu di syukurin, toh kan ini perkara duniawi(ujiankan nmx) kalian pikr kami2 ini g normal apa?malahan cinta kmi malah lbh dahsyat mengebu2x dibdg kalian, pr akhwat yg mengidoalakan ikhwan, slh satux aq, berharap di khitbah nntix, sk senyum2 ndri kl lge kpikiran doski, tp ttp brsaha jg hati, qt ne manusia, gudangx kekhilafan, jd lbh baik mencegah kan..drpd mengobati?? Qt mnk g bz ky rabiah al-adawiyah, yg g mw mncintai mahluk, krn tkt cintax terbagi ma allah, maka ktika seorg gubernur sofyan Ast-Tsauri melamarnx, ia tolak dg tegas, sgguh mengagumkan figurx, zp coba yg sanggup ky dy??? Feby nanya nehh??gw az kaga’ sanggup wal…(kada ketahanan banarai amunx kedada be’isi anak nantix)
    teruz terang aQ kecewa dg para aktivis da’wah yg mndukung pcran islami(katax trgantg apax dl)..uD ssh2 q ngilangin kebiasaan pcran, tp stlah di beri hidayah dan sembuh dr zina hati itu ehh…, q malah di bngungkan dg keplin-planan pr org ber-iman, dimn NUrani kalian!!!…yach udlah nmx jg internet, papun bz terjadi, seorg pendeta bz jd ulama bwt mnghasut umat islam, dan anehx ada yg percya, sabar saudaraq, emank..org2 bgini ud di tuliskan didlm al-Qur’an tlh di anugrahi kemampuan intelektual yg jauh lbh bnxk dr org2 islam yg beriman, jgn terlalu memuja mahluk,cinta harta bangkrut, cinta wrna luntur,cinta mahluk mati, cinta allah abadi, . Jd berdoa az mg qt smw mndapat syafaat rasullulah ktika hari kbangkitan,krn qt mnjadikanx idola dan suri tauladan.aMiN…^__–

    Wallohu a’lam Bishowab..
    ###s3moga bermanfaat### af1 ya…jk ada yg mrasa tersinggung, q cm mahluk allah yg pnuh khilaf,,tp allah lah yg mnggerakan tagnq mengetik keyboard ini, wass…oya fsq fhebie_slank@yahoo.co.id,
    G Baik kan di liat??? Allah pzt akan mnunjukkan hidayah-Nya bgi org yg bner2 ingin ataz cahaya hidayahx…

  213. 223 fHeBiE_CuTe November 3, 2007 pukul 12:44 pm

    eehh..mlez ngetik neh..jd q copy yg di fd q az…mkx kata2 agak g enak..af1 ya ikhwan…slm cnta sodara se-iman..

  214. 224 Shelling Ford November 3, 2007 pukul 12:54 pm

    ehem…balik ke topik deh, mbak😉
    jadi menurut mbak pacaran itu ga boleh ya?
    kalo taaruf boleh?
    kalo saya menyebut kata “taaruf” itu diganti dengan “pacaran” gimana? apa lantas jadi haram gara2 susunan hurufnya berbeda?

  215. 225 Shelling Ford November 3, 2007 pukul 1:08 pm

    oh ya, fsnya lumayan menggoda:mrgreen:
    kalo “ga baik diliat”, lha kok malah ditunjukin? orang kan cenderung penasaran😛

    saya sih ga suka melibatkan Allah dalam perkara ketik-mengetik. semuanya menurut saya ya tanggung jawab saya pribadi besok di hadapan Allah. kalo perbuatan saya baik, ya semoga diridhoi sama Allah. kalo jelek, konsekuensinya ya nggak bisa saya limpahkan ke orang lain.

    agak egois rasanya kalo perbuatan kita yang baik2 selalu kita bilang Allah-lah yang menggerakkan. lalu perbuatan kita yang jelek siapa yang menggerakkan? syaiton? wah, kok kesannya syaiton jadi punya bargaining power yang sama kuatnya dengan Allah, ya? hehehehe.

    baik atau buruk pekerjaan kita, kitalah yang menentukan prosesnya. menurut saya, kita cuma dalam kapasitas meminta ditunjukkan jalan sama Allah. tapi perkara melewati jalan itu, kitalah yang melakukannya sendiri.

    begitu juga syaiton. mereka mampunya cuma menggoda, kok, menurut saya. mereka ga punya kapasitas untuk mengontrol kita. karena, hak (atau tugas?) yang diberikan Allah kepada mereka ya cuma menggoda manusia, bukan menggerakkan dengan absolut. kalo kita tergoda ya itu berarti salahnya kita. mereka menggoda kita, tapi kitalah yang menindak-lanjuti godaan itu dengan aksi.

    manusia toh sudah diberi hak prerogatif sama Tuhan buat memilih, kan? gitu, mbak…hehehehe!

  216. 226 Burkass Tchaikovsky November 4, 2007 pukul 1:00 am

    Pacaran gak haram tapi ritual pacaran itu yang bikin haram seperti kissing, pelukan, dll tau sendirilah nahh itu jelas kan dilarang di Al-Qur’an. Salah satu guna Al-Qur’an kan menjadi aturan bagi manusia dan manusia itu pasti sanggup untuk tidak melakukan larangannya karena Allah tidak akan memberi peraturan yang tidak bisa kita lakukan. Jadi konteksnya sekarang pacaran yang bagaimana sebaiknya secara Islam, karena menurut artikel diatas pacaran sebagai pengikat dan pengenalan nah sekarang gimana cara pengenalannya apakah dengan gandengan tangan, berpelukan ala TELETUBBIES atau dengan menunggu 9 bulan mendengar oeeek oeekkk so up to you guys…..

    Kalo pendapat gw hmm…. sebaiknya mgkn menggunakan pacaran tapi tanpa melanggar aturan Al-Qur’an.

  217. 227 Burkass Tchaikovsky November 4, 2007 pukul 1:22 am

    Oya menambahkan diatas… sebagai umat Islam kita seharusnya mematuhi aturan2 di Al-Qur’an sebagai harga MATI dan jangan ada revisi2 an entar kebanyakan kitab, ok man….. and jangan rasis huahahahahhahaha

  218. 228 Yuni H. Tarigan November 8, 2007 pukul 3:58 pm

    bagus bener isi tulisannya buat kita ketawa, serius and sekaligus nyadar kalau sebenarnya masih banyak yang belum kita mengerti tentang pacaran yang sebenarnya.

    halal dan haram terkadang menjadi perdebatan yang panjang.

    oh ya kasih kita topik tentang Ijma’ dan qiyas dalam sumber hukum islam

    boleh kan………?

  219. 229 fhebie_cute November 9, 2007 pukul 10:15 am

    ass…ckckck..ikhw emank pinter bgt …good job ya…tp mnurutq yg namax pacarn tteup g bleh cz it kan bkn perkara ibadah..it usha pr kaum liberal berguru pd para oriental..bknkah pcran it budaya jahili????….
    subhanallah…semakin beriman seseorg maka semakin brat jg cobaan yg dtang it semata2 untaian kasih syg allah azza wa’jala, ingin membuktikan seberapa besar cinta qt thd Nya,, jd smsn_tlp2nan dg yg bkn muhrim az ud termasuk zina hati,(kecuali ad urusan yg pntg), plge klo pcran…
    aq c dan kami2 para pnentang pcran versi apa az, mw islami, jahili, etc ttp bersikukuh semoga di jgkan allah dr mcm2 zina,bkn cm zina junub, karna kami tdk pantas menempati ruang hati di lawan jniz, cz yg berhak hx allah,

  220. 230 fhebie_cute November 9, 2007 pukul 10:17 am

    ass…ckckck..ikhw emank pinter bgt …good job ya…tp mnurutq yg namax pacarn tteup g bleh cz it kan bkn perkara ibadah..it usha pr kaum liberal berguru pd para oriental..bknkah pcran it budaya jahili????….
    subhanallah…semakin beriman seseorg maka semakin brat jg cobaan yg dtang it semata2 untaian kasih syg allah azza wa’jala, ingin membuktikan seberapa besar cinta qt thd Nya,, jd smsn_tlp2nan dg yg bkn muhrim az ud termasuk zina hati,(kecuali ad urusan yg pntg), plge klo pcran…
    aq c dan kami2 para pnentang pcran versi apa az, mw islami, jahili, etc ttp bersikukuh semoga di jgkan allah dr mcm2 zina,bkn cm zina junub, karna kami tdk pantas menempati ruang hati di lawan jniz, cz yg berhak hx allah,

    mnkx low blh tw ikhw pcran jg ya????kq kyx ngebela bgt..jjr skrg ne jg q lge dkt dg ikhwan”fulan”, berat mmnk u menghindar tp q yakin ini adlh ujian iman dari allah agar derajatq di sisiNya terangkat. amin,

  221. 231 fhebie_cute November 9, 2007 pukul 10:20 am

    dan gak lp jg senantiaza berdoa mg ttp istiqomah, jgn mpe kemakan omongan ndiri, gpp…kch efez cm isenk, kan q jg manusia yg px nfsu, tp semoga allah mnjagakan imanq mpe akhir ajalq, di saat q meliat seseorg mrip aq dan wangix bagai ambar kamturi.

  222. 232 Shelling Ford November 9, 2007 pukul 12:49 pm

    Burkass Tchaikovsky:::
    ohohoho, hahaha…masih banyak org yang terjebak sama masalah bahasa, kok

    Yuni H. Tarigan:::
    wah, ampun…saya cuma ustadz karbitan. nyari dalil kalo lagi ada yg ngganjel di ati aja. kalo harus nulis buat pesenan, sih, belum mampu…maap🙂

    fhebie_cute:::

    ass…ckckck..ikhw emank pinter bgt …good job ya…tp mnurutq yg namax pacarn tteup g bleh cz it kan bkn perkara ibadah..it usha pr kaum liberal berguru pd para oriental..bknkah pcran it budaya jahili????….

    ooooh, saya paham, mbak. jadi pacaran itu haram ya, berhubung bukan bahasa dan budaya arab?
    kalau taaruf, haram ga?😉

    subhanallah…semakin beriman seseorg maka semakin brat jg cobaan yg dtang it semata2 untaian kasih syg allah azza wa’jala, ingin membuktikan seberapa besar cinta qt thd Nya,, jd smsn_tlp2nan dg yg bkn muhrim az ud termasuk zina hati,(kecuali ad urusan yg pntg), plge klo pcran…
    aq c dan kami2 para pnentang pcran versi apa az, mw islami, jahili, etc ttp bersikukuh semoga di jgkan allah dr mcm2 zina,bkn cm zina junub, karna kami tdk pantas menempati ruang hati di lawan jniz, cz yg berhak hx allah,

    oh ya, saya jadi makin curiga lho kalo mbak belum bener2 baca artikel saya di atas. bukannya sudah saya tuis kalo saya sedang berbicara tentang cinta ideal, dan bukan bicara tentang cinta sejati yang hanya milik allah, iya tak?

    mnkx low blh tw ikhw pcran jg ya????kq kyx ngebela bgt..jjr skrg ne jg q lge dkt dg ikhwan”fulan”, berat mmnk u menghindar tp q yakin ini adlh ujian iman dari allah agar derajatq di sisiNya terangkat. amin,

    saya pacaran? wah, kayaknya bahkan kalimat pembuka di awal tulisan saya belum dibaca ya? huehehehe

    dan gak lp jg senantiaza berdoa mg ttp istiqomah, jgn mpe kemakan omongan ndiri, gpp…kch efez cm isenk, kan q jg manusia yg px nfsu, tp semoga allah mnjagakan imanq mpe akhir ajalq, di saat q meliat seseorg mrip aq dan wangix bagai ambar kamturi.

    nah, kan…
    pada dasarnya mengakui kalo manusia itu punya nafsu, kan? nafsu itu memang nggak dosa, mbak. karena itu memang fitrahnya manusia diciptakan oleh tuhan dengan anugerah nafsu. cuma, kita kan dikasi akal juga buat gimana caranya ngendaliin nafsu kita😉
    ga usah pacaran pun kalo memang pengen nurutin nafsu buat zina, ya bisa aja main ke tempat prostitusi.
    tapi, walopun pacaran, kalo tau batas dan bisa mengendalikan nafsu, yang namanya zina juga ga bakal ada.

  223. 233 fhebie_cute November 16, 2007 pukul 12:37 pm

    ass….wahhh..wahh…ikhwan yg cerdas….semuanya sedetail mungkin di protez….uhh….jd kelimpungan urang mah…

  224. 234 Shelling Ford November 16, 2007 pukul 1:10 pm

    fhebie_cute:::
    bukan protes, kok, mbak. cuma menyampaikan pendapat yg berbeda menurut saya aja. saya, sih, monggo2 aja kalo mbak fhebie mau ga pacaran. cuma ya jgn langsung ngecap bahwa setiap pelaku pacaran itu adalah pelaku sesuatu yg haram tanpa pondasi argumen yang valid di dalamnya.

    kita bisa sepakat untuk tidak sepakat, kan?

    oh ya, saya nggak cerdas, kok. kalo cerdas, saya sudah jadi sarjana komputer dari kemarin2😉

  225. 235 yusman islam November 19, 2007 pukul 12:49 am

    sory bro bukannya mau menggurui tapi kalo mo bikin setetment itu harus tau dulu ilmu jangan asal jeplak, jangan terlalu menuhankan akal karena akal terkadang bisa salah, sudah berapa banyak Allah menciptakan hambanya yang pintar n berakal jenius tetapi tetap saja tidak dapat menganal Allah, lantaran dia terlalu mengikuti hawa nafsu akaliahnya yang tak terkendali. lo juga harus lihat fakta dilapangan sdh berpa banyak ce yang melakukan aborsi, bayi yang dibuang sembarangan (emg sampah), lo harus tau kalau mencegah itu lebih baik dari pada mengobati. kalau kita mau slamet mesti lo tau 2 hal yang menjadi rujukan yang ga bisa ditawar-tawar yaitu Al-Qur’an n Al-Hikmah(sunnah). jjangan coba-coba bbikin acara sendiri dengan membuat model pacara yang halal, karena dilihat dari aktivitas orang2 pacaran itu sendiri sudah mencerminkn budaya jahiliyah, mending lo bikin aliran kepercayaan “alqiyadah Al pacarilah”. dan bagi para penganutnya DIMOHON UNTUK SEGERA BERTAUBAT SEBELUM TERLAMBAT BIAR SELAMAT SAMPAI AKHERAT. AMIN

  226. 236 Shelling Ford November 19, 2007 pukul 9:22 am

    yusman islam:::
    bau ad hominem, deh, kayaknya? tau ad hominem kan, mas?😉
    sorry juga, bro. bukannya mau nyalahin. tapi tolong tulisan saya dibaca baik2 dulu. idenya kira2 tentang apa? kalo nggak jelas, tolong komentar2 di atas dibaca baik2 dulu.

    kadang2 capek lho nanggepin komentar yang pertanyaannya muter di situ2 aja. well, bisa saya maklumi… kebiasaan para penentang ide tulisan saya adalah tidak membaca keseluruhan isi postingan dengan menyeluruh. cuma menangkap sedikit kontroversi, merasa sudah mengerti keseluruhan isi, merasa tidak setuju, kemudian menulis komentar yang menyanggah pendapat saya. padahal…wah, antara komentar yang ditulis dan ide yang saya angkat sebenernya nggak nyambung😉

  227. 237 fhebie_cute November 23, 2007 pukul 1:53 pm

    i’ Allah tw duNk…hominem itu tendanagn balik kan..(di ibaratkan..jgn lgsg mikir ke bola, or smack down ya..?)
    ya…pertanyaan yg menjatuhkan gt…klo gag slah..ckckckck…(meringis di injek tukang warnet gr2 warnetx mw tutup)sadiz na..huehehe

  228. 238 Shelling Ford November 23, 2007 pukul 2:03 pm

    kurang lebihnya, inti ad hominem itu “shoot the messenger, not the message”😉 gitu, mbak fheb…

  229. 239 kaezzar November 24, 2007 pukul 8:25 pm

    Itu yg disayangin…
    Padahal yg saya liat, kebanyakan dr mereka justru yg berasal dari “golongan kanan”
    Untung g smuanya kaya gitu…koz baru diajak thinking out of the box sedikit aja udah diberedeli dgn sebutan2 pemelintir ayat dan hadits, penuhan akal, pelegal nafsu syahwat, liberal, musuh dalam selimut dll
    Padahal si kalo mo sedikit husnudzan aja…anggap aja itu karena kurang ilmu…trus diskusi bae2…beres kan :p

    Wassalam

  230. 240 Shelling Ford November 26, 2007 pukul 2:44 am

    wa’alaikumsalam…
    hahaha, tinggal yang masih ngerasa waras aja yg harus mati2an mempertahankan kesadaran, mas, supaya ndak ikutan emosi

  231. 241 fhebie cute November 30, 2007 pukul 6:13 pm

    ass….ouww..gitu ya….akhi…kmren ana bc bku “potret wanita sholehah”
    ana jd ….gemana yach…
    disana ditulis klo pcaran itu blehh..ya…pctan islami lah…bxk lho…penganutx..klo saya sie..ud bosen pacarn…jd mwx pcrn stlh nikah…ajah…(pzt mw blg itu hak anda kan?ckckck…
    ya…pkkx yg pntg klo mw lgsg d khitbah…bkn di pacarn…getho….doain ya…si”ikhwan ” setelah lulus kul lgsg krmh khitbah ana..tp msh 3 1/2 thn..kan br semester 3..hikz….iya..klo dy gak tertarik sama akhwat laen…tp mhon doax aja ya…..cz dy itu ikhwan idaman sejuta akhwat…pkkx….ga da yg bz nolak dech…subhanallah..apalgi imanx….dy selalu jg hati..itulah ikhwan pujaan akhwat sejati…(menurut feby ya)

  232. 242 warga peduli Desember 10, 2007 pukul 2:14 pm

    Tanyakan pada Mitha Ratna Pratiwi,
    selama dua tahun cinta pertamaku,
    seberapa sering aku memenuhi ruang di kepalanya hingga ia tak sempat pikirkan apapun termasuk Tuhannya?

    Tanyakan pada Desti Maulani Nurmahysa,
    selama sembilan bulan kebodohanku,
    seberapa sering ia menjadi bodoh pula untuk lebih mendahulukanku ketimbang sholatnya?

    Tanyakan pada Dwi Ayu Novaria,
    selama tiga bulan pelarianku,
    seberapa sering mulutnya mengatakan ucapan mesra kepadaku dibanding melantunkan ayat-ayat suci Tuhannya?

    Tanyakan pada Saptorini Kartika Dewi,
    sampai sekarang penantianku,
    seberapa sering aku membayangkan kecantikan wajahnya dalam mimpi indah tidur malamku ketimbang kekhusyukan di sholat malamku?

    Sesungguhnya, dalam diri anak adam, ada bagian zinanya. Zinanya mata adalah melihat, zinanya mulut adalah berkata….(saya lupa, kapan2 tak tulis lagi ya)
    Dan zinanya hati adalah berangan-angan dan berhasrat.
    pacaran bebas zina? IMPOSSIBLE
    Ta’aruf kena zina? POSSIBLE

  233. 243 warga peduli Desember 10, 2007 pukul 2:39 pm

    oia mas yang ganteng (katanya ya..saya ga perlu merhatiiin)
    Jangan pake akal untuk membatasi nafsu, akal manusia itu terbatas, lho ya..sedang nafsu tidak terbatas. Apakah bisa kita membatasi sesuatu yang tak terbatas dengan sesuatu yang justru sangat terbatas?

  234. 244 Rumah Sabul Tumpangan Januari 12, 2008 pukul 11:38 am

    kalau zina tu memang HARAM, perkara yang menjerumuskan manusia ke arah ZINA pun HARAM ..hakikatnya dating adalah nilai orang BARAT, kafir laknatulah !!

  235. 245 BdSnowie Januari 14, 2008 pukul 11:15 am

    Halooo….
    salam kenal….
    numpang komen ya😉
    begini, kalopun bagi anda pacaran itu, baik belum tentu baik buat yang lain.
    kalopun anda bisa menahan diri, belum tentu yang lain bisa.
    nah, jadi kita ambil kesepakatan umum, bahwa sebisa mungkin pacaran itu dihindarkan.:mrgreen:

  236. 246 Cah Lanang Februari 2, 2008 pukul 4:30 pm

    Assalamualaykum Wr Wb.

    Subhanallah… ^_^! Buat semuanya aja yah…

    Hati-hati kalau posting atau tolong reply, jangan menyesatkan Ummat…!

    Kalau memang berniat saling mengingatkan, lebih baik menggunakan kata2 yang baik-baik dan mudah di pahami.

    “islam ini indah, jangan biarkan keindahan ini menjadi keruh,
    saling menegur, saling menasihati, saling memberi ilmu,
    kita terima ilmu yang haq dengan lapang data meskipun terkadang sulit hati ini untuk menerima karena (mungkin) ego, keterbatasan ilmu, fanatik golongan, partai atau sebab lain”

    JANGAN MENYESATKAN UMMAT!
    JANGAN MENYESATKAN UMMAT!
    JANGAN MENYESATKAN UMMAT!
    JANGAN MENYESATKAN UMMAT!
    JANGAN MENYESATKAN UMMAT!
    JANGAN MENYESATKAN UMMAT!
    JANGAN MENYESATKAN UMMAT!

  237. 247 Cah Lanang Februari 2, 2008 pukul 4:43 pm

    Afwan…

    Koreksi :
    “Hati-hati kalau posting atau tolong reply, jangan menyesatkan Ummat…!”

    (gak pake tolong) ^_^! maksud q :
    “Hati-hati kalau posting atau reply, jangan menyesatkan Ummat…!”

    >> Ketidaksempurnaan adalah milik manusia, dan Kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

  238. 248 angie Februari 21, 2008 pukul 4:44 pm

    ups,gmn blgx ya…?
    cz bagiku ya kaya masx gitu…
    boleh pacaran asal berisi hal” positif dan menghindari yg negative” gt

    tapi,dasar akux kale ye…
    susah banget ngindarin yg negatiF (mxdq pegang tangan)

    q jg bingung ngisi pacaran yang positif tu apa aja…
    mkx aq “cuti” pacaran

    bisa kasi masukan?

  239. 249 syaarif Maret 1, 2008 pukul 1:10 am

    Udah..udah,, salah semua, cuma saya yang benar!!!!

    mwahahahaha

    bcanda… peace…..

    gua newbie nih baru join, tadinya mau ngebaca comment dari pertama ampe trakhir, eh taunya malah pusing sendiri…

    anyway, tadi di awal2 banget ada yang ngomongin masalah takdir ya…

    gua nyumbang sedikit pendapat ya… ok

    jujur aja dulu masalah takdir ini juga sempet bikin ak pusing stress tujuh keliling
    tapi setelah di renung-renungkan (brainstorming) tanpa intervensi dari pihak asing (guru, ustad, teman, temannya ustad, dlsbg)

    sampailah diriku pada satu kesimpulan yang tak terbantahkan (ceeeiillaaaahhh… PD banget ya!!)

    jadi gini, memang segala sesuatu di dunia ini dari mulai awal terbentuknya alam semesta sampai nanti hari kiamat sudah tertulis, tinta sudah kering, pena sudah diangkat, keputusan sudah dibuat. Hal ini mungkin karena pelakunya adalah Yang Maha Kuasa sendiri, secara gitu loh… Dia yang menciptakan semuanya sesuai kadarnya pastilah Dia juga tau dan mengerti apa yang akan terjadi pada ciptaanNya, bagiNya itu adalah sama halnya seperti penjumlahan 1+1=2 kalau di bahasa manusiakan.

    Uniknya disini Dia memberi tahu kepada makhluk ciptaanNya bahwa semuanya sudah diputuskan, tujuannya bukan supaya semua makhlukNya itu menyerah dan putus asa, tapi supaya para makhlukNya bisa mengerti Keagungan dan Kehebatan sang Penulis Takdir.

    Di mata manusia takdir itu adalah benda yang ghaib ( tidak tampak tapi harus dipercayai ) jadi kita juga tidak berhak menebak-nebaknya, apalagi sampai menjadikan itu sebagai alasan untuk berhenti berusaha. Saya berikan contoh yang konkret aja:

    Takdir: si joe akan melanjutkan studynya ke ugm

    Pikiran si joe : Kalau saya memilih di UNS maka takdir saya adalah di UNS, kalau saya memilih ke UGM maka takdir saya adalah UGM

    Kejadian : Tetap saja si joe melanjutkan studynya ke ugm

    Mungkin buat si joe itu adalah sebuah pilihan, baik untuk dia melanjutkan ke UNS ataupun ke UGM, tapi buat Pencipta si Joe, sebenarnya sudah merupakan kepastian kalau si joe akan melanjutkan studynya ke UGM dan bukanlah merupakan pilihan si Joe (ingat Sang Pencipta si Joe berkuasa penuh terhadap apa yang dipikirkan dan apa yang akan dilakukan si joe dari hasil manifestasi pikirannya tersebut)

    contoh kasus 2

    Takdir : Si A akan menjadi orang yang tidak sukses (miskin)

    Pikiran si A : Saya ini sudah belajar di perguruan tinggi yang terbaik, menjadi lulusan yang terbaik, masa depan saya pasti akan cerah

    Kenyataannya : datanglah si A membaca comment di atas, kacaulah pikiran si A, Ia merasa “dipermainkan” oleh tuhan, lalu si A berpikiran ‘kalau segala sesuatu sudah di tentukan, buat apa saya susah-susah belajar dan berusaha, toh bakalnya ujung2nya ya gitu juga’. Mulai hari itu si A bermalas-malasan dan akhirnya pun ia menjadi orang yang tidak sukses(miskin)

    Kesimpulannya:
    Kita sebagai makhluk ciptaan tuhan harus percaya dan meyakini bahwa takdir itu ada, namun karena kita tidak tahu takdir kita itu seperti apa, maka yang bisa kita lakukan adalah berusaha sekeras mungkin dan berdoa kepada Tuhan, Sekaligus percaya pada janji2 yang diberikan Tuhan, karena Tuhan tidak akan pernah menzolimi hamba2nya, ia mencintai hamba2nya yang bertakwa, bertawakkal dan selalu berusaha.

  240. 250 manson selular Mei 24, 2008 pukul 10:17 am

    aiiii ka eby. . .neh w savtha. . .
    hha. . .akhrnya ktemu jg deh. . .

  241. 251 naff Juni 26, 2008 pukul 2:09 pm

    mau pacaran???udah siap belum sakit hati????
    pacran itu lebih cenderung kesisi negatifnya ketimbang kesisi yangpositif.
    http://www.kawasah.co.cc

  242. 253 Lex dePraxis November 13, 2008 pukul 7:06 pm

    Salah seorang sahabat kami baru saja menulis sesuatu tentang Taaruf dan Pacaran, silakan di cek.

  243. 254 Kid November 16, 2008 pukul 2:22 pm

    terbaik pek blog iki, bosone masuk!!😛

  244. 255 rabindrasahara Desember 20, 2008 pukul 6:27 am

    selalu ada yg mnarik membaca situasi dan gaya berpacaran mudamudi sekarang. menarik??? ktika cinta hanya berkutat dan terjebak pada hitungan frekuensi kencan dan bercinta. na’udzubillah!
    pengkultusan cinta yang hanya mempertimbangkan libido. ah, persiapkan diri kita mulai detik ini, kawan. kiamat sudah terlalu dekat. karena tidak siap berarti keparat… :))

  245. 256 Fian Juli 27, 2010 pukul 2:21 pm

    Saiaa telad, hehe..
    tp saiaa suka bog ini..

  246. 257 http://myworldwallpaper.com Mei 16, 2012 pukul 4:00 pm

    Excellent blog here! Also your site loads up fast! What web
    host are you using? Can I get your affiliate link to
    your host? I wish my web site loaded up as quickly as
    yours lol

  247. 258 amber heard nude scenes Februari 2, 2013 pukul 10:24 am

    Absolutely not sure whether to upvote as for a person’s link or to downvote as actually awareness any 481,Thousand,500 is larger than 10,Thousand,Thousand.

  248. 259 technique hair brush April 6, 2013 pukul 6:14 pm

    Thank you a bunch for sharing this with all folks you really know what you are speaking about!

    Bookmarked. Kindly additionally talk over with my site
    =). We could have a link exchange arrangement among us

  249. 260 pokemon April 6, 2013 pukul 11:39 pm

    The power you are shooting at the enemy falls fairly quick and
    you have to get used to arcing the aim to get over obstacles.

    We’d celebrate long, leisurely Pajama Mornings and make breakfasts that consisted of several courses. The more popular characters are ,Infernape,Cradily, Charizard, Magnezone, Gyarados, and Uxie.

  250. 261 http://net.info.pl/ April 7, 2013 pukul 12:24 pm

    Great beat ! I would like to apprentice while you amend your website, how
    could i subscribe for a blog site? The account
    helped me a acceptable deal. I had been a little bit acquainted of this your broadcast provided
    bright clear concept

  251. 262 todopaulocoehlocomes Juni 18, 2013 pukul 1:20 pm

    It’s an remarkable article in favor of all the online visitors; they will get advantage from it I am sure.

  252. 263 コーチ メンズ バッグ Juli 17, 2013 pukul 10:42 am

    Thanks for the auspicious writeup. It actually
    used to be a leisure account it. Look complicated to
    more introduced agreeable from you! By the way,
    how could we be in contact?

  253. 264 Subordinate Cunt Agustus 6, 2013 pukul 10:57 am

    I’m wondering which blogging and site-building platform you’re
    running? I’m new to running a blog and have been thinking about using the Ning platform. Do you think this is a good foundation to start with? I would be really grateful if I could ask you some questions through e-mail so I can learn a bit more before getting started. When you have some free time, please be sure to contact me at: kennethtomlin@yahoo.com. Bless you

  254. 265 agung November 3, 2013 pukul 10:36 pm

    ra sengojo nyasar neng blog mu bro, mantap tulis2an mu, aku khusus komen post iki wae soale keren. @Hanichi Kudou : heheheehehe cen pekok kowe dab, bedane gur bahasa kok tetep ngotot kwe to. lek kowe ki ceramah ngene ki po wes yakin ilmu cerahmu duwur?WES YAKIN TOK LAKONI DEWE? wes yakin kowe mlaku sesuai syariat? wes yakin kowe mlebu surgo? hehehehehhe perbedaan ki biasa, rasah do bersikukuh dengan pendapatan sendiri, lek kowe wes mantep ro pendapatmu yo wes lakoni wae dewe pendapatmu lek wong liyo wegah uwes rasah ngotot, toh dosa yo ditanggung dewe-dewe kok repot. iki wae sih bahas pacaran iso gawe heboh rung mengko lek bahas lainnya.wakakakakakak

  255. 266 vince delmonte fitness calculator September 5, 2014 pukul 5:15 pm

    What i do not realize is in reality how you’re not actually much more well-preferred than you may be
    now. You are very intelligent. You realize thus
    considerably on the subject of this matter, produced me in my opinion consider it
    from numerous various angles. Its like men and women are not interested until it
    is something to accomplish with Woman gaga!
    Your individual stuffs outstanding. At all times deal with it up!

  256. 267 cougar live cam Juni 4, 2016 pukul 11:04 pm

    I don’t know if it’s just me or if perhaps everybody else encountering problems with your website.

    It looks like some of the text on your posts
    are running off the screen. Can somebody else please comment and let me know if
    this is happening to them too? This might be a issue with my internet browser
    because I’ve had this happen before. Cheers


  1. 1 Bagaimana Merokok Secara Islami « w a d e h e l Lacak balik pada Maret 9, 2007 pukul 1:31 pm
  2. 2 Keparat di Kampus « Generasi Biru Lacak balik pada Maret 27, 2007 pukul 9:27 am
  3. 3 Bagaimana Merokok Secara Islami « wadehello :) Lacak balik pada April 23, 2007 pukul 9:31 am
  4. 4 Memangnya Belajar Ada Standarnya, Hah? « The Satrianto Show! Lacak balik pada Mei 25, 2007 pukul 10:51 pm
  5. 5 Yang Menghambat Kemajuan Umat Islam! « Parking Area Lacak balik pada Juni 6, 2007 pukul 9:39 pm
  6. 6 Syariat Itu Tidak Segampang Yang Elu Kira « Parking Area Lacak balik pada Juni 16, 2007 pukul 1:37 pm
  7. 7 Kalau Johnnie Walker Lagi Ta’aruf « The Satrianto Show! Lacak balik pada Juli 21, 2007 pukul 11:48 am
  8. 8 Pacaran Ga Haram Kok!! « Parking Area Lacak balik pada Juli 24, 2007 pukul 10:06 pm
  9. 9 pacaran ga haram; berarti halal? ah, yang benar? « Surga-Neraka’s Weblog Lacak balik pada Agustus 9, 2007 pukul 7:23 pm
  10. 10 Pacar dan Kenangan Masa SMA « sora-kun.weblog() Lacak balik pada Desember 29, 2007 pukul 10:02 pm
  11. 11 Islamisasi pacaran yang berkualitas tinggi | M Shodiq Mustika ™ Lacak balik pada Agustus 31, 2010 pukul 6:29 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,033,018 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia