Bingung Ngasih Judul Apa

Untuk menambah pengetahuan Saudara-saudara sekalian, berikut aku beritahukan kalau postingan ini kubikin setelah membaca postingannya Oom Wadehel tentang ucapan selamat Natal. Di situ terjadi perdebatan seru tentang haram-halalnya seorang muslim mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristen. Bahkan secara luas, ucapan selamat hari raya kepada umat yang beragama di luar Islam.

Di postingannya Oom Wadehel itu ada banyak komentar pro dan kontra. Salah satunya yang kontra adalah komentar dari seseorang yang ngakunya menganut manhaj salaf dalam ber-Islam. Komentarnya seperti ini:

antosalafy Says:
Desember 26th, 2006 at 2:20 pm

Subhanallah. Situs ini mencerminkan pribadi pengelolanya. Bertaqwalah kepada Allahu ta’ala, ambillah apa yang baik menurut kitabullah wa sunnah dengan pemahaman salaf. Sungguh isi website ini jelek sekali. Menyebarkan kata-kata jelek dan tidak ada hikmah. Saya tidak tahu siapa pengelolanya ini. Sadarlah dan takutlah kepada ahzab Allah. Allahul musta’an wa ilaihi musytaka.

Weitz! Begitu membaca komentarnya, aku jadi sedikit tergelitik buat nulis pandanganku tentang permasalahan ini. Soalnya komentarnya (menurutku) sedikit melenceng dari akidah Islam yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim, apalagi yang mengaku-ngaku menganut manhaj salaf.

Kemelencengan pertama adalah beliau membuat statement bahwa isi blognya Oom Wadehel jelek sekali, tidak ada hikmah yang bisa diambil dari situ. Nah, menurutku, atas dasar apa dia bisa berpendapat bahwa isi blognya Oom Wadehel itu jelek? Lalu kenapa dia mengambil kesimpulan sepihak kalau tidak ada hikmah yang bisa diambil?

Di dalam Islam ada perintah untuk tidak membongkar aib orang lain. Jadi kalau misalnya menurut dia isi blog itu jelek sekalipun nggak sepantasnya dia berkata seperti itu. Apalagi di sini perkaranya sangat subyektif. Jelek itu kan menurut dia. Bukan menurut semua orang, ya tho? Lha wong nyatanya pembaca di blognya Oom Wadehel sangat banyak.

Dan lagi-lagi dia membuat penilaian subyektif kalau di blog itu nggak ada hikmahnya sama sekali. Hei, ada hikmahnya atau nggak itu tergantung bagaimana kita menyikapi suatu permasalahan. Menurutku, cuma orang-orang bodoh aja yang tidak bisa mengambil hikmah dari kejadian yang terjadi di sekelilingnya. Baik atau buruk suatu kejadian, lagi-lagi menurutku, pastilah ada hikmahnya sekecil apapun. Sekarang, siapa yang harus disalahkan kalau hikmah itu ternyata nggak bisa diambil? Kejadiannya ataukah daya intelektualitas orangnya?

Dia sudah menyerang orang lain secara lancang di daerah yang bukan kekuasaan teritorialnya.

Akhirnya aku putuskan untuk melakukan ivestigasi terhadap penulis komentar itu yang ternyata berasal dari sebuah blogsite yang memuat tentang manhaj salaf. Lagi-lagi sedikit pemberitahuan, menurut isi blog itu, di halaman yang berjudul “Apa Itu Salaf” tertulis bahwa manhaj salaf adalah: Suatu istilah untuk sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in dan tabi’ut tabi’in di dalam memahami dienul Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Oke, cukup sampai di situ. Selanjutnya kita baca apa yang ada di pikiranku yang mendasari aku menulis postingan ini. Satu hal yang pasti, menurut blog salaf itu, haram hukumnya bagi seorang muslim mengucapkan selamat hari raya kepada umat di luar muslim. Padahal nggak kurang dari pemikir-pemikir Islam lainnya memiliki pendapat yang berseberangan, seperti Dr. Yusuf Al-Qaradawi, Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’, Dr. Abdussattar Fathullah Said, Dr. Dien Syamsudin MA, dan juga Dr. Quraisy Syihab.

Kenapa haram? Syukurlah ada alasannya (meskipun terkesan mengada-ada). Alasannya adalah karena dengan melakukan hal itu berarti sama dengan kita mengakui kebenaran ajaran agama yang dianut oleh si pemilik hari raya. Nah, ini yang nggak bisa aku terima. Nggak logis! Ketika aku mengucapkan selamat Natal, Waisak, Nyepi, Galungan, atau Kuningan, aku mengucapkannya tanpa tendensi apapun. Aku mengucapkan atas dasar saling menghormati antar sesama manusia. Mungkin memang aku jadi mengakui sebuah keberadaan. Ya, keberadaan umat lain sebagai sesama manusia.

Pendapatku yang seperti itu kok bisa disimpulkan aku mengakui kebenaran ajaran agamanya, sih? Isi hatiku kan jelas-jelas beda padahal. Look at me, dalam beragama aku berpegang pada prinsip untukku agamaku dan untukmu agamamu. Dalam kacamataku sebagai Islam, yang benar ya cuma agama Islam. Itu beda perkara dengan azas hormat-menghormati antar sesama manusia seperti yang kupahami.

Darimana mereka-mereka itu tahu isi hatiku ketika aku mengucapkan sebuah ucapan selamat? Kalaupun mereka mau memaksakan pendapat bahwa pengucapan selamat itu sama aja seperti hatiku mengakui kebenaran ajaran agama selain daripada yang kuanut, coba perhatikan ilustrasi berikut.

Suatu ketika aku dapat perintah yang kurang sreg di hatiku. “Joe, tolong bikinin website-nya anu, donk!” Saat itu hatiku sudah menolak duluan, entah karena aku sedang males atau banyak kerjaan lain yang sedang butuh prioritas lebih, maka mulutku pun nylemong, “Yo, kene ta’garape.”

Perhatikan! Aku menjawab dengan “ya”, tapi hatiku menolak. Selanjutnya tugas itu kuabaikan. Nggak kugarap-garap, bahkan mungkin nggak pernah kugarap sampai mati, dan kemudian melimpahkan kerjaanku ke orang lain. Aku menjawab “ya” cuma buat ngayem-ngayemin hati orang yang memberiku tugas. Mulut dan hatiku ternyata berbeda, kan? Makanya, darimana mereka-mereka yang salaf itu bisa menyimpulkan mulut sama hati tiap manusia itu seragam? Lagian, seperti dalam kasusku, apa salahnya sih nyeneng-nyenengin hati orang lain? Wong Nabiku aja juga menghormati jenazah seorang Yahudi, kok. Atas dasar kemanusiaan, tentunya.

Masih tentang manhaj salaf dari blog itu. Setelah memancing di air keruh, aku mendapat kesimpulan kalau ternyata mereka berpedoman bahwa Islam versi merekalah yang paling bener. Orang-orang Islam yang nggak sepaham sama mereka salah semua! Perhatikan aja jawaban mereka atas komentarku terhadap blog mereka. Berbelit-belit dan tidak intelek, menurutku.

Banyak syariat-syariat mereka yang menurutku nggak logis. Mengharamkan inilah, itulah, tanpa alasan yang konkrit.

Dari dulu aku selalu berkeyakinan bahwa Islam adalah agama yang logis. Yang setiap perintahnya bisa diterjemahkan oleh akal. Perintah-perintah dasar tentang keharaman sesuatu hal dalam Islam selalu bisa dipahami alasannya, karena memang lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya, seperti kenapa babi itu haram, kenapa mendem itu haram, kenapa kenthu dengan bukan pasangan resmi itu juga haram.

Tapi di blog itu, menurut mereka suatu hal itu haram karena sesepuh-sesepuh manhaj mereka memfatwakan bahwa hal itu haram, tanpa pernah ditelusuri apa iya betul-betul haram. Apa iya suatu hal itu betul-betul lebih banyak hal tidak bergunanya.

Darimana sesepuh-sesepuh mereka menyimpulkan suatu hal itu haram? Dari hadis, kata mereka. Perkaranya sekarang, apa iya suatu hadis itu bener-bener shahih atau tidak. Banyak lho, hadis yang nggak valid. Dan apabila ditemukan hal yang meragukan seperti itu, yang bisa kita lakukan adalah kembali ke rujukan asli Islam, yaitu Al Qur’an. Lihat, hadisnya waton atau nggak.

Nggak tertutup kemungkinan, kan, kalau sesepuh-sesepuh mereka juga berbuat kesalahan dalam menafsirkan hadis? Lha wong sesepuh-sesepuh mereka juga manusia biasa yang rentan berbuat salah. Tapi kayaknya tekad mereka sudah bulat untuk memutuskan bahwa sesepuh-sesepuh mereka pastilah benar dan nggak mungkin berbuat salah!

Coba saja lihat contoh berikut. Mereka mengharamkan gambar dan video. Katanya tukang-tukang gambar (makhluk hidup) bakal mendapatkan siksa yang kekal di akhirat besok. Tapi sayangnya, mereka nggak punya penjelasan yang solid apa, sih, mudharatnya gambar dan video?

Sekali lagi, aku selalu berpendapat kalau Islam itu agama yang logis. Islam itu nggak ndeso. Sesuatu itu dilarang karena membahayakan. Tapi aku nggak bisa menangkap di mana bahayanya gambar dan video.

Dengan video dan gambar justru mempermudah kinerja manusia banyak sekali. Proses pembelajaran dan transfer ilmu menjadi lebih cepat, kejahatan bisa banyak yang terungkap dengan bukti rekaman, dengan gambar foto buronan pun bisa disebarluaskan wajahnya, dakwah juga bisa jadi lebih dinamis, informasi menyebar lebih cepat dan akurat.

Bayangkan tanpa gambar dan video, bagaimana kita mau belajar ilmu kedokteran, misalnya. Apa iya pengen tau bentuk jantung, seorang manusia harus rela jadi sukarelawan buat dioprek-oprek dan dibedah tubuhnya? Apa iya pengen tau tingkah laku singa kita harus berada di sampingnya singa selama berhari-hari? Yang ada kita malah duluan dipanggil Sang Kuasa waktu singanya laper.

Lalu bagaimana transfer ilmu antar generasi ke generasi bisa berlangsung tanpa adanya dokumen yang berupa gambar? Bagaimana pemikir-pemikir Islam jaman dulu mewariskan hasil belajarnya tanpa dokumen? Kalau memang yang kayak gitu diharamkan, wah, betapa terbelakangnya peradaban Islam. Ah, ah, ah, tapi nyatanya di negara yang jadi pusat agama Islam pun gambar dan video tidak diharamkan, kok.

Kalau bicara tentang efek negatifnya, ya memang ada. Tapi semua hal di dunia ini seperti pisau. Baik atau buruk tergantung bagaimana kita menggunakannya. Al Qur’an aja bisa jadi ladang kesyirikan, kok. Liat aja rajah-rajah yang bertuliskan ayat-ayat Al Qur’an yang membuat pemakainya kebal bacokan. Yang jadi perkara, suatu hal boleh dibilang haram kalau memang efek negatifnya jauh lebih banyak dibanding efek positifnya. Tapi bagaimana realitanya dengan gambar dan video?

Ning yo arep nyonthong piye meneh? Itulah mereka, orang-orang dengan paham “pokoknya” dan “rampung perkara” yang dengan gagahnya berkata bahwa orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka pastilah salah. Aku tidak melarang mereka berpaham seperti itu. Terserah mereka kalau mau berpendapat Islam versi merekalah yang paling benar. Dan tentunya setelah aku membolehkan mereka berpaham seperti itu, aku berharap mereka juga bisa untuk tidak melarangku berpendapat bahwa Islam menurut versikulah yang paling benar!

Eh, tapi semoga saja mereka yang benar, ding. Kasihan soalnya. Sudah ngotot kayak gitu di dunia dan berkorban tidak menikmati dunia seperti yang lain, di akhirat pun ternyata mereka juga dinilai salah. Bisa dibayangkan, kan, betapa hancurnya hati mereka? Pengorbanan mereka jadi sia-sia.

113 Responses to “Bingung Ngasih Judul Apa”


  1. 1 wadehel Januari 4, 2007 pukul 8:11 pm

    *kesummon*

    Hehehe… sabar Mas Joe.. tarik nafas… kentut jangan dilepas.

    Misalnya lu pake baju warna merah. Trus dateng orang buta warna, tiba2 nuduh lu pake baju warna item (atau apalah), ngotot pula. Lu bisa apa? Mau ngotot gimanapun, si buta tetep gak bakalan ngerti. Setau gw sama aja debat tentang matahari ke orang yang buta sejak lahir. Bisa2 malah kita yang stroke sendiri. Masih untung kalo si buta gak bawa senjata.

    Eh, eh, tapi bagus juga sih, biar orang-orang lain yang penglihatannya mulai agak-agak burem terhindar dari ikutan buta warna. Sekalian latihan diskusi juga tuh!

    Ah, seandainya gw bisa berpikir dan menjelaskan sesuatu sebaik anda-anda😀

  2. 2 joesatch Januari 4, 2007 pukul 8:29 pm

    jangan gitu, ah. saya tidak sebaik orang2 yang sudah bersusah payah mengajari saya, kok…kekekeke…

  3. 3 anung Januari 4, 2007 pukul 8:31 pm

    hm..
    yg gua tw, itoe smua masalah2 yg brada dalam lingkungan ‘abu-abu’—–gak ke hitam dan ke putih. yo gua gak punya ilmoe agama yg hebat,,,sing penting ojo emosi bang,,,oke?
    wong koyo ngono kie ra usah ditanggepi,,,marmos,,,nyebahi,,,sok bener,,,emange yakin mlebu sorga po??
    sekali lagi,,,,kowe pancen berbakat dalam menulis,,,ra koyo aku,,,

  4. 4 joesatch Januari 4, 2007 pukul 9:38 pm

    wah, sebaliknya, mereka sangat yakin sekali, kang. sampe2 berani mengklaim bahwa merekalah yg paling bener.
    btw, bakat itu nomer sekian, kok. yang penting telaten mencoba dan memperbanyak referensi. kata siapa aku berbakat? subyektif tuh. mau ikut2an manhaj salaf, ya? kakakakaka!

  5. 5 Amd Januari 5, 2007 pukul 1:51 am

    Saya ngakak baca komenmu di blog salaf itu, Mas, tapi kepala jadi panas juga!
    Yang saya tangkap sih, begitu dikritik, si pengritik akan diserang orangnya, dan melupakan kritiknya.
    Dan pinter banget memutar balikkan kata-kata yah? Kita coba beranalogi malah dituduh bertaklid buta? Ngeyel pula!
    Sudah lah, masih banyak hal lain yang lebih bermanfaat daripada ngurusin orang-orang picik semacam mereka.

  6. 6 joesatch Januari 5, 2007 pukul 2:00 am

    tapi aseek juga lho buat sekedar killing time. ngisengin orang2 yang ga bisa iseng. bisa bikin senyum2 sendiri di depan monitor

  7. 7 m00nray Januari 5, 2007 pukul 7:58 am

    hehehe, aku mau ikutan jadi provokator aja ah. Kalo aku sih mending di jar ne wae orang seperti itu mau bilang apa, kalo bagus (subyektif) ya diambil kalo nggak ya cuekin.
    Aku jadi inget sama kata-kata adikku waktu rumahku beberapa kali rajin di apeli sama mereka. Dia bilang, “mas tadi dicari pasukan libanon” kekekekeke

  8. 8 antosalafy Januari 5, 2007 pukul 8:37 am

    hahaha…saya bacanya ketawa dan gak nuntasin bacaannya, males. cuman saya berdoa agar Allah membuka pintu hidayah-Nya buat antum dan menunjuki kita semua. sok bicara akidah tapi gak tahu apa itu akidah. bahkan akidah yang dia pahami mengguukan wala’ wal bara’ itu sendiri. kalau masih menganggap mubtadi’ semisal yusuf qardawi sebagai pemikir/ulama ya gak akan ketemu kebenaran. apalagi menganggap din samsudin sbg pemikir? pengacau iya kali. Allahul musta’an. bisa disimpulkan bahwa orang ini (Joe atau Anindito Baskoro “Joe” Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi BAJINGAN) tidak paham mana ulama mana yang penyesat. Semoga Allahu ta’ala tunjuki kita semua. apa yang dibanggakan sih dari kata bajingan? apa kalau sudah menjadi bajingan itu berarti telah menjadi seseorang yang soleh, alim, atau orang yang diikuti perkataannya oleh masyarakat? sadarlah bung! janganlah hawa nafsu yang kamu ikuti. ingatlah ancaman Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 37: yang artinya, “Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” Dan surat Luqman ayat 6, yang artinya: “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”

    Agama itu adalah nasihat, apa yang saya sampaikan insya Allah saya niatkan semata-mata sebagai nasihat. Maka kembalilah kepada ajaran agama yang benar. Agama yang telah dijalankan dengan baik oleh salafus sholeh, yakni para shahabat. Allah yahdik.

  9. 9 antosalafy Januari 5, 2007 pukul 8:49 am

    koreksi: mengguukan = menggugurkan

  10. 10 joesatch Januari 5, 2007 pukul 9:32 am

    wew…oknum yang kita bicarain udah dateng lho🙂
    ya…silahkan dinilai sendiri, deh, para pembaca sekalian dari gaya bicaranya😀 huehehehehe!
    saya mahasiswa keren? wah, subyektip! (dan salah liat). yang bener mahasiswa keren

  11. 11 redwar Januari 5, 2007 pukul 1:37 pm

    manusia klo gak sadar, biar diguyur air 100 ember tetap aja gak sadar…. ngapain cape2 ngasih masukan ke orang yg gak sadar….

    @antosalafy
    Klo emang dah ngerasa bener, ngapain pake dalil2???

  12. 12 passya Januari 5, 2007 pukul 3:15 pm

    @joe

    Ketika aku mengucapkan selamat Natal, Waisak, Nyepi, Galungan, atau Kuningan, aku mengucapkannya tanpa tendensi apapun

    pernyataan ini tidak selalu benar! dengan atau tanpa tendensi, setiap tindakan selalu ada efek akibatnya. Saya habis membunuh orag dan berkata ” i don’t mean it..”

    @antosalafy
    “Agama itu adalah nasihat…..”
    dan saling menasihati-lah dengan cara yang elegan tanpa harus berkobar2 hingga maksud anda tidak terbaca karena panas yang tinggi.

  13. 13 joesatch Januari 5, 2007 pukul 8:42 pm

    redwar:::
    lho, anu mas, kayak yg ta’bilang, aseek buat senyum2 sendiri di depan monitor :p

    passya:::
    iya2…jadi ada efeknya…itu pasti!
    efeknya mereka bilang terima kasih, trus ngajak aku mapir ke rumahnya, dan aku disuguh makanan macem2…menyenangkan😀

  14. 14 neeya Januari 5, 2007 pukul 8:58 pm

    kalo cuma saling caci dan maki dan cuman anggap diri sendiri paling benar, gimana bisa maju? yg ada malah perpecahan, atau malah mungkin poligami agama??

  15. 15 arul Januari 6, 2007 pukul 12:14 am

    haram atau halal bukan dari halal itu boleh sedang haram itu tidak boleh
    tetapi
    halal itu mendekati amanah2 yang berpahala
    sedang haram itu mendekati maksiat.

  16. 16 mymine Januari 6, 2007 pukul 10:03 am

    tidak semuanya ajaran agama islam itu dapat diterima secara logis. bukan berarti kita menjadi taklid yang buta, namun karena ketundukan dan kepatuhan kita akan ajaranNya. Ya, kita harus benar-benar menelusuri sesuatu perkara berdasarkan quran & sunnah, jangan asal ambil hadist, dan memfonis itu haram atau tidak!

  17. 17 joesatch Januari 6, 2007 pukul 12:27 pm

    ehm…bisa tolong ditunjukkan, ajaran islam yang mana yang nggak bisa diterima secara logis?🙂
    kalo bisa menunjukkan, ntar saya keluar dari islam deh. soale, saya milih islam justru karena agama ini menurut saya yang paling logis dan manusiawi. Kalopun ada yang nggak logis, itu karena yang menganggap tidak logis itu belum berpikir aja🙂 Tapi, ada yang bisa memberi saya pencerahan ga, video dan gambar itu mudharatnya di mana ya? Sudah mencoba memeras otak sebelum menulis, tapi tetap aja nggak bisa menemukan ketidak-mangpa’atannya dimana.
    Halo… Hehehehe!

  18. 18 agung Januari 6, 2007 pukul 8:01 pm

    Mas Joe, saya cuman mo komentarin antosalafy..
    Nabi Muhammad SAW gak pernah mengajar umatnya buat Mengumpat, Ketika dihina dan bahkan diludahi oleh orang kafir rasul tetap menghadapi dengan sabar dan shalat…CMIIW
    Saya sangat heran jika seorang Anto Abu Maulid yg mengaku sebagai As-Salafy membalas kritikan orang yg berseberangan dengannya dengan kata “BAJINGAN”.
    Tidak mencerminkan Ahlus sunnah wal jamaah..
    Thx

  19. 19 bayuleo Januari 6, 2007 pukul 10:06 pm

    gitu aja kok repot….yg mau makan lauknya tempe ya monggo, yg mau pake mendoan silahkan aja, yg mau salaf, mur’jiah, bid’ah, NU, Muhammadiyah, kristen, katholik, zoroaster, atheis, kejawen, pangestu, syiah, sunni, budha, hindu, wes sak karepmu mau pilih menu yg mana suka-suka dunk asal jgn bikin KISRUH. ga k usah kakean rewel ini dan itu, belajar saja untuk rendah hati. urus saja urusan masing2 dgn Sang Pencipta.
    Heaven for Everyone …….
    Rock & Roll Dude!!!

  20. 20 manusiasuper Januari 7, 2007 pukul 9:52 am

    Saya cuma mau protes satu hal dari posting ini:

    WADEHEL itu belum lulus Kuliah! Jgn dipanggil Oom!

    Selanjutnya?
    *Mode BUKA-BUKA KITAB on*

  21. 21 joesatch Januari 7, 2007 pukul 8:57 pm

    agung:::
    mas agung, saya bukannya mau mbelain si abu nawas, eh, abu maulid itu, kekeke. tapi maafkan saja keteledorannya ya! dia menyimpulkan saya bajingan hanya karena membaca sekilas profil saya yang di pojok kanan atas itu, tanpa mencermati bahwa kata “bajingan” adalah sebuah link yang seharusnya dicermati dulu sebelum menarik kesimpulan untuk mengumpat saya, hahaha! mari kita maafkan beliau bersama2, termasuk kesalahannya memfitnah orang lain (mas dien dan mas yusuf), dan segala kewatonannya yang mungkin tidak disadarinya semakin menurunkan kadar kerespekan orang lain terhadapnya🙂
    bayuleo:::
    seandainya…oh, seandainya…
    manusiasuper:::
    iya po? masak iya masih sama2 s1 kayak aku sih?

  22. 22 antosalafy Januari 8, 2007 pukul 9:43 am

    ehm…bisa tolong ditunjukkan, ajaran islam yang mana yang nggak bisa diterima secara logis?
    kalo bisa menunjukkan, ntar saya keluar dari islam deh….kutipan.

    Hati-hati dengan perkataan “saya keluar dari islam deh jika ada ajaran islam yang gak logis.” kalau bicara itu dipikir dulu Mas! Saya kasih contoh: Bagaimana jika ada seseorang membantahmu dengan mengatakan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih-nya di Kitab Ath-Thib Nomor 5782. Dari Abu Hurairah radhiyallahu, Rasulullah ‘alaihi wa sallam bersabda:

    إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمَسْهُ كُلَّهُ، ثُمَّ لَيَطْرَحْهُ، فَإِنَّ فِي أَحَدِ جِنَاحَيْهِ شِفَاءً وَفِي اْلآخَرِ دَاءً

    “Apabila ada lalat jatuh ke dalam sebuah bejana (untuk minuman) salah seorang di antara kalian, maka celupkanlah seluruh (tubuh) lalat itu ke dalamnya kemudian buanglah lalat itu (lalu minumlah air yang ada dalam bejana itu, ed). Karena sesungguhnya di dalam salah satu sayap lalat itu terdapat obat penawarnya dan di sayap lainnya ada penyakit.”
    Perlu kamu ketahui, di dunia kedokteran sampai saat ini belum menemukan bahwa satu sayap lalat itu merupakan obat penawar. Mereka para analis kesehatan hanya tahu bahwa lalat itu penyakit. Mereka (bahkan sebagian kamu muslimin pun) bilang ini gak logis. Apa jawaban km? Apa kamu mau keluar islam krn kehabisan akal utk menjawabnya?Padahal, kita harus yakin bahwa ini hadist shohih dr sabda Rasulullah. Ini baru satu hadist yang tidak bisa diterima akal cupet manusia. Bagaimana dengan hadist yang lain seperti hadist isro’ mi’roj, atau hadist ttg kematian nanti pada hari kiamat akan didatangkan dalam bentuk domba.

    Saya nasihatkan, janganlah akal km kedepankan. Kalau kamu menilai kebenaran dengan akalmu yang sempit dan sedikit tentu kamu akan menjadi bingung. seperti ketika haramnya video dan gambar makhluk bernyawa, kamu peres otak km yg ngeres pun gak akan ketemu. Tapi ketika kamu lihat syariat islam ini dengan keyakinan dan akidah yang benar, manhaj yang benar, hati yang tenang dan ikhlas insya Allah mudah diterima. Allahu yahdik. Semoga Allah memberi kita petunjuk ke jalan yg lurus.

    Mengenai profil km, ya tentu orang akan menilai dari apa yg tertulis di situ. meskipun km menggunakan istilah lain utk mengartikan kata yang di kamus artinya jelek dan semua orang paham artinya jelek dan kasar. lalu, apa manfaatnya? ngecengin gadis di kantin, apa pula manfaatnya? bukankah itu kemungkaran yang mengantarkan pelakunya kepada laknat Allah? lalu ditaruh di mana ayat ttg menundukkan pandangan? ditaruh mana hadist shohih yang menyuruh kita menahan nafsu syahwat? allahul musta’an. semoga tidak tidur si pembuat profil ini!

  23. 23 joesatch Januari 8, 2007 pukul 10:16 am

    hati2 juga dengan kata2 anda, mas. anda menganggap nggak logis, belum tentu orang lain juga berpendapat sama. anda bisa saja tidak mengerti bahasa C# atau rumus integral parsial, tapi selain anda masih banyak orang lain yang jago, seperti agro, adik kelas saya🙂 jgn menilai intelegensia orang lain menggunakan parameter diri anda sendiri donk😀
    kalopun memang hal yang anda tanyakan belum ditemukan faedahnya (ya…kalo hadisnya nggak ngawur sih), kenapa hal itu tidak memotivasi anda untuk berpikir dan mencari jawabannya?
    apalagi, manhaj anda sudah bikin saya ilfil duluan, kekeke. ini contohnya dari http://www.kautsar.co.id/info-penting.htm :

    Penulis menuturkan bahwa bertaburannya kata-kata kasar, tidak santun, tidak beretika, dan terkesan melecehkan dalam buku “Mereka Adalah Teroris” adalah sebuah contoh kecil saja. Syaikh Muqbil (guru Ustadz Luqman Ba’abduh) pernah menyebut DR. Yusuf Al-Qaradhawi sebagai “anjing” dalam bukunya yang berjudul “Iskat Al-Kalbil ‘Awi ‘ Ala Yusuf ibni Abdillah Al-Qaradhawi” (Menjinakkan Anjing Menggonggong Yusuf bin Abdillah Al-Qaradhawi). Syaikh Muqbil juga pernah mengatakan bahwa ilmu yang dimiliki Prof. DR. Abdul Karim Zaidan (ulama besar Irak) adalah sampah. Adapun Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali ketika mentahdzir Syaikh Falih bin Nafi’ Al-Harbi dalam sebuah ceramah beliau yang dikasetkan ( Ash-Shidq 2, side B) pernah mengatakan bahwa IM, Jama’ah Tabligh, dan kelompok-kelompok dakwah lain sebagai kelompok yang hina dina, tercela, suka berdusta, suka berkhianat, dan sering berbuat maksiat.

    Dalam sesi tanya jawab, ada seorang akhwat yang mempertanyakan alasan tidak bersedianya ustadz-ustadz salafi (termasuk Ustadz Luqman Ba’abduh) untuk berdialog dengan penulis dalam satu forum adalah karena mereka tidak mau duduk satu majlis dengan ahlu bid’ah. Akhwat tersebut mengatakan bahwa dalam situs http://www.salafy.or.id dia membaca bahwa seorang muslim itu harus lemah lembut terhadap orang kafir, sebagaimana sikap Nabi Musa ‘Alaihi Salam terhadap Fir’aun. Sedangkan terhadap ahlu bid’ah harus keras dan tegas, sebagaimana sikap Nabi Musa terhadap Nabi Harun ‘Alaihima Salam.

    Terhadap pertanyaan dan alasan ini, penulis mengatakan bahwa qiyas/analogi ini adalah tidak tepat. Sebab, Nabi Harun tidak bisa diqiyaskan sebagai ahlu bid’ah. Selain itu, qiyas semacam ini adalah pelecehan terhadap seorang Nabiyullah yang mulia, Harun ‘Alaihi Salam . Dan sikap melecehkan seorang Nabi seperti ini sangat tidak layak dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai muslim.

    oh ya, tentang profil saya, apakah anda pernah belajar tentang majas2 dalam bahasa indonesia waktu jaman smp dulu? apa anda tahu tentang majas ironi, litotes, hiperbola, metafora, totem proparte, sarkasme, dsb? apa anda juga tau tentang makna denotasi dan konotasi? apa anda juga tau tentang bagaimana menilai makna yang tersurat dan tersirat? apalagi padahal saya juga sudah menulis penjelasannya (dalam bentuk link, tentunya)😀

  24. 24 fie Januari 8, 2007 pukul 3:58 pm

    mmm….sabar2..kalo gini terus lama2 ntar jadi adu mulut ( eh, salah, adu comment) berkepanjangan yang mengedepankan esmosi, mencari2 kesalahan, takutnya…..(ini takutnya lho..) ntar lama2 gak logis lagi….

    comment buat antosalafy deh….
    tentang hadist itu ( yang lalat itu lho…kebetulan saya dulu pernah mengkaji itu)coba deh dicari sumber2 lain mengenani hal itu ( maksudku, tafsir hadistnya, penjelasannya dan sebagainya) karena setahu saya waktu ngaji kitab itu, kebetulan saya dapat penjelasan logisnya, tafsir hadistnya, sumber2 lain, sampe ke masalah kosa kata per hadistnya, penafsiran ke bahasa indonesianya. jadi, usul saya, coba deh dalil2 apapun itu dikaji lebih dalam lagi…..lebih jelas, dari sumber yang valid. biar gak simpang siur…

    comment buat mas joe…
    jangan emosi mas…tenang…sampeyan juga seeh….bikin tambah panas aja…..sabar..oke?? gemes rasanya ngliat perdebatan disini…pengen tak xxxxxxxx…….^o^

    intinya….coba deh jangan saling menyalahkan. Manusia itu pada dasarnya tidak ingin disalahkan. Gunakan cara yang enaklah, yang gak menginggung…tapi maksudnya tetap tersampaikan. Karena kalo kita berpendapat, seburuk apapun pendapat itu, kalo disalahkan , kita juga reflek akan mempertahankan pendapat kita kan?? ketika itu yang terjadi, biasanya unsur ‘masuk akal’nya lama2 hilang…so…..hati2…dan…tetep damai!!!! oke????

  25. 25 joesatch Januari 8, 2007 pukul 5:05 pm

    makasih fie, kamu telah menyejukkan hatiku dengan perkataanmu…(hoeeekkksss….hoeeeekkksss….kancani aku nggolek daster batik, fie…ta’bayari mangan!)
    kamu juga telah menunjukkan apa yang aku bilang, bahwa logis/tidak logis itu relatif. tergantung tingkat intelegensia orang per orang🙂
    bahkan secara khusus, sebagai seniormu, aku berterimakasih kamu – secara tidak langsung – telah membuktikan kalau Gadjah Mada itu bukan sekedar nama kosong yang menang mahal, kakakakakaka!
    Hidup Mahasiswi Gadjah Mada!😀

  26. 26 Abu Aqil Al-Atsy Januari 8, 2007 pukul 5:46 pm

    Walhamdulillahi wahdah, Membaca kalimat2 Joesatch tercermin kepribadiannya, ya kalao boleh dibilang “Liberalism

    Ya Ndak papa kalao elo2 pada menolak sunnah yang shohih dengan pemahaman para generasi terbaik ummat ini, asal elo2 tau aja bahwa kita sering mengaku mengikut nabi, tapi banyak sekali perintah2 Beliau shallallohu ‘alaihi wasallam yang kita tinggalkan, remehkan bahkan kita mencari-cari alasan atawa mencari ustadz2 yang sesuai dengan hawa nafsu kita.

    sebagaimana syair berkata :

    كل يدعى وصلابليلى وليلى لاتقرلهم بذاك

    Semua mengaku-ngaku punya hubungan dengan Laila
    Namun Laila memungkiri pengakuan-pengakuan mereka tersebut

  27. 27 qq Januari 8, 2007 pukul 8:43 pm

    ketika membuka ym-koe..ad offline message yg memintaku untuk mengomentari sesuatu..dan sesuatu itu adalah apa yg mungkin sudah anda baca sebelumnya..
    semua kalimat demi kalimat terbaca..dan hanya senyum yg bisa kujadikan komentar..inilah MANUSIA..unik dengan segala keunikannya.
    dan dari semua komentar..yg saya sesalkan mungkin adalah cara penyampaiannya..tidak adakah cara penyampaian yang lebih menentramkan..kata2 yang bisa dipahami oleh org badui sekalipun sehingga dengan kata2 tsb maksud dan tujuan yg ingin dicapai bisa terlaksana dgn seijin Alloh tentunya.

    jika boleh saya berpesan..dunia ini sudah sepuh..sudah mendekati kiamat jika dilihat dari tanda2 yg sudah nampak…maka..jalankanlah apa yang anda yakini sebagai sebuah kebenaran dan ajaklah saudara2mu yg lainnya dengan makruf..dengan penuh cinta dan kasih..dimana semua diniatkan hanya untuk mencari keridhoanNya semata..
    dan…”kebenaran” itu hanya Alloh yang tahu..juga naluri hati kita..maka..banyak2 berdoa..banyak2 beristighfar..banyak2 mencari Ilmu dan teruslah mencari ILMU(ini adalah kunci untuk menjawab semua persoalan)..dekatkanlah diri2 kita yang hina ini dengan pencipta kita sekuat tenaga..semoga kita semua selalu diberikan petunjuk dan hidayahnya..semoga kita semua diberi kesudahan yang baik..dan semoga kita semua menjadi hamba2 yang diRAHMATI-NYA..Amin..

  28. 28 joesatch Januari 9, 2007 pukul 11:22 am

    setuju q…
    teruslah MENCARI ilmu!

  29. 29 joesatch Januari 9, 2007 pukul 11:27 am

    Abu Aqil Al-Atsy:::
    Yah, paling tidak saya nggak ikutan jadi pengumpat, yang menganjingkan sesama saudara muslim😀
    Liberalisme? Mungkin iya. Tapi rasanya saya belum sampai tahap itu, kok. Bagaimana kalo kita sebut “moderat” saja? Setuju?

  30. 30 Abu Aqil Al-Atsy Januari 9, 2007 pukul 4:25 pm

    Aduhai…, Andai engkau merasakan nikmatnya hidayah Alloh Ta’ala. Tentunya engkau akan tahu mana yang haq dan yang Bathil. Engkau akan tahu mana yang Sunnah dan Mana yang Bid’ah. Engkau akan tahu mana Kebenaran dan mana Hawa Nafsu.

    sebagimana kata syair :

    و كم من عائب قولا صحيحا و آفته من الفهم السقيم

    Berapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar ?
    Sebabnya karena pemahaman yang salah/buruk

    Mudah-mudahan Alloh memberimu Hidayah wahai saudaraku…

  31. 31 joesatch Januari 9, 2007 pukul 4:55 pm

    Antum sendiri lho yang bilang…bukan saya:

    Berapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar ?
    Sebabnya karena pemahaman yang salah/buruk

    Karena itulah Islam memerintahkan untuk berpikir. Sekarang sudah mau berpikir masih juga dihujat😀
    Ya…ya…saya merasakan nikmatnya salah satu hidayah Allah, berupa akal. Pernah dengar ungkapan : “With great power comes great responsibility” ?
    Allah memberikan saya akal, tentunya saya harus menjalani konsekuensi dan tanggung jawabnya serta permintaan Allah atas pemberiannya, yaitu berpikir😀

  32. 32 joesatch Januari 10, 2007 pukul 12:51 pm

    mas…mas…kalo ngiklan mbayar lho ya…

  33. 33 bluedot Januari 11, 2007 pukul 10:30 am

    ya…..setuju blog ini gak (seribu kali….. lagi), gak mutuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!!!

  34. 34 bluedot Januari 11, 2007 pukul 10:37 am

    SaraN: Kalo bukan ahlinya, gak usah ngomong. Ntar keliru lo, Mas. Anda senidir khan yang bilang bahwa Anda gak begitu akrab dengan bhs Arab. Nah….Gimana Anda bisa ngomong tentang Islam? Mendingan gak usah dech. Anda cukup ngomong Macromedia, Adobe, or Macromedia (khan ini yang Anda gauli sehari-hari…..). Titik. BlueDot.

  35. 35 sederhanasaja Januari 11, 2007 pukul 11:06 am

    ngakunya gak mutu, tapi sok mutu, dan hasilnya? HANCUR! BINGUNG! LINGLUNG! Sederhana saja jadi orang itu. Titik.

  36. 36 sederhanasaja Januari 11, 2007 pukul 11:13 am

    Inilah salah satu contoh mahasiswa yang suka ngomong doang, berteriak-teriak, tapi miskin ilmu. Sadar gak sih! Sebel aja baca websitenya. Apalagi bicara tentang Islam, tapi gak paham Islam. Mengotori agama dan menjadikan agama Islam ini jadi jelek di mata orang. Hapus aja deh artikel elo yang menyinggung Islam. Coba kalau FPI atau gerakan-gerakan yang keras nemuin kayak gini, hancur deh. Hancur ketemu hancur. Hasilnya? HANCUR! BINGUNG! LINGLUNG! Sederhana aja deh jadi orang gak usah belagu dan belaga! Titik.

  37. 37 joesatch Januari 11, 2007 pukul 11:49 am

    @sederhanasaja
    hahahahaha, so what gitu loh,
    memang style nya joe kan emang kayak gitu
    belagu dan belaga, kalo ngak gitu ya bukan joe
    kalo ente kagak suke, ya kagak usah dibace, kagak rele, ya kelaut aje, hahahahahaha
    (pura pura jadi joe)
    kui joe tak wakili…..
    /* provokator kabuuurrr */

  38. 38 joesatch Januari 11, 2007 pukul 12:12 pm

    kampret! aku nggak ngamuk sama pisuhan2 di atas, tapi aku ngamuk ada yg ngaku2 jadi aku. url-nya nyebut2 desti lagi, kakakakaka!!!
    Anu, menanggapi ketidaksukaan pada blog saya, saya setuju sama joe palsu (meskipun tetap nggak terima pada url desti-nya!😀 ). kalo ndak suka ya ndak usah dibaca😛
    kalo dipaksa sederhana ya nggak tepat juga. mematikan iklim kompetitif dan kebiasaan berpikir kritis. FPI? Saya nggak takut sama FPI, pun gerakan ekstrim manapun di dunia ini yang mengatasnamakan Islam. Saya cuma takut sama Tuhan saya dan kedua orang tua saya🙂
    Trus, apa seorang Adobe-addicted yang kebetulan beragama Islam nggak boleh berpikir ttg agamanya sendiri?

  39. 39 joesatch Januari 11, 2007 pukul 1:16 pm

    wakakakkaa, ngamuke menakutkan, aku atut joe, ya wis itu url nya tak ganti, meski namanya tetep joesatch,
    biar nyamar yang penting asik. Koe ki YM mu i’m on sms terus, ra mutu. Mbok sekali kali i’m on kakus
    kekekekek

  40. 40 septoadhi Januari 13, 2007 pukul 1:24 am

    ayo perang… ayo perang…

    bagus, bagus, ini bukti bahwa kita semua mensyukuri hidayah Allah SWT yaitu mendayagunakan semua karunia yang dimiliki kita untuk berperang dengan sesama kita..

    hore… hore…

    dimulai dengan perang gigi weh?? salah perang mulut lalu perang pemikiran (yang mana duluan ya?? kayake berbarengan aja biar klop)

    si Joe emang belagu… miskin ilmu agama (dibandingin yang pada nulis pake hadits) karena dia kuliah di ilmu komputer..

    coba dia kuliah di gontor atawa cairo, biar dapet gelar LC alias lulusan cairo (wekekek becanda, yang udah punya gelar aja ngamuk, biar blognya penuh dengan canda-tawa nih, jangan serius mulu) pasti gak miskin ilmu agama

    sekarang dijalanin dulu jalannya masing2 aja, tar kan ketemu di akhirat sono (joe, nak kowe salah paling ora anda bisa nyombong pernah ngerasain neraka sebelum masuk surga wakakakaka…) Tar kan akhirnya cuma Allah yang tahu nih…

    ayo perang… ayo perang…

    -Tulisan ini tidak bermaksud memprovokasi siapapun, sumpah! tapi kalo ada yang terprovokasi, tolong tenang, jangan emosi, yang fair ya? comment ini dibuat untuk killing time aja, sambil menikmati kegemilangan MU di paruh awal premeire league mwahahahaha-

  41. 41 zfath Januari 13, 2007 pukul 3:26 pm

    sodara2, kok blm ada yg bantuin joe yg Bingung Ngasih Judul Apa
    Bgmn kalau : Menyapa (Pengaku) Salafy; Mengurai Benang Kusut

    *ssstt, jangan2 joe & anto ini saling mendoakan kebaikan di dalam hati mrk masing2. konon katanya, doa saudara atas muslim lain tanpa sepengetahuannya akan diijabah lho*

    Salam Ukhuwah.

  42. 42 joesatch Januari 13, 2007 pukul 8:00 pm

    kayaknya lumayan juga…tapi apa nggak terlalu propokatip, mas? kekekeke

  43. 43 ABe Januari 16, 2007 pukul 2:30 pm

    wah..koq abot tenan topike dik Joe?? huehehehe..ngene-ngene aku mbiyen kerep nongkrong neng bonbin lhooo..yo membahas masalah koyo kene karo sedherek2 kampus…
    ngomong2 soal wadehel..melihat bahasanya..jadi inget kancaku namanya dhanie angkatan 99 sing tekan saiki mbuih wis lulus urung…
    semoga dik joe dan bung antosalafy dalam hatinya saling mendoakan sebagai sesama muslim yang bersaudara..biar 4JJI yang menentukan nanti..
    wass

  44. 44 joesatch Januari 16, 2007 pukul 4:24 pm

    tidak seabot kalkulus kok, mas, hehehehe

  45. 45 mrtajib Januari 16, 2007 pukul 6:22 pm

    Bingung kadih judul joe?

    Sudah, ganti saja judulnya dengan ini:

    AKU MELAWAN ISLAM SALAF

    Dijamin bakalan lebih ramai….

  46. 46 joesatch Januari 16, 2007 pukul 6:24 pm

    huakakakakaka!
    dijamin bgt, mas. sangat propokatip. saya jadi takut sendiri, wekekekeke

  47. 47 mrtajib Januari 16, 2007 pukul 7:14 pm

    piye to?

    Takut sama islam salaf atau sama tuhan?

  48. 48 tukangkomentar Januari 17, 2007 pukul 12:05 am

    Mau ikut komentar tapi minder, karena buanyak yang puinter mengutip dari buku suci, kitab suci, ayat suci, sajak suci, atau apa saja lah.
    Tapi ….., bisa nggak beliau-beliau itu mengutip dari sanubarinya sendiri? Kok yang dikutip semua yang dibilang atau ditulis orang lain,sih?
    Salam dari seorang kafir yang bingung.

  49. 49 joesatch Januari 17, 2007 pukul 12:27 am

    mrtajib:::
    Begini…begini…
    jelas takut sama Tuhan. Tapi dalam konteks seorang muslim, agama yang diridoi Tuhan saya adalah Islam🙂 dan saya adalah seorang pemeluk Islam SALAF!
    Lho, iya lho, saya ini pemeluk Islam salaf, karena menurut blognya antosalafy, salaf berarti jalan yang terang lagi mudah. Nah, menurut saya, Islam saya adalah “Islam salaf yang sebenar-benarnya”, terang dan mudah.
    Islam (yang ngaku) salaf yang di luar Islam salaf versi saya itu ngawur semua, bid’ah, asal-asalan, waton, nggak bakal masuk surga! Yang bener di dunia ini cuma Islam salaf versi saya. The 1 and only.
    Begitu, bisa dikopi? Ganti!😛
    tukangkomentar:::
    Itu dia, mas! Saya suka dengan kalimat keduanya mas🙂 sesuai dengan perintah “kalau ada perkara yang membingungkan, tanyakan pada hati nuranimu”

  50. 50 crizosaiii Januari 17, 2007 pukul 2:59 am

    tengah malem maen2 ngenet.. eh malah ketemu tulisan n komen yg sedemikian provokatif dan banyak menguras otak. yo, semua perbedaan tuh rahmat Allah SWT. kenapa ada laki-perempuan, , tua-muda, siang-malam, kaya-miskin ampe yg namanya pemikiran konservatif/kolot-liberal/moderat semua itu ada hikmahnya.. pelajari dan dalami dulu, baru kita tahu apa yang ada dibalik pemikiran-pemikiran tersebut. Mau kita ikut apa nggak, lagi-lagi itu soal nurani sambil kita berdoa pada Allah SWT semoga hati nurani kita selalu ditunjukkan jalan yang “terang dan mudah”.

    buat Joe:
    salut deh, kowe dah buat dunia maya makin “ceria” dengan segala macam tulisan cakar ayam yang sukses buat orang kayak aku jadi gila mikir..!

    buat para peng-komen:
    lanjutin terus forum dadakan ala Joe ini. lestarikan budaya mikir kritis!

  51. 51 Anang Januari 17, 2007 pukul 4:01 am

    rame sekali bahasan tentang orang yang satu itu…

  52. 52 joesatch Januari 17, 2007 pukul 11:21 am

    crizosaiii:::
    si john, ya?🙂 wah, kalo anda memang si john, tanggapan saya buat komentar anda cuma ini: ya jelas…di mana kualitas anak IT UGM-nya? kekekeke😛
    Anang:::
    Namanya juga manusia, Mas Anang. Yang kontroversial pasti mengundang tanggapan ummat, huehehe!

  53. 53 chie Januari 17, 2007 pukul 11:27 am

    numpang baca aj deh he3..intinya sie saya emang sependapat sama mas joe..:P

  54. 54 joesatch Januari 17, 2007 pukul 11:41 am

    makasih atas dukungannya mbak chie…
    ah, saya nggak bisa komen di blognya mbak. harus punya identitas blogger.com, hehehehe

  55. 55 anakkalisekarang Januari 17, 2007 pukul 11:59 pm

    mampir neh joe..gara2 si jon bilang, “woi ry, lihatlah blog si joe itu, seru kali!”

    tapi trnyta si john tidak berdusta, ni blog bener2 “hot”..dari mulai ‘ahli’ salaf yang bilang ‘anjing2’, sampe pembahasan tentang takut pada Tuhan

    memang butuh studi lebih lanjut untuk pembahasan masalah utama di atas, tapi koq yang terjadi malahan adu kata-kata yang saling nge-judge dan akhirnya samsoyo tambah ruwet (javascript mode ON)

    tapi boleh dunk sedikit nyonthong :

    nek mnrtku, mas antosalaf kliatannya sedang ‘terjebak’ dalam permainan ’emosi’ belaka, yang akhirnya dengan ‘santai’nya mulai melakukan aksi-aksi yang kurang sopan sebagai ‘tamu’ dalam blog ini seperti dengan kata2

    “Situs ini mencerminkan pribadi pengelolanya; Sungguh isi website ini jelek sekali. Menyebarkan kata-kata jelek dan tidak ada hikmah. Saya tidak tahu siapa pengelolanya ini.”

    yaah terus terang saya ikut prihatin njih, padahal hal-hal seperti itu (setau saya) tidak pernah diajarkan dlm Islam, terutama salaf, juga dalil-dalil yang digunakan (koq?) terlalu jadi sebuah justifikasi belaka ya?! yang cenderung menyudutkan dan maen hakim sendiri.
    mnrt saya (lagi) ya klo mau memberi nasihat itu (saran saya) njih mawi kata-kata ingkang sae gitu, jadi kan yang diberi nasihat juga penak, saya ndak perlu nyontohin, antum lebih tau dari saya dalam masalah ini

    bagaimana pun juga, mas joe ini kan seorang muslim yang kepadanya perlu kita hadirkan kata-kata yang halus dan bermakna, baik berupa nasihat, saran maupun kritik, sayang sekali klo sampe ‘peristiwa’ ini bikin mas joe jadi ilfil ato muak dengan Islam itu sendiri

    Islam itu agama yang penuh dengan cinta, kasih sayang dan kedamaian, bukan alat pembenaran demi kelompok atau misi-misi tertentu

    “Demi Masa, Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan saling menasehati dalam KEBENARAN dan saling menasehati dengan KESABARAN”
    [Q.S : 103 : 1-3]

    wallahua’lam bishowab

    -cumarindudamai-

  56. 56 chie Januari 18, 2007 pukul 9:51 am

    joe::masup aj shout box nya atuh kang ekekekkeke

    hmm..apa saya juga harus pindah ke wordpress yah..:3

  57. 57 joesatch Januari 18, 2007 pukul 10:07 am

    anakkalisekarang:::
    makasih, oom. wew, aku ga muak sama islam-nya lho ya. cuma ilfil aja kalo ada orang yang ngaku “paling” islam padahal kenyataannya nggak sejalan dengan ajaran islam (yang menurut versiku) itu sendiri, hehehe😀
    chie:::
    healah mbak… tinggal disetting aja kan siapa aja yang bisa komen😛 mosok ga bisa tho? wong aku juga sering komen di blognya temen2 yang pake blogspot🙂

  58. 59 de King Januari 19, 2007 pukul 6:37 am

    sudah ah…gak usah perang gitu…
    yah…setidaknya ini semua mengajak kita utk lebih berpikir…
    baik dr yg salaf community maupun non-salaf community…
    lebih baik kita berjuang sama2 supaya muslimin g jd BUIH di lautan…
    banyak hny dr segi kuantitas…bukannya kualitas…
    Bismillaahirrohmanirrohiim (jangan dianggap aku sok agamis karena menulis kata basmallah lho)…
    mari kita niatin semuanya utk kebaikan…
    PEACE BRO…

  59. 60 tukangkomentar Januari 19, 2007 pukul 12:49 pm

    de King:
    “lebih baik kita berjuang sama2 supaya muslimin g jd BUIH di lautan…”
    “mari kita niatin semuanya utk kebaikan…”
    Bagaimana kalau kita semua berjuang bersama-sama tanpa pandang agama, kepercayaan, ras, tanah air, cara pakaian, makanan yang dimakan dsb? Untuk membentuk sebuah dunia yang damai dan aman untuk anak cucu kita?

  60. 61 Abu Aqil Al-Atsy Januari 19, 2007 pukul 2:22 pm

    Joe said :
    Sekali lagi, aku selalu berpendapat kalau Islam itu agama yang logis

    Ketahuilah wahai saudaraku. tidak semua perkara agama dapat kamu cerna oleh akalmu.

    Sekarang cuba engkau tunjukkan kenapa kita diwajibkan ambil wudhu’ lagi selepas membuang Angin (kentut) ? Kenapa ndak cebok aja ?

    Ayo jelaskan, Aku ingin melihat seperti apa Pemahaman yang engkau elu-elukan Logis

    Haihata … Haihata ….

  61. 62 joesatch Januari 19, 2007 pukul 4:07 pm

    Jawabannya mudah sekali😀
    Ana yakin antum tau hakekat wudhu, kan?
    Sudah?
    Nah, sekarang ana yakin antum juga tau hal-hal apa saja yang membatalkan wudhu, iya kan?
    Sudah?
    Supaya kita kembali lagi ke hakekat wudhu setelah wudhu kita batal, apa yang harus kita lakukan?
    Sudah belum?
    Ini sama saja dengan perumpamaan 1+1=2. Kalo 2-nya dikurangi 1, apa yang harus kita lakukan supaya kembali lagi jadi 2? Ya jelas ditambahin 1 lagi, dunk! Kalo langsung antum tambahkan dengan 3 jelas kelebihan. Hasilnya jadi 4😛 Ana rasa anak SD juga ngerti tentang hal ini. Makanya, biasakan berpikir, ya akhi…kakakakakaka!
    Tambahan: Yang bilang kita diwajibkan ambil wudhu lagi setelah kentut itu antum, lho. Bukan ana. Ana selepas itu nggak langsung mengambil wudhu, kok, kecuali kalo ana memang bakal melakukan hal-hal yang memang tidak sah dilakukan dalam keadaan tidak suci.

  62. 63 tukangkomentar Januari 19, 2007 pukul 7:59 pm

    Ini percobaan pemikiran secara logis dari seorang “kafir” yang menghormati Islam dan kaum muslim (beneran lho, bukan di bibir aja):
    wudhu itu kan melambangkan pembersihan diri kita dari kotoran-kotoran dunia ini, sehingga kita layak untuk menghadap dan ber”dialog” dengan Allah.
    Nah, kalau kentut nggak karu-karuan itu kan berarti kita nggak menghormati/menghargai yang di sekeliling kita, lagi pula kentut itu diasosiasikan dan diinterpretasikan sebagai suatu hal dan suatu proses yang “tidak bersih”, padahal secara logis nggak gitu (tapi diskusi ini di topik tersendiri aja, ya?).
    nah, kalau kita nggak menghargai sekeliling kita, itu kan berarti (jiwa) kita nggak bersih lagi, kan? Jadi harus membersihkan diri lagi, kan? Logis, to?
    pertanyaan saya:
    1. Apakah betul kalau habis wudhu kentut harus wudhu lagi? Di mana bisa saya baca itu?
    2. kalau kentutnya nggak sengaja, apa tetap harus juga?
    Monggo!

  63. 64 de King Januari 19, 2007 pukul 10:49 pm

    tukangkomentar:
    “Bagaimana kalau kita semua berjuang bersama-sama tanpa pandang agama, kepercayaan, ras, tanah air, cara pakaian… Untuk membentuk sebuah dunia yang damai dan aman untuk anak cucu kita?”

    ups…sorry kl tryt ada yg beda keyakinan…
    kata2ku di atas bkn krn aku cauvimisme…atau islamisme…bukan…
    komentarku di atas karena aku gak ingin KAMI (intern muslim) saling ‘berperang’….krn kukira komentar2 ‘peperangan’ di atas adl intern muslim…
    Kalau perjuangn tnp pandang ras d.el.el aku sangat setuju…mari bnr2 kita terapkan kalimat yg begitu diagungkan (wkt aku sekolah dulu)…BHINEKA TUNGGAL IKA…
    kita…bangsa Indonesia mmg hny bisa teorinya doank (terutama AKU..king of dekil)

  64. 65 anung Januari 19, 2007 pukul 11:16 pm

    baru tak tinggal seminggu adh sebanyak gini komennya???? ketinggalan aku,,,
    tar,,,tak pelajari kata2 mutiara nan membingungkan diatas,,,

  65. 66 tukangkomentar Januari 20, 2007 pukul 3:31 am

    de King,
    eh, itu bukan kritik lho, tapi ajakan yang betul.
    Saya sudah mencoba mulai dari diri sendiri dan berusaha memberikan kepada anak-anak saya.

  66. 67 de King Januari 20, 2007 pukul 5:29 pm

    ok bung tukangkomentar…
    maaf saya jg tdk menganggap komentar Anda sbg kritik kok…
    kan dah tak bilang kalo saya setuju dgn pendapat Anda…

  67. 68 pramur Januari 22, 2007 pukul 11:19 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Wah,wah,wah…
    Ini pembicaraan yang saya pikir sudah terlewat batas antara sekedar “perbedaan pendapat”

    @ abu abu (males nulis nama lengkap)
    Jadi, teringat filmnya JackieChan, “kami bersumpah tetap setia bersama Jenderal sampai mati!”. Mungkin itulah yang dapat saya tangkap dari si Anto salep kulit ini (mohon maaf kalau saya salah menulis gelar Anda). Kalau kebenaran itu hanya datang dari manhaj salafy, dan semua yang bertolak belakang dengannya adalah sebuah kesalahan fatal, maka ketika kita sudah mencapai sripah, ketika itu pula kita merasa muak karena isi surga hanya orang-orang yang bermanhaj salafy yang notabene ga sampe seperempat penduduk kabupaten saya.

    Begini sodara-sodaraku sealiran serta sodara-sodara salafy yang seiman dengannya juga. Kalau pembicaraan tak berguna ini diteruskan, mungkin seluruh media penyimpanan di galaksi andromeda mulai dari tape sampai blueray akan habis untuk berbilyunbilyun karakter lambang peperangan kita. Alangkah bijaknya jika kita semua berkepala sedingin es abadi, dengan otak seluas samudera, dan hati selembut es krim seharga tiga ratus rupiah.

    Ini menurut ilmu yang saya dapat setelah menonton Lentera Hati nya Quraish Shihab pada tahun 2004 lalu (mudah-mudahan Anto tukang salefy beserta seluruh geng dan keturunannya tidak mentjap orang nomer satu dalam tafsir Alquran di Indonesia itu sebagai kafir hanya karena berbeda pendapat dengannya). Beliau said “Tuhan tidak tanya lima tambah lima itu berapa, tetapi Tuhan tanya sepuluh itu berapa tambah berapa?”. Silahkan dimaknai sendiri, jikalau Anda merasa sebagai orang paling pintar dalam memaknai kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan kebenaran absud Anda.

    You said “Susah banget ngajari anak2 ngebaca sebuah kalimat ya..”. Hmmm… justru saya melihat dari kacamata saya sendiri serta berdasar AlQuran yang saya yakini kebenarannya, bahwa yang nampak mudah terpancing emosi adalah orang-orang tidak berpikiran dewasa. Sekedar nasehat dari saya, itupun kalau Anda tidak menganggap saya kafir dan Anda mau menerima saran dari saya yang membenci Anda dengan sepenuh hati ini : jika ingin berdebat, berikan alasan-alasan logis dan tidak keluar topik, misal “menurut ilmu yg saya dapat dari Quraish Shihab, blablablabla”. Tolong jangan menggunakan kata-kata yang makin membuat Anda terpuruk baik di masyarakat atau komunitas blog. Dewasalah, dewasalah, dewasalah. Jangan sekedar jadi tua dan mati dengan banyak orang yang membicarakan keburukan Anda ketika Anda hidup. Yang direview kan topiknya? Bukan mereview review sehingga tidak berujung pangkal kan?

    Terima kasih sudah membaca.

    @ joesatch
    Tenang Mas.. kalau sewaktu-waktu Anda diserang oleh orang-orang yang menghalalkan darah Anda hanya karena berbedap pendapat, aku akan berada di barisan paling depan bersama teman-teman terbaikku dari Kalimantan. Mereka sudah siap perang kok. Syaratnya: mereka tahu apakah yang dibela benar-benar dalam kebenaran, hehehe…

  68. 69 bram Januari 22, 2007 pukul 11:56 pm

    mantab juragan…

    crot dulu dah…

    lanjut….


    while (!(kiamat)) {
    this.ngepet_terus();
    if (this.hasil_ngepet() > this.biaya_ngepet()) break;
    }

  69. 70 raja iblis Februari 15, 2007 pukul 12:06 pm

    maka benarlah apa kata muhammad bahwa di penghujung acara akan muncul banyak kiblat … !

    wakkakakakaa …

  70. 71 Rizma Februari 15, 2007 pukul 5:17 pm

    ga boleh ngucapin ucapan selamat buat agama lain,, aneh dehh,,, kan kita ngucapin buat orang itu, bukan buat kita,, Rasul aja segitu baiknya sama yang agamanya lain, banyak hadist dll yang nyeritain itu,,

    emang islam itu agamanya ga semuanya bisa dilogiskan, bukan karena ga logis, otak kita aja blom ketemu,, dan itu berlaku buat fiqh,, skarang fiqh mana yang ngomong ngucapin selamat itu ga boleh?? dan islam itu rahmatan lil alamin,, Allah aja bilang begitu,, hobi banget sih bikin kotak kotak sendiri,,

  71. 72 lambrtz Februari 22, 2007 pukul 11:00 am

    nuwun sewu…
    saya orang awam dan non muslim
    apapun pendapat kalian
    aku tetep ngucapin selamat kalo temen2 muslim hari raya
    monggo mau nrima apa tidak
    semoga bisa jadi masukan
    karena kalau menurut saya
    selama bukan sekte sesat
    agama lain itu benar
    cuma aku tidak tahu kebenarannya di mana
    karena aku tidak menganut agama tsb
    thx

  72. 73 fourtynine Februari 22, 2007 pukul 2:32 pm

    Agak telat, semoga masih bisa diterima.
    “Joe said : Sekali lagi, aku selalu berpendapat kalau Islam itu agama yang logis. Ketahuilah wahai saudaraku. tidak semua perkara agama dapat kamu cerna oleh akalmu. Sekarang cuba engkau tunjukkan kenapa kita diwajibkan ambil wudhu’ lagi selepas membuang Angin (kentut) ? Kenapa ndak cebok aja ?Ayo jelaskan, Aku ingin melihat seperti apa Pemahaman yang engkau elu-elukan Logis Haihata … Haihata ….Komentar oleh Abu Aqil Al-Atsy — Januari 19, 2007.”
    Cuma pengen mendukung pernyataan bahwa Islam itu logis, jawaban buat pertanyaan saudara diatas yang berupa ”kenapa kita diwajibkan ambil wudhu lagi selepas buang angin (kentut)?” adalah karena wudhunya batal. Sedangkan untuk terusannya yaitu “kenapa nda cebok aja”, karena kita cuma buang angin, bukan buang air kecil atau buang air besar. Sudah dapat tho jawabannya??.singkat dan Logis.

  73. 74 fauzan.sa Maret 3, 2007 pukul 10:41 am

    Selamat natal, hmmm..

    Dulu HAMKA, salah satu ulama besar tafsir kita mengharamkan ucapan selamat hari raya pada agama lain. Kemudian, pendapatnya disepakati oleh MUI sebagai salah satu fatwa untuk panduan umat Islam di Indonesia. Tapi, pemerintah RI terus-menerus memojokkannya karena masalah itu. HAMKA mengundurkan diri. Tapi, fatwa itu tidak pernah berubah sampai sekarang.

    Sekarang masalah niat dan kehendak. Kalo antara hati dan ucapan itu nggak sama, itu namanya bohong. Seperti ketika saya bilang sama Joe, “Aku benci kamu”, padahal sebenarnya saya seneng sama Joe. Itu artinya saya berbohong. Nggak boleh bohong lho Joe.

    Berbohong hanya diperbolehkan dalam beberapa hal:
    1. Untuk mendamaikan dua kelompok yang bermusuhan.
    2. Karena dipaksa untuk bohong dan tidak bisa menolak, (mis. karena disiksa)
    3. Karena terancam nyawanya.
    4. Untuk menyenangkan istri.😀. Konteksnya, ketika dia bilang, “Eh, aku cantik nggak?”, tapi sebenarnya dia itu item dan jelek, kita boleh bilang, “Cantik kok”. Istri lho Joe, bukan Pacar😀

    Dengan begitu, ucapan selamat hari natal padahal kita tidak mau mengakui kebenaran Kristen adalah kebohongan yang tidak dibolehkan. Itu kalo anda mengambil definisi kalo ucapan selamat itu sama dengan pengakuan kebenaran lho Joe.

    Nah, ada ucapan yang diperbolehkan kepada Isa ‘alaihi salam di hari kelahirannya. Coba anda buka surat Maryam:33. Keselamatan atas Nabi Isa (Yesus) ketika dia dilahirkan, ketika dia diwafatkan, dan ketika dia dibangkitkan kembali.

    Masalahnya, kita tidak pernah tahu dengan sebenarnya kapan lahirnya Yesus. Coba anda tanya sama Pak Nathan Setiabudi. Natal itu hanya hari rekayasa yang dimaksudkan untuk memperingati kelahiran Yesus. Jadi, mengucapkan sholawat kepada Yesus pas Natal itu artinya salah kedaden. Lha kita nggak tau lahirnya kapan kok?

    Kalo secara semantik, ucapan “Selamat Hari Natal” dhewe artine ra gathuk. Nek dipas-paske, dadine semoga anda selamat di Hari Natal. Lha, nek artine koyo ngono kuwi, malah dadi rapopo Joe. Lha dongakke wong slamet khan apik? Kalo dalam definisi seorang muslim, mendoakan seseorang selamat berarti mendoakan dia masuk surga.

    Tapi, nek diteruske dadi lucu. Salam ki artine podho wae karo selamat. Nek kowe salam karo wong, berarti ndongakke dheweke ndang mlebu suwarga. Nek ngono, berarti ndongakke dheweke ndang mati, hehehehe. Malah OOT😀

    Masalah salam juga ada yang bilang kita dilarang mengucapkannya pada non muslim. Tapi ada ayat Qur’an yang menyatakan kita boleh mengucapkan salam pada non muslim, yaitu QS Az-Zukhruf:89

  74. 75 joesatch Maret 3, 2007 pukul 6:37 pm

    anu jay,
    alasanku bukan cuma yang bohong itu (meskipun bisa dipaksakan dibilang untuk 2 pihak yang sedang bermusuhan, mengingat cap apa yang diterima Islam dari hampir seluruh non muslim secara global di bumi ini gara2 ulah segelintir teroris tidak bertanggungjawab).
    tapi juga menggunakan alasan penghormatan thd sesama manusia sebagaimana nabiku menghormati jenazah seorang yahudi atas dasar kemanusiaan

  75. 76 hany Mei 1, 2007 pukul 8:13 am

    pernahkah antum antuna sekalian mendengarkan ceramah dari seorang mantan biarawati yang sekaligus mantan misionaris? klo memang sudah apa komentar anda tentang org2 nasrani sll mengucapkan selamat hari raya kepada kita yang beragama islam?
    antum antuna sekalian tidak taukah maksud ‘n tujuan mereka sll mengucapkan selamat kepada kita?
    jawabannya adalah
    agar kita merasa berhutang budi kepada mereka sehingga kita sebagai muslim mau tidak mau harus membalas mereka dengan cara mengucapkan selamat kepada mereka saat hari besar merek tiba.
    ada suatu maksud yag tersirat didalamnya
    apa?
    sebelumnya
    umat islam saat idul fitri sll mengucapkan minal ‘aidin wal fa’idzin yang artinya ……
    mohon maaf lahir dan batin
    dari arti ini tidak terdapat unsur yang menyebutkan bahwa kita tidak merayakan sesuatu yang lahir/yang hidup akan tetapi kita saling meminta maaf
    sedangkan…
    Selamat hari natal
    hari yang dipercayai mereka sebagai hari lahirnya yesus
    berarti kita mengucapkan selamat hari lahir kepada yesus
    bukankah berarti kita ikut mengakui bahwa yesus lahir pada hari itu 25 desember?

    bagaimana pendapat antum antuna sekalian??????????????

  76. 77 joesatch Mei 1, 2007 pukul 7:37 pm

    apapun latar belakang mereka mengucapkan selamat hari raya ke saya, sekalipun dengan latar belakang seperti yang mbak (?) hany bilang, saya nggak peduli, mbak🙂 saya cuma pingin menghormati dan berbagi kesenangan aja dengan mereka. mengikuti apa yang diajarkan nabi junjungan saya. lagipula, toh di rumah mereka pasti banyak makanan pada saat hari raya. itu sangat membantu kehidupan anak kos lho, mbak😛

    trus, darimana mbak tau kalo latar belakang mereka mengucapkan selamat adalah seperti yang mbak bilang? udah betul2 dari riset yang mbak lakukan sendiri? ati2 lho, mbak. jangan sampe mbak dicap memfitnah, atau juga mengancam perdamaian antar umat beragama di indonesia

    oh ya, postingan saya sudah betul2 dibaca, kan? ga cuma setengah2, kan?😀

  77. 78 maulana Juni 11, 2007 pukul 3:29 pm

    Assalamu’alaikum.
    Tulisan ini tidak ditujukan “khusus” thd siapapun, tapi merupakan pembahasan umum utk bahan pemikiran.

    Allah Berfirman:
    Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.”
    Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,
    hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,
    karena mereka menda’wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.
    Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil mempunyai) anak.
    (QS.Maryam: 80-92)

    Lihat jiwa katanya, bagaimana murkanya langit (majas) sebagai perumpamaan buruknya pernyataan “Tuhan mempunyai anak”.

    jika ada analogi sederhana…jika ada ssorg yg menghina Ibu Anda sendiri dgn perkataan yg tidak senonoh, maka apakah Anda akan mengucapkan kata2 yg manis atas hinaannya thd Ibu Anda kepadanya ? Apalagi thd Tuhan Yang Maha Agung..?!

    minimal diam sebagai tanda ketidaksetujuan Anda.
    Mengapa lebih takut merasa tidak enak terhadap org yg menghina Tuhan dari pada merasa tidak enak terhadap Tuhan?

    jika berniat ingin menghormati org lain, pilihlah cara2 yg tdk membuat Allah murka, krn jika sebalikya, sungguh aneh pola pikir seperti itu, seperti tdk menganggap Tuhan atau seperti menyepelekan-Nya (walaupun mungkin tidak diniatkan).

    Jika mungkin teman Anda (no muslim) itu memang belum tau ilmunya dan bukan bermaksud menghina thd Tuhan, maka sebaiknya jangan kacaukan pemahamannya dgn mengucapkan “selamat” sehingga dikhawatirkan dia merasa dibenarkan akan itiqodnya atau pemahamannya, sehingga kesalahpahaman (fitnah thd Tuhan)itu menjadi hal yg wajar – sehingga peluangnya utk berfikir thd kebenaran berkurang, karena tidak merasa janggal oleh karena biasa dimasyarakat.

    Toleransi menjadi benar selama tidak melanggar batas2 tauhid. Masih banyak hal2 yg dpt dilakukan utk bertoleransi selain yg berlawanan dgn tauhid. Lihat bagaimana salah seorg Gubenur dijaman sahabat dulu ditegur oleh Kholifah karena akan menggusur gubuk seorang yahudi yg akhirnya tidak jadi. Karena penghargaan tersebut si yahudi tsb akhirnya terbuka hatinya utk memeluk Islam.

    Dalam hal berdiskusi mengenai Tauhid, sungguh tidak pantas kata2 yg berjiwa main2 mewarnai pembicaraan, apalagi jika Anda merasa dilihat oleh Allah Yang Maha Tinggi, kecuali jika tidak terasa lagi rasa malu dan ketundukan. Saya khawatir karena kurangnya pengetahuan dasar atau salahnya pemahaman dasar akan Allah bisa membuat perumpamaan yg buruk terhadap-Nya dan melahirkan sikap2 yg sombong utk asal berbicara tanpa ada rasa takut. Jiwa seperti ini akan melahirkan beribu macam logika main2 sebagai penyangkalan thd kebenaran.
    Pola pikir dan jiwa yg lurus akan menghasilkan kesinkronan2 pemahaman secara akal lahir dan rohani akan Sifat2 Allah yg sesuai dgn sifat2 yg wajib bagi Allah dan Asmaul Husna yg jauh dari sangka buruk dan penyepelean atau penolakan, sungguh Maha Sempurna Kebenaran-Nya yg Agung.

    Semoga pencerahan meliputi hati & pikiran agar mendapat bimbingan dlm berfikir sehingga jujur thd kebenaran dan tidak asal berfikir sendiri tanpa memohon petunjuk langsung kepada Allah, khususnya bagi mereka yg sungguh2 menginginkan kebenaran, bukan mencari pembenaran nafsu.

    Mohon maaf jika tdp kesalahan. Koreksi sangat dihargai.
    Wassalam.

  78. 79 joesatch Juni 11, 2007 pukul 4:31 pm

    sebentar, darimana anda yakin bahwa cara menghormati orang lain yang saya pilih bakal membuat Tuhan saya murka?

    saya yakin Beliau lebih mengerti apa yang ada di otak dan hati saya ketimbang orang lain cuma sekedar menebak-nebak😀

    lalu, kata2 yang mana yang dianggap “berjiwa main2”? kalopun ada, lagi-lagi, Dialah yang menciptakan rasa humor pada manusia ciptaannya. jadi, nggak salah kalo saya yakin bahwa Tuhan saya pastilah Maha Humoris😀

    saya pikir kitalah yang terlalu paranoid dalam hal ini. bahkan dalam menyikapi agama kita sendiri.

    sekali lagi, Tuhan saya itu tahu tentang segalanya, kok. Jadi jangan khawatir. Tuhan saya nggak perlu sebegitu dibelanya. Dia Maha Perkasa.🙂

  79. 80 Geddoe de la Rocha Juni 11, 2007 pukul 5:21 pm

    Sekali lagi saya ingatkan. Tuhan itu tidak ndeso. Setuju?😉

  80. 81 Abu Ahmar Juni 13, 2007 pukul 1:46 am

    Dugh pusing aku mbacane
    lum kebiasa ngikutin bahasane O-Mai-Gat!
    panjang tapi tetep asik, karena dengan ini aku paham bagaimana pola pikir banyak orang dalam menyikapi hal kek gini

    Sebenere untuk ucapan itu juga masih aku ragu segh. Emang aku lebih milih cara aman dengan memilih diam daripada melakukan hal yang masih aku ragukan. Terutama karena ini bisa terkait masalah pengakuan. Aku dah lihat video soal biarawati yang masuk islam itu. Sebenere dari pengakuan itu aja dah cukup buat kita untuk tahu. Dah ada yang ngomong soal itu juga kan?

    Selebihnya terserah pada saudara-saudara semua. Aku juga masih miskin ilmu, masih perlu banyak belajar dan masih lebih banyak berpikir seperti joe ini. kadang semua harus logis🙂. Mari sama-sama berdoa agar kita ditunjukkan oleh Nya yang haq memang kelihatan haq (benar) dan yang batil kelihatan batil (salah).

  81. 82 joesatch Juni 13, 2007 pukul 2:00 am

    kalo memang ragu, tinggalkan saja🙂
    gampang kan?
    menjalani sesuatu dengan keraguan, bagi saya adalah sebuah pantangan, soale😀

  82. 83 chiw imudz Juni 13, 2007 pukul 4:36 pm

    knapa sih, ngucapin selamat hari raya aja bisa jadi masalah guedhe?
    kalo di t4 saya, bakal jadi masalah besar malah, kalo saya nggak ngucapin selamat hari raya pada keluarga saya yang beragama lain.

    lha wong kalo idul fitri aja mreka ikut ngrayain kok (inget:ngrayain!not sekedar ngucapin) demi toleransinya thd.umat agama lain.

    baca komennya Mas Antosalafy yang di postingannya si Joe, setuju2 aja sih…*bletakkk!!!ditimpuk si Joe* namanya komen kan subjektif banget…kekeke

    contohnya gini nih…cantik, cakep, sexy, semuanya relatif…
    Tapi, kalo si Joe jelek, itu udah MUTLAK!gak bisa diganggu gugat!

  83. 84 ncrit Juni 18, 2007 pukul 9:29 am

    jadi pengen komen juga….

    antosalafy bilang:
    “Perlu kamu ketahui, di dunia kedokteran sampai saat ini belum menemukan bahwa satu sayap lalat itu merupakan obat penawar. Mereka para analis kesehatan hanya tahu bahwa lalat itu penyakit. Mereka (bahkan sebagian kamu muslimin pun) bilang ini gak logis. Apa jawaban km? Apa kamu mau keluar islam krn kehabisan akal utk menjawabnya?Padahal, kita harus yakin bahwa ini hadist shohih dr sabda Rasulullah.”

    Menurut salah satu guru yang pernah ngajar aku, ada ahli yang udah menemukan bahwa dalam tubuh lalat selain ada bakteri yang bisa nggangu kesehatan juga ada anti bakterinya ataw semacam bakteri baik, jadi ketika ada lalat masuk ke minuman kita, trus kita celupin selain kemasukan bakteri jahat, bakteri baiknya juga ikut masuk tuk netralisir.

    menurutku otak kita tuh emang terbatas, tapi bukan berarti gak bisa dipake kan?

  84. 85 ncrit Juni 18, 2007 pukul 9:39 am

    about ngucapin selamat:
    selamat itu mengandung dua hal doa dan pengakuan, sebagian orang memang beranggapan “it’s OK ngucapin selamat buat basa basi, or ngeyem-ngeyemi” tapi sampe sekarang aku lebih milih tuk gak ngucapin, di luar itu aku tetep bersikap baik lho…sama temen-temen yang non muslim, coz menurut hadis
    ” barang siapa menyakiti Dzimmi*, berarti menyakiti diriku”
    selama ini hadis itu yang aku jadiin dasar, tapi aku masih nyari, apakah hadis itu tepat dan relevan, ato jangan2 ga shahih (halah!)

    *non muslim yang tinggal berdampingan dg kita dan gak nyerang kita or ganggu kita

  85. 86 abu hatim hamda al atsary Juni 25, 2007 pukul 9:40 am

    Smoga Allah memberi petunjuk kepada antum
    Sungguh, Demi Allah tulisan antum diatas adalah tulisan bathil dan betapa bodohnya pemahaman antum terhadap Islam, dan hendaklah antum bertobat kepada Allah.
    Ketahuilah, tidak semua yang Allah larang itu kita nalari, karena kita ini adalah makhluk yang lemah. Prinsip Ahlussunnah dalam memahami agama ini adalah sami’na wa ata’na (kami dengar kami taat).
    Jika kita menalari semua perintah Allah, tentu kita telah terpengaruh paham mu’tazilah atau terperosok ke dalamnya.
    Smoga Allah memberikan hidayahnya kepada Antum.
    Dan hendaklah antum terus belajar agama, jagan pahami agama menurut sesuka hati, jika tidak tahu maka bertanyalah pada ulama atau orang yang lebih tahu

  86. 87 joesatch Juni 25, 2007 pukul 11:19 am

    terima kasih atas penegasannya😀
    iya kok, saya memang bathil dan bodoh. kalo nggak gitu, tentunya saya sudah jadi s.kom. dari dulu2

    tapi tunggu!

    Sungguh, Demi Allah tulisan antum diatas adalah tulisan bathil dan betapa bodohnya pemahaman antum terhadap Islam, dan hendaklah antum bertobat kepada Allah.

    waduh! anda berani menjamin atas nama Allah? sejujurnya, saya sendiri juga nggak yakin apa saya bener2 bodoh. tante2 dan om2 saya pada suka bilang, “kamu itu sebenernya pinter, dit. sayangnya males!”

    bedeleee… kalo ternyata menurut Allah saya ini nggak bathil+bodoh, hayo…muka antum mau ditaruh di mana? cuma Allah yang tau lho. saya aja nggak yakin, lha kok antum bisa yakin? lebih tahu daripada Allah?

    ehehe…😉

  87. 88 Abu Amin Agustus 15, 2007 pukul 3:46 pm

    Saudara yang budiman,

    Sudah tidak sepantasnya yang mengaku beriman saling berbantah bantahan dalam urusan perselisihan, Barang siapa disesatkan Alloh maka tiada yang memberi petunjuk dan barang siapa ditunjuki tiada yang bisa menyesatkan ” Ingatlah Seruan Alloh

    ” Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” Qs Alanfal 46. Kalu merasa saudara seiman.

    Saling memaafkanlah kalian semua, karena tiada sesuatu yang sudah mengundang kemudharatan itu adalah pekerjaan iblis yang membisikan kedalam hati kita, waspadalah saudara.

    Kalaupun anda semua berkata benar tapi karena hanya menuruti hawanafsu dan pemuasanya sungguh ini kejahilan,dan kebatilan, sabar dan beramalah dengan keyakinan mengharap ridhlo Alloh dan memohonlah kita kepada Alloh akan petunjuknya ”

    Jika benar dirasa dalam bahasan apapun disemua blog kalian semua, dan merasakan adanya kemudhorotan maka tidak usah dikomentari,ataupun sang penulis harus menghapusnya dan tidak melarutkan dalam kemudhorotan yang lebih besar

    Kita ingat bersama yuk :

    “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil” Alqashas 55.

    Jadi jangan sampai semuanya menjadi jahil karena melontarkan perkataan kotor yang bukan ahlak Islam.

    Semoga kita semua diberi petunjuk menuju jalan yang lebih lurus.

    INGAT KESOMBONGAN DIRI ADALAH SIFAT IBLIS MAKA, JANGAN MENYOMBONGKAN DIRI DENGAN PENDAPAT MASING MASING.

    Ana menulis ini karena mengharap Ridhlo Alloh dan Bukan Ridhlo manusia. karena setiap tulisan kita dinilai bukan karena kepandaian kita, atau harga diri kita,gelar kita dan semua selain Alloh. Dan sudah seharusnya mereka semua dan kita menulis niat mengharap ridhlo Alloh

    Mari kita ingat Perintah Alloh ini semoga menggugah hati kita :

    Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

    Tertanda Alfakir Abu Amin.

  88. 89 Abu Amin Agustus 15, 2007 pukul 3:47 pm

    Ahki Yang Budiman,

    Bersabarlah kita dalam mentaati Alloh dan menggali ilmu Alloh , Saudara semua berhati hatilah dengan perkataan kita dan tulisan tulisan kita.karena semua ini adalah berat pertanggung jawabanya disi Alloh, Sakitnya perasaan kita tak melebihi sakitnya perasaan Rasul dan sahabAt ketika dikianati dan dicela oleh MUNAFIKIN, KAFIRIN.

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” Al isra 36

    Berkatalah semua dengan kebenaran atau diam.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.

    Saling memaafkan dan semua karena ketaatan kepada Alloh dan RasulNya.

    Sehebat hebatnya ilmu kita pasti banyak yang tidak kita ketahui dan yang berani berkata dan mencela para musuh Alloh karena mereka sudah memahaminya dan inilah Wala’ wal bara’ Kita.

    Semoga Kita diberi kerendahan hati untuk berfikir jernih kembali kepada Alquran dan sunnah dengan pemahaman yang benar yaitu pemahaman para Awalul Muslimin.atau arti lain Salaf ahki. kalau salafi bisa saja orang orang mengaku saja.

    Abu Amin

  89. 90 kacamatabaca Oktober 7, 2007 pukul 12:13 pm

    Assalamu’alaikum, buat yang muslim tentunya, hehehe…..
    Oh ya, kalo aku nulis salam trus yang mbaca womg non muslim hukumnya apa? aku g dong tenan!
    Ini topik kok berat banget y…., komentar-komentarnya juga oke-oke. Tapi kalo diterusin y g bubar-bubar, lha wong varietas berbeda kok pingin diseragamkan. Kapan kita bisa dewasa dan memandang keberagaman dalam Islam adalah sunatullah?
    Aku yakin, masalah kayak gini sudah pernah, bahkan sering dibahas pada jaman dahulu kala, cuma beda media saja, brhubung sekarang dah ada internet ya lewat ini. Jangan jadikan kenyataan ini sebagai masalah, kalo tidak setuju dengan pendapat orang lain, ya cari tahu kenapa orang itu bisa berpikir berbeda dengan kita. Tapi jangan jadikan itu alasan untuk tidak memperhatikan hak-hak saudara kita sesama muslim.
    Eh, bener g y, nasehatku ini?

    biasanya cuma baca……..

  90. 91 ASEP Desember 26, 2007 pukul 4:15 am

    MOHON UNTUK MEMBEDAKAN ANTARA AKAL DAN PIKIR AGAR KITA TIDAK TERJEBAK DI DEBAT KUSIR. SEHINGGA KITA BISA SALING MENGHORMATI PENDAPAT MASING2 WALAUPUN BERBEDA.
    MENURUT PEMAHAMAN SAYA BAHWA AKAL DAN PIKIR ITU BERBEDA.JIKA AKAL MERUPAKAN SESUATU YANG BAIK DAN AKAN SELALU BAIK SEDANGKAN PIKIR BELUM TENTU KARENA PIKIRAN BISA DIPERGUNAKAN UNTUK KEBAIKAN ATAUPUN KEBURUKAN. OLEH KARENA ITU JIKA SEORANG YANG SUDAH BERANJAK DEWASA DIKATAKAN SUDAH AKIL ( AKAL ) BALIGH ATAU SERING DIARTIKAN SUDAH BISA MEMBEDAKAN MANA YANG BENAR DAN MANA YANG SALAH.DALAM TERJEMAHAN ALQUR’AN PUN BANYAK DISEBUTKAN KATA BERPIKIR DAN BERAKAL SILAHKAN YANG AHLI TAFSIR UNTUK MENAFSIRKAN APAKAH SAMA ANTARA BERAKAL DAN BERPIKIR ?
    JADI MENURUT HEMAT SAYA BAHWA KITA TIDAK AKAN MAMPU MENANGKAP SEMUA FENOMENA DENGAN PIKIRAN NAMUN KITA BISA MENERIMA SEMUANYA DENGAN AKAL. DIMANA AKAL AKAN MAMPU MENERIMA SEBAB ISLAM DITURUNKAN UNTUK MANUSIA AGAR MANUSIA BERTAKWA SEHINGGA ISLAM DENGAN ALQUR’AN DAN AL-HADITSNYA BISA DITERIMA OLEH MANUSIA DENGAN AKALNYA BUKAN DENGAN PIKIRANNYA.SINGKATNYA AKAL ADALAH PIMPINAN BAGI PIKIRAN,HAWA NAFSU AGAR HATI NURANI SELALU TERJAGA DARI KEKOTORAN YG BERASAL DARI PIKIRAN DAN HAWA NAFSU SEHINGGA KITA AKAN SELALU BERIMAN DAN BERTAKWA KEPADA ALLOH SWT DAN SALAH SATU MAKHLUK YANG DIBERI AKAL ADALAH MANUSIA.
    JADI GUNAKANLAH AKAL! BAGAIMANA MENURUT SAUDARA ?

  91. 92 Amed Desember 26, 2007 pukul 8:32 am

    @ Asep

    Dan sebaiknya gunakan pula akal untuk mengetahui di mana letak CAPS LOCK di keyboard anda:mrgreen:

  92. 93 kurtubi Desember 26, 2007 pukul 11:33 am

    Tidak akan rido Yahudi pengikuti Wahhaby dan kwan-kawannya sehingga kita mengikuti pendapat mereka…

    Loh ini kan ayat quran ditujukan kepada Yahudi Nasroni, tapi kok ada yang lihai “menkopi paste ajaran” yaa.

  93. 94 ASEP Desember 26, 2007 pukul 10:11 pm

    @ Amed

    Terima kasih atas perhatian, kritikan dan tanggapannya. Salam kenal.

  94. 95 Ummu Habibah Desember 5, 2008 pukul 1:17 pm

    Assalamu’alaykum warroh matullohi wabarokaatuh
    kalau tak mengerti ISLAM..jangan komentar ISLAM lah. Jadi macam orang buta bicara tentang GAJAH.🙂
    ironis ya… ga pintar kok ya sok pintar

  95. 97 熱水器 Oktober 12, 2010 pukul 10:21 am

    I see the 2worry;I am very n glad to hear that you got your Supra fixed. I remember reading about some of your questions2x !.


  1. 1 Ketika Umat (Islam) Malas Berpikir « The Satrianto Show! Lacak balik pada Januari 8, 2007 pukul 5:07 pm
  2. 2 Dua Sedjoli Lacak balik pada Januari 10, 2007 pukul 11:25 am
  3. 3 Sedikit meluruskan saja… (bagian 1 : lalat.) « 72623 Lacak balik pada Februari 8, 2007 pukul 10:37 pm
  4. 4 Bagian Terbaik Dari Keberanian Adalah Kebijaksanaan « Generasi Biru Lacak balik pada Maret 27, 2007 pukul 9:06 am
  5. 5 Saya Resah « All That I Can’t Leave Behind Lacak balik pada Maret 28, 2007 pukul 10:31 am
  6. 6 Bertemu Salafy, Bantai Salafy « The Satrianto Show! Lacak balik pada Maret 31, 2007 pukul 1:51 pm
  7. 7 Yang Lebih Hebat dan MahaKuasa Daripada Tuhan « Parking Area Lacak balik pada Juni 9, 2007 pukul 6:41 pm
  8. 8 Pendek Saja « O-Mai-Gat! Lacak balik pada Juni 10, 2007 pukul 1:04 am
  9. 9 Where Is The Love? « Amd Lacak balik pada Agustus 14, 2007 pukul 10:53 pm
  10. 10 Siapa itu Antosalafy? « All That I Can’t Leave Behind Lacak balik pada November 8, 2007 pukul 10:37 am
  11. 11 Antosalafy : Badut Wordpress !!! « Mengapa begini ? Mengapa begitu ? Lacak balik pada November 9, 2007 pukul 9:52 pm
  12. 12 Bagian Terbaik Dari Keberanian Adalah Kebijaksanaan « Generasi Biru Lacak balik pada Desember 1, 2007 pukul 9:57 pm
  13. 13 Updata: Selamat Natal Versi Al Quran? « SANTRI BUNTET Lacak balik pada Desember 26, 2007 pukul 11:37 am
  14. 14 Where Is The Love? « All That I Can’t Leave Behind Lacak balik pada Januari 23, 2008 pukul 12:01 am
  15. 15 Chrysalys » Blog Archive » Hidup Dalam Sangkar Kata Lacak balik pada September 10, 2008 pukul 5:40 am
  16. 16 Saya Resah « A Sort of Homecoming Lacak balik pada Februari 17, 2010 pukul 3:23 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,032,449 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Januari 2007
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia