Sebut Saja Aku Antek Microsoft

Aku sedang menentang pendapatnya Onno W. Purbo! Sehubungan tentang komentarnya yang menyayangkan kebijakan Depkominfo RI yang membuat kesepakatan dengan Microsoft tanpa tender (silakan cari artikelnya di Mbah Gugel sendiri, yo. Aku lupa link-nya soale, hehehe).

Mas Onno bilang, biaya ratusan milyar itu bakal lebih bermanfaat buat bangsa kita sendiri, buat mendukung praktik open source di Indonesia.

OK, aku setuju. Tapi dengan beberapa kondisi. Lagian aku pikir, nggak selamanya pemerintah kita membuat keputusan bodoh. Sekali-kali mereka berhak jadi makhluk pinter juga.

Kita lihat, apa iya Indonesia sudah punya pondasi open source yang kuat? Apa iya semua lapisan sudah memakai sistem operasi berbasis GNU/Linux, seperti Pointer Linux yang disarankan Mas Onno dalam rangka menghargai hasil karya anak bangsa?

Nyatanya, yang paham Linux paling-paling cuma kalangan IT di Indonesia. Windows (bajakan) masih jadi pilihan buat orang awam. Karena memang, menurutku, Linux tidaklah se-user friendly Windows. Nyatanya lagi, Windows bajakan masih beredar dengan bebas di tanah air kita tercinta ini.

Sekarang dihayati, apa jadinya kalo Indonesia menolak tawaran kerjasama dari Microsoft? Bagaimana kalo Microsoft gelap mata kemudian menuntut Indonesia dengan tuduhan tidak melindungi hak cipta mereka dan mendukung proses pembajakan produk-produk mereka?

Bagaimana kalo Microsoft menuntut pemerintah RI di pengadilan internasional? Mereka pasti dimenangkan. Realitanya, Microsoft itu perusahaan besar. Kekayaan mereka boleh jadi jauh melebihi kekayaan Indonesia. Mereka bisa membayar apapun untuk memenangkan mereka.

Dan apa jadinya kalo Microsoft nekat berhitung jumlah bajakan di Indonesia mulai sejak Windows 3.1 saja sampai Windows versi terakhir ini? Belum lagi software-software keluaran mereka yang running under Windows yang turut dibajak. Masyarakat Indonesia nggak mungkin mampu membayar dendanya, dan jadinya kita harus legowo kalo banyak dari bangsa kita yang bakal masuk penjara. Kalo udah kayak gini, lagi-lagi pemerintahlah yang nanti disalahkan dengan tuduhan tidak mampu melindungi masyarakatnya sendiri. Semua kesalahan dan besar denda mau nggak mau ditanggung pemerintah kita.

Nah, makanya aku berpikir, lebih baik memang pemerintah kita menjalin kerjasama dengan Microsoft, dengan ataupun tanpa tender. Nilai MoU kerjasama yang cuma 600-an milyar itu tentulah jauh lebih sedikit dibanding jumlah denda yang harus dibayar apabila Microsoft gelap mata dan menuntut Indonesia kita tercinta ini. Tolonglah pertimbangkan semua kemungkinan.

Kita sah-sah aja menolak Microsoft, tapi itu hanya bisa terjadi kalo di bangsa kita sendiri sudah tertanam pondasi open source yang kuat. Selama itu belum terjadi, aku mohon, jangan tolak Microsoft!

Iklan

14 Responses to “Sebut Saja Aku Antek Microsoft”


  1. 1 wadehel Desember 24, 2006 pukul 3:35 pm

    Gw dah full make ubuntu berapa bulan. Jujur aja, itu ga gampang. Untuk muter mp3 atau nyetel bokep aja perlu install plugin macem-macem. Ga tau kalo distro yang lain.

    Untuk ngoprek itu perlu kecerdasan dan waktu yang tidak dimiliki sembarang orang. Blom lagi harus bisa bahasa inggris dikit2. Kayaknya cuma yang kelewat pinter atau para pengangguran berat yang bakal berhasil beralih ke linux.

    OpenSource sementara ini hanyalah mimpi. Indonesia blom siap. Sementara, pendidikan aja majuin dulu, biar pada anak-anak lebih pinter.

  2. 2 pramur Desember 24, 2006 pukul 3:37 pm

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Waduh Mas, setujuh Mas…
    Kita ga nyuruh make Linux kok, cuma kalo pengen make ya mbayar… ^_^
    Kalo masalah kerja sama, boleh2 aja, cuma alasannya yg tepat sedikit dong.. Masak karena “daripada orang Indonesia yang make produk Micro$oft tanpa bayar yg seabreg disuruh bayar denda” ?
    Btw, soal kerjasama dengan siapapun ketoke ga masalah, walau kerjasama dengan orang yang terlahir sebagai bangsa yang dinisbatkan sekelompok orang tertentu sebagai bangsa tidak dapat dipercaya… Asal kita tau kalo bakalan dapet duit banyak menguntungkan.

    CMIIW

  3. 3 joesatch Desember 24, 2006 pukul 3:54 pm

    wadehel:::
    coba pake suse10 deh. alasannya? aku suka gambar logonya. itu aja. kekekekeke!
    pramur:::
    itu cuma salah satu alasannya aja kok, dik 🙂 tapi fakta di lapangan yang paling mengkhawatirkan memang itu, kan?

  4. 4 neeya Desember 24, 2006 pukul 6:37 pm

    Linux itu kurang neeya-friendly. Jadi aku masih setia sama bajakan windows.. hiks…

  5. 5 joesatch Desember 24, 2006 pukul 8:36 pm

    aku juga masih pake windows, kok. tenang aja… hehehehe!

  6. 6 emol Desember 25, 2006 pukul 6:13 am

    lha pake Mac donk..
    lisensinya meski ndak gratis tapi jauh lebih murah dibanding Microsux.

    jangan bilang Mac mahal lho.. coba diitung secara presisi, hargane lebih murah dibanding PC

    huahaha.. jadi promosi 😆
    yah itung2 mengajak bangsa menjauh dari jeratan bill gates dan kebodohan persisten

  7. 7 pramur Desember 25, 2006 pukul 9:09 am

    Numpang nimbrung nih Mas…
    @ wadehel
    Saya setubuh banget dengan Anda bagian “tidak gampang”, tapi saya kurang sebadan soal “orang pinter dan pengangguran saja yang bakal bisa beralih ke Linux”. Saya memang tidak terlahir sebagai orang pintar, tapi saya adalah pengangguran berat orang yang merasa bahwa tidak ada yang tidak bisa kalo kita tekun n disiplin. “muluk-muluk memang” (TM)
    *agak-kesal-karena-tidak-menjadi-pencocot-pertama*
    *tapi tenang, kritikan saya (cukup) objektif kok*

    @ neeya
    Hmm.. IMHO tidak ada satu sistem operasi pun di dunia ini yang sesuai dengan individu semua orang. Yang ada hanya sebuah sistem operasi yang customizable (pergi ke GAIM sementara untuk mencek kebenaran pengejaan, soalnya takut diprotes), sehingga pada akhirnya menjadi sebuah sistem operasi yang sesuai dengan karakter busuk kepribadian saya. Dan saya melihat Linux (dismaping gratis) juga customizable banget.

    @ emol and joesatch
    MAC bagus banget. Begitu pula Windows. Dan ini yang penting:
    0. Saya tidak merasa bahwa Linux adalah Sistem Operasi yang paling sempurna. Karena kebanyakan temen2 yang make Linux, terus merasa bahwa pluralitas dalam memilih OS menjadi sesuatu yang seharusnya tidak dihargai. “Orang harus make Linux, soale gratis and keren! Titik.” ini yang saya tidak setuju.

    1. Saya tidak menyalahkan orang yang memakai Perangkat Lunak berbayar
    secontoh MAC, Windows, apapun, sejauh dia membayar. Saya bukannya orang sok suci yang tidak pernah maen DotA bajakan di Windows Bajakan pula(sekarang saya sedang mendalaminya demi uang satu juta, doakan ya!). Tapi saya mencoba untuk dual OS terlebih dahulu, setidaknya juga demi sistem perkuliahan Universitas Berbayar yang sux.

    2. Saya merasa bahwa saya tidak bisa terus2an tergantung pada software berbayar
    dan saya orang sok miskin biar dapet beasiswa or SPMA gratis kurang mampu sehingga penggunaan proprietary software (kali ini tanpa harus ke GAIM) harus mulai dikurangi sedikit2 dari sekarang. Mungkin seperti terapi begitu kopi ganti?

    3. Ketenangan yang saya dapat berasal dari sebuah sisi yang tidak bisa dilihat dari arah Anda, tetapi berasal dari (kata hadits) sebuah daging yang jika baik, maka baik semua lah semua bagian manusia ini, yang dinamakan hati.
    Jadi, IMHO, bukan berdasarkan seberapa banyak orang yang menjadi pengikut aliran tertentu, atau bukan seberapa banyak orang yang melakukan dosa yagn mirip dengan Anda..

    CMIIW

  8. 8 joesatch Desember 25, 2006 pukul 10:27 am

    aku jadi bener2 tertarik buat nyoba mac…
    mur, dota beneran bisa menghasilkan duit ya? aku jadi tertarik buat nyoba. kemarin sih temen seangkatanku ada yang dapet 4juta. ta’pikir cuma bohongan…hehehehe

  9. 9 passya Desember 25, 2006 pukul 7:53 pm

    user di daerah, ngebedain klik kanan sama klik kiri ada yg memahami sebagai klik dgn tangan kanan dan tangan kiri aja masih bingung, boro2 blajar linux 😀
    kalau serius sih bisa dimulai dari level anak TK, masalahnya siapa yg bisa jamin kalau ke depan proyek2 open source itu gak ‘dilahap’ sama microsoft?? money talks, man….

  10. 10 priandoyo Desember 28, 2006 pukul 9:23 am

    Rusuh mode on:
    Mending Windows aja lah, ngapain pake linux :P. Dikantor-kantor tuh yang pake Linux paling perusahaan kecil, pemda yang kere. Perusahaan yang bonafid tuh pakenya Windows, Oracle, Unix. Ga ada yang pake Redhat, Postgre atau Ubuntu.

    Lagian emg ada photoshop atau 3Dmax yang bisa jalan di Linux. Jo, you know kan. Mumpung pake Windows belum dipenjara kan.

    Hidup Microsoft 😀

  11. 11 pramur Desember 29, 2006 pukul 2:46 am

    Numpang nimbrung nih Mas…
    @ joesatch
    Hehe, iya. Maen DotA Competition.. wakakaka
    Hidup SandKing! (Hlo?)

    @ passya and priandoyo
    Kayaknya yang satu geng sama saya di sini ga ada… Hiks. Cari pengikut aliran baru di tempat laen ah..
    * kabur *

  12. 12 joesatch Desember 29, 2006 pukul 10:26 pm

    mur, jgn cemas…
    aku tidak tergabung dgn aliran manapun kok. semuanya otodidak, kakakaka! linux cuma masalah waktu aja. begitu aku beli hardis paralel buat nggantiin serialku yang rewel itu sebagai master, aku segera menjajal suse10…

  13. 13 win4sure Desember 30, 2006 pukul 2:13 pm

    hmm.. justru kalau mau denger mp3, nyetel bokep, maen game di linux itu susah, kan bisa meningkatkan produktivitas orang kantoran.

    orang kantoran butuhnya apa?

    openoffice, firefox, dan thunderbird!

    tiga itu rasanya bisa dipakai di linux tanpa kesulitan bukan?

    yah kalau buat orang multimedia ya baru deh terpaksa ke windows / macintosh

    atau jangan-jangan si penulis itu adalah salah satu korban kantor yang pakai linux?

    penulis udah merasakan menderitanya di kantor gak bisa denger mp3, main game, atau nonton filem.. hahahaha!

  14. 14 joesatch Desember 30, 2006 pukul 10:54 pm

    hahaha…kantorku nggak pake linux, kok. wong bosnya aja pengagum setia pola pikir bill gates. tapi tetap aja semangat nasionalisme kami lebih kuat. daripada memakmurkan amerika2 itu, kami lebih suka membajak, kakakakakaka!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,048,589 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia