Mungkin Kita Masih Perlu Belajar

Bapakku ultah:::
Bapakku ultah lho hari ini. Umurnya sudah setengah abad sekarang. Met ultah, ya Pak! Semoga panjang umur dan sehat selalu. Cepet naik haji sana! 🙂

Ke Gramedia:::
Kemarin aku ke Gramedia beli bukunya Samkok sama komik Marvel-DC All Access edisi terakhir. Hore! Makasih buat Erni. Makasih udah saling menemani hingga terhindarlah malam Minggu kelabu buat kita berdua. 😀

Buat para rohis:::
Aku pernah punya pengalaman agak nggak enak waktu pertengahan masa hidupku sebagai mahasiswa, berkaitan dengan para ikhwan itu.

Suatu hari, pada bulan Ramadhan, aku dan 2 ekor temanku dimintai tolong oleh beberapa teman putri untuk membantu pasang dekor buat salah satu acara Ramadhan yang diadakan oleh sebuah organisasi Islam di kampus yang inisialnya kebetulan sama dengan inisialnya Joe Satriani. Ini biasa, soalnya aku dan teman-temanku sudah terkenal selalu mengurusi masalah publikasi-dekorasi-dokumentasi kalo ada acara-acara di kampus. Pokoknya reputasi kami bisa dipertanggung-jawabkanlah! Walaupun aku nggak punya hubungan langsung dengan organisasi Islam itu, karena alasan pertemanan, akupun menyanggupi untuk membantu. Dan, pada malam yang dijanjikan, beraksilah kami bertiga dengan segenap jiwa raga kami.

Seperti biasa, kami bekerja diselingi candaan dan pisuhan ala kaum moderat. Nggak ada masalah sampai di sini. Kerjaan lancar, teman-teman akhwat pun terlihat senang. Sampai kemudian, datanglah para ikhwan organisasi tersebut. Berhubung status kami sebagai tamu, kami berinisiatif untuk menyapa mereka dengan senyuman terlebih dahulu. Tapi yang kami dapatkan justru pandangan yang menurutku sedikit tidak bersahabat. Seolah-olah mereka kaget, kok acara mereka bisa dimasuki oleh 3 orang berandalan yang seharusnya patut dijauhi.

Ya kalau dibanding baju koko dan celana panjang kain di atas mata kaki yang mereka kenakan, pakaian kami memang lebih jelas terlihat sebagai preman. Waktu itu aku memakai kaos oblong bergambar Britney Spears, celana jeans yang bagian lututnya sobek, bandana merah, dan anting perak di telinga kiri, tidak lupa sebatang rokok di sudut bibir.

Kelihatan sekali, bukannya membantu, mereka justru mencoba untuk mengintervensi sekaligus mengambil alih kerjaan yang sedang kami lakukan. Mending kalo caranya mengintervensi halus. Yang ada mereka justru mengkritik ini-itu hasil pekerjaan kami, seolah-olah mempertanyakan kredibilitas kami. Ujung-ujungnya salah satu dari mereka mengambil cutter yang dipegang salah satu temanku untuk kemudian sok mencontohkan bagaimana bekerja yang baik dan benar (sesuai tuntunan Allah dan Rasulnya?). Hasil kerjaannya? Aku dan teman-temanku ngakak dalam hati!

Sukurin, makiku dalam hati. Main-main di depan jagoan, sih. Ya maaf-maaf saja kalau aku malah memisuhi para ikhwan itu. Pada sok-sokan, sih. Apa cuma gara-gara kami bertiga bertampang berandalan, jadi kalian terpaksa harus mengintimidasi kami? Jadi kalian sok eksklusif nggak mau bergaul dengan kami? Jadi kami patut dijauhi? Jadi kalian, para ikhwan, cuma mau bergaul dengan “sesama” orang (yang kelihatannya) alim?

“Wahai manusia yang berdahi hitam (karena terus menerus sujud). Kami kira shalatmu yang tekun tanda penolakanmu terhadap dunia dan kerinduanmu untuk bertemu Tuhan. Namun sebaliknya, aku melihat kamu lari dari kematian demi kehidupan di dunia ini.” – celaan Asytar pada kaum Khawarij.

“Barang siapa menyadarkan orang yang telah sesat, lebih baik daripada duduk-duduk dengan orang beriman.” – Naguib Mahfouz, Lorong Hidup.

“Tidakkah kalian saksikan bahwa kebenaran sudah tidak lagi diamalkan dan kebatilan tidak segera dicegah? Maka hendaknya seorang mukmin lebih suka berjumpa dengan Allah (syahid).” – Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib

Iklan

20 Responses to “Mungkin Kita Masih Perlu Belajar”


  1. 1 kikie Desember 10, 2006 pukul 11:59 am

    makanya aku segan waktu mereka mengajakku bergabung :/

    sejak aku mulai kuliah, aku makin sering ketemu beberapa orang yang seperti itu. tampang a la ikhwan/akhwat, tapi menyebalkan. aku jadi belajar untuk tidak selalu menilai orang dari penampilannya. mau itu penampilan alim banget, yang perempuan berjilbab lebar rapi sebagaimanapun, dan sebagainya.

  2. 2 wadehel Desember 10, 2006 pukul 1:41 pm

    Mereka itu kan memang mengutamakan penampilan luar, harusnya anda yang lebih waras bisa maklum dong.

    Makanya… hitamkan itu jidat!

  3. 3 neeya Desember 10, 2006 pukul 5:13 pm

    Berdasar pengalaman sih, orang yg keliatannya sangat preman tnyata enak diajak temenan, sementara orang yg kliatannya baik, ramah, sopan dll tnyata MALING!

  4. 4 wida310186 Desember 11, 2006 pukul 12:36 pm

    # happy b’day buat bpk nya joe… semoga panjang umur ya…
    # Ga semua rohis kya gitu joe… tergantung orang2nya mungkin kita masih perlu belajar…. ;p

  5. 5 wd Desember 11, 2006 pukul 3:34 pm

    ikut coment lagi ya….

    # kikie, sebernya ga semua kaya gitu kie, kayak ak sekarang pengen ngrubah cara berpakaianku, boleh di katakan jilbaber lah, dan itu semata-mata murni karna Islam yg ngajarin buat nutup aurat dengan berpakaian ky gitu insyaalloh kita akan lebih aman.. jilbab akan melindungi kita dr laki2 buaya ato apalah…. klo kiki tau… hari ini tuch pertama kalinya ak ke kantor berjilbab lebar.. rasanya berat bngt kie… apalagi kebanyakan cwe2 di sini seneng nya bergosip… ada yg ngetawain lah… meskipun mereka becanda tp rasanya gmn gitu…. di kantor ga ada seorang pun yg nyemangatin…. kecuali bapak sm ibu ku di rumah, apa ada yg salah dengan pakaian jilbab yg seperti ini? sampe di bilang aneh sgala…. mereka bilang aku so alim lah apa salah aku brubah untuk menuju hal yg lbh baik?? betul bngt apa yg ki2e bilang “aku jadi belajar untuk tidak selalu menilai orang dari penampilannya” itu lah kie pentingnya sikap N prilaku…..

  6. 6 joesatch Desember 11, 2006 pukul 3:54 pm

    kikie:::
    aku sendiri juga segan diajak gabung, kok. pada prinsipku, tanpa bergabung dengan merekapun toh aku tetap Islam 🙂
    wadehel:::
    ini sudah maklum, kok. justru karena sangat maklum makanya aku biarin aja mereka mengambil alih kerjaanku. lumayan, habis itu masih bisa ngakak!
    neeya:::
    nah, bertemanlah denganku, hehehehe
    wida:::
    tentu saja tidak semuanya. nyatanya yg minta tolong sama aku juga rohis kok. wah, tentang jilbabmu, aku masih moderat wid. terlalu ketat jangan, terlalu lebar juga jgn. yg normal2 aja. yg penting udah sesuai tuntunan di alqur’an 🙂

  7. 7 passya Desember 11, 2006 pukul 6:17 pm

    kalo kata western : mau tau kayak apa si joesatch 10 tahun ke depan? liat aja sekarang dia baca buku apa dan berteman dengan siapa…. 😀

  8. 8 joesatch Desember 11, 2006 pukul 9:26 pm

    aku lagi baca buku samkok sama islam itu agama perlawanan 🙂 apa aku bakal jadi pemberontak yg makar thd negara ya? kekekeke
    tapi aku berteman dengan adik2 kelasku yg hobinya main futsal. nah, trs aku jadi apa ya?

  9. 9 fie_maniez Desember 12, 2006 pukul 12:27 pm

    mmm…sepakat, jangan lihat orang dari penampilannya aja…trus judulnya kayaknya gak usah pake ‘mungkin’ deh masJoe….kayake kita memang harus terus belajar….

    btw…knapa namaku jadi af-i-reng ??/>_

  10. 10 joesatch Desember 12, 2006 pukul 10:36 pm

    lha kowe kan jenengmu pancen afi…tur kowe bocahe…yaaaa….u know sendirilah, kekekeke!

  11. 11 pramur Desember 14, 2006 pukul 9:43 am

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Wah, tulisannya keren banget.
    Ingin bergabung bersama saya untuk mencoba menguasai dunia? Hehe…
    Betul, jangan menilai orang dari penampilan luarnya. Dari luar jelek, eh ternyata di dalemnya lebih jelek lagi..
    Sudah cukuplah kita di-tjap sebagai umat yang malas dan miskin, jadi cuma gaya2an doang kalo alim dan sifat-sifat sebangsa yang laen. Padahal ga punya karya untuk dunia. Guru ngaji saya pernah bilang, waktu 4JJI (cara penulisan nama Tuhan yang dipopulerkan agar segala macam message tidak mudah disaring CIAnya Indonesia aka |nt3li7en) bilang kepada Rasul, “Kamu adalah umat terbaik yang diturunkan ke tengah2 manusia”, itu maksudnya merujuk ke Rasul dan konco-konconya… Jadi bukan kita.. ^_^ CMIIW

    *Mas, klo di net jangan panggil nama asliku…Pliss*

  12. 12 joesatch Desember 14, 2006 pukul 7:24 pm

    pramur:::
    oke…oke…rekues dipenuhi! ^_^

  13. 13 qq Desember 19, 2006 pukul 6:02 pm

    hanya Tuhanlah yg patut memberikan “penilaian” untuk hamba2NYa.bukan begitu joe??
    kita sebagai sesama manusia, jangankan sesama manusia..antar sesama Makhluk hidup (baik alam, tumbuhan dan hewan sekalipun)haruslah saling menjaga, menghormati, tidak menganiyaya dan menebarkan cinta kasih..
    Apapun “penampilan” seseorang..itu adlh pilihan dmn tidaklah patut untuk kita saling memicingkan mata.
    mau neraka atau surga..semua tergantung pd apa yg telah kita pilih dan yg kita lakukan..bukan yg dipilih dan dilakukan oleh org lain..
    Dan hanya Alloh yg mengetahui dimana tempat kita di hari Akhir nanti. Wallohuta’ala a’lam bishowab.
    Semoga bisa menjadikan perenungan yg dalam bagi qta semua..

  14. 14 Ai Desember 30, 2006 pukul 2:15 am

    mas joe..ikut komen ya..walaupun udah lama ngepostnya..

    ada hikmah yg bs diambil mas…
    bahwa di dunia ini ga da satupun orang yg sempurna..di dunia ini pun begitu banyak perbedaan…
    sehingga..dunia ini akan lebih indah..disaat kita dapat menyikapi sebuah perbedaan dgn bijak dan positif thingking..

    biarlah ia tidak bijak dgn apa yg kita punya..
    biar juga ia ga mau positif thingking dgn apa yg kita punya..

    tapi yg terpenting adalah..disaat kita sendiri yg mau & bisa m’lakukan kedua faktor tsb.

  15. 15 joesatch Desember 30, 2006 pukul 11:00 pm

    setuju…setuju…
    yang penting di dunia ini bukan siapa aku, tapi apa yg aku lakukan 😀

  16. 16 soerja April 26, 2007 pukul 11:37 am

    aku koq nembe nemu post mu saiki yo hihih

    kuwe weruh gelanggang mahasiswa ura le?
    jaman mbiyen le, yen ukm sing saiki misah nggon kuwi gawe acara lan butuh bantuan, bocah2 soko mapala lan titer sing jelas2 sekuler yo dho mbiyantu koq… kosok balene iya yen bocah2 sayap utara butuh bantuan

    yen poso, opomeneh.. takjilan lan saur kuwi disediyakno karo kanca2 js… sampek taun 2000 nan lah… dibela2ni cah glanggang moro nang makam, tapi sing jelas disisekno sego nggo cah glanggang

    lha embuh koq saiki koyo ngono, jaman wis berubah opo’o wis bubrah le?

  17. 17 joesatch April 26, 2007 pukul 1:26 pm

    hahahaha, saya juga nggak menggeneralisir kok, kang. kan saya juga bilang, kalo saya nggak ada masalah sama yang pada minta tolong ke saya+temen2. cuma ya mbuh kalo sama yang nggak seneng ada brandalan kayak saya ‘sok-sokan’ nolongin mereka

  18. 18 soerja April 26, 2007 pukul 7:12 pm

    brandalan berhati roman ™ 😀

  19. 19 Kiki Ahmadi Januari 15, 2008 pukul 10:53 am

    sepakat mas joe….

    barusan saya juga kena pengalaman yang sama..

    ada seorang senior aktivis kegiatan masjid, dari jilbabnya yang panjang udah keliatan dah, aktivis banget..

    beliau masuk lab prog terus nanya,
    “Ada yang pernah pake framework web nggak?”

    teman teman langsung merekomendasikan saya..

    beliau menatap saya dengan pandangan gimana gtu..(nista mungkin, heheheh).

    Mungkin karena saya tidak terlalu aktif(Gak Aktif blas, menjauhi mungkin) dalam organisasi islam di kampus, lebih keliatan seperi bajingan ( istilah Mas joe keren)..

    mbak senior tersebut mulai bertanya..
    “Kamu tau framework apa? Jangan bilang klo joomla”(senyum sinis)

    dalem ati saya ngakak, Joomla kok framework, CMS kaleee….

    saya jawab “pernah pake ZK ama Struts mbak”(dengan nada sesopan mungkin)

    mbak aktivis “Itu semacem PHP gtu nggak?”

    dalem hati saya ngakak sambil guling guling….

    saya kembali menjawab, ” enggak mbak, itu J2EE, kalo mbak nyari yang PHP , setau saya ada Symphony ama Cake PHP”(dengan muka seserius mungkin, menahan tawa)

    Mbaknya terdiem dan langsung ngacir..

    susah emang mas…
    .bahkan ada beberapa temen yang mengecap orang orang seperti saya ini rada-kafir dan harus dikembalikan ke jalan yang lurus…

    apakah jalan yang lurus itu jalan yang benar? rumah saya harus belok kiri-kanan dulu, klo lurus pasti nyasar….

    cuman bisa ketawa aja deh….

    : )

    keep on writing mas…

  20. 20 Tiyo Ken Atmo Mei 10, 2008 pukul 3:30 pm

    Hmmm… Kasiaaaaaaaan deh lo…!!!

    Dari awal aku sadar sepenuh hati, kalo aku orang yang banyak dosa.

    Apalagi kalo lagi ngobrol sama group mereka, pas di habitat mereka sendiri lagi, Wuuu..ih! Amazing… Mereka benar-benar merasa paling bener sendiri.

    Dan satu ciri khas mereka yang dari dulu batu areng masih enak dimakan sampe nanti monyet ikut lebaran, adalah: Mereka sangat mudah menghakimi kelompok yang lain tanpa ada sudut pandang yang objektif sedikitpun. 100% subjektif gitu loh bro.

    Dasar orang-orang suci…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,056,257 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia