Kutahu Kau (Mungkin) Cemburu

Dahulu kala, ketika dunia diselimuti kegelapan (untunglah ada PLN), di sebuah restoran pizza yang letaknya tidak jauh dengan restoran pizza yang lainnya di Jokjakarta, pernah terjadi dialog seperti berikut:

“Nduk, aku mau tanya, menurutmu aku sekarang sedang selingkuh, nggak?”

“Kenapa?”

“Kamu sudah punya pacar, aku juga sudah punya pacar. Kamu tau kalo aku suka kamu, tapi kamu mau kuajak keluar makan berdua.”

“Ehm…Gitu, ya. Mungkin iya. Menurutku kamu selingkuh.”

“Kok bisa? Kita kan nggak ada komitmen apapun.”

“Maksudnya?”

“Ya, diantara kita nggak ada komitmen apapun. Kita nggak sedang dalam status apapun, meskipun kamu tau kalo aku suka kamu.”

“Ya menurutku tetap aja kamu selingkuh. Mbak tau tentang aku?”

“Dia tau. Dia tau semua ceritaku dulu. Aku juga selalu cerita tentang kamu.”

“Ah, aku di pihak yang salah ya?”

“Kok gitu? Kamu nggak salah, kok. Nggak salah apapun. Rasa suka itu wajar, nggak salah. Apalagi disukai oleh orang lain. Kamu kan nggak bisa ngatur perasaan orang lain ke kamu. Lagian aku suka kamu dari dulu, jauh sebelum aku kenal dia. Dia juga tau tentang hal itu.”

“Kalo gitu, kalo kamu suka aku, kenapa kamu jadian sama dia?”

“Lho, aku cuma mencoba realistis. Maksudku, aku nggak mungkin seideal di film-film, yang bakal menanti orang yang dicintainya sampai mati. Aku nggak bisa hidup kayak gitu. Ada saatnya aku harus realistis.”

“Kenapa kamu jadian?”

“Aku jujur, aku memang suka kamu. Tapi di lain pihak aku juga suka dia. Aku nggak bisa, dong, terus-terusan berharap sama seseorang yang nggak jelas keberadaannya, sama suatu hal yang nggak pasti buat masa depanku. Makanya aku mencoba realistis, di samping aku memang suka sama dia.”

“Ng…”

“Lagian, dulu aku juga sudah pernah ngomong kalo aku suka kamu. Dan kamu sendiri yang bilang kalo kita selamanya nggak mungkin bisa bersama. Iya, kan?”

“Iya, sih.”

“Hei, nggak usah serius gitu. Aku nggak main-main waktu aku bilang aku suka kamu. Tapi aku nggak menuntut banyak. Aku cuma pengen kamu tau kalo aku bener-bener suka kamu. Toh kita sama-sama tau kalo kita nggak mungkin bersama. Nggak usah terlalu dipikir. Kita teman, kan? Salaman dulu!”

“Iya, kita teman.”

“Ngomong-ngomong, anak-anak di kampus kayaknya mulai tau kalo aku suka kamu.”

“Ah…”

Dan obrolan pun berlanjut tentang makanan, wisata kuliner, kuliah, tempat-tempat wisata, dan mal-mal di Jakarta.

P.S. Obrolan di atas kudengar langsung dari narasumber yang mana termasuk salah satu saksi korban. Sengaja, beberapa dialog kupermak sedikit bahasanya. Maksudnya karena beberapa diantaranya menggunakan tag-tag Javascript, juga supaya keliatan ada bobot sastranya sedikit, wekekeke!

Iklan

5 Responses to “Kutahu Kau (Mungkin) Cemburu”


  1. 1 donn Desember 5, 2006 pukul 11:40 pm

    Nto, sampeyan itu kulilah di Komputer, tapi kok ya pantes nya jadi Novelist..

  2. 2 joesatch Desember 6, 2006 pukul 8:16 pm

    wakaka…aku jauh lebih paham tentang kahlil gibran dan rabindranath tagore dibandingkan bill gates atau linus torvalds, hehehehe 😀

  3. 3 wadehel Desember 10, 2006 pukul 1:52 pm

    Berlanjut di warnet box tidak? hehe

  4. 4 joesatch Desember 11, 2006 pukul 3:45 pm

    wadehel:::
    tidak. tapi berlanjut ke kamar kosnya 😀 😀 😀 …buat nginstallin coreldraw X3 sama ngeprint, kekekekeke!


  1. 1 What Da Hell’s Going On? « The Satrianto Show! Lacak balik pada Desember 6, 2006 pukul 10:33 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,043,240 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia