Bisma Dewabrata (A Tribute to SKD)

Aku mau cerita sedikit tentang Bisma. Lagi-lagi cerita ini kubuat sesukaku, sesuai yang kuhafal dari jaman aku kecil dulu. Jadi kalau ada sedikit hal yang berlainan dari yang pembaca tahu, ya mohon permaklumannya. Tapi nggak usah protes, soale aku bakalan ngeyel. Ini cerita yang terbangun di otakku, masalahnya🙂

Bisma, resi tipe petarung dari pertapaan Talkanda. Waktu mudanya bernama Dewabrata. Anaknya Prabu Sentanu dari Dewi Gangga. Sakti? Jelas. Tokoh-tokoh wayang umumnya sakti. Kalaupun ada yang nggak sakti biasanya itu cuma oknum aja. Lha wong Buta Cakil aja sakti, kok. Nyatanya dibunuh berkali-kali sama Arjuna juga tetap muncul aja dalam setiap lakon. Kalaupun ada yang nggak sakti, sumpah, itu cuma oknum. Durmagati, yang adiknya Duryudana, misalnya, beliau termasuk salah satu oknumnya yang bikin malu dunia pewayangan.

Kembali kepada Dewabrata. Dari kecil dia sudah ditinggal ibunya yang termasuk golongan Bidadari kembali ke kahyangan. Maka, Prabu Sentanu memutuskan untuk mencari permaisuri pengganti. Pilihan akhirnya dijatuhkan kepada Dewi Durgandini, jandanya Prabu Kresnadwipayana. Yang jadi permasalahan buat Sentanu, Dewabrata adalah putra mahkota Astina. Tapi nanti kalau Sentanu punya anak dari Durgandini, keturunan-keturunan mereka pasti bakal rebutan jadi raja. Maka, demi memikirkan kesenangan bapaknya, Dewabrata memutuskan untuk tidak menikah seumur hidup.

Setelah Sentanu pensiun jadi raja, penggantinya adalah Citragada, adik tiri Dewabrata dari Durgandini. Sampai pada suatu ketika, Dewabrata diutus berangkat ikut sayembara sebagai wakil Astina untuk meminang Dewi Amba, Ambika, Ambalika (CMIIW). Bentuk sayembaranya simpel, harus bisa mengalahkan Wahmuka dan Harimuka kalau pengen meminang tiga orang dewi tersebut. Berhubung Dewabrata itu sakti, nggak ada permasalahan. Wahmuka-Harimuka dibabat dengan mudah.

Beda dengan 2 orang adiknya yang mau jadi istri raja Astina, Dewi Amba ngotot untuk menikah dengan Dewabrata dengan alasan Dewabrata-lah yang memenangkan sayembara, nggak peduli Dewabrata pernah bersumpah untuk hidup tidak menikah. Pokoknya Dewi Amba menuntut pertanggung-jawaban dari Dewabrata. Heran, padahal dihamili juga nggak.

Jelas Dewabrata marah. Dia merasa nggak nyaman digondeli perempuan terus kayak gitu (aku juga bakalan nggak nyaman kalau digondeli cewek kayak gitu. Secantik apapun dia). “Minggat! Kalau nggak mau kubunuh,” ancam Dewabrata sambil pura-pura menodongkan panahnya. Tapi sama seperti kasus Sumantri-Sukrasana (kapan-kapan kuceritain, deh), panahnya Dewabrata nggak sengaja mrucut dan membunuh Dewi Amba. Sebelum nafasnya bener-bener putus, Dewi Amba bilang kalau nanti dalam suatu perang besar, arwahnya akan menjelma dalam diri seorang prajurit putri dan akan menjemput Dewabrata dalam perang tersebut.

Singkat cerita, setelah cucu-cucunya Kurawa-Pandawa lahir, Dewabrata madeg pandita dengan gelar Resi Bisma. Pada saat perang besar Baratayuda, Bisma berada di pihak Kurawa berhadapan dengan cucu-cucunya, Pandawa Lima, yang sebetulnya lebih disayanginya.

Bisma bukannya tanpa lawan. Seumur hidup Bisma belum pernah lari dari medan pertempuran. Tapi ketika berhadapan dengan Raden Seta, ksatria Wirata yang terhitung sepupu tirinya dari pihak Pandawa, Bisma mati kutu. Dua orang ini sama-sama sakti. Seta ngamuk gara-gara 2 orang adiknya, Raden Wratsangka dan Raden Utara, mati di tangan Danghyang Durna dan Prabu Salya.

Nggak berhasil menemukan Durna atapun Salya, Seta akhirnya malah berhadapan dengan Resi Bisma. Bisma punya ilmu kebal, tapi Seta pun ksatria sakti yang nggak cuma modal berangasan. Semua anak panah yang dilepas Bisma ditangkapi Seta dengan tangan kosongnya.

Prajurit Pandawa bersorak-sorak ketika melihat Bisma mundur dari gelanggang gara-gara mati kutu. Bisma lari ke Sungai Gangga dan bersemadi di situ, mohon petunjuk dari ibunya tentang kelemahan Seta. Oleh ibunya, Bisma disarankan untuk mengolesi ujung anak panahnya dengan kunir (atau jahe, ya? Aku lupa). Setelah saran itu dilaksanakan, gugurlah Seta.

Akhirnya sampailah masanya Bisma berhadapan dengan Srikandi, titisan Dewi Amba. Semua ilmu yang dimiliki Bisma musnah di hadapan Srikandi. Ribuan panah Srikandi menancap di badan Bisma – yang selama ini dikenal kebal – seperti landak, dan rubuhlah Resi Bisma. Tapi Bisma belum mati. Bisma adalah ksatria yang diberi anugerah oleh dewa untuk menentukan sendiri hari kematiannya. Maka setelah Baratayuda, setelah Srikandi mati dibunuh Aswatama, anak Durna, sukma Dewi Amba menjemput Bisma yang masih tergeletak di Padang Kurusetra.

Kata-kata Dewi Amba kepada Bisma diinterpretasikan oleh Sujiwo Tejo sebagai berikut:
“Usai usiamu kasihku t’lah usai
T’lah usai senang
T’lah tuntas perang
Usai semesta rasa
Semesta duka lara
Usai sudah suka-duka
Kacakan kacau wajahmu berkaca
Di mataku yang
Mataku berkaca-kaca
Kalau t’lah lelah dan kau terlampau
Berkilauan luka
Kupangku kau kan kupangku.”

Dan mangkatlah Bisma Dewabrata dengan dijemput sukma Dewi Amba.

24 Responses to “Bisma Dewabrata (A Tribute to SKD)”


  1. 1 Anang November 22, 2006 pukul 8:28 am

    anak muda masih ada yang peduli sama cerita pewayangan… salut

  2. 2 joeckp November 22, 2006 pukul 8:37 am

    karena kultur keluarga, kok. lha ya gimana…punya eyang seorang dalang, adiknya eyang dosen di stsi jur pewayangan, bapak juga pernah ndalang di keraton waktu kecil. jadinya hidupku ya dikelilingi ramayana dan mahabarata versi pustakarajapurwa, hehehehehehe

  3. 3 passya November 23, 2006 pukul 7:45 pm

    mas…gw juga penggemar wayang konvensional…dulu pertama melahap ramayana sama mahabarata pas klas 1 smp. sekarang susah cari kitab itu. punya pdf-nya gak?? ato kasih link deh… btw, klo tokoh fave gw sih sarawita hahaha..actually gw kagum sama tokoh kayak adipati karna n plg gak suka sama puntadewa (mahabarata). suka juga sama gunawan wibisono (ramayana)…jgn lupa klo punya pdf-nya

  4. 4 joesatch November 23, 2006 pukul 9:03 pm

    waduh, kalo pdf-nya aku nggak punya e.
    ada juga hardcopy semua🙂

  5. 5 joesatch November 23, 2006 pukul 9:12 pm

    nambah, cerita ttg ramayana yg versinya sindhunata lumayan bagus lho. judul bukunya “anak bajang menggiring angin”. kayaknya di gramed*** (aku nggak dibayar buat ngiklanin mereka) masih ada sekarang. warna sampulnya merah🙂

  6. 6 passya November 23, 2006 pukul 10:03 pm

    thanx ya info-nya, klo hardcopy cara ngedapetinnya gmn ya klo di jakarta??

  7. 7 joesatch November 24, 2006 pukul 7:18 pm

    itu, di grame*** masih ada kok kayaknya

  8. 8 kangtho Februari 25, 2007 pukul 7:25 pm

    thanx..kang ono sing duwe crito wayang liyane ngak.Aku jg seneng wayank he9x..makasih yoo

  9. 9 Nur Finley Februari 25, 2007 pukul 8:35 pm

    kang mas Joe…..wah makasih banget nih atas cerita singkat pewayangannya. saya lagi cari-cari bahan cerita singkat tentang perwayangan untuk bahan saya mengajar di Australia. buat cerita pewayangan yang lain dong!…seperti Arjuna Srikandi gitu

  10. 10 joesatch Februari 26, 2007 pukul 11:31 am

    ehehehe…sabar ya…
    aku kemarin juga janji mau buat tulisan tentang “wanita-wanita pembuat masalah”, tentang bambang sumantri. ntar ta’garapnya. arjuna-srikandi? hmmm…ya insya allah ta’tulis juga. meski menurutku kurang ada gregetnya😛

  11. 11 Siw Imudz April 5, 2007 pukul 1:50 pm

    weLeh…weLeh…
    Dalang tenan Mas iki!

  12. 12 astikirna April 18, 2007 pukul 12:21 pm

    ra donk tp penasaran buat baca…hehehhe….

  13. 13 putra_sebrank Mei 5, 2007 pukul 8:48 pm

    hmm…kebetulan yang aneh..baru kemarin liat sinetron di ANtv, sinetron wayang keknya…yang dewabrata bersumpah ngak akan kawin pas minang cewek…apa tentang ini ya..abis cuma liat sekilas aja sih…lagi konsen makan soalnya…hehehehe

  14. 14 co-that Mei 8, 2007 pukul 6:47 pm

    speechless
    bagus banget!!!

  15. 15 didacus pindho bismoko Mei 26, 2007 pukul 4:51 pm

    mas namaku Didacus Pindho Bismoko orang-orang panggil aku Pindho tetapi suatu saat aku ingin dipanggil Bismo/Bisma…
    atau kalo g Didacus/Diego..
    mereka adalah tokoh2 yang hebat bagiku dan aku ingin menjadi sperti mereka…
    kamu punya cerita lain lagi g tentang Bisma??

    Menurutmu dia bijaksana g?

    oya aku mw curhat dulu pernah keceplosan,”Seperti Bisma melakukan sumpah maka hari ini aku juga melakukan sumpah, aku tidak akan mempunyai istri!!”. kira2 Tuhan tau dan menghendaki g ya?aku kena kutukan g ya?cz akhirnya aku nemuin Dewi Amba ku. tapi aku masih bingung untuk nerima dia.G penting ya??He3x

    Tapi aku yakin aku pasti bisa seperti Bisma dengan atau tanpa istri..

    thx

  16. 16 didacus pindho bismoko Mei 26, 2007 pukul 4:55 pm

    oya sekarang kok g ada pelm karmapala mahabarata lagi y di ANTV pdhl pgn liat

  17. 17 joesatch Mei 26, 2007 pukul 8:00 pm

    Siw Imudz:::
    bukan. tapi cucunya, hahahaha

    astikirna:::
    heh, tenane ra dong? jaman esde kemana aja?

    co-that:::
    dasarnya memang bagus banget, sih😉

    didacus pindho bismoko:::
    bijaksana. setelah kejadian dengan dewi amba itu, bisma memang jadi lebih bijaksana🙂
    heh, terima aja. daripada malem minggu nggak ada kerjaan lho, kekekeke

  18. 18 lelaki jantan September 16, 2007 pukul 10:38 am

    SOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR…….

  19. 19 icha September 5, 2008 pukul 8:17 am

    mantep kaya pak manteb semoga lebhi banyak ceritanya yo mass

  20. 20 supardiyo Februari 15, 2009 pukul 12:40 am

    ms pnya referensi cerita tentang mahabarata gak yg lengkap?

  21. 21 Rafif Dalang Maret 25, 2009 pukul 3:10 pm

    Wah ternyata banyk penggeemar wayang di sini

    Kalu mau punya mahabharata asli versi india, ada kok bukunya karangan
    C rajagopalachari

  22. 22 yovita September 9, 2009 pukul 3:35 pm

    anda hebat !!
    keep the spirit high

  23. 23 restia Maret 25, 2010 pukul 7:46 pm

    Aku suka banget cerita perwayangan, yang bikin jatuh cinta tuh pas abis baca “GENDERANG PERANG DI PADANG KARUSETRA” waktu jaman SD. Skrg ga tau lg bukuny kmana, padahal pengen baca ulang…
    Atau ada yang punya referensi judul cerita perwayangan sejenis itu..??
    Bravo JOECKP!!! kutunggu ceritamu yang lain!!

  24. 24 risma Maret 5, 2011 pukul 10:21 am

    cerita bisma merupakan pengalaman dalam hidup manusia jg, sy salut atas ceritanya…tanks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,032,449 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia