Kami Seperti Kakegawa…

…di Edisi Setelah Kematian Yoshiharu Kubo

Kami kalah di final. 1-2, setelah sempat memimpin 1-0.

Nggak banyak yang bisa kubicarakan. Pecundang tidak berhak banyak bicara. Yang jelas, kami sudah kalah. Itu saja.

4 Responses to “Kami Seperti Kakegawa…”


  1. 1 wida November 20, 2006 pukul 1:06 pm

    yahh sayang bngt… tp ga papa chayoo kalian jangan putus asa ya!

  2. 2 joesatch November 20, 2006 pukul 10:04 pm

    buat junior2ku sih masih ada tahun depan. tapi buat aku, kemarin itu pormagama terakhir. lha aku merencanakan diri untuk lulus tahun ajaran ini kok, hehehehe…
    sedih…nggak kesampaian menggapai puncak gadjah mada…

  3. 3 pramur November 27, 2006 pukul 11:31 pm

    Wah, kalo gitu jangan lulus tahun ini aja Mas. Hehe…
    Dulu waktu aku SMA, permainan bola terakhirku adalah yang terindah selama hidup, jadi penyerang coy! Bukan hanya karena di kelas 3IPA2 hanya ada 16 orang yang punya p*n*s(termasuk aku tentu saja), bukan pula hanya karena aku mantan penyerang di kelas 2, bukan pula hanya karena kaki kanan dan kiri sama2 “hidup”, tapi juga karena di kelas 3 aku membuktikan sebagai pemain yang “patut dipertimbangkan” (silahkan Anda berasumsi macam2 soal quote tadi wekeke).
    Tapi, di pertandingan terakhir kami,waktu itu final brebut posisi 3, kalah cuma 1-0 (tapi, sesuai kata film 2fast2furious, “aku tidak perduli apakah aku menang satu inchi atau satu mil, pemenang adalah pemenang”), dan aku merasa bersalah banget, sampe ga bisa tidur malemnya, sampe bisa lulus UM-UGM (hlo?).
    Sampe di UGM, “karir bola” ku mentok, karena “kelemahan fisik” dan karena ada banyak orang yang lebih “menang” dari aku. Lagi-lagi aku merasa seperti pecundang. Tapi aku pikir2 lagi, aku (dan dirimu) sebenernya sudah berjalan jauh, udah berusaha yang terbaik. Waktu kita kecapekan berjalan naek gunung, tiba-tiba kaki terkilir dan ga bisa jalan lagi, terus kita berhenti, liat ke bawah, ternyata kita itu udah jauuuuh banget mendaki. Dan itu musti kita syukuri, mungkin masih banyak pecundang2 laen di bawah kita sana, yang “terkilir” sebelum bisa sampe setinggi kita. Contohnya yaaa si tukang jual ayam goreng yg dirimu maksud itu, wekekeke… Sori jadi kayak nulis di blog sendiri ^_^.

  4. 4 joesatch November 29, 2006 pukul 3:12 pm

    bo, aku terharu mendengar kisahmu, kakakakaka!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,033,018 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia