Bajak Laut, Bajak Darat, dan Bajak Udara

Aku baru beberapa bulan yang lalu nonton filmnya Kapten Jack Sparrow yang edisi pertama. Lumayan menghibur, buat yang butuh hiburan tentunya.

Sehubungan dengan profesinya Kapten Jack (wow, aku jadi inget sebuah band indie di Jokja jaman aku muda), aku pengen mbahas beberapa hal seputaran bajak-membajak. Hal ini dikarenakan di kampusku tercinta beberapa oknum mahasiswanya dengan idealisme yang tinggi lantang berteriak menolak software-software bajakan!

Tentu saja perkara ini ta’tolak mentah-mentah. Bukannya aku mendukung penuh hal-hal yang ilegal, tapi aku mencoba realistis aja dengan apa yang terjadi di masyarakat kita, di samping aku sendiri bakalan nggak bisa menghidupi anaknya orang kalo aku nggak pake Macromedia dan Adobe yang masih bajakan itu. Dul, pasar masih menghendaki software bajakan. Kalo nggak pake bajakan kami nggak makan! Lagipula, sebenernya aku berprinsip dalam masalah pembelajaran janganlah terlalu fanatik. Open atau close source, selama masih bisa dipelajari, ya pelajarilah.

Nggak usah sok idealis, karena hidup kita (di Indonesia) ini nggak bisa lepas dari perkara bajak membajak!

Aku nggak yakin apa mereka-mereka yang GNU/Linux-minded itu dalam setiap langkah hidupnya bersih dari pembajakan? Waktu mereka dengerin lagu yang berekstensi .mp3, waktu itu mereka jelas-jelas sudah dengerin lagu bajakan. Ketika mereka nyewa VCD, merekapun otomatis nonton film bajakan.

Ada seorang rekan yang berpendapat kalo nyewa film itu nggak sama dengan menikmati barang bajakan, karena dalam agama hukum sewa-menyewa itu ada. OK, betul! Itu kalo yang disewa VCD orisinil. Tapi apa iya di rental-rental itu cakram VCd-nya orisinil semua? Paling-paling cuma 1 buah aja yang asli, dan sisanya buat stok mereka gandakan juga. Hayo, bener nggak? Makanya, nggak usah sok-sokan, soale yang bener-bener asli biasanya malah nggak disewain sama mereka. Untuk back-up, biasanya.

Bisa jadi barang-barang mereka yang lain juga bajakan. Baju, celana, sandal, dan lain-lain milik mereka mungkin aja membajak merk-merk terkenal. Bisa jadi, lho…

Alhamdulillah aku tidak. Aku boleh berbangga kalo untuk urusan fashion aku selalu memakai merk resmi. Jeans Versace-ku asli, Armani-ku juga. Sandalku Nike yang asli, sepatu bolaku bener-bener Adidas, sepatu ketsku memang Nike, sandal gunungku juga New Balance, kemejaku Spyderbilt beneran. Nggak ada yang bajakan!

Aku nyombong? Ntar dulu, John. Semuanya ada sejarahnya. Versace sama Armani itu dibeliin tante sama oomku. Sendal Nike-nya juga sama. Terus yang Adidas itu lungsuran dari temenku, sepatu Nike-nya dibeliin bapak, New Balance itu hadiah lebaran, yang Spyderbilt hadiah ulang tahun dari seseorang yang pernah deket sama aku waktu aku masih bandel🙂

Jadi kesimpulannya, aku memang nggak mampu beli barang-barang bermerk itu sendiri. Semuanya dibeliin. Tapi aku nggak maksain buat make bajakannya merk-merk tersebut, soale ada merk lain yang tidak mahal yang bisa menggantikan fungsi barang-barang itu.

Tapi sekarang kasusnya lain. Selama InkScape nggak bisa menggantikan Corel Draw X3, The Gimp belum mampu nandingin Adobe Photoshop CS2, dan nggak ada software animasi senyaman Macromedia Flash MX, serta selama yang open source tidak bisa jadi kompetitor sebanding bagi close source yang bajakan, maka dengan bangga aku berujar, “Support your illegal software, Dab!”

Kalo nggak bisa hidup tanpa barang bajakan dalam kasus apapun, jangan teriak-teriak (sok) menolak 1 jenis barang bajakan! Idealisme kampret! Hidup Kapten Jack Sparrow!!!

32 Responses to “Bajak Laut, Bajak Darat, dan Bajak Udara”


  1. 1 afin Oktober 30, 2006 pukul 1:35 pm

    yang merasa sudah embah-embah…btw meski banyak yang nolak hasil bajakan laku keras tuh, soalnya yang asli emang muahual, tapi ya jangan ditiru
    salam

  2. 2 wida310186 Oktober 30, 2006 pukul 4:16 pm

    betul itu saya setuju ” Kalo nggak bisa hidup tanpa barang bajakan dalam kasus apapun, jangan teriak-teriak (sok) menolak 1 jenis barang bajakan!” duch jadi inget Monkey D luffi si manusia karet, Nammi si navigator, sanji si koki ganteng – One Piece ck..ck… TOP Abiz ;p

  3. 3 joesatch Oktober 31, 2006 pukul 1:11 am

    afin:::
    Wah, kalo nggak ta’tiru, anaknya orang nggak bakal makan (makan cinta, maksudnya), kekekekeke!

    wida:::
    jangan lupakan Roronoa Zoro dari aliran 3 pedang, huehehehehe…

  4. 4 wib November 1, 2006 pukul 12:41 pm

    sandal swallow ku asli. 4000 perak. murah.

  5. 5 tantos November 3, 2006 pukul 2:11 am

    woo…alah, korban pembajak! mbok nyadar jo!

  6. 6 joesatch November 5, 2006 pukul 11:39 am

    helelaaahhh…tos, ra sah nggaya…sesama pembajak juga…

  7. 7 priandoyo November 7, 2006 pukul 3:24 pm

    Wah jo, jangankan mahasiswa, perusahaan-perusahaan kelas atas aja banyak yang pake produk bajakan. Anyway tentang photoshop dan produk2 grafis lainnya mang ga bisa ditandingin ma opensource yak

  8. 8 fauzansa November 7, 2006 pukul 4:55 pm

    “Aku nggak yakin apa mereka-mereka yang GNU/Linux-minded itu dalam setiap langkah hidupnya bersih dari pembajakan? Waktu mereka dengerin lagu yang berekstensi .mp3, waktu itu mereka jelas-jelas sudah dengerin lagu bajakan. Ketika mereka nyewa VCD, merekapun otomatis nonton film bajakan.”

    Anda telah menggunakan senjata paling ampuh namun salah, yaitu kesalahan logika yang namanya ad hominem tu quoqe.

    Kalo ada seorang dokter yang perokok kemudian dia bilang sama anda, “Jangan merokok, merokok itu merugikan kesehatan!” Sekarang, apakah kata-kata dokter itu salah? Jika kemudian anda bilang, “Alah, anda juga merokok kok dok.” itu hanya menghentikan dokter itu menasihati anda. Benar, dia kemudian akan malu dan mungkin juga mangkel. Selanjutnya, dia tidak akan menasihati anda. But, fakta bahwa merokok itu merugikan kesehatan tetap belum bisa terbantahkan. Itulah arti sebenarnya dari pepatah, jangan lihat siapa yang mengatakan, tapi lihat apa yang dikatakan.

    “Alhamdulillah aku tidak. Aku boleh berbangga kalo untuk urusan fashion aku selalu memakai merk resmi. Jeans Versace-ku asli, Armani-ku juga. Sandalku Nike yang asli, sepatu bolaku bener-bener Adidas, sepatu ketsku memang Nike, sandal gunungku juga New Balance, kemejaku Spyderbilt beneran. Nggak ada yang bajakan!”

    Orang itu seharusnya punya kepedulian lebih tinggi terhadap bidang yang digelutinya, daripada yang lain. Contohnya begini, saya punya teman seorang penulis buku. Tentu saja, dia tidak suka punya buku bajakan dan menyarankan orang lain untuk membeli yang asli. Tapi, dia masih saja menggunakan software bajakan. Yang seperti ini pasti lebih banyak. Sama juga kasusnya dengan kita. Sebagai seorang programmer, sudah selayaknya kita menghargai hasil karya teman sejawat kita. Nah, kalo buku, wajar kalo kita punya yang bajakan, walopun itu nggak bener. Tapi, ini cuma apologi buat orang-orang yang nggak konsisten aja lho Joe.

    “Kalo nggak pake bajakan kami nggak makan!”

    Beneran Joe? Nek takcritani wong angon wedhus tur iso luwih sugih tinimbang programmer GamaTechno piye? Dengan pengalaman anda di bidang organisasi yang sudah sekian lama, saya pikir anda tidak akan terlalu kesulitan untuk mencari pekerjaan lain, tidak selalu harus Pake Macromedia ato Corel.

    “Ada seorang rekan yang berpendapat kalo nyewa film itu nggak sama dengan menikmati barang bajakan, karena dalam agama hukum sewa-menyewa itu ada. OK, betul! Itu kalo yang disewa VCD orisinil. Tapi apa iya di rental-rental itu cakram VCd-nya orisinil semua? Paling-paling cuma 1 buah aja yang asli, dan sisanya buat stok mereka gandakan juga. Hayo, bener nggak? Makanya, nggak usah sok-sokan, soale yang bener-bener asli biasanya malah nggak disewain sama mereka. Untuk back-up, biasanya.”

    Nah, aku baru tahu kalo ternyata yg disewakan itu ternyata bukan yang benar-benar asli. Cuma kopian dari yang original toh? Aku kira mereka bilang ori tuh beneran. Kalo gitu, mulai sekarang aku berhenti nyewa film deh. Eh, secara Undang-undang nyewa film itu legal lho. Coba anda baca labelnya, kalo tiap mau nonton VCD, kalo ada tulisannya, dilarang disewakan, baru jangan ditonton. Tapi, tulisan itu nggak ada. Yang ada cuman dilarang memperbanyak. Kalo tulisan Inggrisnya sih, memang kadang ada. Tapi, itu khan sesuai hukum di Amerika. Hukum Indonesia beda! Eh, ada yang bener2 nyewain film original lho. Katanya sih di Ultra Jl. Diponegoro. Ada yang tahu tempat itu? Katanya VCD 3000, DVD 5000.

    Hmm, kalo masalah bajakan sih kalo kepaksa sebenarnya gak papa kok Joe. Kalo anda benar-benar kelaparan tanpa pake software bajakan, ya dipakai aja. Tapi, kalo udah kaya, jangan lupa, tetep hargai hasil karya programmer. Beli yang asli ya? Sama kalo mau ujian. Ternyata, buku teks yang jadi acuan dosennya tidak ada di Indonesia. Kepaksa motokopi bajakannya khan? Ini masalah kepaksa kok Joe. Aku juga masih pake buku bajakan. Kalo soal MP3, jelas gak bisa ditolerir. MP3 khan jelas-jelas hiburan, tidak bisa lagi dikatakan kepaksa.

    Coba baca ini: http://syariahonline.com/new_index.php/id/4/cn/2730
    Ato baca aja komentar-komentar di sini:
    http://fauzansa.wordpress.com/2006/03/06/orang-islam-tukang-mbajak/

    Di situ ada juga kok orang yang menghalalkan bajakan, karena dia tidak mengakui Undang-undang Hak Cipat.

  9. 9 joesatch November 8, 2006 pukul 10:23 am

    wew…tetep wae larang🙂 mending neng wahana, susuk’e iso dinggo tuku udud. nonton jet li sambil merokok alangkah nikmatnya, kekekekekeke!

    iyo sih, memang bisa aja nyari kerjaan lain. tapi sementara ini kerjaanku di kantor memang mengharuskan pake software bajakan itu. jadinya, kalo aku nggak kerja ya nggak digaji🙂 nantilah, aku pikir2 aja lagi.

    intinya, aku nggak fanatik sama yg bajakan kok, kalo memang ada open yg bisa memuaskan nafsu menggambarku, kekekeke… ya kayak yg aku bilang, selama pembelajaran, apapun akan kusikat

  10. 10 kikie November 13, 2006 pukul 8:02 pm

    software aseli yang bukan opensource itu mahal! duitnya bisa buat beli yang lain2😦

    btw salam kenal ..

  11. 11 joesatch November 14, 2006 pukul 1:32 pm

    kikie:::
    salam kenal juga. ini mas/mbak, ya?🙂

  12. 12 neocortexer Desember 3, 2006 pukul 3:33 pm

    “Kalo soal MP3, jelas gak bisa ditolerir. MP3 khan jelas-jelas hiburan, tidak bisa lagi dikatakan kepaksa.”

    Kalau aku sich yg butuh hiburan sebanyak-banyaknya di tengah tekanan terpaksa dech dengar mp3. Kalo beli cd asli yg isinya cuma 1 album. mahal deh. Rakus bgt yach?

  13. 13 joesatch Desember 3, 2006 pukul 10:57 pm

    Aku juga masih dengerin MP3 always, kok. Nyantai aja, berarti kita berteman😀

  14. 14 diki Desember 20, 2007 pukul 7:33 am

    Segala sesuatu ada idealisasinya, demikanlah Tuhan ciptakan, supaya nggak “ngasal”. Anda perlu belajar lagi untuk memahami dengan benar apa itu idealisme dan apa itu realita, supaya anda menjadi manusia. Kebodohan anda tentang ini membuat mental anda tidak seimbang (miring) sehingga gagal mempertemukan keduanya, membela realita dengan mengabaikan idealisme.

    Anda bisa menggunakan InkScape untuk menggantikan Corel Draw X3 bajakan, The Gimp untuk nandingin Adobe Photoshop CS2 bajakan, kalau anda pake otak dan tidak pemalas. Anda juga nggak perlu maksa pake Macromedia Flash MX kalo nga beli.

    Anda dan anak orang nggak akan mati hanya karena anda nggak pake Corel Draw X3 bajakan, Adobe Photoshop CS2 bajakan, dan Macromedia Flash MX bajakan.

    Tidak ada satupun persoalan hidup yang memaksa ‘manusia’ untuk jadi ‘hewan’.

    Bagaimana sebaiknya?, tinggal tanya nurani anda, kalau anda punya.

    Manusia tidak akan tersinggung dengan kata-kata seperti ini, tapi tersentuh.

  15. 15 Dekisugi Desember 20, 2007 pukul 8:19 pm

    sudah pernah benar2 membandingkan inkscape dengan corel draw x3, mas?
    sudah pernah benar2 membandingkan thegimp dengan photoshop, mas?
    tidak perlu maksa pake flash? beda urusannya, mas, ketika anda bekerja sebagai orang yang memang perlu pake flash atau hanya sekedar orang yang iseng2 mainan flash.

    ngasal? kata2 saya yang mana yang ngasal, ya?:mrgreen:
    komentar anda sedikit berbau ad-hominem, eh?😉

    tersinggung? tersentuh? ah, saya tidak akan tersinggung, kok, kalo ucapan yang seperti diucapkan oleh anda itu ternyata diucapkan oleh orang yang boleh jadi kecerdasan intelegensianya tidak seperti saya😈

    nabi saya bilang, “maafkanlah mereka karena mereka tidak mengetahui akan apa yang dilakukannya.” jadinya, ya saya memang nggak pantas untuk tersentuh ataupun tersinggung; hanya boleh bermaklum-maklum ria saja😆

  16. 16 diki Desember 21, 2007 pukul 3:24 am

    Saya nggak ad-hominem, kok, mas?
    Perhatikan, pada ketiga produk tersebut saya menggunakan embel-embel ‘bajakan’. Supaya nggak ‘ngasal’ (“asal tujuan tercapai cara apapun sah sah saja, bajakan pun boleh lah”), maka Corel Draw X3 bajakan dapat diganti dengan Inkscape. The Gimp jauh lebih berkualitas daripada Adobe Photoshop CS2 bajakan, dimana The Gimp tidak memiliki embel-embel ‘bajakan’.

    Islam tidak mengenal konsep ‘serba boleh’ alias ‘penghalalan segala cara’

    kata-kata anda yang ngasal:
    1. Kalo nggak pake bajakan kami nggak makan
    2. Nggak usah sok idealis
    3. hidup kita (di Indonesia) ini nggak bisa lepas dari perkara bajak membajak!

    Kita bisa, kok, hidup tanpa bajakan, mas. Kita juga bisa, kok, hidup di Indonesia dengan lepas dari perkara bajak membajak. Dan ini bukan idealisme kampret, lho, mas.

  17. 17 Dekisugi Desember 21, 2007 pukul 2:08 pm

    Apa ini bukan ad-hominem?:

    Anda perlu belajar lagi untuk memahami dengan benar apa itu idealisme dan apa itu realita, supaya anda menjadi manusia.

    lalu:

    Kebodohan anda tentang ini membuat mental anda tidak seimbang (miring) sehingga gagal mempertemukan keduanya, membela realita dengan mengabaikan idealisme.

    trus:

    Bagaimana sebaiknya?, tinggal tanya nurani anda, kalau anda punya.

    atau anda mungkin punya definis lain tentang ad-hominem, mas?😉

    Perhatikan, pada ketiga produk tersebut saya menggunakan embel-embel ‘bajakan’. Supaya nggak ‘ngasal’ (”asal tujuan tercapai cara apapun sah sah saja, bajakan pun boleh lah”), maka Corel Draw X3 bajakan dapat diganti dengan Inkscape. The Gimp jauh lebih berkualitas daripada Adobe Photoshop CS2 bajakan, dimana The Gimp tidak memiliki embel-embel ‘bajakan’.

    definisi kualitas itu anda berikan berdasarkan sudut pandang apa? kalo buat saya, kualitas itu adalah definisi dari kemudahan dan kenyamanan kerja. nah, apakah software open source yang anda sebutkan benar2 memiliki kualitas seperti software yang selama ini menjadi andalan saya?

    Islam tidak mengenal konsep ’serba boleh’ alias ‘penghalalan segala cara’

    kalo anda berbicara dalam konteks agama, maka saya pun bisa menggunakan dalil2 yang lain untuk membantah anda; seperti kewajiban untuk selalu menuntut ilmu. saya bisa saja bicara bahwa apa yang saya lakukan adalah untuk mencuri ilmu mereka kemudian menerapkannya bagi bangsa saya, seperti yang dilakukan china dengan membajak jet-jet tempur amerika dan kemudian memanfaatkan teknologi jet-jet tempur itu untuk kemaslahatan bangsanya sendiri. atau seperti yang dilakukan jepang pasca perang dunia kedua, yang kemudian menjadikan jepang sebagai raksasa ekonomi asia.

    tidak semua hal bisa dihukumi sebagai sesuatu yang haram semudah itu.

    kalo kita berbicara dalam konteks agama, terutama islam, 1 dalil dari anda bisa saya bantah dengan dalil-dalil lainnya. perdebatan kita nggak akan selesai😀

    yang kita bicarakan di sini adalah realitanya, mas. berpijaklah pada konsep realita. iyakah yang anda katakan itu bisa diterapkan sesuai realita yang ada, ataukah itu hanya sebatas idealisme anda thd realita yang ada?

    selama birokrat2 di level atas bangsa ini tidak “memaksakan” konsep open source kepada masyarakatnya, saya jamin idealisme versi anda tidak akan pernah bisa jalan.

    kata-kata anda yang ngasal:
    1. Kalo nggak pake bajakan kami nggak makan
    2. Nggak usah sok idealis
    3. hidup kita (di Indonesia) ini nggak bisa lepas dari perkara bajak membajak!

    faktanya demikian, mas.

    1. kecepatan dan kenyamanan kerja software andalan saya dengan andalan mas sangat jauh berbeda. ini berpengaruh pada jadwal, deadline, dan gaji. kreativitas saya seperti dikerjakan dengan manual jika memakai software andalan anda, mas. pengaruhnya jelas kepada pemborosan waktu – yang mungkin jika terjadi kontinuitas bisa menyebabkan sesuatu yang buruk bagi saya, misalnya aja dipecat dari kerjaan. kecuali kalo anda pernah membandingkannya sendiri dan kemudian menunjukkan bukti2nya pada saya, maka pendapat mas bisa saya terima. maka, show me the proof! contoh gampangnya, tunjukkan kelebihan inkscape dibanding corel draw x3 secara kualitas!

    di sini sudah terjadi sebuah “keterpaksaan” yang mungkin saja hukumnya bakal diringankan oleh Allah. ini kalo kita bicara dalam konteks agama.

    2. memang iya! di luar sana bukan cuma software yang dibajak. rental-rental film, pedagang kaset emperan, semuanya, kalo tidak ada “paksaan” dari level atas, sampe kapanpun idealisme versi anda ga akan mungkin bisa berjalan. apa anda sendiri rela membuang berpuluh-puluh ribu rupiah hanya untuk menikmati sebuah film dvd original yang durasinya nggak nyampai 2 jam?

    tentu sulit, kan? solusinya ya ke rental film. masalahnya, apa anda tahu film2 yang disewakan dirental itu asli dvd original ataukah mereka membajak sendiri dvd originalnya kemudian disewakan ke pelanggan?

    pengalaman saya pribadi, rental dvd itu biasanya cuma punya 1-2 dvd originalnya. untuk back-up, biasanya. yang mereka sewakan ke pelanggan adalah bajakannya yg mereka gandakan sendiri, untuk menghindari penumpukan antrian pelanggan dalam mengakses 1 judul film.

    3. dengan jawaban nomer 2, rasanya sudah bisa menjawab klaim anda untuk nomer 3😉

    kita memang bisa. tentunya dengan perjuangan berat. masalahnya, manusia mana yang mau hidup susah-payah ketika ada kemudahan yang ditawarkan di hadapannya? anda tentunya juga bisa menyadari watak bangsa indonesia ini, kan?

    saya, sih, realistis aja. dengan software bajakan, saya bisa menghasilkan sesuatu dengan lebih cepat! perkara haram atau halal, 1 dalil haram dari anda bisa saya bantah dengan dalil lain yang menghalalkannya. ini perkara samar, mas. halal-haramnya tidak sejelas daging babi:mrgreen:

    dan, coba anda cek, barang-barang anda di tempat anda ada berapa persen yang bajakan? coba mulai dari bagian terbawah yang dikonsumsi tubuh anda, contohnya: sandal jepit😀

  18. 18 diki Desember 21, 2007 pukul 10:29 pm

    Masalahnya bukan pada definisi ad-hominem, tetapi magaimana menginterpretasikan definisi itu, sehingga suatu argumen ad-hominem atau tidak.

    Anda sudah ingatkan “perdebatan kita nggak akan selesai”.

    Saya akhiri kata-kata saya.

  19. 19 Dekisugi Desember 22, 2007 pukul 4:52 pm

    Masalahnya bukan pada definisi ad-hominem, tetapi magaimana menginterpretasikan definisi itu, sehingga suatu argumen ad-hominem atau tidak.

    nah, apakah anda sudah bisa mengintepretasikan definisi ad-hominem itu? kalo pengertian kita berdua ttg definisi ad-hominem itu sendiri berbeda, ya wajar kalo pada akhirnya pola interpretasi kita juga jadi berbeda😉

    nah, menurut anda, apa definisi ad-hominem itu?

    Anda sudah ingatkan “perdebatan kita nggak akan selesai”.

    Saya akhiri kata-kata saya.

    yeah, tapi yg saya bilang adalah dengan catatan kalo kita berdiskusi dalam konteks agama (silakan perhatikan lagi kalimat demi kalimat yang saya tulis sebelumnya). kalo diskusi kita tidak berpijak pada sebuah “perkara samar”, tentunya perbincangan kita masih bisa berkembang lagi, kok.

    anda berpendapat bahwa anda berpijak pada hukum islam. artinya, kalo saya bukan orang islam, pendapat anda tidak berlaku lagi bagi saya. open source itu menyangkut umat yang heterogen, mas. bukan monopoli umat islam saja. inilah yang saya sebut kalo diskusi kita tidak akan pernah berkembang jika anda memaksakan diskusi lewat kacamata agama (islam).

    anggap saya adalah seorang penganut klu klux clan. semua dalil dan hujjah anda dari ayat alquran dan hadist-hadist nabi jadi nggak berlaku buat saya, kan? fatwa anda tentang open source otomatis menjadi mentah. hukum islam, andainya saya adalah simpatisan klu klux clan, saya anggap tidak mengikat buat saya, seperti halnya hukum sikh atau shinto yang boleh jadi tidak mengikat buat anda.

    repot kalo anda bicara dari kacamata agama (islam) kepada masyarakat umum, mas. dan faktanya, pembaca blog saya ini bukan cuma orang yang beragama islam saja🙂

    maka, jangan terlalu cepat menyerah, dab!:mrgreen: kita ambil saja dasar yang lain, yang lebih general aja, misalnya realita perkembangan open source di masyarakat.

    apa tidak pengen menanggapi pledoi saya yang lain?😀 apa ndak gatel pengen komen? atau malah anda sudah kehabisan hujjah? kekekekeke! (kalem, bang… saya cuma bercanda)

  20. 20 Donny Kurnia Januari 27, 2008 pukul 4:45 pm

    faktanya demikian, mas.

    1. kecepatan dan kenyamanan kerja software andalan saya dengan andalan mas sangat jauh berbeda. ini berpengaruh pada jadwal, deadline, dan gaji. kreativitas saya seperti dikerjakan dengan manual jika memakai software andalan anda, mas. pengaruhnya jelas kepada pemborosan waktu – yang mungkin jika terjadi kontinuitas bisa menyebabkan sesuatu yang buruk bagi saya, misalnya aja dipecat dari kerjaan. kecuali kalo anda pernah membandingkannya sendiri dan kemudian menunjukkan bukti2nya pada saya, maka pendapat mas bisa saya terima. maka, show me the proof! contoh gampangnya, tunjukkan kelebihan inkscape dibanding corel draw x3 secara kualitas!

    di sini sudah terjadi sebuah “keterpaksaan” yang mungkin saja hukumnya bakal diringankan oleh Allah. ini kalo kita bicara dalam konteks agama.

    2. memang iya! di luar sana bukan cuma software yang dibajak. rental-rental film, pedagang kaset emperan, semuanya, kalo tidak ada “paksaan” dari level atas, sampe kapanpun idealisme versi anda ga akan mungkin bisa berjalan. apa anda sendiri rela membuang berpuluh-puluh ribu rupiah hanya untuk menikmati sebuah film dvd original yang durasinya nggak nyampai 2 jam?

    tentu sulit, kan? solusinya ya ke rental film. masalahnya, apa anda tahu film2 yang disewakan dirental itu asli dvd original ataukah mereka membajak sendiri dvd originalnya kemudian disewakan ke pelanggan?

    pengalaman saya pribadi, rental dvd itu biasanya cuma punya 1-2 dvd originalnya. untuk back-up, biasanya. yang mereka sewakan ke pelanggan adalah bajakannya yg mereka gandakan sendiri, untuk menghindari penumpukan antrian pelanggan dalam mengakses 1 judul film.

    3. dengan jawaban nomer 2, rasanya sudah bisa menjawab klaim anda untuk nomer 3😉

    kita memang bisa. tentunya dengan perjuangan berat. masalahnya, manusia mana yang mau hidup susah-payah ketika ada kemudahan yang ditawarkan di hadapannya? anda tentunya juga bisa menyadari watak bangsa indonesia ini, kan?

    saya, sih, realistis aja. dengan software bajakan, saya bisa menghasilkan sesuatu dengan lebih cepat! perkara haram atau halal, 1 dalil haram dari anda bisa saya bantah dengan dalil lain yang menghalalkannya. ini perkara samar, mas. halal-haramnya tidak sejelas daging babi:mrgreen:

    dan, coba anda cek, barang-barang anda di tempat anda ada berapa persen yang bajakan? coba mulai dari bagian terbawah yang dikonsumsi tubuh anda, contohnya: sandal jepit😀

    Kalau Anda bekerja trus ga digaji, mau ga?
    Kalau Anda memang menghasilkan duit dengan software yang Anda gunakan, maka penuhilah syarat penggunaannya. Udah ga ada dalih tidak mampu lagi kan, toh dengan software itu Anda dapet penghasilan.

  21. 21 Donny Kurnia Januari 27, 2008 pukul 4:48 pm

    Wah, nge-quote gimana yah?
    Kata2 saya adalah yang di paragraph terakhir aja. Yang sebelumnya itu adalah quote dari pernyataan Dekisugi diatas.

  22. 22 satriopiningit Oktober 19, 2008 pukul 11:50 pm

    wah bang joe, scroll mouse sy nyangkut di ‘debat’ anda ma bang diki.. dan hasilnya adalah rasa penasaran sy ama kalimat anda ini:

    kalo kita berbicara dalam konteks agama, terutama islam, 1 dalil dari anda bisa saya bantah dengan dalil-dalil lainnya….

    sejauh ini sy br dpt dalil2 yg mengharamkan software bajakan.. tulung diimbangi ama kubu yg pro… thx y!

  23. 23 abu quba Oktober 22, 2008 pukul 1:49 am

    sekiranya seperti ini:
    anda menghabiskan setengah umur anda untuk menghasilkan satu gambar rancangan becak abad 23, lengkap dengan proporsi dan lain sebagainya. setengah umur hanya untuk satu gambar! lalu ada orang berkata, ‘minta gambarnya donk. ilmumu kan ilmuku juga.’

    apa anda akan memberikannya begitu saja?
    kalaupun dibayar, berapa harga yang anda minta untuk setengah umur anda?
    seperti apa muka anda di cermin ketika tahu ada orang yang tidak anda kenal memiliki gambar itu?

    insyaAlloh umat Islam bukan pembajak…

  24. 24 joesatch yang legendaris Oktober 22, 2008 pukul 5:35 pm

    Donny Kurnia:::
    ah, tentu saja tidak. tapi sekali lagi, di endonesa tidak ada hukum beserta konsekuensi yang jelas bagi pengonsumsi barang bajakan. jika ulil amrinya saja tidak bertindak, artinya pengikut pun nggak bisa disalahkan. seperti halnya makmum kepada imamnya. yang menanggung apa2nya pasti imamnya, kan?

    dalam perkara kayak demikian, syarat penggunaannya menjadi tidak mengikat lagi, kan?😉

    satriopiningit:::
    ah, ada yang bilang kalo ‘hak cipta itu hanya milik Allah’, kok😀

    abu quba:::
    ketika saya berada di negara yang tidak memiliki hukum serta konsekuensi yang jelas thd pelanggaran hak cipta, maka saya hanya bisa kesal, tapi tetap tidak bisa menyalahkan sang pembajak kan?

  25. 25 lambrtz Oktober 25, 2008 pukul 11:18 am

    Komentar Januari ditanggepi Oktober😆

    Suk nek wis duwe dhuwit disaur ae Joe, tuku Sotosop sing ori, soale kaya tulisane Sora sing iki, piye-piye o nek aku sih ra penak karo developere nek mereka ra entuk duit sama sekali dari hasil kerja kerase (Adobe butuh duit to yo?😛 )

    Pendekatan ngene ning Indonesia isa ra yo : Saiki mbajak rapopo, tapi nek wis duwe duit tukua sing asli.

  26. 26 joesatch yang legendaris Oktober 27, 2008 pukul 2:43 pm

    apa boleh buat, djo. aku sudah ga aktif di sini. kdg2 kalo ada komen yang masuk tapi sudah lewat lama baru kucek ya beginilah jadinya.

    ahahaha, sebnrnya sih inti dari postingan ini cuma kesal aja sama anak2 di lab dulu yang nyalah2in aku masih make bajakan seakan2 mereka bener2 bersih dari barang bajakan. dan, diakui atau tidak, susah untuk benar2 lepas dari barang bajakan kalo nekat hidup selamanya di indonesia ini, hohoho.

    aku sendiri sampe skrg jujur masih make bajakan. ada hal2 lain yang lebih krusial untuk dibelanjakan ketimbang belanja software aslinya corel atau adobe. dan kampretnya, kalo nggak make adobe dan corel yang bajakan itu, aku nggak bisa belanja hal2 yang krusial itu tadi😀

    pemerintah kita nggak tegas, sih…:mrgreen:

  27. 27 mjhoendhie September 24, 2009 pukul 8:34 pm

    Santai aja ngadepin software bajakan !!!!!


  1. 1 Untuk Anda Pemakai Software Bajakan « w a d e h e l Lacak balik pada November 16, 2006 pukul 3:03 pm
  2. 2 Ingin Software Haram dan Molor « SENYUM itu SEHAT Lacak balik pada April 11, 2007 pukul 11:30 am
  3. 3 Kepaksa Pakai Linux: Pengalaman Seorang Newbie « The Satrianto Show! Lacak balik pada April 18, 2007 pukul 2:12 pm
  4. 4 Untuk Anda Pemakai Software Bajakan « Bravo Pasca 11 Lacak balik pada November 21, 2007 pukul 6:49 pm
  5. 5 Untuk Anda Pemakai Software Bajakan « frimitzon Lacak balik pada Desember 2, 2011 pukul 3:07 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,033,018 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Oktober 2006
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia