Wisuda

15 Agustus kemarin wisuda!
Yep, tapi bukan aku.
Pagi itu rasanya ada perasaan berat dan sedikit iri begitu sadar kalo hari itu wisuda UGM periode Agustus 2006. Rasanya kayak ada yang dicabut paksa dari dalam hati dan jiwaku (whoaaaaah…).

Gimana nggak. Dulu, waktu TK aku lulus bareng temen-temen seangkatanku. Aku jadi pengisi acara. Waktu SD, lagi-lagi aku cabut rame-rame sama temen-temenku. Gara-gara nilaiku sama persis dengan urutan ke-10 tapi kelakuanku jauh lebih nakal, akhirnya aku nggak masuk di urutan 10 besar lulusan terbaik versi Cipta Dharma. Harus ngadem-ngademin hati di posisi 11. Tapi pangkatku naik, aku jadi master of ceremony acara perpisahan bertiga bareng Nanda sama, ah… Ratih. Waktu SMP aku nggak terlalu peduli dengan acara perpisahan. Aku menikmati jalannya acara bareng temen-temenku di bangku deretan belakang. Ngakak dan teriak bareng-bareng. Satu babak sudah kami lewati lagi. Waktu SMA, selesai Ebtanas aku langsung cabut ke Jogja. STTB dibawakan guruku ke sini. Walaupun terpisah, aku tau 300-an murid SMA 1 Denpasar menandatangani lembar seperti lembaran punyaku. Artinya, aku selalu menyelesaikan misi dalam waktu yang bersamaan dengan temen-temenku yang lain.

Tapi sekarang beda. Begitu kuliah, artinya kamu menentukan hidupmu sendiri. Maka merekapun mendahului aku. Mereka lulus tanpa aku. Rasanya aneh aja nggak bisa lulus bareng-bareng kayak jaman dulu. Aneh. Asing. (Aseng juga ^_^)

4 tahun yang lalu, kami masih sama-sama dengan gobloknya menerima segala bentakan dari senior kami. Nggak banyak yang sebelumnya pernah nyentuh komputer seintensif aku. Sempat bertanya-tanya dalam hati aja waktu awal kuliah, dikemanakan aja masa muda mereka? Sebegitu udiknyakah daerah asal mereka? Ini era komputer, Pal. Kelas 1 SMP aja aku sudah online via internet.

Aku juga masih inget waktu ada yang nanya ke aku, gimana cara nginstall game? Senyum-senyum aja dalam hati. Waktu aku balik nanya, yang bener aja, masak nggak bisa? Dia malah njawab dengan polosnya, sumpah, dia nggak bisa sama sekali.

Yeah…yeah, tapi kenyataannya sekarang, mereka lulus lebih dulu daripada aku. Mereka berkembang jauh lebih pesat dibanding aku. Sedangkan aku masih sibuk ketawa-ketawa di Gadjah Mada. Dengan seabreg tugas dan tanggung-jawab ala mahasiswa di pundakku.

Aku nggak mau membela diri, ini memang jalan yang kupilih. Tapi mungkin memang filosofi hidup yang kami anut berbeda. Aku nggak boleh mencibir orang-orang yang dengan selalu memanfaatkan waktunya untuk belajar (secara akademis). Di kampung ada yang menunggu kabar bahagia kalo anaknya sudah jadi sarjana. Mereka berusaha membahagiakan orangtua mereka, itu nggak salah. Dan luluslah mereka sesuai jadwal yang seharusnya.

Tapi aku memilih jalan yang berbeda. Aku memilih belajar dari kehidupan. Aku nggak pengen membatasi diriku bahwa anak Ilmu Komputer haruslah belajar tentang komputer. Aku masih suka sastra dan filsafat. Tumpukan buku-buku sastraku jauh lebih banyak ketimbang buku-buku komputerku. Aku lebih paham tentang Rabindranath Tagore atau Jalaluddin Rumi ketimbang Bill Gates atau Ken Thompson. Bukan berarti aku nggak pengen menyelami disiplin ilmuku. Aku cuma pengen menunjukkan jangan pernah membatasi diri dalam sebuah proses pembelajaran, pelajari semua yang bisa dipelajari dan ada banyak cara untuk belajar. Maka terlibatlah aku pada hal-hal yang dianggap oleh orang-orang konservatif sebagai sebuah “main-main”. “Ngopo tuku buku koyo ngono?” adalah komentar yang sering kuterima kalo aku mulai kelihatan menyelami hobi lamaku.

Cuma ya itu tadi, konsekuensinya aku nggak bisa lulus sesuai jadwal yang tertera di buku panduan akademisku. Bukan penyesalan, tapi sekedar aneh aja rasanya begitu sadar ada yang mendahuluiku. Perjanjianku dengan orangtuaku dulu juga cukup membuatku merasa sedikit terlindungi. “Bu, berikan aku waktu 5 tahun. Di Jogja aku bukan cuma buat kuliah, tapi buat belajar hidup.” Orangtuaku setuju, maka beginilah aku. Maka, ya inilah hari-hari pertamaku kuliah tanpa teman-temanku dulu. Setahun tanpa mereka.

Tapi ya…, aneh aja rasanya kalau sadar aku nggak bisa lulus bareng temen-temenku, orang-orang terbaik pada disiplin ilmu kami. Yah, merekalah para pendahuluku. Selamat wisuda!

Iklan

7 Responses to “Wisuda”


  1. 1 m00nray September 1, 2006 pukul 3:42 am

    woo, lha keprimen kiye, yaaa sante bae, aku sih nang kene ngenteni koe ko joe
    mangkane aja kakean mejeng,
    belajar dari hidup piye, lha wong koe ki koyo wong hidup segan mati tak mau kok
    :))
    aku we bingung mengko lek koe lulus terus lungo sopo sing tak caci maki terus tak idoni
    :))

    NB: anjrit iki, ngopo njaluk imelku barang, ngisi komken ae kokehan rebyek

  2. 2 joesatch September 1, 2006 pukul 9:02 am

    eeee…lhelah….
    mas, kae ben iso dideteksi sopo sing ngomen…tapi podo wae dink…lha nganggo imel aspal yo iso

  3. 3 wida310186 Oktober 3, 2006 pukul 7:17 am

    Pake bahasa jawa ak gak ngerti… i just can say sorry to hear that…

  4. 4 joesatch Oktober 3, 2006 pukul 8:10 am

    lho, kok sorry….aku malah justru sedang membanggakan keputusanku kok…

  5. 5 wida310186 Oktober 4, 2006 pukul 12:54 pm

    lu tuch gila ya? banggain?? gak lulus itu bangga? bokap sm nyokap lu gmn? ya udah gw tarik lagi ucapan sorry nya nech ta di ganti sama congratulation…. seneng kan? dapet ucapan slmt dr cwe baek hati kaya gw huehehe……

  6. 6 joesatch Oktober 4, 2006 pukul 2:49 pm

    kamu cuma nambahin daftar ratusan orang yang sudah menyebutku gila 🙂 udah biasa kok. itulah yang membedakan aku dengan manusia-manusia konvensional lainnya. membaca pikiranku berarti membaca dari sudut pandang yang sama sekali lain dari sudut pandang yang biasanya digunakan oleh orang-orang kebanyakan.

  7. 7 wida310186 Oktober 5, 2006 pukul 7:17 am

    ga mau… ga mau ak ga mau termasuk yg ratusan orang itu….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,048,589 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Agustus 2006
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia