Perjalanan Melanjutkan Mimpi

Tadi pagi aku main futsal di lapangan basket MIPA utara. Dan ternyata aku masih punya kemampuan. Walaupun cuma futsal, aku nggak nyangka kalo aku masih bisa melewati 1-2 pemain lawan. Sama nggak nyangkanya kalo naluri predatorku masih ada. Aku bisa membuat 1 assist, 2 gol, dan memaksa pemain bertahan lawan mencetak gol bunuh diri. Ternyata aku masih bertaring.

Dari kecil, tepatnya kelas 5 SD, aku suka sepakbola. Waktu itu masih era emasnya Roberto Baggio, Bebeto, Gheorghe Hagi, Romario Faria, Hristo Stoichkov, sampai si badut Paul Gascoigne. Waktu itu juga proyek Primavera-nya PSSI dibentuk dan dilanjutkan dengan bermainnya Kurniawan Dwi Yulianto di FC Luzerne, Indriyanto Nugroho plus Bima Sakti di IFK Gothenborg, sampai Kurnia Sandy yang “cuma” kiper ketiganya Sampdoria. Inilah generasi emas sepakbola Indonesia, pikirku waktu itu.

Dengan cara berpikir seorang anak kecil, aku juga memandang suatu saat Indonesia bisa berteriak di pentas dunia. Aku juga bermimpi, kalo aja proyek Primavera masih berlanjut, aku bakal jadi salah satu anggota tim itu. Selanjutnya, akulah kapten masa depan timnas Indonesia.

Aku jadi rajin banget latihan sepakbola. Sempat bergabung dengan Perseden Denpasar U-14 untuk piala Djamiat Dalhar waktu itu, meskipun aku akhirnya lebih sering digrendel paksa oleh pelatihku di bangku cadangan. Tapi aku masih berpikir kalo suatu saat aku bisa lebih baik lagi. Aku masih punya potensi. (Terbukti ketika aku sudah cabut dari klub itu, mantan pelatihku yang ketemu aku ketika aku sudah SMA bilang, “Wah, kalo aja kamu masih nerusin main bola di Perseden…”)

Sampai suatu saat aku didiagnosa menderita kelainan fungsi hati. Aku dipaksa berhenti total dari sepakbola dengan alasan itu olahraga yang terlalu berat. Aku terpaksa nurut. Setelah istirahat total 1 tahun, dengan nekat aku kembali ke lapangan meski cuma main di tim sekolah. Oleh pelatihku waktu itu lagi-lagi aku dinilai punya potensi. “Kamu cepat, tapi kurang berani fight!” Dan selama 3 tahun masa SMA-ku, praktis hanya waktu sesi latihan aja aku bisa bermain full (walaupun begitu, dengan rekor 11,7 detik/100 meter, aku tetap dijuluki sebagai Kereta Api Ekspres ^_^).

Cabut dari SMA, aku bener-bener jarang menyentuh bola. Nggak ada komunitas yang bisa diajak untuk main bola secara rutin, maka akrablah aku dengan lintingan tembakau. Dan ternyata inilah pembunuhku! Dengan rokok, staminaku cuma cukup dipakai maksimal 10 menit. Kecepatanku menurun drastis, dribelku mati gaya, akurasiku sering meleset. Cukup! Aku bukan lagi calon kapten timnas Indonesia!

Tapi tadi pagi, kalo bermain dengan tenaga yang sempat dicharge sampai penuh ternyata aku masih punya sentuhan. Aku jadi mulai berpikir untuk melanjutkan mimpi masa kecilku meskipun keliatannya mustahil. Umurku sekarang 23 tahun. Keliatannya memang mustahil memulai karir sepakbolaku dari nol lagi di usia seperti ini. Tapi pelan-pelan aja, Sobat. Yang perlu aku lakukan sekarang mungkin menyetop kebiasaan ngrokokku, memasang lagi pemberat di kaki setiap kali latian lari, dan bermain bola lagi secara rutin.

Kalopun besok kapten timnas Indonesia bukan aku, mungkin aku boleh berharap kalo besok akulah kapten timnas futsal Indonesia! ^_^

Iklan

0 Responses to “Perjalanan Melanjutkan Mimpi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,058,595 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Agustus 2006
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia