Balaskan Dendammu, Sobat!

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu kisas sebagai balasan korban pembunuhan. Orang merdeka dengan orang yang merdeka, hamba dengan hamba, wanita dengan wanita. Barang siapa yang diringankan oleh keluarga terbunuh, hendaknya menerima dengan cara yang baik dan memberi pengganti yang baik pula, yang demikian merupakan keringanan, sebagai rahmat dari Tuhan. Bagi yang melampaui batas setelah keringanan, akan ditimpa siksa yang menyakitkan. (Q.S. Al Baqarah: 178)

Dalam penerapan kisas ada jaminan hidup bagimu, hai orang yang berpikir cerdas, agar kamu sekalian menjadi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al Baqarah: 179)

Tau nggak? Di dunia ini ada 2 hal yang bisa memotivasi manusia berjuang melewati batas kemampuannya: Yang pertama namanya Cinta, yang kedua judulnya DENDAM!

Kenapa sekarang aku pingin menulis tentang dendam? Yah, manusiawi aja sebenernya. Kadangkala, eh bukan kadangkala, ding. Seringkali malah, aku dikecewakan atau bahkan dikhianati sampai betul-betul bikin aku nggak terima. Dan seperti pelajaran PMP yang didapat waktu SD, orang-orang yang kuajak curhat biasanya bakal ngomong, “Udah Joe, ikhlasin aja.”

Ikhlas? Apa iya segampang itu? Nanti dulu, pemirsa yang budiman.

Sebelum aku mbahas tentang perkara yang biasa disebut ikhlas, aku pingin ngobrol-ngobrol dikit tentang sifat alamiah manusia. Manusia itu wajar kan punya rasa marah, nggak terima, dan nggak suka diinjak-injak orang lain? Menurutku sangat wajar. OK, cukup sampai di sini dulu.

Selanjutnya, kenapa aku sampai nulis 2 ayat terjemahan Al Qur’an di atas? Memang, itu untuk memperkuat argumenku. Tapi argumenku nggak ngawur. At least, aku mencoba untuk tidak ngawur, meskipun ilmu agamaku amat amat sangat sangat rendah.

Kenapa harus pakai beking Al Qur’an? Lha ya piye meneh, ini pamungkas terakhirku soale. Seperti yang kita semua tau, Al Qur’an diturunkan untuk menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Ini kitab yang paling manusiawi, menurutku. Paling cocok buat manusia. Apalagi kebetulan ini sangat sinkron dengan perkara yang sedang kubahas: Dendam.

Beda dengan Taurat-nya Musa, yang misalnya ketika kita membuat suatu kesalahan maka tebusannya adalah nyawa kita. Keras! Beda juga dengan Injil-nya Isa, yang ketika pipi kiri kita ditampar maka berikanlah pipi kanan kita. Terlalu lembut! Maka dalam konteks ini, menurutku Al Qur’an adalah apabila pipi kiri kita ditampar orang, kita nggak disalahkan kalau kita balas menampar pipi kirinya juga.

Taurat terlalu keras, kita nggak siap. Kita nggak yakin apa amalan kita di dunia sudah cukup kalau harus mati pada saat itu juga. Injil intinya memang kasih-sayang, tapi manusia diciptakan nggak semuanya punya kelapangan hati seluas samudera (wesyeeehhh…). Kadang-kadang kita nggak bisa semudah itu memaafkan kesalahan orang, kan? Nah, Al Qur’an sebagai penyempurna mengakomodir kepentingan itu. Kita boleh membalas perlakuan orang lain kepada kita.

Dan kenapa aku mengutip ayat tentang kisas? Logikanya gini, kalau perkara pembalasan yang menyangkut tentang pemisahan nyawa dari badan kasar manusia aja diperbolehkan, kenapa untuk hal-hal yang lebih kecil lainnya nggak boleh?

Betul, memaafkan selalu lebih mulia. Tuhan juga menganjurkan seperti itu. Tapi seperti yang kubilang tadi, Tuhan jugalah yang paling mengerti tentang sifat ciptaan-Nya sendiri. Dia tau kok, kalau diantara kita ada yang nggak bisa terima begitu saja kalau dirugikan sama orang lain, misalnya aku.

Dengan kisas juga berarti ada jaminan hidup, jaminan ketenangan. Orang nggak akan merugikan orang lain kan, kalau dia sendiri juga nggak mau dirugikan seperti dia merugikan orang lain? Musuh-musuhku juga pasti bakal berpikir 1000 kali sebelum menjahati aku kalau saja mereka tau aku diperbolehkan membalas perbuatannya dengan cara yang sama (well, tapi mereka bisa tenang sedikit. Aku lebih suka membalas dengan cara yang lebih elegan).

Astaga, jangan tuduh aku sebagai psikopat, wahai pemirsa yang budiman. Aku nggak ngajarin tentang balas dendam, kok. Aku cuma pingin ngasih tau aja kalau balas dendam itu diperbolehkan. Yah, daripada kita stress sendiri gara-gara nggak terima tapi bingung harus melampiaskan kemana, lebih baik selesaikan perkaramu secepatnya, dan kita bisa menyalurkan energi juga pemikiran kita sesegera mungkin untuk hal lain yang lebih bermanfaat. Aku juga pingin ngasih tau, kalau mendendam itu adalah hal yang sangat manusiawi. Dan Tuhan memberikan sebuah solusi yang sangat adil untuk masalah tersebut.

Dendam itu punya potensi yang super. Sama seperti cinta, dengan dendam kita jadi punya kekuatan berjuang melewati kadar yang seharusnya, motivasi untuk mengalahkan obyek dendam kita. Kita jadi punya motivasi untuk “berdiri” dan tidak terinjak-injak. Kita jadi punya harga, punya bargaining position.

Balas dendam itu bukan hal negatif. Dalam Islam, diantara pilihan-pilihan yang baik ada pilihan yang terburuk, dan kita tidak disalahkan apabila memilih hal itu. Yang mesti diingat dalam perkara dendam hanya: Jangan pernah melibatkan orang yang tidak bersalah dalam urusan dendammu!

Terakhir kali, yang paling dianjurkan memang memaafkan, tapi ternyata kita nggak semuanya punya kebesaran jiwa untuk memaafkan (apalagi memaafkan orang yang terus-terusan menginjak kita). Maka, kalau memang kita tidak mampu untuk menerapkan ilmu ikhlas, nggak pa-pa, balaskan dendammu! Islam itu manusiawi.

Iklan

9 Responses to “Balaskan Dendammu, Sobat!”


  1. 1 Kudzi Agustus 2, 2006 pukul 5:57 am

    Wahhhh…
    penjelsaann yang dalam
    lagi dendam ma siapa mas>??

  2. 2 joesatch Agustus 5, 2006 pukul 1:54 am

    no comment ah, zi! wakakakakaka

  3. 3 rose Desember 15, 2006 pukul 11:55 am

    kalo semisal qt melakukan balas dendam pada oang yang telah menyakiti qt secara terus menerus, boleh tidak?padahal orang tersebut udah minta maaf tapi aq belum bisa memaafkannya, apakah qt boleh balas dendam terus sampai qt puas?cara balas dendam yang halus dalam islam tuh gmn?

  4. 4 joesatch Desember 17, 2006 pukul 10:34 pm

    wew…ilmu agamaku masih rendah banget. tapi kucoba jawab sekenanya ya 🙂
    minta maaf tapi nyakitin kamu terus menerus? artinya minta maafnya dia ga niat tuh. well, kayaknya sah2 aja kamu bales dendam ke dia.
    enaknya sih balas dendam memang sampe puas. tapi ya, alqur’an udah ngasi studi kasus: kalo dibunuh bales bunuh. berarti kalo misalnya kamu ditipu ya mbales nipu aja, kalo dikhianati ya bales mengkhianati. yg penting adil aja. memang adil itu susah, tapi paling ga kita selalu berusaha untuk adil 🙂

  5. 5 Aswad Desember 24, 2006 pukul 8:12 am

    Ehm…
    Menafsirkan Al-Qur’an itu tidak sembarangan. Harus mengerti ilmunya, tahu hadist2 dan dalil2 lain. Tidak bisa asal2an. Kenapa saya berkata demikian? Karena antum salah menafsirkan ayat2 diatas. Islam tidak mengajarkan dendam.

    Qisas adalah salah satu syariat Islam. Namun tahukah antum bagaimana bentuk qisas itu? Qisas itu adalah salah satu bentuk hudud, yaitu hukuman yang legal. Maka qisas ini dilaksanakan oleh ulil amri, atau pemerintah. Tentunya dengan aturan2 dan persaksian yang jelas. Jadi tidak sembarang bila ada orang yang membunuh, langsung dibunuh begitu saja. Melainkan harus diserahkan urusannya kepada ulil amri, dan ulil amri yang menjalankan penghukumannya. Dan perlu diketahui, hukuman qisas itu bisa batal bila si pelaku dimaafkan.

  6. 6 joesatch Desember 24, 2006 pukul 2:10 pm

    lho, apa saya bilang islam mengajarkan dendam? apa saya bilang boleh langsung main bunuh? yang saya bilang kan hukum dasarnya adalah BOLEH, terlepas dari ada pilihan lain yang lebih baik. dan apakah saya sedang membahas ttg tata cara qisas? sepertinya antum tidak mencermati tulisan saya dengan baik 🙂
    saya hanya menggunakan analogi qisas dlm tulisan saya. mungkin antum juga perlu belajar dalam perkara mencermati tulisan. saran saya, sering2 kunjungi ini deh, dan di sana antum bisa lebih mengasah kepekaan antum dlm perkara mencermati maksud dan makna dlm sebuah tulisan 😀

  7. 7 antithogut Februari 20, 2007 pukul 3:59 pm

    Betul kata aswad…dan betul juga kata ente. Mungkin ente perlu belajar juga dalam mencermati tulisan dalam Al Quran ? saran saya yaa banyak-banyak belajar sama ulama. Apalagi jika antum merasa ilmu agama nya kurang. Yuk kita coba mencari makna yang lebih dalam dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan…

  8. 8 Rental Projector Murah Agustus 28, 2009 pukul 4:03 pm

    Wah….kaga bagus tuh dendam kelamaan entar jadi lumutan deh ,soalnya kalo kita menyimpan dendam hidup kita jadi tidk brguna

  9. 9 Ratu Maret 3, 2011 pukul 6:54 pm

    “JANGAN PERNAH MALIBATKAN ORANG YANG TIDAK BERSALAH DALAM URUSAN DENDAMMU!”
    stuju bngt ma kalimat ini ( i like it)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,058,595 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Juli 2006
S S R K J S M
    Agu »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia