Ojo Dumeh Italiano!

Jakarta – Ini merupakan laga pamungkas. Italia bertemu Prancis di final. Kalah dan menang tetap akan dikenang sebab keduanya telah menorehkan nama sebagai simbol kekuatan sepakbola dunia. Siapakah yang bakal unggul dan tampil sebagai jawara Piala Dunia 2006 ini? Italiakah atau Prancis?

Bagi kita tak penting siapa pemenangnya. Tapi prosesi masuknya dua tim ini sebagai kandidat juara memberi penyadaran pada kita, bahwa inilah bentuk kemenangan dari sebuah perjuangan yang dilakukan tim teraniaya. Dalam budaya Jawa, ada kalimat pendek yang bisa mewakili itu, yaitu ojo dumeh. Namun benarkah Italia dan Prancis tim yang teraniaya? Bisa disebut begitu.

Semula, Italia dan Prancis adalah dua tim yang tak dijagokan. Pamornya dikalahkan Brasil yang bertabur bintang, juga oleh Argentina yang perkasa. Itu masuk akal. Apalagi, sejak awal, dua tim ini belum menunjukkan kinerja yang bagus. Mereka bermain kurang greget, kendati selalu menang tiap laga.

Secara teknis yang belum bagus itu, masih diikuti berbagai problem yang ada di luar tim. Skandal pengaturan skor di Italia terkuak, dan para pemain serta pelatih tim Italia diasumsikan terlibat dalam kasus itu. Entah apa yang bakal terjadi pada mereka usai laga Piala Dunia ini.

Problem tim Prancis juga hampir sama. Kinerja tim yang belum berjalan maksimal mengundang masalah. Publik Prancis, juga politisinya, ikut campur ‘mengurusi’ tim ini. Mereka tak setuju dengan banyaknya pasukan tua yang memperkuat Les Bleus ini, dan opini itu melahirkan polemik yang melebar kemana-mana.

Melihat perjalanan dua kandidat juara yang sarat masalah itu mengingatkan orang pada pameo Jawa ‘ojo dumeh‘. Ini merupakan pameo kerakyatan, ekspresi kaum papa dalam menyikapi pelecehan atau arogansi pihak kuat yang tak mampu dilawannya. Ojo dumeh adalah pemberontakan ‘diam’, tetapi diungkapkan dengan kalimat tak tuntas yang kadang sangat sarkastis.

Ojo dumeh biasa disuarakan oleh Semar. Sosok punakawan tua dan jelek rupa. Dia merupakan profil tokoh paling hebat, paling waskita, dan gudang dari segala ilmu. Itu bisa dipahami, karena hakekatnya, dialah dewanya para dewa, di mana sabda dan titah bermula.

Ojo dumeh merupakan kalimat menggantung. Kalimat yang belum selesai. Tetapi dalam budaya Jawa yang sarat simbol itu, kalimat yang belum selesai ini telah memiliki makna yang jauh. Secara instingtif sudah bisa ditangkap, maksud dan tujuan dari ungkapan itu.

Arti harafiah ojo dumeh hanyalah ojo (jangan), dumeh (sok). Namun kalimat simpel itu kekuatannya sangatlah luar biasa. Biasa dijadikan alat perlawanan ‘diam’ yang tidak agitatif dan bebas sanksi, tetapi dampaknya terkadang sangat menusuk hati.

Namun begitu, ojo dumeh taklah ‘perlawanan’ an sich. Secara tersamar, dalam kalimat ini terkandung nilai penyadaran yang bersifat cakramanggilingan (putaran nasib manusia). Mengingatkan manusia agar tak sombong ketika kaya dan punya jabatan penting karena semua itu tak langgeng. Tapi sebaliknya, memotivasi si miskin yang hina papa agar bersikap optimistis dalam menjalani hidup, karena roda nasib masih berputar, masih ada harapan di hari esok.

Nah bagaimana kalau ojo dumeh dikaitkan dengan laga Italia lawan Prancis dinihari nanti? Memang sulit dan tidak pada tempatnya untuk mengkaitkan itu. Tapi kalau dipaksakan untuk dikaitkan, maka rasa-rasanya Italia yang bakal memenangi laga kali ini. Sebab, penderitaan panjang masih harus dijalani oleh Lippi dan anak asuhnya. Benarkah begitu?

Djoko Suud Sukahar* – detikSport 

Iklan

2 Responses to “Ojo Dumeh Italiano!”


  1. 1 fourtynine Maret 9, 2007 pukul 10:24 am

    Italia, oh Italia. tapi akhirnya Italia yang jadi Juara Dunia 2006


  1. 1 Ojo Dumeh « Fiat Voluntas Tua Lacak balik pada Agustus 30, 2008 pukul 9:45 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Menyesatkan...

  • 1,048,402 manusia

Am I A Rockstar?


Anindito Baskoro "Joe" Satrianto. Mahasiswa keren yang lagi belajar jadi bajingan. Menggauli Corel, Adobe, dan Macromedia lebih banyak ketimbang PHP, MySQL, atau VB.Net. Tingkat akhir, dan sedang bingung menyusun skripsi. Waktunya dihabiskan di kantin kampus dan Lab Omah TI, serta sekretariat Himakom UGM sambil ngecengin gadis-gadisnya. Ngganteng, pinter, tapi banyak utang.

Add to Technorati Favorites

RSS E-Books Bajakan? Oho!

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Tanggalan

Juli 2006
S S R K J S M
    Agu »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Astaga! Padahal Keren…

Bundel

Penghuni Jogja Terbaik

Bali Blogger Community

Indonesian Muslim Blogger

Bloggers' Rights at EFF

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia