Pernah disuruh nutup blog? Atau malah disuruh berhenti nulis? Aku belum. Tapi kemarin dulu aku sempat ngerasa agak geli waktu blogwalking ke tempatnya Mbak Tika dan baca tulisannya kalau dia disuruh nutup blognya sama seseorang (yang alim?) yang merasa ajaran agamanya dipertanyakan lewat tulisannya Mbak Tika. Heran, orang lagi bertanya, kok jawabannya malah disuruh nutup blog?
Mungkin keherananku ngawur. Tapi dari awal aku selalu berpendapat kalau blog itu adalah semacam buku harian online: tempatnya kita untuk menuliskan segala apa yang ruwet di otak kita yang butuh sebuah pelampiasan yang notabene nggak bisa kita ungkapkan di alam nyata (resikonya besar, Dab. Ente bisa-bisa dibacok orang).
Kita berhak menulis ide dan pertanyaan tentang apapun di blog, menurutku. Nggak terbatas. Ide bagus ataupun bejat sekalipun, silakan ditulis, daripada membebani otak kita. Silakan tulis tentang apapun, atau hujat siapapun. Nggak ada yang berhak melarang kita untuk menulis tentang apa yang kita rasa dalam dunia blog, setidaknya itu menurutku.
Silakan hujat atasan kita, partner kita, teman, tetangga, mantan pacar, orang yang kebetulan lewat di depan rumah, guru, kepala sekolah, polisi, tentara, artis-artis sinetron, pemilik rumah produksi, pak er-te, lurah, bupati, gubernur, menteri, pakar telematika, presiden, atau siapapun yang menurut kita laknat bin goblok. Bahkan Tuhan pun berhak kita pertanyakan kevalidannya sebagai penguasa alam semesta. Nggak ada yang boleh ngelarang, karena kita butuh kebebasan berekspresi.
Kata Seno Gumira Ajidharma, kebiasaan bertanya itu adalah suatu proses untuk menumbuhkan kesadaran. Kalau kamu-kamu mengaku sebagai pemeluk Yahudi, Kristen, atau Islam, harusnya tahu bahwa Ibrahim menemukan Tuhannya pun melalui sebuah proses bertanya tentang keberadaan Tuhan itu sendiri. Bukan cuma dalam 3 agama yang mengaku sebagai agama dari langit itu, Siddharta sendiri diyakini memperoleh pencerahan melalui sebuah pertanyaan. Karena itu, menulis untuk mempertanyakan agama atau hal apapun tidaklah boleh dilarang. Agama, menurutku, bukanlah suatu hal yang tabu buat dipertanyakan. Dan nggak ada yang bisa ngelarang kita di sini!
Yang bisa ngelarang, di layanan WordPress seperti yang ta’pake, paling-paling cuma si Matt yang punya WordPress. Jadi, jangan pernah takut pada siapapun untuk menulis, kecuali takut sama si Matt.
Tulislah apa yang pengen kamu tulis. Apa saja. Makanya aku sedikit heran kalo ada yang bertanya, “Aku harus nulis seperti apa di blog? Aku takut tulisanku jelek. Apa kata dunia nanti?”
Hei, ente itu nggak lagi kerja di surat kabar harian atau majalah remaja. Tulis aja semuanya seenak yang menurut kita enak, nggak usah peduli penilaian orang. Penilaian ataupun komentar orang lain terhadap tulisan kita, anggap saja sebagai sebuah konsekuensi gratis dari apa yang kita tulis. Jangan pernah bertujuan supaya tulisan kita dibaca dan dikomentari sama banyak orang. Jangan konsekuensi itu yang menjadi tujuan kita. Kalau pengennya kayak gitu, lebih baik nerbitin buku kacangan, gencarkan promosinya.
Tulisan kita bukanlah suatu disertasi ilmiah yang perlu diuji dulu kebenarannya sebelum kita publikasikan. Kita kan cuma nulis di buku harian milik kita sendiri.
Kita mau nulis mulai dari kebiasaan kita ketika tidur sampai dengan “mengkafirkan” orang lain yang kebiasaan tidurnya tidak seperti kita, itu sah-sah aja. Tapi, ya kita harus siap dengan konsekuensinya. Siap-siap kalau ada komentar yang mempertanyakan maksud tulisan kita. Siap-siap kalau ada yang menghujat tulisan kita. Itu konsekuensi yang harus kita tanggung. Kalaupun nggak siap, sebenernya juga ada jalan keluarnya, kok: tutup saja fasilitas komentar di tulisan kita. Habis perkara.
Tapi ingat, kita menulis tentang orang lain, artinya kita juga harus siap kalau orang lain menulis tentang kita. Kita menghujat orang lain, kita juga harus siap dihujat orang lain. Jangan ngamuk, apalagi sampai nyuruh orang yang menulis tentang kita itu buat nutup blognya. Bah, tindakan pengecut! Suka nggosip, kok nggak mau digosipin. Seneng mainan granat, kok takut dilempar mercon.
Dalam hal komen-mengkomen juga seperti itu. Kalau kita nulis komen mempertanyakan atau malah sambil menghujat tulisan orang lain, artinya kita harus siap kalau nantinya komentar kita diangkat jadi bahan tulisan oleh orang itu. Congormu adalah harimaumu, kan?
Menurutku hal itu nggak sopan. Maksudku adalah berkomentar menjelek-jelekkan tulisan orang lain itu nggak sopan, meskipun boleh. Cuma, ya kalau kita memilih untuk melakukan itu, kita harus siap dengan segala konsekuensinya. Wong kita yang nyari musuh duluan, kok.
Di dunia blog, kita berhak menuliskan apapun yang kita rasa. Orang lain pun juga kayak gitu. Jangan egois, mau menangnya sendiri. Kita pengen kebebasan, tapi orang lain nggak boleh menikmati kebebasan seperti yang kita pengenkan. Sompret, lu!
Semuanya kita sendiri yang menentukan. Mau nulis yang baik-baik ataupun yang buruk-buruk, itu pilihan kita. Mau cari aman, boleh. Tapi aku sendiri lebih memilih untuk melantaikan (ada yang tau istilah Indonesia yang lebih baik untuk “mem-floor-kan”?) semua uneg-uneg di otakku lewat blog daripada aku stress gara-gara nggak punya pelampiasan nafsu. Konsekuensinya? Ya kutanggung sendirilah, yaw! Boleh jadi aku dan “musuh-musuhku” bakal berbalas tulisan. Itu nggak masalah. Tapi yang jelas – insya Allah – aku nggak bakal nyuruh rivalku itu buat nutup blognya cuma gara-gara aku tidak bisa lagi membantah argumennya. Kalau aku seperti itu, itu sama aja seperti anak kecil yang nangis gara-gara kalah main kelereng!
Ada yang punya mental kayak gitu? Aku sarankan jangan terburu-buru bikin blog. Lebih baik belajar dulu tentang sejarahnya weblog sebelum memutuskan untuk membuat sebuah blog.
Jazakallah.













Berupa saran ya ? Sama seperti saranku kepada para newbie agar mampu menjadi roang yang benar – benar orang.
Benar, satu – satunya yang berhak ditakuti di WordPress ini hanya Matt dan kru Automattic.
Mas Joe, saya tidak pernah mengkafirkan orang lain yang tidak sefaham. Yang ada saya hanya menganggap bid’ah beberapa perbuatan yang tidak bersandarkan pada dalil2 alquran dan As-Sunnah.
Jadi, jika ada tulisan saya yang mengkafirkan orang lain, saya mohon ditunjukkan yang mana ? sehingga jelas tuduhan anda. Jika tidak ada maka tentunya ini merupakan fitnah keji.
Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
kita semua ini nabi di blog kita masing2. dan matt adalah tuhan kita
Abu Aqil Al-Atsy:::
maaf atas ketidaknyamanan ini
oke. saya ralat. saya akui kurang tanda petiknya
Abu Aqil Al-Atsy:::
nah, sudah. dalam tanda petik, interpretasinya bisa macam2 lho, hehehe. biar pembaca sendiri yg menentukan
Mas joe, -Semoga Alloh memberikan Hidayah kepada kita- Tetap saja dengan memberikan tanda petik atau tidak namun masih meng-link blog saya pada kata “mengkafirkan” itu sama saja anda menuduh saya melakukan takfir atau mengkafirkan orang lain.
Sekali lagi saya mohon anda menunjukkan kata-kata saya dalam tulisan2 saya yang mengkafirkan orang lain? Jika tidak maka anda telah menuduh saya, dan ini merupakan fitnah.
Tuh kan joe, eh shell…
Mulai ada pertempuran baru…
Makanya, duduk manis aja, nggak usah berbuat apa-apa.
oh, menurut pelajaran bahasa indonesia (bukan bahasa arab) beda, mas. itu bisa dianggap sebagai majas hiperbola, kok. seperti kata dalam kalimat “darahnya menganak-sungai”
jadi enaknya diganti kata apa, mas? ada saran? membid’ahkan, menganggap sesat, atau yg lainnya? sekali lagi, saya mohon maaf kalo sudah dianggap memfitnah mas. jika mas tidak pernah menganggap orang lain kafir, sungguh saya minta maaf. bukan itu maksud saya. ini cuma hiperbola, kok.
dnial:::
ah, cuma perbedaan antara yang memperhatikan pelajaran dari guru bahasa indonesia waktu smp dan yg tidak aja, kok
Mas Joe, saya hanya memahaminya dari bahasa yang umunya difahami masyarakat. Jika yang anda maksudkan bahasa seperti yang anda maukan. hiperbola atau apalah. Mohon dijelaskan kepada pembaca bahwa peletakan link blog saya pada kata “mengkafirkan” itu bermaksud ini dan ini atau apalah yang anda maukan.
Saya menganggap tindakan anda ini merupakan fitnah terhadap diri saya.
SEPULUX!!!
Aduh, jadi malu, sampeyan sowan ke tempat saya. Jadi grogi dikunjungi seleblog…
Panas, panas, panas (lagunya GiGi)
Abu Aqil Al-Atsy:::
lho, kan sudah saya jelaskan sejak jawaban saya yg pertama
dan saya rasa semua orang yang pernah sekolah es-de juga mengerti kalo kata dalam tanda petik biasanya lebih mengandung unsur ke arah konotasi daripada denotasi.
wah, kalo tetap mau ngotot menganggap fitnah, seluruh tulisan saya di blog ini anda anggap sebagai fitnah juga bisa kalau anda mau.
anu…ttg masalah fitnah-memfitnah, hati2 lho dengan tulisan anda yg menganggap jamaah tabligh itu pelaku bid’ah. bisa2 aja kan kalo anda juga dituduh sudah memfitnah mereka
seperti yg saya bilang di tulisan saya, anda menulis ttg orang lain, anda juga harus siap kalo orang lain menulis ttg anda, hehehehehehehe.
jadi gini aja, enaknya menurut anda, kata2 “kafir” itu sebaiknya diganti apa? bid’ah, sesat, syirik, murtad, musyrik, bodoh, laknat, atau apa yg menurut anda cocok?
wiraprasetya:::
apa? apa? pergi. pergi. saya ndak jual gorengan. ndak ada yg panas di sini.
“Tutup Blog kamu” = “Hancurkan rumahmu!”
Ndak mau ah! Tapi kalo secara sadar “hancurkan rumah sendiri” sih, terserah yang punya aja.
Gimana kalo di-link “mengkafirkan” itu dikasih penjelasan “ini hiperbola,lho?!”
Tapi terserah deh. Yang nulis jg mas Joe kan?
Umm…meng-ejawantahkan! *halah!*
hahahahaha…kayaknya aku menolak kalo aku harus menganggap bahwa pembaca2 tulisanku lebih bego dari anak es-de
Demi kemaslahatan umat pokoknya™ blog ini harus segera ditutup TITIK
gelut wae yo!
jangan tutup blog ini!!! bisa-bisa berkurang satu blogger homok™
Sepakat sama deKing!
*liat komen cK* Eh, gak jadi deh, kayaknya yang diomongin cK lebih rasional
Wah mas joe nyulut api lagi neh. Udah enakan adem ayem, biar keliatan damai gitu mas! Tapi yang kemaren2 itu kemana ya mas? Blognya pun udah ditutup!
Blogku = Hatiku!
“Jika Blogku ditutup jangan-jangan hatiku juga bakalan tertutup!”
AKU GAK MAU…!!
[OOT mode : ON]
sekampus ma tika ya joe?
kok pas aku tanya ke anaknya, katanya dia ndak kenal sama kamu?
[OOT mode : OFF]
sepakat sama yang ini :
dan (operator && ) ini :
soalnya rumah2 kita tu bangunnya di tanahnya Matt, yang mana udah Matt tentuin syarat2nya, klo mo bangun rumah di sini itu mesti gini, gini, gini..
selepas dari yang itu, bebas, tapi ndak sebebas sak enak udhelmu dhewe, tapi tetep bebas yang bertanggungjawab, termasuk siap menerima segala konsekuensi yang terjadi atas resiko membangun rumah yang ‘ndak biasa’
piss..
p.s. : ‘ndak biasa’ itu relatip
cK:::
ga ada hubungannya. dari dulu kan yg homo itu mereka. saya tiada ikut2an
mR. Black:::
hehehehehe, mungkin saya memang api, tapi saya bukan pemantiknya
krisosa:::
aku juga ga mau kok, john
vend:::
tidak nampaknya. kayaknya tika bukan anak ilkomp, kan? kalo anak ilkomp, percayalah…di sana tiada wanita yang tiada mengenal saya
oh, tentang konsekuensi itu saya juga setuju. sudah saya singgung juga di tulisan saya, kan? kebebasan kita jgn sampai mengganggu kebebasan org lain. gitu kan kira2?
hoi hoi jadi ramai…
selalu saja tentang agama.
mari bersama pergi ke nirvana.
lalu lihat, siapa Tuhan itu?
mungkin Sang Pencipta juga lagi sibuk blogging.
hajar terus pantang mundur!!!!
Ok, acc banget, asalkan Tuhan dengan “t” kecil dan Nabi dengan “n” kecil! Merdeka!
makanya tulisannya jangan terlalu sara lah.. .:)
Tutup saja blog ini !!!
(maksudnya tutup dan matikan komputernya kalau sudah tdk dipakai).
nutup blog?
salah satu bentuk pembungkaman itu namanya.
pengebirian hak berbicara..
walah…..orang yang suruh tutup tapi ga ngasih solusi mo dibuang kemana pikiran-pikiran “nakal” yg menumpuk di kepala..
yo sama aja dengan pemerintah sering banget suruh tutup tapi ga ngasih solusi..
btw matt tu orang mana to.. isa diajak kopdar ora yo
heh…..susah…:-ss
ahahahahahaha,, nyuruh nutup blog?
Selama orang yang nyuruh ga bisa ngeklik bagian delete blog di dasbor kita sih gapapa,,
tutup blog ini!
dasar kafir™ kamu!
mbok yang jelas mas e kalo nulis
:D
hehehe mengkafir-kafirkan? sudah berasa Tuhan saja orang-orang tu..
setauku akar kata kafir tu deket sama akar kata ‘covered’ yang berarti “tertutup”, baik hatinya atau pikirannya
btw Joe, klo isunya tentang pengkafiran dst kaya gini koq mesti rame ya?
Ah Tulisan Ngaco… Ngawur !!!!
Tak ada kebebasan yang mutlak di dunia ini.
Allah-lah yang Maha Perkasa dan satu2-nya yg patut ditakuti.
Walaupun di blog saya yang satu ini bertema kebebasan dan berisi banyak hujatan, namun tulisan2 saya tetap berada di jalur yang benar dan tetap mencerminkan sikap kritis, dan intelek seorang terpelajar.
Maka tolong jangan posting tulisan seperti ini lagi…
*bengong*
sudah-sudah…:p
ayo..do salaman kabeh…ra pareng nakal meneh yo..!!
waduh joe belon muncul nih? *menyalakan kompor*
munggur:::
saya sih jelas pengen ke nirvana. tapi kalo tuhan ga ngasih tiketnya, saya bisa apa? makanya saya agak nggak suka sama orang2 yang belum pasti dapat tiket tapi sudah berlagak kayak calo
danalingga:::
ente maju duluan, bos. saya back-up dari belakang
Sawali Tuhusetya:::
ah, setelah tanda “.” tentunya saya harus mulai dengan huruf besar kan? kekekekekeke
aRuL:::
lho, terus ide2 tentang sara harus dilampiasin ke mana?
telmark:::
betul. hemat listrik, hemat biaya
calonorangtenarsedunia:::
terkadang kan memang ada kaum yg berusaha membungkam orang lain supaya sumber penghasilannya tidak terusik
almascatie:::
orang londo-enggres kayaknya
marinta:::
susah? keep it simple, mar
antobilang:::
kamu lebih kafir
nyamukbingung:::
hahahahahaha, biasalah. kanan dan kiri kan selalu berlainan. yang susah ya yang garis miring kayak aku. islam garis miring, nek jarene septo. lurus yo lurus, ning luruse miring
purmana:::
ngaco? ngaconya di mana?
ngawur? ngawurnya di mana?
sikap kritis dan intelek seorang terpelajar itu standarnya seperti apa? parameternya bagaimana?
jadi, ide seperti postingan saya skrg ini harus saya lampiaskan ke mana? punya solusi? saya takut dibacok orang kalo teriak2 di dunia nyata. atau, mas punya jimat/rajah yang bisa bikin saya kebal bacokan? boleh saya beli, mas?
oh ya, sudah baca paragraf terakhir tulisan saya yg sebelum “jazakallah”?
afiemaniez:::
iya, bulik
dobelden:::
eee…kurang jelas ya? masih ada waktu kok. silakan tanyakan yg kurang jelas di sebelah mana
kapan bikin agama baru…
*bawa kipas*
Padahal UU ga boleh demo atau mengungkapkan pendapat udah dicabut. Kenapa masi ada masalah kaya’ gini ya?
*geleng2 kepala*
Saya nggelar tikar saja….
[at]Shelling Ford
Tuh kan kamu sendiri yang ngomong kalo ini ngawur…
Wah yg atas salah ketik (hapus aja Om…)
[at]Shelling Ford
Tuh kan kamu sendiri yang ngomong kalo ini ngawur…
Dah cukup belum buat ngebuktiin kalo tulisan ini ngaco…
Saya memang baru di di dunia blogging dan tak tahu menahu tentang sejarah webblog… Namun saya sangat tak setuju bila blog dijadikan tempat untuk menulis sebebas-bebasnya tanpa memerhatikan norma-norma sosial dan agama yang ada.
beeehh…rame nian sob postin’an kalee ini..saia ngikut yg mana yaaa??!!
yowes to…jo podo mbeker2 ngene.ora pareng kalih bu guru..mangkih didukani lho cah. sedilux maneh poso lho..ayoo salaman!
buwat saia…blog adalah jeritan ati saia.jikalau ditutup nanti jeritan saia brubah menjadi kentut..kasian org yg tjebax nyium aroma terapi kentut saia kan?? hehehe
eh … si matt marah apa ngga ya digosipin disini …
@purnama,
nulis di blog itu ada norma-normanya ya ? … maksudku selain norma-norma punya-nya matt …
weleh weleh …aq ga tau ujung pangkal maslah nya tapi setelah aq baca
ternyata cuman masalah itu toq.
yo wes biarrin aza orang mo bilang apa tetap berkreativitas semakin kontroversial tulisan kita kan blog q-ta makin terkenal
gitu aja koq repot
mendingan nyanyiin lagu Indonesia RAja
matiin llinknya trus minta maaf dan selesai.
wib:::
modaro!
safitri:::
iya ya…saya juga heran
mbelgedez:::
monggo
purmana:::
wah…tapi saya bilang ‘mungkin’ kan? kalo gitu mbok saya ditunjukkan teori kepastiannya itu seperti apa
terus, kalo saya punya uneg2 tentang hal2 kayak di atas, saya harus ngelampiasin ke mana? ke kompas? saya khawatir ga bakal dimuat, mas. bikin poster terus nempel di musholla kampus? saya khawatir kelanjutannya saya bakal dibacok pembaca. jadi, punya solusi riil ga, mas?
ttg ‘nabi’ dan ‘tuhan’, mas waktu esempe pernah belajar ttg majas, kan? terus juga makna konotasi-denotasi, terus juga peyorasi-ameliorasi.
yg tidak saya setujui dalam menulis di blog cuma 1: menulis sebebasnya tapi tidak mau menanggung konsekuensinya
sijono:::
oh, kita sepaham. salaman dulu, kekekekekeke
Luna Moonfang:::
entah ya, teh. saya juga ga tau kalo nulis di blog itu ternyata ada norma2nya selain yang bikinannya si matt. mungkin besok ada yg bisa bantu kita nyari referensinya
baliazura:::
di sanalah aku berdiri
jadi pandu ibuku…
*disuruh nyanyi, kan?*
abumie:::
link-nya yang mana ya? yang marah2 di atas itu? ah, anggap saja sebagai balas dendam, pak. dulu, waktu saya dibilang anjing, bodoh, dan bangsat(ch), beliau juga ga tergerak buat minta maaf
yah, waktu itu jenggot saya memang ga terlalu kebakaran seperti beliau sekarang, kok, hehehehehehe
[at]Luna Moonfang
Anda harus mengetahui apa arti menulis yang benar dan menulis yang baik.
Menulis yg benar adalah menulis tanpa melanggar aturan2 yg berlaku. Misalnya tidak melanggar aturan2 wordpress si-Matt, FAQ, larangan copy-paste tanpa menyebutkan sumber. Asalkan sesuai aturan asal beres… itu baru “BENAR”.
Menulis yg baik artinya selain “benar” kita juga berusaha menguntungkan sebanyak mungkin orang dan menghindari sebisa mungkin kerugian yang bisa ditimbulkan oleh tulisan-tulisan kita. Bila tulisan seseorang dianggap melanggar suatu norma masyarakat (sosial dan agama) sehingga menimbulkan konflik maka tulisan itu belum bisa dikatakan baik.
[at]Shelling Ford
Orang yang baik pasti selalu menjaga ucapannya. Dimanapun dan Kapanpun ia berada.
tentu saja. semuanya sedapat mungkin saya lakukan di dunia nyata. dunia maya? jika saya berlaku sama, lalu di mana perbedaannya?
di artikel saya, saya juga nulis, kalo anda mau cari aman, mas, ya silakan. tapi saya lebih memilih untuk menyuarakan uneg2 saya karena saya anggap blog ini adalah satu2nya media yang bisa memfasilitasi saya akan hal itu. konsekuensinya? ya saya tanggung sendiri – termasuk jika saya punya musuh.
kalo di dunia nyata saya dilarang2, lalu di dunia maya saya juga dilarang2, nah, terus saya harus melampiaskan kemana lagi? tolong jawab, mas: saya harus melampiaskan kemana lagi?
dan, saya menghargai keputusan mas yang pengen berlaku seperti yang mas lakukan skrg. hanya saja, jika mas tetap memaksa saya untuk menulis blog dengan aturan spt yang mas tetapkan, oho…yo kosik-kosik
mungkin kita malah akan berseberangan sekali.
toh, selama ini saya selalu memberi pembaca kebebasan: suka dengan tulisan saya, teruskan. nggak suka, ya tinggal aja. nggak usah dibaca. beres perkara. mencak2 seperti apapun, kalo tidak bisa masuk ke dashboard saya – seperti kata Mbak Rizma – percuma saja
ah, saya memang bukan orang baik. saya ini bajingan, kok. lihat saja profil singkat saya di pojok kanan atas di bawah header, hehehehe
p.s. jika saja mas bongkar arsip2 lama tulisan saya, mungkin mas bakal semakin kaget karena saya ‘menzalimi’ norma-norma agama lebih jauh dari yang mas sangka2
wah…wah…. sekarang lagi tren delete en migrasi blog yaaa… (* gini cara amannya klik alt+ctrl+del*)… saya mah stuju2 ajah, smua orang boleh ber opini, asalkan yang bertanggung jawab…
Wah, jadi rame nan seru, nih.
Matt belum melarang menulis artikel yang “salah”, kan ? *Ditimpuk*
————
Kebebasan pendapat sih sudah dijunjung tinggi di indonesia. Jadi bebas bagi semua orang untuk membuat makna kiasan atau makna sebenarnya di setiap artikel yang dia tulis.
IMO.
kalo ngomongin beginian “orang-orang yg merasa dirinya benar ituh” pasti cepat sekali komen yah!
buat yg nge-blog pake aturan norma & agama biasanya adalah orang2 yg hidupnya enak, nggak pernah ngerasa “susah”, hidupnya “mulus” kek jalan tol==> it means blm tau susahnya hidup di dunia fana dengan tetesan keringat sendiri….
Regards,
Pemikiran2 yang salah seharusnya diberantas, bukannya diberi tempat khusus.
Itu bukan aturan yang saya buat dan tetapkan.
weleh2…ki nopo toh?!waaa..hawa panas menggelora kian memuncax nee.yasudahlah…beda tu sudaa biasaa sob.cuman warna warni idup sjaa..
)
sbnrnya saia heran y..klo ada org yg punya pikiran ot o’ box bgini kox mesti harus dpt pidato dri mana2 duluw??!
gni..mnrut saia punya pikiran beda dan gunain pilian2 kata yg org2 laen anggep “kurang pas” mah biasa aja(maap ni loh..saia nulis pke kutip2an gni bkn barti pitnah2an loh ya
lha wong di dunia ksastraan aja ada teori ttg deconstruction, yg barti bpikir terbalix dari common meanin juwgah fine2 aja…malah tuw teori wajib diplajarin ma anx2 sastra. jadi kynya kitah hrs sama2 sling nghargain cara mnulis masing2 org dey..ayoooo salamaaaann!!hehehehhe ;D
nailah zhufairah:::
yuhuuu…kita sepakat
DEwa Dewi:::
rame itu nama tengahku, lho
Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
anu, artikelnya chika yang bagi2 link ilegal kapan hari itu dinilai salah sama si matt, kekekekekekekeke
gessh:::
saya kok jadi kepengen setuju sama anda ya, mbak…hehehehe
purmana:::
salah/benar itu relatif lho, mas.
anda tau muhammad, kan? menurut orang quraisy pada masa itu, pikirannya muhammad itu salah. dan apa jadinya kalo waktu itu muhammad berhasil diberantas?
anda juga tau siddharta, kan? menurut kaum brahmana pada masa itu, pertanyaan2nya siddharta itu berbahaya. dan apa jadinya kalo waktu itu siddharta berhasil diberantas?
tapi saya salut. mereka berdua berkata2 dengan bebas menurut standar kaumnya pada waktu itu diiringi kesanggupan mempertanggung-jawabkan kata2nya. selama ada pertanggung-jawaban, pikiran yang “dianggap” liar, menurut saya fine2 saja
bayangkan apa jadinya kalo “pemikiran2 salah” itu berhasil dibendung pada zamannya. salah pada saat ini bisa jadi kebenaran buat masa depan.
ingat galileo yang menentang pihak gereja dengan heliosentrisnya, kan? pihak gereja juga mengganggap pikiran galileo waktu itu sebagai hal yang liar dan sesat. pokoknya ngawur, kata mereka. galileo pun dipenjarakan gara2 “pemikiran salahnya”. tapi tentunya kita semua tau apa faktanya pada masa sekarang, kan?
dalam kehidupan beragama di dunia ini juga begitu, mas. murtad bagi yang satu bisa berarti keselamatan bagi yang lain kan?
relatif, mas. semua itu relatif. yang ga bener menurut saya adalah pengen bebas, tapi melarang orang lain untuk sama2 menikmati kebebasan seperti dirinya
lalu itu aturan dari siapa, dong? wah, jangan2 mas mau menyuruh saya untuk mengikuti sebuah aturan yang tidak jelas sumbernya, iya?
mau bilang aturannya si matt? si matt ga gitu, deh
sijono:::
panas? saya kok belum merasa, ya? hehehehehe. belum ada maki2an seperti “anjing” dan “kafir”, kok
hahahahaha, orang2 yang saya kagumi, yang mendobrak aturan zamannya, juga mengalami hal itu kok, mas. saya pikir ini kendala biasa aja, kekekekeke.
tentang teori deconstruction, itu memang menarik. saya sdg membaca rahuvana tattwa, lho…
deconstruction-nya ramayana, hehehehehe
iyaahh sob..sbgai sesama pnixmat deconstruction…saia spakat.hehehehe……..
makanya saia heran kox harus dapet pidato dari mana2 dluw…hmft
oia…fyi: saia bukan “MAS” walopun nama saia mmg mengandung “MAS” yaitu “MASAYU” tapi saia ini wanitah…*klo yg ini saia bole protes kan?* hehehehe
maafkan…maafkan saya, mas…hahahahaha.
ga ada yang melarang buat protes, kok. yang saya larang adalah melarang orang untuk protes
Ehmm….Konteks “salah” yang saya maksud itu sebenarnya bisa menguntungkan banyak orang kalau orangnya mengerti. Begitu. Jadi maknanya tersembunyi.
Makanya saya pakai tanda kutip.
hahahaha, ad hominem, eh?
lho, jadi menurut mas, pikiran2 saya ga ilmiah, gitu?
dasar saya, ya? hahahahaha…sejarah weblog itu sendiri. bagaimana?
Hmmmm
Bagian Terbaik dari keberanian adalah kebijaksanaan….
@purmana
ko kayaknya pendapat anda kontradiktif dengan slogan di blog anda
“Masabodoh dengan Aturan, Aku hanya Ingin Bebas Menulis”
itu bener blog anda kan ?
Iya sih. Sebenarnya kita tidak boleh dilarang untuk menulis. Sudha menjadi kebebasan. Kasarnya sih, “Masa bodoh orang mengerti atau tidak. Terserah saya.”, begitu.
Selama tidak dikaitkan dengan aturan (Tulisan murni lho, bukan tulisan bajakan), saya akan tetap menulis.
[at]Abu
GantengAl-NarsisiItu memang blog saya. Perlu diketahui apa itu peraturan dan apa itu norma… Saya hanya ingin menulis bebas dan tak ingin dikekang oleh aturan mengenai tata-cara menulis, dan tata-cara menyampaikan pendapat yg baik.
Jadi intinya saya ingin menulis bebas dari aturan namun tanpa mengangkat tema-tema yang terlalu melenceng dari norma. Coba Lihat visi-misi
Oh, iya…. kelupaan
[at]Shelling Ford
Sejarah weblog…??? Aku kan dah bilang gak tau,,, ada yg mau kasih tau gak?
sudahlah Nak, ndak perlu tau sejarah weblog itu kek apa, yang penting sekarang anda belajar yang giat biar bisa dapet predikat Cumlaude di institusi yg kata orang T O P ituh, biar bisa lulus cepet, biar dapet kerja enak, biar jadi orang kaya nanti matinya masuk surga Amiiien
sudahlah ndak usah repot-repot nanggepin oom mu satu ini (joe kok dilawan ===>>> kekeke SKSD sayah)
loh katanya bebas berpendapat, koq masih takut aturannya si Matt, emangnya dia siapa yg ngatur² loe loe semua, yg punya wordpress ya, gwe gk takut, dan itupun perlu dipertanyakan, kenapa mesti takut?apa dia (matt)penguasa alam semesta apa?terserahkan mo bebas nulis uneg²,,,
[at]gessh
Rupanya anda salah menilai. Siapa bilang anak institusi TOP harus selalu belajar tekun dan giat demi hanya mendapat cumlaude??
Jujur saja saya pun merasa tidak pantas berada di institusi TOP tersebut bila semua mahasiswanya seperti yg anda katakan tadi. Saya adalah orang yg sangat bersebrangan dengan tipe manusia seperi mereka.
@purnama
Apakah ini cukup menjawab pertanyaan tentang sejarah blog?
http://en.wikipedia.org/wiki/Blog
Dan misalnya ada code of conduct dalam ngeblog salah satunya ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Blogger%27s_Code_of_Conduct
btw statusnya sejauh yang aku tahu masih PROPOSED.
Puwas???
Apa susahnya sih beberapa menit googling, mbuka wikipedia, dll untuk pengetahuan dasar yang ingin anda ketahui. Katanya mahasiswa?
@shelling ford
Begitulah, pokoknya yang menurut saya benar, itu yang benar, pokoknya yang menurut saya salah, itu yang salah!
Aku nggak perlu nurut aturanmu, tapi kamu harus nurut aturanku! Intine… Sakarepe udhele dhewe….
So?
Gara2 ada linknya jadi dimoderasi
Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
simply rite
purmana:::
kalo saya yang bilang, mungkin mas bakal bilang, itu kan cuma ‘menurut joe’. jadi saya sarankan untuk mencari yang ‘menurut mbah gugel’ aja, atau yang ‘menurut budhe wiki’
gessh:::
hahahaha, saya tidak ’semengerikan’ itu, kok
hendra_ku:::
sudah pernah baca term of service-nya wordpress? saya cuma takut account saya di-ban
penguasa alam semesta mungkin memang ga bakal ngurusi masalah account saya bakal didel atau tidak. tapi si matt dan kru atomattic-nya pasti bakal bertindak kalo saya melanggar tos-nya. ndak mau bernasib kayak temen2 saya yang udah sempat di-ban. ituh ajah
dnial:::
hehehehe
yeah…istanaku ya aturanku. itu fungsinya blog kan?
Sudahlah Joe…
daripada kamu dikafir kafirkan terus, tutup saja blog ini, dan kembalilah ke profesi utamamu!
sebagai suami ato istri bagi anungingat, menjaga keutuhan rumah tangga kalian itu tidak mudah…
menurutku, Chika, Anto, Arya, ato blogger blogger yang lain pasti bakal setuju kok, sama aku…percaya deh…
*panggil panggil*
@Purnama
Tuhan secara bahasa artinya yg menguasai, silahkan di cek di kamus. Lha Matt itu memang ‘tuhan’ kita yg di wordpress, soalnya dia yg menguasai alam
semestawordpress.kafir kamu!!!
dasar!!
tutup..tutuuuupppppp…!!!!!!
*ngudut kalem..*
ke summon kata kata kafir *celingak celinguk ndak jelas*
Joe, aku Pamit
[at]om joe
klo di ban, buat lagi dong om, accountnya, gitu aja koq repot,,,wekekekekeke
masak gitu aja takut, cuman rintangan kecil kayak gitu, katanya mo nulis terus!!!
klo saya seh, peduli amat ma aturan si matt, lha wong nge-net aja pake uangku sendiri, emang si matt mo bayarin ya???
[at]om joe
yeah…istanaku ya aturanku. itu fungsinya blog kan? hehehehe
loh bukannya, istanamu aturannya si matt ya
piye tho om???
mo nulis bebas koq masih takut ma si matt
purmana, sampeyan tuh sudah mati angin deh. nggak perlulah ngotot. Tuhan menciptakan manusia dengan pikiran yg bebas, bahkan memilih melakukan yg ‘baik’ maupun yg ‘dosa’. semua itu ada maksudnya.
saat sampeyan merasa diri anda paling benar, saat itu jugalah anda harus siap dipersalahkan.
you can kill a dreamer but you can’t never kill a dream
You can kill the protester, but you can’t kill the protests
nobody wants to kill a protester dude
Mrs. Neo Forty-Nine:::
apaan? apaan?
-tikabanget-:::
kamu lebih kafir!
kakakakaka…
hendra_ku:::
ada ilustrasi gini, mas:
1. suatu ketika ada anak muda yang ditantang berantem 1 lawan 1 sama seorang preman sok-sokan. setelah menghitung segala kemungkinan (termasuk jadwal bimbingan skripsi) dan resiko, akhirnya dia menyanggupi setelah merasa kemungkinannya menang berantem masih sangat besar.
2. suatu ketika, anak muda yang sama itu pintu rumahnya digedor temen kampusnya. temen kampusnya cerita kalau dia habis digebuki sama preman-preman di ujung jalan. karena keduluan dibakar emosi, si anak muda langsung nyamperin preman-preman itu buat menuntut balas sekaligus menunjukkan solidaritas kepada teman kampusnya tanpa memperhitungkan berapa jumlah preman yang mungkin bakal dilawannya.
3. lain hari, anak muda yang sama, setelah membantai preman di ilustrasi kesatu, dapat surat tantangan buat berantem lagi di sebuah daerah yang dia tahu tempat itu adalah mabes para preman di kotanya. dia tahu bahwa kemungkinan besar dia bakal dikeroyok dan dijadiin bancakan sama para preman di situ, tapi dia tetap aja datang.
ilustrasi yang pertama, anak muda itu pemberani yang cerdas. dia memperhitungkan segala kemungkinan dan mengkalkulasi segala resiko. setelah yakin dengan perhitungannya bahwa dia bakal menang, maka berangkatlah dia.
ilustrasi kedua, anak muda itu pemberani yang nekat. nggak tahu situasi medan, dia maju tanpa perhitungan dan kalkulasi kekuatan lawan. yang penting maju! resiko urusan belakangan.
ilustrasi ketiga, anak muda itu pemberani yang idiot. sudah tau bakal kalah masih aja datang. cuma kepengen disebut sbg pemberani kok sampe harus mengorbankan diri sedemikian rupa
nah, saya sudah tau kalo matt ga mungkin bisa saya lawan, ya saya ga macem2 donk. saya ga mau kalo tulisan2 saya yg dulu2 ga bisa diakses lagi gara2 blog saya di-ban
kasian penggemar2 saya nantinya, hehehehe
saya nggak mau disebut sebagai pemberani yang idiot. lagipula sejauh ini, “kebebasan” versi saya tidak harus menyebabkan saya berhadapan dengan TOS-nya WP. ditambah lagi, matt nggak pernah menunjukkan sesuatu yang mengharuskan saya untuk menunjukkan keberanian saya dengan manantangnya. matt bahkan sudah memfasilitasi saya untuk mengungkapkan pikiran2 saya.
adapun kalo mas hendra ga peduli jika misalnya blognya mas hendra di-ban, wah, ya itu kembali ke pribadi kita masing-masing. mas hendra mungkin ga mempermasalahkan tulisan2 mas hendra ga bisa diakses lagi, lalu kemudian mas hendra bikin akun baru. tapi buat saya, saya bakal mempermasalahkannya, mas. sayang kalo dokumentasi tulisan2 saya terbuang. itu cerminan buat saya di masa depan. saya sangat menghargai proses dan sejarah soale
blog saya aturan si matt?
ga gitu banget, ah. contoh kecilnya: matt memberi keleluasaan buat saya menggunakan fasilitas moderasi komentar atau tidak, bahkan memberi kekuasaan penuh kepada saya untuk mendelete komentar yang tidak saya sukai atau malah sebaliknya: saya tampilkan.
misalnya aja, kalo saya nggak suka dengan beberapa tipe komentar, ya jangan berkomentar dengan tipe seperti itu kalo pgn komentarnya tetap saya tampilkan
jadi, yang bakal mengatur moderasi komentar itu sebenarnya saya/matt?
eh, saya juga ga dibayarin si matt lho kalo ngenet. cuma saya sadar kalo selama ini saya ngeblognya numpang di hostingan punyanya si matt…hehehehehe! tau adabnya orang numpang tinggal ajalah
Nulis semaunya itu boleh2 aja!! itu urusan otak loe…….Ini khan kebebasan. Mempertanyakan TUHAN boleh saja. Karena anda sendiri bingung :Siapa yang anda maksud dengan TUHAN??
mohon maaf kalo mengecewakan, sayangnya saya tidak bingung
atau minimalnya saya tidak sebingung orang lain yang boleh jadi lebih bingung dari saya.
jadi sekali lagi mohon maaf, mas, hipotesa anda salah. tapi jgn khawatir, mungkin aja cuma salah untuk saat ini saja. besok2 boleh dicoba lagi. sapa tau mas membuat suatu kesimpulan yang benar ttg diri saya
alo pak…wah ga sengaja blogwalking, dan ketemu tulisan bapak tentang tutup menutup blog.wah, segitu “seru” nya yah….
tapi kasus yang sama menimpa saya nih pak, kantor saya coba menutup blog saya…
TPI ngepet!…apa maksudnya nge block blog gw, bandwith ga “kemakan” isinya juga ga ada yang porno2 tulisan doang, naro nya juga ga di tempatnya si TPI…kodok buduk emang nih orang-orang IT, suka ga jelas…dulu aja sempet yahoo do block, goblok banget anjis…
lha,ko saya jadi marah-marah di sini…maaf mas emosi…
makin ga betah aja lah gw disini….