Pada suatu hari, aku ngobrol online dengan seorang mbak-mbak yang bernama Hana. Ngobrol ngalor-ngidul nggak tentu arah yang diawali dengan perbincangan seputar “mahzab-mahzab” psikologi modern sehubungan dengan jurusan yang diambil si mbak itu tadi di bangku kuliah, sampai akhirnya kami ngobrolin tentang provider internet yang digunakan di tempat kami masing-masing.
Si mbak mengeluhkan tentang kinerja Telkom Speedy yang leletnya puol! Hal ini bukanlah sebuah keluhan yang mengejutkan mengingat banyaknya pula korban Speedy yang bertebaran di lingkungan kampusku. Seorang oknum adik kelasku yang bernama Anung juga sempat misuh-misuh gara-gara Speedy.
Di tempatku sendiri (tempat si bos yang punya kantor, maksudku) juga pake Speedy dengan bandwidth yang tidak dibatasi. Hal ini dilakukan setelah sebelumnya, sebuah merk provider internet dengan sebutan Jogja Media Net (JMN), tidak sanggup memenuhi ekspektasi dari si bos pemilik kantorku itu.
Sebenarnya kecepatan akses milik JMN boleh dibilang yahud (setidaknya lebih yahud dari Speedy itu sendiri). Tapi karena seringnya direpotkan dengan koneksi yang mati mendadak (kadang kala lewat 30 menit baru bisa nyambung lagi), yang menurut si bos mempengaruhi pendapatannya per bulan dan bisa berakibat pula pada menurunnya penghasilanku, akhirnya si bos tersebut memutuskan ganti pake Speedy.
Oke, Speedy edisi ini dari kabel langsung dicolokkan ke laptopnya si bos. Untuk streaming kecepatannya dahsyat, menurut si bos yang suka ndengerin lagu-lagu jazz via internet. Tapi begitu di-share via wi-fi – dengan menyebut nama Allah, Tuhan seru sekalian alam – kecepatan aksesnya mendadak jadi beda banget. Luambit puol!
Kembali ke omongannya si mbak di atas, akhirnya kami menyimpulkan bahwa Telkom itu memang bosok: Terlalu dimanja dengan statusnya yang milik pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Produk-produk keluarannya memang beragam. Tapi itu bukan berarti kualitas produk keluarannya sebagus dengan gembar-gembor dan kemasannya. Contohnya, ya si Speedy itu (speed = kecepatan. Itu betul. Kamus Enggres-Endonesa juga bilang gitu. Tapi kalo kecepatannya rendah, yo podo ae, Rek!).
Si mbak mahasiswi psikologi itu bilang, Telkom taunya cuma bikin produk yang asal keliatan bentuknya tapi nggak dijaga kualitasnya. Pokoknya asal colok, jalan alakadarnya, semuanya dianggap beres! Nggak peduli jalannya itu dengan kecepatan seperti merangkak ataukah seperti naik sepeda motor bebek underbone dengan kecepatan maksimal. Pokoknya asal udah nancep, ya rampung perkara! Bah, macam laki-laki ejakulasi dini yang tidak memperhatikan kepuasan pengguna barangnya aja.
Aku setuju. Aku ikut mengutuk Telkom, karena aku nggak bisa donlot macem-macem lagi di kantor. Bayangkan, ada donlotan sebesar (cuma) 60 mega yang nggak rampung-rampung disedot padahal sudah 3 hari. Bagaimana coba kalo aku berniat nyedot filmnya Azumi Kawashima? Selak garing ndhisikan, Dab!
Yang buruk dari Telkom bukan cuma Speedy aja. Kartu Simpati dari Telkomsel – yang notabene grup perusahaannya Telkom – juga sama aja bosoknya. Selain, tarif nelepon murah dan SMS 49 perak tiap malamnya, nggak ada lagi keunggulan lainnya. Kalo nelepon di waktu reguler, tarif ke sesama pengguna Simpati-nya aja masih ya-Allah-jauhkan-kami-dari-godaan-syaitan-yang-terkutuk!
Betapa bosoknya! Gadis-gadisku yang pada make Simpati, seperti Medina, Itha, Ayu, Indah, atau malah Desti yang mantanku itu, jelas-jelas sudah pada tidur jam segitu. Mau nekat nelepon? Bisa-bisa aku malah dianggap sebagai laki-laki pengganggu jam tidur yang bisa berakibat memudarnya citraku di mata mereka. Ada juga, sih, makhluk yang masih bangun. Tapi itu si Septo yang bertampang ala Dono Warkop digabung dengan Ben Jovi-nya Team Lo. Dan celakanya, aku bukan termasuk kalangan kaum Nabi Luth yang ngetop sebagai penyuka sesama jenis.
Cerita lain tentang Simpati: Aku pernah terdaftar sebagai user Simpati dengan nomor area Malang 0813-sekian-sekian-sekian-754. Suatu saat, entah kenapa, mendadak kartuku rusak. Blas nggak n’detect di hape sama sekali. Dengan diawali pisuhan dan maki-maki (karena pulsaku masih tersisa sekitar 30 ribuan rupiah), akhirnya aku mendatangi kantor tempat layanan pengaduan milik Telkomsel yang letaknya dekat dengan prapatan Gramedia arah ke Kotabaru, Jokja.
Setelah mengambil nonton antrian, terduduklah aku demi menunggu giliran. Customer Support (CS)-nya ada 4 biji. 3 cewek dan 1 cowok. Aku berharap-harap cemas dan berdoa dalam hati, semoga ketika tiba giliranku nanti, aku mendapat jatah menikmati mbak CS yang di pojok kiri. Manis, soale.
Alhamdulillah, para malaikat yang menjagaku ikutan mengamini doaku. Maka dipanggillah aku untuk berhadap-hadapan dengan si mbak CS yang akhirnya kuketahui bernama Epsy (atau Epsi? Atau Pepsi? Kok kayak nama minuman berkarbonasi? Entahlah. Pokoknya ya gitu, deh) itu.
Lewat basa-basi yang sengaja kulama-lamakan, akhirnya aku mengaku kalau kartuku rusak. Selanjutnya Mbak Epsy meneliti keanggotaanku di Simpati Zone dan sejurus kemudian bertanya, “Lho, ini nomor area mana ya, Mas Ganteng?” (Aku bohong. Kata “ganteng”-nya sebenarnya nggak ada. Tapi kupikir, dalam hatinya, Mbak Epsy pasti membatin demikian.)
“Malang, Mbak,” jawabku.
“Waduh, Mas. Kalau nomor Malang, gantinya juga harus di Malang.”
“Lho, tapi domisili saya sekarang di sini, Mbak. Gimana, dong?”
“Wah, Mas. Prosedurnya memang kayak gitu. Pengaduan cuma dilayani di area asal nomor kartu.”
“Oh, gitu ya, Mbak? Lha terus nasib saya sekarang gimana ini?”
Dan, bla…bla…bla… Mbak Epsy menjelaskan birokrasi di tempatnya yang langsung bisa kusimpulkan dengan 1 kata: Ruwet! Selanjutnya, untuk memperlama waktu (Mbak Epsy-nya manis, soale), aku pura-pura nanya, gimana kalo misalnya aku pake surat kuasa dan tetek-bengeknya. Padahal, mau memberi kuasa ke siapa coba? Wong aku nggak punya keluarga di Malang.
Sekarang coba bayangkan seandainya aku ini adalah orang terkaya nomer sekian di Indonesia. Suatu waktu, aku selaku pengguna Simpati dengan nomor area Jokja sedang mengurus bisnis tambang emasku di Papua sana. Mendadak pas di sana hapeku dicopet atau jatuh atau bagaimana, pokoknya lenyap tak berbekas. Masalah hape, sebagai orang kaya, tentunya aku bisa langsung beli lagi saat itu juga. Tapi nomor hapeku bagaimana nasibnya kalau nggak bisa diurus di tempat kejadian perkara? Tentunya aku jadi nggak bisa menghubungi rekanan bisnisku, dan mereka juga nggak bisa menghubungi aku. Lak yo repot, tho? Bisnisku bisa rugi milyaran rupiah cuma gara-gara ketidak-fleksibelan seonggok perusahaan kacangan bernama Telkom!
Heran… Padahal teman-temanku yang pakai SIM Card selain produk Telkomsel, ketika kehilangan nomernya, bisa langsung mengganti di tempat kejadian perkara walaupun nomor kartunya berasal dari daerah luar Jokja. Tapi ini, kenapa Telkom yang katanya produk asli Indonesia itu justru tidak menyamankan konsumen yang berpaspor sama dengan jajaran dewan direksinya? Apanya yang “Commited to U”, coba?
Ah, kayaknya aku memang tidak diizinkan berganti nomor. Biarlah nomorku tetap memakai provider yang sekarang, yang kalau SMS-an dengan sesama penggunanya bisa dijatah gratis sampai dengan 100 SMS/hari. Apalagi calon istriku juga memakai provider yang sama
Urusan Medina, Itha, Ayu, Indah, atau Desti, atau malah kalau besok ada yang baru sekalipun bisa diurus belakangan nanti. Yang jelas, aku bahagia dengan tidak kupakainya produk-produknya Telkom sebagai media primer untuk menemani hidupku di Jokja.














Yessssssssss……….. Pertamax…
Kowe kuwi pancen edan Joe..joe…
Mbok eling po piye nduk..nduk..
eling.. eling..
Kok ngerti “para malaikat yang menjagaku ikutan mengamini doaku.” po kowe wes tau weruhi…???
perasaan saya saja.
saya kan bajingan. jadi doanya sulit dikabulin kalo para malaikat nggak ikut ngamini doa saya. lha nyatane orang2 di sebelah saya ga ada yang teriak “amin”, kok
nyatanya juga, akhirnya mbak epsy satu lawan satu dengan saya, kekekekeke!
Makanya Joe…
aku udah brapa kali bilang…?
kata pepatah, “Orang Bijak Pasti Pake M3″
kamu sih, ndak pernah nggugu aku…
ampuni si Joe ya Allah!
ati2 Joe…ngenyek2 ngono iso berakibat kowe seneng karo Septo Lho!
ada yg gratis, kenapa mesti mbayar?
hore…masuk Lima Besar..kekeke..(bener ra yo..soale jam 6 kurang 4 menit ini baru empat komentarnya..hehe).
biasanya ke-entek-an nggon je
Si mbak mahasiswi psikologi itu bilang, Telkom taunya cuma bikin produk yang asal keliatan bentuknya tapi nggak dijaga kualitasnya.
Proyek Joe…Proyek = Duit.. sing penting proyeknya kekeke.., hasilnya belakangan, uangnya duluan dong
…..
Pokoknya asal udah nancep, ya rampung perkara! Bah, macam laki-laki ejakulasi dini yang tidak memperhatikan kepuasan pengguna barangnya aja.
komentar yang bagus/huuapik tenan…le ku ngguyu..ra entek2x Joe..
hehehe…
Wakakakakak…makanye..dare dulu gw buang tuh kartu simpati..walahhhh…
kaw maseehh ketipu juga Joe….Parahhh loehh…Ehhh..Sekarang katanye buat narek konsumennya pake program undian berhadiah tho?….Trus saiki nganggo kartu opo rek?
wah…sama donk
salah!! bukan mbak-mbak, tapi ibu-ibu
pokoke⢠pilih kartu yang paling mak nyoos deh…
waduh … curhat dengan aroma narsis yg kental …
…
kalo mau enak jangan pake produknya BUMN, pake yg partikelir aja … hehehehe …
wakakakak,
)
pancen podo
1. Yen nganggo speedy mending kowe nganggo proxy-ne UGM, dadi lumayan cepet, seolah-olah kowe ngakses nganggo jaringan UGM, tur proxy-ne UGM juga kadang-kadang macet yen kebak
2. Yen seandainya jadi orang terkaya nomer sekian di Indonesia, kalo tau Simpati bosok napa ga bikin operator seluler sekalian, atau Telkom dibeli sekalian trus manajemennya diperbaiki
3. Yen neng iklan ki ono “… juta orang menggunakan Simpati” berarti ada … Juta(lali jumlahe piro) sing terjebak koyo kowe no? Atau bisa dibilang terbodohi oleh Telkomsel
4. Btw Joe, setauku Telkom ma Telkomsel itu udah beda manajemen, emang sih sebagian saham Telkomsel itu milik Telkom, tapi kerja/cara kerja/yang kerja beda. Dan statusnya Telkomsel itu murni swasta kayaknya, bukan BUMN
;s.h.l.
CMIIW
gudangku:::
saya bahagia bisa membuat orang lain tertawa, kekekeke!
almanfaluthi:::
itu…yg smsannya gratis 100 biji sehari
cK:::
selamat datang di “keluarga pemakai kartu seperti kartu yang saya pakai”
Joerig:::
betul, mbak. hampir semua bumn kualitasnya hanya sekedar “pengen dicintai oleh anak negerinya tanpa usaha mencintai anak negerinya terlebih dahulu”.
akoedw:::
podo? kenalan sama mbak epsy juga tho?
zean:::
sepaket bosoknyalah pokokmen
1. saya coba. tentunya setelah ada ijin dari manajemen atas
2. iya juga ya. ayo, hal, kamu beli masjid agung semarang, aku beli telkomsel. piye?
3. bukan terbodohi. niatnya waktu itu mencoba sahaja. dan ternyata memang bosok! kartu primerku nggak pernah ganti sejak awal kuliah lho
4. manajemennya memang beda. tapi – seperti yang dibilang oleh petinggi telkomnya sendiri pas studi ke bandung kemarin – telkomsel itu tetap milik mereka
laporin aja ke….sapa ya? CS udah. ke direksi aja
wehehehehe….
baru tau yaa…??? sepidi emang kayak gitu…
makanya migrasi ke im2 dunk
Miskin pake XL saja je…
Yo wes, Telkom ‘dan antek – anteknya’ memang begitu. Kalau 3, operator yang sudah berasosiasi dengan Ubisoft itu, bagus tidak…?
Untung saya pake mentari dan esia
Pake esia karena jatah dan inetnya gratis.
tapi make mentari karena males ganti nomor aja, kalo kelebihannya belum tahu ampe sekarang.
Beberapa kemungkinan tersembunyi mengapa Mas Joesatch ga suka telkom group :
1. Dulunya pernah ngelamar kerja di telkom or groupnya, trus di tolak.
2. Mas Joesatch ini bekerja di salah satu operator saingan telkom group.
3. Mas Joesatch pasti orang ga mampu, makanya omongannya katro.
4. Mas Joesatch pasti anak muda yang suka misuh2 ga karuan.
5. Sedang ada masalah sama ceweknya ya ? ngomong aja, ga pa pa ko’.
6. Pasti penggemar berat tukul.
7. Mas Joesatch playboy neh……
8. Ada masalah dengan hal2 “itu” ya…..makanya cepean nikah.
9. Orang jogja mang pinter2, tapi yang bejat juga ga sedikit. Tu ada surveynya lhooo…..
10.Salam kenal semuanya, saya yakin anak jogja ga gampang marah ko’.
11.Maaf klo ada kata yg kurang berkenan.
12.Salam…
N/B :
Dunia ini jadi kurang indah, disebabkan akhir-akhir ini banyak orang-orang katro yang merasa pinter.
Mari kita menjadi katro, tapi jangan merasa pinter.
Yang bagus lagi :
Mari jadi pinter tanpa merasa pinter.
Ato singkatnya :
Jadilah rendah hati.
^_^
ngenes,,ngenes,,,pke yang bisa dapet tiga kali lipat dung,,,
hari gini masih mahal?
temennya bawang;cabe deeeee
Wah wah wah
Rame tenan… salam kenal ya semuanya.
WoKay mania!
lambrtz:::
kayaknya sama2 ga bakal diperhatiin. jadi mending ke CSnya aja. lumayan, sapa tau besok lusa udah bisa diajak ngedate
masdhenk:::
si bosnya mana mau. wong di laptopnya dia kecepatan aksesnya cepetnya ndak karuan, mas
manusiasuper:::
aku pake xl bukan karena miskin lho
dulu belinya waktu harga perdananya masih 200ribuan
Death Berry de la Croix:::
belum kudalami e, sayangnya. jadi belum tau
da3646le:::
kecuali yg nomer 7, kemungkinan yang lain salah semua
nb. saya juga pengennya sampe sebegitunya. tapi kalo lagi jalan dari parkiran ke kelas aja udah disapa-sapa sama cewek2 sambil bilang, “ganteng,
masihada kuliah, ya?” saya harus bagemana lagi, mas?pahit memang kenyataan ini. tapi, katakanlah kebenaran sekalipun itu pahit. iya kan?
d_sall:::
konon, syarat dan ketentuan berlakunya juga 3x lipat ya?
WoKay:::
wokay, mas!
HIDUUUPPPP JMN !!, mana ada 60 mb ngga selesai dalam 3 hari, JMN aja yang cuma personal account bisa rampung dalam 2 jam…
iya sih terkadang mati, tapi kalo rajin komplain biasanya cepat baik lagi…
Hidup JMN….!
Hidup SIMPATI…. susah sih mau ganti kartu, dimana2 make simpati terus , mau bagaimana lagi banyak kenangan tersimpan dalam kartu simpati itu…
so, HIDUP JMN dan SIMPATI weeekk
18 Juta orang pakai Simpati…
Mau nambah(lemot) lagi?
Wakakakakaka………….
Itulah speedy… semakin banyak penggunanya semakin lemodz…
Kalo pengen stabil pake yang leased line wireless aja.
Lupakan itu speedy!
pancen bosok tenan!
Satu lagi Jo, aku yo tau ngurus SIM card’ku sing ilang, ee…kata mas CS’nya suruh pake ngurus surat kehilangan ke kantor polisi segala….padahal kata temenku klo’ di provider lain yg bekas BUMN itu, buat ngurus sim card yg ilang cukup dgn nunjukin ID card yg dipake’ utk registrasi sim card, ancen RUWET…..
Ya bos, sudah lapor ke CS belom? kalo di Madiun, Speedy “lumayan” cepat dibanding dengan Telkomnet (lagi2 Telkom) hehehe .. soalnya disini baru 2 provider itu aja yang bisa. So, susah buat ngebandingin. Yang pasti, semakin banyak trafic, ya pasti macet kalo jalannya kecil. Mungkin “jalan”nya kudu diperbesar oleh Telkom. Seandainya ada provider lain selain Telkom, asik kali ya?
kudzi:::
mau kukenalin sama cewe2 yang make xl?
dnial:::
mau bagemana lagi, mas. di kantor cuma pake speedy soale
alhasil, yg bisa saya lakukan cuma memaki
Anang:::
sopo sing bosok, mas?
mbak epsy?
nek mbak epsy manis, mas. ra bosok, kok.
yakin!
neri:::
hoooooo…. CS-nya milih yg mas2 ya?
erander:::
sudah, mas.
kalo yg simpati ya tanggepannya kayak tulisan saya.
kalo speedy-nya, katanya si mas di ujung telp sana itu, koneksi terbaik memang pake kabel. kalo wireless, mereka nggak njamin
Masalah speedy, ada beberapa hal yg terkait…
kita coba pakie pola mundur :
1. Computer…speed dan akselerasinya musti bagus..
2. Cek hubungan telepon dengan spliter, spliter dengan modem. modem dengan komputer, sebab ini format di LANkan, sehingga perlu dipastikan bahwa masing-masing memperoleh 100 Mbps.
3. Jika tidak diperoleh 100 Mbps, cek, dan kencangkan masng masng koneksi.
4. Pastikan kecepatan yg diperoleh pada waktu koneksi ke speedy.
5. Selanjutnya kecepatan browsing dan download juga dipengaruhi web site yang dihubungi…
Sebagai pemain baru Telkom pasti perlu masukan dari netter, mudah-mudahan mereka mau menerima masukan, dan mau memperbaiki kualitas jaringannya, agar memberi manfaat bagi orang banyak.
Memang klo Speedy di pake di atas jam 6 pagi aduh… lambreeto setengah urip, tapi klo dah di atas jam 10 malam cueeepet banget lah.
http://papabonbon.wordpress.com/2007/06/15/saatnya-pakai-cdma/
Ngitung ngitung tarif Fren dgn program 10 rp diatas pemakaian diatas 6 menit, kira kira dapatnya segini :
Fren Prabayar
- Panggilan ke operator lain
1 menit 1,200
5 menit 6,000
1 jam 39,000
- Panggilan ke PSTN (Fixline)
1 menit 1,500
5 menit 7,500
1 jam 40,500
Fren Pascabayar
- Panggilan ke operator lain
1 menit 1,020
5 menit 5,100
1 jam 38,100
- Panggilan ke PSTN (Fixline)
1 menit 1,320
5 menit 6,600
1 jam 39,600
- Antar Fren
1 menit 510
5 menit 1,050
1 jam 1,600
berati jeleknya : KONSPIRASI!!!
eh
REGISTRASI!!!!
eh…
apa namanya?
ah
BIROKRASI!!!!
mknya untuk HP pake yang pro dong..
Weleh, sek nganggo Speedy? Iklane tok kecepatan kilat..seharusnya diganti nama Speedy Ontel! Wakakakak!
Mending Nembak JarLesse’ wong..gratisan…ne ora nyantol proxyne’ kampus..ngulur kabel dowo-dowo mpek ngkos-kosan…waakakkakak!
salam Sam!
XL pasti itu,, XL!!!
hidup esia!!!
(boleh ngiklan khan?? :p)
Sekilas saya baca dari paragraf ketiga di atas, kamu ternyata penjaga Warnet ya Joe ?
Walah-walah, anak ilkom kok jadinya penjaga warnet, gmana to ?
Saya bantu masukin jadi karyawan TELKOM mau gak ? :-p
Eh, wak AbdulSomad mpingback postingan ini ke postingan dia itu apa kaitannya ya?
#Setelah mikir2…#
Oh… mungkin maksudnya kamu adalah salah seorang anggota “Manhaj Salafi” dan Telkom itu yg “Sesama Muslim”.
Wah dosa besar kamu Joe membuka aib sesama …
zal:::
yuhuuu…semoga mereka juga membaca tulisan saya.
eh, tapi telkom pemain lama kok. jaman esempe-esema dulu, saya udah make telkomnetinstannya mereka
ario dipoyono:::
wah, di tempat saya ga jam 6 jam 10 tetep aja lelet
papabonbon:::
ngiklan tho, oom?
tapi saya memang berniat beli fren, kekekekeke
lambrtz:::
yak! itu dia. jgn memalukan tek elektro, wakwakwak!
koecing:::
pro-nya bukannya sekarang udah ditiadakan?
RS Ngalam:::
salam juga, ker!
sezsy (ga login):::
jogja ndak ada esia. iklannya serasa tak berguna
Herianto:::
wah, makanya lain kali jangan sekilas, pak.
membaca tulisan saya perlu berkilas2 soale. perlu juga untuk menelaah tulisan2 saya sebelumnya jika berkenan untuk mengetahui latar belakang pekerjaan saya secara utuh
errr…terima kasih, pak. tapi saya bahagia dengan pekerjaan saya yg skrg. seperti katanya joni, pekerjaan terbaik bukan dinilai dari berapa penghasilanmu, tapi bagaimana kamu menikmati dan mencintai pekerjaan itu
@Joesatch
[lupa tadi ngasi mimik senyum kayak gini]
Kayaknya masalah pekerjaan tadi kamu sensitif deh Joe, abis kamu baca sekilas juga sih komentar saya.
#jangan2 saya sekilas lagi mbaca komen kamu di atas, baca lagi ah…#
Jangan seriusan dong …
[ternyata kayaknya kamu gak serius juga, ada beberapa boneka senyumnya]
BTW, akhirnya tadi saya buka2 dokumen kamu, smoga benar jangan2 salah lagi, : kamu mlakoni desain grafis ya ?
Kalo ya, berarti minat kita di IT ternyata kontra Joe. Saya paling tidak suka dengan yg namanya grafis, multimedia dan sebangsanya. Saya justru minatnya di programming …
Ah, terlampau banyak beda kita, yang sama cuma kita sama2 lelaki dan sama2 …. guente…ng [kata istriku lho, he he ]
ehehehehe…di pojok kanan atas blog ini udah ada dari dulu lho, oom, pernyataan kalo saya lebih banyak menekuni mulmed
coding? ah, semua anak ilkomp pasti pada bisa. saya tinggal mengongkosi adik2 saya untuk merampungkan kerjaan saya, dan menekuni apa yg lebih membutuhkan sedikit bakat, kekekekeke!
oh ya, jangan bilang kontra, dong, pak. IT itu luas dan saling mendukung satu sama lain. punya system yang bagus tapi tanpa GUI yang menarik dan user-friendly, terkadang membuat kesan pertama orang sedikit menyangsikan produk kita lho
penak ya joe pek 100sms/hr? aku wis njeblug tagihan XPlorku dadine minggat neng Bebas, bajigur tenan meh mbayar tagihan Xplor nganti ngere mangan sego ndog terus setengah bulan..kampreettt
wis lah paling syip pake yang ngasi Gratis2an
XL juga yah.. hehehe…
yg itu bukan omongan saya ya..
Waaaaaaaaa………… masih kuliah to !?
Untung aku sdh di Jakarta. Speedy ku lancar dab, cuma 200 ribu sebulan gak abis-abis. Btw, kalo pas speedy lagi njegleg, aku langsung maki-maki CS Speedy, soale waktu masang dulu aku nyogok 2 juta ( baca: Dua Juta !!! ) Jadi aku gak mau tau, pokoke Speedy ku gak boleh njegleg
JMN bagus??? silahkan coba dan dapatkan ruginya! JMN lebih buruk dari telkom.. ak planggan internet JMN dah 2 tahun , untung bukn gw yang bayar bulanannya.jadi klo yang mau coba monggo.. hahahaha
joe, enakan ndonlod seko kampus…
cepet…
ora perlu misuh2 koyo ngono
telkomsel milik negara, ( RI _ S’pore ) majulah singapore!!!!
Lebih parahnya lagi…
akhir-akhir ini sing nduwe kertu AS
muni-muni ga iso isi pulsa..
sing di dukani koq bakul pulsa..
mesak’e tenan.. bathi’ne mung limangatus
dipecicili pisan …
sing nduwe Kertu AS, label’e MHS
ning koq yo kurang inpormasi ..
oalah… Kertu AS,
regamu kuwi ra iso nggo tuku Kertu REMI sa’ set.
–
Monggo MasJoe, ditranslate…