Jaman dulu, waktu aku belum seganteng sekarang (kebanyakan pada bilang “imut”, bukan “ganteng”), aku pernah menulis tentang ketidak-setujuanku kalo Negara kita tercinta ini “terpaksa” menerapkan “Syariat Islam”.
Ada 1 alasan pokok kenapa aku menolak penerapan sistem pemerintahan berjudul Syariat Islam itu (aku bilang “berjudul”, lho. Sekali lagi: “Berjudul”). Alasannya tentu saja adalah apakah seluruh komponen bangsa ini siap dengan penerapan sistem baru tersebut, selain apakah dengan sistem baru tersebut tidak akan menimbulkan huru-hara berkepanjangan di negeri ini.
Aku mengangkat tema ini lagi gara-gara jengah dengan anak-anak muda di kampusku yang anggota – istilahnya Pramur – Lembaga Dakwah Kampret, yang berteriak-teriak ngawur minta supaya Syariat Islam segera disahkan sebagai dasar negara.
Negeri ini, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam, tetaplah sebuah negeri yang majemuk. Terdiri dari berbagai macam kepercayaan yang dianut penduduknya. Tidakkah dengan Syariat Islam itu nanti justru akan menimbulkan berbagai penolakan oleh beberapa komponen anak bangsa di negeri ini?
Sudah jadi fitrah manusia untuk menolak hukum dari agama lain sebagai landasan hidupnya. Gengsi, istilahnya. Ini berlaku buat semua pemeluk agama di Indonesia. Nggak peduli hukum itu sebenarnya bermaksud baik atau tidak, umat Islam pastilah bakal menolak hukum yang bersumber dari ajaran agama Kristen. Pun Kristen juga bakal menolak hukum Hindu, Hindu menolak Buddha, Buddha menolak Katolik, Katolik menolak Islam, dan seterusnya, dan seterusnya.
Itu sangat wajar. “Itu kan hukum agama mereka, bukan hukum agama kita. Ngapain kita repot-repot ikut menjalankan?” Ungkapan-ungkapan seperti itu pasti bakal keluar dari mulut seseorang yang “dipaksa” untuk hidup menurut aturan agama yang tidak dianutnya.
Ini dia yang bakal jadi permasalahan. Lihat aja, perda syariat yang diterapkan di beberapa daerah akhir-akhir ini akhirnya memicu daerah lain untuk menerapkan perda sesuai dengan agama mayoritas penduduk di daerahnya. Dan lihatlah betapa umat Islam sendiri berreaksi tidak adil terhadap hal ini. Mereka kebakaran jenggot dan mati-matian menolak, misalnya, perda Injil di Manokwari. Padahal, pernahkah umat Islam mempertimbangkan reaksi penolakan terhadap penerapan perda syariat dari umat lain di luar Islam?
Kita semua tahu pandangan dunia terhadap umat Islam. Islam disebut-sebut sebagai agama pembantai, pengacau, dan anti-perdamaian gara-gara ulah segelintir oknum (katanya) jihad yang tidak bertanggung-jawab. Orang-orang di luar Islam sudah lebih dulu alergi mendengar kata “Islam” sebelum berniat bersentuhan sedikit dengan Islam. Citra Islam sebagai rahmat bagi semesta alam sudah ternoda lebih dulu.
Lalu, jika mereka (aku menunjuk kepada mereka yang suka demo-demo menenteng spanduk dan poster bertuliskan “Tegakkan Syariat Islam di Indonesia”) memaksakan penerapan Syariat Islam di Indonesia, sudahkah mereka memperhitungkan reaksi dari umat beragama lainnya?
Bayangkan bagaimana reaksi masyarakat Bali yang sebelumnya pernah dilukai gara-gara kasus conthongan seorang A.M. Saefuddin pada masa kampanye pemilu yang berkata, “Maukah saudara-saudara diperintah oleh seorang presiden yang beragama Hindu?” demi menjegal langkah Megawati Soekarnoputri. Lalu bayangkan juga bagaimana kira-kira reaksi masyarakat di belahan Indonesia timur di mana Islam bukanlah agama mayoritas di sana.
Aku tanya, pentingkah persatuan Indonesia? Prihatinkah kita melihat satu-persatu daerah di Indonesia memberontak demi melepaskan diri dari kekuasaan sebuah Khilafah Islamiyah yang berjudul Indonesia?
Jika menjawab “tidak”, maaf, respekku terhadap yang menjawab demikian saat ini juga jatuh ke titik nol!
Negara ini dibangun bukan oleh orang Islam saja, Dab. Thomas Matulessy, Gusti Ktut Jelantik, I Gusti Ngurah Rai, Sisingamangaraja, Douwes Dekker, Martha Kristina Tiahahu, dan yang lainnya, semuanya memiliki saham atas tanah Indonesia ini.
Itu alasanku yang pertama.
Yang tambahan, Syariat Islam macam apa yang ingin dibentuk di Indonesia? Islam menurut pemahaman siapa yang bakal disahkan sebagai dasar negara? Muhammadiyah? Nahdlatul Ulama? Atau Jamaah Tabligh? Atau Salafiyah? Sunni? Atau Syi’ah? Hizbut Tahrir? Atau malah JIL? Yang mana? Jawab!
Kita semua juga tahu, di level akar-rumput, simpatisan NU masih sering bertengkar dengan kader-kader Muhammadiyah. Jamaah Tabligh disalah-salahkan oleh orang-orang Salafiyah. Yang mengaku Sunni juga menganggap Syi’ah sebagai aliran sesat. Jadi, Islam model mana yang mau diterapkan kalau ternyata umat Islam sendiri tidak satu suara, yang satu memproklamirkan sebagai yang paling benar dan menganggap yang lain salah? Tidakkah pemerintahan Indonesia justru rawan kudeta? Ketika yang satu berkuasa, yang lain berusaha menggulingkannya.
Daripada berteriak-teriak minta Syariat Islam diterapkan, ada PR yang jauh lebih penting. Tunjukkan dulu Islam itu benar-benar rahmat bagi semesta alam. Tunjukkan nila-nilai dasar seorang muslim kepada dunia. Buat orang-orang di luar Islam simpati terlebih dahulu kepada Islam, barulah bicara tentang Khilafah Islamiyah. Kalau seperti sekarang ini, mustahil Islam bisa diterima secara global.
Nggak usah bicara tentang sistem yang berjudul mati Syariat Islam. Terapkan dulu pelan-pelan. Nggak usah secara sok revolusioner ingin mengubah sistem pemerintahan kita kepada Syariat Islam. Kalau contoh di paragraf di atas sudah bisa diterapkan, silahkan terapkan ajaran Islam secara pelan-pelan. Nggak usah memaksakan memakai judul “Syariat Islam”, yang penting kan esensinya, bukan namanya. Jangan pakai cara-cara yang “mentang-mentang mayoritas”. Cara-cara nggak dewasa kayak gitu cuma bakal bikin orang-orang tambah alergi.
Lebih baik mana, sih, antara nama Negara Kesatuan Republik Indonesia tapi perilaku masyarakatnya islami dibanding dengan Khilafah Islamiyah Indonesia tapi isinya bobrok semua? Lebih penting judul atau esensi?
Perbaiki dulu moral masyarakatnya barulah bicara ke sistem! Jangan pakai cara yang hanya bakal bikin orang berpendapat “yang mayoritas memaksakan kehendaknya kepada yang minoritas”. Semuanya butuh perjuangan panjang dan terkonsep. Nggak bisa cuma dengan cara-cara instan seperti ngadain long-march sambil nenteng-nenteng poster disambi teriak-teriak via megaphone. Percuma. Itu semua cuma kegiatan sampah yang nggak produktif!
Lagian, apa dengan demo-demo kapiran begitu masyarakat bisa simpati? Demo yang selama ini aku lihat cuma didasarkan atas kepentingan kelompok saja, bukan atas nama masyarakat Indonesia.
Mereka demo tapi mendemokan sesuatu yang percuma. Energinya cuma dihabiskan untuk sesuatu yang tidak jelas. Ada di mana para tukang demo itu ketika masyarakat kecil ditekan “kebuasan” kaum kapitalis? Apakah mereka menggelar demo juga untuk membela rakyat kecil? Pernahkah mereka mengadakan aksi yang berpihak kepada rakyat? Bagaimana rakyat mau simpati kalo mereka tidak pernah bersentuhan langsung dengan rakyat?
Ada di mana mereka ketika penggusuran meminta korban para pedagang kecil? Ada di mana mereka ketika kelaparan terjadi di mana-mana? Ada di mana mereka ketika tekawe-tekawe kita banyak yang diperkosa di negeri yang – konon – negeri muslim? Ada di mana mereka ketika ongkos untuk pencerdasan anak bangsa ini semakin tinggi?
Mungkin aku memang ga gawul dan sering luput informasi. Tapi aku hanya melihat aksi-aksi pembela kebenaran itu biasanya ketika bulan Ramadhan. Heroik, Dab. Demo sambil bawa-bawa senjata dan kemudian melakukan pengrusakan di tempat-tempat yang dianggap sebagai sarang maksiat. Kali lain, mereka mengganyang orang-orang yang disinyalir berhaluan kiri. Dianggap komunis. Padahal, apa, sih, dosanya dengan menjadi seorang komunis? Kesempatan yang beda, anggota jamaah yang dianggap sesat diburu dan kemudian diperlakukan dengan cara yang sama sekali tidak islami.
Tapi ada di mana mereka ketika masyarakat kecil butuh pembelaan?
Inikah profil orang-orang yang katanya menuntut penegakan Syariat Islam di bumi pertiwi ini? Mereka lebih suka menzalimi masyarakat atas nama Islam dibanding dengan membela masyarakat yang dizalimi dan ditekan oleh para kapitalis. Padahal seharusnya mereka sadar, tanpa masyarakat tidak akan pernah ada suatu negara.
Stop demo-demo yang cuma bikin jalanan macet dan membuyarkan konsentrasi pengguna jalan. Stop nempel-nempel poster tidak berguna yang space-nya seharusnya bisa dipakai untuk menempelkan pengumuman lowongan kerja demi mengurangi jumlah pengangguran di negeri ini. Bersikaplah realistis. Lebih berpihaklah pada rakyat. Buatlah solusi nyata untuk masyarakat negeri ini atau Pancasila harga mati!
Diam, meskipun itu egois, dalam hal ini jauh lebih baik daripada berteriak-teriak tanpa makna.

Keren … si Joesatch lagi kesurupan side A(lim) rupanyah
keren!
Tepat sasaran. Benar-benar hipokrit dan egois, bukan?
Saya sendiri lebih mengkhawatirkan materi ’syariat Islam’ ini. Lha masalah ini ‘kan masih sering diributkan, tho? Yang ini bilang halal, yang ini bilang haram? Hukum versi siapa yang mau diikuti?
Ingat bahwa yang ‘kalah debat’ dalam hukum yang berasaskan unsur agamis, akan lebih merasa panas dan bersungut-sungut. Salah-salah kudeta.
Kalau benar-benar ingin menjalankan hukum yang terlalu ambigu begitu, saya taruhan kepala, yang jadi adalah distopia
sakit hatinya semua keluar nih..
Posting yang keren….Hemh sebagi sebagai Anan UIN yang katanya Jebolan UIN banyak Murtadnya… He he, Kenyataannya tidak Murtad tapi lebih rasionil dalam memahami Agama Islam tidak hanya taqlid buta oleh manzab dan ajaran Islam yang sudah dipolitisasi dari masa ke masa untuk berbagai kepentingan oleh pemimpin2 Islam masa lalau. yang mana Islam di politisir menjadi sebhuah kekuatan politik yang kuat dan mengakar, di belokan pengerahan masa perebutan kekuasaan, pembantaian etnis dll sebagai misi dakwah ..padahal itu adalah demi kepentingan kekuasaan beberapa orang saja,
Simbah sangat menentang penerapan syariat Islam dalam sebuah negara, simbah pikir syariat islam tidak akan menjadi sebuah tantangan bagi pemeluknya kalau semua unsur kehidupan sudah di aturnya, ini merupakan nafsu manusia untuk memaksakan manusia lainya menjalankan syarita islam padahal Tuhan memberikan akal pada manusia untuk memikirkan dan memilih..tidak perah memaksa, Kalau tuhan berkendak pastilah tidak sulit untuk mengislamkan seluruh umat di bumi ini…tapi Tuhan benar2 membaskan manusia untuk memilih…
So..tetap menjadi negara pancasilais dan jalankanlah syariatmu pada dirimu jangan memaksakan kehendak ..itu tidak baik,
Hati2 dengan politikus busuk yang rela menjual agama dan Tuhanya demi sedikit uang dan duniawi.
hati hati nanti nyesel lo
sip banget tulisannya Joe.. betul² tidak gampang nerapin syariat Islam
ya kalau loe sendirian yang negakin mana mungkin!!!!!!
Bahasanya bagus, euy. Puitik. Hehehe.
Sudah bicara dengan ehm… sapa tu namanya.. Lembaga Dakwah Kampret… mengenai masalah ini?
Ada tanggapan dari mereka, Jo?
Saya sebenarnya amat berharap temen-temen sekampusnya Joe dari LDK mau menjawab postingan ini. Sebab pertanyaan Jo mengenai ‘pertikaian’ muslim Indonesia level grass-root adalah realita yang hingga kini tak berkesudahan, adalah pertanyaan yang bagus sekali.
*berharap ada komen/posting balasan dari LDK (atau minimal pendukung idenya)*
Mengena, mas Joe!
Hmmm…di kampus saya, banyak jg aktivis LDKnya. teman2 saya juga banyak,
maklum, MIPA dikenal sebagai pesantrennya UNANDTapi, hanya sebagian dari anggota LDK yg ngomong ttg Syariat ini. Pernah jg, ada salah seorang yg masuk ke kelas(waktu saya masih tahun 1
dan minta ampun manisnya) dan meminta tandatangan dukungan penerapan syariat Isalam di Indonesia. Karna gak ngerti, ya…gak saya tandatangani.“Untuk apa mengikuti hal yang kita tidak tahu pasti arahnya kemana kan? Emangnya saya kebo, ditarik kemana2 aja mau?” gitu pikir saya dulu.
Dan sampe skrg, setelah saya lumayan sering bergaul dgn teman2 tadi, saya belum mudeng jg arah dan tujuannya kemana. Cara mereka emang sering bikin orang mengernyit. Waktu orang kuliah, teriak2 pake towa di luar kelas ngajak demo. Untung dosen saya gak jantungan.
Soal Perda Syariat, disini jg ada. Soal pakaian muslimah untuk anak sekolahan dan PNS. Tapi saya rasa itu baik, karna KATANYA masyarakat sini juga mendukung hal itu.
Tapi, kalo soal penerapan di Indonesia, sekali lagi, saya juga masih belum mudeng sepenuhnya. Ada yang bisa menjelaskan? *lirak-lirik nunggu yang dimaksud. Datang gak ya? Toeng!*
*panjang banget ya komennya?*
Entah kenapa, aku merasa kamu bikin ini habis baca komenku buat Pak Herianto, lho…
Iya, harusnya yang jadi langkah awal itu Islam esensial dulu. Tunjukkan bahwa kita bisa mengatur diri dan umat dengan baik; etos kerja, disiplin, tata tertib, dlllll…. baru setelah semua itu disetujui dan disambut hangat, perkenalkan “ini lho Islam…”
Menerapkan syariat itu susah. Agama lain juga harus diperhitungkan; belum lagi ngurus intern Islamnya sendiri. 10-20 tahun dari sekarang pun kayaknya masih bakal ada klik antara NU, Muhammadiyah, Persis, Salafi, JT, dkk…
Mungkin itu sebangsanya power syndrome… mentang-mentang mayoritas, jadinya langsung kelabakan begitu ada ‘aturan lain’ berlaku di daerah kekuasaannya.
Jo, ngaku ra koe nek Syariat Islam diterapkan, koe yo bingung to???
Mengko arep mbojo neng endi koe hayo???Hehe…
Durung meneh mengko raiso ndelok mbak2 ber-rok seksi!!
Harotoyooo…!!!
saya malah tertarik bukan dengan isu ini… tapi dengan banner lombablog di bawah tuh loch… btw udah saya klik bannernya… jadi yuri… pengennya mau ikutan sih… tapi….
Yap! kalo orang udah pada tau kebaikan Islam itu sendiri, tanpa pake yang judulnya Syariat Islam pun semua akan berjalan seperti-yang-diinginkan-syariat-Islam-sesungguhnya-meski-tanpa-judul-Syariat Islam
Setodjo!
upz….ada aliran ’panas’ yang disebut2 disini… Ati - ati Joe…darahmu kayaknya makin halal…
Numpang nimbrung nih Mas…
@ Desti Utami
“maklum, MIPA dikenal sebagai pesantrennya UNAND”
Wah, sama dong! Jangan2 di semua univ begitu? Atau perlu sertifikasi dulu ya?
@ joesatch
Mantaf!!! Seribu, eh sejuta deh.. Mantaf!!
Eh, ga semua LDK itu Lembaga Dakwah Kampret looo…
Terus, emang komunis ga dosa? Dosa lagi Bos… Kekeke…
Jadi teringat soal runtuhnya khilafah Islamiyah (yg pasti menurut saya (dan guru ngaji saya) bukan saat Turki Usmani runtuh, tapi jauh sebelumnya. Yaitu ketika khalifah malah dipilih berdasar keturunan, bukan kompetensi ), gara-gara perebutan alias gontok2an juga. Makanya kalo mau menerapkan syariat Islam di Indonesia, emang susah sih. Masyarakatnya terlalu plural.
Saya punya temen orang Aceh (lupa, pokoknya dia pernah tinggal d sana). Kita tahu, NAD menerapkan Syariat Islam lumayan udah lama. Dia cerita, ada Ibu2 yang ga pake jilbab, terus dihajar rame2 di pasar. Nah, daripada digebukin, mending tuh Ibu ngaku kafir. Sampe segitunya coba… Tanya kenapa?
wah..MIPA kok dimana2 identik dgn ke”hijau”annya ya..sampe istriku dulu waktu pacaran dikirimin surat kaleng sama anak2 musholanya hehehe, katanya gak boleh =)
anyway..indonesia itu sebagian besar elitnya(menurut gue) orang males berpikir yg seneng sama simbol2…coba aja…kalo ada isyu2 tentang syariat islam..pasti jargonnya untuk mengatasi masalah negara yg makin komplex..la wong hukum abad ke 13-14 kok dipake buat ngejawab permasalahan abad 21..kan sakit jiwa namanya =)udh gitu kalo ngebahas masalah ini pasti pada gagah2 n seolah2 pada mikirin rakyat semua..padahal..paling taun depan disidik gara2 ngembat dana non budgeter atau APBD hehehe
lagian..apa ada negara berdasar syariat islam yg “ideal” dalam artian fair sama semua warga negaranya??…dulu mungkin pernah ada..walau dulupun sebenarnya syariat gak diformalkan seperti keinginan sekarang, tapi sekarang..negara berdasar syariat yg gue tau kok negara2 yg represif…n cenderung korup serta elit nya hidup mewah gak kira2 =)
yahh..mohon maaf kalo komen gw kurang berkenan dan masih ada kesalahan…gw masih mencoba mengasah akal gw..jadi kalau salah..tolong dibenerin yaa =)
kayanya pemikiran anda sama seperti saya dulu tapi sedikit demi sedikit sekarang paham apa itu islam dan syari`atnya
jadi jangan malas untuk mempelajari syari`at islam
rupanya sakit emmbawa berkah buatmu,Joe…
sakit terus aja ya?biar bisa bikin tulisan2 bagus kek gini…
maksutnya sakit membawa berkah…sori…salah ketikz…
wacana kritiknya bagus… ^^;
Benar, saya juga lebih memandang bahwa memahamkan orang untuk ber-Islam dengan baik jauh lebih efektif daripada memaksakan untuk serta merta menerapkan syariat Islam dengan kondisi plural masyarakat Indonesia sendiri…
ya,,
begini lah keadaan LDK di kampusku juga.
heboh demo syariat,,
pokoknya Islam itu harus bisa diterapkan sebagai dasar negara.
kan rahmat bagi seluruh alam, pasti bisa diterapkan di Indonesia donk!!
begitulah kira2 salah satu dasar pemikiran mereka..
Duh aku malah udah alergi duluan sama orang yang berkoar2 itu -_-
Memang sieh gak adil banget pastinya klo emang mo menerapkan sistem pemerintahan syariah Islam..hmm..belom lagi emang islam banyak cabangnya..tar yang ada malah makin semrawut.. Yang kayak gini bukannya bikin damai dan tentram malah bikin perpecahan makin menjadi2 ..sedih bener~
Yah. begitulah kalau orang sudah kecanduan agama.
mungkin mereka lupa pelajaran PMP/PPKN/P-4 …
diakherat ga di tanya pmp but tingkah lakumu
maybe di kampusku juga kali ya? ada dominasi MIPA disana.
Lembaga Dakwah, yang ada di bawah Tim Pembina Kerohanian itu, setahuku lho…orangnya santun2, setidaknya yang kukenal sih…
Setahuku juga, yang ekstrim malah gerakan2 Islam yang notabene ber’markas’ di Luar Kampus. Sering bikin demo2 dan kritik ’sosial’ lewat buletin, dsb (masih banyak, termasuk minta tandatangan dll)
inilah bedanya, kalo yang lembaga dalam kampus tadi dakwahnya pake bunga, yang luar kampus tadi pake tanda tangan.
Ah, pengetahuanku masih terlalu dangkal…cmiiw
Posting yang keren abis, layak kalau meneruskan perjuangan Wadehel alm.
‘orang-orang itu’ mana neh? tumben blom nongol
AKUUR mas, setuju dengan uneg-uneg dan kritiknya. Kereen…

Di kalangan blogger juga sedang marak dengan gerakan yang anda maksud…
Bagaimana kalau mencetuskan gerakan blogger anti syariah…?
Hmm…rasanya malah nilai ‘persatuan’ yang ditekankan dalam semua agamalah yang tidak diperhatikan…
Setuju.
Assw wr wb
eh … diulang
Assalamualaikum warakhmatuLlahi Wabarakatuh
(menurut teman2 salafy gak boleh disingkat2, karena sarannya baik dan lagi ingat saya ikuti, OK!)
Sesuai saran si Sora9n di salah satu komen nya di blog dia, saya mo ngasi komentar nih [mudah2an bisa jadi bahan perdebatan kita yg baru)
#
Saya suka dengan beberapa penggalan kalimat ini :
(Ma'af, saya gaptek nih untuk membuat layout-nya jadi kutipan)
[1]Daripada berteriak-teriak minta Syariat Islam diterapkan, ada PR yang jauh lebih penting. Tunjukkan dulu Islam itu benar-benar rahmat bagi semesta alam. Tunjukkan nila-nilai dasar seorang muslim kepada dunia. Buat orang-orang di luar Islam simpati terlebih dahulu kepada Islam, barulah bicara tentang Khilafah Islamiyah. Kalau seperti sekarang ini, mustahil Islam bisa diterima secara global.
[2]Perbaiki dulu moral masyarakatnya barulah bicara ke sistem! Jangan pakai cara yang hanya bakal bikin orang berpendapat “yang mayoritas memaksakan kehendaknya kepada yang minoritas”. Semuanya butuh perjuangan panjang dan terkonsep. Nggak bisa cuma dengan cara-cara instan seperti ngadain long-march sambil nenteng-nenteng poster disambi teriak-teriak via megaphone. Percuma. Itu semua cuma kegiatan sampah yang nggak produktif!
[3]Ada di mana mereka ketika penggusuran meminta korban para pedagang kecil? Ada di mana mereka ketika kelaparan terjadi di mana-mana? Ada di mana mereka ketika tekawe-tekawe kita banyak yang diperkosa di negeri yang – konon – negeri muslim? Ada di mana mereka ketika ongkos untuk pencerdasan anak bangsa ini semakin tinggi?
Komen saya atas penggalan tersebut masing2 begini :
[1] Mudah2an si Joe ini telah menunjukkan [juga] terlebih dahulu bahwa Islam itu benar-benar rahmat bagi semesta alam dan telah menunjukkan nila-nilai dasar seorang muslim kepada dunia.
[2] Mudah2an si Joe ini aktif [aktivis moral] dalam memperbaiki moral [baik] masyarakatnya.
[3] Ada dimana kamu [sendiri] Joe waktu penggusuran meminta korban para pedagang kecil? Ketika kelaparan terjadi di mana-mana? Ketika tekawe-tekawe kita banyak yang diperkosa di negeri yang – konon – negeri muslim [ini]? Ketika ongkos untuk pencerdasan anak bangsa ini semakin tinggi? Kamu ada dimana Joe. [Semoga terjun langsung adanya...]
Insya Allah, Joe tidak sekedar berwacana [ngomong2 aja] dan men ‘cuap2 i’ saja orang2 yang [sudah dulu dan mau] kerja [nyata].
“Wacana [baik] tapi tak terkerjakan jauh lebih jelek dari kerja [nyata]yang bercela” (Herianto:2007, rawahul himself)
Sekiranya Joe dapat menunjukkan ’semua kbaikan’ yang dia sodorkan di postingan ini [di alam nyata] kepada aktivis2 syariat itu, insya Allah para aktivis syariah itu akan beralih ke cara2 yang si Joe tawarkan di atas.
Amin.
Semoga saya juga bisa… Amin.
Anda komentator lain juga… Amin.
Itu aja, lain2 saya setuju dengan gagasan, kritik dan pandangan yang ada di postingan ini.
Joesatch [ternyata] berbakat [juga] jadi ulama …
maaf !apa kita juga punya tanggung jawab sebagai umat nabi ?
Benar, bangsa ini adalah bangsa yang plural, sebagaimana saya sebutkan dalam Realita Pluralitas.
Pemaksaan jutru akan berakibat konflik tanpa ujung pangkal, eh?
Saya setuju dengan anda, Tuanku.
Topiknya dah basi nih joe…hehehe, sorry…tapi saya tetap menghargai kritikan mu, kegalauan mu.
Polemik ttg syariat seperti itu ndak usahlah dibesar-besarkan. Paling2 cuma jadi topik hangat, yang kalo udah basi buat sebagian orang memang masih enak untuk dihangat-hangatkan atawa diperdebatkan. Diperdebatkan bukan untuk mencari kebenaran, tapi sekedar untuk mengkonyol-konyolkan argumentasi masing2. Percaya deh!
Yang mengajak debat dan yang menjawab debat nantinya sama2 cuma senang berdebat. Cuma sebatas itu kok!. Yang coba ingin ditunjukkan juga paling2 kesombongan ego masing2 sebagai pihak yang merasa paling benar dalam perdebatan. Sekali lagi, cuma benar dalam perdebatan!
Kok bisa?! lha wong yang saling berdebat juga masih sama-sama dalam tahap pencarian kebenaran kok, hehehe. Masa sih dalam tahap pencarian itu sudah berani saling salah-menyalahkan *geleng2 pala*. Ketemu juga belom, hehehe.
Joe, saya setuju dengan kegalauan hatimu. Saya maklum dengan kritikan kamu. Tapi gak usah berharap terlalu banyak joe. Saudara2 kita yang kamu singgung di atas itu mungkin gak akan mudheng.
Kalo boleh pinjem istilahmu : Diam, meskipun itu egois, dalam hal ini jauh lebih baik daripada berteriak-teriak tanpa
toamakna.Oh iya joe, bagaimana dengan kamu sendiri. Setujukah kamu dengan penegakan syariat itu? Kalo saya sih setuju. Syariat itu the justice of islam, keadilan versi islam (maaf, jangan tanya saya lebih jauh maknanya. Tanya sama yang ahli saja. Kalo tanya sama saya, paling2 saya maksain jawab demi melindungi ego ini saja).
Tapi tunggu dulu, setujunya saya itu sebatas ditegakkan dalam lingkup diri pribadi. Setidaknya untuk saat ini, meski itu pun dalam takaran yang sangat sedikit dan masih bertahap (Insya Allah). Saya ndak berani menegakkannya dalam lingkup di luar pribadi saya, apalagi bicara untuk lingkup yang lebih luas dari itu. Lha wong saya “membaca” saja masih aa..i..u, hehehe.
Jangan salah paham ya joe… (buat yang laen juga, jangan salah paham ya…)
Saya justru melihat lain. Mungkin (cmiiw) masing2 -yg pro syariat islam- dan kontra belum melihat Islam secara keseluruhan. Jadi ketika yg satu melihat dari sisi negative lalu menyalahkan bahwa syariat Islam itu negative. Sebaliknya yg melihat dr sisi positive (plus idealime ‘kali!) maka jor-joran ingin “menegakkan” syariat Islam.
Bener kata Joe, tiap agama pasti juga ga nyaman kl aturan yg dipakai berdasarkan agama lain. Tapi tiap agama (harusnya) juga sadar dan yakin bahwa aturan agamanyalah yg paling benar, paling sempurna dan paling adil-bijaksana. Jika tidak, maka sebaiknya si pemeluk agama mempertimbangakan untuk pindah agama saja. Karena aturan dr Tuhannyanya saja sudah tidak sempurna! Berarti konsep ketuhanan yg Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Maha Pencipta patut diragukan bukan?
Bergerak dari situ logikanya (seharusnya) tidak bisa aturan itu dibuat berdasarkan kombinasi dari aturan beberapa agama krn hanya akan ada 1 aturan yg benar! Jadi beberapa aturan agama itu harus melarut pada satu aturan agama yg benar tsb?
Agama yang mana?
Nah, cari deh kira2 agama mana yg punya ataruan lebih lengkap yg mencakup seluruh perkara. Buat perbandingan, test case, kl perlu kumpulin semua tokoh2 agama yg masing2 membawa aturan dr sumber yg benar2 valid, bukan sekedar pendapat mereka lho! Berarrti mereka harus bawa referensi2 (kitab dll) sbg landasan penentuan hukum.
Nanti kan bisa dilihat agama mana yg paling sempurna aturannya. Perkara nantinya mau dipake atau tidak itu akan ada pertimbangan lagi. Krn akan ada unsur politis, toleransi dsb.
Ini sy tulis krn saya SANGAT tidak rela kita saling meremehkan salah satu agama dg landasan pengetahuan agama yg rendah.
KAng Maz Joe.. Shalat itu bukannya Syariat ISlam? berbuat baik kepada ortu itu bukannya Syariat ISlam? Puasa Itu BUkan Syariat Islam? Lantas Syariat Islam yang mana?
Ini awal.. tapi nanti saya baca dulu seluruhnya..
Luthfi:::
Habis side A side B(ajingan) lagi, kok, kekekekeke
aRdho:::
Maksudnya tampang dan gaya saya, ya? ah, terima kasih
Kopral Geddoe:::
Ya. Hipokrit dan egois.
Eh, hipokrit artinya apaan sih?
arul:::
su’udzon, ah. saya ndak sakit hati sama sapapun, kok
mbah keman bersabda:::
nggih, mbah. saya akan selalu berhati2 dan inget petuah mbah. maturnuwun mbah…nderek langkung…
roffi:::
banyak agenda besar yang harus dikonsep secara matang, mas
bangaip:::
belum, bang. saya juga berharap ada tanggapan dari mereka. lumayan, bikin rame
destiutami:::
panjang juga gpp kok, mbak. semoga aja bisa mencerahkan yang lainnya
sora9n:::
tidak juga. postingan ini sudah dirancang sejak seminggu yang lalu, kok, hehehehehe
Aday:::
halah! kowe yo bakalane bingung tho? bayangkan kalo mipa pake hijab, kekekeke
HOROTOYO!!!
Suluh:::
ndaftar wae, mas. wingi aku wis entuk kaos
chiw imudz:::
sekalian aja dianggap berkhasiat, biar biksu tong punya saingan
pramur:::
mur, komunis beda lho sama atheis. komunis itu cuma paham tentang sama rata sama rasa
radit:::
sudah tiga perguruan tinggi berarti yang saya tau kalo mipa itu identik dengan pesantren
jejakpena:::
trimakasih buat pujiannya, ehehehe
calonorangtenarsedunia(ga login):::
dikuasai mipa juga ga?
chielicious:::
saya juga alergi dengan hal2 yang arahnya nggak jelas gitu
Neo Forty-Nine:::
kronis, akut, sehingga nggak memperhitungkan massa di sekitarnya, kira2
joerig:::
paling2 kata mereka, p4 itu produk orde baru
Paijo:::
hahahahaha, saya belum sekritis beliau kok, pak. tapi mungkin visi kami sama. sama2 demi indonesia yang (tetap) bersatu
syah:::
saya juga menantikan hal yang sama, mas
Thamrin:::
sejujurnya, saya nggak anti-syariah kok, mas. buktinya saya nabung di mandiri syariah. soalnya potongannya lebih kecil
tapi saya memang sedikit nggak sreg dengan cara mereka protes. tidak elegan dan terkesan pgn hasil instan
Death Berry Ille-Bellisima:::
hasilnya (kalopun berhasil) adalah khilafah yang tidak islami. begitu kira2?
Herianto:::
1. amin!
2. amin juga!
3. entah. saya juga lupa. coba bapak tanya ke shendy, desti, ayu, memey, melly, atau siapa gitu, asal gadis cantik di lingkungan ugm. sapa tau saat itu saya malah ada di kos2an salah satu dari mereka. atau barangkali saya justru tidur di rumah, pak. entahlah, saya juga nggak yakin.
tapi setidaknya, saya tidak pernah ikut2an berteriak2 minta syariat islam ditegakkan dengan cara instan, sehingga saya tidak merasa munafik terhadap perjuangan dan mengkhianati perasaan rakyat kecil. mereka berjuang mencatut nama rakyat tapi tidak sensitif dengan kebutuhan rakyat itu sendiri
saya mewacanakan untuk tidak menuntut syariat islam dengan cara instan, tentunya saya melakukan apa yang saya wacanakan, yaitu ya tidak menuntut itu tadi
tenang aja, pak. saya cuma nyonthong tentang apa yang bisa saya lakukan, kok
berlebihan, pak. anak muda yang masih suka menyambangi berbagai kos2an putri tentunya belum layak untuk dijadikan ulama yang notabene adalah panutan ummat, hehehehe
Master Li:::
“Tuanku”??? Errrr…terlalu berlebihan
elpalimbani:::
itulah, mas. debat yang percumalah yang terjadi selama ini. misalnya talkshow atau seminar tentang khilafah islamiyah yang posternya sering nangkring di kampus saya. itu saya nilai cuma pemborosan energi untuk sesuatu yang tidak produktif.
panitianya cuma kecapekan menguras stamina, pesertanya (yang dari golongan itu2 saja) juga membuang uangnya dengan (maap) mubazir.
seandainya sang pembicara itu dibayar, mungkin dalam hal ini yang diuntungkan ya cuma sang pembicara
Ahmad:::
Saya jamin, tidak akan pernah ada kesepakatan kalo tentang hal ini. semuanya bakal berdiri di atas egonya masing2
Hanichi Kudou:::
yo’a. dibaca aja dulu lagi. saya nggak anti dengan syariat islam, kok. mungkin kata2 saya yang berikut ini bisa memperjelas kalo saya ga anti terhadap syariat islam:
saya cuma nggak suka dengan cara2 kampanye mereka yang nggak simpatik dan rentan mengancam perdamaian antara umat beragama di indonesia. ada kok cara lain yang lebih mengena dan berpihak kepada rakyat dibanding teriak2 nggak jelas juntrungannya
eh, seandainya mas hanichi liat – misalnya. ini misalnya, lho – poster yang berbunyi “saatnya hindu (atau buddha, atau kristen, atau katolik) memerintah indonesia”, kira2 reaksi dalam hati mas hanichi bakal bagaimana?
saya setuju 1000.000%. semua tulisan diatas, kayaknya sudah mewakili keinginan hati saya, yg juga sama mengkelnya thp para pendemo yg sok paling Islam tsb. salut, salut…..
kalau anda bukan muslim saya maklum
Good, sip mas Joe
Maju terus, merdeka !!!
Hmm,, baca dari smalem,, baru niat komen skarang,,
Indonesia jadi negara dengan Syariat Islam sebenernya mungkin bagus lho jadinya,, tapi dengan agama yang sebenernya,, masalahnya agama yang kaya gitu itu yang mana ya? yang dimulai dengan akhlak baik dan saling menghormati sama manusia lain,,
kalo yang kaya skarang?? hmm,, mungkin ntaran dulu deh,,
Hmm,,
sip!!
Ma setuju banget masalah “esensi, bukan namanya” itu,,
Masalah demo demo yang kaya gitu,, mungkin ‘mereka’ mikir juga kok masalah rakyat kecil,, tapi ga jadi prioritas aja kali,, mungkin juga ‘mereka’ punya alesan sendiri,,(niat buat husnuzon,,
hehehe,,)
Pengen nanya sama ‘mereka’, tapi bakal dijawab ga ya??
Seep! Kritis mas joe. Aku juga sepakat kalo kita seharusnya lebih mementingkan esensi daripada judul.
yang kudu dipikir sekarang sudahkah kita menunjukkan esensi rahmatan lil alamin yang dimiliki oleh ISLAM. sudahkah kita menjalankan kewajiban yang ada dalam islam. Ini kan cara yang gak instan? Di mulai dari diri kita masing-masing. Aku kira… gak usahlah jengkel ato mangkel sama orang yang udah berbuat nyata. Kita sendiri udah berbuat apa? *coba mikirin diri sendiri*
Udah sholat? Baca Qur’an belom? udah nunjukin belum isi dari islam. ato…
maklum mas merka baru belajar untuk cari tahu , ntar juga mikir
::uztadzah mode on::
permisi mas joe yang cantik dan ganteng
sepengetahuan saya, hokum syariat Islam (misalnya potong tangan), dapat diterapkan jika prinsip keadilan terpenuhi. Misalnya ada pengemis mencuri makanan, tidak serta merta di potong tangan. Tapi dilihat dulu kondisinya, sejahtera atau tidak, berkecukupan atau tidak. Kalo sarat itu terpenuhi, ya monggo dipotong. Tapi kalo enggak, itu salahnya khalifah. Lalu, hokum potong tangan tadi gak berlaku lagi..
setahuku gitu lhoo…tapi ya gak tau deng..
kualitas Muslim Indonesia gimana gitu…banyak tapi pemahamannya kelas teri..
maap2 kalo ada yg menyinggung
piss dhab!!
(dumeh bar moco2 kie….hehehehe)
Lho, setahu saya perda syariat Islam semacam di Aceh kan cuma ngatur intern umat Islam. Mana ada ceritanya non muslim dipaksa dijilbabin sama polisi syariat.
Di Padang juga gitu, komunitas Tionghoa (yang non muslim) ga pernah di apa-apain tuh. Klo ga percaya silahkan berkunjung kesana. Gadis-gadis Tionghoa/Non Muslim yang masih SMA bebas pakai rok mini 10cm diatas dengkul, klo yg Muslim minimal Rok Panjang.
Yaa iyalah, lha wong perda syariat kristen nya ikut-ikutan ngatur orang non kristiani, segala dilarang pake jilbab ditempat umum (emang nanti bakalan ada razia jilbab?). Truz kantor2 pemerintahan mo dipasangin salib gede, lha di Aceh aja ga ada pemasangan kaligrafi Allah/Muhammad jee. Paling banter cuma nama jalan atawa plang kantor dalam tulisan arab.
Au ah gelap!
kalo orang islam nolak syariat namanya tolol
jika belum tahu atau belum faham makanya gaol
[bold]test[\bold]
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.
kata bu guru sejarah, kata2 diatas adalah bunyi awal sila pertama dalam pancasila, yang kemudian menuai protes dengan ancaman bila sila pertama itu tidak dirubah maka INDONESIA TIMUR MENGANCAM AKAN MEMISAHKAN DIRI.
yang terpikir oleh aku waktu itu sih, kenapa sih yang sewot orang indonesia timur, bukannya kata2nya dah jelas, yang wajib menjalankan syariat islam adalah pemeluk islam, kok yang bukan pemeluk islam yang sewot sampai mengancam mau memisahkan diri dari indoensia?
atau cuman iri saja, kok yang islam diwajibin menjalankan syariat islam, sedang yang lain kok tidak diwajibin ya?
kalo gitu harusnya sila pertama itu harus dirubah menjadi sebagai berikut:
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan agama masing-masing dengan murni dan konsekuen.
by teh way,
mengenai perda injil di manokwari, sependek pengetahuan saya, ada peraturan yang berbunyi:
“Bagi siapa saja yang tidak setuju dengan perda injil ini harus angkat kaki dari manokwari”
ah joe, jika saja kamu waktu itu ada di ambon, mungkin jalan pikiranmu akan sangat berbeda…
tampaknya semua umat beragama harus meningkatkan kesadarannya,
sehingga tidak akan ada sikap standar ganda.
pertanyaan saya: kalian tuh dah belajar islam dari mana?
Lihat postingan dan komentar-komentar kayak gini, saya yakin kalo yang nulis gak pernah betah ama “pengajian”. Kacian!
Dah lah, setahuku yang maki-maki islam kayak gini cuma setan!
insya Alloh ntar juga Insyaf Amiin
yo wes tak dukung..!!
bandit-bandit berjubah,yang suka gaya-gaya petantang-petenteng itu emang bener2 gak tau untuk ap agama itu ada..!!
Ummm… jadi keinget pelajaran sejarah waktu smp.
“indonesia adalah negara adalah ngara yang majemuk, jadi bla bla bla”
omongan guru waku smp koq sama spt kak joe ya? jangan2 dulu kak joe guru sejarahku wktu smp?
Ndak papa joe, yang penting kowe sama kaya Gue (di Jkt nih).. suka ama nyang Jilba***.. ~halah gak nyambung… lam kenal
masalahnya, katannya ga boleh di sebutin itu Jilb***Lov** hehe.. calon istriku nggak kalah sama calon istrimu Joe wakakak..
lha ya padha lupa ya?
pancasila itu kan islami banget toh?
ketuhanan yang maha esa, sila satu ini saja sudah menandakan bahwa sebenarnya indonesia adalah negara yang islami, tapi ingat, bukan negara agama… lain ceritanya ya kalo negara agama….
gara2 sila 1 di pelintir menjadi keuangan yang maha esa, maka sila 2 ampe 5 berbalik makna semua
2 : kemanusiaan yg tidak adil dan tidak beradab
3 : disintegrasi bangsa
4 : rakyat tidak dipimpin oleh pemimpin yang punya hikmah dan kebijaksanaan
5 : ketidakadilan sosial bagi seluruh rakyat
coba liat deh negara barat, mereka justru lebih islami dari kita, di mana2 kebersihan di jaga, aman banget, masyarakatnya patuh pada hukum, orang2nya profesional, padahal negara liberal, sekuler malahan…
jadi marilah jadikan indonesa ini negara islami yang berdasar pada hukum2 kemnausiaan yang universal, ngga perlu berkiblat ma negara2 arab… kita juga punya kearifan2 lokal yang baik dan tinggi nilainya… baik yang berasal dari agama hindu, islam, atau apapun…
mending ngga usah pake syariat islam lah…. ntar agama lain malah cemburu….
karena sekali lagi seperti kata saya itu bahwa indonesa bukan negara agama….
cukup pancasila aja…..
ok joe… apik tenan… keep writing….
astagfirullahaladzhim…tulisan ini cukup egois menurut saya,coz hanya berbicara agama dalam kondisi “parsial” saja, gak mengkaji seluruhnya.
maap,niy maz jo, Rie juga dulu ‘anti’ ma hal2 kayak gini,tapi kayaknya gak tepat jika mw nge’judge’ mereka2′yang di sebut namanya’.
Yang namanya Syariat Islam itu cuma satu. Ga ada syariat Muhammadiyah,
MUNU, Sunni, Syi’ah, de el el.Because Islam is THE ONLY ONE!
…
…
…
Nyambung ga ya??
Semestinya memang iya, tapi kenyataannya sangat berbeda.
Jangan menutup mata lah…
permisi mas..
syariat Islam itu dasarnya satu..Al Quran..jadi ya cuman satu.
masalah perbedaan itu masalah beda cara tafsir saja.
dan kualitas keimanan tiap orang gak sama.
lagian di akherat gak bakal ditanyain
“Kamu Islam apa?? Muhammadiyah?? ya ke situ..
Kamu apa?? NU?? ya kesana..”
udah baca tentang UU Manokwari belom si ini semua??
disitu, orang Islam gak boleh masuk kota Manokwari, gak boleh ada azan, gak boleh pake jilbab, de el el. Lalu ada Manokwari kota Injil.
Vatikan aja gak ngaku2 kota Injil…
di Aceh, non Islam monggo aja dateng..gak pake jilbab ya monggo..
ngapa ngatur2…
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alangkah baiknya jika adik adik meninggalkan perbuatan yang tergolong riya’ ini dan meningkatkan ibadah dan takwa kepada Allah SWT.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc
http://ahmadsarwat.wordpress.com/
kayaknya sih dikuasai MIPA.
tapi knp sih MIPA yg lebih banyak ’santri’nya?
soal perda manokwari yg bikin umat islam kalap ya anggap aja impas sama pembukaan piagam jakarta yg dulu bikin orang non muslim kalap..
Assalaamu’alaikum Kang Maz.. alhamduliLlah saya sudah baca keseluruhan artikel yang antum buat. Tapi sebelum menampilkan komentar saya, saya pengen nyanyi dulu..
*
*Tes..tes.. Doremi.. Ini pake nada lho mas.. ehm.. ehm.. lagunya Sherina di pilem Petualangan Sherina yang imut..
“Mengapa bintang bersii..ii..nar..
Mengapa Aiiir menga..a.a.alir..
Mengapa dunia berpuu..uu…uutar,
Lihat sgalanya….. lebih dekaattt.. dan kauuuu…
aa..aa..kan mee…ee.engertiiii..”
Oke, saya coba klarifikasi beberapa penggalan-penggalan artikel yang antum tulis, kalo ada yang kurang, tolong diingatkan ya..
Oya, pertanyaan antum sebelumnya waktu nanggepi komentar saya Insya Allah juga sudah terjawab di tanggapan saya yang ini.. Maaf.. sekali lagi maaf kalau kepanjangan ya Mas..
BismiLlahirrohmaanirrohiim
{{Kalau saja alasan pokoknya karena siap atau belum siap? Maka saya pikir ini bukan alasan yang pokok, ketika diterapkan tata tertib ujian oleh dekanat, maka dekanat tidak perlu bertanya kepada seluruh mahasiswa siap atau tidak siap, ketika Pemerintah menerapkan Pancasila, maka pemerintah pada waktu itu tidak pernah menanyai satu per satu apakah rakyat Indonesia siap ataukah tidak, ketika PBB menerapkan Universal Declaration of Human right, buktinya, PBB tidak pernah dan saya yakin tidak akan pernah menanyai satu persatu masyarakat dunia apakah siap ataukah tidak.
Oleh karena itu, kalau mau dirunut, alasan yang paling pokok dan amat mendasar dari mengapa kita dapat menerima atau menolak syariat Islam dalam tataran negara adalah sebagai seorang muslim, apakah menegakkan Syariat Islam dalam tataran negara itu wajib atau tidak? Inilah dimensi yang merupakan implikasi dari aqidah Islam dan inilah alasan pokok yang sebenarnya. Dengan kata lain, jikalau menegakkan Syariat Islam dalam tataran negara itu tidak wajib, melainkan mubah atau jaiz, maka tidak ada masalah sama sekali ketika kita menolaknya, karena jika kita tidak menjalankannya atau menjalankannya, kita tidak akan mendapat konsekuensi apapun, baik itu pahala maupun dosa, karena sama saja, mau dikerjakan atau tidak, monggo, sama saja konsekuensinya, yaitu tidak ada konsekuensi.
Berbeda ketika hukum menegakkan Syariat Islam dalam tataran negara itu adalah haram. Implikasinya, kita akan berdosa ketika menerapkannya, dan wajib menjauhinya. Namun jika menegakkan Syariat Islam dalam tataran negara itu adalah wajib, maka mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, benci atau tidak benci, kita wajib menerapkannya, dan akan berdosa ketika mengabaikannya.
Oke, setelah sampai sini, maka saya akan mencoba menjelentrehkan peta pemikiran para sahabat, dalam masalah wajib atau tidak wajibnya menerapkan Syariat Islam dalam tataran negara.
Pasca wafatnya RasuluLlah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apa yang dilakukan para sahabat? Apakah mereka langsung menguburkan RasuluLlah? Ternyata jawabnya tidak. Lantas apa yang para sahabat lakukan? Apa hal yang membuat para sahabat merasa ada hal yang lebih wajib dilakukan terlebih dahulu ketimbang menguburkan Rasul, padahal menguburkan mayat itu hukumnya fardhu kifayah, jika ada sebagian orang yang telah menguburkan Ternyata yang dilakukan oleh para sahabat adalah mencari pengganti (khalifah) RasuluLlah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai kepala negara Islam, bukan sebagai penyampai risalah/wahyu (RasuluLlah). Dan Abu Bakar ash-Shiddiq terpilih sebagai khalifah-nya. Barulah setelah para sahabat memilih Abu Bakar sebagai pengganti Rasulullah dalam kapasitas sebagai kepala negara, para sahabat memakamkan Rasulullah. Dan tahukah berapa lama itu terjadi? Dua hari. Rasul meniggal hari Senin pagi habis shubuh, dan baru dimakamkan hari selasa tengah malam. Mengapa, mengapa para sahabat lebih mendahulukan mengangkat seorang khalifah daripada memakamkan Rasul yang mulia? Apa yang dilakukan para sahabat? Mengangkat Khalifah sebagai kepala negara Islam yang mengurusi urusan kaum muslimin. Inilah yang menjadi salah satu dari sekian ratus dalil, mengapa menerapkan Islam dalam lingkup negara adalah sebuah kewajiban.
Selain itu, jika menegakkan Syariat Islam dalam lingkup negara itu tidak wajib, maka tidak akan mungkin ada sistem pemerintahan Islam yang berjalan selama lebih dari 10 abad dalam naungan Khilafah Islamiyyah}}
{{Beda Islam dengan agama lain terletak pada sejauh mana Islam itu mengatur kehidupan. Agama-agama selain Islam tidak mempunyai konsep tentang pranata sosial dalam sebuah sistem negara. Sedangkan Islam punya. Agama selain Islam hanya mengatur ritual-ritual yang bersifat individual. Sedangkan mereka tidak punya aturan negara, karena itu, mereka (selain Islam) rela aturan negara yang mereka diami itu tidak berasal dari kitab suci agama mereka, karena memang mereka tidka punya. Sedangkan Islam, jelas, gamblang, cetho welo-welo, mengatur sistem ketatanegaraan. Ada ayat tentang kewajiban taat kepada ulil amri (Pemerintah), apakah ini bukan ayat politik? Ada ayat yang berbicara tentang hudud (Sanksi) terhadap pelaku zina, siapakah yang melakukannya selain negara? Ada ayat tentang Jihad (perang), siapakah yang mampu mengatur pasukan selain negara? Ada hadits tentang wajibnya membaiat seorang khalifah, ada hadits tentang bagaimana mengatur Sumber Daya Alam, dalam hal apa hadits-hadits ini berbicara selain dalam konteks negara? Hal ini telah membuktikan bahwa Islam selain sebagai agama Ruhiyah, yaitu agama yang mengatur ritual peribadatan, dan juga agama politik (siyasah) yang mengatur sistem ketatanegaraan.
Sedangkan agama-agama selain Islam sama sekali tidak mempunyai aturan-aturan dalam lingkup politik. Maka benar, merupakan suatu yang fitroh jika kita menolak hukum-hukum pemerintahan dari agama Nasrani atau hindu atau budha, karena memang dalam agama mereka tidak ada konsep seperti itu. Berbeda halnya dengan Islam yang mengatur sistem politik pemerintahan. Sejarah telah membuktikan, bahwa cordova, andalusia, bahkan daulah Islam ketika pertama kali didirikan di Madinah tidak terdiri dari kaum Muslimin saja. Di andalusia (sekarang Spanyol), ada tiga agama yang berdampingan secara damai dalam KeKhilafahan, yaitu Islam, Yahudi, dan Nasrani. Di Madinah ketika RasuluLlah mendirikan daulah Islam pertama kali, bahkan jumlah umat Islam tidak lebih dari 50%. Fakta ini telah membuktikan kepada siapapun bahwa menerima Islam dalam lingkup Negara merupakan fitroh, karena Sistem ketatanegaraan yang dikeluarkan Islam adalah sistem yang berasal dari wahyu Dzat Yang mencipta manusia, Yang mencipta fitroh manusia.}}
{{Dalam tataran ini ada yang perlu digarisbawahi, bahwa aturan-aturan Islam yang ditujukan kepada warga negara Non-Muslim dalam lingkup daulah Khilafah adalah aturan aturan yang bersifat Publik. Khilafah tidak akan memaksa Nasrani untuk Shalat, Khilafahpun tidak akan memaksa kaum Hindu untuk Puasa Ramadhan, karena memang aturan-aturan seperti itu adalah aturan yang berdimensi privat, atau individual. Sedangkan aturan-aturan ekonomi, politik, Sistem Pergaulan, Hubungan Luar Negeri, kebijakan Fiskal, Kurs mata uang, pertukaran mata uang, perburuhan, dan sebagianya, dan sebagianya, yang itu mengurusi hajat hidup orang banyak, maka Islam telah mengaturnya. Toh, saat ini sebenarnya Kaum Muslimin dipaksa untuk hidup menurut aturan yang bukan dari Agama yang dianutnya, sistem ekonomi ribawi, sistem pergaulan yang bebas, ini kan bukan aturan Islam. Kenapa kita tidak protes dengan aturan seperti ini, sedangkan di sisi lain kita teriak-teriak lantang menolak aturan yang turun dari Sang Pencipta? Jelas, ini sikap yang tidak fitroh.}}
{{Maaf agak aneh jika kita tidak menolaknya. Yang menjadi permasalahan bukan aturan injil-nya tapi aturan yang mengatasnamakan injilnya itu lho.. Masa’ sih, melarang orang berjilbab itu aturannya injil? darimana? Dalam Khilafah Islamiyah saja, biarawati silahkan saja pakai pakaiannya yang seperti itu, para pastor pun demikian. Wong Yesus saja diangkat dari konsili nicea, melalui voting. Apalagi injil yang sudah tidak ontentik lagi, ada ratusan injil didunia ini, mana yang orisinil? Mana yang ingin diterapkan? Oleh karena itu, bukan masalah injil atau bukan injil, tapi apakah aturan itu benar atau salah. Standarnya apa? Sebagai seorang Muslim jelas, Islam. Dan kebenaran Islam dapat dibuktikan dengan akal. siapapun bisa menjamah kebenaran Islam, asal dia mau berfikir.}}
{{Insya Allah saya dan teman-teman telah, sedang dan akan berusaha untuk itu semua. Oya, untuk informasi tambahan, World Public Opinion (WPO) dalam survey yang mereka lakukan dari bulan Desember 2006 sampai bulan Februari 2007, di empat negara muslim besar, yaitu Indonesia, Maroko, Mesir, dan Pakistan menggambarkan betapa mayoritas penduduk di negeri-negeri itu amat rindu berada dalam naungan Syariah dan bersatu dalam naungan Khilafah Islamiyah. 76% responden dari Maroko, 74% dari Mesir, 73% dari Pakistan, dan 53% dari Indonesia sepakat terhadap aplikasi penerapan Syariah Islam dalam lingkup negara. Di Indonesia sendiri 49% responden setuju menyatukan seluruh negeri-negeri Islam ke dalam naungan Khilafah Islamiyyah. Sekali lagi, tentang menarik simpati dari orang-orang diluar Islam merupakan langkah-langkah yang saya dan teman-teman telah, sedang dan akan berusaha lakukan untuk itu.}}
{{Tentu saja Khilafah Islamiyah yang masyarakatnya islami. Selain Khilafah Islamiyah, sebaik dan secanggih apapun masyarakatnya dalam pandangan manusia, tentu saja tetap disebut sebagai negara yang masyarakatnya tidak Islami. Mengapa? Karena Islam yang diturunkan oleh Allah kepada umat manusia menghendaki ketundukan yang penuh dari kaum Muslimin kepadaNYA, tidak hanya dalam wilayah privat (individu), tetapi juga dalam bersosialisasi, berekonomi, berpolitik, berbudaya, berpendidikan, berhukum dan bernegara. Masyarakat yang Islami tentu saja masyarakat yang negaranya menerapkan Islam sebagai aqidah dalam bernegara. Tidak bisa dikatakan Khilafah Islamiyah ketika dalam negara itu riba masih dijadikan tulang punggung perekonomian, ketika Hudud tidak ditegakkan, ketika zakat tidak diwajibkan, ketika Shalat tidak ditegakkan, ketika jihad tidak diaplikasikan, ketika membuka aurat bagi muslimah tidak diharamkan, dan ketika al-Quran dan as-Sunnah tidak dijadikan dasar dalam membuat UU. Tentu saja, Islami yang dimaksud adalah Islami menurut yang menciptakan Islam, yaitu Allah ‘azza wa jalla..}}
{Justru dengan Islam yang diterapkan sebagai solusi atas setiap problem yang melilit masyarakat saat ini berarti telah melepaskan masyarakat dari kedzoliman para kapitalis. Yang saya dan teman-teman lakukan adalah menampilkan Islam sebagai solusi, merusak tempat-tempat maksiyat tentu bukan hak kami melakukannya, itu hak negara. Melindungi para tekawe-tekawe di luarnegeri sana tentu saja bukan dalam wilayah kewenangan kami karena hanya negaralah yang mampu melakukannya, membuka lowongan-lowongan pekerjaan tentu suatu hal yang berada diluar wilayah kemampuan kami, hanya negaralah yang paling berkuasa atas terjaminnya perkerjaan tiap-tiap warga negaranya. Sedangkan di satu sisi, negara yang ada saat ini sudah dan akan selalu terintervernsi oleh para Kapitalis. Contoh saja, ketika UU Penanaman Modal itu disahkan, saya mendengar kabar dari para anggota DPR sendiri beredar paling sedikit 1 triliyun untuk melicinkan tersahkannya UU itu, dan tahukah konsekuensi dar disahkannya UU itu? Para pemilik modal asing akan leluasa membeli saham-saham BUMN-BUMN yang mengurusi hajat hidup orang banyak, padahal kita tahu sendiri, siapakah yang pegang dollar? dan seberapa besar nilai rupiah dimata dollar? Dengan kata lain, para pemilik modal dari luar negeri itulah nantinya yang akan mampu membeli saham-saham BUMN-BUMN di negara kita, karena kran investasi telah dibuka dengan disahkannya UU Penanaman Modal itu. Dan tahukah akibat selanjutnya? Ketika perusahaan-perusahaan negara yang mensuplai hajat hidup orang banyak dimiliki oleh para kapitalis? Tentu saja yang dicari adalah profit taking, jelas, ambil untung. Bayangkan kalau PLN dimiliki para kapitalis, PDAM dimiliki para kapitalis, Migas dimiliki hanya segelintir orang saja, tentu rakyat-rakyat kecil yang nantinya akan jadi korban, rakyat terus diperas darahnya dari tulang mereka yang sudah mengering. Dan negara berlepas tangan dari itu semua. Inilah, sistem Pemerintahan yang Kapitalis, yang beraqidah Sekularime (memisahkan agama dari kehidupan), yang tunduk pada kepentingan asing, kami justru melihat masalah pada akarnya, pada sumbernya, dan mencerabut, menutup di tempat yang tepat. So, disini saya mengajak kita semua untuk melihat sesuatu itu lebih dalam.
Lagi, seperti kata Sherina, “Lihat segalanya lebih dekat, dan kau akan mengerti. Mengapa bintang bersinar, mengapa air mengalir, mengapa dunia berputar, lihat segalanya lebih dekat…”
}}
{Inilah sedikit klarifikasi singkat dari saya dan saya yakin banyak sekali kekurangan karena memang terbatasnya saya sebagai manusia, dan terbatasnya ruang-tempat yang saya hinggapi. Tapi yakinlah, segalanya ini tidak ditulis karena kebencian atau permusuhan, tetapi saya hanya mencoba melihat lebih dekat, bahwa setiap orang pastilah butuh keingintahuan terhadap sesuatu, namun perwujudan keingintahuan itu berbeda-beda sesuai dengan tipenya masing-masing. Demikianlah.. WaLlahu a’lam..
Hormat saya, Saudaramu,
Hanif al-falimbani, Yogyakarta, 16 juni 2007, 11:46am
Wassalaamu’alaikum warohmatuLlahi wabarokatuhu}
Anggap ajalah perdah manokwari itu sebagai shock therapy buat umat Islam, kalo masih ada umat beragama lain yang ada di Indonesia ini.
Dan marilah kita pahami secara bijak,
sebagus apapun suatu aturan (dalam hal ini syariat Islam)
jika masih membawa embel-embel agama (dalam hal ini agama Islam)
pasti akan menimbulkan rasa tidak sreg bagi umat agama lain,
jika di terapkan sebagai hukum negara. Sebab negara seharusnya
milik bersama, bukan hanya milik satu golongan.
Jadi nonsense bagi saya, walau di dengung-dengungkan mengenai
protes terhadap perda manokwari itu karena isinya yang melanggar,
gimana kalo perda manokwari itu di revisi dengan tidak berlaku bagi yang tidak beragama kristen, apakah umat Islam akan menerima?
Sungguh saya sangat ragukan.
maaf ya menurutku penulisnya seolah-olah paling tahu tentang Islam, tapi ternyata sungguh sangat menyedihkan dan mengharukan karena tidak ilmiah dan tidak mengkaji fakta dengan benar. anda cenderung menggunakan “negative thinking”, jadinya hasilnya pasti negative. pasti dan pasti. anda tidak berusaha dan sangat malas mencari data dengan benar. anda cenderung antipati. kebenaran sebenar-benarnya pun tak akan mampu memberikan anda kesadaran jika awalnya sudah punya itikad tidak baik. teruslah anda berkoar, tapi koaran anda tanpa makna dan tanpa nilai. ada sih nilainya, tapi kosong!
anda tahu islam dari mana? seberapa besar sih upaya anda mempelajari islam? jangan-jangan anda seperti orang buta yang ingin tahu tentang gajah tapi informasinya tidak utuh, tidak akurat dan salah. anda hanya memegang gajah cukup dari bentuk telinganya saja, akhirnya dengan sangat gegabah dan sok tahu langsung memberikan penilaian bahwa gajah itu bentuknya seperti “daun”. atau anda mengetahui gajah karena anda malas mengeksplorasi seluruh anatomi gajah akhirnya berkesimpulan bahwa gajah adalah bentuknya seperti pohon hanya gara2 anda berhasil dengan puas meraba bentuk kakinya. lalu berkoar kemana anda suka bahwa gajah tak lebih menarik seperti cerita orang.
sebaiknya anda segera berkemas untuk belajar tentang islam dengan benar dari sumbernya langsung. bukan katanya, katanya, dan katanya.. informasi bisa salah. betapa pun disampaikan oleh orang yang menurut anda sangat intelek/terpelajar.
ayo memahami Islam dengan benar. jangan setengah-setengah apalagi salah. sungguh sangat menyedihkan pernyataan ini keluar dari otak mahasiswa. apakah ini sebuah kebanggaan membenci islam? jika membenci islam sebagai kebanggaan maka anda jelas tidak setuju dengan kebenaran islam. lalu anda setuju dengan apa? pancasila? apa itu? pancasila tak lebih dari sampah peradaban dan buktinya sudah tampak jelas kerusakan ada di mana-mana, termasuk pemikiran anda dan orang2 seperti anda!
secara keseluruhan tuliusan ini sangat tak bermanfaat tidak ilmiah dan membahayakan kewarasan akal manusia yang seharusnya berpikir dengan benar dan baik. pemikiran anda sama sekali tidak memberikan manfaat. tapi bisa jadi bermanfaat, bagi mereka yang sepemikiran rendah seperti anda.
ini sekadar celoteh kecil dari orang awam. terima kasih dan mohon maaf jika anda tersinggung. tapi saya yakin anda akan tersinggung selama anda masih merasa diri sebagai manusia. jika tidak tersinggung? sungguh menyedihkan karena hawa nafsu barangkali telah menjadi tuhan anda.
asa.
Ya-Ha! Ad hominem mulai bermunculan
@Gedooe
wah, sepertinya sudah lama ga ada komen ad-hominem.
muncul lagi deh satu.
dibantai apa ditonton aja?
Tonton ajalah, mbak. Diam adalah hikmah, tho?
@Hanichi Kudou
“Agama-agama selain Islam tidak mempunyai konsep tentang pranata sosial dalam sebuah sistem negara.”
saya memang bukan Kristen, tapi saya ga suka sama org yg belum mempelajari sesuatu dgn teliti sudah berani men”judge” bahwa agama lain tidak mempunyai konsep pranata dlm sistem sebuah negara.
Apa anda sudah mempelajari seluruh kitab Injil serta menafsirkannya??
Yesus sendiri waktu ditanya muridnya mengapa Dia membayar pajak, Yesus bilang bahwa yg ada di uang logam (saat itu) adalah gambar kaisar, maka wajib dikembalikan kepada kaisar. Bukankah itu sudah mengatur ttg warga negara wajib membayar pajak?? itu sistem negara kan?? itu hanya salah satu contoh, masih banyak yg lain.
Lain kali kalau mau menjudge agama lain tidak punya konsep tatanegara, pelajari dulu semua agama secara teliti dan mendalam, baru ngomong, jgn asal cuap..
Saya belum lagi kasi contoh yg Buddha dan Hindu lho…!!
@ CY
Oke, sekarang pertanyaannya, injil saja, yang sekarang itu sudah ada ratusan versi, tidak ada yang disepakti satupun.. satupun.. Lantas injil yang mana? Siapa yang menyepakatinya? Dan tunjukkan keotentikannya, jika memang benar-benar otentik… jangan-jangan itu bukan riwayat dari yesus lagi.. Wong, Yesus saja diangkat jadi Tuhan oleh voting kok, pernah denger konsili nicea kan?
Kalau masalahnya itu, maka saya katakan itu bukan masalah ketatanegaraan, karena secara historis, memang, yesus tidak pernah menjadi seorang kepala negara, bagaimana mungkin dia bisa mencontohkan cara menjalankan pemerintahan yang baik?? Sedagkan RAsul shallalahu ‘aliahi wa sallama telah menujukkan bagaimana sistem pemerintahan yang ideal dalam pandangan ISlam dalam setiap lini kehidupan tidak ada yang luput sejengkal kakipun.. NAh.. bagaimana dengan Yesus? dan injil? Jelas.. tidak ada.. itu yang saya maksud..
Gak apa-apa deh jadi negara dengan syariat islam, tapi bagaimana kalau yang tidak setuju dengan negara islam tersebut kemudian melakukan terorisme seperti mengebom, merusak terminal, merusak fasilitas umum, merusak rel kereta api, merusak perguruan tinggi, merusak bandara, merusak telepon, merusak pembangkit listrik, merusak milik pertamina.
Mengapa mereka melakukan itu, karena mereka merasa sudah tidak ada gunanya lagi memelihara fasilitas tersebut. Fasilitas tersebut digunakan untuk negara islam, padahal mereka bukan islam, dan mereka merasa terbuang.
Atau Indonesia Timur akan memisahkan diri, akan terbentuk negara Papua, Negara Nusa Tenggara Timur, Negara Sulawesi Utara, Negara Tapanuli Utara, Negara Toraja, Negara Bali dan negara-negara lain.
Perkiraanku sih negara kita akan sampai ketahap itu jika syariat islam diterapkan.
@Hanichi kudou
yg anda tulis sbb : {{Insya Allah saya dan teman-teman telah, sedang dan akan berusaha untuk itu semua….. (dll).
??? anda sapa sih ??? sedang berusaha apa ??? menyatukan Islam ? sementara di dalam dan luar negeri gontok2-kan antar Islam sudah semakin nyata terlihat.
49% responden setuju ? respondennya sapa sih ?? apa ditanyakan juga ke Agama lain atau ke Misalnya mahasiswa Islam yg ada di Univ. selain Islam ? yg jelas dong.. jangan bilang tdk perlu, karena disini anda berbicara mengenai responden. bagi saya, yg terpenting sekarang ini adalah pendidikan. solusi dari kemelut yg selama ini melanda masyarakat kita khususnya, adalah masalahnya, ya itu juga: pendidikan. cerdaskan kehidupan bangsa, stop membodohi.
apa negara2 dgn system normal itu terbukti lebih miskin (atau lebih brutal) dari kita ? bukankah Agamapun membenci kemiskinan ? bukankah modalnya dari Dia juga ?
contoh, sebuah negara maju, spt Jepang, misalnya. hampir semua yg saya kenal disini tdk mengenal Agama. tapi mereka sangat tahu, kalau mencuri itu dosa. mempertontonkan aurat berlebihan di umum adalah tdk pantas. silahkan melihat aurat di BF kalau suka, itu adalah “HAK” individu. dan, sebaiknya, mencontoh sebuah kemakmuran adalah hal yg paling pantas. Stop memuja Agama. memujalah pada Dia semata. ingat kejadian Duaa khalil Asward.
@AstarySekar
eh, menurut saya, penulis cukup tahu ttg Agama. spt saya, yg juga tahu ttg Agama. semua Orang merasa tahu tentunya, termasuk anda, merasa paling tahu. saking tahunya, saya jadi tahu juga mengenai keburukan2 pemuja Agama.
salam, saya berbicara dlm damai, dan tdk menjelekkan apapun. (`ga bisa bnyk tangkisannya, lagi lemot nih).
telmark.wp.
absen dulu
se’ jek panggah durung moco,
ta’ngopi se’
Wah bro, kinds of scum of the earth nih…
I believed that you have no knowledge about ISLAM…
Stop posting like this!!
Better you think of yourself first lho bro…
Have you pray on time, five times a day, together (jama’ah) in Masjid ?
Or
Have you help beggar out there?
See… There are so much to do than writing such a scum article..
this is not an offense, just want to remind you bro, to Allah’s Way..
Love,
anonymous
Joe, postinganmu ini semacam dekonstruksi terhadap simbolisme agama ya?! nice posting joe.
Memang gejala2 yang terjadi ditengah2 masyarakat kita simbolisme dan simbolisasi yang berlebihan telah mengental, yang justru mendangkalkan makna agama. Pada akhirnya kita tidak lagi mampu menghayati ruh agama yang berada dibalik simbol2nya.
Tugas kita sebagai muslim, menunjukan kepada dunia bahwa islam benar-benar merupakan rahmatan lil alamin. Bila kita tidak mampu membuktikannya, itu artinya dalam beragama kita masih terjebak dalam simbol2 dan melupakan makna.
[**kabur dulu
lagi ujiancari makanan**]Hmm… sebuah pemikiran dalam tulisan…
*manggut-manggut*
Lagi ikut lomba WebBlog juga ya? Semoga menang.
@ahmadsarwat
Afwan,
yang ustadz maksud dengan riya dalam hal ini apa ya ?
Semestinya diperjelas, biar adik2 ini mengerti maksudnya…
@joesatch
Joe, kamu memang cerdas…
melalui postingan ini rating kunjungan kamu meningkat…
Eh, kamu itu blajar ilmu komputer atau marketing sih ?
Kayak2 nya salah jurusan deh…
#buru2 kabur, versi dial-up rumahan, pulsa mahal, bye#
Kamu kira itu lucu? Gak sopan.
@artul
yg lebih ga sopan kan yg komen ad-hominem dan ga pake link kayak ada ini tho?
*Teriak ke Joe*
JOOOEE…ADA SPAM RESE NIIIIIHHHH!!!
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
untuk informasi mengenai informasi mengenai keimanan dan Syariat Islam
http://ahmadsarwat.wordpress.com
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
assalamualaikum [buat yang Islam]
dan salam sejahtera [buat temans lainnya]..
sebenere saya gak layak bicara kayak gini, secara saya cuman penjual bunga keliling…
saya kira,berbeda pendapat tuh boleh boleh aja, jadi gak perlu di anggap ad hominem lah, dianggap kampungan lah, dianggape perlu dibantai lah…trus mau bantai dan mau bantei (kayak komentare GERDOO)itu, anda itu sapa???, apa udah punya hak bantei??waduh, jadi takut saya..
lha wong kita kita semua gak akan bisa hidup tanpa orang lain… percayalah..
saya aja gak akan laku jualan bunga saya, klo saya udah negatip tengkeng thd orang laen,seperti ngrasani ma pak rw yang suka nempel nempel pengumuman iuran rw, dan asik membicarakannya di warung kopi sebelah rumah…
kan mendingan di datengin pak rw nya, dan bilang : pak rw, kalo masang pengumuman mbok di tempat pengumuman saja atao dengan kata lain apalah..,dengan gini, pak rw akan mungkin lebih respek, dan kita gak mengghibah…..
hati jadi bersih, karena kita gak punya dendam, dan pak rw pun gak dendam ke kita, karena gak mengumbar masalah ketidaksukaannya di warung kopi…
hidup akan lebih indah jika banyak hal yang kalo bisa kita bicarakan bersama, dan tak perlu teriak teriak… mengatakan orang lain salah dan saya yang benar, atau berteriak, bahwa orang lain lucu dan culun/bego banget idenya di banding dengan ide saya…
idup cuman sekali kawan semua…akan lebih indah bila diisi dengan persahabatan kepada semua orang…
btw, siapa yang mau beli bunga…??? heheh
masdhenk
[penjual bunga keliling]
@ahmadsarwat:
kalo mau belajar hakikat Islam dimana pak Ustad?
telmark:::
terimakasih
cakmoki:::
merdeka juga, cak!
Ma!!!:::
masih banyak yang harus dibenahi ulang dari awal, mbak
abdillah:::
hahahaha, cuma dikit kok mangkelnya. merasa banyak energi yang terbuang percuma padahal seharusnya bisa dialihkan untuk hal lain yang lebih nyata manfaatnya
anung:::
terus, nung. baca terus. baca semuanya. akhirat dan dunia dibaca semuanya. semangat!
Fadli:::
pada prakteknya, re-aksi seringkali tidak memandang maksud aksi secara keseluruhan. seperti kalo tiba2 saya ditampar orang tidak dikenal, saya bakal tidak cuma balas menampar. mungkin pipi orang tersebut bakal menerima hook kanan saya, dagunya kena uppercut kiri, setelah orang itu sempoyongan, kemudian sambil saya cekek lehernya barulah saya bakalan nanya, “bocah ra tau adat, maksudmu nempeleng aku kie opo?! karepmu piye? aku ra kenal kowe, ra tau ngganggu kowe, kok kowe ngganggu aku?!”
umat agama A jelas bakalan bereaksi, “kalau agama B bikin peraturan semena-mena terhadap kita atas dasar ajaran agama mereka, kita juga bisa berlaku hal yang sama kepada umat agama mereka”. pendeknya kira-kira begitu, mas. meskipun belum tentu aturannya benar-benar semena-mena, tapi kalo sudah nyangkut masalah agama, biasanya gengsinya duluan yang bakalan main.
kayaknya memang sudah seharusnya sebelum kita melakukan suatu hal, kita pertimbangkan dulu efek jangka panjangnya kira-kira bakal menimbulkan ekses tidak menyenangkan atau tidak.
oh ya, kalo ada kasus di aceh seperti ceritanya pramur di komen atas gimana, mas?
mas agus:::
simpel. itulah gengsi keberagamaan, mas
seakan-akan eksistensi minoritas tidak diakui. makanya saya bilang, jangan sampe ada opini yang menyebutkan “mentang2 mayoritas”.
saya cuma mikir supaya sama-sama enak aja, mas. Islam sendiri di timur Indonesia adalah minoritas. Begitu juga di Bali. saya sendiri merasakan bagaimana sentimen (meskipun terselubung) masyarakat di Bali terhadap muslim setelah kejadian kasus AM Saefudin, lalu ditambah tragedi bom Bali itu. Ketika balik dari Jokja, turun di bandara Ngurah Rai saya memakai kopiah, dan langsung saja semua mata memandang dengan pandangan menyelidik pada saya. keluarga besar saya masih di Bali, mas. kadang2 saya khawatir juga dengan mereka.
jadi, bukan sekedar perkara “kok sewot” aja, mas. kita sama-sama mikir aja supaya minoritas di daerah mayoritas tidak merasa tertekan dan terancam. analoginya mungkin sama kayak kerusuhan antara pendukung persija dan persib. “di jakarta sini kami boleh jadi bulan2an. tapi awas! tunggu kalo besok giliran kalian yang ke bandung!”
rumit, kan? yah, itulah gengsi keberagamaan
solusinya ya mungkin itu tadi: sama2 pinter2 menahan diri
danalingga:::
yup!
onoda:::
terima kasih atas dukungannya
koecing:::
nggak mungkin, ah. bahkan sampe sekarang saya belum ngambil akta 4
Unggulux:::
diadu aja yuk. calon istrinya situ sama calon istrinya sini galakan mana? hehehehehe
savikovic:::
nggak janji lho, vic. nggak janji bakal nulis terus. skripsiku juga butuh perhatian, kekekekekekeke!
the23wind:::
tidak dalam kondisi parsial pun, apakah itu menjamin bahwa yang tidak seagama dengan kita bakal mengerti, mbak?
secara umum, mereka toh tetap bakal beranggapan, “peduli setan kamu mau menjelaskan serumit apapun, agamamu ya tetap agamamu. bukan agamaku!”
Rujak Cingur:::
nyambung! nyambung banget kalo kita yang Islam sendiri sudah sama2 bisa sadar. masalahnya, bagemana dengan kenyataan di lapangan?
anung lagi:::
sekali lagi, nung. itu hal yang wajar. itu adalah reaksi dari sebuah aksi yang lebih dahulu dilakukan oleh umat islam. istilah kasar-banget-nya: pembalasan selalu lebih kejam, kan?
ahmadsarwat:::
setuju, ustadz. mari kita meningkatkan ibadah.
cuma, apa hubungannya antara riya’ dengan tulisan saya??? di mana letak riya’nya???
saya bingung.
calonorangtenarsedunia:::
ini yang saya bilang, “kalo situ mau kayak gitu, sini juga bisa, kok!” akhirnya ya “saing2an” terus, ga ada brentinya.
Hanichi Kudou:::
mas hanichi, meskipun jawaban mas hanichi itu seluruhnya benar, tapi tetap saja itu adalah sebuah “kebenaran” dari kacamata islam. masalahnya, apa yang bukan islam mau peduli? gengsi agama main duluan, mas
sama seperti mas hanichi, saya jelas menganggap al-qur’an yang paling benar. tapi apakah yang tidak menjadikan al-qur’an sebagai kitabnya tidak boleh untuk menganggap bahwa kitab sucinya sendiri adalah yang paling benar?
bedanya saya dengan mas hanichi, saya menyimpan kebenaran al-qur’an untuk kalangan sendiri saja. saya nggak berani mengklaim di depan umum bahwa kitab suci umat lain itu salah semua. sikap kayak ginilah yang justru bikin non muslim makin antipati dengan muslim. lain kali hati2 kalo mengeluarkan statement, apalagi kalo memang belum mempelajari kitab agama lain secara mendetail
oh ya, sebelum menginjak ke diskusi selanjutnya, mbok pertanyaan terakhir saya buat mas hanichi di komen sebelumnya saya dijawab dulu:
benar menurut pemeluk agama A, belum tentu benar menurut pemeluk agama B
Astari Sekar:::
shoot the messenger, not the message – seperti kata2nya mas fertob – ? hehehehehehe… oke!
personal attack, eh?
yuhuuuu…jawaban saya bisa dibaca di
http://joesatch.wordpress.com/2007/05/25/memangnya-belajar-ada-standarnya-hah/
bukan katanya? oke, saya berniat mempelajari sendiri sekarang secara langsung. mbak astari bisa menghubungkan saya dengan Nabi Muhammad di alam kubur? atau mbak Astari bisa mengantarkan saya ke depan Arsy untuk bertemu Allah? Kalo bisa, saya bakal belajar langsung dari sumbernya.
Lha, Al Qur’an itu sendiri kan memang KATANYA Allah. Hadist itu juga memang KATANYA Nabi Muhammad, kan? Sekarang, ajaran Islam yang mana yang bukan “KATANYA”?
saya mau nanya, mbak. jujur, menurut mbak astari sendiri, antara saya dan mbak, siapa yang pemahaman islamnya lebih baik di mata Allah?
sayangnya, mbak, saya sama sekali nggak tersinggung
karena saya paham, beda pendapat itu hal yang biasa. cuma, mbak astari mungkin lebih paham dari saya yang islamnya salah2 terus ini, dosanya menuduh orang lain kafir itu kira2 apa ya? jawab dunk, mbak. saya sungguh pengen tau
Kopral Geddoe:::
Diam dulu! tetap di bangku penonton. Jangan bergerak! Perhatikan saja bagaimana saya menggiring bola, hahahahaha!
paktua:::
artinya, ada kemungkinan saya bakal punya 2 paspor. paspor Kekhalifahan Indonesia dan paspor Negara Bali, sehubungan saya sendiri bisa dibilang memang asli Bali
akoedw:::
bagemana? kopinipun sampun telas?
anonymous:::
sure. ok. tidak masalah. saya bakal berhenti, tapi tentunya setelah anda bisa mencarikan saya pekerjaan lain yang lebih menyenangkan dari menulis. dan tentunya lagi, yang kira2 gajinya per bulan bisa untuk menghidupi seorang istri dan 3 orang anak. kalo tidak, wah maap…ini kan blog saya. kok saya nggak boleh posting?
Sugeng Rianto:::
bisa diartikan gitu, mas sugeng. semoga sukses ujiannya
p4ndu_Falen45:::
nggak ikutan juga, ndu? hehehehehe
Herianto:::
anak muda setua saya rasanya sudah tidak pantas lagi untuk terus2an coding, kekekekekeke!
anu, pak. kalo jadi tukang kode terus saya nggak bakalan kaya, makanya belajar tentang pasar juga dikit2. pada saatnya nanti, saya tinggal jadi makelar proyek dan membiarkan adik2 kelas saya yang bekerja. coding itu kan kerjaannya mhs tahun kedua
artul:::
ga sopan hanya untuk membalas orang lain yang sebelumnya juga ga sopan menurut saya masih sopan, lho.
yang ga sopan itu berlaku ga sopan kepada orang lain yang sudah sopan
calonorangtenarsedunia lagi:::
kalem, mbak. kalem. masing2 sudah dapet lawan tandingnya sendiri2, eh?
masdhenk:::
yang jadi masalah, ad hominem itu seperti “hancurkan sang pembawa pesan, bukan pesannya”.
dalam diskusi maya, hal2 seperti itu sudah mulai dikategorikan sebagai hal yang tabu soale, mas. yeah…meskipun kalo buat saya pribadi sih nggak masalah
titok:::
lho, memangnya di sini ada yang lagi maki2 islam, mas?
coba2… tunjukin ke saya mana orangnya? biar saya bantainya dia
oops, sorry…komennya mas titok sebelumnya ketangkep akismet. makin pinter dianya. AI-nya makin bagus. yang kadar emosinya berlebihan langsung ditangkep, hehehehe!
eh, mas titok kok tau kalo saya ga betah sama “pengajian”? memangnya tahu isi hati makhluk lain po? mbok saya diajari caranya. saya pengen tau, gadis2 cantiq di kampus itu sebenernya naksir saya juga ga sih…
tapi mas titok bener, kok. saya memang ga betah sama “pengajian”. lain halnya kalo pengajian. pengajian lho…bukan “pengajian”. sekali lagi, kalo “pengajian” saya memang nggak betah
owalah, lagi2 sayap kiri lawan kanan…atau sebaliknya?
lagi2 yg di tengah mati…
kalo kaya gini terus kapan kita bisa mencapai era penjelajahan luar angkasa?
oh btw, kalo indonesia sampe jadi negara agama (yang seharusnya dgn persetujuan pendiri negara, atau lewat kudeta), aku kabur aja ah….
komentar saya tutup dengan quote dari john lennon:
“All we are saying is give peace a chance!”
sama yang ini
“Imagine there’s no heaven,
It’s easy if you try,
No hell below us,
Above us only sky,
Imagine all the people
living for today…
Imagine there’s no countries,
It isnt hard to do,
Nothing to kill or die for,
No religion too,
Imagine all the people
living life in peace…
You may say I’m a dreamer,
but I’m not the only one,
I hope some day you’ll join us,
And the world will be as one.”
———————–
“DORRRR!!!!!”
“AAAaaraargrgrgrghh.h……hh……..”
(mati ditembak fundamentalis….rrrhhh…maksudku si john lennon)
Mgomong-ngomong Anda Ini Muslim atau Non Muslim ????
kalau Anda Muslim yah saya maklumi anda Nulis Artikel seperti itu, karena kekurangan tahuan anda dalam mempelajari islam. Dan hanya mempelajari Islam dengan cara Parsial-Parsial tanpa memahami secara keseluruhan. Kalau cuman sumbernya Katanya sih saya bisa. “Katanya Yesus itu terkutuk karena sudah terpampang dalam Kayu Salib” itu contoh katanya…… Tentunya Umat Non Muslim harusnya marah kepada saya dan bilang “kamu Jangan asal nuduh ? Kata Siapa itu ? Jangan suka Memfitnah ? Kebiasaan Orang Muslim itu suka memfitnah orang Kristen ???”
Nah lo….. Ilustrasi diatas sama juga kalau kamu nulis artikel itu dengan Modal KATANYA, KATANYA, KATANYA….
Beda kalau saya bilang begini “Dalam Kitab Galatia Pasal 3:13 disitu dikatakan oleh Paulus bahwa “Terkutuklah orang yang terkutuk dalam Tiang Salib” dan ini punya korelasi dengan Kitab perjanjian lama.
Nah Itu beda…….. Anda bisa buktikan ucapan saya, bukan hanya KATANYA, KATANYA. Ini menunjukkan Kedegilan anda dalam membuat artikel hanya karena Membenci sesuatu.
Tetapi Kalau Anda Non Muslim, tentunya saya Lebih Maklumi lagi bahkan saya tenang-tenang saja dengan artikel yang anda tulis. Tidak bisa komentar………. cukup Quran saja yang berkomentar :
Dan Selama-lamanya tidak akan rela Orang Yahudi dan Nasrani kepada kamu sebelum kamu mengikuti Millah mereka.
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
====================
Kalau Anda bilang Itu Dagelan….. saya juga bisa bilang kalau Agama Anda (Insya ALlah saya yakin anda Nasrani) Lebih Dagelan lagi dan Kitabnya Juga Kitab Dagelan……..
Kalau memang anda tidak terima dengan Dagelan Nasrani silahkan anda Layangkan itu di gereja.co.nr
Sya tunggu anda, jangan hanya Berkata Katanya, Menurut anu dsb. Buktikan Secara FAKTA !!
Negara ini dibangun bukan oleh orang Islam saja, Dab. Thomas Matulessy, Gusti Ktut Jelantik, I Gusti Ngurah Rai, Sisingamangaraja, Douwes Dekker, Martha Kristina Tiahahu, dan yang lainnya, semuanya memiliki saham atas tanah Indonesia ini.
=================================================
Coba Dong sebutkan siapa saja yang memberontak Belanda dari Umat Islam ?
Berbanding berapa coba ?
Secara FAKTA sudah Jelas dari mulai penjajahan awal sampai akhir, Umat Islamlah yang Konsisten melawan Penjajah walaupun banyak jua Pengkhianat Islam yang ikut Belanda.
Sorry joe, aku gatelen pengen njawab Agung Sulistyo
Mas Agung, yang namanya benar ato salah itu nggak ada hubungannya sama yang ngomong, kecuali ada kata gantinya. Misalnya, perkataan “saya muslim” kalo yang ngomong anda, tentu jadi benar. Kalo yang ngomong Paus, tentu saja jadi salah. Itu karena saya menunjukkan identitas seseorang, sehingga informasi yang disampaikan sangat terkait dengan penyampainya.
Beda dengan keseluruhan artikel mas Joe. Dia tidak mengkaitkan informasi tersebut dengan keberadaan dirinya, sehingga tidak layak kalo anda bilang “kalo muslim …” ato “kalo non muslim …”
Kalo emang Joe salah, ya dibenerin. Kalo dia bener, ya alhamdulillah. Gitu aja kok repot.
“Lihat Apa yang dikatakan, bukan siapa yang mengatakan” – Ali R. A. -
Anda benar soal katanya, tapi kalo ngritik doang nggak cukup. Coba tunjukin bahwa setiap katanya yang dibilang Joe itu salah, itu baru bagus.
Untuk komen anda yang selanjutnya, saya punya analogi begini:
“Siapa yang berjuang untuk kemerdekaan Amerika? Orang kristen khan? Secara fakta sudah jelas umat Kristen lah yang berjuang secara konsisten dari awal sampai akhir.”
“Orang Islam itu penjahat. Lihat saja penjara Indonesia, hampir semuanya orang Islam khan?”
Jadi bingung ?? ada banyak yang (ngaku) bener.
Susah memang kalo jadi orang punya pengetahuan.
Jujur aja Joe, Gue Suka Gaya Loe !!!
Setidaknya kamu bisa bicara agama dengan lebih membumi (menurutku).
Sebagai muslim, hidup dalam Khilafah Islamiyah adalah impianku.
Aku pingin kehidupan seperti seperti yag ada banyak riwayat.
Tp sebenernya, kalo hukum yang ada di Negara Indonesia diterapkan dengan benar, kayaknya sementara cukup untuk menuju negara adil makmur sejahtera, gemah ripah loh jinawi dst…
Contohnya aja:
Kalo di Aceh sering ada yang dihukum karena berkhalwat,
Tp klo liat di TV, ada razia pasangan selingkuh biasanya cuma dikasih pengarahan aja. Padahal udah ada aturan, aku pernah baca di depan hotel kalo sekamar dengan yang bukan muhrimnya ada ancaman hukuman 5 tahun penjara. Tp koq kayaknya sama sekali ga pernah diterapkan.
(Tanya kenapa??)
Soal minuman keras, ini juga dilarang kan?
Kalo liat “Patroli”, sering ada razia2 segala.
Tapi kenapa gampang didapat dimana2,
malah ada iklan Cafe pasang spanduk gede di jalan. ????
“Bumi dan air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara dan digunakan bagi sebesar kemakmuran rakyat”
Kalo ga salah itu bunyi salah satu pasal dalam UUD 45.
Tp kenapa (yang terbaru) blok cepu aja dikelola oleh orang asing.
Gimana orang indonsia bisa makmur, kalo kekayaan alamnya yang melimpah malah diambil orang lain.
Eh, kalo liat aturan2 itu, kayaknya juga sebenernya mengadopsi dari syariat islam yah. Cuma penerapannya aja yang nol besar.
Terus kalo nanti (misalnya, semoga) udah ada khilafah islamiyah dengan syariat islam sebagai aturan utamanya, penerapannya mungkin menyeleweng juga ga??
agungsulistyo:::
hati2 kalo bicara, mas
dalam lingkup hukum di indonesia, apa salahnya kalo saya menjadi seorang nasrani? apakah menjadi seorang nasrani itu berarti melanggar hukum di indonesia?
hati2 kalo bicara, mas
kata2 seorang muslim seperti anda itulah – yang dengan seenaknya mencacat kitab agama lain di muka umum – yang bikin kalangan non muslim semakin antipati terhadap muslim.
dan, mohon maaf, boleh kah saya mengartikan insya allah itu sama dengan “jika allah berkehendak”?
kalo iya, sayang sekali, ternyata allah tidak menghendaki keyakinan anda
nunggu dimana, mas? temanggung? maaf kalo saya jarang kesana. jadi kayaknya mas aja deh yang ke jokja.
kalo mau ngotot2an, Al Qur’an itu juga KATANYA dari Allah. hadist itu juga KATANYA dari nabi muhammad. sekarang, coba berikan pada saya bukti yang konkret kalo Al Qur’an itu benar2 dari Allah dan hadist itu benar2 dari nabi Muhammad. Ada faktanya? bisa menghadirkan Allah ke depan saya? dan mas seharusnya pasti juga tahu kalo pengumpulan naskah hadist itu baru dilakukan 200 tahun setelah nabi wafat
ini yang saya bilang “mentang2 mayoritas” di tulisan saya. errr, tulisan saya sudah benar2 dibaca semuanya, kan?
jadi, kesimpulan saya buat komen mas agung: ad-hominem, eh?
tolong hargai, mas. pembaca blog saya bukan cuma kalangan muslim aja. teman2 saya yang berbeda keyakinan dengan saya juga banyak. tolong jangan nodai citra islam sebagai agama yang egois lebih jauh lagi
fauzan.sa:::
yuhuuuu…trima kasih sudah sudi mewakili. kalo mau kampanye, kita kampanye pelan2 dan dengan cara yang cerdas, ok?
sapto:::
suka gaya saya? terima kasih. tapi gara2 bicara agama dengan jarang menggunakan dalil, saya malah disangka bukan muslim, lho, hehehehehe!
Maaf, double post, ada yang kelewat.
Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, yang menebarkan kedamaian.
Kenapa kamu ga coba menerapkan itu Joe?
Kenapa pake ada istilah Lembaga Dakwah Kampret,Dagelan Aktivis Dakwah, yang mungkin bakal bikin beberapa orang jadi “panas”.
Ayo kita dakwah, tanpa harus mengampretkan ato mengkafirkan yang lain.
Bukankah kita hanya bisa berusaha, kafir & muslim, surga & neraka hanya bisa kita pasrahkan pada-Nya.
Selama masih berpegang pada Qur’an dan Sunah yang sama.
C’mon Joe, kamu pasti bisa !!!
*Ya Allah, mungkin kami tak layak mendiami surga-Mu,
tapi kami pasti tak mampu menahan azab neraka-Mu.
Kami hanya bisa berharap belas kasih dan ampunan-Mu
Diskusi yang bagus. Silakan klik: http://gaulislam.com Barangkali ada jawaban di sana. Mungkin.
Kalo masalah “kasar” yach, Cuma ekspresi Joe aja sih kalo saya bilang. namanya aja Joe satch kalo Joe pake Nick di dunia maya sebagai Einstein atau Aristoteles.. misalnya.. bisa lebih banyak tulisan2 yang merenung kali yee..
Jadi intinya ya okelah, Joe gak boleh terlalu ekspresif secara gw yakin Joe, Gue, maupun yang diskusi disini muslim.. kalo ada yang bukan, ya semoga bukan provokator hehe.. saya juga kadang ngga setuju sesuatu hal, dan itu disebabkan gw GAK BISA. Gw lum nyampe. Misal, nggak pegang tangan cewek.. klo da’i atau aktivis dakwah diistilahkan begitu, nggak mau alias mengharamkan, ya good for him/her.. Gw lum bisa ketaraf itu.. masih ada seorang perempuan manis yang Insya Allah jadi Istri gw yang gw lum rela melepaskan diri darinya. Belum bisa kalo nggak natap dia, nelpon dia, “berkhalwat” alias gw sering jalan bareng berdua ke mall atau ke restoran.
gw Masih lum bisa. joe lum bisa. Yang laen lum bisa. banyak yang lum bisa. bertahap lah. Nggak ada ortu yang nggak pengen anaknya soleh dan solehah. Gw juga klo tar punya anak pengennya gitu.. ya kan? dan gw bergerak, nggak berenti. Tetap percaya Satu Tuhan. Ibadah emang masih kacau balau, tapi terus memperbaiki diri. Cuma belum seekstrem para “pendakwah” ini. Coz dakwah cuma perlu “berbicara kebenaran” aja kan? Semua orang ga rela dikafirkan, bahkan orang kafir sekalipun (means penyembah berhala atau ga percaya Tuhan kan? )
@agungsulistyo
wah, ini negara majemuk, bung. Anda ga bisa seenaknya menghina kitab umat agama lain. Lha wong di sini ga sedang saling menghina kok. Dengan cara seperti di atas itu seharusnya anda malu dengan umat agama lain yang ternyata mau berdiskusi tanpa menjelekkan islam ataupun meninggikan agamanya. Di sini ga ada chauvinisme sempit.
Saya yakin
pake Insya Allah ga ya?takut ga diizinin.wakakakak47xkalo anda pun sebenarnya mau dan mampu berdiskusi tanpa membuat islam menjadi lebih cacat cela.Mari kita bangun Indonesia menjadi lebih baik.*kampanye pilkada*
Sya tunggu anda, jangan hanya Berkata Katanya, Menurut anu dsb. Buktikan Secara FAKTA !!
nunggu dimana, mas? temanggung? maaf kalo saya jarang kesana. jadi kayaknya mas aja deh yang ke jokja.
kalo mau ngotot2an, Al Qur’an itu juga KATANYA dari Allah. hadist itu juga KATANYA dari nabi muhammad. sekarang, coba berikan pada saya bukti yang konkret kalo Al Qur’an itu benar2 dari Allah dan hadist itu benar2 dari nabi Muhammad. Ada faktanya? bisa menghadirkan Allah ke depan saya? dan mas seharusnya pasti juga tahu kalo pengumpulan naskah hadist itu baru dilakukan 200 tahun setelah nabi wafat
===============================
bukan suruh ke Temanggung ! hehehe
ke gereja.co.nr
disitu dibahas polemik Tentang Nasrani
atau di masjid.co.nr
disitu dibahas Polemik tentang Islam
Apa Nggak ada urlnya po sehingga kamu nggak lihat ?
Coba deh Artikel anda itu dilayangkan ke Masjid.co.nr !
disitu forum khusus membahas Masalah Islam dimata non islam
Bukan Saya Maksa anda suruh Ke Temanggung ??
Darimana saya bilang kalau saya suruh ke Temanggung ??
itukan Prasangka buruk anda ?
wah, ini negara majemuk, bung. Anda ga bisa seenaknya menghina kitab umat agama lain. Lha wong di sini ga sedang saling menghina kok. Dengan cara seperti di atas itu seharusnya anda malu dengan umat agama lain yang ternyata mau berdiskusi tanpa menjelekkan islam ataupun meninggikan agamanya. Di sini ga ada chauvinisme sempit.
============================
Loh Apa Anda Nggak sadar kalau penulis artikel ini mengatakan Syariat islam berdasarkan Prasangka “Katanya” dan tidak memberikan Bukti yang Konkrit Fakta ???
Baca baik Baik Artikelnya ?
Anda bilang hati-hati sama saya sedangkan Artikel diatas jelas tidak sesuai dengan Keyakinan Islam. Apa Itu juga nggak namanya menghina ?
Saya memberikan Contoh diatas yang menurut katanya dan Bukti Fakta tentang Kitab Galatia 3:13
Apa terus kalau non muslim yang melecehkan Islam terus tidak dikatakan menghina ??
Apa Hanya Islam saja yang tidak boleh itu ??
Kalau Kami bereaksi seperti itu sama juga Mereka Bereaksi dari apa yang saya katakan itu ?
Kenapa Anda Tidak Memahami apa yang saya contohkan ??
Mengenai Insya Allah terus terang Saya Aku Khilaf. Saya Minta Ampun Sama Allah SWT. Terima kasih mas Atas Ingatannya, Saya bersyukur anda mengingatkan saya.
=============================
Saya yakin pake Insya Allah ga ya?takut ga diizinin.wakakakak47x kalo anda pun sebenarnya mau dan mampu berdiskusi tanpa membuat islam menjadi lebih cacat cela.
=============================
Lah Kan Saya sudah menyarankan Artikel itu di posting ke web masjid.co.nr atau ke gereja.co.nr yang khusus membahas Polemik Islam. Disitu nanti akan dijawab oleh Kaum muslim.
gimana Sih ini………….
kok malah saya yang di Jugde tidak Obyektif !!!!
————-
@ semua…
saya gak memihak siapapun disini, cuman secara seorang penjual bunga keliling kayak saya, saya kira, mungkin saya harus lebih belajar lagi mencermati tulisan quote diatas…, apalagi ini cuman debat blog yang hanya menghasilkan 2:
1.yang merasa menang, dan dimenangkan
2. yang kalah, (menurut yang menang)
tanpa ada pencerahan sedikitpun…
“jangan menukar sesuatu yang berharga, dan sangat berharga dengan ego sesaat, dan jumawa” [bukan untuk siapa siapa]
masdhenk
penjual bunga keliling
jadi, kesimpulan saya buat komen mas agung: ad-hominem, eh?
tolong hargai, mas. pembaca blog saya bukan cuma kalangan muslim aja. teman2 saya yang berbeda keyakinan dengan saya juga banyak. tolong jangan nodai citra islam sebagai agama yang egois lebih jauh lagi
===========================================
Anda Ini Aneh………. Di artikel anda itu jelas menyebut simbol-simbol Agama……….. tetapi kok nggak ngerasa.
Malah bilang seperti diatas itu !
tolong jangan nodai citra islam sebagai agama yang egois lebih jauh lagi
jelas Pernyataan anda itu sebelum saya ngasih komentarpun Anda Sudah menuduh Islam itu EGOIS !
Coba Pahami Kalimat anda itu………. pada kata LEBIH JAUH LAGI
Anda mengatakan ISlam EGOIS tetapi anda sendiri EGOIS hanya mempelajari ISLAM secara PARSIAL / SEPOTONG-POTONG sehingga menjadi amburadul pemahamannya.
Sudah dibuktikan kalau ISi Artikel anda minim BUKTI dan FAKTA dan hanya berdasarkan KATANYA.
sayakan sudah memberi 2 contoh berdasarkan Katanya sama FAKTA
Anda bisa buktikan itu tulisan saya yang pertama. tetapi Kenapa Anda EGOIS ??
Ada Rumus :
Kalau Nggak Mau Ditampar ya Jangan Nampar Mas !!
Al Qur’an itu juga KATANYA dari Allah. hadist itu juga KATANYA dari nabi muhammad. sekarang, coba berikan pada saya bukti yang konkret kalo Al Qur’an itu benar2 dari Allah dan hadist itu benar2 dari nabi Muhammad. Ada faktanya? bisa menghadirkan Allah ke depan saya?
=============================
Kalau Jawab Disini Panjaaang Mas ! ntar malah saya dituduh seperti diatas tadi, padahal cuman mengklarifikasi artikel diatas
COBA mas Anda buat Topik baru di masjid.co.nr !
disitu dibahas banyak sekali Polemik ISLAM dan dijawab oleh orang ISLAM
sehingga diskusi lebih fokus.
bisa menghadirkan Allah ke depan saya?
Lah Anda percaya dengan TUHAN nggak ???
Kalau Percaya coba datangkan TUHAN ANDA ITU ?
Anda dan saya Sama-sama manusia tetapi kok nanya yang tidak bisa dilakukan Manusia ??
ANdapun tidak akan menjawab pertanyaan tadi ?
Kalau Anda Memang Bisa, Bakal Tak Sembah !!
lambrtz:::
aku toh tidak mungkin berjuang memperbaiki nasib bangsa ini sendirian. iya, kan? hehehehe
aku ngerti kekhawatiranmu, mbe. makanya aku bikin tulisan ini. aku nggak rela kalo negara ini kehilangan pemuda2 terbaiknya
sapto:::
kalo lembaga dakwah kampret, itu rekan saya, pramur, yang bilang, kok. kalo dagelan aktivis dakwah, yeah, itu skdar trik klasik buat naikin hits
Arman:::
semoga, mas
Unggulux:::
yeah, nggak ada yg rela dikafirkan (meskipun saya sudah biasa), memang. tapi, di luar itu, saya malah jadi penasaran. pacarnya mas ini sama pacarnya saya galakan mana sih?
agungsulistyo:::
yaaaa…habis masnya bilang mau nungguin saya. ya saya pikir nunggu di temanggung. soale susunan kalimatnya bilang nunggu dulu, setelah itu baru nyuruh saya ke gereja.co.nr
saya malah heran, mas, kok yang sadar malah cuma anda? saya sendiri malah nggak sadar juga. sumpah, saya nggak tau kalo saya ini kemarin nulisnya cuma berdasarkan prasangka.
jadi, tulisan saya yang mana yang dinilai berdasarkan prasangka? bisa tunjukkan satu kalimatnya? kalo ada, nanti bakal saya ralat. semuanya saya tulis lewat pengalaman keseharian saya, kok
boleh cross-check ke teman-teman saya, deh, kalo ndak percaya. kampus mipa selatan-gadjah mada masih buka untuk umum selama jam kerja, mas. cuma, kalo mau ikutan menuntut ilmu, biasanya harus bayar spp dulu. tapi kalo cuma silaturahmi rasanya nggak pa-pa, kok
mas agung sendiri yakin sudah membaca artikel saya baik2?
in this case, adakah non muslim di diskusi ini yang memulai melecehkan islam? malah yang saya liat, justru orang (yang mengaku) islam yang memulai melecehkan kitab agama lain
yang A bilang hanya bereaksi, yang B juga bilang gitu. makanya saya bilang, sama2 pinter2 menahan dirilah. kalo semua ngaku dizalimi, ya perdamaian nggak akan pernah ada. semuanya ngaku cuma “sekedar” pengen balas dendam…hhhhhhh…kaco…
sama saya tidak, mas? urusan mas dengan Allah mungkin sudah selesai. tapi dengan saya, oho, belum!
hahahaha, saya cuma bercanda, kok
gimana kalo mas agung aja yang ngopi peist artikel ini ke sana? nggak pa-pa, kok. saya rela. asal nyantumin sumbernya aja. nanti saya ikutan liat2 diskusinya di sana, deh
masdhenk:::
sebenernya tujuannya bukan sekedar menang dan kalah. saya bikin tulisan ini niatnya pengen ngajak supaya temen2 muslim mulai berjuang dengan cara yang elegan dan tidak anarkis. banyak dari kalangan muslim sendiri yang kesal dengan ulah segelintir oknum yang mengatasnamakan islam tapi melakukan perbuatan yang tidak islami, soale
agungsulistyo:::
saya nggak bisa. karena itulah saya nggak pernah minta bukti konkret untuk setiap tulisan yang dinilai sekedar “KATANYA” (saya toh ikut2an minta bukti ke mas agung cuma gara2 mas agung duluan yang minta disodorkan fakta dan nggak bolehin saya menulis yang sekedar KATANYA. iya, kan? apa perlu saya quote juga komen mas agung di atas?). lha agama saya sendiri itupun semuanya juga sekedar katanya. tinggal bagemana kita mengimaninya. contoh lain, hukum relativitas juga sekedar KATANYA einstein, kan?
tiap orang toh berhak menyampaikan pendapatnya. ya nggak, mas?
saya nggak bisa. karena itulah saya nggak pernah minta bukti konkret untuk setiap tulisan yang dinilai sekedar “KATANYA” (saya toh ikut2an minta bukti ke mas agung cuma gara2 mas agung duluan yang minta disodorkan fakta dan nggak bolehin saya menulis yang sekedar KATANYA. iya, kan? apa perlu saya quote juga komen mas agung di atas?). lha agama saya sendiri itupun semuanya juga sekedar katanya. tinggal bagemana kita mengimaninya. contoh lain, hukum relativitas juga sekedar KATANYA einstein, kan?
tiap orang toh berhak menyampaikan pendapatnya. ya nggak, mas?
================================
Ya Berhak tentu saja………bebas……
Makanya kalau saya berpendapat Dagelan ya bebasssss…….
Umpama Saya Bilang Hanya Islam yang Benar yang lain salah juga berhak
Masalahnya Kalau ada yang mengomentari “Tidak benar itu” “EGOIS” “MAU MENANG SENDIRI” dan sebagainya
Orang itu tidak rela saya mengemukakan pendapat. Karena Hak saya
weh weh bingung Yak
Nggak Boleh tersinggung………
Setuju… setuju….
sebenernya tujuannya bukan sekedar menang dan kalah. saya bikin tulisan ini niatnya pengen ngajak supaya temen2 muslim mulai berjuang dengan cara yang elegan dan tidak anarkis. banyak dari kalangan muslim sendiri yang kesal dengan ulah segelintir oknum yang mengatasnamakan islam tapi melakukan perbuatan yang tidak islami, soale
=======================
Loh …. kan yang namanya DEMO umpamanya kan nggak disini aja, di eropa amerika sono juga Banyak DEMO. TOH juga mereka banyak yang anrkis juga sampai lempar-batu sama aparat…. Bahkan di negara baratpun Bisa jadi Lebih Anarkis.
Kalau Cuman Demo berteriak-teriak di forum demo itu saya kira wajar, toh didunia manapun teriak-teriak waktu DEMO seperti itu juga biasa.
Masalah Mengatasnamakan islam itu juga wajar karena yang dibela ISLAM.
Waktu TIBO CS mau di hukum mati toh Umat nasrani banyak Yang Demo Menentang bahkan sampai terjadi kerusuhan di NTT.
E Tanya Kenapa ??
Karena Ada keterkaitan IMAN antar Pendemo dengan TIBO CS.
Itu toh dikatakan Wajar.
Mereka yang DEMO KAn Kalangan GEREJA DAN UMAT GEREJA. apa tidak karena dilatarbelakangi sentimen AGAMA. Terlalu naif kalau mengatakan DEMO mereka itu karena SOLIDARITAS Sebagai sesama MANUSIA.
Wallahualam
@ agussulistiyo
Maaf, tapi menurut Ma pribadi,, kebabasan setiap manusia itu dibatasi oleh manusia yang lain,, kalo semuanya mau pake hak mereka abis abisan, ga bakal sedikitpun kedamaian dan toleransi,,
misalnya, orang bebas merokok,, tapi kebebasan mereka dibatasi oleh kebebasan orang lain yang ingin menghirup udara segar,, kalo kebebasan itu ga dikasih,, jadinya zalim sama orang yang butuh udara segar,,
*sori contohnya rokok,, gerakan anti rokok nih*
in this case, adakah non muslim di diskusi ini yang memulai melecehkan islam? malah yang saya liat, justru orang (yang mengaku) islam yang memulai melecehkan kitab agama lain
================
Lah Tulisan Kamu diatas itu yang melecehkan umat ISLAM. masak nggak sadar ???
Siapa yang Mulai ?
Coba Kalau anda nggak nulis seperti itu karena dasar Menghormati ! Saya nggak komentar disini
Itu Pemicunya !
========
sama saya tidak, mas? urusan mas dengan Allah mungkin sudah selesai. tapi dengan saya, oho, belum!
hahahaha, saya cuma bercanda, kok
=========
Loh Kan saya sudah berterima Kasih sama Kamu mengingatkan saya, kok jadi bilangnya seperti itu yah !
====
gimana kalo mas agung aja yang ngopi peist artikel ini ke sana? nggak pa-pa, kok. saya rela. asal nyantumin sumbernya aja. nanti saya ikutan liat2 diskusinya di sana, deh
=====
Itu namanya Lempar Batu Sembunyi tangan.
Setiap artikel yang bagus itu harus diuji dan diklarifikasikan jangan hanya sepihak. anda berani menulis artikel itu anda juga siap Ditanya perihal Artikel itu.
Jangan Mempertahankan diri Kalau Artikel yang anda Buat Itu 100% Benar Yah Percuma Dong Diskusinya. Nggak perlu dikasih Forum ini.
kalau pemahaman anda begitu ya Sudah Tutup Kmentar Ini dan anda buat Artikel sebanyak-banyaknya yang anda anggap 100% benar
nggak usah buka comment ini, ntar timbul masalah sepewrti ini lagi. CUEK SAJA, NGGAJ USAH DIGUBRIS.
Maaf, tapi menurut Ma pribadi,, kebabasan setiap manusia itu dibatasi oleh manusia yang lain,, kalo semuanya mau pake hak mereka abis abisan, ga bakal sedikitpun kedamaian dan toleransi,,
misalnya, orang bebas merokok,, tapi kebebasan mereka dibatasi oleh kebebasan orang lain yang ingin menghirup udara segar,, kalo kebebasan itu ga dikasih,, jadinya zalim sama orang yang butuh udara segar,,
*sori contohnya rokok,, gerakan anti rokok nih*
============
Setuju anti ROKOK hehehe
Nah Akhirnya dibatasi juga kan ? akhirnya kita juga harus menghormati Syariat Agama Lain.
Yang Jadi Masalah adalah artikel anda itu dimata Kaum Muslim sangat menyakitkan, karena mereka akan menjalankan Syariat Agama mereka, begitu juga kalau saya bilang Syariat INJIL Tidak perlu masuk sampai KENEGARAAN. Anda dan non muslim tentunya Tersinggung dan sakit hati.
Itu yang saya maksudkan sedari dari Awal.
Tetapi kalau anda menganggap artikel anda itu 100% benar, yaaa mau begimana lagi…….. akhirnya DEBAT KUSIR.
Karena Itu saya usulkan anda menulis itu di Forum yang Khusus membahas Tentang POLEMIK ISLAM dan anda juga harus siap menerima KRITIK dari ARTIKEL ANDA ! masjid.co.nr
Sekali lagi, kalau anda menganggap 100% benar yah nggak usah didiskusikan. ntar jadi masalah seperti ini
Wallahu a’lam
Saya tertarik mengomentari yang ini, karena serasa menggelitik
agungsulistyo
Menurut saya kewajaran bukan berarti kebenaran, sebab kewajaran datang dari pemakluman atau karena kebiasaan saja.
*sekedar pendapat karena tergelitik*
UPS Maaf RISMA saya kira anda penulis ARTIKELNYA
MAAP YA beribu ribu maap !
Pernah denger ungkapan “kebebasan kita menggunakan hak azasi jangan sampai melanggar hak azasi orang lain”?
analoginya, saya berhak2 aja merusak fasilitas umum. wong itu juga make duit rakyat. dan saya sendiri adalah rakyat. tapi apa orang lain bakal nyaman dengan kesewenangan saya menggunakan hak azasi saya?
mas sakit hati kalo islam dilecehkan, tapi nggak mau tahu dengan umat lain yang agamanya mas lecehkan. nah, adilnya di mana coba?
mas bisa aja ngaku kalo mas cuma berreaksi, tapi merekapun bakal bilang hal yang sama. celaka negara ini kalo semua orang bersikap seperti mas.
kapan yang kayak gini mau berakhir coba, kalo ga ada yang mulai menahan diri?
yang dicontoh kok malah anarkisnya? Islam yang seperti itu yang diidolakan sama, mas? astaga… ternyata kita memang beda aliran. saya sih lebih suka islam yang sejuk dan elegan
errrr… nabi pernah ngajarin ngelemparin batu duluan? lha wong diludahin aja nabi juga tetap diam
makanya saya menentang demo, karena demo isinya teriak2. mending kalo teriakannya didengerin. kalo nggak? energi terbuang percuma. lebih baik kalo tenaganya dipake untuk melakukan hal konkret yang terbukti bermanfaat untuk ummat, kan?
nah, bayangkan skrg kalo separuh umat islam di indonesia suka mencacat kitab agama lain…
udah dibayangkan?
apa nggak jadi perang negara kita ini? hal yang nggak langsung menyerang keimanan mereka aja bisa jadi kerusuhan, apalagi kalo hal yang straight to the point melecehkan agama mereka, kayak yang mas lakukan?
well, tapi kalo mas bilang perang ga masalah, asal demi islam…wah, saya udah ga bisa ngomong apa2 lagi. saya cuma pengen nanya aja, mas pernah ga bener2 terlibat perang? pernah kehilangan orang yang disayangi gara2 perang?
jujur, saya nggak mau di indonesia ada perang sodara, mas…
sisa pertanyaan mas yang lain sudah saya jawab di komen saya buat mas sebelumnya
Menurut saya kewajaran bukan berarti kebenaran, sebab kewajaran datang dari pemakluman atau karena kebiasaan saja.
Saya juga tertarik mas mengomentari diatas.
Demo Penurunan Pak harto karena KORUPSI misalnya, Nggak Wajar karena Tidak Maklum dan Tidak Biasa dan bukan merupakan Kebenaran
DEMO penurunan Soekarno karena NASAKOMnya misalnya, Tidak wajar karena tidak maklum dan tidak BIASA dan bukan merupakan kewajaran
SETUJU MAS SAYA !!
Pernah denger ungkapan “kebebasan kita menggunakan hak azasi jangan sampai melanggar hak azasi orang lain”?
Loh nyatanya Anda Melanggar Hak Asasi Jutaan kaum Muslim kok !
Ini contohnya :
Nggak usah bicara tentang sistem yang berjudul mati Syariat Islam. Terapkan dulu pelan-pelan. Nggak usah secara sok revolusioner ingin mengubah sistem pemerintahan kita kepada Syariat Islam.
coba lihat kata “SOK REVOLUSIONER” coba tanya sama yang kuliah Psikologi disini kalau ada.
Ini nada Kebencian yang sangat sangat. Terang aja anda melanggar Hak AZAZI jutaan Umat ISLAM. Hak untuk menjalankan Agamanya kan sesuai dengan HAK Asasi Manusia.
Kenapa anda mengatakan orang yang punya Hak Asazi manusia itu dengan kata-kata Seperti itu ??
nah, bayangkan skrg kalo separuh umat islam di indonesia suka mencacat kitab agama lain…
udah dibayangkan?
apa nggak jadi perang negara kita ini? hal yang nggak langsung menyerang keimanan mereka aja bisa jadi kerusuhan, apalagi kalo hal yang straight to the point melecehkan agama mereka, kayak yang mas lakukan?
================================
Loh kok jadi Menuduh aku sih !!
Di artikel diatas jelas-jelas kok mendeskreditkan Umat Muslim, dikira semua umat muslim setuju dengan cara cara seperti itu.
Kok Malah ganti nuduh saya yang mulai perang ???
Gimana sih ini ??
Lah Anda sendiri yang Mencacat Agama Islam hanya karena umat Islam berbuat seperti itu !
Aneh… aneh…
Saya Tanya sekali lagi aja Tolong jawab dengan jujur !
Apa Anda Yakin Kalau Artikel yang anda buat itu 100% benar ???
Kalau ya, ya udah nggak usah buka Forum Komentar, ntar malah jadi debat kusir seperti sekarang ini.
tetapi kalau anda jawab tidak, berarti anda sudah siap menerima Kritik dengan Lapang Dada.
Dari Artikelnya aja anda sudah Emosional sudah Skeptis. apalagi dari segi komentar ini.
Tolong Jwab dengan JUJUR ?
Dagelan Aktivis Dakwah: Syariat! Syariat! Pokoknya Syariat Islam!
Coba Dari Judulnya Saja Anda sudah melanggar Hak Asasi Manusia !
Coba Umpama Kalau Saya Bilang
Dagelan Aktivis Missionaris: Syariat! Syariat! Pokoknya Syariat Kristen!
Dagelan Aktivis Non Muslim: Syariat! Syariat! Pokoknya Syariat Non Muslim !
Apa Anda tidak tersinggung dengan Judul diatas itu ??
Apakah Anda masih bisa bilang kalau saya Melanggar HAM ???
well, tapi kalo mas bilang perang ga masalah, asal demi islam…wah, saya udah ga bisa ngomong apa2 lagi. saya cuma pengen nanya aja, mas pernah ga bener2 terlibat perang? pernah kehilangan orang yang disayangi gara2 perang?
==========================
Yang Bilang Saya Perang Siapa ??????
Waduh kok sampai perang sih ??
Mana Tulisan saya yang memprovokasi Perang ??
Anda sudah 2 kali menfitnah saya ??
Toh anda juga nggak bilang minta maaf sama saya atau terima kasih yang ada hanya kalimat EGO nggak mau salah dengan menutupi dengan Alasan (Ups jadi Ingat Kuliahnya Pak Prof. Sarlito)
=============
yaaaa…habis masnya bilang mau nungguin saya. ya saya pikir nunggu di temanggung. soale susunan kalimatnya bilang nunggu dulu, setelah itu baru nyuruh saya ke gereja.co.nr
============
Apakah Ini Kalimat penyesalan ??
kalau Ada Prof Sarlito wirawan bisa geli ………
Ya Udah nggak usah dibahas lagi…
Anda berkeyakinan 100% benar artikelnya kok
Saya juga nggak bisa apa-apa ??
Saya Saja Yang Minta Maaf sama Anda dan rekan disini semua kalau ada Kata-Kata yang Kasar. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya
Saya Tidak malu kalau saya salah. Justru dengan Kesalahan itu saya bisa memperbaiki Diri menuju yang lebih baik. berarti sadar kalau Manusia Pasti Punya Salah.
Kalau Yang Nggak mau salah ya monggooo ………..
Wallahu a’lam
agungsulistyo:::
Oke, mas Agung,
kalo anda tersinggung dengan tulisan saya dan berniat membalas saya, balaslah. silahkan gapa-pa. tapi ya balesnya ke saya aja ya.
orang kristen dan non muslim lainnya nggak pernah melakukan tindakan melecehkan islam dalam diskusi ini. lalu kenapa mas agung melecehkan agama mereka?
kalo memang mas agung mau membalas ketersinggungan mas agung dengan cara balas melecehkan agama lain, jangan lecehkan agama yang nggak nyari perkara duluan (di diskusi ini) dengan mas agung. silahkan balas dengan melecehkan agama saya saja. jangan lecehkan agama lain yang bukan agama saya, apalagi sebenarnya mereka juga tidak melecehkan agama islam dalam diskusi ini.
bagaimana, siap melecehkan agama saya? silahkan mulai. karena mas agung merasa tulisan saya sudah melecehkan agama yang mas agung anut, jadi sekarang mas agung boleh sepuas2nya melecehkan agama yang saya anut
ayo! saya sudah dianggap melecehkan agamanya mas agung. sekarang, come on… ayo, lecehkan balik agama yang saya anut.
see?
balaslah orang yang memang layak dibalas. jangan melampiaskan pada orang lain yang sebenernya tidak layak untuk dibalas. saya yang bikin mas agung tersinggung, jadi ya seharusnya saya yang menerima pembalasan dari mas agung, bukan teman2 non muslim lainnya yang mas agung lecehkan agamanya.
bagaimana? sekali lagi, saya sudah mempersilahkan mas agung untuk melecehkan agama yang saya anut
satu lagi, wah mas agung ini hobi banget memenggal2 kalimat saya ya? spirit makna kalimat saya jadi berbeda, neeh…
Kalau Cuman Demo berteriak-teriak di forum demo itu saya kira wajar, toh didunia manapun teriak-teriak waktu DEMO seperti itu juga biasa.
makanya saya menentang demo, karena demo isinya teriak2. mending kalo teriakannya didengerin. kalo nggak? energi terbuang percuma. lebih baik kalo tenaganya dipake untuk melakukan hal konkret yang terbukti bermanfaat untuk ummat, kan?
=======================================
kalau yang demo selain umat ISLAM apakah anda juga menentang ?
Kalau Jawab Iya, Bagus itu, ntar anda juga kritik semua kalangan yang Berdemo Anda tentang. Silahkan Buat Artikelnya !
Kalau Tidak Ya monggoooo…… biar pembaca disini yang menyimpulkan !
satu lagi, wah mas agung ini hobi banget memenggal2 kalimat saya ya? spirit makna kalimat saya jadi berbeda, neeh…
================
Waduh Maap Deh, cuman saya sudah baca maksudnya…..
Soalnya Kalimat Saya juga dipenggal-penggal sama kamu kok walaupun beda redaksi. kalau saya memenggal yang penting saja tetapi kalau anda memenggal secara berurutan.
Maap ya !
Oke, mas Agung,
kalo anda tersinggung dengan tulisan saya dan berniat membalas saya, balaslah. silahkan gapa-pa. tapi ya balesnya ke saya aja ya.
======================
Loh loh kok nuduh saya mau membalas artikel jenengan sih ?
======================
orang kristen dan non muslim lainnya nggak pernah melakukan tindakan melecehkan islam dalam diskusi ini. lalu kenapa mas agung melecehkan agama mereka?
======================
Saya kan tidak melecehkan mereka, saya cuman memberi contoh bentuk Konkrit pelecehan itu apabila pada diri sendiri.
Disini memang tidak ada yang melecehkan tetapi coba anda ke diskusi http://www.faithfreedom.org/ dan Turunannya, Anda akan mendapati banyak hujatan-hujatan tentang islam yang jauh tidak lebih pantas.
Kan saya sudah minta maaf kalau ada yang tersinggung tadi diatas !
=================
kalo memang mas agung mau membalas ketersinggungan mas agung dengan cara balas melecehkan agama lain, jangan lecehkan agama yang nggak nyari perkara duluan (di diskusi ini) dengan mas agung. silahkan balas dengan melecehkan agama saya saja. jangan lecehkan agama lain yang bukan agama saya, apalagi sebenarnya mereka juga tidak melecehkan agama islam dalam diskusi ini.
==================
Loh kok jadi begini….. lah wong anda sendiri yang melecehkan umat Islam kok… kok malah jadi saya yang dituduh melecehkan agama lain. yang saya kemukakan itukan Contoh saja bukan asli, dan saya kan jg sudah minta maaf secara terbuka diatas.
===================
ayo! saya sudah dianggap melecehkan agamanya mas agung. sekarang, come on… ayo, lecehkan balik agama yang saya anut.
bagaimana, siap melecehkan agama saya? silahkan mulai. karena mas agung merasa tulisan saya sudah melecehkan agama yang mas agung anut, jadi sekarang mas agung boleh sepuas2nya melecehkan agama yang saya anut
====================
Loh loh kok jadi emosional gitu.
Yang Mulai membuat artikel Provokasi kan Anda !
Kok malah saya yang dituduh memulai.
jadi Bingung………
Ayah Saya katolik ordo jesuit, kalau saya mau sudah dari dulu saya melecehkan Agama bapak Saya. tetapi tidaklah, hingga akhirnya bapak sayalah yang memaksa saya untuk berdialog dengan Pasturnya dia.
Saya punya Darah / saudara Kristen (dari keluarga bapak saya) tetapi toh tidak melecehkan agama kristen. Hanya Berdialog saja seperti sekarang ini. Posisi kita hanya berdialog, kalau Berbicara harus Dengan fakta Dan Bukti serta Survai apa benar apa yang saya tulis sesuai dengan kenyataan.
==============
see?
balaslah orang yang memang layak dibalas. jangan melampiaskan pada orang lain yang sebenernya tidak layak untuk dibalas. saya yang bikin mas agung tersinggung, jadi ya seharusnya saya yang menerima pembalasan dari mas agung, bukan teman2 non muslim lainnya yang mas agung lecehkan agamanya.
===============
Lo kok gitu….
Dimana saya melecehkan Umat Kristen
Kan tadi Hanya Contoh kebalikan dari apa yang anda tulis, bukan berarti saya melecehkan agama anda !
Gimana ini ????????????
==================
bagaimana? sekali lagi, saya sudah mempersilahkan mas agung untuk melecehkan agama yang saya anut
==================
OK Saya juga mempersilahkan kepada anda untuk Tidak melecehkan Agama yang saya Anut !!
Anda dan Saya manusia masih punya Salah !
So Berhatilah anda berkata
Mulutmu Harimaumu !
Kalau Tidak Mau Dikritik ya Jangan Mengkritik
Itu sudah Konsekuensi !
Wallahu a’lam
Oklah kita sudahi dialog ini…………
Anda menganggap 100% artikel anda Benar yah it’s OK it’s Your Problemo !
itu Hak Anda, cuman utarakan hak anda itu ditempat yang memang membahas tentang itu biar tidak terjadi masalah seperti ini lagi.
Sekali Lagi Saya Minta Maaf kepada Semua yang ada disini !
Kalau Ada Kta-kata yang kurang berkenan !
apa ini berarti kalo saya nggak nulis berarti saya nggak menentang?
sama kasusnya kayak saya merasa nggak perlu ngirim tulisan saya ke masjid.co.nr kayak yang mas agung bilang. nggak semua permintaan pembaca mesti saya turuti kan? apa kalo ada yang nyuruh saya supaya tulisan ini dikirim ke kompas juga harus saya turuti?
hal itu – kalo saya nggak menuruti mas agung – nggak cukup untuk dijadikan standar bahwa:
terlalu naif rasanya kalo disimpulkan bahwa setiap saya nulis, artinya tulisan saya harus diuji. mas agung yang pengen, kok saya yang harus repot? apalagi tulisan saya memang bukan disertasi ilmiah yang perlu diuji. tulisan saya kan cuma opini pribadi. mas tau kan sejarah lahirnya blogsite?
kalo saya akhirnya nulis cuma gara2 skdar pengen menuruti keinginan anda, lantas apa bedanya antara saya dengan penulis yang dikejar2 editor? saya ngeblog bukan karena disuruh kok, mas. saya ngeblog dan nulis kalo memang ada sesuatu yang pengen saya ungkapkan.
yeah, setuju. biar pembaca aja yang menyimpulkan.
eh, sejauh ini, menurut mas agung, pembaca di sini pada setuju dengan tulisan saya di atas atau tidak?
hei, this is my blog, rite? menurut saya, ini sudah tempat yang tepat. kalo saya nggak nulis di sini, kalo blog ini nggak saya sendiri yang ngisi, lantas apa gunanya saya bikin akun di WordPress?
apa artinya blog saya bukan tempat yang tepat buat saya untuk menulis tulisan seperti tulisan saya di atas?
saya
agungsulistyo
tampaknya mas agung ini memang suka
sengajameyalah artikan tulisan orang.;) Mas kan saya tulis kalo kewajaran itu bukan berarti kebenaran, dalam artian jika wajar itu belon tentu benar mas. Jadi wajar bukanlah faktor penilaian yang tepat untuk tindakan, misalnya jika demo itu wajar rusuh (karena di seluruh dunia juga demo rusuh), apakah rusuh itu menjadi benar.Begitu mas maksud saya, jadi janganlah di plintir kemana-mana.
nambahin dikit deh…
istighfar ya…! bareng-bareng!
cuma heran aja
kok banyak orang Islam gak membela agamanya sendiri
sentimen pada agammanya sendiri
heran…heran…
tuh orang bener-bener Islam kagak ya..?
pada taraf minimal maka seseorang yang memang muslim, wajib membela agamanya sendiri, dalam masalah apapun, apalagi syariat Islam, lebih khusus lagi harus dibela.
ane belum ngomongin mana yang benar to salah, setidaknya kalau kita sudah memilih suatu agama, berarti kita sudah mutlak meyakini kebenarannya, klo masih ragu, atau gak suka, ya sudah murtad saja..!
gitu aja kok repot… (katanya Gus Dur)
klo gak nganggap aturan Islam atau syariat Islam ini paling benar, sama aja dengan menganggap Islam bukan yang paling benar alias salah. Klo nganggap Islam salah, ngapain meluk agama Islam????
yoo… makanya, sama-sama istighfar deh!
Pada taraf minimal setidaknya dalam hati kita gak boleh sedikitpun meragukan syariat Islam, termasuk juga simbol-simbol, kalau itu islam, minimal kita harus lebih mendukungnya daripada yang bukan Islam.
hati-hati… karena setan terus mengeroyok kita, kapan saja, dimana saja, dengan pasukan yang banyak dan pengalaman beratus-ratus tahun menggelincirkan manusia untuk menangani satu orang saja.
Dan memang biasanya kebenaran itu selalu dekat dengan kesulitan, dan kesesatan biasanya dekat dengan kenikmatan, kenyamanan, kebanggan, keasyikan, kemudahan.
Wallahu’alam
waa… sampai ustadz udah ikut-ikutan nih nasehati tingkah2 aneh ini
kayaknya udah cukup deh seperti anak kecil mas agung dan mas joe. mas berdebat pun ngga akan ditemukan titik temunya karena perbedaan persepsi. mas joe sudah memahami prinsip hidup beragama itu bertahun tahun sedangkan mas agung pun demikian. jadi kalo mau disamakan ya ngga bisa. selain itu udah ngelantur kemana mana. pesan mas Agung sudah kami tangkap begitu juga pesan mas joe. itu sudah cukup daripada melantur kamana mana. selain itu mas joe saya masih tunggu tulisan mas joe yang lain daripada sibuk berdebat. mas berdua ini menggunakan emosi karena keinginan saling mengalahkan yang lain. silakan dilanjutkan tapi ingat mengalah bukan berarti kalah khan. dan yang menang bukan berarti menang khan. saya kira mas berdua bukan Hamas dan fatah dipalestina yang lebih mementingkan diri sendiri hingga melupakan perjuangan mereka. silakan dilanjutkan kalo memang mencari kemenangan, dan ketenaran khan? oke gencatan senjata. (aku harap yang lain jangan memancing diair yang sudah keruh)cukup hamas dan fatah di palestina aja.
aldrino:::
Astaghfirullah…
mungkin tidak. tapi mungkin juga iya. penilaian orang lain terhadap tingkah orang kan tidak jaminan 100% benar. kelihatan sentimen blm pasti benar2 sentimen, kan?
cuma Tuhan yang Maha Mengetahui isi hati hambanya.
betul! esensi syariat islam memang harus selalu dibela oleh setiap orang yang mengaku muslim
iya. betul. ngapain juga dipeluk? saya juga heran…
astaghfirullah…
esensi dan simbol, mana yang lebih utama?
jadi, mana yang lebih didahulukan, esensi ataukah simbol? moral ataukah sistem pemerintahan?
lalu tentu saja simbol memang penting. tapi jika simbol itu sendiri dikampanyekan dengan cara yang tidak islami, mencatut nama ummat tanpa pernah mempedulikan kepentingan ummat yang sebenarnya, cenderung anarkis dan tidak elegan, masihkah hal itu layak didukung? tentukan saja skala prioritas. kalo boleh mengambil contoh, nabi sendiri lebih dahulu berdakwah mati2an di mekkah barulah hijrah ke madinah
kata sobat-seangkatan saya, kenalilah setan. maka niscaya kamu akan mengenali segala tipu dayanya untuk selanjutnya bisa kamu hindari. kalau kita tahu cara mengatasinya, seribu pasukan setan pun bisa kita lawan
setuju. saya juga mengalami bagaimana susahnya mengkampanyekan islam secara elegan. di luar sana, aksi instan nan anarkis jauh lebih dipilih karena dianggap jauh lebih mudah
euh, ustadz yang mana dan tingkah aneh yang mana, ya?
saidedwin:::
hahahaha, memang sedikit emosi. karena saya memang jadi nggak enak dengan temen2 non-muslim yang agamanya disalah-salahkan, juga dijadikan bahan untuk membalik opini saya.
oke, cukup hamas dan fatah. tapi saya tetap menolak mengkampanyekan islam dengan cara yang instan dan cenderung anarkis serta arogan
*joesatch
mas joe tulisan Lembaga dakwa kampret aku kurang suka. ini khan negara demokrasi mas. mereka dan kita pun boleh berteriak macem macem mas. tapi mengucapkan hal sekasar itu aku ngga terima. seorang negarawan nggak perlu mengucapkan kata yang kasar untuk mengucapkan perang. o iya satu hal lagi kalo misalnya ada yang mau nyari Aktivis dakwah silakan cari aku di lantai 3 elins ugm atau saidedwin.wordpress.com atau pogung rejo. karena terus terang aku pun juga memperjuangkannya kalo mau debat kalo mau berantem kalo perlu main futsal pun aku terima. terus terang aku capek perpecahan kalo mau benci silakan benci cukup seorang saidedwin.
lho, itu istilahnya pramur kok. sana protes ke pramur aja, kekekekekeke!
futsal? oh, come on. yang bisa ngalahin ilkomp kalo aku main cuma geofisika di final seleksi pormagama tahun lalu
@Herianto
@Hanichi Kudou
omongan loe ada benernya juga….tapi yg gw anehin cuman satu….kok nick loe pake nama jepang yah ?? bukannya orang jepang ga punya Tuhan ??
*garuk-garuk pala*
nanggepin persentase loe….ati2 loe ngomong..nanti loe disamain sama mr.68% of friendster loh….itu loh pakar multimedia kita ituh.
Dia dimusuhin gara ngeluarin persentase, karena nih kalo di ilmu teknologi…yg namanya persentase itu sama dengan KIRA-KIRA artinya KATANYA…itu kan juga kalo…jadi artinya yaa..JIKA…
Dan lagian sob….omongan loe tuh semuanya emang bener sob’…tapi sayang, itu cuman teori sob’….prakteknya gimana ?? bisa gak elo terapin ?? ga gampang sob’….itu doang kok yg pengen disampein si joe…GAK GAMPANG!!!
mengutip omongannya si agung
“Loh …. kan yang namanya DEMO umpamanya kan nggak disini aja, di eropa amerika sono juga Banyak DEMO. TOH juga mereka banyak yang anrkis juga sampai lempar-batu sama aparat…. Bahkan di negara baratpun Bisa jadi Lebih Anarkis.”
———————-
wah…berarti sekarang umat Muslimnya elo ‘gung..udah banyak belajar dari orang barat yah ??? udah tau itu jelek…kok malah diikutin yah ???? gung….gung…..dirimuh ini gimana sih…. katanya membenci orang barat, tapi kok masih pake produk barat…. PAYAH LOE !!!
ini baru fakta namanya ‘gung !!!
@ahmadsarwat
halow pak ustad……gw boleh nanya sesuatu gak ‘tad ?? elo dapet gelar ustad gimana cara ?? terus kok elo sepulang dari Mekah bisa dapet gelar haji ?? ditulis di kartu nama lagi….padahal di arabnya aja gada yg kayak begituan…. itu bukannya RIA sob’ ?? ga salah emang kalo yg namanya RIA itu enak…. namanya juga si RIA ….. pasti enak… coba kalo namanya JOE?? hiiiiiiiiwww…emangnya kita cowo apaan ??
btw…elo spammer tuh ‘tad…etika di dunia cyber itu elo ga boleh ngepromosiin web elo tanpa seijin yg punya web….elo udah minta ijin belom ?? ati-ati ‘tad….bisa-bisa blog loe di tutup…hahahaha jangan lupa … kalo naek motor pake helm yah ?? jangan mentang2 loe pake peci…jadi boleh gak pake helm…peci itu di pake di mesjid..bukan di jalanan yg penuh polusi dan kotoran …. betul gak ‘gung ??
yoa gak ‘gung ??? gung !! gw nanya ama loe sob’……
oh ya..kalo ada yg nanya agama gw apaan….gw MUSLIM….MUSLIM yg benci sama para-para ustad, haji, atau orang-orang yg nganggep orang laen itu rendah..dan dia itu pasti lebih baik daripada orang laen…..itu bukan teori…. itu FAKTA ‘gung !!!
ps : gw gak ngedukung joe ataupun sapa pun…gw cuman ngedukung cocot gw !!
sebelom elo mo ngedebat balik omongan gw….gw kasih quote dari gw…asli ini dari gw…bukan katanya…katanya…..lowh ‘gung….
“elo punya hak untuk mempunyai pendapat…tapi sorry sob’….gw juga punya hak buat nutup kuping atas pendapat elo….”
ada tambahan ngeliat postingannya si edwin
“ini khan negara demokrasi mas. mereka dan kita pun boleh berteriak macem macem mas.”
—————————-
yoi sob’….bener banget ini negara demokratis…tapi gw mo nanya sesuatu hal buat loe..3 aja deh nanti badan loe kurus….
1.Emang loe sapa yg ngerasa boleh teriak-teriak bikin berisik kuping orang laen ?? nah kalo di deket elo ada orang yg sakit gigi…apa engga keganggu?? yang bikin macet jalanan ?? sob’…gw pernah kehilangan job gara2 di slipi ada demo..ketahan 5 jam gw sob’…gimana menurut loe sob’ ?? itu maksud loe demokrasi sob’ ??
2. Emang loe sapa ?? yang bisa ngajakin orang maen pukul-pukulan ?? emang elo hakim sob’ ?? yg boleh ngambil keputusan orang itu harus di pukul ataupun engga…itu kan hakim sob’….itu namanya demokratis ??
3. Sob’..mendingan loe belajar yg rajin ajah supaya bisa cepet lulusnya..jadi cita2 loe jadi presiden kesampean…lagian gw aneh deh..elo Muslim ngeidola’in Benjamin Franklin ?? mendingan loe idola’in Rassullah sob’..
yoi ‘gak sob’ ??
mengutip omongannya si agung
“Loh …. kan yang namanya DEMO umpamanya kan nggak disini aja, di eropa amerika sono juga Banyak DEMO. TOH juga mereka banyak yang anrkis juga sampai lempar-batu sama aparat…. Bahkan di negara baratpun Bisa jadi Lebih Anarkis.”
———————-
wah…berarti sekarang umat Muslimnya elo ‘gung..udah banyak belajar dari orang barat yah ??? udah tau itu jelek…kok malah diikutin yah ???? gung….gung…..dirimuh ini gimana sih…. katanya membenci orang barat, tapi kok masih pake produk barat…. PAYAH LOE !!!
ini baru fakta namanya ‘gung !!!
================================
Sekali lagi mas Anda Anda Mednseskreditkan Umat Muslim
Banyak Umat Muslim Yang tidak mau berdemo Mas
DISINI SAYA TIDAK MEMBELA ORANG YANG BERDEMO
tetapi pada tuduhan kalau semua umat muslim seperti itu
KOK BISA YA !
Padahal saya sendiri JUGA ANTI DEMO !
saya cuman menjelaskan kalau DEMO ITU DIMANA SAJA BISA ANARKIS BUKAN CUMAN UMAT ISLAM SAJA !!
kenapa anda medeskreditkan hanya UMAT ISLAM Saja dan malah menambahi ikutan BARAT Segala. kan tidak ada hubungannya dengan Topik disini.
katanya membenci orang barat, tapi kok masih pake produk barat…. PAYAH LOE !!!
ini baru fakta namanya ‘gung !!!
=======================================
Lah Anda yang tidak sesuai dengan Fakta Perkataanya. Belum-belum sudah mendeskreditkan saya kalau saya Benci sama Barat.
DIMANA KALIMAT SAYA DISINI YANG MENGATAKAN BENCI SAMA ORANG BARAT !!
jelas-jelas kamu sisitu bilang KATANYA ? KATA SIAPA ITU ? ANda menuduh saya ? Tapi Anda BILANG KATANYA ?????????
Gimana sih ini.
===============
“Loh …. kan yang namanya DEMO umpamanya kan nggak disini aja, di eropa amerika sono juga Banyak DEMO. TOH juga mereka banyak yang anrkis juga sampai lempar-batu sama aparat…. Bahkan di negara baratpun Bisa jadi Lebih Anarkis.”
=================
Masak saya bilang seperti diatas kok Saya Benci sama BARAT.
Saya lagi membahas Perilaku Orang mas Bukan Membahas Benci Sama Barat.
Anda sendiri yang menyimpulkan kalau saya benci sama Barat, saya tidak bilang itu di forum ini.
===============
sebelom elo mo ngedebat balik omongan gw….gw kasih quote dari gw…asli ini dari gw…bukan katanya…katanya…..lowh ‘gung….
“elo punya hak untuk mempunyai pendapat…tapi sorry sob’….gw juga punya hak buat nutup kuping atas pendapat elo….”
===============
Kalau Itu Menurut Elo benar Ya silahkan !!
Lah Apa anda gak baca komentar saya sama penulis artikel ini ??
Siapa yang mau Debat Kamu, saya cuman mau meluruskan pernyataan kamu tidak sesuai FAKTA diforum ini.
KAPAN SAYA BILANG DI FORUM INI BILANG BARAT ITU JELEK ?
Kan Anda sendiri yang menyimpulkan !
itu Hak Anda, cuman utarakan hak anda itu ditempat yang memang membahas tentang itu biar tidak terjadi masalah seperti ini lagi.
hei, this is my blog, rite? menurut saya, ini sudah tempat yang tepat. kalo saya nggak nulis di sini, kalo blog ini nggak saya sendiri yang ngisi, lantas apa gunanya saya bikin akun di WordPress?
apa artinya blog saya bukan tempat yang tepat buat saya untuk menulis tulisan seperti tulisan saya di atas?
============================
yah Silahkan It’s OK !
Cuman Anda Juga siap Dikritik ! itu aja !
Saya nggak Mau memperpanjang Masalah.
Masalahnya Artikel anda itu menyindir Umat lain, terus terang banyak yang tidak terima, itu aja, jadi anda juga harus terbuka dengan Kritik Orang lain.
Saya Mengalah disini aja. Asal anda tidak melecehkan Umat muslim ya kami juga tidak akan mengkritik anda !
Saya Harap Anda Paham !
kayaknya udah cukup deh seperti anak kecil mas agung dan mas joe. mas berdebat pun ngga akan ditemukan titik temunya karena perbedaan persepsi. mas joe sudah memahami prinsip hidup beragama itu bertahun tahun sedangkan mas agung pun demikian. jadi kalo mau disamakan ya ngga bisa. selain itu udah ngelantur kemana mana. pesan mas Agung sudah kami tangkap begitu juga pesan mas joe. itu sudah cukup daripada melantur kamana mana. selain itu mas joe saya masih tunggu tulisan mas joe yang lain daripada sibuk berdebat. mas berdua ini menggunakan emosi karena keinginan saling mengalahkan yang lain. silakan dilanjutkan tapi ingat mengalah bukan berarti kalah khan. dan yang menang bukan berarti menang khan. saya kira mas berdua bukan Hamas dan fatah dipalestina yang lebih mementingkan diri sendiri hingga melupakan perjuangan mereka. silakan dilanjutkan kalo memang mencari kemenangan, dan ketenaran khan? oke gencatan senjata. (aku harap yang lain jangan memancing diair yang sudah keruh)cukup hamas dan fatah di palestina aja.
======================
Loh Mas Edwin maaf, saya kan sudah meminta maaf disini kalau ada kata yang tidak berkenan. saya sudah berinisiatif mengakhiri debat Kusir ini. cuman kalau Umat islam Di sindiri terus dengan berganti Topik terus terang saya juga tidak terima.
Itu Saja, Fair sajalah
Umat beragama Mana Kalau Simbol-Simbol Agamanya dilecehkan Tidak Marah ?
Maaf Mas Edwin………
STOP saya juga males dengan debat yang menganggap 100% benar. Percuma memang !
Ok, Balik Ke Banjar DUlu Liburan !!
terlalu naif rasanya kalo disimpulkan bahwa setiap saya nulis, artinya tulisan saya harus diuji. mas agung yang pengen, kok saya yang harus repot? apalagi tulisan saya memang bukan disertasi ilmiah yang perlu diuji. tulisan saya kan cuma opini pribadi. mas tau kan sejarah lahirnya blogsite?
=====================================
Lah Berarti siap Dikritik itu aja !
Simpel
=====================================
kalo saya akhirnya nulis cuma gara2 skdar pengen menuruti keinginan anda, lantas apa bedanya antara saya dengan penulis yang dikejar2 editor? saya ngeblog bukan karena disuruh kok, mas. saya ngeblog dan nulis kalo memang ada sesuatu yang pengen saya ungkapkan.
=====================
Hehehehe………
Silahkan ……..
berarti SIap Dikritik !
======================
yeah, setuju. biar pembaca aja yang menyimpulkan.
eh, sejauh ini, menurut mas agung, pembaca di sini pada setuju dengan tulisan saya di atas atau tidak?
===============================
Banyak yang Setuju ! MAyoritas malahan
Cuman Saya nggak tahu AGAMANYA ??
Banyak Yang Nggak Setuju dengan tulisan saya juga. Mayoritas Malahan. Cuman Saya Nggak Tahu APA AGAMANYA ?
AGAMA MEMPENGARUHI CARA BERFIKIR !
Sudah Sudah !
Disini saya mengomentari Tulisan Anda yang melecehkan umat Muslim. Kok malah anda ganti Menuduh Saya Menghina Non Muslim.
Jadi Keblinger Debatnya.
Sudahlah Mendingan anda Tutup komentar disini, daripada memperpanjang masalah !
Sudah Sudah, mendingan jangan lagi dikomentari, ntar malah jadi panjaaaaaaaaaaaaaaang !
Tidak Ada untungnya mengomentari / mengkritik Artikel yang sudah dianggap 100% benar.
Mulai dari INI saya CUT………. selesai mengakhiri Dialog ini. CApe’
Untuk yang sekian kalinya
Saya MOHON MAAF KEPADA REKAN DI FORUM INI KALAU ADA KATA_KATA YANG TIDAK BERKENAN !
Undur Diri
Mendingan Ngurusin JARDIKNAS saja
Makasih semua !!
TOLONG JANGAN MELECEHKAN UMAT ISLAM LAGI !!!!
ITU AJA PESAN SAYA !!
STOP !!!!
JANGAN DIKOMENTARI YANG TERAKHIR INI.
STOP STOP !!
…Request….
Saya nggak ngomentarin post terakhir yaa.. mo ngomentarin masalah adu galak hihi.. kalo galak sih mendingan situ yang ambil hehe.. kalo disini cerewetnyaa minta ampyuunn hehe..
yak case closeddd..
Hmmm…semua di sini sepertinya memang suka beradu mulut ketimbang mengambil sikap positif.
kj-:::
sepertinya bisa meraba spirit tulisan saya. terima kasih
agungsulistyo:::
lho, bagemana? akhirnya kok jadi kontradiktif sendiri? tadi mas agung bilang, kalo nulis artinya harus siap dikritik. skrg kok malah minta supaya komennya mas agung jangan dikomentarin?
oh ya, dari awal saya nggak ada melecehkan islam, lho. mungkin mas agung perlu mencari tahu apa itu makna satire dan ironi sebelum membaca tulisan2 saya yang lain juga.
Unggulux:::
yak! terima kasih
Death Berry Ille-Bellisima:::
lho, bagus kan? banyak yang nunggu tontonan kayak gini, lho. jadi jangan diprotes. ini rekues dari khalayak rame soale, kekekekekeke!
weh case closed donk nih.
kita nantikan kontestan berikutnya sahaja
Numpang nimbrung nih Mas…
http://www.gatra.com/2007-05-07/versi_cetak.php?id=104380
Di situ dikatakan
“Warga tidak dibenarkan menggunakan busana yang menonjolkan simbol agama di tempat umum. Buntutnya, ada orang Islam yang menilai pasal itu sebagai larangan berjilbab. Ada juga umat Katolik menganggapnya larangan suster mengenakan kerudung khasnya. Bukan hanya orang Islam yang tersodok.”
Nah, mungkin kita perlu baca lagi drafnya. Mungkin kita (orang Islam) masih rancu soal ini.
@ agungsulistyo
Mas, jangan bawa2 agama lain ding.. Lagian si Joesatch ini muslim, bukan kafir kok.. Kekekeke…
hehe…
akhirnya….case closed
yah,yg saya setujui dari komentar diatas semua adalah :
gak ada pemenang ternyata disini
…[gak] ada pencerahan?
ayo kembali lagi ke bumi..
masih banyak anak jalanan yang gak bisa makan dan BOS nya di korupsi!!(OOT, sorry)
terakhir!, saya secara penjual bunga, setuju dengan quote ini [boleh kan?]
gitu aja kok repot… (katanya Gus Dur)
udahlah, khusus untuk topik ini ta’ buat aja forum diskusinya biar…puas….puass…(*tukul* mode on)…
(Lha kok malah bingung aku…ora ono sing nggo cekelan maneh..)
komen saya :
Astaghfirullah… (buat all posting….)
gak berani komen dah. takut nambah bingung orang lain.
apalagi udah case closed.
mau baca komen2ku yang dikomentari orang dulu ah
mungkin aku ada salah tulis sehingga membuat yg lain salah arti.
sinau maneh…sinau maneh….
wis ah…
arep golek postingan liyane ….
pramur:::
yaaaahhh, mur…kenapa kamu bilang2 kalo aku ini bukan kafir?
masdhenk:::
pencerahannya silahkan didefinisikan sendiri, mas
yeah, ayo kembali ke bumi! berjuang untuk hal yang lebih jelas!
the23wind:::
errrr…pake cacat-mencacat agama lain juga ga? nanti ada yang bilang gitu tapi nggak mau ngaku, ehehehehehehehehehe! trus nanti komen kita di diskusi itu bakal disuruh buat dikirim ke forum lain juga ga?
leobmiteos:::
lho, komen aja. semakin membingungkan, orang justru akan pengen tahu kebenaran sejati itu seperti apa, iya kan? bikin bingung kalo memacu orang lain buat selalu belajar itu bagus. daripada asal2an nurut tanpa pondasi yang jitu?
@kj-
orang jepang juga punya tuhan loh …
cuma memang, tidak persis sama dg tuhan yg “biasa” eNTe sembah …
bahkan, mereka yg sama sekali tak percaya adanya tuhan sekalipun …
ternyata, tanpa disadari masih juga punya tuhan …
misal, mereka masih butuh “sesuatu” untuk menunjang aktivitas mereka.
makan, masih perlu tangan …
berjalan, masih perlu kaki …
melihat, masih perlu mata …
mungkin, bila mereka bisa melihat tanpa mata …
bisa dikategorikan tak memiliki tuhan …
namun, tetap saja mereka harus melihat dengan “penglihatan”
artinya, mereka tetap saja masih butuh “sesuatu” …
nah loh …
wakkakakakkaaaa …
Autokritik itu memang paling sulit mas Joe, saya sendiri yang penganut Kristen berapa kali melontarkan autokritik ke kalangan intern (bukan di wordpress) tapi selalu dibalas dengan ad-hominem dan penghujatan.
Tapi saya tetap meneruskan autokritik, dan itu yang saya harap dari semua. Autokritik bukanlah PENGHINAAN. Tapi bersumber dari kepedulian dan keprihatinan kita melihat agama yang dibawa ke arah yang lain. Kalau kita tidak peduli, maka kita tidak akan mengkritik alias menelan mentah-mentah semuanya termasuk hal-hal yang melanggar.
Saya justru heran dengan orang yang tidak suka dikritik dan tidak suka perbedaan pendapat.
*yang saya lihat perdebatan diatas masih banyak yang ad-hominem. mungkin itulah cara kita berdebat-tidak cerdas*
eh ada raja iblis…long time no see,terakhir kita bertemu pas ladies night yah??hahahaha…apakabarnya neraka sob’?? masih panas?? hehehehe
sob’… jangan samain TUHAN gw ama TUHANnya mereka…ga baik, nanti dibilang melecehkan loh..hehehehe
yg gw anehin cuman 1 doang nih raja…si joe itu yg gw baca cuman kepengen dia bisa idup di indonesia dengan damai dan tentram tanpa ada rasa ketakutan dan was-was..apalagi kalo sampe kehilangan pekerjaan gara2 demo yg dibayar 20rb/orang..(gw gak cuman ngomongin demo’nya orang2 muslim yah),joe cuman pengen kita ga usah memaksakan kehendak kita ke orang lain…Agamamu..Agamamu..Agamaku..ya Agamaku…bener gak ‘blis?? duh gw lupa loe kan iblis yah ?? rajanya pulak…hehehehe
sebenernya sih kepengen ngelurusin juga omongannya om agung ini…tapi dikarenakan dia sudah berbesar hati untuk mengalah..jadi gw gak berani ah..takut dibilang ngedzolimi…hehehe
joe..mendingan loe bahas minyak goreng, naeknya gila2an banget sob’…kasian enyak gw..huhuhuhuhu….andai ada forum-forum’an ato organisasi2an yg mau gitu turun tangan..namanya juga berandai-andai yah joe..bisa FAKTA bisa engga..
okeh sodara-sodara sekalian !! kita akhiri pembicaraan kita hari ini…terima kasih telah berpartisipasi dalam sumbang saran dan pikiran yg tentu saja tidak kami anggap sumbang..sekaligus membantu menaikan traffic blognya joe… jangan lupa untuk memberikan amal pada kami dengan cara mengklik banner di sebelah kanan…ingat!! perbedaan yg membuat dunia ini berputar…terima kasih!!
*kabur diem-diem takut disambit om joe*
http://onegoodmove.org/fallacy/toc.htm
Wah, ternyata di sini banyak juga yang kenal dengan ad hominem.
Buat mas Agung Sulistyo, maaf, walaupun anda sudah berhenti, tapi saya ingin sumbang saran aja. Cara berdiskusi anda itu tidak masuk akal dan tidak logis. Kalo anda tetap berdiskusi dengan cara seperti itu, akan memalukan umat Islam sendiri. Ummat Islam akan jadi bodoh, terbelakang, dan tidak mau berpikir gara-gara yang muncul adalah penampilan anda ketika berdiskusi. Saya sarankan anda mempelajari link di atas sebaik-baiknya, supaya bisa berpendapat dengan lebih baik lagi.
Buat kamu Joe. Kamu udah punya naluri diskusi yang agak baik, tapi perlu diasah. Link ini juga bagus buat dipelajari.
Buat yang lain, semoga link ini bermanfaat.
Komentar tentang syari’at Islam, wah katanya case closed ya. Wah, telat nih. Pas nggak rame, pas nimbrung. Nggak papa deh.
Ada syari’at Islam yang berasal dari kebutuhan umat Islam sendiri. Contohnya adalah zakat dan ekonomi syari’ah. Karena berasal dari kebutuhan pribadi atau personal, yang kayak gini memang mutlak harus diperjuangkan mati-matian. Termasuk ini juga adalah perjuangan untuk MEMBOLEHKAN jilbab di segala tempat, termasuk di instansi pemerintahan dan militer. Saya bilang membolehkan lho, belum mewajibkan.
Ada yang berasal dari keinginan umat Islam untuk memenuhi perintah Allah, “Tidak ada hukum selain hukum Allah”. Yang kayak gini nggak bisa tegak di Indonesia kecuali dengan dua cara. Pemberontakan atau Demokrasi. Terserah, mau pake cara NII, atau pake cara PKS, PBB, dan partai-partai Islam lainnya. Termasuk di antara ini adalah legalisasi jinayah atau hukum pidana Indonesia dan juga RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi.
Ada syari’at Islam yang mengatur umat agama lain. Ini yang jadi sangat susah. Sebenarnya, dalam negara Islam, umat non muslim berhak punya hukum sendiri, sekalipun lebih keras daripada hukum Islam. Tapi, yang jadi masalah, untuk urusan publik yang berkaitan dengan muslim, yang berlaku adalah aturan untuk orang Islam.
Ini akan menjadi, boleh telanjang maupun sex pary untuk non muslim di dalam rumah atau hak miliknya, tapi harus pake jilbab kalo di depan umum. Juga berarti, membunuh orang Islam berarti harus di-qishash. Saya bilang, ini yang sangat susah. Dan tentu saja, sangat jauh dari harapan.
Begitu aja. Terima kasih.
Assalamu’alaykum wr. wb.
::KJ
yoi sob’….bener banget ini negara demokratis…tapi gw mo nanya sesuatu hal buat loe..3 aja deh nanti badan loe kurus….
1.Emang loe sapa yg ngerasa boleh teriak-teriak bikin berisik kuping orang laen ?? nah kalo di deket elo ada orang yg sakit gigi…apa engga keganggu?? yang bikin macet jalanan ?? sob’…gw pernah kehilangan job gara2 di slipi ada demo..ketahan 5 jam gw sob’…gimana menurut loe sob’ ?? itu maksud loe demokrasi sob’ ??
2. Emang loe sapa ?? yang bisa ngajakin orang maen pukul-pukulan ?? emang elo hakim sob’ ?? yg boleh ngambil keputusan orang itu harus di pukul ataupun engga…itu kan hakim sob’….itu namanya demokratis ??
3. Sob’..mendingan loe belajar yg rajin ajah supaya bisa cepet lulusnya..jadi cita2 loe jadi presiden kesampean…lagian gw aneh deh..elo Muslim ngeidola’in Benjamin Franklin ?? mendingan loe idola’in Rassullah sob’..
yoi ‘gak sob’ ??
==================================================
kalo jawaban yang pertama teriak teriak yang aku maksud disini adalah Demo mas. bukan berarti bener bener teriak. negara ini merupakan negara demokrasi yang memiliki maksud dari rakyat untuk rakyat. yang menganjurkan rakyatnya untuk menyatakan pendapatnya secara bebas. dan salah satu cara menyatakan pendapatnya adalah dengan demo.kalo mas menginginkan ngga ada demo itu adalah hal yang mustahil kenapa? karena bentuk negara indonesia yang demokrasi kalo mas berharap ngga ada demo silakan mas bisa ke korea utara kedua karena negara ini baru aja terbebas dari rezim orde baru sehingga rakyatnya baru aja merasakan gimana rasanya demo selain itu masih banyak ketidak adilan dinegara ini. sehingga jadi ada hobi baru yang namanya demo. saya berduka mas sampe kehilangan pekerjaan karena demo itu merupakan resiko punya kewarganegaraan indonesia. jika mas ingin ngga ada demo silakan ke negara lain.
kedua lho saya khan membuat alternatif mas daripada mereka saling bertarung satu sama lainnya lebih baik mencari musuh yang sama yaitu aku sehingga ada persatuan diantara mereka. selain itu dalam banyak komment diatas seolah olah mereka mencari kaum “itu”. dan sekali lagi aku ngga mau ada perpecahan walaupun berbeda.
ketiga prinsipku bukan siapa yang bicara tapi apa yang dibicarakan. menurutku benjamin franklin bisa menjadi contoh karena dari kaum modern yang mencapai puncak kekuasaan di amerika yang sebelumnya bisa dikatakan gagal. oiya Nabi Muhammad SAW itu bukan sekedar diidolai tetapi wajib diidolai dan dicontoh karena aku orang muslim. sama aja kayak gini aku hobi baca Qur’an masak seh hobi baca Qur’an disamakan dengan hobi hobi yang laen. membaca qur’an dan mengidolai Nabi Muhammad bagi umat Islam memang sudah seharusnya diatas tingkat sekadar mengidolai dan hobi.
o iya malahan aku yang menjawab soalnya aku cuma mau meluruskan selain itu ini diluar konteks syariat Islam khan? akhirnya case closed ya aku seneng ngga ada perdebatan kusir lagi. bagus juga kalo ada diskusi tentang ini kita menghadirkan mas joe dan lain lain sebagai pembicara. yah hitung hitung kopi darat. mana neh penyelenggaranya?
Buat mas Agung Sulistyo, maaf, walaupun anda sudah berhenti, tapi saya ingin sumbang saran aja. Cara berdiskusi anda itu tidak masuk akal dan tidak logis. Kalo anda tetap berdiskusi dengan cara seperti itu, akan memalukan umat Islam sendiri. Ummat Islam akan jadi bodoh, terbelakang, dan tidak mau berpikir gara-gara yang muncul adalah penampilan anda ketika berdiskusi. Saya sarankan anda mempelajari link di atas sebaik-baiknya, supaya bisa berpendapat dengan lebih baik lagi.
=========================================
Yah Terima Kasih Pesan Anda.
Saya melihat itu secara Psikologi Karakter manusia.
Tetapi memang banyak yang nggak bisa menangkap maksud saya.
Tidak Apa-apa. Saya memberi contoh tapi malah dikatakan menghina gol. tertentu. itu sudah umum seperti itu.
Saya Tidak marah Kok, Kalau memang ada yang tidak benar pada diri saya itu memang kelemahan saya sebagai manusia seperti juga anda dan manusia lainnya.
Kecenderungan Manusia memang Egois. itu sudah rumus. Saya dan anda dan semuanya punya ciri seprti itu.
Yang penting sekarang Bisa mengakui kalau Punya Salah dan mengklarifikasi, Daripada Tidak mengakui tidak pernah salah dan Bersikukuh apa yang dikatakan itu Benar 100%.
Sudahlah…….
Ngantuk nih ………
coba lihat kata “SOK REVOLUSIONER” coba tanya sama yang kuliah Psikologi disini kalau ada.
Saya kuliah psikologi, mas. Psikologi islam pula. Masih kurang? Kalo mau dilihat hanya pada kata SOK REVOLUSIONER yang mas permasalahkan memang terdapat unsur emosi. Namun anda terlalu berlebihan menilai bahwa di dalamnya ada kebencian yg amat sangat. Yang saya tangkap dr omongan tersebut adalah unsur gemas dan tidak habis pikir.
ya kenapa harus minta maaf dan terima kasih? manusia pada dasarnya makhluk egois, ego saja kan ke-aku-an. pasti prof. Sarlito ngajarin itu ya kan ,mas.
Jelas bukan kalimat penyesalan. Anda memiliki kecenderungan untuk salah tafsir rupanya.
OOT: Psikologi UI ya, Mas? kok ngefans betul sepertinya sm Sarlito. Psikolog ga cm Sarlito lho, Mas. Dan psikolog bukan dewa yg mutlak omongannya bener, termasuk Sarlito. Piiisss….
kj-:::
minyak goreng? bukan bidang saya e, mas. tapi saya bakal belajar untuk itu
fertobhades:::
trunojoyo juga begitu, mas.
buat sebagian orang, dia pahlawan.
buat pihak yang “dikritisi”, dia itu penjahat perang
fauzan.sa:::
hehehehe, setidaknya, “agak” itu lebih baik daripada “tidak”, kan?
thx u link-nya. saya bakal belajar banyak
saidedwin:::
lho, sapa yang bilang “case closed”? bukan saya tho?
agungsulistyo:::
wah, kalo bilang injil – yang bukan kitab suci mas – itu kitab dagelan, ya jelas he’e, mas.
beda kalo bilang dagelan untuk “menghina” pola interpretasi ajaran agama sendiri. itu malah masuk kategori majas satire. soale saya jarang menemukan kasus ada orang yang menghina agama yang diyakininya sendiri. beda perkara kalo dia menghina bakal bekas agama yang dipeluknya. itu konteksnya sudah ga yakin tapi belum memutuskan murtad, masalahnya. tapi memang, bagaimanapun juga, menghina agama lain di depan umum tidak akan pernah bisa dibenarkan
calonorangtenarsedunia:::
lho, aku baru tau kalo kamu jur psikologi islam. kok ga bilang dari dulu? aku bisa nanya2 banyak berarti
Ehem ternyata masih belon closed nih?
hore….bisa trackback lagi ah……..
Agama lagi2, kitab suci lagi2
tape deh
sampe kapan ya kita diperbudak agama dan tulisan2 dalam kitab suci itu??….hmmmmppppfffff, seolah2 kita manusia labih rendah dari kitab suci (al-quran, injil dll), padahal yang nulis, yang mbaca (klo mo mbaca) yang mengartikan kitab2 itu ya kita manusia2 juga.
buat mendiang Karl Marx, Nietsche, Sartre dan teman2nya terima kasih sudah menjadi nabi2 bagi kami manusia2 yang mandiri diatas kaki dan pemikiran sendiri
nyanyi bareng lambrtz aj ah
“imagine there’s no heaven,
It’s easy if you try,
No hell below us,
Above us only sky,
Imagine all the people
living for today…”
danalingga:::
hehehehe, bener2 ditrekbek ternyata
Joyo:::
saya juga suka mereka kok, mas. beberapa karya yang didasari pemikiran mereka dan biografi mereka sendiri, saya baca. hell yeah, they’re rock!
tapi, selama saya masih tega menyebut kata “semoga…”, “semoga…”, dan “semoga…”, atau selama saya masih berani “berharap”, artinya saya masih membutuhkan suatu Kekuatan yang berada jauh di atas nalar saya
Maaf komen lagi
Bukan maksut saya menghina atau menghujat, anggap saja saya ini mewakili sebagian kecil orang yang bukan beragama Islam.
Sederhana saja, saya bingung ketika mendengar ato membaca pernyataan, “Islam adalah rahmat bagi seluruh alam”.
kenapa? Islam itu menggunakan bahasa Arab, jelas ada sekian banyak (anggap saja ribuan) bahasa manusia dibumi ini,lalu tiba2 semuanya harus menggunakan bahasa Arab untuk menjadi ter-rahmati (di tivi2 saya lihat mereka yang solat menggunakan bahasa jawa ato indonesia diCAP sesat), yah menurut saya ini sudah violate hukum alam akan keanekaragaman. Nah bagaimana bisa sesuatu yang melawan hukum alam adalah rahmat bagi seluruh alam???
Mas Joe maaf klo gak nyambung.
Salam.
Nah, lho, pe-er buat Muslim yang berpikir. Hayo…
Wah sepertinya ada kontestan baru nih joe
Tapi kontestan yang ini sih seharusnya nggak membawa suasana panas.
Monggo yang ngaku muslim di persilahkan paparannya.
Doh…
Panjang… Mumet!
*no comment*
Mungkin tulisanmodel bgini memang perlu, supaya kita tambah sayang pada Islam. Amin.
Joyo:::
bahkan merangsang saya untuk berpikir.
oh, tentu tidak mas. kalo agama saya dihujat dengan logika, saya nggak marah, kok
saya coba jawab dengan ngawur (hell yeah, ilmu agama saya memang dangkal), deh
begini: perintah shalat memang ada di dalam al qur’an (kenapa al qur’an berbahasa arab? ah, setiap kitab suci pasti memiliki bahasa ibu, kan?), tapi tata caranya shalat itu nabi yang mengajarkan. dan, dalam islam memang ada “kewajiban” untuk mengikuti apa yang diajarkan nabi. kebetulan nabi saya orang arab. seandainya beliau orang bali dari kota denpasar dan besar di sebuah kampung bernama tegal kerta, niscaya shalat boleh jadi bakal menggunakan bahasa bali. kebetulan juga, di dunia, bahasa arab sudah diakui sebagai susunan bahasa yang paling rumit dan indah (konon. saya juga nggak tau kenapa bisa begitu. mungkin memang ada grandplot dari tuhan)
tapi saya baru tau lho kalo solat dalam bahasa jawa dicap sesat. mungkin yang ngecap sesat perlu memperramah bahasanya menjadi “tidak sesuai dengan yang diajarkan nabi”, karena yang tau sesat atau tidak sesat itu kan tuhan.
saya pribadi toh, tidak pengen susah2 menerjemahkan doa2 dalam solat itu ke dalam bahasa indonesia. sama seperti saya yang tidak mau susah2 menerjemahkan lagu i will survive ke dalam bahasa jawa ketika saya belajar nggitar
Kopral Geddoe:::
aku dah nyoba. skrg giliranmu
danalingga:::
dan paparan sebatas itulah yang sejauh ini saya bisa. mungkin nanti saya bakal berpikir lagi
dnial:::
masak iya? yang betul?
saya:::
really???
kalo gitu saya bakal mencoba untuk lebih rajin lagi
Tadinya saya mau komen, tapi kok udah dirangkum sama mas Joe
Kayaknya pernyataan apologetik umat memang nadanya bakal seperti itu
wah kebetulan lewat ni, mampir sebentar ah…:)
hehehe kok banyak kebetulan ya?? ukurannya apa ya klo bhs Arab itu paling rumit dan indah?? jangan2 ini bagian dari doktrin
, saya pernah belajar bahasa jawa, yang menurut saya kompleks, njlimet tapi indah, dan pasti Mbah Kerto dari Solo setuju sama saya (cari temen
)
seorang dangduters pasti lebih senang nyanyi “bang SMS” atau “kucing garong” ketimbang “i’ll survive”, mereka gak tau tu (dan mungkin gak mau tau) klo ada lagu nyang judulnya “i wil surpaip”.
klo pun kemudian mas Joe mo ngajarin para danguters tadi lagu “i’ll survive”, ada beberapa hal yang mungkin terjadi:
1. menolak, mudah2an tidak dengan CAP2 budaya sesat asal setan.
2. menerima.
Ok selamat nyoba ngajarin i’ll survive
@ mas Joyo
kalo misalnya yang ngasi pelajaran (ato bahasa kerennya dakwah) itu dengan ‘bahasa’-nya semua orang,, seneng kali ya,, bisa bikin orang dapet ilmu yang berguna tanpa ngerutin dahi berlebihan, harus terpaksa nurut dengan anceman neraka, de-el-el,,
bener kata Joe, sesat apa ngga itu bukan diitung dari ukuran manusia,,
sekedar tambahan, kalo kita udah ngerti (entah belajar sendiri atau diajarin sama pendakwah multi ‘bahasa’) maksudnya kata kata itu, menurut Ma orang orang ga bakal keberatan,,
Sama kaya kalo orang barat udah ngerti inti lagu Bang SMS, kayanya bakal lebih asik buat didenger dengan bahasa aslinya,,
CMIIW tentunya,,
ukurannya, setau saya, sih, ukuran dunia. udah hasil konsensus gitu…kayaknya. mungkin mas Kopral Geddoe lebih bisa menjelaskan letak tingkat kerumitan bahasa Arab? Atau mas-mas yang lain? Atau mbak-mbak?
Setau saya, sih, 1 kata dari bahasa Arab bisa dipecah jadi berpuluh2 kata yang lain. setau saya lho…
that’s it! seorang dangduter yang, misalnya, berkampung halaman di tegal, kayaknya juga nggak bakal susah2 nerjemahin lagu “sms” atau “kucing garong” itu ke bahasa jawa versi ngapak (meskipun lagu “kucing garong” memang pake bhs ngapak. ada yang sadar? mungkin ga sempat merhatiin malah, gara2 keburu menikmati)
dia toh yakin kalo setiap dia nyanyi lagu itu penontonnya bakal goyang, hehehehehehehe!
eh, analogi saya bisa diterima? sori kalo lagi-lagi ngawur lagi.
p.s. sampe skrg saya masih bingung, sebenernya yang pertama kali nyanyiin i will survive itu siapa ya? gloria gaynor, abba, atau malah cake, atau yang lain? atau mereka2 itu sebenernya cuma semacam mahzab dalam keyakinan i will survive?
Kalau menurut policy-nya saya, sih, kalau ada yang mau shalat bahasa Jepang juga ya silakan… Bukan hak saya ngelarang-larang. Asal nggak ganggu orang lain, buat saya monggo-monggo saja. Siapa tahu sah, ‘kan, wallahualam
Saya sendiri mah bahasa padang pasir sajalah. Rasanya Tuhan bisa dicapai tanpa yang bertingkah nyeleneh
Btw I Will Survive aselinya dari Gloria Gaynor
Eh jadi pengen urun rembuk nih.
setahu saya Allah itu bukan orang Arab, jadi sebenarnya urgensinya bahasa Arab itu bukan buat Tuhan, tapi hanya buat manusia supaya merasa lebih sreg aja.
Atau bisa jadi biar bisa menafsirkan dari bahasa aslinya, timbang menafsirkan dari tafsiran kan agak gimana gitu.
Atau yang lainnya lagi ( silahkan jika ada yg pengen menambahi)
@joyo
). karena itu banyak yang protes dan lahirlah gerakan protestan. setelah itu baru disosialisasikan ibadah dengan bahasa lain, dan kitab suci diterjemahkan ke berbagai macam bahasa.
ibadah katholik pun dulu pake bahasa latin (pada abad 15an pemimpin katholik byk yg beraliran konservatif / ultrakonservatif dan sangat percaya bahwa bumi adalah pusat alam semesta
jadi menurut saya, itu tergantung aturan maen agamanya.
salam kenal
mari kita bernyanyi bersama2 lagi…
“imagine….”
i will survive itu yang nyanyi pertama gloria glaynor.
@joe
. yang saya tau, sulit krn ga pake huruf latin :p
bahasa2 yang uangel + sangar abis:
- latin –> grammarnya luar biasa, tenses lebih dari 16, kata berubah sesuai posisinya.
- arab –> kamu lebih tahu
- mandarin –> idem, kanji ada puluhan ribu. bahasa bernada. satu kata, beda nada, arti beda. dari semua orang non cina yang belajar bahasa mandarin, hanya 5% yang mahir.
Urun rembuk..
kalo dikaitkan dengan Islam itu rahmat bagi seluruh alam dan masalah penggunaan bahasa arab itu mungkin bisa kita pisahkan sebentar.
Sekedar mengajukan sudut pandang yang berbeda, Islam betul rahmat bagi seluruh alam. Karena (menurut yangdiyakini penganutnya) Islam memenuhi dan mampu menjawab segala aspek kehidupan. Tidak masalah walaupun yang beragama Islam dan memiliki masalah itu adalah orang jawa, arab, cina, malimping, atau di mana pun. Mungkin konteks seperti itulah yang dimaksud sebagai “rahmat bagi seluruh alam”. Tidak ada batas budaya, bahasa, dan negara. Segala kebaikan yang ada di agama Islam selalu bisa diterapkan.
Masalah kenapa berbahasa arab sehingga kesannya tidak ‘rahmat bagi seluruh alam’ itu saya kira sedikit kurang berhubungan. Al-qur’an berbahasa arab karena diturunkan di arab. diturunkan di arab karena nabinya ada di arab. Nabinya ada di arab karena pada masa itu orang2 arab sangat tidak memiliki nilai moral dan ketuhanan. Selain itu, Al-Qur’an diturunkan di arab karena negara arab sangat gersang secara geografis, sehingga penduduknya memiliki kebiasaan berdagang ke negara2 lain. Dengan begitu, Islam tersebar melalui pedagang2 arab. Seperti yang kita ketahui waktu belajar sejarah masuknya Islam ke Indonesia kan.
Pada kenyataannya, Al-Qur’an pun diterjemahkan ke berbagai bahasa tanpa meninggalkan teks aslinya yang berbahasa arab. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah umat beragama Islam yang bukan orang arab untuk mengkaji Al-Qur’an. Umat islam sedang berjuang untuk menjadikan Islam sebagai “rahmat bagi seluruh alam” yang betul2 terlihat nyata di tengah kebobrokan yang banyak terjadi.
Bahasa arab adalah bahasa yang paling indah? betulkah begitu? ah, nanti yang tidak berbahasa arab bisa tersinggung. Lha kita yang endonesa ini gimana?wehehehe47x..
Mungkin karena di arab dulu banyak lahir penyair..Jadi paling indah,,atau Tuhan mampu membuat keindahan bahasa arab menjadi keindahan yang berbeda bila dituangkan dalam Al-Qur’an. Karena ternyata, bahasa arab sehari-hari dengan bahasa Al-Qur’an itu berbeda.
Itu sekedar menawarkan sudut pandang yang berbeda lho.
OOT: i will survive itu gloria gaynor
hehehe si joe ‘beraksi’ lagi
klo saya sih gampang aja *pake gaya gus pur*
1. syariat islam penting, cman dalam penerapannya juga perlu langkah-langkah, pelan-pelan, perlu belajar sama malaysia ttg hal ini
2. masalah sesat, jujur saya paling males klo ngomongin masalah remeh-temeh gini, ngapain ngomongin mslh2 kecil gini, mendingan mikirin caranya bantuin korban lapindo yang dah mulai pada Gila skrg
3. skrg tuh yang penting dipikirin ma pemerintah dan umat Islam bukan pada masalah syariat dan demokrasi..demokrasi yang katanya sekarang berjalan baik cuma jadi omong-kosong klo rakyat tambah miskin, “kalo cm ngomong, burung Beo pun bisa” – kata mas Iwan Fals
kita sendiri tuh juga seharusnya sama-sama malu, sering ngomong ‘gede’ di Blog, sudah ngerasa paling suci ngejudge2 orang, nyalahin sana-sini, debat-debat gak penting yang gak ada tujuannya, mbok kita ni podo mikiiirrrr…astaghfirullah..
kmren ada temen yang bilang :
rie, ada penyakit baru umat muslim
1. merasa dirinya paling suci, dan menganggap orang lain lebih hina dari dirinya
2. membanggakan dan mengingat-ingat perbuatan-perbuatan baiknya, padahal belum tentu diterima olehNya
3. melupakan dosa-dosanya, padahal jelas-jelas dicatat dan pasti dibalas
4. malas minta ampun, malas mencari Tuhan, malas berbuat baik, malas..malas dan malas
menyedihkan yah kita ini
semoga dapat dijadikan renungan untuk saya sendiri khususnya dan temen-temen pada umumnya
salam
-pendosayangpengenbagi2cerita-
eh, kelupaan barusan yang nulis ‘nyamukbingung’ bukan ‘fachry’..saya suka males pake nama ‘fachry’, kesannya koq namanya orang baik-baik gitu, taat pada agama dan sebagainya, padahal pada kenyataannya?sungguh masih jauh dari harapan
Hallo semua,
Oooo gitu ya, yang saya tangkap:
).
Islam berbahasa Arab karena Originnya Islam ya dari Arab, hehehe klo karena bahasa Arab indah dan rumit, saya rasa ada yang nggak setuju (menurut lambrtz latin dan kanji sangat rumit, Jawa juga
nah seperti “i’ll survive” punya penggemar sendiri, “Bang SMS” juga punya penggemar sendiri, yang penting rukun dan saling pengertian, karena masing2 punya kelebihan dan kekurangan, soalnya klo udah saling menjelek2kan yang ada jadi berantem, klo udah berantem nggak bisa diklaim jadi “rahmat bagi seluruh alam”
So Islam itu bagian dari keanekaragaman, seperti Arab bagian dari keanekaragaman bangsa2, klo mau jadi rahmat bagi seluruh alam mustinya memberi warna yang cerah dan harmonis bagi yang ‘bukan’ Islam.
nah sekali lagi, saya orang “luar”, pertanyaannya:
1. apakah diantara orang Islam sendiri sudah harmonis??
2. apakah Islam sudah menjadi rahmat bagi orang Islam sendiri??
Salam
Ma’af Joe… numpang ngLINK
Saya lirik2 ke postingan ini, eh belum usai juga..
Bagi saya yg penting gimana kita tidak saling bermaksiat dalam proses diskusi ini demi berlangsungnya Kebenaran itu sendiri … Maksudnya saya, ribut2 begini boleh, tapi [bagi yg muslim] shalat ya tetap jalan kan ?
Ma’af [lagi] kalo ada yg kurang berkenan …
gw hampir 100% sepakat sama elo..
Joyo:::
Jawaban:
1. Kalo menurut saya sudah, saya nggak bakal bikin tulisan di atas, Mas. Dalam keyakinan apapun, sepertinya yang namanya “trobel-meker” itu selalu ada, kan?
2. Merujuk kepada teori, seharusnya sudah. At least, bagi dirinya sendiri. Tapi kalo bagi orang selain dirinya, saya kembali kepada jawaban nomer 1.
Ehehehehehehehehehe…
Herianto:::
Betul, Pak. Tapi tentunya, yang diharapkan jalan bukan cuma fisiknya aja, kan?
kakilangit:::
oke! tapi sisanya yang beberapa persen itu lari ke mana?
mbok ditulis aja. lumayan lho buat perenungan kita semua
@joyo
. mereka kan ga mungkin nyatu…eh bener ga ya? di palestina ada hamas dan…sapa satu lagi? fatah? lupa
. di irak ada sunni dan syiah. di indonesia ada joesatch dan….hehehe siapa hayo…:D
jwb yg no 1 aja
1. di mana2 itu ada namanya sayap kiri & kanan, baik itu politik, agama (apapun),…mungkin sepakbola juga ada?
btw, saya bukannya ga setuju kalo bhs arab rumit, soalnya emang ga tahu. lagipula, saya bilang latin + mandarin rumit itu cuman nerusin dari ajarannya guru bhs indonwsia saya pas sma, dan saya rasa emang ada benernya.
ngomong-ngomong soal bahasa Arab, saya setuju sama mas “calonorangtenarsedunia”..dari segi keindahan bahasa ini mang TOP BGT, belum lagi dari segi kekayaan vocabulary dan istilah, wuaah nendang banget lah..soal rumit atau tidak memang semuanya relatif ya?tapi kalo boleh sedikit membandingkan dengan bahasa lain, arab ini mang kompleks banget, beda tebel makhraj (pronounciation) dikit aja dah beda arti, blom panjang pendek, blom lagi urusan kerumitan grammarnya juga ampun-ampunan lah..blom lagi masalah dialek dan sebagainya, yaah klo boleh saya bilang, maklum ajah Al-Qur’an ‘dilahirkan’ dalam bahasa Arab..ya karena semua keelokan plus kerumitannya itu tadi..mungkin loh..
Joe, numpang OOT, kan aku jarang2 OOT:
@Nyamukbingung
anu, saya perempuan..
Ganti avatar, mbak…
oh cewek tah?
OOT ! Bakar ! Bakar !
Saya baru tahu kalau lawakan seperti ini lebih menyenangkan ketimbang humor a’la extravaganza.
Salam,
Karena saya orang jawa dan ndak tau bhs Arab jadi saya nggak bisa merasakan rumit, kompleks dan indahnya bhs Arab. Ok anggaplah kita sepakat bhs Arab yg digunakan dalam Al-Quran (maap klo salah tulis) itu seperti yg disebut diatas. Lantas knp saya (dan anda2) setia mbaca tulisannya Mas Joe?? Lugas, Jelas, Sederhana, Apa adanya…dan tidak perlu tafsir sana2 untuk memahaminya, misalnya,
“Aku jauh lebih sering terangsang kalo ngeliat cewek yang bodinya mbentuk, mencetak bagian-bagian khusus milik wanita sampai menonjol” (Balada Gadis
Salam,
Karena saya orang jawa dan ndak tau bhs Arab jadi saya ndak bisa merasakan rumit, kompleks dan indahnya bhs Arab. Ok anggaplah kita sepakat bhs Arab yg digunakan dalam Al-Quran (maap klo salah tulis) itu seperti yg disebut diatas. Lantas knp saya (dan mungkin anda2) setia mbaca tulisannya Mas Joe?? jawabnya: Lugas, Jelas, Sederhana, Apa adanya…dan tidak perlu tafsir sanasini untuk memahaminya, misalnya:
1. “Aku jauh lebih sering terangsang kalo ngeliat cewek yang bodinya mbentuk, mencetak bagian-bagian khusus milik wanita sampai menonjol” (Balada Gadis Berjilbab dengan Pakain Pembungkus Ketat)
2. “Nek aku pilih yang kedua, look at the boobs, dude” (Jilbab atau tidak)
3. “Yang jelas, sekarang aku sudah cukup tenang dengan seorang gadis berjilbab di dekatku. Dan, Insya Allah, dia benar-benar berjilbab” (Balada Gadis Berjilbab dengan Pakain Pembungkus Ketat)
dan masih bnyk lagi contoh lainnya
mas Joe maaf mengutip tulisannya.
Jadi kesannya gini, Tuhan menurunkan kitab aturan untuk manusia menggunakan bahasa yang kompleks, rumit, indah, njilmet. kemudian manusia disuruh memilih, mengartikan, memahami, menafsirkan dan berperilaku sesuai dengan kitab aturan tadi, klo salah milih, salah memahami dan salah menafsirkan dan akhirnya salah berperilaku maka dihukum. hmmmm kasihan lagi mereka yg bukan origin Arab…
Maaf, kesimpulan pd paragraf terakhir saya menggunakan logika sahabat2 saya waktu kuliah dulu, menurut mereka, Islam itu bukan yg paling benar tapi benar (saja), so yang lain salah.
Sial!! saya terjebak hal Salah-Benar lagi
Salam.
Ho, pendapat yang ini nadanya saya suka.
Jadi, saya ikut bertanya sajalah, belum bisa menjawab
Sorry Joe, kayaknya Pattimura dan Sisingamangaraja itu muslim deh
Coba cari info lagi . Sorry, baru nyapa, padahal rajin baca blognya
Dear Joe,
], ada pemikiran kompleks juga…. Iso e leeee….. 
)
Aku nyasar ke blog-mu nih….
Wah, kaget aja dirimu punya pemikiran sejauh itu…. Ternyata dibalik ke-dableg-anmu yg kutau di kampus dulu [saiki aku wis ora ngampus ning seberang KFC Sekip je....
Kapan wisuda dab?
all the best,
-df-
@ Joyo
hmmmm kasihan lagi mereka yg bukan origin Arab…
@ Joyo
Menurut Ma orang arab juga ga jadi lebih untung lho, malah lebih ribet adanya juga,, karena Al-Qur’an juga pertama kali turun itu arab gundul,, ga pake tanda baca,, itu juga bikin cara bacanya beda beda, kaya kata komen komen yang diatas, bahasa arab itu beda 2 ketukan nada bisa berubah artinya,, makanya jadi banyak jenis Qiro’atnya,, yang akhirnya penafsirannya beda beda,,
(Ma cuma tau segini doang sih,,)
Masalah bahasa arabnya yang rumit itu dan pemilihan kata yang rumit juga, itu (lagi lagi menurut Ma) bisa jadi pembuktian kalo bukan manusia yang buat itu, karena sulitnya itu,, mungkin ga sih??
Joe komen di atas diapus aja ya,,
Jadi yang buat bahasa arab itu siapa?
*garuk-garuk kepala*
@danalingga
wah perlu dirunut linguistiknya itu mas
tapi (barangkali, agak ngasal) masih satu rumpun sama bahasa yg dipake sama eyang Hammurabi jaman Mesopotamia
@ Joyo
aturan yang njlimet, seperti kang joyo bilang, itu hanya sebatas kesan sang penilai. kalo yang nglakoni yo ra njlimet kok.
contone aljabar wal kalkulus apalagi integral differensial lan sakpanunggalanipun, bagi aku itu njlimet, ruwet mbikin pusing tujuh keliling (mangkanya obate puyer bintang tujuh..halah!..).
tapi bagi para fisikawan kayak einstein, justru itu mudah, dan menarik, dan nggak njlimet samasekali.
masalah penafsiran, lha wong aturan yang dibuat manusia aja penafsirannya bisa seabreg tumplek blek, coba saja bicara masalah penafsiran bahasa kitab undang-undang hukum sama orang-orang fakultas hukum, pasti lebih puyeng daripada ngerjain integral differensial lapis tiga…
seperti juga aku, kalo suruh memahami(baca: menafsirkan) primbon jawa, adanya mumet thok kang!, ngitung-itung dino pasaran, kalo mau pergi ngitung-itung dulu sekarang nogomongso lagi marep nang ngendi buntute neng ngendi biar nggak kecaplok, mau nanem sesuatu harus ngeling-eling dulu hari ini masuk wetone mbah-mbah apa nggak, kalo naksir cewek harus diitung wetone opo, kalo digathukkan sama weton kita, diitung-itung, dikilani tangane pas jatuh itungan sandang pangan loro pati-ne, kalo jatuh loro pati mending nggak jadi…
lha kalo menurut aku, meskipun aku wong jawa, kejawen itu rumit mit, tapi mungkin nggak nagi kang joyo…
Betul, lebih baik amalkan saja dulu Islam dengan baik dalam diri masing-masing. Perlahan, jika umat Islam sendiri sudah mengamalkan agamanya dengan betul sesuai syariat, yang didalamnya terdapat tuntunan toleransi beragama yang menyejukkan, umat agama lain akan melihat indahnya syariat Islam.
Bagaimana Syariat Islam bisa ditegakkan jika umat Islamnya sendiri masih memperlihatkan perilaku yang horor dan tidak simpatik.
Sebagai muslim aku mendukung Syariat Islam ditegakkan, namun dengan cara yang benar dan menyejukkan.
assalamualaikum
suhanallah, sepertinya pemahaman saudara joesatch sangat luar biasa. saya sangat setuju dengan cara anda memandang masalah ini. semoga banyak orang yang seperti anda.
Saya juga beberapa teman dari PPSDMS juga selalu ditekankan akan pentingnya persatuan Islam. Islam yang sekarang sudah terpecah2 hanya karena perbedaan haroki (salafy, suni, syiah, ikhwan, dll). Bahkan muslim yang berbeda harokah sudah dianggap kafir oleh muslim lain. Inilah yang menurut saya harus dicari solusinya.
wallahu alam bish showab
tambahan : mungkin ini terdengar seperti pukulan telak bagi teman2 HTI, tapi sebenarnya hal ini ditujukan kepada seluruh umat yang merasa dirinya muslim.
nasihat saya kepada teman2 muslim lainnya ialah mulailah memahami Islam secara komprehensif, kekinian, dan kedisinian! Semoga Islam dapat bersatu dan dapat memberi perdamaian bagi semesta alam. amin…
peace
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Sebuah tulisan beberapa tahun yang lalu yang mampir ke mailbox saya, semoga bermanfaat.
Syariat Islam: Pilihan Akal Sehat
Amandemen UUD 1945 terus begulir. Pro-kontra pun berlangsung. Pihak yang tidak menghendaki proses amandemen diteruskan beralasan proses yang terjadi selama ini bukanlah amandemen, melainkan perombakan. Di pihak lain, ada yang menyetujui amandemen sebagian. Sedangkan untuk pasal-pasal yang sensitif, khususnya pasal 29 yang menyangkut adanya keinginan untuk menerapkan syariat Islam, tidak dapat diubah.
Lepas dari pro-kontra di atas, kekhawatiran amandemen tersebut sebenarnya lebih dilatarbelakangi oleh penolakan terhadap syariat Islam. Tulisan ini tidak hendak masuk ke dalam pro-kontra amandemen karena yang semestinya dilakukan adalah perubahan total. Yang akan dikaji disini adalah ketidakpatutan menolak penerapan syariat Islam.
Wujud Kesadaran
Islam, di samping mengandung hal-hal yang harus diimani (’aqîdah, îmân), juga berisi hukum-hukum untuk mengatur kehidupan. Hukum-hukum ini dikenal dengan syariat.
Secara bahasa, syariat (asy-syarî’ah) berarti sumber air minum (mawrid al-mâ’ li al istisqâ) atau jalan lurus (at-tharîq al-mustaqîm). Sedangkan menurut istilah syar’î, syariat itu bermakna: perundang-undangan yang diturunkan Allah Swt. bagi hamba-hamba-Nya baik dalam persoalan ibadah, akhlak, muamalah, dan sistem kehidupan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Syariat Islam merupakan syariat Allah Yang Mahabijaksana yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. untuk mengatur hubungan manusia dengan Rabb-nya, dirinya sendiri, dan sesama manusia. Jadi, setiap hukum yang digali dari sumber-sumber hukum Islam merupakan hukum syariat (al-ahkâm asy-syar’iyyah) atau biasa disebut syariat saja. Karenanya, syariat Islam meliputi berbagai macam hukum; mulai dari cara bersuci hingga mengatur masyarakat dan negara. Atas dasar ini, yang disebut syariat Islam bukanlah sekadar sanksi kriminal (hudûd) semata, melainkan seluruh hukum bagi semua aspek kehidupan.
Kita semua sadar, bahwa Indonesia masih berada dalam krisis multidimensional. Tentu, semua ini merupakan produk dari sistem hidup dan kehidupan yang selama ini diterapkan. Yaitu sistem kapitalisme-sekular dalam segala bidang. Karenanya, untuk keluar dari krisis ini, tidak bisa hanya dengan mengganti para pengelolanya saja sementara tetap membiarkan sistem yang selama ini berlaku terus berjalan.
Persoalannya adalah: sistem mana yang akan dipilih? Memilih sistem kapitalisme sama saja dengan mempertahankan kerusakan dan krisis. Sebab, krisis tidak hanya terjadi di Indonesia, AS, sebagai gembong kapitalisme juga mengalami hal yang serupa.
Sementara itu, pilihan sosialisme-komunisme bukanlah merupakan pilihan yang rasional. Alasannya, sistem tersebut telah hancur sekalipun baru berkuasa selama 74 tahun. Bila demikian, alternatif pilihan terakhir hanyalah Islam. Oleh karena itu, tuntutan penegakkan syariat Islam haruslah dilandasi dengan kesadaran terhadap krisis dan kepekaan terhadap solusi terbaiknya. Pilihan ini ditopang oleh bukti sejarah tentang kehandalan syariat Islam yang mengungguli berbagai persoalan lebih dari 12 abad.
Syariat Islam datang dalam rangka memecahkan masalah bagi kemaslahatan semua elemen masyarakat. Sekadar menyebut contoh, ketika Islam menetapkan sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan pada prinsip syariat, maka sistem itu ditujukan untuk seluruh masyarakat tanpa memandang Muslim ataupun non-Muslim. Ketentuan syariat Islam mengenai larangan riba dan judi serta penggunaan mata uang dinar dan dirham akan menjadikan ekonomi masyarakat tumbuh secara nyata.
Penerapan Syariat Harus Total
Setiap Muslim dituntut secara syar’î untuk menerapkan syariat Islam secara keseluruhan. Banyak sekali nash-nash yang menjelaskan hal ini. Di antaranya firman Allah Swt.:
Apa saja yang diberikan oleh Rasul kepada kalian, terimalah. Apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (TQS al-Hasyr [59]: 7).
Kata mâ yang terdapat pada ayat di atas berbentuk umum, artinya mencakup seluruh bentuk perintah dan larangan Allah.
Secara realitas, syariat Islam merupakan hukum Allah Swt. untuk menyelesaikan persoalan manusia. Syariat Islam harus dipandang sebagai solusi bagi masalah yang ada. Hal ini tergambar dari realitas hukum Islam itu sendiri. Bila hanya sebagian saja hukum Islam yang diterapkan, maka persoalan-persoalan yang dihadapi tidak akan tertanggulangi secara tuntas. Misalnya, untuk menjaga harta setiap individu masyarakat, Islam melarang pencurian. Dalam rangka meraih hal tersebut terdapat beberapa hukum yang saling berkaitan, antara lain:
Islam mewajibkan penguasa memberikan keterampilan kepada setiap warga negara hingga mereka dapat bekerja. Negara wajib menyelenggarakan pendidikan gratis, termasuk kepada mereka yang menganggur atau anak jalanan. Dengan diterapkannya hal ini, maka tidak ada alasan bagi warga negara untuk tidak bekerja karena tidak memiliki skill.
Berkaitan dengan mereka yang mempunyai keahlian tetapi tidak mendapatkan pekerjaan, Islam mewajibkan penguasa menciptakan dan menyediakan lapangan kerja.
Dalam menyediakan lapangan kerja, penguasa wajib memberikan kesempatan yang sama. Karenanya, larangan monopoli wajib diterapkan.
Agar kesenjangan tidak terjadi, hukum tentang kepemilikan wajib diterapkan, yaitu:
kepemilikan umum (laut, sungai, BBM, listrik, barang tambang dsb) merupakan milik umum; tidak boleh diprivatisasi, harus dikelola oleh negara. Hasilnya diberikan gratis kepada masyarakat atau dijual kepada mereka dengan harga murah dan untungnya untuk kepentingan masyarakat.
kepemilikan negara. Negara menerapkan hukum I’tha` dawlah, yaitu negara memberikan sebagian hartanya kepada rakyatnya yang miskin dan betul-betul membutuhkan, atau mengeluarkan kebijakan pemberian pinjaman bagi pengusaha kecil tanpa dipungut biaya tambahan (ekonomi tanpa riba).
kepemilikan pribadi. Dengan kepemilikan pribadi, setiap orang dijamin kepemilikannya dari kejahatan pihak lain. Haknya juga dijaga dari perampasan oleh pihak lain.
Persoalan tanah sering menjadi sebuah persoalan besar. Karenanya, hukum menghidupkan tanah mati (ihyâ al-mawât) harus diterapkan. Mereka yang rajin membuka lahan mati akan mendapatkan kesempatan mempunyai tanah sekalipun tidak mempunyai uang.
Terhadap mereka yang lemah, cacat; menjadi janda, yatim, miskin, atau hal-hal lain yang menyebabkan tidak memungkinkannya mereka untuk bekerja, negara wajib memaksa ahli waris mereka yang mampu untuk membiayainya.
Bila mereka pada butir 6 tidak memiliki ahli waris yang mampu, penguasa wajib menjamin kebutuhan pokok (sandang, pangan, dan papan) mereka.
Selain pendidikan, kesehatan sebagai kebutuhan pokok pun wajib digratiskan oleh penguasa.
Untuk mendapatkan pemasukan dana bagi kebutuhan di atas, maka diterapkan:
Hukum zakat. Zakat dikelola negara. Yang tidak membayar zakat akan dikenai sanksi. Harta zakat disalurkan bagi mereka yang berhak, termasuk fakir/miskin.
Penerapan hukum-hukum perusahaan milik umum yang dikelola negara.
Hukum barang temuan, rikaz, jizyah, kharaj, dsb.
Untuk menghindari adanya kemudahan pencurian, diterapkan pengadilan keliling di tempat-tempat keramaian (qâdhî hisbah).
Bila mencuri lebih dari ¼ dinar selama bukan pada musim paceklik, dipotong tangan setelah melewati pembuktian.
Dari kasus di atas terlihat jelas bahwa untuk menghindarkan terjadinya pencurian setidaknya diperlukan penerapan 16 hukum syariat. Potong tangan hanyalah salah satunya. Karenanya, untuk memelihara kepemilikan individu masyarakat dari pencurian, harus diterapkan semua syariat Islam tersebut. Bila tidak, syariat Islam sebagai solusi bagi permasalahan kehidupan dan rahmat bagi seluruh manusia tidak akan terasa.
Demikian pula untuk menjaga akal, nyawa, keturunan, agama, dan sebagainya; diperlukan penerapan syariat Islam secara integral dalam hal-hal yang berkesesuaian. Sebab, antara satu hukum dengan hukum lainnya akan saling terkait. Ringkasnya, Islam akan dirasakan sebagai rahmatan lil ‘âlamîn bila seluruh syariat Islam diterapkan.
Menepis Keberatan
Hambatan-hambatan dalam menerapkan syariat Islam dapat dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, kebencian orang-orang kafir, fasik, dan zalim terhadap syariat Islam. Kedua, kesalahan kaum Muslim dalam memahami syariat Islam. Akibatnya, muncullah ‘keberatan’ yang sebenarnya lebih merupakan pencerminan pada ketakberhasilannya dalam mengapresiasi ajaran Islam. Hambatan dari orang-orang kafir jelas bukan dalam kendali kaum Muslim. Karenanya, yang lebih penting adalah bagaimana menata kembali sikap kaum Muslim yang masih ‘miring’ terhadap syariat Islam, yang merupakan ajaran agama yang dianutnya.
Secara umum, kendala yang ada pada kaum Muslim dalam menerapkan syariat Islam, adalah lebih kepada masalah kekurangpahaman atau kebelumpahaman saja. Hal ini dapat dilihat dari ‘keberatan’ yang sering diungkapkan.
Di antara ‘keberatan’ itu adalah:
Islam itu yang penting substansinya, bukan formalitasnya. Pendapat seperti ini bukan hanya berbahaya tetapi juga bertentangan dengan realitas. Pertama, tidak ada aturan yang diterapkan sekadar substansinya saja. Mengapa mereka begitu getol memperjuangkan sekularisme, demokrasi, dan berupaya mempertahankan formalitas sistem tersebut yang notabene warisan kolonial? Padahal, jika mereka konsisten dengan pendapatnya, semestinya cukup hanya substansi demokrasi saja yang dituntutnya, dan substansi sekularisme saja yang diinginkannya?! Akan tetapi, kenyataannya tidaklah demikian. Kedua, dengan tidak diformalkannya syariat Islam berarti hanya akan menciptakan peluang untuk main hakim sendiri. Padahal, semua sepakat bahwa tidak boleh main hakim sendiri.
Penduduk yang hidup di suatu negara bukan hanya Muslim, tetapi juga non-Muslim; tidak homogen tetapi heterogen. Pertama, dalih ini sebenarnya mencerminkan kegagalan pihak tersebut memahami realitas masyarakat. Pada kenyataannya, hukum manapun yang diterapkan tidaklah diperuntukkan hanya bagi kalangan yang homogen saja. Contohnya, di Amerika tidak semua penduduknya Kristen, akan tetapi aturan yang diterapkannya adalah kapitalisme. Di Indonesia, terdapat 4 agama resmi yang diakui, tetapi hukum yang diterapkan juga kapitalisme atas dasar sekularisme. Di Cina, puluhan juta umat Islam tinggal di sana, namun aturan yang diberlakukan aturan sosialisme-komunisme. Jadi, tidak rasional menolak ditegakkannya syariat Islam dengan alasan heterogenitas penduduknya. Mereka sendiri tidak pernah melarang penerapan sistem kapitalisme meskipun tidak semua penduduk berideologi kapitalisme; tidak pernah juga berteriak tidak boleh menerapkan sosialisme-komunisme dengan alasan tidak semua penduduknya berideologi sosialisme-komunisme. Sebenarnya persoalannya bukan terletak pada homogen atau heterogen, tetapi terletak pada sistem aturan mana yang akan diterapkan untuk mengatur penduduk (apapun agamanya) demi terciptanya keadilan, kesejahteraan, dan kebahagiaan masyarakat. Jawabannya, tentu saja Islam! Kedua, adanya ketidakpahaman terhadap kenyataan hidup Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya. Sejarah menunjukkan bahwa penduduk negara Islam saat itu tidak hanya Muslim, tetapi juga Yahudi dan Nasrani. Pada Faktanya, lebih dari 10 abad syariat Islam bertahan. Ketiga, tidak adanya penghayatan bahwa syariat Islam itu adalah untuk kebaikan bersama. Sebagai contoh, ketika riba dilarang sebagai landasan perekonomian, hal ini tidaklah ditujukan hanya bagi kepentingan kaum Muslim, melainkan juga untuk kepentingan penduduk non-Muslim. Faktanya, akibat riba kini Indonesia dijerat utang luar negeri. Yang rugi? Semua penduduk, Muslim dan non-muslim.
Adanya ragam pendapat tentang sistem politik dan kenegaraan Islam; sistem mana yang akan diterapkan? Alasan ini pun terlihat ‘genit’. Sebab, dalam sistem manapun, sulit hanya ada satu pendapat saja. Misalnya, banyak beragam pendapat tentang sistem republik, presidensil, atau parlementer. Bentuknya pun pro-kontra; apakah kesatuan, federalisme, ataukah kesatuan dengan otonomi daerah. Pendapat dalam sistem pemilihan pun berbeda-beda, apakah harus pemilihan langsung (seperti keyakinan J.J. Rousseu), perwakilan, distrik, dan sebagainya. Realitasnya, perbedaan pendapat ini tidak menghalangi mereka menerapkan sistem demokrasi kapitalisme dalam berbagai bidang, termasuk politik. Lalu, mengapa adanya perbedaan pandangan tentang beberapa hal politik dan sistem kenegaraan Islam dijadikan dalih untuk tidak ditegakkannya syariat Islam? Sebaliknya, mengapa untuk sistem selain Islam tidak diungkapkan alasan serupa?
Hukum Islam itu kejam, diskriminatif, dan ‘primitif’. Tuduhan ini sebenarnya lebih menggambarkan ketakutan terhadap syariat Islam. Padahal, jika kita mau berpikir, manakah sesungguhnya yang lebih baik, misalnya: apakah masyarakat yang rata-rata kehidupan seksual para anggotanya bersih karena diberlakukan hukum Islam ataukah masyarakat yang permisif dan kacau; yang di dalamnya industri seks sudah dianggap sebagai hal yang lumrah, aurat tidak boleh dihalangi untuk dipamerkan karena diskriminatif, hukum ditentukan oleh yang kuat (hukum rimba)? Tentu, masyarakat jenis pertama merupakan masyarakat yang lebih luhur dan lebih sesuai dengan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya, yang kedua pada hakikatnya menjurus pada masyarakat binatang yang hidup di hutan belantara dengan hukum rimba, yang tidak jauh berbeda dengan hewan ternak (Lihat QS al-A’râf [7]: 179). Akan tetapi, anehnya, banyak masyarakat masih memandang bahwa masyarakat dan negara sekular-kapitalistik yang serba permisif itulah yang dianggap masyarakat modern (lebih tepat ’sok modern’), sedangkan masyarakat yang menerapkan dan berupaya untuk menegakkan hukum Islam dipandang sebagai masyarakat tradisional, konservatif, bahkan ‘primitif’. Mana yang lebih kejam, hukum yang memotong tangan pencuri yang betul-betul terbukti dalam pengadilan ataukah hukum yang memenjarakannya yang justru lebih mendidiknya menjadi seorang penjahat kawakan? Aturan mana yang lebih diskriminatif; apakah hukum yang memperlakukan semua orang secara adil ataukah hukum yang memenjarakan seorang pencuri sandal seharga Rp 4000 selama 4 bulan, sedangkan para perampok BLBI sebesar Rp 164 miliar bebas berkeliaran penuh percaya diri? Padahal, kalau tolok ukurnya pencurian sandal tersebut, seharusnya mereka dihukum 41.000.000 bulan atau 3.416.667 tahun!
Masyarakat tidak siap. Kita layak untuk bertanya, ketika di Indonesia diterapkan lebih dari 80% hukum Belanda (hingga sekarang), apakah rakyat ditanyai sudah siap atau belum? Ketika aturan untuk menerapkan syariat Islam bagi Muslim Indonesia dihapus oleh PPKI, apakah rakyat ditanya dulu siap atau tidak dengan penghapusan itu? Dulu, saat diterapkan demokrasi terpimpin dan demokrasi parlementer, apakah rakyat ditanyai kesiapannya lebih dulu? Tidak! Lalu, mengapa alasan masyarakat tidak siap itu hanya ditujukan kepada Islam. Padahal, benarkah masyarakat tidak siap? Ataukah pihak yang tidak siap itu adalah hanya mereka yang kini memegang kekuasaan, duduk di kursi empuk, dan banyak kejahatannya hingga takut kezalimannya itu terbongkar bahkan diadili?
Itulah sebagian dalih yang diungkapkan untuk menolak syariat Islam. Namun, ternyata semuanya tidak sesuai dengan realitas alias mengada-ada. Berbagai dalih di atas hanya meneguhkan bahwa mereka tidak menggunakan akal sehat, tetapi sekadar karena dorongan hawa nafsu belaka. Wallahu’alam bishawab.
Joyo:::
saya malah pengen komennya mas saya jadikan bahan tulisan berikutnya lho
luthfie:::
makasi infonya, mas. nanti saya selidiki lagi
Dafferianto:::
bisa jangan bertanya “kapan wisuda?” ga cok?
[irwan]:::
itu dia yang kebanyakan – menurut saya – kurang dipahami aktivis2 dakwah muda kita, mas. pokoknya label dulu! biasanya gitu
dhimas lazuardi:::
selamat berjuang, mas. anak2 itb memang keren2
dan tentunya kita harus sadar bahwa perjuangan itu mungkin bakal makan waktu yg sangat lama mengingat kondisi skrg ini. saya sedikit khawatir dengan apa yang disebut dengan “kejenuhan” nantinya.
ah, yang jelas saya cuma pgn keluarga saya yang di wilayah timur pulau jawa bisa tenang aja. nggak menerima sentimen masyarakat thd islam yg dinilai sok2an.
saya cuma pengen hidup damai, kok
ah nggak penting:::
tetap saja “hanya” sebuah pandangan dari umat islam sendiri. sudah perhatikan pendapat dari yang bukan islam?
label lagi, eh?
iya, kapitalisme. tapi apa hubungannya dengan kristen? kalimatnya nggak nyambung deh. kecuali kalo anda memang pgn bilang bahwa kristen=kapitalisme. iya gitu? wah, nekat betul…
wah, komen hari ini langsung ditanggepin ya!! hebat.
saya kenal dengan seseorang yang benar2 ingin menyatukan umat Islam ini, beliau namanya Pak Musholli. Direktur PPSDMS-NF. orang ini lah yang nge-doktrin saya & temen2 PPSDMS. ga cuma ITB lho, Unpad, UI, IPB, UGM, ITS, juga UNAIR.
@Rizma
lha klo orang Arab aja kesulitan mbaca dan mengartikannya apalagi yang bukan mba?
@mas agus
setuju, itu premis awal saya
@ah nggak penting dan “sahabat2″ nya
Saya bukan muslim (sekali lagi). tapi klo Islam benar2 bisa jadi solusi umat manusia untuk hidup yang lebih baik, silahkan…saya dukung
Tapi sebelumnya saya mo sharing, kebetulan dulu waktu sempat duduk dibangku kuliah (halah koyok lagu) saya pernah iseng2 ikut pengajian di Masjid al Ijtihad (mungkin namanya salah, maap) pokonya ni masjid letaknya di utara Mirota Kampus atau depan gedung perpustakaan Sekip UGM, Jogja. Nah tiap kamis sore ada pengajain Ahlus sunnah Wal Jama’ah (maap klo salah tulis), itu lho yang mba2 nya pake cadar dan mas2nya potongan celananya diatas mata kaki, pertama kali dengerin isi pengajiannya saya kaget, ada beberapa nama tokoh Islam (Gus Dur, Pak Amin Rais) dan lembaga2 nya di-Bajing2-ke, tentunya dengan istilah2 yang lebih halus, seperti bidah, munafikun, anjing2 penghuni neraka dll.
Dan mungkin ini juga terjadi di agama2 lain (Kristen Protestan, Kristen Katholik, Hindu, Budha dll)
Saya jadi bingung, klo sudah gini, gimana mo jadi solusi bagi bangsa atau umat manusia seluruhnya yang PASTI lebih beranekaragam dan kompleks??? lha wong dilingkup yang lebih kecil (Islam) aja sudah gak toleran dan bermusuhan.
@Joesatch
Saya tunggu tulisannya Mas
Salam
Bismillahirrahmaanirrahiim
joesatch:::
tetap saja “hanya” sebuah pandangan dari umat islam sendiri. sudah perhatikan pendapat dari yang bukan islam?
label lagi, eh?
ah nggak penting>
hmmm…’hanya’….rasanya poin-poin dalam tulisan itu justru memperlihatkan pandangan dari baik dari ‘luar’ maupun ‘dalam’ umat islam, yang kemudian dibahas oleh ‘aktivis dakwah dagelan’
joesatch:::
Contohnya, di Amerika tidak semua penduduknya Kristen, akan tetapi aturan yang diterapkannya adalah kapitalisme.
iya, kapitalisme. tapi apa hubungannya dengan kristen? kalimatnya nggak nyambung deh. kecuali kalo anda memang pgn bilang bahwa kristen=kapitalisme. iya gitu? wah, nekat betul…
ah nggak penting>
mungkin kristen=kapitalisme adalah ide yang Anda tangkap, tapi konteks paragraph tersebut adalah keberagaman, dimana tidak semua orang amerika suka kapitalisme (oh ya, ada sebagian umat kristiani yang menolak kapitalisme), namun ideologi kapitalisme itu tetap diterapkan.
Joyo:::
Saya bukan muslim (sekali lagi). tapi klo Islam benar2 bisa jadi solusi umat manusia untuk hidup yang lebih baik, silahkan…saya dukung
…pertama kali dengerin isi pengajiannya saya kaget, ada beberapa nama tokoh Islam (Gus Dur, Pak Amin Rais) dan lembaga2 nya di-Bajing2-ke, tentunya dengan istilah2 yang lebih halus, seperti bidah, munafikun, anjing2 penghuni neraka dll.
ah nggak penting>
Kalau ada suatu peristiwa, saya lebih suka kembali kepada kitab suci untuk menilainya:
QS Hujurat 49:11. Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.
Kalau di pengajian, blog atau pertemuan apapun itu, ambil saja hal-hal yang baik dan tolak hal-hal yang buruk,
QS Az-zumar 39:17. Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,
39:18. yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.
Untuk mereka yang bukan muslim, tidak ada pernyataan yang lebih kokoh, daripada pernyataan Sang Pencipta sendiri:
QS Al-Insaan 76:1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
76:2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Lalu pertanyaan Sang Pengasih dan Penyayang kepada manusia..
QS Yunus 10:31. Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”
QS. Ali Imran 3:20. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
Dan sebuah nasehat kepada manusia, termasuk saya…
QS Al-Baqarah 2:208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
Mudah2an kita bisa berakhlak sebagaimana akhlak Rasulullah, seorang Al-Qur’an berjalan.
dhimas Lazuardi Noer:::
salam buat pak Musholli, mas.
kita mungkin sejalan. tapi tekad saya belum sekuat beliau. sejauh ini, hehehe, saya memang sebatas cuma pengen aman tentram aja. prioritas saya itu dulu. faktor psikologis memiliki keluarga di daerah sasaran bombardir teroris, mungkin…
Joyo:::
tunggu ya mas…yg sabar…saya lagi sedikit banyak kerjaan, kekekeke.
ah nggak penting:::
hmmm…saya sepakat bahwa esensi hukum islam itu sangat bagus (tentu saja saya bakal dinilai subyektif, karena islam adalah agama saya).
lalu bagaimana kalo gini aja: esensinya itu yg kita terapkan di negara kita tanpa perlu menyebutnya sebagai “syariat islam” untuk menghindari sentimen dari yang tidak menganut agama islam. bagemana? sama aja kan? atau memang harus disebut sebagai syariat islam?
label lagi, eh?
tanggapane koq dhowo men yoooo
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
soerja :::
tanggapane koq dhowo men yoooo
ah nggak penting>
… kalau memang kepanjangan, saya mohon maaf, tidak ada keinginan lain, kecuali agar kita bisa mengambil manfaat dari blog ini.
mungkin buat Anda ini main-main, tapi bagi sebagian orang, ini bisa dianggap urusan hidup dan mati, saya sampai harus menelepon kepada istri yang kebetulan orang madiun, untuk mengerti tulisan Anda
joesatch :::
hmmm…saya sepakat bahwa esensi hukum islam itu sangat bagus (tentu saja saya bakal dinilai subyektif, karena islam adalah agama saya).
ah nggak penting>
nggak usah malu-malu mas, hukum islam itu sangat bagus, secara obyektif, dan sudah terbukti selama ratusan tahun. ingat kisah bagaimana seorang Yahudi yang mempertahankan tanahnya untuk diambil negara dalam rangka pembuatan masjid, lalu ia mengadu kepada khalifah, dan khalifah memutuskan untuk memenangkan yahudi itu? islam itu obyektif mas, tentu dengan izin Allah.
joesatch :::
lalu bagaimana kalo gini aja: esensinya itu yg kita terapkan di negara kita tanpa perlu menyebutnya sebagai “syariat islam” untuk menghindari sentimen dari yang tidak menganut agama islam. bagemana? sama aja kan? atau memang harus disebut sebagai syariat islam?
label lagi, eh?
ah nggak penting>
sekali lagi, kenapa musti malu-malu mas? apa mau ikutan mereka yang islamophobia? yang denger kata islam aja udah takut kayak mau ketiban langit, padahal mereka tidak mengerti apa itu sesungguhnya islam, yang artinya saja kurang lebih ’salam’, ‘damai’, ’selamat’?…kalau demikian halnya saya terpaksa harus bertepuk tangan kepada mereka yang berhasil menghembuskan ‘islamophobia’ yang lagi santer-santernya hari ini…sudahlah, sekarang justru kita membutuhkan orang-orang yang memiliki intelektualitas yang baik, seperti mas jo, saya kira…untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada saudara-saudara kita yang mungkin belum sampai Ayat-ayat Allah Sang Penguasa Alam ke telinga mereka.
Jujur saja, saya mengetik syariat Islam di google, ternyata di salah satu link di halaman kedua, muncul blog Anda, saya ucapkan selamat, terlepas dari ketidaksetujuan saya dengan judul yang Anda ambil (cuma khawatir, kalau perbuatan sekecil apapun nanti ada perhitungannya di Akhirat, apa tidak sebaiknya judulnya diganti, setidaknya ketika diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT, gak terlalu berat jawabnya…). Karena bagi sebagian aktivis dakwah, istilah ‘dagelan’ saya rasa kurang pas untuk mereka, jangan-jangan nanti Anda malah termasuk mereka yang ‘mengolok-olok’ para pembawa panji Allah di muka bumi (saya gak bisa ngebayangin resikonya mas…)
QS. Al Jatsiyah 45:35. Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat.
Dengan ini saya juga mau tobat ya mas….mohon maaf kalo ada kesalahan.
Buktinya kalo syariat Islam itu memang paling bagus mana?
buktinya 8 abad keberadaan syariat Islam didunia. rezim paling lama didunia.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
danalingga :::
Buktinya kalo syariat Islam itu memang paling bagus mana?
ah nggak penting>
Sekiranya mau saja membuka sedikit sejarah, akan terkuak berjuta-juta bukti. Sayangnya syariat yang indah, yang menjamin keamanan dan kedamaian ummat manusia seluruhnya saat ini tidak ada yang menerapkan secara penuh, sehingga akibatnya kita lihat kehancuran moral, kejahatan, rusaknya masyarakat manusia dan kehancuran alam dimana-mana. Pencurian, perampokan, pembunuhan hanya diganjar dengan penjara sekian bulan, sekian tahun, sehingga penjara penuh namun setelah keluar penjara tidaklah jera.
Sekalipun demikian, masih ada tempat dimana sebagian saja dari syariat islam ini diterapkan.
Berikut adalah beberapa syariat islam yang dilaksanakan disana:
QS. An-Nuur 24:2. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.
QS Al-Maaidah 5:38. Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS Al Baqarah 2:178. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat/ganti rugi) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.
2:179. Dan dalam qishaas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.
Silakan buka tingkat kejahatan (terdiri dari pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, pencurian dan lain-lain) di negara saudi arabia, sebuah negara yang menerapkan ‘hanya’ sebagian kecil dari syariat islam. http://www.nationmaster.com/country/sa-saudi-arabia/cri-crime
Bandingkan dengan sebuah negara ‘demokratis’, yaitu amerika
http://www.nationmaster.com/country/us-united-states/cri-crime
lihatlah baik-baik data-data itu, fikirkanlah….saya kutip salah satu saja, masalah pemerkosaan, data selama 1998-2000:
Saudi
Rapes 87 [52nd of 65]
Rapes (per capita) 0.00329321 per 1,000 people
dalam persen 0,3% per 1000 orang
Amerika
Rapes 89,110 [1st of 65]
Rapes (per capita) 0.301318 per 1,000 people
dalam persen 30,1% per 1000 orang
Anda tahu arti angka-angka yang sungguh mengerikan ini?
Di saudi, dari 1000 orang ada 3 orang yang diperkosa,
Namun di amerika, setiap 1000 orang, ada sekitar 300 orang yang diperkosa atau dalam 100 orang ada 30 orang yang diperkosa, atau dalam 10 orang ada 3 orang yang diperkosa.
Artinya kalau ada 10 orang di Amerika yang membaca blog ini, maka kira-kira 3 orang wanita diantaranya telah diperkosa. Itu bisa saudari kita, ibu kita, sahabat kita…Belum lagi tingkat kejahatan dalam masyarakat lainnya, sungguh…. mengerikan!.
Kalau Anda punya saudari perempuan, punya ibu, punya sahabat, punya tante, bu de atau bu le, tanyakan saja pada hati nurani anda…Mana yang mereka pilih, sebuah negara ‘demokratis’ yang kebetulan sebagian besar masyarakatnya mengaku pengikut sang penebar ajaran ‘kasih’, ‘Jesus Son of Mary’ (’alaihi wa ‘alaihassalaam, atas mereka keselamatan. Oh ya, saya ingat sebuah tulisan “I love Jesus 100%, because I am muslim and he is too”), namun negara itu tidak bisa memberikan keamanan kepada saudari-saudari perempuan kita, atau sebuah negara yang katanya ‘kolot’, ‘terbelakang’, namun dengan menjalankan sedikit saja syariat islam, mampu memberikan keamanan kepada wanita, serta tingkat kejahatannya ditekan seminimum mungkin oleh kerasnya hukumanyang ditetapkan oleh Sang Pemberi Kehidupan.
Tidaklah berlebihan bila Allah Sang Maha Pengampun menyatakan:
QS Al-Baqarah 2:179. Dan dalam qishaas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.
Dan Allah Sang Maha Pemelihara mengajak:
QS An-Nisa 4:170. Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
QS An-Nisa 4:174. Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).
QS Al-An’aam 6:104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (mu).
QS Adh-Dhuhaa 93:7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
Semoga Allah memberikan petunjuk kepada mereka yang mau mencarinya.
jo, tanggapane saya dhawa kiye joo… wekekek
@sidedwin
lama bukan berarti bagus.
@nggakpenting
justru karena lihat di sejarah, saya merekam kalo penerapan syariat Islam yang bagus itu menurut subjektif saya hanya pada jaman Nabi Muhammad masih hidup, setelah itu penuh intrik politik. Ataukah memang syariat Islam itu membutuhkan orang sekaliber Nabi Muhammad yak?
Dan mengenai angka kriminal, saya sih nggak terlalu mempercayai angka-angka tersebut. Dan solusinya juga bukan penerapan syariat Islam, tapi penerapan agar Islam atau agama lain di jiwai. Niscaya kriminilitas bisa berkurang.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Danalingga ::
Agar tidak terlalu subyektif, mungkin buka sejarahnya musti lebih banyak, saat Rasulullah masih hidup pun, banyak terjadi intrik politik, dan ini tidak mengurangi kemuliaan syariat islam. Setelah Muhammad SAW, pernah dengar Khulafaur Rasyidin? Umar bin Abdul Azis? sampai khalifah terakhir…terlepas dari kesalahan yang mereka lakukan sebagai manusia biasa, namun mereka adalah orang-orang yang masih mau menegakkan syariat Allah dimuka bumi.
Bumi Spanyol pernah jadi salah satu bukti bahwa islam bisa berdampingan dengan agama lain dengan aman dan damai, selama ratusan tahun… hmmm…lama belum berarti bagus?… tahukah di abad ini, ada insiden orang Islam tidak boleh shalat di masjid yang sudah dijadikan di’musium’kan oleh Pemerintah Spanyol, pemerintah yang dipilih secara ‘demokratis’?, bagus mana dengan syariat islam yang dihancurkan di Spanyol, dimana setiap orang bebas beribadah di tempat ibadahnya?.
Saya tidak akan memaksa untuk mempercayai angka-angka kriminal tersebut, sebagai pembanding dengan pendapat subyektif anda (mungkin anda tidak membuka link tersebut) saya kutip saja dari link tersebut, sumber angka-angka kriminal itu dari Seventh United Nations Survey of Crime Trends and Operations of Criminal Justice Systems, covering the period 1998 – 2000 (United Nations Office on Drugs and Crime, Centre for International Crime Prevention).
Pendapat mana yang mau diikuti, hasil riset United Nations (PBB) yang obyektif itu (perlu diingat ini bukan cuma orang muslim yang bikin ya…?) atau pendapat subyektif anda? terserah saja. Solusinya adalah syariat islam, fakta
berbicara.
Sebuah pertanyaan dari Sang Pemberi Petunjuk, agar kita tidak termasuk orang yang ragu-ragu:
QS Al An’aam 6:114. Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Qur’an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.
QS An-Nisa 4:143. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barang siapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
QS Ar-Ra’du 13:37. Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.
Maka sungguh Allah Maha Pengasih dan Maha Kudus.
dah lama pengin comment…tapi bingung!
yaa…klo ada yang percaya, kelak mati bakal ditanyain “Apa kitabmu?”..pastilah kalian jawab nama kitab suci Anda…ada yang menjawab UUD…langsung jebreeeeetttt….ancurrrr tuh muka…kyk yg punya blog ini
@sidedwin
Wah klo bicara peradaban, saya masih pegang Mesir Kuno, 3000 tahun Bo’, dengan 1000 tahun berturut2 tanpa perang sodara.
, yang hingga saat ini kita masih terkagum2 dibuatnya.
Dengan pencapain budaya, teknologi, seni, imlu pengetahuan yang sangat2 maju dijamanya…
Lengkapnya bisa tanya Wiki.
@ah nggakpenting
Buktikan saja Mas/Mba…buktikan!, minjam kata2 Gus Dur, gitu aj kok repot
@faizal
Saya sejak lahir, bisa bernapas, pup, gak pernah ngatur detak jantung/aliran darah, gak pernah ngatur pH/tekanan darah saya, dan saya bisa melakukannya tanpa nyabut syahadat, tanpa percaya rukun iman/islam.
Sekarang saya bisa bicara, baca, tulis, berhitung, makan, minum, bersosialisasi, bekerja, membayar pajak (mudah2an gak dikorupsi!!!), dan saya bisa semua itu tanpa sekali lagi nyabut syahadat atau percaya rukun iman/islam.
Saya lahir dari dan di dalam Alam, dan saya percaya Alam pasti sudah ngatur semuanya untuk saya, kenapa kok Alam bukannya Tuhan??? karena Alam gak pernah pilih2 mas, mo islam, kristen, hindu, budha, atheis, kejawan, item, putih, arab, jawa, maluku, mancung, sipit, Alam gak pernah pilih2 mas, mati ya mati aj, idup ya idup aj. Beda dengan Tuhan mas, yang suka pilih2, mosok mati aj di-ngel2 (dipersulit), Tuhan macam apa tu???. Saya kok heran jaman gini masih ada yang percaya Tuhan gituan???
hmmppppffff capek deh…
@nggak penting
oh gitu ya?
*menanti bukti nyata*
@Joe:
Wah Joe, sori tenan…. Ternyata kuwi pertanyaan sensitif bagimu
Tuh kan, sensitif bagi 1 orang, lom tentu sensitif bagi orang lain (bagiku rapopo… Ceto, wong wis lulus… hehehehe…. peace….).
That’s life…. Diversity is reality…. We’re all different from the very early second we were born, are we not?
Bahasan sing tok tulis abot je Joe.
Nek masalah religi, aku lebih seneng pikir terbuka & terlepas dari belenggu2 doktrin (termasuk religiku sendiri). Opo meneh nek wis nyangkut urusan bener-salah, surga-neraka. Menurutku istilah ’salah’ ada karena ada istilah ‘bener’. Istilah ‘neraka’ ada karena ada istilah ’surga’ and vice versa. We may look at the same object but see it differently
Kata Steve Jobs di commencement speech-nya:
“Even people who want to go to heaven don’t want to die to get there”. Aku bukan fans berat Steve Jobs, tapi untuk yang satu itu aku setuju
all the best,
-df-
tapi kata pakdhe SJ,
stay hungry, stay foolish
apple rulez !!!
:: Joyo
Mas Joyo pertama aku mungkin luput akan hal ini. tapi kalo 1000 tahun tanpa peperangan mana buktinya? karena sejak zaman nabi adam diciptakan sampe sekarang peperangan pasti ada. minimal perang dengan diri sendirikhan? jadi bullshit kalo perang ga ada. kedua 2000 tahun yang lalu gimana orang tau cara hidupnya? khan kemungkinan untuk terkubur besar. dan mana buktinya ga ada perang tolong tunjukkan.
kedua darimana alam ini tercipta? tentu kayak mas sebelum mas ada tentu dari tiada khan? lalu yang menciptakan alam siapa mas? yang mengatur matahari dan bulan siapa mas? lalu siapa yang buat mas bicara? emang alam? lalu siapa yang ngatur phnya mas? lalu siapa yang ngatur napasnya mas? lalu udara dari mana mas? sebelum jadi udara?
Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Buat yg minta bukti:::
Gimana ya? kalo minta buktinya di indonesia, wong masih banyak tuh yang gak percaya padahal bukti keberhasilan (padahal cuma sbagian syariat) di negara lain udah ada….mau diterapin disini, masih banyak yg ragu-ragu…pengennya minta bukti melulu *_^…atau kita terapin aja ya syariat islam ….
Joyo :::
saya bisa semua itu tanpa sekali lagi nyabut syahadat atau percaya rukun iman/islam.
ah gak penting>
gini deh…pernah lihat (maaf) kotoran kucing? apa itu kotoran muncul dengan sendirinya?… pasti ada ‘kucing’ yang ‘menghasilkan’ kotoran itu, setuju ya???
jadi itu ‘kotoran’ adalah tanda bahwa ada kucing yang ‘bikin’ itu kotoran…atau sederhana aja…kalau didepan rumah ada jejak sepatu…apa itu jejak tiba-tiba muncul disitu??? jejak sepatu itu adalah tanda sebuah sepatu pernah menjejakkan kaki disitu….
cuman menegaskan tulisan mas saidedwin…kalau begitu bagaimana dengan matahari??? bulan??? tanda apa itu??? ….itu adalah tanda penciptaan…entah bagaimana, tapi seperti ‘kotoran’ dan ‘jejak sepatu’ tadi, ada yang telah ‘meletakkan’ benda-benda langit itu disana…
bahkan masyarakat yang paling primitif pun secara naluri meyakini hal ini, sehingga muncul animisme dan dinamisme…wadoh,… jaman modern begini masih belum percaya tuhan??? …mungkin bacanya kudu lebih banyak…..
kalau berhenti di filsafat..hmmm…gini deh…tanya baik-baik dirimu sendiri aja…kenapa di ‘alam’ ini saya jadi manusia???
padahal masih banyak yang bisa tercipta di alam, semut kek, batu kek, burung kek, atau itu…jejak sepatu…enak jadi jejak sepatu, gak usah pusing cari makan, gak kebelet kencing…kena angin, kena ujan, hilang….tapi kenapa jadi manusia ya???
Seorang guru pernah bilang, kata Socrates “hidup yang tidak pernah dipertanyakan, adalah hidup yang tak layak dijalani…”
kalau jawabannya gak ketemu nanti saya kasi tau, info langsung berasal dari Yang Maha Mengatur Urusan isi langit dan isi bumi…tentu ini juga kalau dah berhasil lewat uji tanda di atas ya…kalo masih gak percaya ada yang taruh bintang gemintang itu disana…ya…gimana ya? itu seperti percaya ada ‘kotoran kucing’ tapi gak percaya sama si ‘kucing’ ….:) hmm… mungkin sampai disitu aja tingkat intelektualitasnya, mau gimana lagi…
@saidedwin
Nah kan anda menyangkal pendapat saya, padahal saya gak ada hubungan apa2 lho sama Mesir Kuno, saya milih Mesir Kuno
. Gimana klo saya juga menyangkal pendapat anda tentang Islam??.
sebagai peraban nomor wahid yg pernah ada sebatas pengetahuan saya, beda dengan anda yg saya asumsikan memilih Islam karena beragama Islam (memilih Islam karena orang tua anda Islam, yg ini asumsi buta tapi probabilitas kebenaannya mendekati 90%,
Setau saya sejak nabi Muhammad wafat, timbul perpecahan diantara pengikutnya, pengikut Ali Vs bukan Ali (maaf klo salah)anda pasti lebih tau lah. oh ya soal Ancient Egypt anda bisa beli tu CD nya discovery channel lumayan buat gambaran awal bagaimana masyarakat Mesir saat itu idup.
@saidedwin n ah nggak penting
Anda berdua setuju kan?! saya tanpa nyebut syahadat dan mngimani rukun islam/iman bisa ngapa2in sebatas kemempuan manusia normal?? Anda setuju kan alam gak pilih2??
Soal siapa yang menciptakan jejak sepatu, kotoran kucing, matahari, dll, dan akhirnya siapa yg ciptakan Alam, saya berasumsi anda berdua dg serentak akan menjawab Tuhan, ya kan??!! Ok boleh lah, tapi Tuhannya siapa? tuhan islam? tuhan kristen? sang hyang widi nya orang hindu? tuhannya siapa mas?? anda2 ni gak konsisten, ketika bicara masalah penciptaan anda sepakat Tuhan lah sang pencipta alam, tapi ketika masuk ke masalah yg lebih khusus (agama)anda saling berbantahan satu sama lain (islam vs kristen, katolik vs protestan, syiah vs sunni, dll). capek deh…
oh ya alam ni kan tampak teratur dan indah dan ‘cerdas’ lalu anda2 bepikir (klo mikir, bisa juga anda2 langsung yakin karena kata kitab suci yg anda yakini mengatakan demikian) pasti ada penciptanya, i.e. Tuhan, nah klo ada orang gak mau berhanti di Tuhan gimana? dia terus bertanya, siapa yang ciptakan Tuhan? hayo siapa yg ciptakan Tuhan?
Mas Joe maap sudah melencengkan topik yang mas Joe tulis, maap.
@ yang mo ngasih bukti
Entar dulu kalo mo di terapin di Indonesia, mari kita saksikan bersama dulu kesuksesannya di Aceh yak.
Saya pribadi tetap yakin yang penting itu kita menjiwai
syariatIslam, bukan formalisasinya.*mengamat2i keadaan. menunggu saat yg tepat untuk masuk ke arena pertempuran*
Soal siapa yang menciptakan jejak sepatu, kotoran kucing, matahari, dll, dan akhirnya siapa yg ciptakan Alam, saya berasumsi anda berdua dg serentak akan menjawab Tuhan, ya kan??!! Ok boleh lah, tapi Tuhannya siapa? tuhan islam? tuhan kristen? sang hyang widi nya orang hindu? tuhannya siapa mas?? anda2 ni gak konsisten, ketika bicara masalah penciptaan anda sepakat Tuhan lah sang pencipta alam, tapi ketika masuk ke masalah yg lebih khusus (agama)anda saling berbantahan satu sama lain (islam vs kristen, katolik vs protestan, syiah vs sunni, dll). capek deh…
dan Tuhanpun menjadi banyak.
weleh, blockquotenya kok gagal, joe kalo sempet tolong di perbaiki comment saya yg di atas.
oh masih jalan to?
)
ini kaya forum FC di kaskus aja
nonton aja deh
btw si empunya blog kok ga ikut nimbrung lagi?
*All we need is love
joe, commentnya panjang banget, mpe browser mo buka jadi lelet
(
euh… rasanyah memang terlalu naip kalau ingin negara inih menjadi tanah harom teh… negaranyah juga pernah di imami perempuan lagih… kabayan pikir2 teh lebih baik bina sajah dulu calon2 pemingpin dan calon2 yang akan dipingpinyah yang syar’i… soal nyah percumah ingin merubah pohon toge jadi pohon pisang teh… tanem ajah dulu pohon pisangnyah… niscaya akan menjadi pohon pisang… pabeulit kan… euheuheuh…
yang sederhana ajah belum bisa… ingin menghilangkan pelacur tapi calon pelacur yang panjang antriannyah ngga kelihatan… kalo mau pindah sih antrinya ke paling belakang.. pasti kelihatan panjangnyah antrian teh…
Bismillahirrahmaanirrahiim
Joyo :::
Tuhan, ya kan??!! Ok boleh lah,
ah nggak penting>
pertama, saya senang setidaknya tersirat bahwa Anda bisa menerima bahwa ada sesuatu yang meletakkan segala sesuatu itu langit sana yang berlangsung dengan teratur dan sistematis…sedikitnya ‘konsep’ Tuhan sudah terbetik (walaupun saya belum bicara sedikitpun tentang Tuhan…dan saya belum mengutip apa pun dari kitab suci) jadi marilah kita bermain pada tahapan logika ini.
Joyo :::
Anda berdua setuju kan?! saya tanpa nyebut syahadat dan mngimani rukun islam/iman bisa ngapa2in sebatas kemempuan manusia normal?? Anda setuju kan alam gak pilih2??
ah nggak penting>
bahkan seekor kambing pun tanpa mengucapkan syahadat dapat berlaku sebagaimana kambing normal…tapi kita adalah manusia yang punya kelebihan dibandingkan hewan…tapi apa kelebihan kita? otak? hewan juga punya… jangan-jangan hewan lebih cerdas dari manusia, karena siapa tahu hewan lebih mengenal pencipta-Nya dibandingkan kita manusia… apa iya?…jadi siapa yang lebih taat kepada ‘tuhan’… manusia atau binatang…sebuah pertanyaan lagi…Anda tahu jawabannya???
Joyo:::
dia terus bertanya, siapa yang ciptakan Tuhan? hayo siapa yg ciptakan Tuhan?
ah nggak penting>
Sebenarnya ini pertanyaan satu paket dengan pertanyaan yang belum dijawab…kenapa di alam ini kita jadi manusia???…
belum ada jawabannya nih?
jadi begini… untuk mengelola tanda-tanda informasi alam semesta, sebetulnya kita dibekali dengan otak, panca indera, dan intuisi…yang sayangnya sangat terbatas. Kemampuan berfikir kita juga sangat terbatas…ada pertanyaan-pertanyaan yang diluar kemampuan berfikir manusia…termasuk panca indra…keterbatasan yang merupakan hal yang baik bagi kita sebenarnya….bagaimana kalau panca indra kita super? mungkin tak bisa kita tidur nyenyak karena mendengar bagaimana aktivitas semua lingkungan disekitar kita bergerak… semut2 di dinding rumah…nyamuk…bakteri dan kutu yang sedang memakan cat tembok, lembar-lembar kertas…pernah terpikirkan??? jadi keterbatasan adalah kebaikan…
keterbatasan ini juga yang menyebabkan kita harus memiliki patokan atas pertanyaan-pertanyaan yang berada diluar keterbatasan kita…termasuk di antaranya pertanyaan-pertanyaan di atas…masalahnya patokan mana yang mau dipakai….tentu harus lewat sebuah test…(nanti di bahas lagi)
Joyo:::
ketika bicara masalah penciptaan anda sepakat Tuhan lah
sang pencipta alam,
ah nggak penting>
saya belum sepakat dengan pernyataan Anda bahwa yang menciptakan ini adalah Tuhan…darimana Anda tahu bahwa yang menciptakan ini Tuhan??? saya belum masuk ke kitab suci dengan Anda…darimana kita tahu kalau ini Tuhan yang menciptakan???…saya kumpulkan jadi ada empat pertanyaan…
Joyo :::
tapi ketika masuk ke masalah yg lebih khusus (agama)anda saling berbantahan satu sama lain (islam vs kristen, katolik vs protestan, syiah vs sunni, dll). capek deh…
ah nggak penting>
Socrates bilang “hidup yang penuh dengan masalah adalah hidup yang sangat layak dijalani”… mau tidak ada masalah dengan orang lain? tinggal sendiri di antartika bersama pinguin mungkin bisa jadi pilihan *_^…
hanya saja bagaimana dengan sunnatullah yang beragam ini bisa berlangsung sebuah kehidupan yang ’sesuai dengan kehendak tuhan’…ah tapi saya belum mau berpolemik dengan ‘kehendak tuhan’…toh saya belum masuk ke konsep tuhan…jadi bagaimana jawaban pertanyaan di atas?
singkatnya gini:
1. Kenapa kita jadi manusia, bukan jadi jejak kaki?
2. Siapa yang bikin tuhan ya kalo gitu?
3. Mana yg lebih taat pada ‘tuhan’, manusia atau hewan?
4. Darimana kita tahu bahwa yang menciptakan ini tuhan?
Kalau bisa dijawab, kalau belum tahu, tebak aja juga gak apa-apa…baru mulai deh kita ‘bingung’…
saya setuju mas jo, tapi jangan nyontong2in org dong…agk sopan dikit. tapi aku setuju aj ma mas jo, perda syariat perlu dikaji ulang manfaat & mudharatnya, tapi juga tidak bisa digeneralisasi mslnya di Aceh, saya setuju aj diberlakukan syariat tuh.
euh… jaman dulu teh Rasulullah pernah menjadikan surbanyah sebagai sarana ibadah orang non muslim… begitulah kewajiban tuan rumah… akhirnyah supaya ngga rumit Allah adakan tanah harom… tanah khusus islam… tempat sempurnanyah syariat diterapkan…tidak harus melayani kebutuhan yang bertentangan dengan aturan islam…
untuk tanah yang dihuni beragam agama mah… tentu sajah menjadi super extra sulit pabeulit… bahkan untuk berpikir ideal sajah sulit…
ada baiknyah kalau tipi, bioskop sama media cetak lebih dulu dibereskan…
17 ALASAN KENAPA KAMI MENINGGALKAN ISLAM
1. Allah bukan Tuhan.
Jika ada yang bilang allah artinya Tuhan, maka tolaklah.
Jika kita mengikuti jalan pikiran muslim, ‘Allah’ artinya “Sang Tuhan.”
Meski begitu ucapan la ila ha illalah telah membuat kata “allah” bukan lagi berarti “sang tuhan” melainkan sudah berarti “tuhan yang itu.”
Buktinya jika kita terjemahkan kata la ila ha illah maka artinya “tiada tuhan selain sang tuhan”. kalimat ini masih aneh. Tuhan dan sang tuhan jika dibuat dalam ucapan itu kan sama saja. Ucapan ini janggal jika diartikan begitu. Karena itulah arti sebenarnya dari allah adalah:
allah = Tuhan yang itu —> yang dibicarakan di al quran dan hadist –> yang sesuai dengan anggapan-anggapan Muhammad dan org arab saat itu.
Jadi jika ada org bicara “Tuhan itu bukan tempatnya kalian mengulang-ulang kata ‘astagfirullah’ kata ini tak relevan lagi untuk diwiridkan karena semua kan sudah diatur Tuhan dalam hukum-hukum alam. jika bersalah yang bertanggungjawab saja, jika menyesal dan sedih krn salah yang tunggu saja hari-hari pembalasan karma. jika memang sedih maka gembiralah di hari-hari pembalasan karma itu” maka muhammad pasti tak setuju dengan ini dan akan mengucap “la ila ha illah = tiada tuhan selain yg seperti aku bicarakan.”
Penjelasan di atas hanya jika kita berbicara sesuai pikiran muslim. Tapi walau bagaimanapun Alquran adalah bukti nyata yang menyebutkan posisi Allah adalah dewa di antara dewa-dewa lain di Arab saat itu. “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari dewa mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” – QS Al-Baqarah 2:62
Dikatakan pula “…..Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. ” – Q.S Al Hajj 22:47
yang menunjukkan lokasi Allah masih di salah satu 31 alam dunia yang diajarkan Buddha, dimana masing-masing dunia tersebut mempunyai time frame yang berbeda-beda.
Masih mau bicara Allah = Al-ilah? Itu cuma dalam mimpi muslim. Allah jelas bukan berasal dari hamzah, lam, ha karena secara ilmu shorof (ilmu yg menguraikan kata kerja) tidak pernah ditemukan, baik fiil madhinya/past tense, mudhori’nya/present continuous tense maupun mashdarnya/kata kerja yg tidak ada waktunya atau sumber kata. Yang ada hamzah, lam, lam, ha atau allaha (الَّهَ ), tetapi kalau diuraikan secara wazan/ukuran/timbangan dalam ilmu shorof juga tdk bisa menjadi Allah.
2. Nama-Nama Tuhan yang disebut Asmaul Husna itu tidak mencerminkan Tuhan yang sesungguhnya.
Tuhan tak mungkin terpengaruh dengan sifat yang ia ciptakan sendiri. Muslim yang sudah berpendidikan pun menjadi malu dengan agama yang ia yakini dan mencoba mengubahnya dengan arti-arti baru seperti di situs http://id.wikipedia.org/wiki/Asmaaul_Husna
Ar Rahman yang berarti Sang Pengasih telah diubah menjadi Yang Memiliki Mutlak sifat Pengasih.
Tapi tak apa, nanti bisa Kami kembalikan artinya seperti semula, dengan mengucap mantra Harumnya kayu cendana tak dapat melawan arah angin. Harumnya kebenaran dapat melawan arah angin.
Ajaran kami akan menyapu bersih ajaran Islam, ini sudah digariskan oleh Tuhan.
Agama kami sendiri sudah difirmankan nama-nama baru yang lebih benar. Kelak akan Saya berikan.
3. Beberapa wirid dalam Islam sudah tak relevan lagi untuk diteruskan.
Selain yang Kami katakan soal “astagfirulah” sebelumnya juga soal di bawah ini:
Subhanallah = maha suci allah.
Suci dan murni artinya beda.
Org berkata “air murni”, “air suci”, artinya beda kan.
Manusia menjadi murni tak bisa, krn murninya manusia hanya “bodoh, sombong, tak peduli.”
Manusia menjadi suci bisa.
Tapi tuhan tak bisa menjadi suci. Bahkan melekatkan kata “suci” pada tuhan hanya dilakukan oleh umat agama yang tak tahu apa-apa.
kata “suci” berarti telah terjadi satu intervensi untuk mengubah yang buruk menjadi baik. sedangkan kata “murni” berarti “dari asal mulanya memang sudah begitu apa adanya.”
Karena itulah kata “subhanallah” sudah tak valid lagi untuk diwiridkan. bahkan bagi muslim yang sadar tapi terus mewiridkannya akan berdosa jika menujukannya untuk Tuhan. Tapi jika menujukannya untuk allah memang tak berdosa karena allah bukan tuhan. hanya dewa arab.
Kemudian untuk apa berkata Insya Allah.
Andai Allah itu artinya Tuhan, bukankah Tuhan sudah pasti mengizinkan kita untuk berencana. Ini saya kasih mantra pengganti insya allah, yaitu: “Jika karma memungkinkan.”
Contoh: “Ya saya akan datang ke rumah Anda, jika karma memungkinkan.”
Tentusaja lain islam lain agama saya, di agama saya mantra ini tak perlu terus-menerus diucap. Yang penting itu kesadarannya sudah sampai atau belum.
Untuk apa berkata “Alhamdulillah”. Nikmat didapat bukan karena diberi Tuhan melainkan diusahakan dengan kerja sendiri. Sekarang Saya kasih kalian mantra penggantinya yaitu, “Semoga kenikmatan ini bisa kugunakan untuk Dharma.” Misalnya baru bersetubuh ada rasa puas, rasa puas itu digunakan sebagai latihan untuk lepas dari nafsu seks sedikit demi sedikit.
Contoh lain: Baru punya mobil baru, daripada mengucap alhamdulillah lebih baik mengucap mantra Semoga kenikmatan ini bisa kugunakan untuk Dharma.
Memang jika pakai bahasa indonesia jadi tampak kurang keren, tapi ini soal gampang karena Saya sudah ciptakan bahasa baru yang mengandung kekuatan super jika dipakai terus.
Orang Indonesia mengajak kita untuk berbahasa indonesia yang baik dan benar, sedangkan bahasa yang dikasih masih kalah kekuatannya dibandingkan bahasa inggris atau bahasa jepang.
Bahasa arab memang kuat tapi bahasa itu khusus untuk daerah padang pasir untuk menimbulkan efek air. Jika orang Indonesia yang memakai, nanti bisa mudah pilek, dan kalau wanita vaginanya mudah becek.
Tunggu kehadiran bahasa Saya yang merupakan gabungan banyak bahasa kuat.
4. Dalam Al-Quran banyak ayat-ayat pagan.
Buktinya surat At Tiin.
Berhati-hatilah terhadap muslim yang mencoba mengubah-ubah tafsir surat at tiin. Untuk mewaspadainya lihat contoh di bawah:
Demi kesehatan, Allah berkata “kebersihan adalah sebagian dari iman”
Demi buah Tin, Allah berkata “kebersihan adalah sebagian dari iman.”
Berhati-hatilah dengan segala usaha mereka bersilat lidah di milis-milis.
5. Banyak kontradiksi dalam Alquran.
1. Orang-orang Islam mempunyai berapa ramai ibu?
a. Hanya satu:
Orang-orang yang menzihar isterinya di antara kamu, tiadalah isteri mereka itu ibu-ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain HANYALAH wanita yang melahirkan mereka.Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta.Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS. 58:2)
b. Lebih dari seorang:
Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu mau berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama).Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah). (QS. 33:6)
2. Kalimat-kalimat Allah berubah atau tidak?
a. Tiada perubahan
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. 10:64)
b. Ada perubahan
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata:”Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui. (QS. 16:101)
Apa saja ayat yang kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:106)
6. AlQuran mengajarkan bahwa kekerasan harus dibalas kekerasan.
Q 9:39
Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Q 9:73
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
Q 2:216
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal hal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal hal itu amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak (pula) mengetahui.
Q 5:33
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.
Q 4:89
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling (berubah agama), tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya
Q 9:5
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian.
Q 5:45
Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya.
Q 9:123
Hai orang-orang yang beriman, bunuhlah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.
Q 8:12
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.
7. Kebijaksanaan Allah yang kejam bukan cuma berlaku di saat perang tapi juga ketika sudah tenang.
a. Potong tangan pencuri.
“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” – Q.S. Al-Maidah 5.38.
Di sini kita bisa melihat ‘keadilan’ Islam yang masih kalah dengan keadilan alam yang sebenarnya.
Jika menurut alam, orang yang mencuri seharusnya berakhir dengan dicuri, bukan dengan dipotong tanganya.
b. Rajam pezina.
Mungkin ada di antara kita yang berpikir kenapa orang berzina hukumannya harus dengan dilempar batu sampai mati? Ternyata Muhammad terinspirasi dari kelakuan monyet-monyet yang menemukan ada monyet yang berzina.
“Dikisahkan oleh Amir bin Maimun:
Selama jaman pra-Islam, saya melihat seekor monyet betina dikelilingi sekelompok monyet. Mereka semua melemparinya dengan batu, karena monyet itu telah melakukan perzinahan. Aku juga ikut melempar bersama mereka.” (H.R. Bukhari Volume 5, Book 58, Number 188).
c. Pukul istri yang tak patuh.
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” – QS. An-Nisaa 4:34
d. Hukum mati murtadin.
Diriwayahkan ‘Ikrima: Sejumlah Zanadiqa (atheists) dibawa ke ‘Ali dan ia membakar mereka. Berita ini mencapai Ibn ‘Abbas yg mengatakand, “Kalau saya ditempatnya, saya tidak akan membunuh mereka, spt dilarang oleh Rasulullah yang mengatakan: ‘Jangan menghukum siapapun dgn hukuman Allah (api).’ Saya akan membunuh mereka sesuai dgn pernyataan Rasulullah, ’siapapun yang mengubah agama Islamnya, bunuh dia.’ (H.R. Bukhari Volume 9, Book 84, Number 57).
8. Bahasa Arab yang tetap digunakan untuk menyatukan muslim tak cocok dengan lidah orang indonesia.
Kasus shalat bilingual itu sudah mendekati langkah benar menuju Tuhan. yang lebih benar lagi adalah jangan bilingual tapi sholat pake bahasa indonesia saja.
ini bukan pelajaran saya tertinggi, ada yang lebih tinggi dari ini, tapi sementara kalian pelajari ini dulu.
9. Shalat versi islam itu tak sopan.
Masa menghadap Tuhan sambil berdiri. Kami sudah menciptakan gerakan shalat versi baru, tanpa posisi berdiri, tapi dengan satu posisi telentang dengan kaki dilipat ke belakang. Sedangkan posisi-posisi lain masih ada posisi duduk dan posisi sujud.
Jika saya sudah bicara begini, nanti pasti yang yang ngomong, “ah, kaki itu kan harus dimanfaatkan untuk menyembah-Nya.” Ini satu pendapat salah.
Shalat bukan meditasi, karena otak harus bekerja untuk m