
Aku baru aja selesai nonton The Departed-nya Leonardo DiCaprio plus Matt Damon nggak sampai 5 menit yang lalu (tentunya ketika aku menulis ini). Film keren mengingat juga nama-nama besar pemeran pendukungnya. Ada Jack Nicholson, Martin Sheen, Mark Wahlberg, bahkan Alec Baldwin. Disutradarai sama Martin Scorserse, diproduseri sama Brad Pitt. Wew, tentunya kebayang, kan, betapa dahsyatnya film ini? Udah? Udah dibayangin? Belum? Oke, aku kasih waktu beberapa menit lagi.
…………………………………………
…………………………………………
…………………………………………
…………………………………………
…………………………………………
Nah, siap? Oke? Seharusnya sekarang udah kebayang!
Jadi, film ini ceritanya tentang seorang gembong mafia di Boston yang mengangkat seorang anak (Matt Damon), dibiayai untuk sekolahnya, dimasukin ke akademi kepolisian, demi mendapatkan akses di kepolisian Massachussets. Anak angkatnya itu dijadiin mata-mata, begitulah.
Di lain pihak, seorang kadet yang “tidak” lulus (Leonardo DiCaprio) disusupkan oleh kapten kepolisian itu buat jadi anggotanya si boss mafia itu. Setelah melakukan kejahatan kecil-kecilan sampai menengah, bolak-balik masuk sel, si kadet itu direkrut oleh kelompok mafia Boston. Memulai karirnya dari tingkat rendah sampai akhirnya jadi orang kepercayaan si boss.
Gimana? Seru, kan?
Seru! Seharusnya seru. Aku juga beranggapan begitu…seandainya aku belum pernah nonton trilogy Infernal Affairs-nya Tony Leung dan Andy Lau!

Yup, film Hollywood itu ternyata nyontek film Hongkong, karena jelas-jelas Infernal Affairs diproduksi duluan. Di Infernal Affairs, Andy Lau jadi si polisi mata-mata dan Tony Leung yang jadi bajingan mata-mata. Jalan hidup kedua tokoh di kedua film itu persis betul! Ending-nya juga sama persis, keduanya akhirnya mati.
Selain jalan cerita yang mirip, ya demi nama besar Hollywood, aku ngalah sedikit dalam memberi penilaian. Ada beberapa perbedaan yang membuat film yang versi Hollywood ini terlihat lebih “dahsyat” dibanding versi Hongkong. Nggak enaklah dengan nama-nama besar di atas, soalnya.
Yang jelas, di versi Hollywood-nya terdapat lebih banyak baku-tembak dan umbaran pisuhan, seperti “fvck” dan gerombolannya (ini subyektif banget. Soalnya aku memang nggak paham bahasa Mandarin ataupun Canton). Lebih eksyen plus sangar gitu lokh. Sedangkan di versi Hongkong-nya sedikit lebih anggun. Tanpa eksyen yang berlebihan, versi Hongkong lebih konsen di penggarapan watak dan karakter tokoh-tokohnya, jalan ceritanya jadi lebih elegan, nggak waton mengumbar darah. Perang mental antar tokoh-tokohnya pun lebih dikedepankan dibanding perang peluru ala Hollywood. Lebih enak dan lebih mikir, menurutku, selain jadinya juga lebih dramatis.
Di versi Hongkong, tokoh-tokohnya memang lebih kompleks (ya iyalah, namanya juga trilogy), sedangkan di Hollywood lebih simpel, meskipun akhirnya malah jadi kelihatan terdapat banyak kebetulan yang terlalu dipaksakan, kayak Matt dan Leo yang jatuh cinta pada cewek yang sama.
Leo juga nggak bisa memerankan karakter anggota mafia yang dingin, cool, tenang, penyendiri, dan kalem. Tentunya aku menilai kayak gitu gara-gara sudah nonton yang versi Hongkong duluan. Di situ Tony Leung betul-betul kelihatan dingin sebagai penyendiri. Matt sendiri terlalu “berangasan” untuk jadi polisi, nggak kayak Andy Lau. Ya jadinya, gara-gara keduluan nonton di Infernal Affairs, The Departed jadi kelihatan banyak kurangnya. Yang paling utama, Triad Hongkong jadi terkesan lebih berotak ketimbang Mafia Boston. Mungkin, buat menikmati The Departed seutuhnya, aku harus membebaskan otakku dari pesona Infernal Affairs terlebih dulu.
Tapi tentu saja, di luar segala kekurangannya, Hollywood tetap memiliki pesona tersendiri. Dan nggak berlebihan rasanya kalau aku beranggapan The Departed adalah salah satu film yang paling menarik dalam hidupku…seandainya saja aku belum nonton trilogy-nya Infernal Affairs.













Dalam kacamata Barat, mereka mungkin bilang, “Kami nggak nyontek. Kami melakukan modernisasi!” (Apa sih arti modernisasi?)
NB:
Joe suka paradoks ya? Kok judulnya gitu?
Huh! Gagal jadi yang pertama. “Jadikan Aku yang ke dua”
joe karo the da vinci code, bagus mana?
Hmm,, Ma ga terlalu suka Matt Damon,, ga tau kenapa,, ga suka aja,,
Jadi, intinya filmnya bagus ga Joe??
eh,,,aq penggemar infernal affairs tuh.kalo ma the davinci code,,,yo bagusan the davinci code lah ya,,,
da vinci code ama infernal affairs kan ga bisa dibandingin, ga ada mirip2nya gitu .. yang satu tentang mafia yang satu tentang religi (nyrempet nyrempet lah)
personally i think both film are okes okes ajah ,tapi masi mending film 2 nya m*yabi (lebi ga bisa dibandingin lagi )
M Shodiq Mustika:::
sebenernya nggak juga sih, kang. cuma ketika bikin judulnya, secara mendadak saya teringat dengan teman saya yang sering memaki polisi gara-gara pernah rebutan cewek sama seorang oknum polisi dari polsek banguntapan-jokja, hehehehe
peyek:::
bedalah, kang. jadinya kayak mbandingin donal bebek sama gundam series, gitu
Rizma Adlia:::
bagus, kalo belum pernah nonton infernal affairs
psychopatriot:::
kalo menurutku nggak bisa dibandingin, sih. kecuali kalo memang memaksa untuk membandingkan dari segi pendapatan filmnya, kekekeke
jempol dewa:::
miyabi bisa dibandingin, kok…dibandingin sama azumi kawashima. dan menurut seleraku, azumi lebih unggul
“sebenernya nggak juga sih, kang. cuma ketika bikin judulnya, secara mendadak saya teringat dengan teman saya yang sering memaki polisi gara-gara pernah rebutan cewek sama seorang oknum polisi dari polsek banguntapan-jokja, hehehehe”
Mas Joe ada saran gak nih, soale aku juga lagi rebutan cewek sama polisi bantul. biar aku dapetin tu cewek gimana nih? klo keren2-an sih polisi nya yang kalah.hehehehhe
Ho? Di Holiwud ada yang begituan ya?
Nggak kayak di Indo yang menjamurnya sinetron bajakan?
*mikir*
Loh, bukannya film ini emang diakui sebagai adaptasi Infernal Affair? Jelaslah mereka dah beli lisensinya segala macem, lagian ini film terbaik 2006 versi Oscar loh, bukan film sembarangan
semacam Ekskul…Eh, BTW, kalo menurut saya sih, Leo diCaprio,
AmedMatt Damon, sama Mark Wahlberg emang rada mirip2 ya mukanya??Weits…tapi film niru bisa dapet oscar lho…hebat banget hollywood.
kapan film indo mereka tiru ya? trus abis itu dapet piala oscar.Eh, BTW, kalo menurut saya sih, Leo diCaprio,
AmedMatt Damon, sama Mark Wahlberg emang rada mirip2 ya mukanya??iya tuh…kayak pinang dibelah pake clurit
ralat ga penting:
iya tuh…kayak pinang dibelah pake clurit
komen yang diatas kurang blockquotenya.
sekian.
[***tengok kanan kiri***]
hah…mana…mana premannya?! kabur ah sebelum sipalak!!!
Joe, premané cah Jogja ya kok berhati nyaman segala?
Kenapa judulnya bukan: “Polisi Ora SEMBADA, Preman BERHATI NYAMAN dan gadis PROJO TAMANSARI”
ooo,karo polisi dari polsek banguntapan to a*i* le rebutan…
ya ya ya ya ya *manggut-manggut*
Ups, sori OOT
The Departed emang bagus kok, alurnya bikin penasaran, wajar klo si Martin bisa dapet oscar. Akting Leo sama si Matt juga cocok tuh. Tapi klo ternyata nyontek infernal affairs malu2in juga tu hollywood..
tapi nyontek itu biasalah, wong film indonesia jg suka nyontek.
Kaya’nya ga hanya sekali ini aja kok Hollywood ‘jiplak’ karya2 Asia. Seingatku, film horor Jepang, Ring juga dibuat yang versi Amrik. Ya, sepanjang mereka sudah membayar royalti dan melalui prosedur hukum yang berlaku sih, sah2 aja. Kembali ke selera penonton. Kaya di Indonesia, walaupun sudah di bilang itu hasil karya dari Korea, Taiwan atau Jepang, tetap aja .. pada nonton hehehe
kalau nggak salah di situsnya pernah disebutin kalau film ini memang adaptasi dari film Hongkong itu.
Tapi Leonardo menurutku nggak cocok karakternya di film itu. Lebih cocok Jude Law atau Val Kilmer
*premannya mana ya ?*
Aku nonton the departed abis ngliat Blood Diamond jadi aura si Leo dari Blood Diamond masih kerasa.
ada Gangs of New York yg lebih ancur
Ya untuk sekelas Leo lumayanlah film ini, mungkin Opa Scorsese sudah berhasil membimbing Leo beranjak lebih dari sekadar Poster Boy.
Buat yang demen bacok-bacokan
waktu itu pernah baca resensi film ini di salah satu majalah. katanya sie emang ide ceritanya ngambil dari internal affairs. ya, gpp toh dibikin remake-nya? meskipun gitu, saya belum nonton the departed dan internal affairs. mau sie nonton, tp entar kalo udah dapet pinjeman…
basiiii!!
hahaha…
*kabuur sebelum ditimpuk*
jadi, versi yang lebih “dingin” ala hongkong emang lebih berkesan ya, daripada yang ala hollywood..
wah, aku blon nonton nih, hehe, patut dicoba
diamput apa sich artinya??
Trilogy inFernal affairs produksi hongkong emang bagus. Kebetulan saya sudah nonton. Sedangkan the departed-nya hollywood menurut saya belum tentu mencontek film infernal affairs, abis…saya belom nonton sih, hehehe…. (jadi gak bisa ambil kesimpulan
)
*Ak belum baca semua postingannya(dan commentnya)…
Loh mas ga reti yo….??
Martin Scorsese udah ngaku kok kalo film itu versi Hollywood buat film buatan Hongkong.(ak lupa judulnya tapi mungkin yang mas Joe maksud).
Film ni dapet Oscar buat sutradara terbaik kan…
Ak udah nonton beberapa minggu yang lalu. Meski bagus, tapi ga terlalu seru. Ak hampir tidur……
Lagi….
Premannya pasti preman Yogyakarta.
Berhati nyaman.
Duh.. spoiler bgt sih.. “dua-duanya akhirnya mati.” X(
Mbok ya cukup sampe kalimat “… endingnya sama.”
“Dan nggak berlebihan rasanya kalau aku beranggapan The Departed adalah salah satu film yang paling menarik dalam hidupku…seandainya saja aku belum nonton trilogy-nya Infernal Affairs.”
masih ngeyel
Mwawa:::
badala…aku belum bisa jawab e, mas. belum pernah rebutan sama polisi soale. lha rebutan sama anak tek. elektro habis itu sama anak tek. geologi aja aku masih kalah, hehehehe
Shan-in Lee:::
negara kita memang memalukan, kok. kalem, bukan kamu aja yang berpikir demikian
Amd:::
ooo…begitu, saya baru tau. maap, sodara2, saya bukan pengamat film yang konsisten soale…
cK:::
cukup masuk FFI aja mungkin. kayak ungu violetnya dian sastro yang njiplak film kroya, aeh korea
Sugeng Rianto:::
tenang aja. di sini aman kok. paling banter cuma penghalalan darah, barangkali
deking:::
trus, nama ceweknya siapa? HANDAYANI? kekekekekeke!
aday:::
jgn ngomong ke aphip. nanti dibacok, lho
arif komB:::
mbok yang lebih halus…mengadaptasi, kekekekeke
erander:::
ada juga magnificent seven yang katanya terinspirasi seven samurai-nya jepang, lho, mas
fertobhades:::
he’e e mas. mukanya matt sama leo masih pada “anak-anak” soale, hohohoho…
Odi:::
aku pikir sih belum terlalu berhasil, mas. karakternya kurang kuat. *apa gara2 masih keinget tony leung, ya?*
insanayu:::
mending nonton yang infernal affairs aja. 2 jari naik! film hongkong genre lain yang tumben2nya aku suka. biasanya cuma suka gedebak-gedebuknya jet li atau jeki cen
alle:::
memang basi, le. aku ngopi ke hardis baru beberapa bulan setelah filmnya tayang di bioskop, dan baru beberapa bulan kemudian kutonton setelah lama ngendon di hardis
Impilara:::
jelas. keliatan lebih ngesoul dan lebih “berotak”
isez:::
mungkin sama kayak “fvck”
elpalimbani:::
nonton aja, mas. iseng2 (tak) berhadiah, hehehehe
chiell:::
jelas ndak ngerti, bol. coba kamu nanya perihal xhtml aja, hohohoho
Lily:::
ah, cuma penegasan kok, mbak
venus:::
wong sama “ustadz” aja aku ngeyel, apalagi sama opa martin, mbak, kekekeke
Film ga’ nyambung aku. salam kenal aja ya.
Yup… lebih bagus yang infernal affair. Kalo hollywood mau mengadaptasi fil Indonesia, kayaknya yang pantes itu si Naga Bonar deh.
Tapi bingung juga… Masak Leonardo DiCaprio ngomong “Bujaaaang… sudah kubilang jangan bertempur… Nah, sekarang kau rasa sendiri… jadi makanan cacing kau!!!…”
Kalau dibikin versi bahasa Inggris gimana ya?
*mikir dulu*
kamu pernah saingan sama anak TE?
sapa joe?
Hmm..ternyata Hollywood jago njiplak juga ya? Kirain cuma Indonesia aja yang pinter nyontek. kikikikik…
ga seru ah… belom nonton, ngebayangin juga ga bisa! Apalagi endingnya pada mati 2-2 nya???
ada kesamaan 2 aktor Andy Lau dan Dicaprio… kalo maen pelem endingnya jarang bahagia. Abis tiap kali nonton pasti aja mati
anas:::
nyambungnya apa, mas? salam kenal juga
andana:::
sama. saya juga bingung
lambrtz:::
d3 TE kok, djo. jadi kayaknya kamu ndak kenal, hehehehe…
maruria:::
konon, ternyata mengadaptasi, mbak, kekekeke
xwoman:::
ndak juga. andy lau kalo jadi jagoan silat jarang mati, kok, huehehehe…
hmmm!!!
seru kayaknya film yang terakhir…..
joe, nyilih!!
:p
wis ta’busak seko harddisk je…
klo yg kaya film ‘Braveheart’ mas Joe suka gak mas..
bagus juga tuh, ya.. bukan film baru sih. tp ceritanya Ok banget loh
nonton Road to Guantanamu joe..apik…
ojo video Poso wae
saaammmaaaa…
aku juga uda jadi penggemar trilogi infernal affairs duluan sebelum nonton the departed. dan emang jauuuuuhhh. kharisma pemain2nya kalah jauh ama versi hongkong. paling suka pas adegan tony leung ngasi penghormatan terakhir ke mobil jenazah komandannya dari lorong tersembunyi. nyentuh banget. lagian “modernisasi” yang digunakan dengan menggunakan hape sebagai ganti sistem morse bikin the departed jadi biasa banget.
above all…setuju kalo the departed akan lebi “menggigit” bagi yang belum perna nonton infernal affairs.
lam kenal joe..
emang itu kenyataannya. T i a lebih bagus dari Departed. (menurut aku lho !)
wah, Joe ente suka film psikologic kayak The Machinist (Christian Bale-pemeran Batman Return)?! pelototin aja Joe! dijamin ente gak bakalan tidur dalam waktu 1×24 jam! sabtu kemaren aku jadi paranoid dibuatnya!
OK Laah Bro… ntar cari DVDnya @Studio1/Wahana…
hehehe…
[jd.tertarik.steLah.baca.tuLisan.ini]
Thanks Bro!
=SaLam=
kalo menurutku film the departed itu film bagus banget. kenapa aku udah nonton baik iffernal affairs maupun the departed. dikiraku aku akan melihat film iffernal affair versi lain tetapi aku melihat film itu bener bener berbeda. salut buat si martin yang mampu menghapus stereotip film daur ulang pasti ngga akan sukses. tapi yang ankting yang paling mendapat acungan jempol adalah paman jack nicholson di film itu.
No coment ae lah yg jelas Aq suka dua2 nya.
jika dibanding pelem indo yg ceritanya cuman berkutat dg “cinta” ya jelas aku pilih infernal Affairs and The Departed. Kapan ya para sutradara indo bikin pelem yg “pantas untuk dilihat” siieep
wah wong US iku pancen suka gitu kreatif jarena, disini ada makananan dari seluruh negara yg di produksi dan jadi makanan sehari2. Sampai2 arek2 cilik itu kirain Pizza itu makanan amerika padahal makanan Italia. Kali dee ngenggepnya menyempurnakan, abis itu ngakune super power..halah
Joe! iki Mei yo? tanggal 22? ah…
teman2 wisuda joe…wakakaka
KAsian, orang wisuda dia nonton pilem..
Kapan nyusulnya???
Lha iya,
kok gitu ya??
departed memang bagus..tapi “sendalBolong” tetap paling patteenn
hahahaha
*full narsis*
Wah emang..gw udah nonton yg Internal Affair lebih dulu..jadinya sejujurnya lah kok ini cuma lagi2 copycat film Hongkong ya
berarti dunia udah kembali ke jaman dulu, di mana kejayaan dipegang oleh orang-orang timur, khususnya China.