Setelah sebulan make OpenSUSE (dengan format tampilan Gnome) di rumah, akhirnya aku berhasil menyimpulkan beberapa ketidak-nyamanan sebuah sistem operasi gratisan. Ya namanya juga gratisan, jadinya jangan pernah berharap performa senyaman menggunakan sistem operasinya Oom Bill. Kecuali lebih stabil (aku nggak pernah mengalami dikit-dikit memory dumping kayak di Windows), OpenSUSE menyimpan kelemahan-kelemahan umum, such as:
1. Altec Lansing AVS 300-ku serasa bukan Altec Lansing.
Jadi ceritanya, di SUSE aku pake Banshee buat player lagu-lagu bajakan milikku. Tapi ya namanya barang gratisan, ndak ada fasilitas buat ngatur equalizer-nya. Otomatis Altec-ku nggak optimal. Suaranya nggak selepas biasanya, kayak ketahan di dalam. Suaranya Faiz, gitarisnya X-Class, band indie asal Pemalang, di prototype lagu yang judulnya “Mahysa” – lagu ini lagu lama karangannya dia buat band-ku, The Poison Kings – yang aslinya butut, jadi semakin terdengar butut (kapan-kapan lagunya ta’upload kalo sudah rekaman resmi di studio). Pengumuman: Faiz ini speed gitarnya rodo nggilani (meski nggak senggilani Yngwie Malmsteen), tapi bicara soal kualitas vokal? Oho, maaf-maaf saja.
Jangankan Faiz, lha wong suaranya Judika “Indonesian Idol” yang nggombal habis-habisan itu, juga jadi jelek. Alhasil, aku nggak berani ndengerin suaraku sendiri via SUSE. Takut kecewa. Lha, kalo penyanyinya sendiri aja kecewa dengan suaranya sendiri, bagaimana mau mempertanggung-jawabkan performaku di hadapan publik? Band dengan massa terbesar se-MIPA Selatan Gadjah Mada ini bisa-bisa bubar gara-gara ditinggal penggemar.
2. Flashdisk nggak bisa di-detect kalo dari awal booting sudah kepasang.
Jangan sekali-sekali masang flashdisk sejak awal booting komputer. Mending masangnya entar-entar aja begitu masuk SUSE!
Entah kenapa, flashdisk memelas itu nggak pernah berhasil di-mount kalo sejak awal booting sudah nancep di slot USB. Tapi begitu dicabut dan dipasang lagi, wow, otomatis langsung ke-detect tanpa perlu di-mount lagi.
Sodara-sodari suka masang gambar latar di flashdisk via settingan desktop.ini? Nggak berguna. Di SUSE gambar latar seganteng apapun nggak bakal kelihatan. Yang tampannya audzubillah kayak aku aja nggak kelihatan, apalagi yang terlahir tidak setampan aku. Nggak percaya? Silahkan dites di Pogung Rejo B.19, Sleman, Yogyakarta.
3. Transfer file yang luambit banget.
Flashdiskku memang terkenal lambat. Barang murah soalnya. Sebijinya cuma $ 9, meskipun kapasitasnya nyampai 10 GB (kalo aku beli sepuluh). Tadinya aku pikir, itu memang pengaruh eksternal aja. Tapi kemarin malam, John Angga sudah membuktikannya.
Si John ini ceritanya mau ngopi 1 lagu dari Helloween yang judulnya “Future World”. Lagunya Helloween itu keren-keren, lho. Jarang bicara cinta. Biasanya bicara masalah kemanusiaan dan realita sosial. Tapi tentu saja tidak ada hubungannya antara tidak adanya tema cinta itu dengan kecepatan transfer. Pokoknya setelah ditunggu sampai lebih dari 15 menit proses transfernya nggak selesai-selesai, akhirnya komputernya ku-restart dan pindah ke Windows. Alhamdulillah, nggak sampai 1 detik, sebuah lagunya Hellowen berhasil tergandakan lagi. Kami-kami ini memang penggemarnya Captain Jack Sparrow, sang tukang bajak.
4. Mainan grafis mendingan jangan di sini.
Nggak banyak yang bisa kukatakan. Kalau sudah terbiasa dimanjakan dengan Corel atau Adobe, coba-coba mainan grafis di SUSE hanya akan menghasilkan pisuhan dan umpatan! Sudah, itu saja.
Nah, sekian saja laporan pandangan mata dari seorang newbie di dunia per-Linux-an. Tapi apapun itu, aku bakal lebih sering mengoprek sistem operasi yang ini ketimbang Windows. Bukan apa-apa, slot memory card-ku sudah agak kendor. Terlalu sering ditancep-cabut soale (bukankah barang apapun yang keseringan ditancep-cabut suatu saat pasti bakalan kendor? Mungkin untuk kasus-kasus kendor tertentu sudah ada solusinya. Masalahnya, sampai saat ini aku belum pernah nemu iklan dengan bunyi “Menerima gurah slot apapun di motherboard Anda”). Hal ini menyebabkan komputerku sering keluar blue-screen kalo nekat pake Windows. Tapi entah kenapa masalah seperti itu nggak pernah kutemukan di SUSE. Yeah, setidaknya sampai sejauh ini.













Pokoknya™ PERTAMAXX!!!
Selama nyobain Suse 10.0 alhamdulillah lancar-lancar aja, masalahnya memang butuh kesabaran yang lebih tinggi dibanding ketika pake Windoze.
*balik ngoprek Suse lagi ah…
maenin swap-e dab !! ben lumayan.
swap juga berpengaruh.
-sekian
wahahahaha!!!!!
joe trauma karo penguin..podho joe..
malah tempatku ndak mau ngeplay mp3…
sucks!!!
hidup gratisan!!
Wdoooh…gak pertamax!
sudah coba yang under KDE? mak nyosss…
Mungkin firmware buat soundcard-nya nggak disupport… aku juga kayak gitu di semua distro. Semua pengaturan echo dkk hilang; kalah jauh dari versi Windows-nya.
Btw, Joe nggak pakai XMMS? Itu bagus kok, dah ada equalizernya. Kalau nggak cobain aja amarok di KDE, tapi kelasnya masih biasa aja sih.
Kalau aku yang ini nggak ngalamin. Aku pakai SuSE 10 sih (bukan OpenSuSE lho
).
Betul… emang lebih lambat daripada di Windows, apalagi kalo masih port USB 1.1. Kalau udah 2.0 mendingan dikit, sih.
Eh, kopi dari harddisk ke harddisk juga lebih lambat lho, kalo bandingin sama Windows. Kenapa ya? (o_0)”\
*menepuk2 bahu Joe*
BETUL…
GIMP dkk itu belum bisa menandingi ‘rekan seperjuangan’ mereka di Windows.
-pengalaman frustrasi nggambar pakai GIMP 2.2; padahal biasanya pakai Photoshop
-
dah bongkar-bongkar arsip milis?
Joe sekarang malah tambah parah dehhh Suse 10.1 ku, setelah di-”Obrak-Abrik” sama si pramur malah user ngga bisa masukk….
Btw, ada driver buat Wi-Fi gak ??
welcome to the club
hahahahaa.a…akhernyaaa…..joe posting sing rodo ngutek sithik!!
malah elek joe…sokserius!
penonton kecewaaaaa!!!!!!
pisss..!!!
Debian nggak gitu, deh..
Pernah pake Mepis Joe? KDE sih…
hooh, kenapa ga pake xmms.. ala winamp de
(teuteup , windows addict
)
kelebihan 1, XMMS
Masak selambt itu transfer file-nya Joe?
1 detik banding 15 menit? Sama saja 1:900 donk
OpenSuSE versi berapa joe? Di versi 10.1, synchronous transfer memang masih jadi masalah. Entah di versi 10.2, aku belum nyoba soalnya. FC6 gak ada masalah dengan transfer data ke flashdisk. Kecepatannya beres-beres aja. Coba lihat di release notes, kalo anda emang sabar. Biasanya di situ ada penjelasan masalah ini.
Kepaksa? Nggak ada yang maksa kamu kok Joe. Setiap perubahan butuh tahapan. Lha kamu udah menjalani tahapan-tahapan seperti yang pernah kutulis di “Orang Islam Tukang Mbajak” belum? Kalo belum siap pindah ya dikit-dikit aja joe.
Mas, makanya pakai ubuntu aja.
baru tau gw ada player namanya banshee.. kek hantu ~
kok ada trackback nyasar?
hidup Windows!!!
hehe5005x…Jan saLah Joe…eke pake Windows XP OriginaL Lho…eke kan Orang Tajir…
kakakakaka
halo…halo…trimakasih atas segala dukungan dan sarannya. mohon maaf, beberapa hari terakhir ini saya nggak bisa mbalesin komen satu-persatu. lagi ada kerjaan soale, hehehehehehe
AKu dah minta cd ubuntu n dapet 6 lebih kayaknya… tapi masih males nginstal di komp… entar aja deh.. btw thanks infonya…
Numpang nimbrung nih Mas…
Masya Allah… Sudah disupport sedemikian, masih juga posting hal-hal seperti ini. Saya nggak pernah maksa kok Mas. Sumpah. Hidayah memakai produk non-bajakan itu datangnya semata-mata dari nurani masing-masing.
Seperti yang sudah dikatakan Mas fauzansa soal bajak membajak, kita tidak bisa lepas dari yang namanya komunitas. Kalo masalah Windows seerti yang Anda alami Anda adukan ke Microsoft, tentulah mereka memverifikasi apakah Anda menggunakan versi bajakan atau tidak.
Namun, coba pikirkan ini: ketika Anda masuk ke sebuah forum (katakanlah forum.linux.or.id) Anda tidak akan ditanyai agama, ras, apa distro yang dipakai, singkatnya: semua orang diterima. Semua mencoba membantu Anda dengan sukarela, tanpa bayaran. Demi umurku, mudah2an Allah Membantu mereka semua menjalani semua kesulitan hidup.
Oke, saya mau jawab sedikit.
0. Untuk equalizer, saya pake Amarok. Saya tak terlalu tahu perbedaan mendasarnya dengan di Windows. Tapi, yang saya tahu, di Windows suara mp3 player tak sebagus di Kubuntu 6.06.
1 dan 2. Sudah dijawab oleh Mas Fauzansa
3. Soal GIMP, kesulitannya apa? Coba cari karya orang lain dengan menggunakan GIMP. Tolong jangan menggeneralisir sesuatu dari kesan sesaat. Silahkan baca http://pramur.wordpress.com/2007/01/08/menelurkan-karya-dari-atas-kursi-roda/
Wah, nggak enak juga ya diomongin orang…
Suluh:::
sama2. dah ta’sampein ke mas edi lho
pramur:::
helelah…aku ndak ngomongin kamu lho, mur. sumprit!
kenapa aku bilang terpaksa? yah, coba dibaca paragrap terakhirku: gara2 slot memoryku nggak bisa digurah, hohohoho!
amarok-ku ndak bisa maenin mp3….
untuk yang nomer 3, yang sangat jelas, masking-nya nggak bisa senyaman sotopop
Numpang nimbrung nih Mas…
Oke, oke… Tapi ya Mbok kalo ilfeel itu jangan terlalu Bos…
SuSE 10.2 nya bagaimana?
*Mudah2an Allah Memudahkan saya untuk ikhlas*
0. nggo xmms dab, onok equalizer e lan swarane luwih manteb
1. opensuse? bikin suse ™
2. coba’en damnsmalllinux wis…. yen ora injoh nganggo, ya goleta slax
3. yen isih bingung, moro’a na tonggone UFO..ngomong cah kono golet jenenge eko.. ben dikopekne mandriva/DSL/kanotix. ngomong yen lilik sing kongkon
meneh:
pengalamanku, yen lagune dhasare kopinane elek (alias ba****an) ya pancen mendhem.. podho karo yen nggo itunes, soptware e pinter mbedakne soko cd asli opo ba***an..
mekaten
pramur:::
lumayan, mur. tapi amarok-nya tetap ga bisa dipake muter mp3. xmms-nya juga nggak beres. akhirnya bertahan di banshee
KDE-nya aseek punya
soerja:::
tapi gara2 kepincut logone. jadinya walopun susah, aku tidak akan menyerah.
wah…
0. tidak bekerja normal, akhirnya bertahan di banshee
1. sejak versi 10, kan namanya jadi opensuse. soale ada versi suse komersialnya.
2&3. aku pake opensuse bukan karena alasan fleksibilitas, kok
meneh: wah, masalahe bukan di kopinane, mas. lha ng windos waras2 saja nyatane. tapi jangan khawatir, begitu apdet ke 10.2 kemarin, kualitas suaranya jauh lebih baik dari versi sebelumnya, hehehehe…
maturnuwun sanget nggih, buat sharingnya
ayo njajal http://www.damnsmalllinux.org
masalah ba*****an, aku tetep ngeyel. ojok dijajal nang window$… wong lagu sing apik2 bae na winamp bareng dijalakake nang iTunes (njero OS X ya, ora iTunes persi window$) ya ancur koq… wekekekek
koq iso ya xmms ra mlaku? sejaka jaman phatlinux xmms is my idol ™
ndak bisa e, mas. kayaknya rpm-nya xmms di tempatku nggak beres, hohoho. ntar nyoba maksa yang dari paketannya debian
Nha ini masalahe podo karo aku. Mulai mbiyen mpe sekarang aku gak pindah2 ke linux soale xmms ga iso.. nha payahnya alternatip media player lain tak jajal yo ga iso pisan
*ngawur banget moso ga pindah cuma gara-gara ga iso mp3-an*
makane tho, coba’en DSL.. ana xmms e koq tur ono firefox nggo ngenet.. lebokne flashdisk ae ya iso koq.. trus bar kuwi copy to ram.. wis, mantebb…
trus yen pancen lagune tetep ra penak dirungokake, ya wis.. golet mp3 ne meneh ae.. bit rate sing dhuwur.. yen muk 64kbps kuwi ngisin isini wakakak
josalah duga, aku bukan linux freak.. aku pengguna semua OS, ori tentunya
jadi pengalaman muter musik kuwi iya wis ngliwati
window$ XP home, xp pro, server 2003, DSL, kanotix, OS 9.2, OS X
dengan player (from su*k to best) = realplayer, quicktime, jetaudio, media player, winamp-xmms-itunes
sudah coba latex? bukane kalian para student ini kudhune wis nyoba latex?pengalamane piye? wekekek
itulah linux banyak suka dukanya, karena ini linux so cari yang sesuai dengan jati diri anda karena sangat bebasnya anda memilih distro yang banyak berserakan di dunia maya, so jangan pernah menyerah caiyo tetap semangat
mau enak & klak klik sana sini pilih Win**** nya mikocok….
mau agak sedikit pusing and ketak ketik pilih LINUX ………
hidup SLACKWARE………!!