Zaskia Adya Mecca, Gadis Berjilbab, Dunia Malam, Situs Porno, Selamat Tinggal Semuanya!
Diterbitkan Januari 1, 2008 The Battle of My Life 77 KomentarYeah, frase-frase di atas itu cuma beberapa contoh dari banyak frase yang sering diketikkan oleh orang-orang untuk kemudian mereka nyasar ke blogku. Aku sendiri heran, kenapa rata-rata frase yang diketikkan oleh orang-orang (yang kemudian nyasar ke blogku) itu biasanya tentang adegan maksiat dari gadis berjilbab. Kalo boleh menyimpulkan secara sepihak, mungkin saja apapun yang (kelihatan) tertutup itu selalu lebih menimbulkan rasa penasaran ketimbang yang diumbar secara terbuka

Tapi bukan gara-gara frase-frase di atas itu maka kemudian sekarang aku mau cerita kalo aku bakal berhenti nulis di blog ini.
Lanjutkan membaca ‘Zaskia Adya Mecca, Gadis Berjilbab, Dunia Malam, Situs Porno, Selamat Tinggal Semuanya!’

Aku dapat undangan njagong manten lagi. Senin besok, tanggal 31 Desember 2007, aku bakal datang ke akad nikahnya Hana, temenku yang lulusan D3 Komputer dan Sistem Informasi, jam 8 pagi. Siangnya jam 12 aku bakal nyambung ke resepsinya yang di gedung APMD.
Jadi, kalo ada blogger-blogger yang mau nunut makan siang gratis, bisa nunggu aku di halaman gedungnya. Nanti kita masuk bareng buat icip-icip makanan, oye! Lanjutkan membaca ‘Bakalane Kondangan Maning’
Here I stand all alone // Have my mind turned to stone // Have my heart filled up with ice // To avoid its breaking twice
Thanks to you, my dear old friend // But you can’t help, this is the end // Of a tale that wasn’t right // I won’t have no sleep tonight
(A Tale That Wasn’t Right - Helloween)
Sedang gundah. Sedang jenuh. Sedang ngambang.
Lanjutkan membaca ‘Curhat Lelaki Bejat’
Pacarku tercinta, kekasih sejatiku, akhirnya mbalik juga ke haribaanku. Tentu saja aku senang bukan kepalang. Problem-problem yang kemarin terlupakan sudah. Semoga saja besok nggak akan pernah ada apa-apa lagi. Ojo minggat-minggat meneh yo, Nduk. Hidupku selama ini hampa tanpa kehadiranmu. Lanjutkan membaca ‘Pacarku Mbalik!’
Kemarin malam, selewat Maghrib, aku lagi nongkrong di Stasiun Lempuyangan. Bukan, sodara-sodara! Aku bukan lagi mencoba profesi baru sebagai preman stasiun. Percumah! Di Lempuyangan nggak ada orang-orang (yang keliatan) kaya yang bisa ta’peras atau ta’rampok. Kalo mau nyari yang kayak gituan, lebih afdol di Stasiun Tugu. Aku di sana dalam rangka mau balik ke Solo buat nganterin bapak sama emak yang mau kembali ke rumah dinasnya di Jakarta sana yang rencananya mau berangkat malam itu dari Stasiun Balapan, Solo, jam 10 malam, naik kereta Argo Lawu.
Lanjutkan membaca ‘Anak Kesayangan Dewi Fortuna’
Kemarin sore waktu aku lagi ancang-ancang mau mandi (pake aer anget, tentunya), tiba-tiba saja seorang rekan 1 batalyon jaman dulu ngirim SMS:
24/12/07 17:19
Kimbul
Jo, r**** mo merit
bentar lg. Katanya
uda telat 2 minggu
Doh! Ditinggal nikah sama cinta pertama aja rasanya, kan, sudah mesti agak gimana gitu. Ini malah ketambahan ditinggalnya gara-gara terlambat datang bulan. Ya alhasil “agak gimana”-nya sekarang jadi terpaksa make kuadrat.
Oalah, Mbak, seumpamane memang ndak sanggup ngontrol napsyu, mbok ya pas khilaf itu sampeyan pake pengaman, gitu, Rojer! Bisa dikopi? Ganti! ![]()
Perdamaian untuk semuanya!
Bapak dan simbokku datang ke Jokja! Dan setelah shalat Idul Adha kemarin, berlalulah kami sekeluarga buat pulang ke rumah jaman mudanya bapak di Solo. Pulang buat hari Sabtunya balik lagi ke Jokja beramai-ramai bareng pakdhe, budhe, bulik, mas sepupu, dan adik sepupuku sehubungan ada famili yang mau nikah.
Familiku yang mau nikah itu sebenernya lebih tua dari aku. Cuma ya gara-gara orang Jawa itu suka banget mendasarkan hubungan kekerabatan berlandaskan faktor silsilah, jadilah familiku itu kupanggil sebagai “Dik Wawan”, dan dia harus menghormati aku sebagai “Mas Ditto”, hohoho! Lanjutkan membaca ‘Model Resepsi yang Pengen Kuhindari’
Trilogi The 10 Greatest Football Number 10’s
Diterbitkan Desember 20, 2007 The Battle of My Life 27 KomentarSampeyan suka sepakbola? Yakin suka? Entah itu sebagai pelaku ataukah sekedar penikmat, apakah sampeyan suka sepakbola? Aku suka. Sampai akhir masa esemaku aku adalah seorang pelaku dan penikmat sepakbola. Meskipun lebih sering (dan hampir selalu) duduk di bangku cadangan Smansa All-Stars, tetap saja hitungannya aku ini seorang pelaku sepakbola, tho?

Dan aku juga seorang penikmat. Jaman dulu, selain Liverpool FC, klub manapun yang saat itu dibela Roberto Baggio selalu kudukung habis-habisan, mulai dari eranya Baggio di Juventus, AC Milan, Bologna, Internazionale, sampai akhirnya Brescia. Yeah, Baggio memang dewa buat aku - selain seorang tokoh fiktif yang bermerek Kubo Yoshiharu. Baggio yang mengubah hidupku yang waktu itu masih kelas 5 esde menjadi seorang penyuka sepakbola. Lanjutkan membaca ‘Trilogi The 10 Greatest Football Number 10’s’














Cocote Bocah-Bocah